49971 research outputs found
Sort by
Analisis Sebaran Awan Konvektif Menggunakan Data Suhu Kecerahan Satelit Himawari-8 Di Wilayah Surabaya
Wilayah perkotaan tropis seperti Surabaya sering mengalami hujan lebat yang dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif. Pemantauan dan analisis awan konvektif sangat penting dalam mendukung sistem peringatan dini cuaca ekstrem. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sebaran spasial awan konvektif di wilayah Surabaya dengan memanfaatkan data suhu kecerahan dari satelit Himawari-8. Metode yang digunakan melibatkan pendekatan ambang batas suhu kecerahan absolut pada kanal inframerah Band 13, dikombinasikan dengan metode Cloud Convective Overlays (CCO) untuk segmentasi spasial. Hasil dari kedua metode tersebut disatukan melalui logika irisan spasial untuk meningkatkan selektivitas dalam mendeteksi awan konvektif aktif. Analisis spasial dilakukan melalui pemetaan evolusi awan konvektif per waktu, pemetaan kepadatan kejadian menggunakan Kernel Density Estimation (KDE), serta estimasi luasan area terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gabungan suhu kecerahan dan CCO mampu mengidentifikasi awan konvektif secara konsisten pada waktu dan wilayah tertentu di Surabaya. Aktivitas konvektif terpantau dominan terjadi di wilayah barat dan selatan kota, terutama pada siang hingga sore hari. Penerapan ambang suhu kecerahan terbukti efektif dalam mengungkap pola spasial konveksi atmosfer di wilayah tropis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan sistem pemantauan cuaca berbasis satelit secara operasional.
==================================================================================================================================
Tropical urban areas such as Surabaya often experience heavy rainfall triggered by the growth of convective clouds. Monitoring and analyzing convective clouds is crucial in supporting early warning systems for extreme weather. This study was conducted to analyze the spatial distribution of convective clouds in the Surabaya area using brightness temperature data from the Himawari-8 satellite. The method used involves an absolute brightness temperature threshold approach on the infrared Band 13 channel, combined with the Cloud Convective Overlays (CCO) method for spatial segmentation. The results of both methods are combined through spatial intersection logic to improve selectivity in detecting active convective clouds. Spatial analysis was conducted through mapping the evolution of convective clouds over time, mapping event density using Kernel Density Estimation (KDE), and estimating the affected area. The results of the study show that the combined brightness temperature and CCO methods are able to consistently identify convective clouds at specific times and locations in Surabaya. Convective activity was predominantly observed in the western and southern parts of the city, particularly during the afternoon and early evening. The application of brightness temperature thresholds proved effective in revealing the spatial patterns of atmospheric convection in tropical regions. This study is expected to serve as a foundation for the development of operational satellite-based weather monitoring systems
Karakteristik Sarang Dan Pohon Sarang Burung Paruh-Kodok Jawa (Batrachostomus Javensis) Di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Indonesia memiliki keanekaragaman burung yang terdiri atas 1.812 spesies burung di
berbagai wilayah Indonesia. Burung memiliki peran yang penting dalam ekosistem, baik
sebagai penyerbuk alami, penyebar biji, pengendali hama, indikator perubahan lingkungan,
maupun menjaga keseimbangan rantai makanan. Selain itu, terdapat jenis burung dengan
keunikan sekaligus karakteristik yang khas dikarenakan penyesuaian diri terhadap habitatnya
yang disebut sebagai burung endemik. Salah satu spesies burung endemik dan dapat dijumpai
di Kawasan TNBTS adalah paruh-kodok jawa (Batrachostomus javensis). Burung paruh-kodok
jawa umumnya memangsa serangga herbivora yang aktif di malam hari, seperti ngengat.
Sehingga, burung ini berperan sebagai predator hama, salah satu komponen ekosistem yang
memiliki hubungan timbal balik dan saling ketergantungan terhadap lingkungannya. Meskipun
burung ini berperan penting dalam ekosistem, penelitian terkait burung ini masih sangat minim
terutama terkait sarang. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk memahami
karakteristik sarang, pohon sarang, dan habitatnya melalui fisiognomi vegetasi dan analisis
faktor risiko kesehatan pohon di sekitar pohon sarang burung paruh-kodok jawa
(Batrachostomus javensis). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
identifikasi karakteristik sarang, pohon sarang, fisiognomi vegetasi menggunakan kode
Dansereau, kesehatan pohon melalui tree mortality and damage protocol oleh ForestGEO untuk
vegetasi sekitar sarang. Hasil penelitian yang didapatkan adalah burung paruh-kodok jawa
memiliki karakteristik sarang berbentuk mangkuk dengan diameter sarang 6 sentimeter serta
tersusun atas material bulu halus, kulit kayu, dan lumut. Posisi sarang ditemukan pada
ketinggian 2,4 meter di atas permukaan tanah dengan posisi menempel di pandan simsim
(Freycinetia javanica) yang memiliki panjang 6 meter dengan diameter 2,32 sentimeter.
Fisiognomi vegetasi di sekitar pohon sarang menginformasikan bahwa rata-rata tinggi tajuk
adalah 9,08 meter termasuk ke dalam stratum understorey. Lebih lanjut, hasil pengamatan
faktor risiko kesehatan vegetasi yang didapatkan adalah terdapat perubahan parameter survival
status, living length, remaining crown, dan crown illumination yang ditemukan pada satu
pohon. Namun, faktor risiko seperti mode tegakan pohon dan keberadaan liana serta stranglers
tidak mengalami perubahan.
========================================================================================================================
Indonesia is one of the countries with the highest bird diversity. This country has 1,812
bird species across its regions. The existence of birds play an important role in the ecosystem,
serving as pollinators, seed dispersers, pest controllers, and indicators of environmental change,
while also maintaining the balance of the food chain. In addition, there are species with
distinctive characteristics due to adaptation to their habitat which are called endemic species.
One of the endemic bird species found in the TNBTS Area is the Javan Frogbill
(Batrachostomus javensis). It generally preys on herbivorous insects that are active at night,
such as moths. Thus, this bird acts as a pest predator, one of the components of the ecosystem
that has a reciprocal relationship and interdependence with its environment. Although this
species plays an important role in the ecosystem, research on this species is scarce. Therefore,
this study needs to be conducted to understand the characteristics of its nest, nest tree, and
habitat through vegetation physiognomy and analysis of health risk factors for trees around the
nest tree of the Javan Frogmouth. The research method used in this study is the identification
of nest characteristics, nest trees, vegetation physiognomy using the Dansereau code, tree health
through tree death, and damage protocols by ForestGEO for vegetation around the nest. The
results show that the nest Javan Frogmouth is a bowl-shaped nest with a diameter of 6
centimeters. The nest is composed of fine feathers, bark, and moss. The position of the nest was
found at a height of 2.4 meters above the ground and attached to Freycinetia javanica. The
plant is 6 meters long with a diameter of 2.32 centimeters. The physiognomy indicates that the
average crown height of the vegetation around the nest tree is 9.08 meters. Furthermore, the
results of vegetation health risk factors show that there are changes in the parameters of the
survival status, living length, remaining crown, and crown illumination. However, the mode
and and the presence of liana and strangler did not change
Deteksi Fraud Pada Transaksi Kartu Kredit Menggunakkan Graphsage
Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mendorong peningkatan signifikan pada volume transaksi keuangan elektronik, khususnya transaksi menggunakan kartu
kredit. Namun, pertumbuhan ini turut disertai oleh peningkatan risiko aktivitas
penipuan (fraud). Pendekatan pembelajaran mesin konvensional yang hanya menganalisis
transaksi secara individual sering kali tidak mampu menangkap hubungan kompleks
antar-entitas,seperti pelanggan, merchant, dan transaksi itu sendiri. Untuk mengatasi
keterbatasan tersebut, Tugas Akhir ini menerapkan pendekatan Graph Representation
Learning (GRL) menggunakan model GraphSAGE (Graph Sample and Aggregate)
yang memungkinkan pembelajaran secara induktif, sehingga model dapat menghasilkan
representasi vektor untuk entitas baru tanpa perlu melakukan pelatihan ulang terhadap
keseluruhan model. Penelitian ini memodelkan transaksi kartu kredit dalam bentuk
graf heterogen yang terdiri dari dua jenis node, yaitu user dan merchant. Dataset
yang digunakan telah melalui proses balancing menggunakan teknik undersampling
agar distribusi label seimbang. Eksperimen dilakukan dengan menguji tiga jenis
aggregator pada GraphSAGE, yaitu mean aggregator, max pooling aggregator, dan
LSTM aggregator. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model dengan mean aggregator
memberikan performa terbaik dengan akurasi sebesar 75.1%, precision sebesar 75.1%,
recall sebesar 75.1%, dan F1-score sebesar 75.1%. Performa ini lebih unggul dibandingkan
LSTMaggregator (74,6%) dan max pooling aggregator (73,2%). Penelitian ini menegaskan
bahwa pendekatan Graph Representation Learning mampu menangkap pola anomali yang
tersembunyi dalam relasi antar-entitas, bukan sekadar karakteristik dari satu transaksi
saja. Oleh karena itu, penggunaan GraphSAGE direkomendasikan untuk sistem deteksi
fraud pada kartu kredit yang membutuhkan efisiensi dan kemampuan generalisasi pada
data baru.
===========================================================
The rapid growth of digital technology has led to a significant rise in electronic
f
inancial transactions, particularly credit-card payments. This expansion, however,
is accompanied by an increased risk of fraudulent activities. Conventional machine
learning approaches that analyze each transaction in isolation often fail to capture
the complex relationships among entities such as customers, merchants, and the
transactions themselves. To address this limitation, this thesis employs a Graph
Representation Learning (GRL) approach using the GraphSAGE (Graph Sample and
Aggregate) model, which supports inductive learning and thus can generate vector
representations for previously unseen entities without retraining the entire model.
Credit-card transactions are modeled as a heterogeneous graph comprising two node
types—users and merchants. The dataset is balanced through undersampling to ensure
an even label distribution. Experiments evaluate three GraphSAGE aggregators mean,
max pooling, and LSTM. Results show that the mean aggregator delivers the best
performance, achieving an accuracy of 75.1%, precision of 75.1%, recall of 75.1%, and
F1-score of 75.1%, outperforming the max-pooling (73.2%) and LSTM (74.6%) variants.
These findings confirm that Graph Representation Learning effectively captures hidden
anomaly patterns within inter-entity relationships rather than relying solely on individual
transaction features. Consequently, GraphSAGE particularly with the mean aggregator
is recommended for credit-card fraud-detection systems that require both efficiency and
strong generalization to new data
Perencanaan Peningkatan Jalan Raya Menganti (Wiyung - Lakarsantri) Dengan Menggunakan Perkerasan Kaku
Jalan Raya Menganti (Wiyung – Lakarsantri) merupakan salah satu jalan utama yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik. Ruas Lakarsantri memiliki tipe jalan 2 jalur 2 arah tidak terbagi (2/2 UD), sedangkan ruas Wiyung bertipe 4 lajur 2 arah terbagi (4/2 D) yang dipisahkan oleh saluran irigasi. Jalan ini menggunakan perkerasan lentur (aspal), namun mengalami kerusakan berat akibat tingginya volume lalu lintas, terutama dari kendaraan berat dan ODOL (Over Dimension Over Loading), dengan tingkat kerusakan mencapai 35,25% berdasarkan metode PCI (Paskalin Harming & Maliki, 2022) Selain itu, genangan air pasca hujan juga menjadi masalah utama, sehingga perkerasan kaku (rigid pavement) dinilai lebih sesuai untuk peningkatan kualitas jalan.
Perencanaan didahului dengan pengumpulan data primer berupa Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) dan data sekunder seperti nilai CBR tanah dasar, peta topografi, dan data geometrik jalan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Data ini digunakan untuk menentukan kebutuhan pelebaran, tebal perkerasan, desain geometri jalan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Panjang total ruas jalan yang direncanakan adalah 9,098 km, dari Wiyung ke Lakarsantri. Ruas Wiyung–Lidah Wetan dilebarkan menjadi 6/2 T dengan umur rencana 20 tahun, sementara Lidah Wetan–Lakarsantri menjadi 4/2 T dengan umur rencana 25 tahun, mengacu pada ROW 40 meter. Ruas ini memiliki 14 tikungan horizontal, terdiri dari 9 full circle, 3 spiral–circle–spiral, dan 2 spiral–spiral. Drainase dirancang menggunakan U-Ditch 1200x1200 mm di tepi jalan dan box culvert 3(2000x2500) mm di tengah.
Struktur perkerasan terdiri dari beton kaku K400 (255 mm), beton kurus 10 MPa (125 mm), LFA kelas A (200 mm), dan LFA kelas C (200 mm). Dowel berdiameter 38 mm dan tie bar 16 mm digunakan sebagai pengikat sambungan. Total estimasi biaya perencanaan jalan mencapai Rp 300.586.926.689.
=======================================================================================================================================================================================
Jalan Raya Menganti (Wiyung – Lakarsantri) is one of the primary roads connecting Surabaya City to Gresik Regency, part of the Gerbangkertosusila metropolitan area. The Lakarsantri section is a two-lane undivided road (2/2 UD), while the Wiyung section is a four-lane divided road (4/2 D), separated by an irrigation channel. The current pavement type is flexible (asphalt), but it has experienced significant damage due to high traffic volumes, including overloaded and over-dimensioned trucks (ODOL). The pavement distress level reaches 35.25%, measured using the Pavement Condition Index (PCI) method (Paskalin Harming & Maliki, 2022). Flooding and water ponding during the rainy season further contribute to deterioration. Rigid pavement is considered a more durable and long-lasting alternative for the planned improvement.
The planning process began with the collection of primary data, including Average Daily Traffic (ADT), and secondary data such as subgrade CBR values, topographic maps, road geometry, and traffic volume data provided by the Surabaya Department of Water Resources and Highways (DSDABM). These datasets were analyzed to determine required pavement thickness, road widening, geometric alignment adjustments, and cost estimation.
The planned improvement covers a total length of 9.098 km from Wiyung to Lakarsantri. The Wiyung–Lidah Wetan section will be widened to 6/2 T with a design life of 20 years, while the Lidah Wetan–Lakarsantri section will be expanded to 4/2 T with a 25-year design life, in accordance with the 40 meter Right Of Way (ROW). The road includes 14 horizontal curves: 9 full circles, 3 spiral–circle–spiral types, and 2 spiral–spiral transitions. Drainage is designed using 1200x1200 mm U-Ditch along the edges and 2000x2500 mm box culverts for the center drain.
The rigid pavement structure consists of a 255 mm concrete slab (K400), 125 mm lean concrete (10 MPa), 200 mm Class A LFA subbase, and 200 mm Class C LFA or granular fill. Dowel bars (38 mm diameter, 45 cm long) and tie bars (16 mm diameter, 70 cm long) are installed to ensure load transfer. The estimated total cost for the road improvement project is IDR 300,586,926,689
Karakterisasi Struktur Katoda Na2MnPO4F/C-rGO terhadap Pengaruh Variasi Temperatur Kalsinasi dengan Metode Pencampuran Padat
Material katoda merupakan salah satu komponen kunci dalam sistem baterai natrium-ion karena berperan penting dalam menentukan kapasitas, kestabilan siklus, serta konduktivitas ionik dan elektronik. Salah satu kandidat yang menjanjikan untuk aplikasi ini adalah Na₂MnPO₄F, senyawa berbasis polianionik yang memiliki struktur kristal stabil dan tegangan operasi tinggi. Untuk meningkatkan performanya, pendekatan pelapisan karbon ganda dengan reduced Graphene Oxide (rGO) diperkenalkan. Dalam penelitian ini, dilakukan sintesis Na₂MnPO₄F/C-rGO menggunakan metode pencampuran padat (solid-state reaction), yang mencakup tahapan wet ball milling, reaksi hidrotermal, dan kalsinasi pada tiga variasi temperatur: 500°C, 600°C, dan 700°C. Analisis karakterisasi dilakukan melalui DTA-TGA, XRD, SEM-EDX, dan FTIR untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap pembentukan fasa, kristalinitas, morfologi partikel, dan gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur 600°C merupakan kondisi optimum yang menghasilkan kristalinitas tinggi, distribusi fasa Na₂MnPO₄F tertinggi (28,2%), serta komposisi unsur yang paling mendekati rasio teoritis. Selain itu, hasil SEM memperlihatkan pertumbuhan kristal yang lebih seragam pada suhu ini dengan standar deviasi paling kecil. Pada semua temperaur kalsinasi, mengonfirmasi bahwa karbon yang ditambahkan dalam bentuk serbuk rGO dan glukosa hanya berikatan sebagai jaringan C–C tanpa membentuk ikatan langsung dengan unsur utama (Na, Mn, P, O, atau F). Karbon tersebut berfungsi sebagai lapisan konduktif eksternal.
========================================================================================================================================
Cathode material is one of the key components in sodium-ion battery systems because it plays an important role in determining capacity, cycle stability, and ionic and electronic conductivity. One promising candidate for this application is Na₂MnPO₄F, a polyanionic compound with a stable crystal structure and high operating voltage. To enhance its performance, a double carbon coating approach using reduced graphene oxide (rGO) was introduced. In this study, Na₂MnPO₄F/C-rGO was synthesized using the solid-state reaction method, which includes wet ball milling, hydrothermal reaction, and calcination at three temperature variations: 500°C, 600°C, and 700°C. Characterization analysis was performed using DTA-TGA, XRD, SEM-EDX, and FTIR to investigate the effect of temperature on phase formation, crystallinity, particle morphology, and functional groups. The results showed that 600°C was the optimal temperature, producing high crystallinity, the highest distribution of the Na₂MnPO₄F phase (28.2%), and elemental composition closest to the theoretical ratio. Additionally, SEM results showed more uniform crystal growth at this temperature with the smallest standard deviation. At all calcination temperatures, it was confirmed that the carbon added in the form of rGO powder and glucose only forms C–C bonds without directly bonding with the main elements (Na, Mn, P, O, or F). This carbon functions as an external conductive layer
Perencanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Pada Pekerjaan Jembatan Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 3 Dengan Metode HIRARC
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan komponen dari sistem manajemen dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi yang bertujuan untuk memastikan tercapainya Keselamatan Konstruksi. Perencanaan Keselamatan Konstruksi melibatkan beberapa kegiatan, termasuk identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, dan peluang, serta merumuskan rencana tindakan yang tercantum dalam sasaran dan program, sekaligus memastikan pemenuhan terhadap standar dan regulasi Keselamatan Konstruksi. Pada Proyek Akhir Terapan kali ini, penulis merencanakan SMKK untuk pekerjaan Jembatan pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 3.Untuk tahap identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko yang menjadi aspek penting dalam Perencanaan Keselamatan Konstruksi menggunkan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Selain itu, dasar hukum yang digunakan dalam proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko merujuk pada Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 mengenai pedoman sistem manajemen keselamatan konstruksi. Sementara itu, perhitungan biaya penyelenggaraan SMKK mengikuti Peraturan Menteri PUPR No. 8 Tahun 2023 tentang petunjuk teknis biaya untuk sistem manajemen keselamatan konstruksi. Hasil analisis Pekerjaan Jembatan Pada Proyek Jalan Tol Probolinggo Banyuwangi Paket 3 menunjukan 771 kemungkinan resiko bahaya dengan 31 bahaya resiko rendah, 528 bahaya resiko sedang, dan 212 bahaya resiko tinggi. Besaran biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) sebesar Rp. 6.448.377.425.52. Presentase biaya SMKK terhadap nilai kontrak adalah 1,86 %.
========================================================================================================================
The Construction Safety Management System (SMKK) is a component of the overall man-agement system in construction work implementation, aimed at ensuring the achievement of construction safety objectives. Construction safety planning involves several key activities, including hazard identification, risk assessment, risk and opportunity control, as well as the formulation of action plans reflected in safety objectives and programs, while ensuring compliance with relevant safety standards and regulations.In this Applied Final Project, the author designed the SMKK for the bridge work on the Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Construction Project, Package 3. The processes of hazard identification, risk assessment, and risk control—critical components in safety planning—were carried out using the HIRARC method (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). The legal framework for these processes refers to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing (Permen PUPR) No. 10 of 2021 concerning guidelines for the construction safety management system. Meanwhile, the cost estimation for SMKK implementation follows Permen PUPR No. 8 of 2023, which provides technical guidance on safety management sys-tem budgeting.The analysis of bridge construction work in the Probolinggo–Banyuwangi Toll Road Project Package 3 identified 771 potential hazards, consisting of 31 low-risk haz-ards, 528 medium-risk hazards, and 212 high-risk hazards. The estimated cost required to implement the Construction Safety Management System (SMKK) is IDR 6.448.377.425.52. This amount represents 1.86% of the total project contract valu
Pengendalian Kualitas Statistika Pada Limbah Paper Sludge Sebagai Material Alternatif Dalam Proses Produksi Semen Di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Industri kertas di Indonesia memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional, namun juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah seperti paper sludge. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan solusi dengan memanfaatkan paper sludge sebagai material alternatif dalam proses produksi semen guna mendukung upaya keberlanjutan lingkungan. Paper sludge digunakan menjadi material alternatif karena memiliki kandungan CaO tinggi yang dapat menggantikan batu kapur dalam produksi semen, sehingga mengurangi limbah dari industri kertas juga. Pada penelitian ini dilakukan pengendalian kualitas pada 4 karakteristik kualitas limbah paper sludge sebagai material alternatif dalam proses produksi semen yaitu SiO₂,Al₂O₃,Fe₂O₃, dan CaO menggunakan diagram kendali MEWMV untuk monitoring variabilitas proses dan diagram kendali Spatial Signed Rank MEWMA (SSRM) untuk monitoring rata-rata proses. Pada diagram kendali MEWMV fase I didapatkan pembobot optimum ω=0,1 dan λ=0,5 yang menunjukkan adanya pengamatan out of control sebanyak 38 pengamatan. Dengan pembobot tersebut diperoleh 52 pengamatan out of control pada fase II. Pada diagram kendali SSRM fase I dengan pembobot λ=0,2 ditemukan 11 pengamatan out of control dan pada fase II ditemukan 5 pengamatan out of control. Berdasarkan hasil perhitungan kapabilitas proses pada karakteristik limbah paper sludge yang dilakukan secara univariat, menunjukkan proses telah memiliki tingkat kepresisian yang baik dalam memenuhi spesifikasi perusahaan. Namun, proses belum memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dalam memenuhi batas spesifikasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan sehingga proses secara keseluruhan belum kapabel.
========================================================================================================================================
The paper industry in Indonesia has great potential to support the national economy, but it also faces challenges in waste management, such as paper sludge. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk provides a solution by utilizing paper sludge as an alternative material in the cement production process to support environmental sustainability efforts. Paper sludge is used as an alternative material because it has a high CaO content that can replace limestone in cement production, thereby reducing waste from the paper industry as well. In this study, quality control was conducted on four quality characteristics of paper sludge waste as an alternative material in the cement production process: SiO₂,Al₂O₃,Fe₂O₃, and CaO, using the MEWMV control chart for monitoring process variability and the Spatial Signed Rank MEWMA (SSRM) control chart for monitoring process averages. In the MEWMV control chart phase I, the optimal weights ω=0,1 and λ=0,5 were obtained, indicating 38 out-of-control observations. With these weights, 52 out-of-control observations were obtained in phase II. In the SSRM control chart phase I with weight λ=0,2, 11 out-of-control observations were found, and in phase II, 5 out-of-control observations were found. Based on the results of univariate calculations of process capabilities for paper sludge waste characteristics, the process has demonstrated a high degree of precision in meeting company specifications. However, the process does not yet have a high enough level of accuracy to meet the specification limits set by the company, so the process as a whole is not yet capable
Kajian Kalibrasi Parameter Debit Banjir Daerah Aliran Sungai Bendung Kedung Suko, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengalibrasi parameter hidrologi dan menganalisis respon Daerah Aliran Sungai (DAS) terhadap kejadian hujan ekstrem, khususnya pada SubDAS Kedung Suko, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-HMS untuk mensimulasikan debit banjir berdasarkan parameter terkalibrasi, serta HEC-RAS 2D untuk memodelkan sebaran genangan banjir. Proses kalibrasi menggunakan data historis dan data observasi debit untuk memperoleh parameter terbaik yang merepresentasikan kondisi aktual di lapangan, dengan nilai NSE sebesar 0.98, RSR 0.15, dan PBIAS 9.26%, parameter yang terkalibrasi kemudian di verifikasi dengan menggunakan data hujan aktual pada kejadian hujan 3 April 2025. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa parameter curve number (CN), lag time, dan aliran dasar (baseflow) merupakan komponen paling berpengaruh terhadap bentuk dan tinggi hidrograf. Pada tahap pemodelan debit rencana, dilakukan simulasi untuk kala ulang 25 dan 50 tahun dengan dua skenario durasi hujan: 3 jam dan 6 jam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa debit puncak tertinggi terjadi pada Q50 durasi 3 jam sebesar 41.5 m³/det, dan Q25 durasi 3 jam sebesar 32 m³/det. Sementara itu, pada durasi hujan 6 jam, debit puncak lebih rendah meskipun menghasilkan aliran yang lebih bertahan lama.Simulasi genangan banjir menggunakan HEC-RAS 2D menunjukkan bahwa skenario Q50 durasi 3 jam menghasilkan luas genangan terdalam > 3 m seluas 16.235 ha, sedangkan pada skenario Q25 durasi 3 jam mencapai 7.274 ha. Luas total genangan juga tercatat signifikan, terutama untuk kategori kedalaman antara 1 meter dan > 3 meter, menunjukkan bahwa SubDAS Kedung Suko memiliki respon cepat terhadap hujan intensitas tinggi berdurasi singkat.
========================================================================================================================================
This study aims to calibrate hydrological parameters and analyze the watershed response to extreme rainfall events, with a focus on the Kedung Suko sub-watershed in Kediri Regency, East Java. Hydrological modeling was conducted using the HEC-HMS software to simulate flood discharge based on calibrated parameters, while flood inundation mapping was carried out using HEC-RAS 2D. The calibration process used historical rainfall and discharge records to obtain the best-fit parameters that represent actual field conditions, yielding an NSE value of 0.98, RSR of 0.15, and PBIAS of 9.26%. The calibrated parameters were then verified using observed rainfall data from the event on April 3, 2025. The calibration results indicate that the curve number (CN), lag time, and baseflow are the most influential parameters affecting the shape and peak of the hydrograph. In the design discharge modeling stage, simulations were carried out for 25- and 50-year return periods using two rainfall duration scenarios: 3 hours and 6 hours. The simulation results showed that the highest peak discharge occurred under the 3-hour Q50 scenario, reaching 41.5 m³/s, followed by the 3-hour Q25 scenario at 32 m³/s. Meanwhile, for the 6-hour rainfall duration, the peak discharges were lower, although the resulting flow persisted for a longer duration. Flood inundation simulations using HEC-RAS 2D showed that the Q50–3-hour scenario produced the largest inundation area with depths exceeding 1 meter, covering 16.235 hectares, while the Q25–3-hour scenario resulted in 7.274 hectares of >1 m inundation. Overall, the flood extent, particularly in the 1 - 3 m and >3 m depth categories, indicates that the watershed responds rapidly to high-intensity, short-duration rainfall events. These findings provide a critical foundation for flood control planning, land use management, and disaster risk reduction in the Kedung Suko watershed
Pemodelan Multibody dan Sistem Kontrol Sepeda Motor dengan Metode Steering Balancing
Pengembangan teknologi kendaraan otonom saat ini sedang banyak dikembangkan, namun sebagian besar riset masih berfokus pada kendaraan roda empat. Sepeda motor yang merupakan single track vehicle memiliki stabilitas yang rendah, terutama pada kecepatan rendah atau saat diam. Hal tersebut menjadi tantangan dalam pengembangan sistem otonom untuk menjaga keseimbangan sepeda motor pada posisi vertikal terlebih pada kondisi diam dimana tidak terdapat momen giroskopik yang dapat menyeimbangkan sistem. Salah satu cara untuk menyeimbangkan sepeda motor pada kondisi diam adalah dengan memberikan gerakan pada setang untuk menjaga keseimbangan agar tetap berada pada kondisi vertikal. Pada penelitian ini, akan dilakukan simulasi untuk merancang sistem kontrol dan menganalisis besar torsi steering yang diperlukan untuk menjaga sepeda motor tetap stabil pada kondisi diam. Model kendaraan yang digunakan pada simulasi ini adalah sepeda motor Bangkits Cendrawasih E-Trail V.2 yang diproduksi oleh PUI STP ITS. Simulasi dilakukan dengan memodelkan sistem multibody sepeda motor pada sistem perangkat lunak Simscape dan Simulink MATLAB pada tiga skenario massa yaitu tanpa pengemudi, dengan pengemudi normal, dan pengemudi pasif dengan tangan terbuka serta tiga variasi sudut caster (25°,27°,29°). Model multibody dynamic dari sepeda motor listrik Bangkits Cendrawasih E-Trail EV.2 telah dikembangkan pada Simscape Multibody MATLAB untuk investigasi stabilitas pada kondisi diam. Sistem kontrol PD diimplementasikan untuk menjaga keseimbangan melalui mekanisme steering balancing berdasarkan input sudut roll. Analisis menunjukkan bahwa perubahan sudut caster berpengaruh signifikan terhadap stabilitas dinamis; sudut caster yang lebih besar memungkinkan model lebih cepat kembali ke kondisi seimbang setelah menerima gangguan. Selain itu, ditemukan bahwa peningkatan sudut caster menyebabkan peningkatan steady-state error pada sudut roll. Hal ini diakibatkan oleh efek lowering yang semakin besar, yang juga terbukti menjadi penyebab meningkatnya sudut roll seiring dengan penambahan sudut steering
Eksplorasi Kesiapan Kota Surabaya dalam Implementasi Transit Oriented Development (TOD) : Studi Kasus Terminal Intermoda Joyoboyo
Pembangunan kawasan berorientasi transit (TOD) sebagai merupakan salah satu respons yang dinilai dapat mengakomodasi kebutuhan sekaligus mengatasi eksternalitas perkotaan, seperti kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan bermotor. Konsep TOD mengintegrasikan tata guna lahan campuran dengan sistem transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan Kota Surabaya dalam mengimplementasikan TOD melalui pendekatan komprehensif, meliputi variabel teknis dan politis, serta memberikan rekomendasi dalam mengatasi hambatan yang terjadi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis delphi untuk memperoleh konsensus terkait indikator dan variabel yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi TOD. Kemudian, dilanjutkan dengan analisis kesesuaian karakteristik kawasan di sekitar Terminal Intermoda Joyoboyo yang mengacu pada terminologi 7D (Density, Diversity, Design, Destination Accessibility, Distance to Transit, Demand Management, dan Demography) yang diselaraskan dengan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit. Selain itu, dilakukan wawancara mendalam kepada pemangku kepentingan untuk mengetahui kesiapan variabel politis di Kota Surabaya. Dilanjutkan dengan perumusan rekomendasi untuk mendorong terwujudnya variabel teknis berdasarkan peran variabel politis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel teknis dan politis perlu dipertimbangkan dalam implementasi TOD. Adapun berdasarkan tinjauan kondisi eksisting pada lokasi studi, ditemukan beberapa variabel teknis yang belum sesuai dengan parameter yang di syaratkan pada Peraturan Menteri ATR/BPN No. 16 Tahun 2017. Namun, kondisi eksisting di lokasi studi menunjukkan beberapa variabel teknis belum sesuai parameter Peraturan Menteri ATR/BPN No. 16 Tahun 2017. Rekomendasi yang dirumuskan untuk mewujudkan kesesuaian variabel teknis berdasarkan peran variabel politis meliputi penguatan konsistensi regulasi melalui integrasi kebijakan tata guna lahan dan transportasi, penguatan koordinasi dan kolaborasi kelembagaan, dan mekanisme pendanaan alternatif yang berkelanjutan.
==================================================================================================================================
The development of Transit-Oriented Development (TOD) areas is considered a strategic response to accommodate urban needs while addressing externalities such as traffic congestion caused by high motor vehicle usage. TOD represents a sustainable urban concept by integrating mixed land use with public transportation systems. This study aims to explore the readiness of Surabaya City in implementing TOD through a comprehensive approach, covering both technical and political aspects, and to provide recommendations for overcoming existing barriers. The analytical methods used include the Delphi technique to establish consensus on key indicators and variables relevant to TOD implementation. This is followed by an assessment of the area surrounding the Joyoboyo Intermodal Terminal using the 7D framework, Density, Diversity, Design, Destination Accessibility, Distance to Transit, Demand Management, and Demography, aligned with the Ministerial Regulation of ATR/BPN No. 16 of 2017 on TOD Development Guidelines. In-depth interviews with key stakeholders were also conducted to assess the political readiness of the city, which informed the formulation of recommendations that align technical implementation with political support. The findings indicate that both technical and political variables are essential for successful TOD implementation. However, the existing conditions at the study site reveal that several technical variables do not yet meet the standards outlined in the regulation. To address this gap, several recommendations are proposed based on the role of political variables, including strengthening regulatory consistency through integrated land use and transportation policies, enhancing institutional coordination and collaboration, and establishing sustainable alternative funding mechanisms for TOD projects