49971 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Religiusitas Mahasiswa ITS Terhadap Tingkat Stres Menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS)
Kesehatan mental mahasiswa merupakan isu krusial yang semakin mendapat perhatian di berbagai institusi pendidikan, termasuk Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS, di mana tekanan akademik, sosial, dan personal sering kali berakumulasi menjadi sumber stres yang signifikan. Stres ini dapat berdampak buruk pada prestasi akademik, hubungan sosial, serta kesejahteraan emosional mahasiswa. Salah satu faktor yang diyakini mampu memberikan pengaruh dalam mengurangi tingkat stres adalah religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh religiusitas terhadap tingkat stres mahasiswa FSAD ITS dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS), yang mampu memodelkan hubungan kompleks antara variabel laten dengan indikator-indikatornya. Religiusitas dalam penelitian ini diukur melalui The Centrality of Religiosity Scale (CRS-15), sebuah instrumen yang mengukur lima dimensi religiusitas yaitu dimensi intelektual, ideologis, praktik publik, praktik pribadi, dan pengalaman beragama, sementara stres diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21), yang menilai tiga aspek utama, yaitu depresi, kecemasan, dan stres. Data dikumpulkan berdasarkan survei melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa FSAD ITS yang terdiri dari enam departemen yaitu Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, Statistika, dan Sains Aktuaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh negatif terhadap stres dengan nilai koefisien sebesar -0,197, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas, maka semakin rendah tingkat stres mahasiswa. Namun demikian, besarnya pengaruh tersebut tergolong lemah, dengan nilai R-square sebesar 0,039, menunjukkan bahwa religiusitas hanya mampu menjelaskan 3,9% variasi stres. Dimensi religiusitas yang paling kuat membentuk konstruk adalah pengamalan beragama dan intelektual.
========================================================================================================================================
Mental health among university students is a critical issue that is increasingly receiving attention across educational institutions, including the Faculty of Science and Data Analytics (FSAD) at ITS, where academic, social, and personal pressures often accumulate into significant sources of stress. This stress can have adverse effects on academic performance, social relationships, and emotional well-being among students. One factor believed to have an influence in reducing stress levels is religiosity. This study aims to conduct an in-depth analysis of the influence of religiosity on stress levels among FSAD ITS students using the Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) method, which can model complex relationships between latent variables and their indicators. Religiosity in this study was measured using the Centrality of Religiosity Scale (CRS-15), an instrument that assesses five dimensions of religiosity: intellectual, ideological, public practice, private practice, and religious experience. Stress was measured using the Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21), which evaluates three main aspects: depression, anxiety, and stress. Data were collected through a survey by distributing questionnaires to FSAD ITS students from six departments: Biology, Physics, Chemistry, Mathematics, Statistics, and Actuarial Science. The results of the study indicate that religiosity has a negative effect on stress with a coefficient value of -0.197, indicating that the higher the level of religiosity, the lower the level of stress among students. However, the magnitude of this influence is considered weak, with an R-square value of 0.039, indicating that religiosity can only explain 3.9% of stress variation. The dimensions of religiosity that most strongly form the construct are religious practice and intellectual religiosity
Deteksi Risiko Kematian Jantung Mendadak pada Fibrilasi Ventrikel Menggunakan Rompi ECG Berbasis Delineasi dan Convolutional Neural Network
Kematian jantung mendadak (Sudden Cardiac Death/SCD) merupakan kondisi fatal yang disebabkan oleh gangguan mendadak pada fungsi jantung, baik pada individu dengan maupun tanpa riwayat penyakit jantung. Sekitar 80% kasus SCD dipicu oleh aritmia ventrikel, khususnya fibrilasi ventrikel (VF), yang ditandai oleh perubahan morfologi kompleks QRS, panjang siklus, dan amplitudo sinyal ECG. Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien sehingga pengembangan teknologi pemantauan ECG berbasis wearable diperlukan untuk deteksi dini. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dini risiko SCD berbasis wearable ECG berbentuk rompi dengan tiga elektroda sesuai kaidah Einthoven lead II, yaitu RA di dada kanan atas, LA di dada kiri atas, dan LL di bawah LA yang menempel langsung pada kulit. Sistem dilengkapi dengan Raspberry Pi 4B sebagai unit pemrosesan dan modul ADS1115 untuk mengubah sinyal ECG analog menjadi digital. Sinyal ditampilkan secara real-time dengan klasifikasi setiap satu menit berdasarkan data terkumpul. Data penelitian terdiri atas 1.335 data (primer dan sekunder). Data primer diperoleh dari 10 subjek (5 laki-laki dan 5 perempuan) dalam kondisi duduk santai. Sebanyak 1.024 data digunakan untuk pelatihan dan 311 data untuk pengujian. Sinyal ECG diproses melalui filtering, normalisasi, dan delineasi menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT) hingga level lima. Proses delineasi mendeteksi lima titik penting: Q onset, R peak, S offset, T peak, dan T offset. Enam parameter berupa amplitudo dan waktu dari masing-masing titik tersebut dijadikan input ke dalam model Convolutional Neural Network (CNN) tanpa ekstraksi fitur tambahan. Model menunjukkan performa tinggi dengan akurasi 98,7%, sensitivitas 98,1%, spesifisitas 99%, dan presisi 98,7%, sehingga sistem ini berpotensi menjadi solusi praktis, efisien, dan non-invasif untuk pemantauan risiko SCD secara dini dalam kehidupan sehari-hari.
======================================================================================================================================
Sudden cardiac death (SCD) is a fatal condition caused by a sudden disruption in heart function, both in individuals with and without a history of heart disease. Approximately 80% of SCD cases are triggered by ventricular arrhythmias, particularly ventricular fibrillation (VF), which is characterized by changes in QRS complex morphology, cycle length, and ECG signal amplitude. This condition requires rapid treatment to increase the chance of patient safety, so the development of wearable-based ECG monitoring technology is needed for early detection. This study develops a wearable ECG-based SCD risk early detection system in the form of a vest with three electrodes placed according to Einthoven lead II configuration: RA (right upper chest), LA (left upper chest), and LL (below the LA), directly attached to the skin. The system is equipped with a Raspberry Pi 4B as the processing unit and an ADS1115 module to convert the analog ECG signal into digital. The signals are displayed in real-time with classification every one minute based on the collected data. A total of 1,335 ECG samples (from both primary and secondary sources) were used, with 1,024 for training and 311 for testing. Primary data were collected from 10 subjects (5 males and 5 females) in a relaxed sitting position. ECG signals underwent filtering, normalization, and delineation using Discrete Wavelet Transform (DWT) up to the fifth level. The delineation process identified five key points: Q onset, R peak, S offset, T peak, and T offset. Six amplitude and time-based parameters from these points were used as input to a Convolutional Neural Network (CNN) model without additional feature extraction. The model achieved high performance, with 98.7% accuracy, 98.1% sensitivity, 99% specificity, and 98.7% precision. This system shows strong potential as a practical, efficient, and non-invasive solution for early SCD risk monitoring in daily life
Studi Numerik Pengaruh Kecepatan Kendaraan Dengan Variasi SoC Aktivasi Hybrid Dan Kecepatan Putaran ICE Terhadap SoH Baterai PHEV ITS Pada PROFIL HCU Eco
Hybrid electric vehicle (HEV) adalah solusi atas tingginya kontribusi emisi green house gasses (GHG) global dari sektor transportasi. Harga baterai yang sangat tinggi pada HEV membuat depresiasi akibat penuaan baterai bernilai signifikan. Pada umumnya, baterai dikategorikan telah mencapai End of Life (EoL) ketika State of Health (SoH) baterai telah turun menjadi 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variasi parameter program hybrid control unit (HCU) pada profil ECO terhadap SoH baterai di PHEV ITS. Hal ini dicapai dengan melakukan analisis numerik menggunakan Generic Cycle Life Model pada MATLAB Simulink. Parameter input model adalah data sekunder berupa profil arus dan temperatur baterai yang didapat dari hasil dynotest PHEV ITS. Dynotest dilakukan pada 24 program HCU, yang terdiri dari kombinasi parameter kecepatan kendaraan (10, 20, dan 30 km/jam), State of Charge (SoC) aktivasi hybrid (40% dan 50%), dan kecepatan putaran Internal Combustion Engine (ICE) (7000 RPM dan 7500 RPM) mulai SoC baterai 100% dan berakhir saat SoC baterai 20% atau konsumsi bahan bakar ICE 1,5 liter. Generic Cycle Life Model menghitung pengaruh variasi parameter program HCU terhadap SoH baterai berdasarkan akumulasi faktor stres C-rate/arus, temperatur, dan depth of discharge (DoD). Perhitungan dilakukan dengan menyimulasikan profil arus baterai dari tiap program secara berulang mulai Beginning of Life (BoL) baterai (SoH 100%) hingga EoL baterai (SOH 80%), sehingga menghasilkan masa operasi baterai yang selanjutnya disebut waktu EoL baterai. Waktu EoL baterai yang paling lama (5,93 tahun) didapat pada program P4 dengan kecepatan input 10 km/jam, kecepatan output 10 km/jam, kecepatan putaran ICE 7500 RPM, dan SoC aktivasi hybrid 50%. Biaya operasi (termasuk depresiasi baterai) paling rendah (574,36 Rp/km) didapat pada program P24.
========================================================================================================================================
Hybrid electric vehicles (HEVs) are the solution to the high contribution of global green house gasses (GHG) emissions from the transportation sector. The very high price of batteries in HEVs makes depreciation due to battery aging significant. In general, batteries are categorized as having reached End of Life (EoL) when the State of Health (SoH) of the battery has dropped to 80%. This research aims to analyze the effect of variations in hybrid control unit (HCU) program parameters in the ECO profile on the battery SoH in PHEV ITS. This is achieved by performing numerical analysis using the Generic Cycle Life Model in MATLAB Simulink. The model input parameters are secondary data in the form of battery current and temperature profiles obtained from the PHEV ITS dynotest results. Dynotests were conducted on 24 HCU programs, consisting of a combination of vehicle speed parameters (10, 20, and 30 km/h), hybrid activation State of Charge (SoC) (40% and 50%), and Internal Combustion Engine (ICE) rotation speed (7000 RPM and 7500 RPM) starting at 100% battery SoC and ending at 20% battery SoC or 1.5 liters of ICE fuel consumption. The Generic Cycle Life Model calculates the effect of HCU program parameter variations on battery SoH based on the accumulated stress factors of C-rate/current, temperature, and depth of discharge (DoD). The calculation is done by simulating the battery current profile of each program repeatedly from the Beginning of Life (BoL) of the battery (SoH 100%) to the EoL of the battery (SOH 80%), resulting in the battery operating life which is called the battery EoL time. The longest battery EoL time (5.93 years) was obtained in program P4 with an input speed of 10 km/h, an output speed of 10 km/h, an ICE rotation speed of 7500 RPM, and a hybrid activation SoC of 50%. The lowest operating cost (including battery depreciation) (574.36 Rp/km) was obtained in program P24
Pemodelan PDRB Per Kapita di DKI Jakarta dan Bodetabek, dengan Pendekatan Ekonometrika Panel Spasial Durbin Model
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur aktivitas ekonomi di suatu wilayah. Pemodelan terhadap PDRB per kapita di DKI Jakarta perlu dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang signifikan dalam memengaruhi pertumbuhan ekonomi, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan strategis. PDRB diduga berkaitan dengan berbagai input produksi seperti modal, tenaga kerja, dan investasi, serta kondisi sosial dan geografis wilayah. Sebagai wilayah dengan keterkaitan ekonomi yang tinggi dengan daerah sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi/BODETABEK), analisis spasial menjadi penting untuk memahami ketergantungan antar wilayah. Data panel spasial dapat menangkap dimensi waktu (time series) dan ruang (spasial), serta unggul dalam menganalisis perubahan dinamis dan interaksi antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan memodelkan faktor-faktor ekonomi yang signifikan terhadap PDRB ADHK per kapita DKI Jakarta, dengan mempertimbangkan keterkaitan spasial antar wilayah administratif. Variabel-variabel yang menjadi fokus analisis adalah penanaman modal dalam negeri, investasi, rata-rata lama sekolah serta jumlah tenaga kerja. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan spasial dengan pendekatan area dan menggunakan pengaruh spasial baik dari variabel dependen maupun variabel independen yaitu dengan menggunakan metode spatial Durbin Model (SDM) dan spatial Durbin error model (SDEM). Model terbaik yang didapatkan adalah Spatial Durbin Model Fixed Effect (SDM-FE) dengan variabel yang signifikan yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), Jumlah Tenaga Kerja (JTK) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dengan R² sebesar 88%. Model tersebut menggambarkan bahwa PDRB ADHK per kapita di wilayah yang diamati dipengaruhi oleh kasus yang sama di wilayah yang berdekatan (tetangga).
=========================================================================================================================================
Gross Regional Domestic Product (GRDP) is one of the main indicators to measure economic activity in a region. Modeling of GRDP per capita in DKI Jakarta needs to be done to understand the significant factors in influencing economic growth, so that it can be the basis for making strategic policies. GRDP is suspected to be associated with various production inputs such as capital, labor, and investment, as well as the social and geographical conditions of the region. As a region with high economic linkages with the surrounding areas (Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi/BODETABEK), spatial analysis is important to understand the dependency between regions. Spatial panel data can capture the dimensions of time (time series) and space (spatial), and excels in analyzing dynamic changes and interactions between regions. This study aims to analyze the influence and model significant economic factors on GRDP ADHK per capita DKI Jakarta, by considering the spatial linkages between administrative regions. The variables that are the focus of the analysis are domestic investment, investment, average length of schooling and number of workers. In this study, spatial modeling was carried out with an area approach and using spatial influences from both dependent and independent variables, namely by using the Spatial Durbin Model (SDM) and Spatial Durbin Error Model (SDEM) methods. The best model obtained was the Spatial Durbin Model Fixed Effect (SDM-FE) with significant variables, namely Domestic Investment (PMDN), Foreign Investment (PMA), Number of Workers (JTK) and Average Length of Schooling (RLS) with an R² of 88%. The model illustrates that the PDRB ADHK per capita in the observed area is influenced by the same case in the adjacent area (neighbor)
Structural Strength Assessment on Poop Deck for Installation of Free-Fall Lifeboat and Launching Appliances
Kapal laut yang beroperasi dalam kondisi laut yang keras dan tak terduga menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan bagi awak dan penumpang, sehingga diperlukan penerapan sistem evakuasi laut yang efektif. Karena kecepatannya yang tinggi dan risiko tersangkut yang lebih rendah, sekoci penyelamat jatuh bebas muncul sebagai pilihan yang lebih aman dibandingkan sekoci penyelamat tradisional yang diluncurkan dengan mesin davit. Namun, pemasangan sekoci penyelamat jatuh bebas pada kapal tanker yang sudah ada memerlukan penilaian struktural yang menyeluruh, terutama saat melakukan retrofit pada struktur dek yang sudah ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kekuatan struktural dek buritan kapal tanker produk yang sudah ada, MT Marine Lynx dengan DWT 4.999 ton, untuk pemasangan sistem peluncur sekoci penyelamat jatuh bebas. Didorong oleh insiden sebelumnya yang melibatkan kegagalan alat peluncur, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lembaga klasifikasi dan Aturan Struktural Umum IACS untuk Kapal Curah dan Kapal Tanker Minyak. Analisis dilakukan menggunakan Metode Elemen Hingga (FEM) untuk mensimulasikan kondisi pembebanan statis yang mewakili berat sekoci penyelamat dan alat peluncur. Studi ini berfokus pada tegangan von Mises dan hasil deformasi total yang diperoleh dari analisis yang dilakukan. Studi ini menyimpulkan bahwa berdasarkan analisis tersebut, hasil-hasil ini dinilai berdasarkan ambang batas tegangan dan faktor keamanan yang diizinkan sebagaimana ditetapkan oleh lembaga klasifikasi. Temuan ini menegaskan bahwa struktur dek buritan yang ada memenuhi kriteria integritas struktural yang dipersyaratkan di bawah beban statis, yang menunjukkan kepatuhan terhadap standar peraturan yang berlaku.
===================================================================================================================================
Marine vessels operating in harsh and unpredictable sea conditions pose significant safety risks for both the crews and passengers, necessitating the implementation of effective marine evacuation systems. Due to their quick deployment and lower chance of entanglement, free-fall lifeboats have emerged as the safer option compared to traditional davit-launched lifeboats. However, the installation of free-fall lifeboats on existing tanker vessels requires a thorough structural assessment, especially when retrofitting onto existing deck structures. Therefore, this study aims to investigate the structural strength of the poop deck of an existing product tanker, MT Marine Lynx with a DWT 4,999 tons, for the installation of a free-fall lifeboat launching system. Prompted by past incidents involving launching appliance failures, this research underscores the importance of compliance with classification society regulations and the IACS Common Structural Rules for Bulk Carriers and Oil Tankers. The analysis was conducted using the Finite Element Method (FEM) to simulate static loading conditions representative of the lifeboat and launching appliance’s weight. The study focuses on the von Mises stress and total deformation results derived from the analysis performed. The study concludes that based from the analysis, These results were assessed against permissible stress thresholds and safety factors as stipulated by classification societies. The findings confirm that the existing poop deck structure satisfies the required structural integrity criteria under static loading, demonstrating compliance with applicable regulatory standards
Desain Kapal Amphibious Container Truck Pengangkut PLTD Pada Daerah Terisolasi
Kalimantan memiliki banyak daerah terisolasi yang belum terjangkau oleh jaringan listrik nasional. Untuk memenuhi kebutuhan energi, wilayah-wilayah ini mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), yang distribusinya menghadapi kendala geografis dan minimnya infrastruktur pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal amphibious container truck yang mampu mengangkut PLTD dalam bentuk kontainer ke daerah-daerah terisolasi, baik melalui jalur air maupun darat. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pengumpulan data teknis, penentuan ukuran utama kapal, analisis hambatan menggunakan perangkat lunak Maxsurf Resistance, pemilihan sistem propulsi, perhitungan berat kapal, pemodelan desain lambung, serta pemodelan General Arrangement dan 3D Model. Kapal yang dirancang memiliki panjang 8.8 meter, lebar 2,9 meter, tinggi 2 meter, dan sarat air 1,5 meter, serta menggunakan propulsi tunggal dengan kecepatan desain 9 knot. Estimasi total biaya pembangunan kapal ini mencapai Rp 1.673.981.838, yang mencakup komponen utama seperti lambung, sistem propulsi, crane hidrolik, dan roda amfibi. Hasil akhir menunjukkan bahwa desain ini mampu memenuhi kebutuhan transportasi PLTD ke daerah yang tidak memiliki akses pelabuhan dan akses jalan yang sulit dengan memadukan karakteristik kendaraan darat dan kapal air. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mendukung pemerataan energi di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.
==========================================================================================================================================
Kalimantan has many isolated areas that are not yet connected to the national electricity grid. To meet energy needs, these regions rely on Diesel Power Plants (PLTD), whose distribution faces geographical challenges and limited port infrastructure. This study aims to design an amphibious container truck vessel capable of transporting PLTD units, packaged in containers, to these remote areas via both land and water routes. The methodology includes literature review, technical data collection, determination of principal dimensions, resistance analysis using Maxsurf Resistance software, propulsion system selection, weight estimation, and hull form modeling. The designed vessel has a length of 8.8 meters, a beam of 2.9 meters, a height of 2 meters, and a draft of 1.5 meters, with a single propulsion system and a design speed of 9 knots. The total estimated construction cost of the vessel is IDR 1,673,981,838, covering major components such as the hull, propulsion system, hydraulic crane, and amphibious wheels. The final result shows that this design can fulfill the transportation requirements of PLTD units to non-port-accessible areas by integrating the functionalities of both land vehicles and watercraft. This research is expected to offer an innovative solution to support equitable energy distribution in remote regions of Indonesia
Pemodelan dan Estimasi pada Dinamika Perceraian Menggunakan Metode Extended Kalman Filter
Perceraian merupakan peristiwa terputusnya suatu hubungan pernikahan karena salah satu atau kedua belah pihak memutuskan untuk berpisah akibat ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Namun, kehidupan pasca perceraian tidak selalu berjalan dengan baik. Berbagai permasalahan dapat muncul, seperti ketidakstabilan ekonomi, perubahan struktur sosial keluarga, hingga gangguan psikologis. Sebagian masyarakat bahkan menganggap perceraian sebagai bentuk ketidakmampuan pasangan dalam menjaga keharmonisan keluarga, terutama dari pihak istri. Stigma negatif tersebut dapat memperparah kondisi kehidupan pasca cerai. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kasus perceraian di Surabaya mengalami fluktuasi sepanjang tahun 2018–2023. Tahun 2022 tercatat sebagai puncak tertinggi dengan 6.933 kasus perceraian, atau meningkat sebesar 21,08% dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap dinamika perceraian yang diformulasikan dalam bentuk model matematika. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dinamika perceraian dan melakukan estimasi terhadap model menggunakan metode Extended Kalman Filter (EKF). Estimasi parameter dilakukan untuk memperoleh nilai parameter yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Setelah nilai parameter yang sesuai diperoleh, selanjutnya dilakukan estimasi variabel model dinamika perceraian menggunakan parameter tersebut agar hasil estimasi mencerminkan kondisi nyata. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai MAPE untuk data jumlah pernikahan sebesar 0,0316% dan nilai MAPE untuk data jumlah perceraian sebesar 0,1135%. Hal ini menunjukkan bahwa estimasi yang dilakukan memiliki tingkat akurasi tinggi, sehingga metode Extended Kalman Filter dapat digunakan untuk melakukan estimasi variabel lain pada model dinamika perceraian. =====================================================================================================================================
Divorce is the termination of a marriage relationship because one or both parties decide to separate as a result of disharmony in the household. However, life after divorce does not always go smoothly. Various problems can arise, such as economic instability, changes in family social structure, and psychological distress. Some members of society view divorce as a sign of a couple’s inability to maintain family harmony, particularly on the part of the wife. This negative stigma can exacerbate the conditions of post-divorce life. According to data from Statistics Indonesia (BPS), the number of divorce cases in Surabaya fluctuated throughout 2018–2023, with 2022 marking the peak of divorce cases at 6,933, representing an increase of 21.08% from the previous year. Therefore, it is necessary to conduct research on divorce dynamics formulated in the form of a mathematical model. This study aims to model divorce dynamics and estimate the model using the Extended Kalman Filter (EKF) method. In this final project, parameter estimation was performed to obtain parameter values that correspond to actual conditions. Once the appropriate parameter values were obtained, the divorce dynamics model variables were estimated using these parameter values so that the estimation results would reflect actual conditions. Based on the analysis results, the MAPE value for the number of marriages was 0.0316%, and the MAPE value for the number of divorces was 0.1135%. These results indicate that the estimation performed has high accuracy. Thus, the Extended Kalman Filter method can be applied to estimate other variables in the divorce dynamics model
Pemanfaatan Limbah Pyrite PLTU Paiton sebagai Agregat Halus untuk Bahan Perkerasan AC-WC
Dalam dekade terakhir, panjang jalan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan sebesar 54,07%, mencapai 548,4 ribu kilometer pada tahun 2021. Pembangunan infrastruktur jalan yang pesat ini memerlukan material berkualitas tinggi untuk memastikan masa layan yang panjang. Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton menggunakan pulverizer atau mill untuk menggiling batubara menjadi lebih halus sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna. Hasil dari batubara yang tidak dapat digiling tersebut akan menjadi limbah pyrite yang ditampung dalam pyrite system. Pada penelitian ini, limbah pyrite digunakan sebagai agregat halus dalam campuran laston AC-WC. Penggunaan limbah pyrite sebagai agregat halus digunakan sebagai alternatif pengganti penggunaan material alami seperti pasir yang semakin terbatas ketersediaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah pyrite yang paling optimum terhadap kinerja aspal. Kinerja campuran aspal ditinjau berdasarkan karakteristik Marshall. Variasi kadar limbah pyrite yang digunakan dalam campuran adalah 0%, 10%, 30%, 60%, dan 80% dari total berat agregat halus. Hasil penelitian menunjukan kadar aspal optimum pada campuran AC-WC tanpa modifikasi setelah pengujian Marshall adalah 6,33%. Penambahan limbah pyrite cenderung meningkatkan nilai stabilitas dan marshall quotient. Nilai stabilitas dan marshall quotient tertinggi berada pada variasi persentase pyrite 30% 1071,430 kg dengan nilai marshall quotient 358,094 kg/mm dan mengalami penurunan setelah variasi persentase pyrite 30%. Persentase pyrite paling optimum berada pada variasi pyrite 30%, penggunaan limbah pyrite diatas 30% mengakibatkan parameter VIM dan VFA tidak memenuhi spesifikasi. Hal tersebut disebabkan karena gradasi diatas variasi persentase pyrite 30% terlalu halus sehingga partikel halus menyerap sebagian besar aspal untuk melapisi permukaannya, namun tidak cukup mengisi rongga antar agregat secara efektif yang menyebabkan lebih banyak rongga di antara partikel.
====================================================================================================================================
Over the past decade, the total road length in Indonesia has increased significantly by 54.07%, reaching 548.4 thousand kilometers in 2021. This rapid infrastructure development demands high-quality materials to ensure long service life. On the other hand, Paiton Steam Power Plant (PLTU) utilizes a pulverizer or mill to grind coal into finer particles for more efficient combustion. The ungrindable residue from this process becomes pyrite waste, which is collected in the pyrite system. In this study, pyrite waste is used as a fine aggregate in Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixtures. The use of pyrite waste serves as an alternative to natural fine aggregates such as sand, which are increasingly limited in availability. This research aims to determine the optimal proportion of pyrite waste that can improve the performance of asphalt mixtures. The performance is evaluated based on Marshall characteristics. The variations of pyrite waste content used in the mixtures are 0%, 10%, 30%, 60%, and 80% of the total fine aggregate weight. The results show that the optimum asphalt content in the unmodified AC-WC mixture, based on the Marshall test, is 6.33%. The addition of pyrite waste tends to increase the stability and Marshall quotient values. The highest stability and Marshall quotient were obtained at 30% pyrite content, with values of 1071.430 kg and 358.094 kg/mm, respectively. However, the performance began to decline beyond the 30% pyrite content. This is due to the excessively fine gradation, which causes the fine particles to absorb a significant amount of asphalt for coating, but fails to fill the voids between aggregate particles effectively, resulting in higher air voids. The optimal pyrite content was found at 30%, as mixtures with higher pyrite content did not meet the VIM and VFA specifications
Pengembangan Struktur Biaya Kepemilikan dan Nilai Sepanjang Umur Peralatan
Pengelolaan alat berat merupakan aspek penting dalam industri seperti perkebunan, konstruksi, pertambangan, dan logistik karena berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, biaya operasional, dan keberlanjutan bisnis. Keputusan investasi yang baik untuk unit baru maupun penggantian unit lama sering menimbulkan persoalan under value atau over value. Over value berdampak pada tambahan biaya, penurunan pendapatan sewa, dan kerugian investasi. Sedangkan under value berdampak pada keterlambatan peremajaan dan hilangnya potensi keuntungan. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah struktur biaya kepemilikan dan nilai sepanjang umur peralatan serta dilanjutkan dengan mengembangkan rancangan alat bantu analisis biaya kepemilikan dan nilai sepanjang umur alat berat. Penelitian dimulai dengan kerangka kerja yang mengintegrasikan kinerja peralatan, umur peralatan, lokasi kerja, dan klaster usaha terhadap biaya kepemilikan dan nilai sepanjang umur peralatan. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor-faktor tersebut terhadap pendapatan dan biaya kepemilikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja peralatan memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan dan biaya kepemilikan. Sedangkan umur peralatan memiliki pengaruh signifikan terhadap biaya kepemilikan. Lokasi kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sementara klaster usaha tidak menunjukkan pengaruh langsung. Penelitian ini memperluas pemahaman empiris tentang pengelolaan aset alat berat dengan mengintegrasikan pendekatan berbasis kinerja, umur peralatan, lokasi kerja, dan klasterisasi usaha.
===========================================================================================================================================
Heavy equipment management is a crucial aspect in industries such as plantations, construction, mining, and logistics because it significantly impacts productivity, operational costs, and business sustainability. Good investment decisions for new units or replacement of old units often lead to issues of undervaluation or overvaluation. Overvaluation results in additional costs, decreased rental income, and investment losses. Undervaluation, on the other hand, results in delayed rejuvenation and lost profit potential. Therefore, this study aims to develop a structure of ownership costs and lifetime value of equipment, followed by developing a design for analyzing ownership costs and lifetime value of heavy equipment. The study begins with a framework that integrates equipment performance, equipment age, work location, and business clusters into ownership costs and lifetime value of equipment. This study explores the relationship between these factors and revenue and ownership costs. The results show that equipment performance has a significant influence on revenue and ownership costs. Meanwhile, equipment age has a significant influence on ownership costs. Work location has a significant influence on revenue, while business clusters do not show a direct influence. This study expands the empirical understanding of heavy equipment asset management by integrating a performance-based approach, equipment age, work location, and business clusters
Alternatif Desain Struktur Dan Kajian Hidraulik Akibat Penambahan Reservoir Mbah Ratu Kapasitas 2.000 M3 Dan 1.700 M3 Pada Distribusi Air Bersih Di Zona 3 Pelayanan PDAM Kota Surabaya
Reservoir Mbah Ratu terletak di Surabaya Utara tepatnya di Jalan Gresik Nomor 49 merupakan tampungan air untuk meningkatkan tekanan air dalam sistem distribusi serta memastikan ketersediaan air secara kontinu bagi beberapa wilayah layanan yaitu Kecamatan Krembangan, Pabean Cantikan, Simokerto, Kenjeran, dan Semampir. Beberapa wilayah tersebut belum sepenuhnya teraliri air selama 24 jam per hari dengan tekanan di atas 0,2 bar pada tahun 2022 sehingga PDAM Surya Sembada melakukan pembangunan Reservoir Mbah Ratu sebagai booster pada wilayah-wilayah tersebut. Pada penelitian ini dicari alternatif desain struktur reservoir untuk memperoleh desain dengan biaya material yang paling efisien menggunakan software SAP2000. Kemudian dilakukan kajian hidraulis untuk mengetahui efektivitas reservoir terhadap kondisi jaringan distribusi yang akan dilayani oleh Reservoir Mbah Ratu menggunakan software WaterGEMS V8i serta lama umur kehandalan Reservoir Mbah Ratu untuk memenuhi kebutuhan air sesuai dengan rencana bisnis perusahaan yaitu teraliri selama 24 jam per hari dengan tekanan di atas 0,2 bar dengan memproyeksikan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan air dimasa depan. Hasil kajian menunjukkan saat ini Reservoir Mbah Ratu belum efektif meningkatkan tekanan hingga batas minimum yang disyaratkan yaitu ≥ 0,5 bar pada pipa sekunder dan hasil alternatif desain struktur menghasilkan desain dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 6.400 m3 dengan biaya struktur utama sebesar Rp. 16.781.274.559,13.
==================================================================================================================================================
The Mbah Ratu Reservoir is located in North Surabaya, precisely on Jalan Gresik Number 49, which is a water reservoir to increase water pressure in the distribution system and ensure the continuous availability of water for several service areas, namely Krembangan, Cantikan Customs, Simokerto, Kenjeran, and Semampir Districts. Some of these areas have not been fully supplied with water for 24 hours per day with a pressure above 0.2 bar in 2022, so PDAM Surya Sembada is building the Mbah Ratu Reservoir as a booster in these areas. In this study , an alternative reservoir structure design was sought to obtain the most efficient material cost design using SAP2000 software. Then a hydraulic study was carried out to determine the effectiveness of the reservoir on the condition of the distribution network that will be served by the Mbah Ratu Reservoir using WaterGEMS V8i software and the longevity of the reliability of the Mbah Ratu Reservoir to meet water needs in accordance with the company's business plan, which is irrigated for 24 hours per day with a pressure above 0.2 bar by projecting population growth and water needs in the future. The results of the study show that currently the Mbah Ratu Reservoir has not been effective in increasing the pressure to the minimum required limit, which is ≥ 0.5 bar in the secondary pipe, and the alternative results of the structure design resulted in a design with a larger capacity of 6,400 m3 with a main structure cost of Rp. 16,781,274,559.13