49971 research outputs found
Sort by
Revitalisasi Kawasan Koni Jatim Untuk Meningkatkan Vitalitas Kota Melalui Integrasi Aktivitas
Tugas akhir ini mencoba mengkaji kelayakan teori urban acupuncture sebagai strategi desain yang ditujukan untuk revitalisasi Kawasan KONI Jatim, yang saat ini kurang dimanfaatkan namun memiliki potensi yang cukup besar untuk kegiatan olahraga dan komunal. Dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar akupunktur perkotaan, karya ini berusaha untuk memastikan intervensi strategis yang dapat menghasilkan transformasi substansial dalam pemanfaatan ruang, memperkuat keterlibatan masyarakat, dan meningkatkan vitalitas kawasan tersebut. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menggambarkan strategi intervensi yang berlaku untuk Kawasan KONI Jatim guna memfasilitasi perubahan signifikan dalam pemanfaatan ruang, sementara juga menganalisis cara penggabungan kegiatan masyarakat dan peluang pendidikan dalam ruang publik dapat meningkatkan partisipasi serta menciptakan lingkungan sosial yang dinamis. Selain itu, juga perlu mengevaluasi pentingnya komponen desain arsitektur dalam mempromosikan berbagai kegiatan publik dan efek konsekuensinya pada vitalitas dan daya tarik suatu daerah bagi penduduk perkotaan. Hasil karya ini akan berkontribusi pada perumusan lingkungan perkotaan yang lebih dinamis, inklusif, dan berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan penduduk perkotaan.
=========================================================================================================================================
This final project examines the feasibility of urban acupuncture as a design strategy aimed at revitalizing the KONI Jatim Area, which is currently underutilized but has significant potential for sports and communal activities. Using the basic principles of urban acupuncture, this final project seeks to determine strategic interventions that can produce substantial transformations in space utilization, strengthen community engagement, and enhance the vitality of the area. The purpose of this final project is to describe intervention strategies applicable to the KONI Jatim Area to facilitate significant changes in space utilization, while also analyzing how the integration of community activities and educational opportunities in public spaces can increase participation and create a dynamic social environment. In addition, it is also necessary to evaluate the importance of architectural design components in promoting various public activities and their consequent effects on the vitality and attractiveness of an area for urban residents. The results of this final project will contribute to the formulation of a more dynamic, inclusive, and sustainable urban environment that improves the well-being of urban residents
Pengembangan Semantic Role Labeling Untuk Deteksi Kejadian Penting pada Data Sosial Media Berbahasa Indonesia
Kejadian adalah bagian dari peristiwa yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang melibatkan satu atau lebih orang, dan menggambarkan perubahan keadaan. Contoh kejadian seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, dan kecelakaan memenuhi kriteria tersebut dan tergolong sebagai kejadian penting karena berdampak signifikan terhadap kehidupan manusia, ekonomi, sosial, dan psikologis. Sosial media seperti Twitter menawarkan pendekatan baru dalam mitigasi bencana. Masyarakat secara aktif menggunakan Twitter untuk menyebarkan informasi, meminta bantuan, dan mencari kabar terkini terkait bencana di sekitarnya. Oleh karena itu, teks dari Twitter dapat dimanfaatkan oleh pihak berwenang untuk mendukung operasi penyelamatan, mengingat kecepatan responnya lebih tinggi dibandingkan platform lain seperti Facebook. Dengan demikian, sistem deteksi kejadian penting perlu dibangun secara real-time dari data Twitter, sebagai alternatif deteksi kejadian yang murah tanpa sensor. Sistem tersebut perlu mengekstrak informasi penting (lokasi kejadian, manusia dan benda yang terdampak bencana) kemudian mendeteksi tingkat keparahannya dari teks Twitter. Terdapat tantangan dalam memanfaatkan Twitter untuk operasi penyelamatan yaitu kesulitan mengidentifikasi pesan permintaan bantuan karena teks Twitter tidak terstruktur dengan tingkat keteraturan yang rendah seperti gaya penulisan, sintaksis, dan struktur. Teknologi ekstraksi informasi seperti Named Entity Recognition (NER) dan Semantic Role Labeling (SRL) muncul untuk mengubah teks Twitter menjadi terstruktur. NER mengidentifikasi entitas lokasi hanya di level toponim (nama tempat, nama jalan), sementara SRL mengenali lokasi secara tepat berdasarkan kejadian sesungguhnya melalui peran-peran semantik dalam kalimat. Peran semantik adalah peran partisipan dalam suatu kejadian. Penggunaan SRL dapat mengurangi ambiguitas teks dengan mengidentifikasi pelaku dan dampak dari kejadian, sehingga memudahkan penilaian tingkat keparahan bencana melalui struktur teks yang lebih sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode SRL untuk melakukan ekstraksi informasi dari data media sosial berbahasa Indonesia, dan mendeteksi tingkat keparahan sebagai bagian dari proses deteksi kejadian penting. Pendekatan deep learning berbasis transformer digunakan untuk pengembangan metode SRL pada teks Twitter berbahasa Indonesia karena memiliki mekanisme self-attention yang memiliki kemampuan cukup bagus dalam menghitung representasi posisi token dalam suatu urutan sehingga dapat memberikan performa yang baik. Setelah dikenali jenis kejadian menggunakan SRL, kemudian akan dilakukan deteksi keparahan kejadian. Pendekatan fuzzy digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan bencana karena dapat memodelkan dan menangani kekaburan dalam teks Twitter. Penelitian ini berhasil membangun dataset dan mengembangkan sistem ekstraksi informasi berbasis SRL pada teks Twitter dengan pendekatan semi- supervised learning untuk mengidentifikasi peran semantik dalam kejadian penting seperti banjir, kebakaran, gempa bumi, dan kecelakaan. Empat model transformer dievaluasi, yaitu IndoBERT berbasis BERT, IndoRoBERTa berbasis RoBERTa, GPT2-Indonesian berbasis GPT-2, dan Komodo berbasis Llama-2. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa IndoBERT dengan threshold 0,9 memberikan performa tertinggi dengan F1-score sebesar 0,863. Peningkatan threshold terbukti mampu menyaring prediksi yang memiliki confidence rendah, sehingga meningkatkan kualitas pseudo- label dan mengurangi kesalahan klasifikasi. Informasi peran semantik dari SRL kemudian dimanfaatkan dalam sistem deteksi tingkat keparahan kejadian menggunakan Fuzzy Logic Mamdani. Sistem ini memanfaatkan tiga variabel masukan utama: jumlah korban meninggal (DEATHVICTIM-ARG), korban luka (WOUNDVICTIM-ARG), dan benda terdampak (AFFECTEDOBJECTS-ARG). Evaluasi dilakukan terhadap 1003 tweet data testing, dengan distribusi 992 tweet berlabel low, 9 medium, dan 2 high. Model fuzzy menunjukkan performa terbaik secara keseluruhan dibandingkan empat model machine learning lainnya (Support Vector Machine, K-nearest Neighbors, Decision Tree, dan Naïve Bayes), dengan precision 1.00, recall 0.81, dan F1-score 0.87 (macro average). Sistem fuzzy yang dibangun mampu mengatasi karakteristik unik teks Twitter dengan beberapa keunggulan signifikan. Pertama, sistem mampu menangani ketidakpastian data melalui pengolahan deskripsi ambigu seperti "puluhan korban" atau "ribuan rumah". Kedua, aturan fuzzy berbasis logika linguistik memungkinkan sistem mencakup berbagai skenario tanpa memerlukan dataset pelatihan yang sangat besar. Ketiga, sistem mampu memproses data tweet dalam jumlah besar dengan cepat untuk mengetahui tingkat keparahan kejadian.
===================================================================================================================================
An event involving one or more people occurs at a particular time and place and describes a change in circumstances. Events such as fires, floods, earthquakes, and accidents are classified as significant because they significantly impact human life, the economy, society, and psychology. Social media such as Twitter offers a new approach to disaster mitigation. People actively use Twitter to spread information, ask for help, and find the latest disaster news. Therefore, text from Twitter can be used by authorities to support rescue operations, considering its response speed is higher than that of other platforms such as Facebook. Thus, a critical event detection system needs to be built in real-time from Twitter data, as an alternative to cheap incident detection without sensors. The system needs to extract important information (location of the incident, people and objects affected by the disaster) and then detect its severity from Twitter text. Using Twitter for rescue operations presents challenges, particularly in identifying messages that request help. This challenge is due to the unstructured nature of Twitter text, which lacks consistency in writing style, syntax, and structure. Information extraction technologies such as Named Entity Recognition (NER) and Semantic Role Labeling (SRL) have emerged to transform Twitter text into structured text. NER identifies location entities only at the toponym level (place names, street names), while SRL recognizes locations precisely based on actual events through semantic roles in sentences. Semantic roles are the roles of participants in an event. Using SRL can reduce text ambiguity by identifying the perpetrators and impacts of the event, thus facilitating the assessment of disaster severity through a more systematic text structure. This study aims to develop an SRL method to extract information from Indonesian-language social media data and detect severity as part of the critical event detection process. The transformer-based deep learning approach is used to develop the SRL method on Indonesian-language Twitter text because it has a self-attention mechanism with a reasonably good ability to calculate the representation of token positions in a sequence to provide good performance. Once the type of event is recognized using SRL, the event's severity will be detected. The fuzzy approach is used to determine the severity of the disaster because it can model and handle the fuzziness in Twitter text.This study successfully built a dataset and developed an SRL-based information extraction system on Twitter text with a semi-supervised learning approach to identify semantic roles in important events such as floods, fires, earthquakes, and accidents. Four transformer models were assessed: IndoBERT based on BERT, IndoRoBERTa based on RoBERTa, GPT2-Indonesian based on GPT-2, and Komodo based on Llama-2. The evaluation results showed that IndoBERT with a threshold of 0.9 gave the highest performance with an F1-score of 0.863. Increasing the threshold was proven to filter predictions with low confidence, thereby improving the quality of pseudo-labels and reducing classification errors. Semantic role information from SRL was then utilized in an incident severity detection system using Mamdani Fuzzy Logic. This system utilizes three main input variables: the number of fatalities (DEATHVICTIM-ARG), injured victims (WOUNDVICTIM-ARG), and affected objects (AFFECTEDOBJECTS-ARG). The evaluation was conducted on 1003 tweets of testing data, with a distribution of 992 tweets labeled low, nine medium, and two high. The fuzzy model showed the best overall performance compared to the other four machine learning models (Support Vector Machine, K-nearest Neighbors, Decision Tree, and Naïve Bayes), with a precision of 1.00, a recall of 0.81, and an F1-score of 0.87 (macro average). The fuzzy system built can overcome the unique characteristics of Twitter text with several significant advantages. First, the system can handle data uncertainty by processing ambiguous descriptions such as "dozens of victims" or "thousands of houses". Second, fuzzy rules based on linguistic logic allow the system to cover many scenarios without requiring an extensive training dataset. Third, the system can quickly process large amounts of tweet data to determine the incident's severity
Pembuatan dan Karakterisasi Edible Film dari Multi-biopolimer sebagai Coating Buah
Kebutuhan akan kemasan pangan yang ramah lingkungan mendorong pengembangan edible film berbasis biopolimer sebagai alternatif terhadap kemasan plastik konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang edible film dari kombinasi carboxymethyl cellulose (CMC), konjac glucomannan (KGM), dan κ-karagenan (κ-Car) dengan penambahan beeswax (BW) dan stearic acid (SA) sebagai agen hidrofobik, serta mengevaluasi performanya sebagai edible coating dalam memperpanjang umur simpan buah pisang (Musa paradisiaca L.). Penelitian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama mengevaluasi karakteristik edible film dari berbagai kombinasi CMC:KGM:κ-Car. Parameter yang diuji meliputi ketebalan, kelarutan, elongasi, tensile strength, transmisi uap air (WVTR), permeabilitas uap air (WVP), sudut kontak air (WCA), dan FTIR. Hasil menunjukkan bahwa komposisi C6G3K1 memberikan hasil terbaik dengan EAB 87.8%, TS 7.56 MPa, WVTR 37.36 g/m2.24h, WCA 29.7o, MC 34.4%, solubility 61.68%, L* 99.69, serta opasitas 5.7%. Tahap kedua mengevaluasi pengaruh penambahan beeswax dan stearic acid (0,1–0,5% w/w) terhadap sifat film. Hasil menunjukkan bahwa komposisi beeswax dan stearic acid masing-masing dengan konsentrasi 0.5% meningkatkan WCA, mengindikasikan kenaikan hidrofobisitas, dan menurunkan WVTR yang merupakan parameter penting dalam mengurangi laju transmisi uap air pada tahap coating buah. TS dan EAB menurun dibandingka tahap kesatu karena penambahan lipid. Tahap ketiga yakni mengaplikasikan salah satu formulasi terbaik (C6G3K1 + 0,5% BW) sebagai edible coating pada buah pisang. Hasilnya, coating mampu menekan laju kehilangan berat, menjaga kestabilan total padatan terlarut (TSS), memperlambat kenaikan pH dan penurunan keasaman, serta menunda perubahan warna kulit buah selama 7 hari penyimpanan pada suhu ruang. Buah dengan edible coating menunjukkan kualitas fisik dan kimia lebih baik dibanding kontrol dan coating komersial.
=========================================================================================================================================
Rising demand for eco-friendly packaging has encouraged the development of biopolymer-based edible films as sustainable alternatives to plastic. This study aimed to formulate edible films using a combination of CMC, konjac glucomannan (KGM), and κ-carrageenan (κ-Car), with the addition of beeswax (BW) and stearic acid (SA) as hydrophobic agents. Furthermore, the study evaluated the performance of these films as edible coatings for extending the shelf life of bananas (Musa paradisiaca L.). The research was conducted in three stages. In the first stage, the characteristics of edible films composed of various ratios of CMC:KGM:κ-Car were evaluated. The parameters assessed included thickness, solubility, elongation at break (EAB), tensile strength (TS), water vapor transmission rate (WVTR), water vapor permeability (WVP), water contact angle (WCA), and Fourier-transform infrared spectroscopy (FTIR) analysis. The composition C6G3K1 was identified as the optimal formulation, exhibiting an EAB of 87.8%, TS of 7.56 MPa, WVTR of 37.36 g/m²·24h, WCA of 29.7°, moisture content of 34.4%, solubility of 61.68%, lightness (L*) value of 99.69, and opacity of 5.7%. The second stage examined the effects of incorporating beeswax and stearic acid (0.1–0.5% w/w) into the optimal film formulation. Results indicated that both beeswax and stearic acid at 0.5% concentration enhanced the water contact angle, indicating increased hydrophobicity, and reduced WVTR, which is a critical factor in limiting water vapor transmission during fruit storage. However, the addition of lipids led to a reduction in tensile strength and elongation at break compared to the film without lipids. In the third stage, one of the best-performing formulation (C6G3K1+0.5% BW) was applied as an edible coating on bananas. The coating effectively reduced weight loss, maintained the stability of total soluble solids (TSS), delayed the increase in pH and the decline in acidity, and slowed the skin color change over seven days of storage at room temperature. Bananas treated with the edible coating exhibited superior physical and chemical quality compared to the control and commercial coating treatments
Analisis Pengaruh Variasi Jenis Biomassa dan Rasio Co – firing pada penggunaan batubara kalori rendah terhadap perfoma PLTU Kapasitas 350 MW serta Analisis Biaya Ekonomi Bahan Bakar dengan Menggunakan Aplikasi Cycle Tempo 5.0
Peraturan PBB mengenai pengurangan emisi guna menurunkan potensi peningkatan temperatur dunia menjadi tantangan bagi PLTU. Co – firing menjadi salah satu alternatif bagi PLTU untuk dapat mengatasi tantangan tersebut dan juga dapat mengoptimalkan batubara kalori rendah yang jarang diminati industri lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh co-firing biomassa berupa sekam padi dan jerami padi dengan batubara kalori rendah terhadap performa, kebutuhan udara, daya pemakaian sendiri, kemampuan komponen auxiliary, emisi CO₂, dan aspek ekonomi pada PLTU berkapasitas 350 MW. Penelitian ini menggunakan metode simulasi dengan perangkat lunak Cycle Tempo 5.0, dengan memvariasikan jenis batubara (LRC 3664, 3990, dan 4267 Kcal/kg), jenis biomassa (sekam padi dan jerami padi), dan rasio co-firing (3%, 5%, 7%, 10%, dan 15%) pada beban 100% dan 50%. Hasil analisis menunjukkan implementasi co-firing secara umum menurunkan performa PLTU, ditandai dengan penurunan efisiensi dan kenaikan Nett Plant Heat Rate (NPHR), terutama saat menggunakan batubara dengan nilai kalori paling rendah. Peningkatan rasio co-firing juga menaikkan laju alir bahan bakar dan kebutuhan daya komponen auxiliary seperti pulverizer dan fan. Namun, implementasi co-firing terbukti sangat efektif menurunkan emisi CO₂ secara signifikan dibandingkan pembakaran 100% batubara. Dari sisi ekonomi, penggunaan jerami padi menunjukkan potensi penghematan biaya bahan bakar, sementara sekam padi justru meningkatkan biaya. Terjadi penyimpangan pada penggunaan batubara HHV 3990 kcal/kg dengan rasio co-firing 3% yang mampu sedikit meningkatkan efisiensi pembangkit.
===================================================================================================================================
United Nations regulations on emission reduction to curb the potential rise in global temperatures present a challenge for coal-fired power plants (PLTU). Co-firing offers an alternative for these plants to meet this challenge and to optimize the use of low-calorie coal, which is often overlooked by other industries. This research aims to analyze the impact of co-firing biomass, specifically rice husks and rice straw, with low-calorie coal on the performance, air requirements, auxiliary power consumption, auxiliary component capacity, CO₂ emissions, and economic aspects of a 350 MW power plant. The study employs a simulation method using Cycle Tempo 5.0 software, varying the coal type (LRC 3664, 3990, and 4267 Kcal/kg), biomass type (rice husk and rice straw), and co-firing ratios (3%, 5%, 7%, 10%, and 15%) at 100% and 50% plant loads. The analysis indicates that co-firing implementation generally reduces the power plant's performance, characterized by decreased efficiency and an increased Net Plant Heat Rate (NPHR), particularly when using the coal with the lowest caloric value. Increasing the co-firing ratio also raises the fuel flow rate and the power requirements of auxiliary components like the pulverizer and fans. However, co-firing is proven to be highly effective in significantly reducing CO₂ emissions compared to 100% coal combustion. Economically, using rice straw shows the potential for fuel cost savings, while rice husks lead to increased costs. The most optimal condition was found when using HHV 3990 kcal/kg coal with a 3% co-firing ratio, which managed to slightly improve the plant's efficiency
Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang menjadi Produk Set Natural Home Decor Berkelanjutan
Indonesia sebagai produsen pisang terbesar ketiga di dunia menghasilkan limbah pelepah pisang yang melimpah namun belum termanfaatkan optimal. Penelitian ini bertujuan merancang satu set produk home decor berkelanjutan berbahan pelepah pisang, yang relevan untuk interior kafe bertema natural-vintage. Metode yang digunakan adalah pendekatan design thinking melalui tahapan: observasi, wawancara, dan kuesioner untuk menggali kebutuhan pengguna; dilanjutkan ideasi melalui sketsa dan model 3D; pembuatan prototype; serta usability testing. Konsep desain mengacu pada empat prinsip utama: fleksibel (modular dan dapat dikonfigurasi ulang), natural (tekstur dan warna alami), harmoni (keselarasan bentuk dan ruang), serta berkelanjutan (penggunaan biomaterial, proses rendah emisi, dan kemasan daur ulang). Output produk berupa satu set home decor yang terdiri dari lampu gantung, lampu dinding, standing lamp, dan rak display multifungsi. Produk ini dikembangkan melalui kerja sama dengan UMKM lokal untuk pemberdayaan ekonomi dan efisiensi produksi berbasis potensi daerah. Fitur utama meliputi sistem bongkar-pasang, opsi kap lampu yang dapat dipersonalisasi, serta material ramah lingkungan. Produk ini tidak hanya mendukung identitas ruang kafe, tetapi juga memperkuat nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi melalui pendekatan desain berkelanjutan.
========================================================================================================================================
Indonesia, as the third-largest banana producer in the world, generates an abundance of banana sheath waste that remains largely underutilized. This study aims to design a sustainable home decor product set made from banana sheath, tailored for natural-vintage-themed café interiors. The design process adopts a design thinking approach through several stages: observation, interviews, and questionnaires to explore user needs; followed by ideation through sketches and 3D models; prototyping; and usability testing. The design concept is based on four key principles: flexibility (modular and reconfigurable components), natural aesthetics (authentic textures and earthy tones), harmony (visual balance with interior elements), and sustainability (use of biomaterials, low-emission production, and recyclable packaging). The product output consists of a home decor set that includes a pendant lamp, wall lamp, standing lamp, and multifunctional display rack. The design was developed in collaboration with local MSMEs to support economic empowerment and efficient production using regional resources. Key features include a knock-down system, customizable lamp covers, and environmentally friendly materials. This product not only strengthens the visual identity of café spaces but also enhances social, environmental, and economic values through a sustainable design approach
Analisis Perkuatan Timbunan Tanah Pada Overpass Kedungmlati 2 Tol Mojokerto - Kertosono Menggunakan Gabion dan Shotcrete
Stabilitas lereng merupakan aspek krusial dalam pembangunan infrastruktur jalan tol, terutama pada area timbunan overpass dengan kondisi tanah yang kompleks. Salah satu kasus nyata terjadi di Overpass Kedungmlati 2 Tol Mojokerto–Kertosono, di mana telah terjadi kelongsoran yang merusak struktur penahan tanah dan membahayakan area sekitar. Berdasarkan data BMKG, curah hujan di Kabupaten Jombang pada bulan Desember 2024 tercatat sangat tinggi, yaitu mencapai 450 mm, meningkat drastis dibanding bulan sebelumnya. Hal ini menyebabkan tingginya infiltrasi air ke dalam tanah yang memicu terjadinya kelongsoran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi metode perkuatan lereng menggunakan gabion yang dilapisi shotcrete. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Plaxis 2D untuk mengevaluasi faktor keamanan terhadap kelongsoran, serta perhitungan manual untuk menilai stabilitas terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah. Berdasarkan kondisi eksisting, nilai safety factor (SF) kelongsoran sebesar 1,399, yang berada di bawah ambang batas aman menurut SNI 8460:2017 (SF ≥ 1,5). Simulasi tambahan dilakukan dengan asumsi muka air tanah setinggi 6 meter dari tanah dasar, dan hasilnya menunjukkan bahwa tanah tidak mampu menahan beban yang ada, ditandai dengan kegagalan proses analisis. Setelah dilakukan pengeprasan dan perkuatan menggunakan metode gabion, nilai SF meningkat menjadi 1,478, dan mencapai 1,503 setelah ditambahkan pelapisan shotcrete. Pada kondisi gempa dengan metode pseudostatik, diperoleh SF sebesar 3,061 (≥ 1,1). Perhitungan manual menunjukkan nilai SF terhadap guling sebesar 19,38, geser sebesar 6,2, dan daya dukung sebesar 8,43, yang semuanya melebihi batas minimum. Berdasarkan hasil tersebut, metode perkuatan gabion yang dilapisi shotcrete terbukti mampu meningkatkan kestabilan lereng dan direkomendasikan sebagai solusi pada lokasi dengan kondisi serupa. Adapun estimasi biaya pelaksanaan perkuatan ini adalah sebesar Rp743.950.000,00.
====================================================================================================================================
Slope stability is a crucial aspect in the construction of toll road infrastructure, especially in embankment areas of overpasses with complex soil conditions. One real case occurred at the Kedungmlati 2 Overpass of the Mojokerto–Kertosono Toll Road, where a
landslide damaged the retaining structure and posed risks to the surrounding area. According to BMKG data, rainfall in Jombang Regency in December 2024 reached 450 mm, a significant increase compared to the previous month. This high rainfall led to increased water infiltration into the soil, triggering the landslide event. This study aims to analyze and evaluate slope reinforcement using gabion structures covered with shotcrete. The analysis was conducted using Plaxis 2D software to determine the safety factor (SF) against slope failure, and manual calculations were carried out to assess stability against overturning, sliding, and bearing capacity. Based on the existing condition, the SF for slope stability was 1.399, which is below the minimum safety requirement set by SNI 8460:2017 (SF ≥ 1.5). An additional simulation with a groundwater table set at 6 meters above the ground base showed that the soil could not withstand the imposed load, as indicated by a failed analysis process. After slope trimming and reinforcement using gabion, the SF increased to 1.478 and further to 1.503 with the application of shotcrete. Under seismic conditions using the pseudostatic method, the SF reached 3.061 (≥ 1.1). Manual calculations showed an overturning SF of 19.38, sliding SF of 6.2, and bearing capacity SF of 8.43, all exceeding the required minimum values. Based on these findings, the gabion reinforcement method combined with shotcrete effectively improves slope stability and is recommended for similar site conditions. The estimated cost for this reinforcement is Rp743,950,000.00
Perencanaan Alternatif Jalan Nasional Long Boh – Metulang Pada Segmen 1, Provinsi Kalimantan Utara (STA 0+000 – 10+000) Menggunakan AutoCAD Civil 3D
Pengembangan sektor infrastruktur sangat penting untuk pertumbuhan suatu kawasan. Sebagai bagian dari upaya ini, tahap pertama pengembangan wilayah Kawasan Ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara, khususnya di Long Boh – Metulang, memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Salah satu langkah yang telah diambil adalah membuka lahan untuk pembangunan jalan sepanjang kurang lebih pada Segmen 1 (STA 0+000 – 33+000). Jalan Nasional Long Boh – Metulang di Provinsi Kalimantan Utara menjadi jalur strategis yang menghubungkan berbagai daerah penting di wilayah ini. Keberadaan jalan yang aman dan efisien sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setempat.
Perencanaan geometrik Jalan Nasional Long Boh–Metulang Segmen 1 (STA 0+000–10+000) di Provinsi Kalimantan Utara menggunakan AutoCAD Civil 3D. Fokus utama adalah merancang trase jalan, alinyemen horizontal dan vertikal, serta sistem drainase yang sesuai standar Bina Marga. Dengan memanfaatkan data topografi, studi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan jalan, sekaligus menghitung kebutuhan lahan, volume pekerjaan tanah, serta anggaran biaya.
Hasil perencanaan menunjukkan panjang trase jalan sebesar 8.739 meter dengan kelandaian rata-rata 6,3%, terdiri dari 61 tikungan bertipe Spiral-Circle-Spiral dan Full Circle, serta 62 lengkung vertikal terdiri dari 31 cembung dan 31 cekung, Volume pekerjaan tanah yang dihitung meliputi galian sebesar 903.120,2 m³ dan timbunan sebesar 740.624,92 m³. Desain perkerasan menggunakan sistem perkerasan lentur mengacu pada MDPJ 2024 dengan struktur lapisan yang mencakup Lapis Pondasi Bawah Kelas B (150 mm), Lapis Pondasi Atas Kelas A (200 mm), AC-Base (200 mm), AC-BC (80 mm), dan AC-WC (50 mm). Sistem drainase dirancang dengan saluran trapesium dan dua tipe saluran samping, yaitu U-Ditch 800x800 mm dan Box Culvert 1500x1500 mm. Rencana anggaran biaya disusun berdasarkan analisa harga satuan pekerjaan. Perencanaan ini diharapkan dapat menunjang konektivitas, mendukung aktivitas ekonomi lokal, serta mewujudkan sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.====================================================================================Infrastructure development is crucial for regional growth. As part of this effort, the first phase of the development of the Economic Zone in North Kalimantan Province, particularly in Long Boh-Metulang, prioritizes infrastructure development. One step taken is clearing land for road construction along approximately Segment 1 (STA 0+000–33+000). The Long Boh-Metulang National Road in North Kalimantan Province serves as a strategic route connecting various important areas in the region. The existence of a safe and efficient road is crucial to support economic activity and the mobility of the local community.
The geometric planning of the Long Boh-Metulang National Road Segment 1 (STA 0+000–10+000) in North Kalimantan Province was carried out using AutoCAD Civil 3D. The primary focus was designing the road's alignment, horizontal and vertical alignments, and drainage system in accordance with Bina Marga standards. Utilizing topographic data, this study aimed to improve the efficiency, safety, and sustainability of the road, while also calculating land requirements, earthwork volumes, and budget costs.
The planning results show a road trace length of 8,739 meters with an average slope of 6.3%, consisting of 61 Spiral-Circle-Spiral and Full Circle type bends, and 62 vertical curves consisting of 31 convex and 31 concave, The calculated earthwork volume includes excavation of 903,120.2 m³ and embankment of 740,624.92 m³. The pavement design uses a flexible pavement system referring to MDPJ 2024 with a layer structure that includes a Class B Subbase Layer (150 mm), Class A Top Foundation Layer (200 mm), AC-Base (200 mm), AC-BC (80 mm), and AC-WC (50 mm). The drainage system is designed with trapezoidal channels and two types of side channels, namely U-Ditch 800x800 mm and Box Culvert 1500x1500 mm. The budget plan is based on a unit price analysis of the work. This planning is expected to support connectivity, local economic activity, and create a safe and sustainable transportatio
Double Layered Approval System didalam Google Environtment Menggunakan Appscript
Capital A Berhad, beroperasi sebagai AirAsia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif rendah (low-cost carrier) multinasional yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. AirAsia sendiri adalah maskapai swasta terbesar di Malaysia. Dengan jaringan rute di Indonesia, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam serta rute carter menuju Tiongkok dan Hong Kong, AirAsia menjadikan dirinya sebagai pemain Regional yang akan berkompetisi dengan Lion Air dari Indonesia. PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID) secara resmi menjadi perusahaan induk dari PT Indonesia AirAsia (IAA) pada 29 Desember 2017. PT AirAsia Indonesia Tbk yang sebelumnya dikenal dengan
nama PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (RMPP) adalah perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perubahan nama dari RMPP menjadi AAID telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Untuk Kerja Praktik yang saya jalankan ini, saya akan mencoba membantu bagian Departemen ICT (Information Communication and Technology).
Analisis Pengaruh Variasi Tutupan Lahan Terhadap Konservasi Daerah Aliran Sungai Kali Tawing, Kabupaten Trenggalek
Penurunan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) akibat perubahan penggunaan lahan merupakan tantangan krusial yang dihadapi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, terutama dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya air. Perubahan tersebut, seperti alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, perkebunan, atau bahkan permukiman, dapat menyebabkan terganggunya siklus hidrologi, meningkatkan aliran permukaan, menurunkan kapasitas infiltrasi tanah, serta memperbesar risiko terjadinya banjir dan kekeringan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi tutupan lahan terhadap karakteristik hidrologi dan upaya konservasi di DAS Kali Tawing, Kabupaten Trenggalek. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui besar debit aliran eksisting, mengevaluasi perubahan tata guna lahan, serta mengkaji skenario alternatif pengelolaan DAS guna mendukung konservasi yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan pemodelan hidrologi dengan Soil and Water Assessment Tool (SWAT) yang terintegrasi dalam perangkat lunak QSWAT dan QGIS 3.40.6. Tahapan utama meliputi pengumpulan data topografi, hidrometeorologi, jenis tanah, dan tata guna lahan, kemudian dilakukan delineasi DAS, pembentukan Hydrologic Response Unit (HRU), input iklim, serta kalibrasi model menggunakan parameter statistik Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) dan Percent Bias (PBIAS). Validasi model dilakukan berdasarkan data observasi debit periode 2017–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan dari tahun 2017 ke 2022 mengakibatkan penurunan luas hutan sebesar 20,28% dan peningkatan luas lahan perkebunan sebesar 18,17%, yang berdampak pada kenaikan debit aliran. Simulasi skenario menunjukkan bahwa Skenario 1 (peningkatan luas hutan) mampu menurunkan debit aliran dibanding kondisi eksisting, seperti pada tahun 2022 dari 3,689.25 m³/s menjadi 3,347.94 m³/s. Skenario 2 (alih fungsi kebun menjadi sawah) mampu menurunkan debit eksisting namun tidak signifikan seperti skenario 1, dimana hasilnya pada tahun 2022 debit yang dihasilkan yaitu 3,531.12 m³/s. Sedangkan Skenario 3 (peningkatan lahan permukiman) memberikan dampak kenaikan debit paling tinggi dengan hasil pada tahun 2022 sebesar 4,629.05 m³/s. Penambahan kolam retensi pada sub-DAS prioritas berhasil mengurangi debit puncak hingga 13,86%. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan tata guna lahan berkelanjutan untuk pengelolaan sumber daya air di DAS Kali Tawing.
=====================================================================================================================================
The decline in the function of Watersheds (DAS) due to changes in land use presents a crucial challenge faced in efforts to preserve the environment, particularly in maintaining ecosystem balance and the sustainability of water resources. Changes such as the conversion of forests into agricultural land, plantations, or even settlements can disrupt the hydrological cycle, increase surface runoff, reduce soil infiltration capacity, and elevate the risk of floods and droughts. This research aims to analyze the impact of land cover variations on hydrological characteristics and conservation efforts within the Kali Tawing watershed, Trenggalek Regency. The objectives of this study are to determine the existing flow discharge, evaluate changes in land use, and assess alternative watershed management scenarios to support sustainable conservation. The research method uses a hydrological modeling approach with the Soil and Water Assessment Tool (SWAT) integrated into the QSWAT and QGIS 3.40.6 software. The main stages include collecting data on topography, hydrometeorology, soil types, and land use, followed by the delineation of watersheds, formation of Hydrologic Response Units (HRU), climate data input, and model calibration using statistical parameters NashSutcliffe Efficiency (NSE) and Percent Bias (PBIAS). Model validation is based on discharge observation data from the period of 2017 to 2022. The research results indicate that changes in land cover from 2017 to 2022 have resulted in a 20,28% decrease in forest area and an 18,17% increase in plantation area, impacting the increase in flow discharge. The scenario simulation shows that Scenario 1 (increasing forest area) is able to reduce flow discharge compared to the existing condition, from 3.689,25 m³/s in 2022 to 3.347,94 m³/s. Scenario 2 (converting gardens to rice fields) can reduce the existing discharge but not significantly like Scenario 1, with the result in 2022 being a discharge of 3.531,12 m³/s. Meanwhile, Scenario 3 (increasing residential land) has the highest impact on discharge, resulting in 4.629,05 m³/s in 2022. The addition of retention ponds in priority sub-watersheds successfully reduced peak discharge by up to 13,86%. This finding emphasizes the importance of sustainable land use planning for water resource management in the Tawing River watershed
Analisis Waktu Dan Biaya Percepatan Pekerjaan Dengan Menggunakan Metode Time Cost Trade Off Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 1
Pembangunan jalan tol sangat berguna bagi masyarakat dan negara guna menunjang ekonomi dan mobilitas kegiatan masyarakat. Pada proyek pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 1 bertujuan untuk menggabungkan proyek tol Trans-Jawa sebelumnya dengan titik akhir Kota Banyuwangi. Dalam proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini tidak sesuai dari apa yang telah direncanakan dan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Proyek pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 1 direncanakan selesai dalam 547 hari dengan biaya Rp1.846.906.947.923 ditambah PPN 11%. Tetapi mengalami keterlambatan dengan beragam faktor penyebabnya sehingga mengajukan addendum perpanjangan waktu menjadi 677 hari. Dengan adanya keterlambatan tersebut pasti akan merugikan kedua belah pihak baik kontraktor dan pemilik proyek, sehingga efisiensi perlu dipertimbangkan dari segi biaya maupun waktu. Salah satu cara untuk mengatasi keterlambatan tersebut yaitu mempercepat pekerjaan pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO). Tugas akhir inilah yang akan melakukan analisis percepatan dengan menggunakan metode tersebut yang bertujuan menemukan waktu dan biaya yang paling optimum dari beberapa percepatan yang memungkinkan dilakukan dengan cara 3 alternatif tiap pekerjaan yaitu menambah pekerja, menambah alat berat, dan menambah jam kerja (lembur). Dari hasil analisis yang telah dilakukan mendapatkan hasil percepatan yang paling optimum pada 84 hari dengan biaya total percepetan sebesar Rp2.189.606.054.786. Denda yang harus dibayarkan jika diasumsikan pelaksanaan dikerjakan tanpa percepatan dan mengalami keterlambatan lagi setelah addendum IV sesuai realitanya selama 14 hari sebesar Rp28.700.938.084. Total biaya normal ditambah dengan denda keterlambatan tersebut lebih besar Rp28.755.946.879 daripada biaya total percepatan yang paling optimum sehingga percepatan tersebut dinilai layak untuk dilakukan dan bisa menghemat biaya yang dikeluarkan.
================================================================================================================================================================================================
The construction of toll roads is very useful for the community and the country to support the economy and mobility of community activities. The construction project of the Probolinggo-Banyuwangi Toll Road Package 1 aims to combine the previous Trans-Java toll project with the end point of Banyuwangi City. In the process of implementing this construction work, it is not in accordance with what has been planned and what has been stipulated in the contract. The Probolinggo-Banyuwangi toll road construction project Package 1 is planned to be completed in 547 days at a cost of Rp1,846,906,947,923 plus 11% VAT. However, it experienced delays with various causal factors so that an addendum was submitted to extend the time to 677 days. With this delay, it will certainly be detrimental to both parties, both the contractor and the project owner, so efficiency needs to be considered in terms of cost and time. One way to overcome this delay is to accelerate the implementation of the project using the Time Cost Trade Off (TCTO) method. This final assignment will conduct an acceleration analysis using this method which aims to find the most optimum time and cost from several accelerations that can be carried out by means of 3 alternatives for each job, namely adding workers, adding heavy equipment, and adding working hours (overtime). From the analysis results that have been carried out, the most optimum acceleration results were obtained at 84 days with a total acceleration cost of Rp2.189.606.054.786. The fine that must be paid if it is assumed that the implementation is carried out without acceleration and is delayed again after addendum IV according to reality for 14 days is Rp28,700,938,084. The total normal cost plus the delay fine is Rp28.755.946.879 greater than the most optimum total acceleration cost so that the acceleration is considered feasible to be carried out and can save the costs incurred