Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Pengaruh Desain dan Material Cetakan Terhadap Kualitas Hasil Casting Rigid Polyurethane Foam Dalam Aplikasi Pembuatan Tulang Buatan

    No full text
    Kemajuan teknologi biomaterial dalam bidang kesehatan, khususnya di bidang ortopedi, telah membuka peluang besar terhadap pemanfaatan tulang buatan sebagai alternatif pengganti tulang manusia asli yang jumlahnya terbatas, biaya tinggi, serta menghadapi kendala etis. Tulang buatan memiliki keunggulan dapat digunakan secara berulang untuk keperluan simulasi medis dan pelatihan teknik bedah. Salah satu material yang berpotensi digunakan dalam pembuatan tulang buatan adalah Rigid Polyurethane Foam (RPUF), karena memiliki struktur mikro yang menyerupai tulang manusia. Untuk memperoleh karakteristik fisik dan mekanik yang sesuai dengan standar ASTM F1839, diperlukan formulasi material yang tepat. Namun demikian, untuk menghasilkan bentuk tulang buatan yang menyerupai tulang manusia secara presisi, pemilihan metode fabrikasi yang sesuai juga sangat diperlukan. Penelitian ini menggunakan metode pengecoran (casting) karena mampu menghasilkan bentuk akhir yang sesuai dengan geometri cetakan secara presisi. Dalam proses casting, desain dan material cetakan merupakan dua faktor krusial yang sangat memengaruhi kualitas hasil produk akhir, termasuk dalam hal distribusi material yang merata serta minimisasi cacat selama proses pengecoran. Pada penelitian ini, material cetakan yang digunakan adalah silikon RTV 226 dan silikon RTV 497, yang masing-masing dikombinasikan dengan dua variasi desain cetakan, yaitu desain vertikal (dengan orientasi lubang pouring basin dan vent sejajar sumbu Z) serta desain horizontal (dengan orientasi lubang pouring basin dan vent sejajar sumbu Y). Variasi material dan desain cetakan tersebut dianalisis berdasarkan hasil casting tulang buatan melalui pengamatan makrografi serta pengujian sifat mekanik, meliputi kekerasan, densitas, kekuatan tekan, dan modulus tekan guna memastikan kesesuaiannya dengan standar ASTM F1839. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cetakan dengan material silikon RTV 226 dan desain vertikal memberikan hasil tulang buatan tidak memiliki defect, memiliki kesesuaian geometri, dan sifat mekanik yang lebih tinggi dan seragam. Desain vertikal lebih baik karena aliran terbantu gravitasi, tidak terbagi, dan mengalami kerugian tekanan (head loss) yang lebih kecil, sehingga pengisian rongga lebih cepat dan merata. Material silikon RTV 226 memiliki nilai kekerasan dan modulus elastisitas yang lebih tinggi sehingga mampu mempertahankan dimensi dari tulang buatan dan meningkatkan sifat mekaniknya. Tulang buatan yang dihasilkan dari kombinasi variasi tersebut memiliki nilai kekerasan rata-rata sebesar 83,65 Shore A, densitas rata-rata sebesar 297,18 kg/m³, kekuatan tekan rata-rata sebesar 10,22 MPa, serta modulus tekan rata-rata sebesar 103,04 MPa sesuai grade 20 pada ASTM F1839. ==================================================================================================================================== The advancement of biomaterial technology in the health sector, particularly in orthopedics, has opened up significant opportunities for the use of artificial bones as an alternative to real human bones, which are limited in number, costly, and face ethical constraints. Artificial bones have the advantage of being reusable for medical simulations and surgical technique training. One potential material for creating artificial bones is Rigid Polyurethane Foam (RPUF), due to its microstructure that resembles human bone. To achieve physical and mechanical characteristics that comply with the ASTM F1839 standard, a precise material formulation is necessary. However, to produce an artificial bone shape that accurately mimics human bone, selecting the appropriate fabrication method is also crucial. This study utilizes the casting method because it can produce a final shape that precisely matches the mold's geometry. In the casting process, the mold design and material are two crucial factors that significantly influence the quality of the final product, including even material distribution and the minimization of defects during the casting process. In this research, the mold materials used were silicone RTV 226 and silicone RTV 497, each combined with two mold design variations: a vertical design (with the pouring basin and vent holes oriented parallel to the Z-axis) and a horizontal design (with the pouring basin and vent holes oriented parallel to the Y-axis). These variations in material and mold design were analyzed based on the artificial bone casting results through macrographic observation and mechanical property testing, including hardness, density, compressive strength, and compressive modulus, to ensure compliance with the ASTM F1839 standard. The research findings indicate that using a mold made of silicone RTV 226 with a vertical design yielded an artificial bone with no defects, proper geometric conformity, and higher, more uniform mechanical properties. The vertical design is superior because the flow is assisted by gravity, is not divided, and experiences less pressure loss (head loss), resulting in faster and more even cavity filling. The silicone RTV 226 material has higher hardness and elastic modulus, enabling it to maintain the dimensions of the artificial bone and enhance its mechanical properties. The artificial bone produced from this combination has an average hardness of 83.65 Shore A, an average density of 297.18 kg/m³, an average compressive strength of 10.22 MPa, and an average compressive modulus of 103.04 MPa, conforming to grade 20 of ASTM F1839

    Perancangan Sistem Kendali Trayektori Berbasis Logika Fuzzy Pada Kapal Ro-Ro Passenger Di Perairan Sambas

    No full text
    Dalam upaya menjaga keselamatan kapal saat beroperasi sekaligus dengan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan merancang sistem kendali kapal yang dapat beroperasi secara otomatis. Pengembangan sistem kendali otomatis ini nantinya bisa memberikan manfaat dalam mengurangi kesalahan manusia dalam mengoperasikan kapal, sekaligus dapat memberikan manfaat dalam mengurangi biaya operasional kapal. Sistem yang dirancang pada penelitian ini merupakan sistem pengendali trayektori untuk kapal yang akan bersandar ke pelabuhan. Perancangan sistem kendali trayektori otomatis ini menggunakan metode logika fuzzy dalam perancangannya. Dimana perancangan sistem mempertimbangkan gangguan cuaca yang berpengaruh pada kapal seperti gelombang laut, dan arus laut. Kapal yang digunakan pada penelitian ini merupakan kapal Ro-Ro Passenger Bahtera Nusantara 3 yang beroperasi dari Pelabuhan Tanjung Uban – Pelabuhan Sintete. Dengan menggunakan metode fuzzy logic dalam perancangan sistem kendalinya, hasil trayektori yang dicapai harus dibawah batasan error sebesar 130,8 m. Simulasi dilakukan dengan menggunakan 3 keaadaan, yaitu tanpa gangguan cuaca, dengan gangguan cuaca dalam kondisi pasang, dan dengan gangguan cuaca dalam kondisi surut. Setelah dilakukan percobaan sistem kendali tanpa menggunakan gangguan cuaca didapatkan rata rata errornya sebesar 16,010 m. Saat dilakukan simulasi dengan menggunakan gangguan cuaca dalam kondisi pasang didapatkan rata rata errornya sebesar 15,218 m. Sedangkan saat dilakukan simulasi dengan menggunakan gangguan dalam kondisi surut didapatkan rata rata errornya sebesar 15,810 m. Setelah dilakukan simulasi tersebut, rata rata error tiap kondisi masih berada pada batasan error, sehingga sistem kendali trayektori yang dirancang sudah mampu mengendalikan trayektori kapal secara baik. =============================================================================================================================================================== In an effort to maintain ship safety during operation while keeping pace with rapid technological developments, one approach that can be taken is to design an automatic ship control system. The development of this automatic control system will provide benefits in reducing human error in ship operation, as well as reducing ship operating costs. The system designed in this study is a trajectory control system for ships docking at ports. The design of this automatic trajectory control system utilizes fuzzy logic in its development. The system design takes into account weather disturbances that affect the vessel, such as sea waves and ocean currents. The vessel used in this study is the Ro-Ro Passenger Bahtera Nusantara 3, which operates between Tanjung Uban Port and Sintete Port. By using the fuzzy logic method in the control system design, the achieved trajectory must be below the error limit of 130.8 m. The simulation was conducted using three conditions: without weather disturbances, with weather disturbances during high tide, and with weather disturbances during low tide. After testing the control system without weather disturbances, the average error was 16.010 m. When simulations were conducted with weather disturbances during high tide, the average error was 15.218 m. Meanwhile, when simulations were conducted with weather disturbances during low tide, the average error was 15.810 m. After conducting these simulations, the average error for each condition remained within the error limits, indicating that the designed trajectory control system is capable of effectively controlling the ship's trajectory

    Rancang Bangun Monitoring System Flow Rate, Pressure Drop, Dan Temperature Pada Heat Exchanger Dengan Nanofluida Sebagai Fluida Kerja

    No full text
    Pada penelitian ini membahas sistem monitoring real-time untuk mengamati parameter fluida berupa flow rate, pressure drop, dan temperature pada sistem heat exchanger dengan menggunakan air, nanofluida ZnO, dan nanofluida ZnO@TiO₂ sebagai fluida kerja. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengetahui performa perpindahan panas dan karakteristik hidraulik dari berbagai jenis fluida, serta mengembangkan sistem monitoring berbasis Arduino Mega 2560 dan antarmuka LabVIEW yang mampu menampilkan serta menyimpan data secara langsung. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan temperature fluida 35°C, 45°C, dan 55°C, kecepatan aliran udara menggunakan kipas 8 m/s, 9 m/s, dan 10.5 m/s, serta bukan valve untuk memengaruhi laju alir dan tekanan. Validasi sensor dilakukan menggunakan metode pembanding terhadap alat ukur yang terkalibrasi/validator, dengan hasil error pengukuran berada dalam rentang yang dapat diterima. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa air memiliki performa perpindahan panas tertinggi pada rentang operasi tersebut yang tidak terlalu jauh, sehingga dengan tcout mendekati Tin, maka ΔTLMTD mengecil, dan hal ini dapat menurunkan nilai Q meskipun nanofluida secara data punya U lebih tinggi dari pada air, ditandai dengan nilai ΔT nanofluida lebih tinggi daripada air. Peningkatan suhu menyebabkan penurunan viskositas fluida dan tekanan, namun meningkatkan efisiensi perpindahan panas. Sistem monitoring yang dikembangkan mampu mencatat data secara stabil dan mendukung analisis performa secara dinamis. Sistem ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sistem kendali dan pemantauan perpindahan panas di laboratorium atau aplikasi skala industri kecil. ======================================================================================================================== This study discusses the development of a real-time monitoring system designed to observe fluid parameters such as flow rate, pressure drop, and temperature within a heat exchanger system, utilizing water, ZnO nanofluid, and ZnO@TiO₂ hybrid nanofluid as working fluids. The primary objectives of the system are to evaluate the heat transfer performance and hydraulic characteristics of various fluids, as well as to develop a monitoring platform based on Arduino Mega 2560 integrated with a LabVIEW interface capable of displaying and recording data in real time. Experimental tests were conducted by varying the fluid temperature at 35°C, 45°C, and 55°C, adjusting air flow velocities using fans at 8 m/s, 9 m/s, and 10.5 m/s, and modifying valve openings to influence both flow rate and pressure. Sensor validation was performed by comparing sensor readings with calibrated measurement instruments (validators), with the resulting measurement errors falling within acceptable limits. The results indicate that, under the tested conditions, water exhibited the highest heat transfer performance. However, as the outlet temperature Tout of water approached its inlet temperature Tin, the resulting logarithmic mean temperature difference ΔTLMTD decreased, which reduced the calculated heat transfer rate (Q), despite nanofluids demonstrating higher overall heat transfer coefficients (U). This was evidenced by higher ΔT values for the nanofluids compared to water. Additionally, increasing fluid temperature was found to reduce viscosity and pressure, while improving heat transfer efficiency. The developed monitoring system successfully recorded data in a stable manner and supported dynamic performance analysis. This system is expected to serve as a reference for future development of heat transfer control and monitoring systems in laboratory settings or small-scale industrial applications

    Redesain Kampanye "Indonesia Spice Up the World" sebagai Pendukung Gastrodiplomasi Indonesia

    No full text
    Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang melimpah dengan beragam jenis makanan dari berbagai daerah. Sebagai bentuk strategi soft power, pemerintah Indonesia meluncurkan program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) untuk mempromosikan kuliner nasional secara global. Selama kampanye berjalan, ISUTW lebih berorientasi pada ekspansi industry makanan dalam aspek ekonomi. Padahal, gastrodiplomasi didefinisikan sebagai metode holistik dimana kuliner diperkenalkan secara menyeluruh untuk membangun pemahaman budaya melalui nilai, sejarah, dan identitas suatu negara. Hal ini belum tersampaikan secara optimal pada pelaksanaan kampanye ISUTW. Maka, untuk mengoptimalkan hal tersebut, diperlukan redesain kampanye sehingga nilai budaya di balik kuliner Indonesia dapat tersampaikan kepada masyarakat internasional. Perancangan ini disusun melalui pendekatan kualitatif, dengan tahap awal studi literatur untuk mendukung latar belakang masalah, mendalami gastrodiplomasi sebagai topik perancangan,mengkaji kampanye sebagai strategi komunikasi dan visual, studi eksisting, dan studi komparator terhadap kampanye sejenis. Selanjutnya dilakukan depth interview dengan stakeholder guna memahami konteks dan kebutuhan kampanye ISUTW, serta depth interview dengan target audiens untuk menggali persepsi, pemahaman, dan perilaku mereka terhadap topik yang diangkat. Data yang terkumpul diolah dalam tahapan eksperimental untuk merumuskan big idea serta mengembangkan strategi komunikasi, media, dan visual. Tahap evaluasi dilakukan melalui validasi oleh stakeholder dan ahli, serta user testing untuk mendapatkan masukan dari target audiens. Implementasi luaran media yaitu video ads, mobile- based website, aktivasi acara, dan merchandise yang disusun berdasarkan strategi komunikasi. Perancangan bertujuan agar kampanye ISUTW tersampaikan lebih optimal dengan memanfaatkan kekayaan kuliner Indonesia sebagai aset soft power untuk mendukung gastrodiplomasi. Diharapkan dengan kampanye ini kuliner Indonesia dapat dikenal oleh masyarakat internasional secara menyeluruh termasuk nilai budayanya. ================================================================================================================================== Indonesia has a rich culinary heritage with a wide variety of dishes from various regions. Aspart of soft power strategy, the Indonesian government launched the Indonesia Spice Up theWorld (ISUTW) campaign to promote Indonesian cuisine globally. During the campaign,ISUTW has been focused on expanding the food industry from the economic aspect. In contrast,gastrodiplomacy is defined as a holistic approach where food is introduced comprehensively toshare cultural understanding through value, history, and national identity, which has yet to be fully conveyed in the ISUTW campaign. To address this, a campaign redesign is needed toensure that the cultural value behind Indonesian cuisine can be communicated more effectivelyto international audience.The campaign project uses qualitative approach with literature review to analyze the problem,focusing on gastrodiplomacy as the topic, and examine campaigns as a form of visualcommunication strategy. This project includes the study of existing cases and comparablecampaigns. In-depth interviews were conducted with stakeholders and target audience tounderstand the context and needs for the ISUTW, while gaining insights about their perceptions,understanding, and behavior regarding the topic. The collected data informed an experimentalstep that led to the formulation of a big idea and the development of communication, media,and visual strategies. The evaluation stage involved validation by stakeholders and experts,followed by user testing to gather feedback from the target audience. The campaign isimplemented through media outputs including video ads, mobile-based website, eventactivation, and merchandise.This project aims to optimize the ISUTW campaign by utilizing Indonesia’s culinary heritageas a soft power asset to support gastrodiplomacy. Through this, Indonesian cuisine is expectedto be recognized by international audiences and the cultural values within it

    Desain Peningkatan Kapasitas Dermaga Ii Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) Pelabuhan Probolinggo, Kota Probolinggo, Jawa Timur

    No full text
    Penelitian ini membahas desain peningkatan kapasitas Dermaga II Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) di Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur, sebagai respons terhadap kebutuhan pelayanan kapal berkapasitas hingga 50.000 DWT. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan panjang dermaga eksisting segmen IV yang tidak mampu melayani kapal besar sesuai standar desain nasional. Studi ini mengkaji kondisi eksisting, menentukan kebutuhan teknis dermaga, dan merumuskan rekomendasi pengembangan berbasis analisis struktur menggunakan perangkat lunak SAP2000. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data teknis (angin, arus, tanah, batimetri, spesifikasi kapal), analisis beban vertikal dan horizontal (termasuk beban mati, hidup, crane, tumbukan kapal, angin, arus, dan gempa), serta perencanaan dimensi dan penulangan elemen struktur utama seperti pelat lantai, balok, pile cap, tiang pancang, fender, dan bollard. Hasil analisis menunjukkan perlunya penambahan panjang dermaga minimal 139 meter, penggunaan tiang pancang baja diameter 0,914 m, serta sistem perlindungan korosi seperti cathodic protection dan pelapisan HDPE untuk memastikan umur rencana 50 tahun. Penulangan struktur dirancang sesuai standar SNI dan ACI, dengan verifikasi kekuatan terhadap kombinasi beban kritis. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dermaga melalui perpanjangan struktur dan optimalisasi desain elemen utama dapat meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, mendukung pertumbuhan ekonomi regional, serta memperkuat posisi Pelabuhan Probolinggo sebagai simpul logistik strategis di Jawa Timur. ========================================================================================================================================= This study discusses the design for increasing the capacity of Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) Pier II at the Port of Probolinggo, East Java, in response to the need to service vessels with capacities up to 50,000 DWT. The main problem identified is the limited length of the existing pier segment IV, which is unable to accommodate large vessels according to national design standards. This study assesses the existing conditions, determines the pier's technical requirements, and formulates development recommendations based on structural analysis using SAP2000 software. The methodology used includes collecting technical data (wind, current, soil, bathymetry, and ship specifications), analyzing vertical and horizontal loads (including dead, live, crane, ship impact, wind, current, and earthquake loads), and designing the dimensions and reinforcement of key structural elements such as floor slabs, beams, pile caps, piles, fenders, and bollards. The analysis indicates the need to increase the pier length by at least 139 meters, use 0.914 m diameter steel piles, and apply corrosion protection systems such as cathodic protection and HDPE coating to ensure a 50-year design life. The structural reinforcement was designed in accordance with Indonesian National Standard (SNI) and Indonesian International Standard (ACI) standards, with strength verification against critical load combinations. The study's conclusions confirm that increasing pier capacity through structural extension and optimizing the design of key elements can improve port operational efficiency, support regional economic growth, and strengthen the Port of Probolinggo's position as a strategic logistics hub in East Java

    Perancangan Pusat Layanan Harian Lansia Berbasis Inklusivitas Melalui Penerapan Konsep Aging In Place Untuk Mengurangi Isolasi Sosial Lansia

    No full text
    Perancangan Pusat Layanan Harian Lansia bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi pada lansia melalui teori Behavior Setting, konsep Aging in Place, dengan kerangka Force-Based Framework. Lansia mengalami berbagai perubahan pada aspek fisik, psikologis, dan sosial yang memengaruhi kebutuhan serta cara mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan fisik maupun sosialnya. Teori Behavior Setting mengeksplorasi keterkaitan antara lingkungan dengan penggunanya sehingga akan mempengaruhi perilaku pada penggunanya, dengan fokus pada bagaimana desain dapat meningkatkan kesejahteraan pada lansia. Konsep Aging in Place mendukung terciptanya ruang yang memungkinkan lansia untuk dapat menjalani kehidupan sehari hari dengan aman dalam lingkungan yang familiar dan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan dan kemampuan lansia melalui penerapan Universal Design. Force-Based Framework membantu untuk mengintegrasikan setiap elemen desain dengan tepat, hal ini dilakukan melalui pertimbangan faktor fisik dan sosial dari lansia, sehingga dapat terciptanya lingkungan ramah lansia yang dapat mendukung mobilitas, meningkatkan kesehatan mental, serta dapat meningkatkan keterlibatan lansia dalam lingkungan sosial. Rancangan akan mengedepankan terkait Aksesibilitas, Sensibilitas, dan Konektivitas, sehingga diharapkan rancangan dapat menghadirkan rasa keamanan, dan kenyamanan serta akan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan fisik maupun mental dari lansia. ========================================================================================================================================= The design of the Daily Care Center for the Senior Citizens aims to create an elderly-friendly environment that can adapt to their changes through Behavior Management Theory, the Concept of Aging in Place, and a Strength-Based Framework. The Senior experience various changes in physical, psychological, and social aspects that affect their needs and how they interact with their physical and social environments. Behavior Setting Theory explores the relationship between the environment and its users so that it will affect the behavior of its users, with a focus on how design can improve well-being in the senior citizens. The Aging in Place Concept supports the creation of spaces that allow the Senior to live their daily lives safely in familiar environments, accommodating their diverse needs and abilities through the application of Universal Design. The Force-Based Framework helps to integrate each design element appropriately, this is done through consideration of the physical and social factors of the senior, so as to create an elderly-friendly environment that can support mobility, improve mental health, and increase senior social involvement. Force-Based Framework helps to integrate each design element appropriately, this is done through consideration of the physical and social factors of the senior citizens, this creates an elderly-friendly environment that supports mobility, improves mental health, and increases the participation of senior citizens in the social environment. The design will prioritize Accessibility, Sensibility, and Connectivity, so that it is expected that the design can provide a sense of security, and comfort and will be able to improve the quality of life and physical and mental well-being of the senior citizens

    Geopolimer Berpori sebagai Material Enkapsulasi Nutrien Fosfat untuk Slow-Release Fertilizer

    No full text
    Geopolimer berpori berbahan dasar metakaolin telah digunakan sebagai material enkapsulasi pupuk fosfat untuk Slow-Release fertilizer (SRF). Digunakan variasi rasio solid-to-liquid (S/L) 0,75; 1,00; dan 1,25 w/w serta variasi diameter silinder 2 hingga 6 cm dengan tinggi 6 cm. Agen pembentuk pori yang digunakan adalah hidrogen peroksida (H2O2) sebanyak 3,5% dari total massa pasta geopolimer. Geopolimer disintesis menggunakan metode wet mixing kemudian dianalisis laju release ion fosfat selama periode leaching 3 sampai 24 jam. Untuk mengukur jumlah ion fosfat yanag terlarut dalam air leaching, dilakukan karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 880nm dan diperloeh release ion fosfat sebesar 1,55% dalam 24 jam. Selain itu, dilakukan uji porositas, open pores, dan daya serap air. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan raiso S/L berpengaruh terhadap peningkatan porositas, daya serap air, dan distribusi ukuran pori, dimana hasil uji dari ketiganya nilai tertinggi dicapai oleh rasio S/L 1,00. Pada variasi ketebalan berperan dalam mengatur kecepatan release ion fosfat, semakin tebal dinding geopolimer, maka akan semakin pelan laju releasenya. Release ion fosfat mengikuti kinetika Higuchi, yang menunjukkan bahwa fraksi ion yang dilepaskan berbanding lurus dengan akar kuadrat waktu, mengindikasikan mekanisme release dikendalikan oleh proses difusi melalui matriks geopolimer. Geopolimer dengan diameter lebih besar dan rasio S/L lebih tinggi cenderung memiliki laju release yang lebih lambat. Hal ini menegaskan bahwa geopolimer berpori berbahan dasar metakaolin dapat mengontrol kecepatan release untuk aplikasi pertanian berkelanjutan, dengan efisiensi pemupukan yang lebih baik, serta minim dampak negatif terhadap lingkungan. ==================================================================================================================================== Porous geopolymers based on metakaolin have been utilized as encapsulation materials for phosphate fertilizers in Slow-Release Fertilizer (SRF) applications. Variations in the solid-to liquid (S/L) ratio of 0.75, 1.00, and 1.25 w/w were applied, along with cylinder diameters ranging from 2 to 6 cm, all with a consistent height of 6 cm. Hydrogen peroxide (H₂O₂), amounting to 3.5% of the total geopolymer paste mass, was used as the pore-forming agent. The geopolymer was synthesized using a wet mixing method, followed by analysis of the phosphate ion release rate during a leaching period of 3 to 24 hours. To measure the amount of phosphate ions dissolved in the leachate, characterization was performed using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 880 nm, yielding a phosphate ion release of 1.55% over 24 hours. Additionally, tests for porosity, open pores, and water absorption capacity were conducted. The results showed that increasing the S/L ratio influenced an increase in porosity, water absorption, and pore size distribution, with the highest values observed at an S/L ratio of 1.00. Variation in thickness played a role in regulating the phosphate ion release rate; the thicker the geopolymer wall, the slower the release rate. Phosphate ion release followed Higuchi kinetics, indicating that the fraction of ions released is proportional to the square root of time, which suggests that the release mechanism is controlled by diffusion through the geopolymer matrix. Geopolymers with larger diameters and higher S/L ratios tended to have slower release rates. These findings confirm that porous metakaolin-based geopolymers can effectively control release rates for sustainable agricultural applications, enhancing fertilizer efficiency while minimizing negative environmental impacts

    Pengembangan Sistem Prediksi Risiko Nodul Tiroid pada Citra Cine-clip Ultrasonografi Berbasis TI-RADS dan Deep Learning

    No full text
    Kanker tiroid merupakan salah satu kanker dengan prevalensi tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Adapun ultrasonografi (USG) umumnya digunakan sebagai modalitas utama dalam pemeriksaan nodul tiroid. Proses diagnosis yang masih sangat bergantung pada pengalaman dan jam terbang dari ahli radiologi menyebabkan proses diagnosis membutuhkan waktu cukup lama. Berbagai metode Computer-Aided Diagnosis (CAD) telah dikembangkan untuk membantu dokter spesialis radiologi dalam menganalisis citra USG nodul tiroid. Akan tetapi, sebagian besar dari penelitian sebelumnya hanya berfokus pada citra USG statis, dimana informasi yang disediakan kurang komprehensif karena hanya terpaku pada aspek spasial tanpa memperhatikan aspek temporal. Metode yang ada juga tidak dilengkapi dengan visualisasi, sehingga klasifikasi nodul dilakukan tanpa disertai penjelasan terkait fitur yang melatarbelakangi keputusan model. Hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan dokter spesialis radiologi terhadap metode CAD karena tidak selaras dengan pendekatan proses diagnosis yang umum dilakukan. Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengembangan model deep learning yang terintegrasi dengan panduan TI-RADS. Penelitian ini memanfaatkan citra sekuensial (cine-clip) USG dan informasi klinis yang memungkinkan model memahami karakteristik nodul secara lebih komprehensif. Klasifikasi citra sekuensial dilakukan dengan metode fine-tuned BiLSTM untuk memanfaatkan informasi temporalnya. Sementara itu, klasifikasi berbasis informasi klinis dilakukan dengan memanfaatkan Multilayer Perceptrons (MLP). Terakhir, model menentukan kategori nodul dan dilengkapi visualisasi terkait fitur TI-RADS yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Penelitian ini mengembangkan metode prediksi risiko keganasan nodul tiroid yang terintegrasi karakteristik TI-RADS dengan tujuan meningkatkan akurasi dan efisiensi proses diagnosis serta kemampuan interpretasi model CAD. Metriks yang digunakan dalam proses evaluasi performa model meliputi confusion matrix, akurasi, presisi, sensitivitas, dan kurva ROC. Model menghasilkan akurasi sebesar 90% dengan mean of sensitivity and spesificity (MSS) senilai 75% pada data validasi. Sementara itu, pada data test model mencapai akurasi sebesar 74% dengan MSS senilai 0.62. ================================================================================================================================== Thyroid cancer has become increasingly prevalent over the last 30 years, and ultrasonography (USG) is the primary tool for evaluating thyroid nodules. The diagnostic process is often lengthy and depends heavily on a clinician's expertise. Many Computer-Aided Diagnosis (CAD) methods have been developed to assist clinicians in analyzing Thyroid Nodule USG images. However, most of these systems use static images, which lack the temporal information found in sequential images (cine-clips). Additionally, existing methods often focus solely on binary classification (benign or malignant) without providing a visual breakdown of the TI-RADS features, which can reduce radiologists' confidence in the CAD method as it aligns differently from the radiologists' typical diagnosis process approach. In this study, a deep learning model integrated with TI-RADS guidelines was develope. Moreover, this research utilizes both thyroid nodule sequential (cine-clip) USG images and its clinical informations, which allow the model to understand the characteristics of the nodules more comprehensively. This sequential image computation uses the fine-tuned BiLSTM method to utilize its temporal information. Meanwhile, the clinical data computation uses Multilayer Perceptrons (MLP). The model will then determine whether the nodule is benign or malignant and provide visualizatio of the TI-RADS features behind the decision. This research develops a thyroid nodule malignancy risk prediction method integrated with TI-RADS characteristics to improve the accuracy and efficiency of the diagnosis process, as well as CAD model interpretability. Metrics used in the model performance evaluation process include confusion matrix, accuracy, precision, sensitivity, and ROC curve. This model achieved accuracy of 90% and mean of sensitivity and specificity (MSS) of 75% on the validation set and accuracy of 74% and MSS of 0.62 on the test set

    Penilaian Risiko Pada Proyek Engineering Procurement Construction Dengan Metode Interpretive Structural Modelling (ISM)

    No full text
    Proyek Engineering Procurement Construction (EPC) telah menarik perhatian luas dalam industri konstruksi dalam beberapa tahun terakhir karena menjadi potensi yang tinggi untuk pengembangan baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara. Untuk mengambil kesempatan tersebut, diperlukan strategi manajemen proyek untuk menghadapi permasalahan seperti pembengkakan biaya, keterlambatan waktu, dan hilangnya produktivitas. Namun, upaya penelitian mengenai manajemen risiko proyek EPC masih sangat terbatas, terutama yang berfokus pada studi saling ketergantungan risiko dalam proyek-proyek EPC dari perspektif alur siklus proyek dan berbagai risiko risikonya. Tesis ini dilakukan dengan memunculkan struktur hubungan timbal balik yang ada diantara variabel risiko proyek EPC. Risiko dimunculkan dengan mempertimbangkan 62 faktor risiko yang dikerucutkan dengan analisis Probability Impact Matrix. Risiko yang saling berhubungan didapatkan melalui analisis keterkaitan dengan metode Interpretive Structural Modeling (ISM). Selain untuk mempertimbangkan risiko mana yang memiliki pengaruh terbesar, metode ini digunakan untuk mengetahui risiko mana yang paling dipengaruhi dan paling mempengaruhi pada interaksi antar risiko. Hasil analisis disajikan dalam bentuk model level ISM dan melalui diagram Matrix of Cross Impact Multiplications (MICMAC) yang terkategori dalam besarnya pengaruh dan besarnya variabel tersebut dipengaruhi. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel risiko dengan tingkat tertinggi yaitu pada produk desain teknik yang tidak memadai, ketidakjelasan klausul kontrak dan dokumen, dan kondisi cuaca yang mempengaruhi produktivitas kerja yang secara tidak langsung saling memiliki efek berjenjang terhadap target proyek yaitu kepuasan owner/stakeholder. ======================================================================================================================================= Engineering Procurement Construction (EPC) projects have attracted widespread attention in the construction industry in recent years due to their high potential for development in both Indonesia and Southeast Asia. To take this opportunity, a project management strategy is needed to deal with problems such as cost overruns, time delays, and loss of productivity. However, research efforts on EPC project risk management are still very limited, and there has been no previous in-depth research that focuses on the study of risk interdependence in EPC projects from the perspective of the project cycle flow and its various risks. This thesis is conducted by bringing out the structure of the reciprocal relationship between risk variables using the Interpretive Structural Modeling (ISM) method. Risk dependency by considering 62 risk factors that are grouped and 11 target projects in the EPC project. The interrelated risks/interactions between these risks are obtained to consider which risks have the greatest influence and which risks have the most influence on other risks. The results of the analysis are presented in the form of an ISM chain diagram and through a map diagram categorized in terms of the magnitude of influence and the magnitude of the variables affected. The results of the analysis show that the risk variables with the highest level are inadequate engineering product design, unclear contract clauses and documents, and weather conditions that affect work productivity which indirectly have a cascading effect on the project target, namely owner/stakeholder satisfaction

    Flexible Housing: Adapting To The Work Patterns Of Industry Workers

    No full text
    Studi ini mengeksplorasi desain hunian fleksibel yang merespons rutinitas harian dan kebutuhan spasial pekerja industri di Surabaya. Dengan mempertimbangkan jadwal shift dan aktivitas informal, proyek ini menggabungkan tata letak unit adaptif, fasilitas umum, dan ruang komersial terintegrasi dalam sistem spasial modular. Desain ini meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan lingkungan, dan interaksi sosial melalui halaman bersama dan strategi sirkulasi inklusif. Dikembangkan menggunakan Kerangka Kerja Berbasis Kekuatan dan pemikiran desain diakronis, konsep ini dibentuk oleh pemetaan aktivitas berbasis waktu yang mencerminkan perubahan rutinitas pekerja. Pendekatan ini memungkinkan desain untuk berkembang seiring waktu bersama penggunanya dengan mempromosikan adaptabilitas spasial jangka panjang, ketahanan sosial-ekonomi, dan peningkatan kelayakan huni dalam lingkungan industri perkotaan yang dinamis. Hasil studi ini adalah solusi hunian vertikal berorientasi konteks yang terdiri dari modul unit yang dapat disesuaikan dengan dinding geser dan fasad lipat untuk mewujudkan tata letak yang dapat diperluas hingga balkon. Lebih lanjut, penerapan blok sirkulasi terpusat dengan halaman terintegrasi, dapur dan ruang santai komunal semi-publik, serta area komersial untuk mata pencaharian sekunder untuk mengakomodasi perilaku pengguna dalam membangun kebersamaan dengan lingkungan sekitar. Sistem struktur rangka baja yang didukung oleh material industri bersumber terdekat diterapkan dalam meningkatkan konstruksi yang lebih fleksibel dalam hal akses dan durasi. ============================================================ This study explores a flexible housing design that responds to the daily routines and spatial needs of industrial workers in Surabaya. Considering shift schedules and informal activities, the project combines adaptive unit layouts, public amenities, and integrated commercial spaces within a modular spatial system. The design enhances accessibility, environmental comfort, and social interaction through shared courtyards and inclusive circulation strategies. Developed using the Force-Based Framework and diachronic design thinking, the concept is shaped by time-based activity mapping that reflects workers' changing routine. This approach allows the design to evolve over time alongside its users by promoting long-term spatial adaptability, socio-economic resilience, and improved livability in a dynamic urban industrial setting. The result of this study is a context-oriented vertical housing solution composed of customizable unit modules with sliding walls and fold-up facade to realize an expandable layout up to the balcony. Furthermore, applying centralized circulation blocks with integrated courtyards, semi-public communal kitchens and lounges, commercial areas for secondary livelihoods to accommodate users’ behavior in establishing togetherness with the neighborhood. A steel frame structure system supported by the nearest sourced industry materials from applied in enhancing a more flexible construction in terms of access and duration

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇