49971 research outputs found
Sort by
Analisis Umur Struktur Kapal Patroli Berbahan FRP Menggunakan Metode Elemen Hingga
Kapal Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) memiliki keunggulan seperti bobot yang lebih ringan, ketahanan terhadap korosi, dan biaya perawatan yang lebih murah. Namun, untuk beralih dari kapal baja dan aluminium yang umum digunakan ke kapal FRP, diperlukan pengetahuan terkait umur struktur kapal FRP. Studi ini bertujuan untuk menganalisis umur struktur kapal patroli berbahan FRP menggunakan metode numerik dengan Finite Element Method (FEM). Hipotesis analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi gelombang dan semakin banyak beban yang diterima oleh kapal dalam kecepatan tinggi akan mempengaruhi umur pemakaian kapal patroli berbahan FRP. Hasil temuan pada analisis ini menunjukan bahwa beban gelombang memberikan pengaruh signifikan terhadap bending moment pada struktur kapal patroli FRP. Nilai bending moment terbesar terjadi pada kondisi gelombang ekstrim dengan tinggi gelombang 2 meter dari head sea yang mencapai Rx 648.235 N.m dan Ry 738.632 N.m dan menghasilkan nilai tegangan maksimum yang terjadi pada struktur kapal berada pada kisaran 41.187 – 56.492 MPa yang masih dibawah batas yield material FRP tipe E dengan resin Yukalac 157 berdasarkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yaitu 190 MPa. Lokasi konsentrasi tegangan maksimum terjadi pada area haluan teurtama pada daerah frame lambung – deck. Hal ini disebabkan oleh konsentrasi beban dan efek kombinasi bending moment. Dengan cummulative damage yang didapat pada muatan operasional, maka prediksi umur yang didapat adalah 26 tahun 2 bulan. Dengan cummulative damage yang didapat dari muatan kondisi maksimum, maka prediksi umur yang didapat adalah 13 tahun 7 bulan. Dengan cummulative damage yang didapat pada muatan minimum, makan prediksi umur yang didapat adalah 31 tahun 3 bulan.
=======================================================================================================================================
Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) vessels offer several advantages, including lighter weight, corrosion resistance, and lower maintenance costs. However, transitioning from commonly used steel and aluminum vessels to FRP vessels requires an understanding of the structural lifespan of FRP ships. This study aims to analyze the lifespan of an FRP patrol boat structure using numerical methods with the Finite Element Method (FEM). The analytical hypothesis indicates that increasing wave height and the accumulation of loads experienced by the vessel at high speeds will affect the service life of FRP patrol boats.The findings of this analysis show that wave loads significantly influence the bending moment on the FRP patrol boat structure. The highest bending moment occurs under extreme wave conditions with a wave height of 2 meters from the head sea direction, reaching Rx 648.235 N·m and Ry 738.632 N·m. This results in a maximum stress on the ship structure ranging from 41.187 to 56.492 MPa, which is still below the yield strength of E-glass FRP with Yukalac 157 resin, as specified by Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), which is 190 MPa.The maximum stress concentration occurs at the bow area, particularly at the hull–deck frame connection. This is attributed to load concentration and the combined effects of bending moments. Based on the cumulative damage obtained under operational loading conditions, the predicted service life is 26 years and 2 months. Under maximum loading conditions, the predicted service life is 13 years and 7 months, while under minimum loading conditions, the predicted service life is 31 years and 3 months
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Panjang Gelombang Pada Purwarupa Simulator Gelombang Laut Bertipe Flap
Fenomena abrasi pantai yang terus meningkat di Indonesia menjadi latar belakang perlunya pemecah gelombang yang efektif dan sesuai dengan karakteristik gelombang laut di lokasi tertentu. Gelombang laut dapat dipelajari melalui simulator gelombang laut skala lab. Oleh karena itu, diperlukan sebuah purwarupa simulator gelombang laut skala laboratorium untuk menganalisis parameter gelombang secara lebih terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengukuran panjang gelombang pada simulator gelombang laut bertipe flap secara otomatis. Sistem dibangun menggunakan motor DC sebagai aktuator flap dan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian air. Data pengukuran diolah menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) dan filter Butterworth untuk memperoleh frekuensi dominan dan panjang gelombang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi parameter gelombang dengan baik, menghasilkan rata-rata panjang gelombang yang stabil pada berbagai variasi kecepatan motor, dengan akurasi sensor yang mencapai lebih dari 98%. Hasil error dari pengukuran oleh sensor dengan pengukuran aktual tidak lebih dari 5%. Sistem monitoring ini juga mampu menyimpan data secara otomatis dalam bentuk file Excel dan grafik. Dengan demikian, sistem ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan lebih lanjut dalam studi karakteristik gelombang laut dan perancangan pemecah ombak.
=======================================================================================================================================
The increasing phenomenon of coastal abrasion in Indonesia highlights the need for effective wave breakers that are suited to the specific characteristics of sea waves at locations. Ocean waves can be studied through a lab-scale ocean wave simulator. Therefore, a laboratory-scale prototype of a wave simulator is needed to analyze wave parameters in a more controlled environment. This study aims to design and develop an automatic measurement and monitoring system for wavelength on a flap-type wave simulator. The system is built using a DC motor as a flap actuator and an HC-SR04 ultrasonic sensor to measure water surface elevation. The measured data is processed using the Fast Fourier Transform (FFT) method and a Butterworth filter to obtain the dominant frequency and wavelength. The measurement results show that the system can detect wave parameters effectively, producing a stable average wavelength across various motor speed variations, with sensor accuracy reaching over 98%. The error between the sensor measurements and actual measurements does not exceed 5%. The monitoring system is also capable of automatically saving data in Excel files and graphical formats. Therefore, this system can serve as a foundation for further development in the study of ocean wave characteristics and the design of wave breakers
PT Samudera Indonesia Tbk
Kegiatan magang merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan vokasi untuk memberikan pengalaman langsung di dunia industri. Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan magang yang dilaksanakan di PT Samudera Indonesia Tbk, sebuah perusahaan pelayaran dan logistik terintegrasi yang memiliki peran strategis dalam rantai pasok nasional dan internasional. Selama 80 hari pelaksanaan magang, penulis ditempatkan pada Divisi Corporate IT & Digital, khususnya di tim Data Strategist, untuk mengerjakan berbagai tugas terkait pengolahan dan visualisasi data. Tugas-tugas utama meliputi pembuatan form data entry untuk registrasi kapal menggunakan Jotform, pengembangan dashboard interaktif berbasis Tableau untuk memantau performa pelabuhan secara real-time, serta penyusunan infografis profil dan layanan perusahaan. Metodologi yang digunakan dalam penyelesaian tugas mencakup pemanfaatan statistika deskriptif, analisis tren, serta integrasi data menggunakan SQL dan Excel. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital dan visualisasi data secara efektif dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan industri logistik. Pengalaman magang ini memperkuat kompetensi teknis dan analitis mahasiswa dalam konteks dunia kerja yang nyata.
====================================================================================================================================
The internship program is an essential component of the vocational education curriculum designed to provide students with practical experience in the industrial sector. This report presents the results of an internship conducted at PT Samudera Indonesia Tbk, an integrated shipping and logistics company that plays a strategic role in national and international supply chains. Over the 80-day internship period, the author was assigned to the Corporate IT & Digital Division, specifically within the Data Strategist team, to work on various data processing and visualization tasks. The main assignments included developing a vessel registration data entry form using Jotform, creating an interactive dashboard using Tableau to monitor port performance in real time, and designing infographic materials highlighting the company’s profile and services. The methodology applied involved descriptive statistics, trend analysis, and data integration using SQL and Excel. The outcomes of the internship demonstrate that the use of digital technologies and data visualization can significantly improve operational efficiency and support data-driven decision-making within the logistics industry. This internship experience has strengthened the author's technical and analytical skills in a real-world professional context
Perancangan Video Eksplainer Literasi Finansial Bitcoin Sebagai Salah Satu Instrumen Investasi Untuk Gen Z Dengan Usia 20-25 Tahun
Ketidakpastian ekonomi global menyebabkan perubahan signifikan pada struktur pasar investasi internasional, salah satunya berdampak pada Bitcoin yang mengalami peningkatan signifikan dalam nilai tukar serta volume transaksi seiring meningkatnya permintaan investor. Di Indonesia, peningkatan jumlah investor cryptocurrency tidak diiringi dengan pemahaman mendalam akibat rendahnya tingkat literasi finansial. Mayoritas investor Indonesia merupakan Gen-Z dengan proporsi sebesar 58,7%. Studi ini bertujuan meningkatkan literasi finansial Gen-Z terkait investasi Bitcoin melalui penggunaan media animasi short-form video eksplainer yang dinilai efektif dalam menyampaikan informasi kompleks dengan lebih menarik dan mudah dipahami. Pemilihan media ini juga didasarkan pada karakteristik Gen-Z dengan low attention span, sehingga memerlukan metode penyampaian informasi yang cepat dan atraktif.
Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif, mencakup studi literatur dan analisis terhadap kondisi eksisting serta data relevan mengenai objek dan subjek penelitian. Selanjutnya, penulis melaksanakan studi eksperimental untuk mengembangkan konsep dan desain, hingga menghasilkan prototipe awal animasi. Prototipe tersebut diuji melalui metode kualitatif berupa kuesioner yang ditujukan kepada target audiens, yaitu generasi Z berusia 20-25 tahun. Kemudian, depth interview dilakukan terhadap pakar animasi serta Bitcoin, hingga evaluasi menyeluruh guna menyempurnakan dan menghasilkan animasi final.
Perancangan ini menghasilkan video animasi eksplainer singkat, dalam resolusi vertikal 1080x1920, 24 fps. Perancangan mencakup tujuh topik pembahasan, dengan dua bagian pertama yang telah dieksekusi yaitu "Apa Itu Bitcoin?" dan "Cara Kerja Bitcoin." Strategi media ke depannya akan menggabungkan format animasi dan gabungan talking head dengan talent kredibel untuk meningkatkan kepercayaan audiens terhadap materi yang dibawakan. Melalui perancangan ini, diharapkan generasi Z dapat lebih memahami pentingnya literasi finansial dalam investasi Bitcoin agar mampu mengambil keputusan investasi yang bijak dan memberikan manfaat jangka panjang.
======================================================================================================================================
Global economic uncertainty has precipitated substantial changes in the structure of international investment markets. One such change has affected Bitcoin, which has experienced a marked increase in exchange rates and transaction volumes as investor demand has grown. In Indonesia, the majority of investors are Gen-Z, constituting 58.7% of the total investor population. However, the increasing number of cryptocurrency investors does not necessarily reflect a profound comprehension of the subject matter, largely due to limited financial literacy. This study aims to improve Gen Z's financial literacy regarding Bitcoin investments by using animated short-form video explainers, which are considered effective in conveying complex information in an interesting and easy-to-understand manner. This media was selected based on Gen Z's characteristics, such as their short attention span, which requires fast and attractive methods of delivering information.
This study uses a qualitative approach, including a literature review and an analysis of existing conditions and relevant data regarding the subject of the research. In addition, the author conducted an experimental study to develop the concept and design, which resulted in an initial prototype of the animation. The prototype was evaluated through a qualitative method, employing a questionnaire designed for the target audience, aged 20–25. Therefore, in-depth interviews were conducted with animation and Bitcoin experts until a thorough evaluation was achieved to refine and produce the final animation..
The result of the design process is a short explanatory animated video with a vertical resolution of 1080x1920 and a frame rate of 24 fps. The design encompasses seven discussion topics, with the initial two sections having been completed: The following inquiries are posed: "What is Bitcoin?" and "How Bitcoin Works?" Future media strategies will integrate animation formats with talking head segments featuring credible talent to enhance audience trust in the presented content. The objective of this design is to facilitate the comprehension of Generation Z regarding the significance of financial literacy in the context of Bitcoin investment, thereby enabling them to make informed investment decisions and secure long-term benefits
Structural Analysis and Lightweight Design of Machinery Seats in Double Bottom Structure
Tesis ini menyajikan penilaian struktural komparatif dan optimasi ringan dari rakitan dudukan mesin cermin untuk aplikasi kelautan. Tiga variasi desain dikembangkan: konfigurasi dasar dengan ketebalan konvensional, dan dua alternatif ringan yang dicapai dengan secara sistematis mengurangi ketebalan pelat atas tangki, pengaku vertikal, dan dudukan mesin. Setiap variasi dievaluasi menggunakan perhitungan tangan analitis dan analisis elemen hingga (FEA) dalam ANSYS Static Structural, dengan semua model berbagi geometri yang konsisten, kondisi batas, dan skenario pembebanan. Desain dasar, yang menampilkan ketebalan atas tangki 5 mm, pengaku 10 mm, dan dudukan mesin 20 mm, menunjukkan margin keamanan yang kuat, dengan tegangan dan lendutan normal hanya 9,3% dan 1,1% dari batas yang diizinkan masing-masing. Variasi ringan menunjukkan penghematan material yang signifikan: Variasi 1 mencapai pengurangan 18,3%, Variasi 2 mencapai 32,5%, dan Variasi 3 mewujudkan pengurangan 45,2% dibandingkan dengan dasar. Melalui kalibrasi metodologi perhitungan manual menggunakan faktor koreksi turunan FEA, hasil untuk semua parameter tegangan dan defleksi utama diselaraskan dalam kisaran 2,5% antara pendekatan analitis dan numerik. Semua desain divalidasi terhadap standar DNV-GL, dengan mempertahankan tegangan von Mises jauh di bawah 16% dari batas yang diizinkan, yaitu 200 MPa, dan defleksi di bawah 1,4% dari nilai yang diizinkan. Studi ini menegaskan bahwa pengurangan berat yang substansial dapat dicapai melalui optimasi ketebalan yang strategis tanpa mengorbankan integritas struktural, memberikan panduan praktis untuk desain rakitan dudukan mesin kelautan ringan yang efisien dan andal
==================================================================================================================================
This thesis presents a comparative structural assessment and lightweight optimization of a mirrored machinery seat assembly for marine applications. Three design variations were developed: a baseline configuration with conventional thicknesses, and two lightweight alternatives achieved by systematically reducing the thickness of the tank top plating, vertical stiffeners, and engine seats. Each variation was evaluated using both analytical hand calculations and finite element analysis (FEA) in ANSYS Static Structural, with all models sharing consistent geometry, boundary conditions, and loading scenarios. The baseline design, featuring a thickness of 5 mm tank top, 10 mm stiffeners, and 20 mm engine seats, exhibited robust safety margins, with normal stress and deflection at only 9.3% and 1.1% of their respective allowable limits. The lightweight variations demonstrated significant material savings: Variation 1 achieved an 18.3% reduction, Variation 2 reached 32.5%, and Variation 3 realized a 45.2% reduction compared to the baseline. Through calibration of the hand calculation methodology using FEA-derived correction factors, the results for all key stress and deflection parameters were aligned within 2.5% between analytical and numerical approaches. All designs were validated against DNV-GL standards, maintaining von Mises stresses well below 16% of the allowable limit of 200 MPa and deflections under 1.4% of the permissible value. This study confirms that substantial weight reduction is achievable through strategic thickness optimization without compromising structural integrity, providing practical guidance for the efficient and reliable design of lightweight marine machinery seat assemblie
Perbandingan Hasil Pengujian Mekanik Geometry Interlock Pada Produk 3d Printing Melalui Simulasi Fem Dan Validasi Eksperimen
Additive Manufacturing (AM) menawarkan kemampuan untuk mencetak bentuk geometri yang kompleks secara efisien, termasuk desain sambungan interlock yang bertujuan meningkatkan kekuatan mekanis serta menghemat material. Dalam penelitian ini, tiga jenis sambungan interlock berbahan PLA yakni T-shape, Dovetail, dan Jigsaw dikaji melalui uji tarik eksperimental dan simulasi berbasis Finite Element Method (FEM) menggunakan software ANSYS 2025 R1. Spesimen dicetak dengan metode Fused Deposition Modeling (FDM) dan diuji tarik sesuai standar, lalu hasil gaya maksimum digunakan sebagai input pembebanan pada simulasi FEM. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa sambungan Dovetail memiliki kekuatan tarik tertinggi, dengan nilai rata-rata 28,9 MPa. Sementara Jigsaw menunjukkan performa sedang, dan T-shape menghasilkan nilai terendah dengan rata-rata 13,26 MPa. Simulasi FEM memperkuat temuan tersebut, dengan distribusi tegangan yang paling merata pada geometri Dovetail, sedangkan Jigsaw mengalami konsentrasi tegangan pada lekukan dan T-shape menunjukkan distribusi yang tidak optimal. Perbandingan antara hasil simulasi dan eksperimen menunjukkan pola performa antar geometri yang serupa, meskipun nilai absolutnya berbeda akibat asumsi material homogen dan kondisi ideal dalam simulasi. Analisis statistik ANOVA juga mengonfirmasi bahwa bentuk geometri memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pendekatan eksperimental dan simulasi numerik dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kinerja sambungan interlock, sekaligus menjadi acuan dalam mengembangkan desain yang lebih kuat dan efisien untuk aplikasi cetak 3D ke depannya
==================================================================================================================================
Additive Manufacturing (AM) offers the ability to produce complex geometries efficiently, including interlocking joint designs aimed at improving mechanical strength and reducing material usage. This study evaluates three types of PLA based interlock geometries T-shape, Dovetail, and Jigsaw through experimental tensile testing and Finite Element Method (FEM) simulation using ANSYS 2025 R1. The specimens were fabricated using Fused Deposition Modeling (FDM) and tested under tensile loads according to standard procedures. The maximum forces obtained from the tests were then applied as input loads in the FEM simulations. The experimental results showed that the Dovetail joint delivered the highest tensile strength, with an average of 28.9 MPa. Jigsaw showed moderate performance, while T-shape had the lowest strength with an average of 13.26 MPa. FEM simulations supported these findings, showing the most uniform stress distribution in the Dovetail geometry, while Jigsaw exhibited stress concentration around its curved sections, and T-shape displayed less effective stress spread. Although numerical values differed due to idealized conditions in the simulation, the overall performance trends across geometries remained consistent with experimental outcomes. Statistical analysis using ANOVA confirmed that joint geometry significantly influences tensile strength (p < 0.05). This research concludes that combining FEM simulations with physical testing provides a comprehensive understanding of interlock performance and serves as a foundation for optimizing interlock designs in future 3D-printed applications. performance and can guide the optimization of 3D printed component design
Model Distribusi Susu Kemasan guna Mendukung Program Susu Gratis untuk Wilayah Kepulauan: Studi Kasus Maluku dan Maluku Utara
Angka gizi buruk yang tinggi pada anak dan remaja di Indonesia menjadi masalah serius yang mendasari dicanangkannya Program Susu Gratis. Namun, program ini belum berjalan secara masif . Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah model distribusi yang optimal dari pabrik produksi susu kemasan di Pulau Jawa ke wilayah Maluku dan Maluku Utara. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian mengintegrasikan dua metode optimasi. Pertama, Metode Elbow untuk menentukan jumlah hub distribusi yang paling efisien dan memilih pelabuhan mana saja yang akan berfungsi sebagai hub utama di wilayah tujuan. Kedua, model Vehicle Routing Problem (VRP) diterapkan untuk pemilihan kapal, penentuan rute feeder yang optimal, serta alokasi jumlah pengiriman dari setiap pelabuhan hub ke titik-titik pelabuhan akhir. Model menunjukkan bahwa pasokan dapat dipenuhi dari pabrik produksi susu UHT di Jawa Timur, dengan pendistribusian melalui Pelabuhan Tanjung Perak menuju empat Pelabuhan Hub terpilih di wilayah tujuan. Selanjutnya, dari setiap Pelabuhan Hub, pasokan akan didistribusikan lebih lanjut menggunakan rute-rute feeder menuju pelabuhan demand akhir. Dengan frekuensi pengiriman 3-4 kali per tahun, hal ini memastikan produk sangat aman untuk dikonsumsi mengingat masa kadaluarsa merk susu UHT pada penelitian ini adalah 8 bulan. Untuk menjalankan rute ini, dibutuhkan 2 kapal utama untuk layanan Tanjung Perak-Hub, serta total 9 kapal feeder yang terbagi untuk rute Hub Namlea (2 kapal), Hub Ternate (3 kapal), Hub Tual (3 kapal), dan Hub Wonreli (1 kapal). Berdasarkan model ini, estimasi biaya total sebesar Rp 143.950.879.019, dengan biaya per unit sekitar Rp 719,47 per kotak susu.
======================================================================================================================================
The high rate of malnutrition among children and adolescents in Indonesia is a serious issue that prompted the establishment of the Free Milk Program. However, this program has not yet been implemented at scale. This Final Project aims to design an optimal distribution model for packaged milk from production factories on Java Island to the Maluku and North Maluku regions. To achieve this objective, the study integrates two optimization methods. First, the Elbow Method is used to determine the most efficient number of distribution hubs and to select which ports will serve as the primary hubs in the destination region. Second, the Vehicle Routing Problem (VRP) model is applied for vessel selection, determination of optimal feeder routes, and the allocation of shipment quantities from each hub port to the final port destinations. The model indicates that the supply can be sourced from a UHT milk factory in East Java, with distribution managed through Tanjung Perak Port to four selected hub ports in the destination area. Subsequently, from each hub port, the supply is further distributed using feeder routes to the final demand ports. A shipment frequency of 3-4 times per year ensures the product remains safe for consumption, considering the 8-month shelf life of the UHT milk brand in this study. To operate these routes, two main vessels are required for the Tanjung Perak-Hub service, along with a total of nine feeder vessels allocated as follows: the Namlea Hub route (2 vessels), the Ternate Hub route (3 vessels), the Tual Hub route (3 vessels), and the Wonreli Hub route (1 vessel). Based on this model, the total estimated cost is IDR 143,950,879,019, with a per-unit cost of approximately IDR 719.47 per milk carton
Identification of Connectivity Issues Between Terminal 1 and Terminal 2 Juanda Airport Surabaya
Juanda Airport in Surabaya faces growing passenger traffic, with over 17 million travelers annually, surpassing its designed capacity of 12.5 million. The efficiency of connectivity between Terminal 1 (domestic) and Terminal 2 (international) remains a challenge, particularly with the discontinuation of shuttle services in 2019 and inconsistent travel times due to congestion in surrounding residential areas. This study evaluates the current connectivity issues by focusing on travel time, shuttle service frequency, and infrastructure. A mixed-methods approach is used, combining quantitative data through travel time analysis and passenger satisfaction surveys, with qualitative insights from expert interviews and field observations. Key findings reveal significant delays due to road congestion, a lack of automated transport systems, and insufficient shuttle frequency. A comparison with Soekarno-Hatta Airport highlights the gap in infrastructure, where automated solutions like SkyTrain and efficient shuttle services are implemented to minimize delays. The study concludes that reintroducing frequent shuttle services, implementing automated transport systems, and establishing standardized Minimum Connection Time (MCT) would significantly improve inter-terminal connectivity, reduce passenger delays, and enhance overall satisfaction. These improvements would align Juanda Airport’s connectivity with international standards and ensure smoother passenger transfers.
===================================================================================================================================
Bandara Juanda di Surabaya menghadapi peningkatan lalu lintas penumpang yang signifikan, dengan lebih dari 17 juta penumpang setiap tahunnya, melebihi kapasitas rancangannya sebesar 12,5 juta. Efisiensi konektivitas antara Terminal 1 (domestik) dan Terminal 2 (internasional) masih menjadi tantangan, terutama sejak penghentian layanan shuttle pada tahun 2019 dan waktu tempuh yang tidak konsisten akibat kemacetan di kawasan permukiman sekitar. Penelitian ini mengevaluasi permasalahan konektivitas saat ini dengan berfokus pada waktu tempuh, frekuensi layanan shuttle, dan kondisi infrastruktur. Pendekatan metode campuran digunakan dalam penelitian ini, menggabungkan data kuantitatif melalui analisis waktu tempuh dan survei kepuasan penumpang, serta data kualitatif dari wawancara ahli dan observasi lapangan. Temuan utama menunjukkan adanya keterlambatan signifikan akibat kemacetan lalu lintas, tidak tersedianya sistem transportasi otomatis, serta frekuensi layanan shuttle yang tidak memadai. Perbandingan dengan Bandara Soekarno-Hatta memperlihatkan adanya kesenjangan infrastruktur, di mana solusi otomatis seperti SkyTrain dan layanan shuttle yang efisien telah diterapkan untuk meminimalkan keterlambatan. Studi ini menyimpulkan bahwa pengaktifan kembali layanan shuttle dengan frekuensi tinggi, penerapan sistem transportasi otomatis, dan penetapan standar Minimum Connection Time (MCT) yang terstandarisasi akan secara signifikan meningkatkan konektivitas antar terminal, mengurangi keterlambatan penumpang, dan meningkatkan kepuasan secara keseluruhan. Perbaikan tersebut juga akan menyelaraskan konektivitas Bandara Juanda dengan standar internasional dan memastikan proses transfer penumpang yang lebih lancar
Pengaruh Modifikasi Exhaust Cam Pada Mesin Dual Fuel Diesel - Methanol Terhadap Peningkatan Proporsi Bahan Bakar Metanol Ditinjau Dari Aspek Unjuk Kerja Dan Gas Buang
Peningkatan kekhawatiran global terhadap pencemaran lingkungan dan keterbatasan cadangan bahan bakar fosil mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang lebih bersih untuk mesin pembakaran dalam. Penelitian ini mengkaji pengaruh peningkatan rasio substitusi metanol serta modifikasi exhaust camshaft terhadap performa dan emisi gas buang pada mesin diesel sistem dual fuel. Injeksi metanol dilakukan pada sudut 50° BBDC dengan variasi durasi 5 °CA, 10 °CA, 12 °CA, 14 °CA, 17 °CA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi injeksi 12° CA merupakan kondisi optimal yang memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi energi, dan emisi. Pada konfigurasi camshaft standar, penggunaan metanol 12° CA meningkatkan daya dari 4,762 kW menjadi 5,030 kW dan torsi dari 22,194 Nm menjadi 22,829 Nm, disertai peningkatan SFOC menjadi 0,330 kg/kWh, namun dengan konsumsi energi yang menurun seiring peningkatan substitusi metanol. Pada camshaft modifikasi, daya dan torsi mencapai 5,020 kW dan 21,793 Nm dengan konsumsi energi serupa, namun nilai SFOC sedikit lebih tinggi, yakni 0,338 kg/kWh. Dari sisi emisi, camshaft modifikasi dengan metanol 12° CA memberikan penurunan NOx paling signifikan sebesar 66% dari 1,704 g/kWh menjadi 0,582 g/kWh, disertai penurunan smoke menjadi 41% dari 6,61% menjadi 3,90% dan CO₂ menurun 27% dari 3,451% menjadi 2,506%. Penelitian ini membuktikan bahwa strategi dual fuel berbasis metanol, terutama saat dikombinasikan dengan modifikasi exhaust camshaft, mampu meningkatkan performa sekaligus menekan emisi, sehingga berpotensi menjadi solusi yang efektif dan ramah lingkungan untuk mesin diesel di masa depan.
========================================================================================================================
===============
The growing global concern over environmental pollution and the depletion of fossil fuel reserves has driven the development of cleaner alternative energy sources for internal combustion engines. This study investigates the effects of increasing methanol substitution ratios and exhaust camshaft modification on the performance and exhaust emissions of a dual-fuel diesel engine. Methanol injection was carried out at 50° BBDC with varying injection durations of 5°, 10°, 12°, 14°, and 17° crank angle (CA). The results indicate that a 12° CA injection duration is optimal, offering a balanced improvement in performance, energy efficiency, and emissions. Under the standard camshaft configuration, methanol injection at 12° CA increased power from 4.762 kW to 5.030 kW and torque from 22.194 Nm to 22.829 Nm, accompanied by a rise in specific fuel oil consumption (SFOC) to 0.330 kg/kWh, despite a decrease in energy consumption due to higher methanol substitution. With the modified camshaft, power and torque reached 5.020 kW and 21.793 Nm, respectively, with similar energy consumption but a slightly higher SFOC of 0.338 kg/kWh. In terms of emissions, the modified camshaft with 12° CA methanol injection achieved the most significant NOx reduction, decreasing by 66% from 1.704 g/kWh to 0.582 g/kWh, along with a 41% reduction in smoke opacity (from 6.61% to 3.90%) and a 27% decrease in CO₂ emissions (from 3.451% to 2.506%). This study demonstrates that methanol-based dual-fuel strategies, particularly when combined with exhaust camshaft modification, can enhance engine performance while significantly reducing emissions, making them a promising and environmentally friendly solution for future diesel engines
Sistem Pengendalian Kelembaban Udara Dan Monitoring Kualitas Udara Dalam Ruangan Dilengkapi Aplikasi Mobile
Sistem pemantauan kualitas udara saat ini kurang responsif dan tidak menawarkan perlindungan optimal, karena hanya berfungsi sebagai alat pengukur tanpa mitigasi real-time. Filter konvensional juga kurang efisien menyaring polutan dan memerlukan perawatan manual, meningkatkan biaya dan menurunkan efektivitas. Selain itu, kelembaban udara dalam ruangan memengaruhi kenyamanan dan kesehatan, di mana kelembaban terlalu rendah menyebabkan iritasi dan kerusakan bahan, sementara kelembaban tinggi memicu pertumbuhan mikroorganisme. Tingkat kelembaban optimal (40%-60%) penting untuk kenyamanan, kesehatan, dan efisiensi energi, yang dapat dicapai dengan teknologi seperti humidifier. Maka dari itu, sistem pemantauan dan pengendalian kualitas udara dalam ruangan berbasis aplikasi mobile telah berhasil dikembangkan untuk meningkatkan responsivitas dan perlindungan terhadap polutan udara. Sistem ini menggunakan sensor DHT22, PMS5003, MQ-131, MQ-135, dan MQ-136 untuk memantau parameter seperti kelembaban, temperature, partikulat PM1, PM2.5, PM10, serta konsentrasi gas berbahaya seperti O₃, CO₂, NO₂, VOC, SO₂, dan CO secara real-time. Data diolah oleh mikrokontroler STM32F401RCT6 dan ESP32, dengan antarmuka pengguna melalui layar nextion dan aplikasi mobile yang mendukung konektivitas stabil dengan rata-rata delay 0,5 detik. Sistem dilengkapi humidifier otomatis dan filter udara HEPA yang digerakkan motor BLDC untuk menjaga kualitas udara sesuai standar. Pengujian menunjukkan akurasi tinggi pada setiap sensor dengan sekitar 95% - 99%, serta performa optimal aktuator seperti humidifier yang aktif otomatis di bawah kelembaban 45% dan motor BLDC dengan kecepatan maksimal 1430 RPM. Sistem ini memberikan solusi efektif untuk memitigasi polusi udara dan menciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih sehat dan nyaman bagi pengguna.
==================================================================================================================================
Current air quality monitoring systems lack responsiveness and do not offer optimal protection, as they only serve as measuring devices without real-time mitigation. Conventional filters also less efficiently filter out pollutants and require manual maintenance, increasing costs and decreasing effectiveness. In addition, indoor air humidity affects comfort and health, where too low humidity causes irritation and damage to materials, while high humidity triggers the growth of microorganisms. Optimal humidity levels (40%-60%) are important for comfort, health, and energy efficiency, which can be achieved with technologies such as humidifiers. Therefore, a mobile application-based indoor air quality monitoring and control system has been successfully developed to improve responsiveness and protection against air pollutants. The system uses DHT22, PMS5003, MQ-131, MQ-135, and MQ-136 sensors to monitor parameters such as humidity, temperature, particulate matter PM1, PM2.5, PM10, and concentrations of harmful gases such as O₃, CO₂, NO₂, VOC, SO₂, and CO in real-time. The data is processed by the STM32F401RCT6 microcontroller and ESP32, with a user interface through a nextion screen and a mobile application that supports stable connectivity with an average delay of 0.5 seconds. The system is equipped with an automatic humidifier and a BLDC motor-driven HEPA air filter to maintain standardised air quality. Tests show high accuracy of each sensor with around 95% - 99%, as well as optimal performance of actuators such as the humidifier that activates automatically below 45% humidity and the BLDC motor with a maximum speed of 1430 RPM. This system provides an effective solution to mitigate air pollution and create a healthier and more comfortable indoor environment for users