49971 research outputs found
Sort by
The Impact Of Knowledge Management On Innovation In Upstream Services Through The SECI Framework
This study examines the impact of Knowledge Management (KM) on innovation within the upstream services of PT Elnusa Tbk, utilizing the SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) framework. As a key player in the dynamic and information- intensive oil and gas industry, Elnusa's ability to innovate is critical for maintaining its competitive edge. This research employs a quantitative approach, using a structured questionnaire distributed to 36 personnel in the upstream services division. The data was analyzed using descriptive statistics, Spearman's correlation, and the Kruskal-Wallis test to examine the relationships between the SECI dimensions and perceived innovation levels. The findings reveal a knowledge management system strategically optimized for a high-risk industry. The results indicate that Process Innovation is driven by a holistic combination of Socialization (ρ=.521), Externalization (ρ=.435), and Combination (ρ=.567), reflecting a collaborative, team-based approach to improving internal operations. In contrast, Product Innovation is primarily driven by the Combination dimension (ρ=.396), suggesting a more analytical, data-driven process for developing new services. A key finding is the "Internalization-Innovation Paradox," where no significant statistical link was found between individual learning (Internalization) and innovation outcomes, suggesting that learning is culturally oriented towards compliance and operational consistency rather than to spark novel ideas. Furthermore, the analysis of demographic factors revealed that organizational tenure is the most significant variable, with a statistically significant "knowledge transfer gap" identified in the Externalization process between senior experts and new hires (p=.041). This research concludes that Elnusa has cultivated a mature, fit-for-purpose KM system that effectively fuels incremental innovation. The study offers practical recommendations for enhancing knowledge capture and transfer, contributing to the literature on knowledge-based innovation within the specific context of Indonesia's upstream energy sector.
==========================================================================================================================================
Studi ini mengkaji dampak Manajemen Pengetahuan (KM) terhadap inovasi dalam layanan hulu PT Elnusa Tbk, dengan memanfaatkan kerangka kerja SECI (Sosialisasi, Eksternalisasi, Kombinasi, Internalisasi). Sebagai pemain kunci dalam industri minyak dan gas yang dinamis dan padat informasi, kemampuan Elnusa untuk berinovasi sangat penting untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan kuesioner terstruktur yang dibagikan kepada 36 personel di divisi layanan hulu. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Spearman, dan uji Kruskal- Wallis untuk menguji hubungan antara dimensi SECI dan tingkat inovasi yang dirasakan. Temuan mengungkapkan sistem manajemen pengetahuan yang dioptimalkan secara strategis untuk industri berisiko tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Proses didorong oleh kombinasi holistik dari Sosialisasi (ρ=.521), Eksternalisasi (ρ=.435), danKombinasi(ρ=.567), yang mencerminkan pendekatan kolaboratif berbasis tim untuk meningkatkan operasi internal. Sebaliknya, Inovasi Produk terutama didorong oleh dimensi Kombinasi (ρ=.396), yang menunjukkan proses yang lebih analitis dan berbasis data untuk mengembangkan layanan baru. Temuan kunci adalah "Paradoks Internalisasi-Inovasi," di mana tidak ditemukan hubungan statistik yang signifikan antara pembelajaran individu (Internalisasi) dan hasil inovasi, yang menunjukkan bahwa pembelajaran secara budaya berorientasi pada kepatuhan dan konsistensi operasional daripada untuk memicu ide-ide baru. Lebih lanjut, analisis faktor demografis mengungkapkan bahwa masa kerja organisasi adalah variabel yang paling signifikan, dengan "kesenjangan transfer pengetahuan" yang signifikan secara statistik teridentifikasi dalam proses Eksternalisasi antara para ahli senior dan karyawan baru (p=.041).Penelitian ini menyimpulkan bahwa Elnusa telah memupuk sistem KM yang matang dan sesuai dengan tujuannya yang secara efektif mendorong inovasi inkremental. Studi ini menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan penangkapan dan transfer pengetahuan, serta memberikan kontribusi pada literatur tentang inovasi berbasis pengetahuan dalam konteks spesifik sektor energi hulu di Indonesia
Evaluasi Penerapan Social Relationship Marketing Pada Media Sosial Untuk Mengetahui Kepuasan Pelanggan Menggunakan Mixed Method Pada PT. Pos Indonesia Jakarta Timur
Transformasi digital menuntut perusahaan jasa seperti PT Pos Indonesia Jakarta Timur untuk mengoptimalkan strategi komunikasi dan pelayanan melalui media sosial. Social Relationship Marketing (Social Relationship Marketing (SRM)) menjadi pendekatan penting dalam membangun interaksi yang lebih dekat dengan pelanggan, serta mengetahui kepuasan dan kepuasan terhadap layanan digital seperti PosAja dan PosPay. Facebook dan Instagram dipilih sebagai fokus evaluasi karena keduanya merupakan platform utama yang digunakan perusahaan dalam menjangkau masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method), yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 200 responden pengguna layanan PT Pos Indonesia Jakarta Timur di wilayah Jakarta Timur, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta korelasi Pearson. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, untuk menggali persepsi dan pengalaman pelanggan terhadap layanan Social Relationship Marketing (SRM) digital di media sosial.
Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara frekuensi penggunaan layanan dengan tingkat kepuasan pelanggan (r = 0,65; p < 0,01). Facebook dinilai lebih memuaskan secara umum, sementara Instagram lebih unggul dalam menangani keluhan dan membangun keterlibatan emosional. PT Pos Indonesia Jakarta Timur disarankan untuk mengembangkan strategi Social Relationship Marketing (SRM) yang terintegrasi dan adaptif berdasarkan karakteristik unik masing-masing platform guna meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Kata Kunci : Social Relationship Marketing (SRM), Media Sosial, Minat Pelanggan, PT Pos Indonesia Jakarta Timur, Metode Campuran
============================================================
The digital transformation era demands service companies like PT Pos Indonesia Jakarta Timur to optimize their communication and service strategies through social media. Social Relationship Marketing (Social Relationship Marketing (SRM)) has become a crucial approach to fostering stronger interactions with customers and enhancing their interest and satisfaction with digital services such as PosAja and PosPay. Facebook and Instagram were selected as the focus of this evaluation due to their role as the company’s main platforms for engaging with the public.
This study employs a mixed method approach, combining quantitative and qualitative methodologies. Quantitative data were collected through surveys involving 200 respondents who are users of PT Pos Indonesia Jakarta Timur's services in East Jakarta, and analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation. Qualitative data were gathered through in-depth interviews and participant observation to explore customer perceptions and experiences with Social Relationship Marketing (SRM) implementation on social media platforms.
The findings reveal a positive correlation between the frequency of service usage and customer satisfaction (r = 0.65; p < 0.01). Facebook yielded higher general satisfaction scores, while Instagram proved more effective in handling complaints and fostering emotional engagement. It is recommended that PT Pos Indonesia Jakarta Timur develop an integrated and adaptive Social Relationship Marketing (SRM) strategy tailored to the distinct characteristics of each platform to enhance customer loyalty and sustained interest.
Keywords : Social Relationship Marketing (SRM), Social Media, Customer Interest, PT Pos Indonesia Jakarta Timur, Mixed Metho
Desain Sepatu Sneakers Menggunakan Motif Batik Betawi Untuk Generasi Z
Tren penggunaan batik di kalangan Generasi Z (Gen Z) membuka peluang baru dalam industri fashion, termasuk desain sepatu. Sepatu sneaker, yang sangat populer di kalangan Gen Z, merupakan produk ideal untuk dipadukan dengan motif batik. Batik Betawi, dengan ciri khas motifnya yang bebas dan warna mencolok, menjadi pilihan menarik untuk desain sepatu sneaker Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain sepatu sneaker dengan mengaplikasikan keunikan motif batik Betawi pada upper, sekaligus mengatasi masalah umum pada sepatu batik di pasaran di mana motif sering terpotong dan tidak utuh. Untuk mencapai hal ini, penelitian ini berfokus pada metode stilasi, transformasi, dan adaptasi motif Batik Betawi agar menyatu harmonis dengan pola upper sepatu sneaker, sesuai dengan preferensi Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara ahli, dan kuesioner kepada Gen Z. Data sekunder didapatkan melalui studi literatur dan penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sepatu sneaker motif batik Betawi yang sesuai dengan tren dan selera Gen Z, dengan motif batik yang utuh dan estetis pada upper. Penelitian ini diharapkan dapat mempertahankan warisan budaya dan mendorong inovasi dalam desain sepatu sneaker. Selain itu, desain sneaker ini juga menjadi contoh bagaimana tradisi dan teknologi dapat berpadu harmonis untuk menciptakan produk yang relevan dengan tren dan kebutuhan masa kini. Desain ini juga diharapkan dapat meningkatkan apresiasi Gen Z terhadap budaya dan seni batik Betawi, serta menjadi alternatif fashion yang stylish dan nyaman.
=======================================================================================================================================
The growing trend of batik usage among Generation Z (Gen Z) opens up new opportunities in the fashion industry, including footwear design. Sneakers, highly popular among Gen Z, are ideal products to combine with batik motifs. Betawi batik, with its characteristic free-flowing motifs and striking colors, presents an attractive option for Gen Z sneaker designs. This research aims to develop sneaker designs by applying the unique motifs of Betawi batik to the upper, while simultaneously addressing a common issue in existing batik footwear where motifs are often cut off and incomplete. To achieve this, the study focuses on stylization, transformation, and precise adaptation of Betawi batik motifs to harmoniously integrate with the sneaker upper's pattern, aligning with Gen Z's preferences. This study employs both qualitative and quantitative approaches. Primary data is collected through observation, expert interviews, and questionnaires distributed to Gen Z. Secondary data is obtained from literature reviews and previous research. The result of this study is a Betawi batik-motif sneaker that aligns with Gen Z's trends and tastes, featuring intact and aesthetically pleasing batik motifs on the upper. This research is expected to preserve cultural heritage and encourage innovation in sneaker design. Furthermore, this sneaker design serves as an example of how tradition and technology can blend harmoniously to create products relevant to current trends and needs. This design is also anticipated to enhance Gen Z's appreciation for Betawi culture and batik art, offering a stylish and comfortable fashion alternative
Perancangan Komik Digital sebagai Media Baru Adaptasi Novel Palagan Nusantara Karya Nellaneva untuk Pembaca Usia 16-20 Tahun
Novel Palagan Nusantara karya Nellaneva merupakan salah satu dystopian fiction yang mengangkat budaya lokal Indonesia dan telah meraih popularitas sejak pertama kali diterbitkan secara fisik oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2019, setelah sebelumnya menarik perhatian banyak pembaca di platform Wattpad. Dengan meningkatnya minat pembaca usia 16–20 tahun terhadap konten visual digital, novel ini dinilai layak untuk dikembangkan ke media baru sebagai strategi perluasan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk merancang adaptasi Palagan Nusantara dalam bentuk komik digital yang relevan dan kompetitif dalam industri webtoon lokal.
Dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara dengan penulis dan pelaku industri, observasi visual, serta uji coba pengguna (user test) melalui platform LINE Webtoon KANVAS. Berdasarkan hasil user test ditemukan bahwa kekuatan utama adaptasi ini terletak pada pacing cerita dan komposisi panel yang runtut, serta teknik pewarnaan yang memperkuat penyajian cerita. Interaksi karakter yang emosional dan menghibur juga menjadi nilai lebih yang disukai audiens. Namun, ditemukan catatan pada aspek world building dan istilah fiksi yang perlu penyempurnaan agar tidak menghambat pemahaman pembaca baru. Dengan hasil ini, komik adaptasi Palagan Nusantara menunjukkan potensi sebagai media kompetitif yang mampu bersaing di industri webtoon lokal, dengan mengandalkan latar belakang cerita lokal dan pendekatan visual yang sesuai selera pasar digital masa kini.
==================================================================================================================================================
Palagan Nusantara, a dystopian fiction novel by Nellaneva, highlights Indonesian local culture and has gained popularity since its first print publication by Elex Media Komputindo in 2019, after initially attracting a wide readership on the Wattpad platform. With the growing interest of readers aged 16–20 in digital visual content, the novel is considered suitable for development into a new medium as a strategy for audience expansion. This study aims to design a digital comic adaptation of Palagan Nusantara that is relevant and competitive within the local webtoon industry.
Using a qualitative approach, data collection was conducted through literature studies, interviews with the author and industry professionals, visual observations, and user testing via the LINE Webtoon KANVAS platform. The user test results revealed that the adaptation’s main strengths lie in its clear story pacing and panel composition, as well as the coloring techniques that enhance the storytelling. The emotional and entertaining character interactions were also favored by the audience. However, some feedback pointed to the need for improvement in world-building elements and fictional terms, which could hinder comprehension for new readers. Based on these findings, the Palagan Nusantara comic adaptation shows strong potential as a competitive medium capable of thriving in the local webtoon industry, by leveraging its local background and a visual approach aligned with today’s digital market preferences
Art Therapy Center Berbasis Evidence-Based Design Respons Arsitektur Bagi Kesehatan Mental
Lingkungan fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis dan fisik individu. Hal tersebut menjadi dasar dari teori therapeutic architecture yang memanfaatkan elemen design untuk mendukung proses penyembuhan. Penerapan prinsip therapeutic architecture dalam Art Therapy Center, sebuah fasilitas kesehatan yang berfokus mewadahi aktivitas rehabilitasi psikoterapi khususnya terapi seni sebagai metode penyembuhan, menciptakan pendekatan inovatif dalam merancang fasilitas kesehatan yang nyaman, menyenangkan dan tidak mengintimidasi. Perancangan ini diperkuat dengan evidence-based design yang memvalidasi bahwa elemen-elemen yang diterapkan benar-benar efektif dalam mendukung proses penyembuhan. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi oase penyembuhan di tengah hiruk-pikuk kota, membantu mengatasi tantangan kesehatan mental masyarakat, serta menghilangkan stigma negatif terhadap fasilitas kesehatan dan kesehatan mental. ======================================================================================================================================
The physical environment has a significant influence on an individual's psychological and physical condition. This is the basis of the therapeutic architecture theory which utilizes design elements to support the healing process. The application of therapeutic architecture principles in the Art Therapy Center, a health facility that focuses on accommodating psychotherapy rehabilitation activities, especially art therapy as the main healing method, creates an innovative approach in designing comfortable and non-intimidating health facilities. This design is reinforced with evidence-based design which complements and validates that the elements applied are truly effective in supporting the healing process. This design is expected to be an oasis of healing amidst the hustle and bustle of the city, help overcome the challenges of community mental health, and eliminate the negative stigma towards health facilities and mental health
Monitoring Kualitas Defect Pengelasan Bogie Frame TB 1014 Kereta Penumpang PT INKA (Persero) Menggunakan Diagram Kendali Demerit dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process
Kualitas produk merupakan faktor krusial dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan industri manufaktur, terutama di sektor perkeretaapian yang membutuhkan tingkat presisi tinggi pada komponen struktural. PT INKA (Persero), sebagai produsen kereta api terbesar di Asia Tenggara, memproduksi bogie frame TB 1014 sebagai komponen utama penopang roda kereta penumpang. Salah satu tantangan utama dalam proses produksinya adalah menjaga kualitas pengelasan, mengingat proses ini berpotensi menghasilkan cacat las yang memengaruhi kekuatan produk. Mendeteksi cacat dengan inspeksi Visual Testing digunakan untuk mengidentifikasi berbagai jenis cacat las tanpa merusak material. Namun, monitoring kualitas tersebut masih menunjukkan adanya kesamaran dalam memastikan apakah proses pengelasan berada dalam kondisi yang terkendali sehingga diperlukan pendekatan monitoring berbasis statistik. Statistical Quality Control merupakan metode monitoring kualitas yang efektif untuk menilai kestabilan pengelasan. Pendekatan yang diusulkan adalah penggunaan diagram kendali demerit, yaitu alat statistik yang menilai kualitas berdasarkan penjumlahan berbobot dari jenis dan tingkat cacat. Pembobotan dilakukan menggunakan metode AHP untuk menentukan prioritas cacat, serta dikombinasikan dengan bilangan fuzzy guna mengakomodasi ketidakpastian dalam penilaian para ahli. Kemudian, dilakukan monitoring kualitas menggunakan diagram kendali u, demerit, demerit berbasis AHP, dan demerit berbasis fuzzy AHP. Hasil perhitungan keempat diagram kendali tersebut menunjukkan overdispersi sehingga diperlukan analisis lanjutan dengan pendekatan yang lebih seimbang. Penerapan diagram Laney u, Laney demerit, Laney demerit berbasis AHP, dan Laney demerit berbasis fuzzy AHP telah mencapai kendali statistik pada fase 1 setelah diatasi karena adanya keberadaan titik observasi yang berada di luar batas kendali (out of control). Sementara, pada fase 2 masih menunjukkan tantangan dalam mendeteksi jumlah titik yang keluar dari kontrol tertinggi. Hal ini menandakan bahwa proses pengelasan bogie frame TB 1014 fase 2 tidak terkendali secara statistik. Selanjutnya, hasil analisis kapabilitas proses memperlihatkan bahwa nilai process performance berada di bawah angka 1, disimpulkan bahwa proses pengelasan tidak kapabel dan belum mampu menghasilkan output sesuai dengan spesifikasi kualitas secara konsisten.
=====================================================================================================================================
Product quality is a crucial factor in maintaining competitiveness and sustainability in the manufacturing industry, especially in the railway sector, which requires a high level of precision in structural components. PT INKA (Persero), as the largest train manufacturer in Southeast Asia, produces the TB 1014 bogie frame as a main component supporting the wheels of passenger trains. One of the main challenges in its production process is maintaining welding quality, as this process has the potential to generate welding defects that affect the product's strength. To detect these defects, Visual Testing inspection is used to identify various types of welding flaws without damaging the material. However, quality monitoring still shows uncertainty in determining whether the welding process is under control, hence a statistically based monitoring approach is needed. Statistical Quality Control is an effective method to assess the stability of the welding process. The proposed approach is the use of a demerit control chart, a statistical tool that evaluates quality based on the weighted sum of types and levels of defects. The weighting is carried out using the AHP method to determine defect priorities and is combined with fuzzy numbers to accommodate uncertainty in expert assessments. Quality monitoring is then conducted using u-control charts, demerit charts, AHP-based demerit charts, and fuzzy AHP-based demerit charts. The calculation results of these four control charts show overdispersion, indicating the need for further analysis using a more balanced approach. The application of Laney u-chart, Laney demerit chart, Laney demerit chart based on AHP, and Laney demerit chart based on fuzzy AHP successfully achieved statistical control in phase 1 after addressing the presence of out-of-control observation points. However, in phase 2, challenges remain in detecting the highest number of points falling outside control limits. This indicates that the welding process of the TB 1014 bogie frame in phase 2 is not statistically in control. Furthermore, the results of the process capability analysis show that the process performance value is below 1, leading to the conclusion that the welding process is not capable and has not yet consistently produced outputs in accordance with quality specifications
Peramalan Interval Arah Pergerakan Harga Saham dengan Input Indikator Teknikal Menggunakan Quantile Regression Neural Network (QRNN) dan Hybrid LASSO-QRNN
Pasar modal di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam jumlah investor dari tahun 2021 hingga 2024, salah satu sektor yang paling diminati adalah sektor keuangan khususnya perusahaan perbankan. Pergerakan harga saham perbankan bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga memprediksi arah pergerakannya menjadi tantangan bagi investor. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan interval arah pergerakan harga saham tiga emiten perbankan yang terdiri dari BBCA, BRIS, dan ARTO menggunakan pendekatan Quantile Regression Neural Network (QRNN) dan Hybrid LASSO-QRNN dengan mempertimbangkan variabel input yaitu indikator teknikal. QRNN dipilih karena kemampuannya menangani distribusi data yang nonlinier, sementara Hybrid LASSO-QRNN menggabungkan Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO) yang merupakan metode seleksi variabel pada model Quantile Regression dengan tujuan meningkatkan akurasi prediksi dan mengurangi overfitting. Penelitian ini menggunakan data time series dengan periode waktu 1 Maret 2021 sampai 24 Januari 2025 dan menerapkan horizon 5, 10, dan 22 hari perdagangan. Berdasarkan hasil evaluasi QRMSE dan QMAE, model hybrid LASSO-QRNN menunjukkan peningkatan performa pada pada kuantil 50% sebagian besar saham dan horizon, terutama pada saham BBCA.
===============================================================================================================================
The Indonesian capital market has experienced significant growth in the number of investors from 2021 to 2024, with the financial sector, particularly banking companies, being one of the most attractive sectors. The stock price movements of banking companies are highly volatile and influenced by various factors, making it challenging for investors to predict their direction. This study aims to forecast the interval of stock price movement directions for three banking sector stocks BBCA, BRIS, and ARTO using the Quantile Regression Neural Network (QRNN) and Hybrid LASSO-QRNN approaches while considering technical indicators as input variables. QRNN is chosen for its ability to handle nonlinier data distributions, whereas Hybrid LASSO-QRNN integrates the Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (LASSO) into the Quantile Regression models to improve prediction accuracy and reduce overfitting. This study utilizes time series data from March 1, 2021, to January 24, 2025, and applies forecasting horizons of 5, 10, and 22 trading days. Based on the evaluation of QRMSE and QMAE, the hybrid LASSO-QRNN model shows improved median prediction for most stocks and horizons, especially for stocks BBCA
Penentuan Bahan Baku Bioetanol Di Indonesia Untuk Campuran Bensin (Gasohol) Dengan Metode AHP Dan TOPSIS
Penurunan cadangan bahan bakar fosil dan dampak lingkungan yang ditimbulkan mendorong peralihan global menuju sumber energi terbarukan. Bioetanol sebagai biofuel potensial dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon dan polutan udara, sehingga pemilihan bahan baku yang tepat menjadi kunci pengembangan bioetanol. Penelitian ini mengevaluasi bahan baku terbaik di Indonesia melalui metode AHP dan TOPSIS dari generasi pertama seperti singkong, ubi jalar, jagung, sorghum, tebu/ molase, generasi kedua seperti residu jagung, bagas tebu dan generasi ketiga alga dengan mempertimbangkan kriteria kelayakan keekonomian, kelayakan teknis, ketersediaan bahan baku, dampak lingkungan dan dampak sosial. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa kelayakan keekonomian 0,432 merupakan kriteria utama yang paling diprioritaskan oleh para ahli, diikuti oleh kelayakan teknis 0,197, ketersediaan bahan baku 0,170, dampak lingkungan 0,112 dan dampak sosial 0,089. Dominasi kriteria kelayakan keekonomian ini sangat signifikan, mencerminkan pentingnya aspek profitabilitas untuk menjawab tantangan pengembangan di Indonesia mengingat investasi modal yang besar dan risiko tinggi di tahap awal ini. Hasil analisis TOPSIS menetapkan alternatif generasi pertama tebu sebagai alternatif bahan baku bioetanol peringkat teratas dengan skor preferensi sebesar 0,768, diikuti jagung 0,692 dan singkong 0,673. Keunggulan tebu/ molase ini sangat dipengaruhi oleh aspek kelayakan keekonomian dan ketersediaan bahan baku dari bobot AHP. Atas hasil AHP tersebut kemudian dianalisis tekno ekonomi bioethanol dari tebu untuk memenuhi kebutuhan defisit pasokan bioethanol jangka pendek untuk kebutuhan gasohol E5 sebesar 656.222 kL per tahun di daerah DKI Jakarta dan Surabaya dengan dengan memilih tiga skenario yaitu generasi pertama dengan produk gula dan bioetanol dari molase (P1) dan integrasi generasi pertama molase dan kedua bagas dengan produk gula (P3) dan tanpa gula (P4). Hasilnya atas ketiga skenario ini memberikan hasil NPV positif dan IRR >11%. Adapun untuk memenuhi kebutuhan bioetanol tersebut dapat dikombinasikan penerapan P1 (189.840 kL), P2 (196.040 kL) dan P3 (396.440 kL) untuk memenuhi kebutuhan bioetanol di beberapa wilayah sentra produksi tebu di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung.
==================================================================================================================================
The decline in fossil fuel reserves and the resulting environmental impacts are driving a global shift towards renewable energy sources. Bioethanol, as a potential biofuel, can significantly contribute to reducing carbon emissions and air pollutants, making the selection of appropriate feedstock a key factor in bioethanol development. This research evaluates the best feedstocks in Indonesia using AHP and TOPSIS methods, covering first-generation (cassava, sweet potato, corn, sorghum, sugarcane/molasses), second-generation (corn residue, sugarcane bagasse), and third generation (algae) options, considering criteria of economic feasibility, technical feasibility, feedstock availability, environmental impact, and social impact. The AHP analysis results show that economic feasibility (0.432) is the main criterion most prioritized by experts, followed by technical feasibility (0.197), feedstock availability (0.170), environmental impact (0.112), and social impact (0.089). The dominance of this economic feasibility criterion is highly significant, reflecting the importance of profitability in addressing development challenges in Indonesia, considering the large capital investment and high risks at this initial stage. The TOPSIS analysis results identify sugarcane, a first-generation alternative, as the top-ranked bioethanol feedstock with a preference score of 0.768, followed by corn (0.692) and cassava (0.673). The superiority of sugarcane/molasses is heavily influenced by the economic feasibility and feedstock availability aspects. Based on these AHP results, a techno-economic analysis of sugarcane-based bioethanol was conducted to meet the short-term bioethanol supply deficit for E5 gasohol needs, amounting to 656,222 kL per year in DKI Jakarta and Surabaya. Three scenarios were selected, first-generation with sugar and molasses-based bioethanol production (P1) and integration of first-generation (molasses) and second-generation (bagasse) with sugar production (P3) and without sugar (P4). The results for these three scenarios showed positive NPV and IRR >11%. To meet these bioethanol needs, a combination of P1 (189,840 kL), P2 (196,040 kL), and P3 (396,440 kL) applications can be implemented in several sugarcane production area
Evaluasi Pemilihan Pompa Slurry pada Proyek Cutter Suction Dredger
Proyek Cutter Suction Dredger direncanakan memiliki kapasitas 3000 m3/h dengan kedalaman pengerukan maksimal sebesar 14 m serta elevasi discharge 10 m diatas permukaan laut menggunakan floating pipeline system sepanjang 700 m. Untuk memindahkan sedimen hasil pengerukan ke tempat pembuangan digunakan pompa slurry. Dalam proyek ini bertujuan untuk memilih pompa slurry yang sesuai kebutuhan.
Tahapan dalam proyek ini terbagi menjadi dua, yakni: 1) penghitungan karakteristik fluida dan Head efektif instalasi yang dilakukan secara manual dan secara numerik dengan software pipeflow expert., 2) pemilihan pompa dilakukan dengan cara memplot hasil dari perhitungan kapasitas dan juga head efektif instalasi yang telah dilakukan kedalam kurva unjuk kerja pompa yang sudah tertera pada data sheet pompa. Hasil menunjukkan bahwa Fluida slurry memiliki karakteristik, yakni: Densitas (ρ) sebesar 1269 kg/m3, Specific Gravity (SG) sebesar 1,269, dan Viskositas Dinamis (μ) sebesar 0,0016416 kg/ms. Head efektif instalasi (Heff) untuk fluida air secara analitik didapat 93,666 m dan secara numerik menggunakan pipe flow expert didapat 93,800 m sehingga tingkat kesalahannya 0,1431 % berada pada batas yang diijinkan <2%. Sehingga dalam proyek CSD ini, pompa slurry yang digunakan adalah Warman® 10/8 F-AH High Head Slurry Pump dengan kapasitas 1150 – 4000 m3/h, Head 20 – 100m, Kecepatan 600 – 1000 rpm, efisiensi ± 82%, NPSHR < 4,5 m, dan inlet/outlet diameter 254/203 mm.
==============================================================================================================================
The project of Cutter Suction Dredger is designed to have a capacity of 3000 m3/h and a maximum dredging depth of 14 m and a discharge elevation of 10 m above sea level using a 700 m floating pipeline system. To transfer the dredged sediment to the disposal site, a slurry pump is used. In this project the aims is to select the slurry pump according to the needs.
The stages in this project are divided into three: 1) Calculating the fluids characteristics and effective Head of the installation manually and numerically using Pipe Flow Expert software. 2) Pump selection done by plotting the calculation result of the capacity and effective head of the installation which has worked according to pump performance curve listed in pump datasheet.
The results showed the working slurry fluid has a characteristics, specifically: Density (ρ) of 1269 kg/m3, Specific Gravity (SG) of 1,269, and Dynamic Viscosity (μ) of 0,0016416 kg/ms. The Head effective installation (Heff) for working liquid of water analytically is 93,666 m and numerically, using a pipe flow expert it is obtained 93,800 m thus resulted error rate of 0,1431% within the allowable limit <2%. Therefore, in this CSD project, the slurry pump used is Warman® 10/8 F-AH High Head Slurry Pump with a capacity 1150 – 4000 m3/h, Head 20 – 100m, speed 600 – 1000 rpm, efficiency ± 82%, NPSHR < 4,5 m, and inlet/outlet diameter 254/203 m
Pemodelan Tingkat Pengangguran Terbuka Di Provinsi Sulawesi Utara Dengan Regresi Data Panel Dinamis Pendekatan Generalized Method Of Moment Blundell-Bond
Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi ekonomi yang besar namun masih menghadapi tantangan berupa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang relatif tinggi dan fluktuatif, melebihi rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan TPT menggunakan metode regresi data panel dinamis dengan pendekatan Generalized Method of Moment (GMM) Blundell-Bond. Metode ini dipilih karena lebih efisien dibandingkan Arellano-Bond dalam mengatasi kelemahan instrumen, serta menghindari estimasi bias pada model dinamis yang diestimasi dengan OLS. Variabel prediktor dalam penelitian ini adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP), Jumlah Penduduk Miskin (JPM), Belanja Pemerintah (BP), dan Angka Partisipasi Kasar (APK). Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara dalam kurun waktu tahun 2017 hingga 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap TPT dengan metode GMM Blundell-Bond di Sulawesi Utara adalah lag TPT, TPAK, dan LPP dengan tanda koefisien yang sesuai dengan teori ekonomi dan nilai kebaikan model yang didapat sebesar 82,43%. TPAK dan LPP masing-masing memiliki efek jangka pendek terhadap TPT sebesar -1,62 dan 0,09. Sedangkan TPAK dan LPP memberikan efek jangka panjang sebesar -4,5 dan 0,25.
=========================================================================================================================================
North Sulawesi is a province with significant economic potential due to its strategic geographical location. However, it still faces challenges in the form of a relatively high and fluctuating Open Unemployment Rate (TPT), which remains above the national average. The purpose of this study is to model the Open Unemployment Rate using dynamic panel data regression with Generalized Method of Moment (GMM) Blundell-Bond. This method is chosen for its greater efficiency compared to the Arellano-Bond approach in addressing weak instrument problems, as well as its ability to avoid biased estimates in dynamic models estimated using Ordinary Least Square (OLS). The predictor variables in this study are Labor Force Participation Rate (TPAK), Population Growth Rate (LPP), Number of Poor People (JPM), Government Expenditure (BP), and Gross Enrollment Ratio (APK). The data used are secondary data from the North Sulawesi Central Bureau of Statistics with a period of 2017 to 2023. The results of the analysis show that the variables significantly affecting the TPT using the Blundell-Bond method in North Sulawesi are lagged TPT, TPAK, and LPP, with coefficient signs consistent with economic theory and a goodness-of-fit value of 82.43%. TPAK and LPP have short-term effects on TPT of -1.62 and 0.09. Meanwhile, TPAK and LPP provide long-term effects of -4.5 and 0.25