49971 research outputs found
Sort by
Edukasi Aurat dan Mahram dalam Islam Melalui Buku Ilustrasi untuk Anak Berusia 7-10 Tahun
Catatan Robinopsal Bareskrim dan hasil siaran pers KPAI pada tahun 2022 menunjukkan terjadi kenaikan kejahatan seksual pada anak, yang diperparah dengan mudahnya akses pornografi oleh anak. Tak hanya itu, kenakalan remaja juga menjadi faktor anak terjerumus pada seks bebas, menyebabkan timbulnya trauma seksual. Salah satu penyebab hal ini terjadi adalah anak-anak yang kekurangan informasi mengenai perilaku seksual, sehingga tidak menyadari munculnya perilaku seksual. Oleh karena itu, perlu diajarkan pendidikan seksual sedari dini sebagai langkah preventif anak menjadi korban kejahatan seksual. Namun, tak sekadar pendidikan seksual konvensional yang semata mengajarkan jenis kelamin, identitas seksual, dan hubungan, diperlukan pendidikan seksual berbasis Islam untuk menanamkan nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan agama Islam, sehingga anak memiliki moral yang baik dan bisa membedakan hal benar dan salah. Fase tamyiz merupakan fase paling awal dalam pengajaran pendidikan seksual berbasis Islam, dimana anak memasuki usia 7 hingga nantinya menginjak 10 tahun. Pada fase ini, banyak hal terkait batasan antara diri sendiri dan orang lain, rasa malu, dan fitrah masing-masing jenis kelamin. Hal ini termasuk dengan memperkenalkan konsep aurat dan mahram, dimana kedua hal ini dapat membuat anak familiar untuk membatasi dirinya dengan orang lain. Penggunaan media buku sebagai bentuk luaran karena buku merupakan media paling umum yang digunakan sebagai media pembelajaran sembari meningkatkan literasi anak. Metode yang digunakan dalam perancangan ini melibatkan studi literatur mengenai tatacara penulisan buku ilustrasi, studi eksisting mengenai materi edukasi seksual Islami yang diajarkan kepada anak berusia 7 hingga 10 tahun, serta depth interview dengan guru untuk mengetahui kondisi lapangan, penulis buku untuk tatacara penulisan buku, dan ilustrator buku anak untuk mengetahui ilustrasi yang baik untuk anak. Materi pengenalan aurat dan mahram ini disajikan dalam bentuk buku ilustrasi. Selain untuk memancing anak agar tertarik dengan buku, buku ilustrasi dapat meningkatkan pemahaman anak tentang teks terkait, dan memancing anak untuk kembali membaca teks yang disediakan dengan ilustrasi. Cerita dan karakter yang berada dalam cerita perancangan ini mengandung edukasi seks Islami yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil akhir perancangan ini berupa buku ilustrasi yang dicetak secara fisik, dimana secara efektif dapat mengedukasi anak selaku pembaca mengenai pendidikan seks Islami, serta meningkatkan ketertarikan pembaca terhadap buku.
========================================================================================================================================
Robinopsal Bareskrim's notes and the results of the KPAI press release in 2022 show an increase in sexual crimes against children, exacerbated by children's easy access to pornography. Moreover, teenage delinquency also contributes to children engaging in casual sex, leading to sexual trauma. One of the causes of this is that children lack information about sexual behavior, so they are unaware of its emergence. Therefore, sexual education should be taught from an early age as a preventive measure to protect children from becoming victims of sexual crimes. However, it is not enough to rely solely on conventional sexual education that merely teaches about gender, sexual identity, and relationships. Islamic-based sexual education is needed to instill moral values consistent with Islam, so that children develop good moral character and can distinguish between right and wrong. The tamyiz phase is the earliest stage in Islamic-based sexual education, where children are between the ages of 7 and 10. At this stage, many things are related to boundaries between oneself and others, shame, and fitrah of each gender. This includes introducing the concepts of aurat and mahram, which can help children become familiar with setting boundaries with others. Books are used as a form of output because they are the most common medium used for learning while improving children's literacy.
The methods used in this design involved a literature review on the procedures for writing illustrated books, existing studies on Islamic sexual education materials taught to children aged 7 to 10 years, and in-depth interviews with teachers to understand the field conditions, book authors to understand the procedures for writing books, and children's book illustrators to understand appropriate illustrations for children. The material on the concept of aurat and mahram is presented in the form of an illustrated book. In addition to sparking children's interest in the book, the illustrated book enhances children's understanding of the related text and encourages them to revisit the text provided with illustrations. The stories and characters in this design incorporate Islamic sexual education that can be applied in daily life. The final outcome of this design is a physically printed illustrated book that effectively educates children as readers about Islamic sexual education and increases readers' interest in the book
Perancangan Video Eksplainer Custom Mechanical Keyboard untuk Komunitas IMKG (Indonesia Mechanical Keyboard Group)
Mechanical Keyboard merupakan salah satu pendukung dari perangkat kerja manusia yang sifatnya personal dan akhirnya menjadi hobi kekinian yang tren. Tingginya minat pasar terhadap hobi Mechanical Keyboard membuat masyarakat mencari-cari tentang informasi mengenai bagaimana cara memulai masuk kedalam hobi Mechnaical Keyboard. Grup IMKG merupakan grup Facebook Indonesia yang berfokus dan berisikan komunitas yang paham mengenai produk dan perkemabgan Mechanical Keyboard secara global. Pandemi juga merupakan pemicu awal banyaknya masyarakat yang tertarik masuk ke hobi ini dan juga titik puncak IMGK memiliki banyak penambahan anggota. Tetapi minimnya Tingkat literasi dan minat baca masyarakat menjadi banyak sekali pertanyaan-pertanyaan didalam grup yang berulang-ulang tersebut hingga menutupi sumber informasi yang sudah ada didalam grup itu sendiri, selain itu juga belum ada bentuk informasi yang sifatnya diarsipkan didalam grup sehingga membuat member baru kesulitan untuk mencari informasi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah video eksplainer yang akan memberikan penejlasang mengenai hobi Mechanical Keyboard untuk anggota baru pada grup IMKG (Indonesia Mechanical Keyboard) yang berokus kepada sumber informasi yang sifatnya ringan dan mudah untuk dijangkau. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan narasumber yang sudah mendalami hobi, vendor, dan juga anggota group IMKG, selain itu juga dilakukan kuisioner untuk mengetahui pandangan dari member grup secara luas mengenai perkembangan dan tren hobi keyboard yang terkini.
Data dan informasi yang didapat kemudian diolah dalam bentuk rancangan video eksplainer series. Media ini terpilih karena mudahnya untuk dijangkau dan sifatnya yang cepat dam ringkas tanpa memerlukan user untuk membaca dan mencari ifnromasi yang berlebihan. Luaran dari perancangan ini adalah video eksplainer series tentang Mechanical Keyboard yang akan menjadi media pengenalan untuk member baru dan juga dapat menjadi media promosi grup IMKG.
==========================================================================================================================================
Mechanical keyboards are one of the personal tools that support human work and have ultimately become a trendy hobby. The high market interest in mechanical keyboards has led people to seek information on how to get started with this hobby. The IMKG group is an Indonesian Facebook group that focuses on and consists of a community that understands mechanical keyboard products and developments globally. The pandemic also served as an initial catalyst for many people to become interested in this hobby, and it marked the peak of IMKG's membership growth. However, the low literacy levels and lack of reading interest among the public have led to a proliferation of repetitive questions within the group, overshadowing the existing information sources within the group itself. Additionally, there is no archived information format within the group, making it difficult for new members to find the information they need.
This study aims to design an explainer video that will provide an explanation about the hobby of mechanical keyboards for new members of the IMKG (Indonesia Mechanical Keyboard) group, which focuses on light and easily accessible sources of information. The methods used include in-depth interviews with experts who have extensive knowledge of the hobby, vendors, and IMKG group members. Additionally, a questionnaire was conducted to gather the broader perspectives of group members on the current developments and trends in the mechanical keyboard hobby.
The data and information obtained were then processed into a series of explanatory videos. This medium was chosen because it is easily accessible and quick and concise, without requiring users to read and search for excessive information. The output of this design is a series of explanatory videos about mechanical keyboards, which will serve as an introduction for new members and also as a promotional medium for the IMKG group
Reimaginasi Arsitektur Naratif pada Pusat Informasi Majapahit
Keruntuhan Majapahit sering diabaikan dalam narasi sejarah meskipun memiliki potensi refleksi mendalam dan harapan bagi generasi mendatang. Tantangan utama dalam proyek ini adalah merancang pusat informasi di Zona Cagar Budaya yang mampu menyampaikan cerita tentang keruntuhan Majapahit secara emosional dan universal. Pendekatan ini harus memastikan bahwa narasi kompleks dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman spasial yang dapat dipahami oleh pengunjung dengan berbagai latar belakang. Tujuan dari proyek ini adalah menciptakan pusat informasi yang menggunakan elemen naratif dari teori basic arc of narrative dalam cerita keruntuhan Majapahit. Rancangan ini diharapkan mampu menghubungkan pengunjung dengan sejarah, menanamkan refleksi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya. Dengan cara ini, pusat informasi tidak hanya menjadi tempat edukasi, tetapi juga simbol kebangkitan dan inspirasi. Metode yang digunakan dalam proyek ini adalah Narrative Architecture dengan pendekatan Concept-Based Framework (Plowright). Proses desain melibatkan identifikasi masalah, pengembangan konsep melalui pemetaan elemen naratif seperti plot, setting, dan karakter, serta penerjemahan konsep tersebut ke dalam elemen arsitektural melalui metode metafora. Metode ini memastikan bahwa narasi keruntuhan Majapahit dapat diwujudkan secara fisik lewat elemen arsitektural dalam desain pusat informasi yang menjadi objek rancang. Hasil yang diharapkan dari proyek ini adalah desain pusat informasi yang mempertanyakan ulang format konvensional dari sebuah pusat informasi dalam memposisikan elemen naratif dan menukar komponen pembentuknya lewat selubung dan struktur guna menceritakan episode dari narasi kehancuran Kerajaan Majapahit di kawasan cagar budaya.
====================================================================================================================================
The fall of Majapahit is often overlooked in historical narratives, despite its potential to offer deep reflection and hope for future generations. The main challenge of this project is to design an information center within a Cultural Heritage Zone that can convey the story of Majapahit’s collapse in an emotional and universally accessible way. This approach must ensure that the complexity of the narrative is translated into a spatial experience that can be understood by visitors from diverse backgrounds.The goal of this project is to create an information center that utilizes narrative elements based on the basic arc of narrative theory to tell the story of Majapahit’s downfall. The design is expected to connect visitors with history, evoke reflection, and raise awareness of the importance of preserving cultural identity. In this way, the information center becomes not only a place of education but also a symbol of revival and inspiration. The method used in this project is Narrative Architecture with a Concept-Based Framework approach (Plowright). The design process involves identifying the problem, developing concepts through mapping narrative elements such as plot, setting, and characters, and translating those concepts into architectural elements through the method of metaphor. This method ensures that the story of Majapahit’s collapse is physically manifested in the design of the planned information center. The expected outcome of this project is a design that reconsiders the conventional format of an information center by repositioning narrative elements and changing the structural component within structure and enclosure to tell episodes of the collapse of the Majapahit Kingdom within a cultural heritage site
Rancang Bangun Sistem Monitoring Dan Kontrol Suhu, Kelembapan, Dan, Intensitas Cahaya Pada Hidroponik Berbasis IoT Menggunakan Fuzzy Logic Control
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem monitoring dan kontrol suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya pada hidroponik berbasis Internet of things (IoT) menggunakan fuzzy logic control. Sistem hidroponik yang digunakan adalah Nutrient Film Technique (NFT) dengan tanaman pakcoy sebagai objek penelitian. Parameter yang dikontrol meliputi suhu, kelembapan relatif, dan intensitas cahaya. Sistem terdiri dari mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali, sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan, sensor BH1750 untuk mengukur intensitas cahaya, serta aktuator berupa motor driver yang terhubung dengan lampu LED dan kipas DC. Metode kontrol menggunakan logika fuzzy Mamdani dengan input berupa error dan delta error, kemudian menghasilkan output berupa sinyal PWM untuk menggerakkan aktuator. Data monitoring ditransmisikan secara real-time ke platform ThingSpeak untuk pemantauan jarak jauh. Hasil kalibrasi menunjukkan sensor DHT22 memiliki ketidakpastian 0,465°C untuk suhu dan 4,22% untuk kelembapan, sedangkan sensor BH1750 memiliki ketidakpastian 328 lux. Pengujian sistem kontrol close loop menunjukkan performansi yang baik dengan rise time masing-masing parameter suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya berturut-turut 18 detik, 180 detik, dan 90 detik, settling time 1746 detik, 2484 detik, dan 135 detik, dan error steady state 12%, 2,4%, dan 2,56% serta RMSE 2,51C, 15,3%, dan 939,48 lux. Walaupun nilai performansi sistem kontrol suhu dan kelembapan menunjukkan angka yang cukup tinggi, sistem masih dinilai bagus dan layak digunakan karena dapat menjaga suhu dan kelembapan tetap berada pada rentang optimalnya.. Sistem IoT menunjukkan performansi sangat baik dengan throughput 219 bps, delay 100-200 ms, dan packet loss 0,70%
============================================================================================================================================
This research aims to develop an Internet of things (IoT)-based monitoring and control system for temperature, humidity, and light intensity in hydroponics using fuzzy logic control. The hydroponic system employed is Nutrient Film Technique (NFT) with pakcoy plants as the research object. The controlled parameters include temperature, relative humidity, and light intensity. The system consists of an ESP32 microcontroller as the controller, DHT22 sensor for measuring temperature and humidity, BH1750 sensor for measuring light intensity, and actuators comprising LED lamps and DC fan using motor driver. The control method utilizes Mamdani fuzzy logic with error and delta error as inputs, then generates PWM signal output to drive the actuators. Monitoring data is transmitted in real-time to the ThingSpeak platform for remote monitoring. Calibration results show that the DHT22 sensor has an uncertainty of 0.465°C for temperature and 4.22% for humidity, while the BH1750 sensor has an uncertainty of 328 lux. Closed-loop control system testing demonstrates good performance with rise time of for temperature, humidity, and light intensity each 18 seconds, 180 seconds, and 90 second, the settling time 1746 seconds, 2484 seconds, and 135 seconds respectively. The achieved steady-state error is 12% for temperature,2,5 % for humidity, and 2,56% for light intensity. Although the performance values of the temperature and humidity control system are relatively high, the system is still considered good and suitable for use because it can maintain temperature and humidity within their optimal ranges. The IoT system shows excellent performance with throughput of 219 bps, delay of 100-200 ms, and packet loss of 0.70%
Dependensi Spasial Dan Faktor Ekonomi Dalam Disparitas Pendapatan Regional Di Pulau Jawa Dan Sumatra: Studi Spasial Durbin
Hingga saat ini, Indonesia masih mengalami disparitas pendapatan regional yang signifikan di berbagai provinsi, menyebabkan ketidakseimbangan ekonomi dan sosial. Kesenjangan ini dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa dan Sumatera yang tidak merata. Menurut Badan Pusat Statistik, Indeks Williamson, yang mengukur kesenjangan pendapatan regional memiliki variasi yang beragam dengan nilai terbesar sekitar 0,7 pada tahun 2022. Kesenjangan ini dapat terjadi akibat faktor-faktor seperti pembangunan infrastruktur yang kurang merata, investasi yang terbatas, serta perbedaan modal manusia di tiap wilayah. Mengingat adanya potensi ketergantungan spasial dalam disparitas pendapatan regional, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari ketimpangan pendapatan regional di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan Model Spasial Panel Durbin (SPDM) dengan penduga yang diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood (MLE). Model ini digunakan untuk menganalisis dampak Pengangguran Terbuka (TPT), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Upah Minimum Regional (UMR), dan Panjang Jalan terhadap Indeks Williamson (IW) dalam konteks spasial. Adapun matriks pembobot spasial yang digunakan adalah matriks pembobot Queen Contiguity dan Customized untuk menghasilkan hasil inklusif. Hasil dari analisis menemukan bahwa variabel APS dan PMDN berpengaruh positif terhadap Indeks Williamson, berbanding terbalik dengan UMR yang berpengaruh negatif terhadap variabel. Sementara itu, Panjang Jalan dan TPT dikeluarkan dari pemodelan akhir untuk menghindari multikolinearitas. Model terbaik yang diperoleh merupakan Model Spasial Panel Durbin Efek Waktu Tetap menggunakan matriks pembobot Queen Contiguity dengan R-Squared sebesar 61,16%.
===================================================================================================================================
To this date, Indonesia is still experiencing significant regional income disparities across provinces, causing economic and social imbalances. This disparity can be seen from the uneven economic growth in Java and Sumatra. According to the Central Bureau of Statistics, the Williamson Index, which measures regional income disparity, varies widely with the largest value being around 0.7 in 2022. This gap may result from several factors such as uneven infrastructure development, limited investment, and differences in human capital in each region. Given the potential spatial dependence in regional income disparity, this study aims to identify the underlying factors of regional income inequality in Indonesia. To achieve this objective, this study utilizes the Spatial Panel Durbin Model (SPDM) as well as the Dynamic Spatial Durbin Model (DSDM) with the estimators estimated using the Maximum Likelihood (MLE) method. These models are used to analyze the impact of Open Unemployment (TPT), Gross Regional Domestic Product (GDRP), School Participation Rate (APS), Domestic Investment (PMDN), Regional Minimum Wage (UMR), and Road Length on the Williamson Index (IW) in a spatial context. The spatial weighting matrices used are Queen Contiguity and Customize spatial weighting matrices to produce inclusive results. This research found that there is a significant positive impact of APS and PMDN, in contrast to UMR which has a negative impact to the Williamson Index. Meanwhile, Road Length and Unemployment Rate were excluded from the final modeling to avoid multicollinearity. The best model obtained is the Durbin Panel Spatial Model with Fixed Time Effects, using Queen Contiguity matrix, and an R-Squared value of 61.16%
Penggunaan Sensor Serat Optik Singlemode-Multimode-Singlemode dengan Lapisan Polydimethylsiloxane (PDMS) untuk Validasi Detak Jantung Janin (fHR) pada Sinyal Audio Phonocardiograph (PCG)
Pemantauan detak jantung janin (fetal heart rate/fHR) secara non-invasif merupakan elemen penting dalam deteksi dini gangguan kehamilan dan pemeliharaan kesehatan janin. Penelitian ini mengembangkan sistem validasi fHR berbasis audio phonocardiograph (PCG) menggunakan sensor serat optik berstruktur singlemode–multimode–singlemode (SMS) yang dilapisi lapisan polydimethylsiloxane (PDMS). Sinyal fPCG diperoleh dari database terbuka dan disimulasikan melalui speaker subwoofer, yang kemudian dideteksi oleh sensor serat optik. Proses pengolahan sinyal melibatkan pemfilteran frekuensi Butterworth bandpass filter (30–70 Hz), Discrete wavelet transform (DWT), Hilbert transform, serta deteksi puncak untuk estimasi siklus jantung dan penghitungan denyut per menit (BPM). Hasil menunjukkan bahwa sensor dengan panjang multimode 4,5 cm (step index) memiliki performa paling stabil dan akurat, dengan error pengukuran rata-rata ≤5% dan akurasi mencapai 96,35% terhadap nilai BPM referensi dari cardiotocography (CTG). Sensor mampu mendeteksi puncak S1 dan S2 secara konsisten dalam sinyal, termasuk pada variasi usia kandungan (minggu) dan kondisi klinis ibu yang berbeda. Penggunaan PDMS sebagai lapisan pendukung terbukti meningkatkan sensitivitas sensor terhadap getaran akustik. Dengan desain yang ringkas, murah, serta bebas pengaruh medan elektromagnetik, sistem ini layak dipertimbangkan sebagai solusi portabel untuk pemantauan detak jantung janin di luar lingkungan rumah sakit, khususnya di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan di masa mendatang. Penelitian ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam integrasi teknologi fotonik dan akustik untuk aplikasi kesehatan janin (fetal) dan ibu hamil (maternal).
=====================================================================================================================================
Non-invasive monitoring of fetal heart rate (fHR) is a vital element in the early detection of pregnancy complications and the maintenance of fetal health. This study developed an fHR validation system based on audio phonocardiograph (PCG) signals using a singlemode–multimode–singlemode (SMS) optical fiber sensor with a layer of polydimethylsiloxane (PDMS) as enclosure. The fPCG signals were obtained from an open-access database and simulated using a subwoofer speaker, then detected by the optical fiber sensor. Signal processing involved Butterworth bandpass filter (30–70 Hz), Discrete wavelet transform (DWT), Hilbert transform, and peak detection to estimate cardiac cycles and calculate beats per minute (BPM). The results showed that the sensor with a 4,5 cm multimode (step-index) fiber exhibited the most stable and accurate performance, with an average measurement error of ≤5% and an accuracy of 96,35% compared to reference BPM values from cardiotocography (CTG). The sensor was able to consistently detect S1 and S2 heart sound peaks within the signal, including under varying pregnancy terms (weeks) and different maternal clinical conditions. The application of PDMS as a supporting layer significantly enhanced the sensor’s sensitivity to acoustic vibrations. With its compact design, low cost, and not affected by electromagnetic interference, the system is considered a promising portable solution for fetal heart rate monitoring outside hospitals, particularly in areas with limited healthcare facilities in the future. This study opens up opportunities for further development in the integration of photonic and acoustic technologies for fetal and maternal health applications
Arahan Pengembangan Industri Pengolahan Kayu Di Desa Sukorejo Kabupaten Bojonegoro Dengan Pendekatan OVOP
Sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi ekonomi lokal berupa sentra industri pengolahan kayu. Desa Sukorejo merupakan salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang diarahkan untuk mengembangkan potensinya pada bidang sentra meubel dan ukir. Adanya arahan ini nyatanya masih belum dikembangkan dengan optimal, hal ini terlihat dari banyak pengrajin dan pengusaha lokal belum mampu meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk kayu, disebabkan oleh keterbatasan keterampilan, inovasi teknologi, dan minimnya strategi pengembangan yang terarah. Kondisi ini menimbulkan tantangan dalam mengoptimalkan potensi bahan baku serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Maka dari itu, diperlukan pendekatan strategis yang mampu memadukan potensi lokal dengan pengembangan industri secara berkelanjutan, salah satunya melalui konsep One Village One Product (OVOP).
Penggunaan metode OVOP dalam penelitian ini penting karena pendekatan ini secara langsung menempatkan potensi unik setiap desa sebagai basis pengembangan produk unggulan, sekaligus mendorong inovasi, partisipasi aktif masyarakat lokal, pendistribusian produk; sehingga produk meubel yang mampu bersaing di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan pengembangan industri pengolahan kayu di Sukorejo dengan pendekatan OVOP untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma rasionalistik, melakukan analisis mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan industri, serta identifikasi karakteristik dan masalah yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahan baku cukup besar dan didukung regulasi daerah, namun perlu peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi produk. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan keterampilan, inovasi teknologi, dan pemanfaatan strategi OVOP yang terintegrasi guna memperkuat posisi industri kayu lokal di pasar nasional dan internasional. Dengan implementasi langkah strategis tersebut, diharapkan industri pengolahan kayu di Sukorejo dapat berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya lokal.
=================================================================================================================================
As one of the regencies in East Java, Bojonegoro Regency has local economic potential in the form of a wood processing industri center. Sukorejo Village is one of the villages in Bojonegoro Regency that is directed to develop its potential in the furniture and carving sector. However, this direction has not yet been optimally developed, as evidenced by many local craftsmen and entrepreneurs who have not been able to increase production capacity and the competitiveness of wood products, due to limited skills, technological innovation, and a lack of targeted development strategies. This situation poses challenges in optimizing raw material potential and improving the welfare of the village community. Therefore, a strategic approach is needed that can integrate local potential with sustainable industrial development, one of which is through the One Village One Product (OVOP) concept. The use of the OVOP method in this research is important because this approach directly positions the unique potential of each village as the basis for developing superior products, while also encouraging innovation, active participation from the local community, and product distribution, allowing the furniture produced to be marketed internationally. This study aims to formulate directions for the development of the wood processing industri in Sukorejo using the OVOP approach to enhance competitiveness and business sustainability. The methodology used is qualitative with a rationalistic paradigm, conducting an in-depth analysis of the faktors influencing industrial development, as well as identifying existing characteristics and problems. The research results indicate that the potential for raw materials is quite large and supported by regional regulations; however, there is a need to improve human resource capacity and product innovation. Strategic recommendations include enhancing skills, technological innovation, and utilizing an integrated OVOP strategy to strengthen the position of the local wood industri in national and international markets. With the implementation of these strategic steps, it is hoped that the wood processing industri in Sukorejo can develop sustainably, increase community income, and preserve environmental sustainability and local cultural heritage
Model Geographically and Temporally Weighted Compound Correlated Bivariate Poisson Regression (Studi Kasus: Jumlah Kematian Ibu dan Postneonatal di Provinsi Jawa Timur 2021-2023)
Model Compound Correlated Bivariate Poisson Regression (CCBPR) merupakan model regresi dengan distribusi diskrit yang digunakan untuk memodelkan dua variabel respon cacahan yang saling berkorelasi, mengalami overdispersi, serta memiliki kemencengan dan modus lebih dari nol. CCBPR bersifat global dan belum mampu mengakomodasi heterogenitas spasial maupun temporal dalam data. Pengembangan model menjadi Geographically Weighted CCBPR (GWCCBPR) memungkinkan model menangkap variasi spasial, namun masih mengabaikan efek temporal yang juga berperan penting dalam memengaruhi variabel respon. Data panel yang mencakup periode waktu berbeda memberikan wawasan tambahan yang tidak dapat diperoleh hanya dari dimensi spasial. Penelitian ini mengembangkan model Geographically and Temporally Weighted Compound Correlated Bivariate Poisson Regression (GTWCCBPR) untuk mengatasi keterbatasan model GWCCBPR dengan mempertimbangkan dimensi temporal, sehingga memungkinkan analisis heterogenitas spasial dan temporal secara bersamaan. Model ini diterapkan untuk menganalisis jumlah kematian ibu dan postneonatal di Provinsi Jawa Timur tahun 2021–2023, dengan mengintegrasikan pengaruh spasial dan temporal melalui fungsi pembobot kernel Gaussian adaptif serta parameter penyeimbang spasio-temporal. Estimasi parameter dilakukan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE) dengan pendekatan numerik algoritma BHHH. Evaluasi model menggunakan kriteria AICc menunjukkan bahwa GTWCCBPR memiliki kinerja terbaik dibandingkan model CCBPR dan GWCCBPR. Parameter regresi GTWCCBPR bersifat lokal terhadap lokasi dan waktu, menghasilkan pola pengaruh variabel prediktor yang berbeda antar kabupaten/kota dan antar tahun. Model ini berhasil mengelompokkan kabupaten/kota ke dalam empat klaster berdasarkan pola signifikansi terhadap kematian ibu dan kematian postneonatal. Dengan demikian, GTWCCBPR memberikan fleksibilitas analisis yang lebih tinggi dibandingkan model sebelumnya, serta menghasilkan informasi yang lebih kontekstual untuk mendukung perumusan kebijakan kesehatan yang adaptif berbasis bukti spasial dan temporal.
===================================================================================================================================
The Compound Correlated Bivariate Poisson Regression (CCBPR) model is a discrete regression model used to analyze two correlated count response variables that exhibit overdispersion, skewness, and a mode greater than zero. However, CCBPR is a global model and cannot accommodate spatial and temporal heterogeneity in the data. The development of the Geographically Weighted CCBPR (GWCCBPR) allows the model to capture spatial variation, yet it still overlooks temporal effects that also influence the response variables. Panel data across different time periods provide additional insights that are not accessible from the spatial dimension alone. This study introduces the Geographically and Temporally Weighted Compound Correlated Bivariate Poisson Regression (GTWCCBPR) model to address the limitations of GWCCBPR by incorporating temporal variation, enabling simultaneous analysis of spatial and temporal heterogeneity. The model is applied to maternal and postneonatal mortality data in East Java Province during 2021–2023, integrating spatial and temporal effects through an adaptive Gaussian kernel weighting function and a spatio-temporal balancing parameter. Parameter estimation is conducted using the Maximum Likelihood Estimation (MLE) method with the Berndt–Hall–Hall–Hausman (BHHH) numerical algorithm. Model evaluation based on the corrected Akaike Information Criterion (AICc) indicates that GTWCCBPR outperforms both CCBPR and GWCCBPR. The regression parameters in GTWCCBPR are local to space and time, producing varying predictor effects across districts and years. The model successfully classifies districts into four clusters based on the significance patterns of maternal and postneonatal mortality. Thus, GTWCCBPR offers greater analytical flexibility and yields more contextual insights to support adaptive, evidence-based health policy formulation in both spatial and temporal dimensions
Re- Desain Interior Hotel Mercure Jakarta Kota Sebagai Hotel Bisnis Yang Menarik Dengan Konsep Modern Luxury Style Agar Meningkatkan Efektivitas Sirkulasi Dan Zoning Area
Desain ruang interior di hotel memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman tamu secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendesain ulang interior Hotel Mercure Jakarta Kota dengan gaya modern yang mewah, dengan mengutamakan efektivitas pemanfaatan dan sirkulasi ruang untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan. Penelitian ini berfokus pada tema “hotel bisnis” dengan citra mewah dan modern, yang disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan pengguna sebuah hotel bisnis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dimana survei dilakukan pada tiga hotel bisnis bintang 4 berbeda di Jakarta. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi elemen kunci yang berkontribusi terhadap kenyamanan dan efisiensi ruang interior hotel. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan ruang dan sirkulasi yang efektif sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan ramah bagi para tamu. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian mengusulkan desain ulang ruang interior Hotel Mercure Jakarta Kota, dengan memasukkan unsur kemewahan modern dengan tetap mempertahankan identitas "Mercure". Desain ini bertujuan untuk meningkatkan fungsionalitas dan daya tarik estetika ruang interior hotel, memastikan bahwa ruang tersebut memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis dan rekreasi. Kajian tersebut berkontribusi pada pengetahuan desain interior hotel dengan memberikan wawasan tentang pentingnya pemanfaatan dan sirkulasi ruang dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan efisien bagi para tamu. Temuan ini dapat diterapkan pada berbagai pengaturan hotel, meningkatkan pengalaman tamu secara keseluruhan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
=====================================================================================================================================
Interior space design in hotels plays an important role in enhancing the overall guest experience. This research aims to analyze and redesign the interior of the Mercure Hotel Jakarta Kota in a luxurious modern style, prioritizing the effectiveness of space utilization and circulation to provide comfort to customers. This research focuses on the theme of "business hotels" with a luxurious and modern image, which is adapted to the space and user needs of a business hotel. This research uses a descriptive research method, where a survey was conducted at three different 4 star business hotels in Jakarta. The collected data is analyzed to identify key elements that contribute to the comfort and efficiency of hotel interior spaces. The findings show that effective use of space and circulation is essential in creating a comfortable and welcoming environment for guests. Based on these findings, the research proposes a redesign of the interior space of the Mercure Jakarta Kota Hotel, by incorporating elements of modern luxury while maintaining the "Mercure" identity. The design aims to enhance the functionality and aesthetic appeal of the hotel's interior spaces, ensuring that they meet the needs of both business and leisure travellers. The study contributes to knowledge of hotel interior design by providing insight into the importance of space utilization and circulation in creating a comfortable and efficient environment for guests. These findings can be applied to a variety of hotel settings, improving the overall guest experience and increasing customer satisfaction
Troubleshooting Elektrokoagulan Cyclone Dengan Metode Sistem Inferensi
Proses elektrokoagulasi dengan menggunakan Cyclone sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan daya adalah metode yang efektif untuk menghilangkan kontaminan dari air limbah melalui proses koagulasi. Namun, implementasi praktis dari sistem ini sering menghadapi berbagai masalah teknis yang dapat mengurangi efisiensi operasionalnya. Oleh karena itu, diperlukan metode yang efektif untuk mendeteksi dan menyelesaikan masalah yang muncul selama proses elektrokoagulasi. Dengan adanya sistem inferensi ini, diharapkan efisiensi dan efektivitas proses elektrokoagulasi dapat ditingkatkan secara signifikan, memungkinkan pengelolaan air limbah yang lebih optimal dan berkelanjutan. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan identifikasi dini terhadap potensi kegagalan atau ketidaksesuaian proses, sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum masalah memburuk. Pengembangan dan integrasi sistem ini diharapkan dapat menjadi langkah maju dalam inovasi teknologi pengolahan air limbah, khususnya dalam penerapan elektrokoagulasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
==================================================================================================================================
The electrocoagulation process using a Cyclone as an effort to reduce power consumption is an effective method for removing contaminants from wastewater through the coagulation process. However, the practical implementation of this system often faces various technical problems that can reduce its operational efficiency. Therefore, an effective method is needed to detect and resolve problems that arise during the electrocoagulation process. With this inference system, it is expected that the efficiency and effectiveness of the electrocoagulation process can be significantly improved, enabling more optimal and sustainable wastewater management. In addition, this system also allows early identification of potential process failures or non-conformities, so that interventions can be made before the problem worsens. The development and integration of this system are expected to be a step forward in wastewater treatment technology innovation, especially in the application of more efficient and environmentally friendly electrocoagulation