Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Analisis Pengaruh E-Security dan Kemampuan Pengguna terhadap E-Loyalty Freemium SaaS

    No full text
    Industri Software as a Service (SaaS) di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan nilai proyeksi mencapai Rp14,8 triliun pada tahun 2025. Namun, perkembangan ini diiringi tantangan besar dalam aspek keamanan digital. Salah satu contohnya adalah insiden kebocoran data pribadi yang dialami Canva pada tahun 2019 yang memicu kekhawatiran terhadap kepercayaan (E-Trust) dan kepuasan (E-Satisfaction) pengguna, dua faktor krusial dalam membentuk loyalitas (E-Loyalty) pengguna dalam model layanan freemium. Selain itu, Canva juga menghadapi tantangan dari rendahnya tingkat literasi digital di Indonesia sebagai target pasar terbesar ketiganya yang masih berada di bawah rata-rata ASEAN. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa loyalitas pengguna SaaS dipengaruhi oleh E-Trust dan E-Satisfaction. Namun, temuan terdahulu yang menunjukkan bahwa hubungan antara kepuasan dan loyalitas serta antara kualitas dan kepercayaan tidak signifikan dalam konteks pengguna Canva, mengindikasikan adanya faktor lain yang perlu dipertimbangkan, yakni keamanan digital dan Kemampuan Pengguna. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Security dan User Capability terhadap E-Loyalty pengguna Canva, dengan E-Trust dan E-Satisfaction sebagai variabel intervening. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Selain itu, digunakan pula Importance-Performance Map Analysis (IPMA) untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap E-Loyalty dan mengevaluasi performanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Security berpengaruh signifikan terhadap E-Trust dan E-Satisfaction, sedangkan User Capability berpengaruh signifikan terhadap E-Satisfaction. Selanjutnya, baik E-Trust maupun E-Satisfaction terbukti berpengaruh signifikan terhadap E-Loyalty pengguna Canva. Berdasarkan hasil IPMA, indikator-indikator seperti Control and Security, Content, Information and Data, Trust, Skills, Knowledge menjadi prioritas utama yang perlu ditingkatkan oleh Perusahaan dengan kategori Concentrate Here. Diharapkan penelitian ini berkontribusi dalam memahami faktor pembentuk E-Loyalty dan merumuskan strategi pengembangan layanan freemium di Indonesia dengan menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dan bahan pertimbangan bagi pelaku industri digital serupa dalam mengambil keputusan strategis. ====================================================================================================================================== The Software as a Service (SaaS) industry in Indonesia is experiencing rapid growth, with a projected value reaching IDR 14.8 trillion by 2025. However, this development is accompanied by significant challenges in digital Security. One example is the personal data breach incident experienced by Canva in 2019, which raised concerns about user Trust (E-Trust) and user satisfaction (E-Satisfaction)—two crucial factors in shaping user loyalty (E-Loyalty) within the freemium service model. Additionally, Canva faces challenges from the low level of digital literacy in Indonesia, its third-largest target market, which remains below the ASEAN average. Previous studies have stated that SaaS user loyalty is influenced by E-Trust and E-Satisfaction. However, earlier findings indicating that the relationships between satisfaction and loyalty as well as between quality and Trust were not significant in the context of Canva users suggest that other factors need to be considered, namely digital Security and User Capability. Therefore, this study aims to analyze the influence of E-Security and User Capability on the E-Loyalty of Canva users, with E-Trust and E-Satisfaction as intervening variables. This research employs a quantitative approach, collecting data through questionnaires and analyzing it using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Additionally, Importance-Performance Map Analysis (IPMA) is used to identify the variables that most influence E-Loyalty and to evaluate their Performance. The results show that E-Security significantly affects both E-Trust and E-Satisfaction, while User Capability significantly affects E-Satisfaction. Furthermore, both E-Trust and E-Satisfaction significantly influence the E-Loyalty of Canva users. Based on the IPMA results, indicators such as Control and Security, Content, Information and Data, Trust, Skills, and Knowledge become top priorities that the company needs to improve, categorized as "Concentrate Here." This study is expected to contribute to understanding the factors shaping E-Loyalty and formulating strategies for developing freemium services in Indonesia, serving as a reference for future research and a consideration for similar digital industry players in making strategic decisions

    PT Krakatau Baja Industri

    No full text
    Magang merupakan bagian dari kurikulum wajib Program Studi Statistika Bisnis, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa. Penulis melaksanakan magang selama lima bulan di PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang bergerak di bidang industri baja. Kegiatan ini bertujuan mengaplikasikan ilmu statistika untuk mendukung pengambilan keputusan dalam manajemen sumber daya manusia. Metode yang digunakan mencakup pembuatan form data entri, dashboard interaktif, infografis, statistika deskriptif, dan regresi logistik multinomial. Hasil magang meliputi form data entri yang mempermudah pencatatan kepegawaian, dashboard Human Capital Management yang menyajikan data secara visual dan real-time, serta infografis demografi yang memudahkan analisis tenaga kerja. Selain itu, penulis menyusun makalah analisis yang menunjukkan bahwa golongan jabatan, usia, partisipasi dalam program sehat, dan pemahaman staf terhadap preferensi karyawan merupakan faktor-faktor yang memengaruhi minat karyawan untuk membeli makanan sehat secara rutin di kantin. Karyawan dengan golongan jabatan tinggi atau berusia di bawah 30 tahun memiliki minat paling tinggi terhadap pembelian makanan sehat. ============================================================================================================================= Internship is a mandatory part of the curriculum in the Business Statistics Study Program, Vocational Faculty, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), aimed at providing students with real work experience. The author carried out a five-month internship at PT Krakatau Baja Industri (PT KBI), a subsidiary of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk engaged in the steel industry. This activity aimed to apply statistical knowledge to support decision-making in human resource management. The methods used included the development of a data entry form, interactive dashboard, infographics, descriptive statistics, and multinomial logistic regression. The internship outcomes included a data entry form that facilitates employee data recording, a Human Capital Management dashboard that displays data visually and in real-time, and demographic infographics that support workforce analysis. In addition, the author prepared an analytical paper showing that job level, age, participation in health programs, and staff understanding of employee preferences are factors that influence employees' interest in regularly purchasing healthy food in the company canteen. Employees in higher job levels or those under 30 years old were identified as the groups with the highest interest in purchasing healthy food

    Perancangan Low Cost Vessel Monitoring System untuk Kapal Ikan

    No full text
    Indonesia, sebagai negara maritim terbesar kedua di dunia, memiliki sektor perikanan yang berperan penting dalam perekonomian dengan kontribusi hampir 5% terhadap PDB. Dengan jumlah kapal perikanan tangkap laut sebanyak 170.034 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia maka pengawasan terhadap pergerakan kapal ikan menjadi sangat penting untuk mencegah aktivitas ilegal, seperti penyelundupan ikan, invasi wilayah teritorial, dan ancaman terorisme maritim. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemantauan kapal ikan yang terjangkau, efektif, dan mudah digunakan. Sistem ini mencakup pemantauan lokasi, bahan bakar, cuaca, dan fitur peringatan dini yang dapat meningkatkan efisiensi pengawasan. Teknologi LoRa digunakan sebagai modul jaringan komunikasi untuk transmisi data jarak jauh dengan biaya rendah, sedangkan mikrokontroler ESP32 mengelola sistem secara efektif. Pengujian awal untuk skala laboratorium menggunakan model kapal yang disesuaikan skenario lapangan menunjukkan hasil yang memuaskan yaitu akurasi GPS mencapai 99,49%, sensor bahan bakar 93,67%, dan data cuaca di atas 97%, kecuali kecepatan angin yaitu 72,86% karena terdapat faktor luar saat pengukuran dan frekuensi pembaruan data BMKG. Pengujian di lapangan yang dilakukan di Kapal Ikan pada Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan, menunjukkan akurasi GPS lebih dari 98%, sensor bahan bakar sekitar 92%, dan data cuaca BMKG di atas 94%. Dari segi ekonomis, sistem ini menawarkan biaya produksi dan berlangganan yang lebih rendah dibandingkan VMS komersial saat ini. ==================================================================================================================================== Indonesia, as the world's second-largest maritime nation, has a fisheries sector that plays a vital role in the economy, contributing nearly 5% to the GDP. With a total of 170.034 fishing vessels spread across all regions of Indonesia, monitoring the movement of these vessels is crucial to prevent illegal activities, such as fish smuggling, territorial incursions, and maritime terrorism threats. This study aims to design an affordable, effective, and user-friendly fishing vessel monitoring system. The system includes location monitoring, fuel tracking, weather conditions, and early warning features that can enhance surveillance efficiency. LoRa technology is used as the communication network module for long-range data transmission at a low cost, while the ESP32 microcontroller effectively manages the system. Initial laboratory tests using a scaled model of the vessel in field scenarios yielded satisfactory results, with GPS accuracy reaching 99,49%, fuel sensor accuracy at 93,67%, and weather data accuracy above 97%, except for wind speed at 72,86% due to external factors during measurement and BMKG data update frequency. Field tests conducted on a fishing vessel at the Brondong Nusantara Fishery Port in Lamongan showed GPS accuracy above 98%, fuel sensor accuracy around 92%, and BMKG weather data accuracy above 94%. Economically, this system offers lower production and subscription costs compared to current commercial VMS

    Analisa Pengaruh pH Dan Temperatur Lingkungan Terhadap Laju Korosi Pada Komponen Penggerak Wesel Bagian Lock Box Dalam Infrastruktur Railway

    No full text
    Wesel merupakan komponen rel kereta api yang berfungsi untuk mengubah arah lintasan kereta. Dikarenakan letak wesel berada pada lingkungan terbuka, maka wesel sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan yang menyebabkan korosi. Korosi yang diakibatkan oleh reaksi elektrokimia antara logam dan lingkungan asam, terutama dari hujan asam dapat mempercepat degradasi material sehingga memicu kerusakan struktural pada wesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi pada wesel lock box dalam kondisi pH yang bervariasi (5; 5,5; dan 6) dan temperatur 20°C, 25°C, 30°C, 35°C, 40°C. Metode yang digunakan untuk uji laju korosi meliputi Potentiodynamic Polarization, Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), dan Weight Loss, serta pengujian Metalografi untuk mengetahui kondisi pada surface material stang kopel. Pengujian X-Ray Fluorescence (XRF) dan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui produk korosi. Hasil uji Potentiodynamic Polarization menunjukkan laju korosi tertinggi pada pH 5 dan temperatur 40°C, yaitu 0,75622 mm/tahun. Hasil EIS menunjukkan nilai tahanan polarisasi (Rp) terendah pada kondisi pH 5 dan temperatur 40°C, yaitu 895,55 Ω, yang menandakan lapisan pasif lebih rapuh dan mempercepat korosi. Sebaliknya, laju korosi terendah tercatat pada pH 6 dan temperatur 30°C dengan nilai 0,1865 mm/tahun, menunjukkan bahwa lapisan pasif lebih stabil dan perlindungan terhadap korosi lebih efektif, dengan Rp sebesar 3553,6 Ω. Produk korosi yang terbentuk adalah Fe₂O₃ (Hematit) 95,45%, yang dikonfirmasi dengan pengujian XRF, dan Fe₃O₄ (Magnetit) 61,5% serta FeO (Wustite) 36,5%, yang dikonfirmasi dengan hasil uji XRD. Hasil pengujian metalografi menunjukkan permukaan spesimen pada laju korosi tertinggi menunjukkan korosi seragam dengan bintik-bintik gelap. Pada perbesaran lebih tinggi, muncul indikasi awal dari korosi sumuran. Pada laju korosi terendah, ada endapan tidak merata dengan beberapa area utuh. ========================================================================================================================================== Switch is a component of a railway track that functions to change the direction of the train track. Because the switch is located in an open environment, the switch is very susceptible to environmental influences that cause corrosion. Corrosion caused by electrochemical reactions between metals and acidic environments, especially from acid rain can accelerate material degradation, thus triggering structural damage to the switch. This study aims to determine the corrosion rate of the switch lock box under varying pH conditions (5; 5.5; and 6) and temperatures of 20°C, 25°C, 30°C, 35°C, 40°C. The methods used for the corrosion rate test include Potentiodynamic Polarization, Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), and Weight Loss, as well as Metallographic testing to determine the condition of the surface of the coupling rod material. X-Ray Fluorescence (XRF) and X-Ray Diffraction (XRD) testing to determine corrosion products. The results of the Potentiodynamic Polarization test showed the highest corrosion rate at pH 5 and a temperature of 40°C, which was 0.75622 mm/year. The EIS results showed the lowest polarization resistance (Rp) value at pH 5 and a temperature of 40°C, which was 895.55 Ω, which indicated that the passive layer was more fragile and accelerated corrosion. Conversely, the lowest corrosion rate was recorded at pH 6 and a temperature of 30°C with a value of 0.1865 mm/year, indicating that the passive layer was more stable and protection against corrosion was more effective, with Rp of 3553.6 Ω. The corrosion products formed were Fe₂O₃ (Hematite) 95.45%, which was confirmed by XRF testing, and Fe₃O₄ (Magnetite) 61.5% and FeO (Wustite) 36.5%, which was confirmed by XRD test results. The results of metallographic testing showed that the surface of the specimen at the highest corrosion rate showed uniform corrosion with dark spots. At higher magnification, early indications of pitting corrosion appear. At the lowest corrosion rates, there are patchy deposits with some intact areas

    Analisis Probabilitas Kegagalan Dan Penentuan Skenario Mitigasi Sebagai Upaya Meningkatkan Performa Peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Dan Uap

    No full text
    Performansi pembangkit listrik merupakan faktor penting dalam keberlangsungan produksi, salah satunya diukur melalui Equivalent Availability Factor (EAF) yang mencerminkan tingkat ketersediaan dan keandalan peralatan pembangkit dalam beroperasi sesuai kapasitas terpasang. Pada tahun 2023, PLTGU Blok 1 Unit Wilayah A PT X mencatat EAF terendah sebesar 84,95%, yang dipengaruhi oleh tingginya frekuensi kegagalan pada peralatan kritis dan berdampak pada terganggunya proses produksi. Mengingat bahwa risiko teknis dalam sistem pembangkitan berkaitan erat dengan probabilitas kegagalan dan dampaknya terhadap operasi, maka peninjauan manajemen risiko perlu dilakukan secara sistematis dengan menganalisis probabilitas kegagalan dan mengembangkan skenario mitigasi yang tepat untuk mengurangi dampak kegagalan peralatan. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi peralatan kritis dengan analisis Pareto, memodelkannya menggunakan Reliability Block Diagram (RBD), dan menganalisis keandalan berdasarkan data Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR). Probabilitas kegagalan digunakan sebagai initiating event dalam Event Tree Analysis (ETA) untuk menyusun skenario mitigasi, termasuk evaluasi jalur mitigasi dan konsekuensinya. Hasil penelitian menunjukkan tujuh peralatan kritis, yaitu GT 1.1 Compressor, ST 1.0 Condenser, HRSG 1.2 Exhaust Damper, GT 1.3 Turbin, ST 1.0 LP Boiler Feed Pump, GT 1.2 Rotor Cooling Air, dan HRSG 1.3 Superheater, dengan probabilitas kegagalan masing-masing sebesar 18%, 37,6%, 36,8%, 30%, 39,8%, 36,2%, dan 32,2%. ETA menghasilkan empat jalur skenario pada GT 1.2 Rotor Cooling Air, delapan jalur skenario pada GT 1.1 Compressor dan ST 1.0 Condenser, serta enam belas jalur skenario pada HRSG 1.2 Exhaust Damper, GT 1.3 Turbin, ST 1.0 LP Boiler Feed Pump, dan HRSG 1.3 Superheater. Rekomendasi jalur mitigasi yang disusun terbukti dapat menurunkan tingkat risiko hingga kategori “Rendah” pada ketujuh peralatan kritis PLTGU Blok 1 PT X. ============================================================================================================================= Power plant performance is an important factor in production sustainability, one of which is measured through the Equivalent Availability Factor (EAF) which reflects the level of availability and reliability of generating equipment in operating according to installed capacity. In 2023, PLTGU Block 1 Unit Region A PT X recorded the lowest EAF of 84.95%, which was influenced by the high frequency of failures in critical equipment and had an impact on the disruption of the production process. Given that technical risks in the generation system are closely related to the probability of failure and its impact on operations, it is necessary to systematically review risk management by analyzing the probability of failure and developing appropriate mitigation scenarios to reduce the impact of equipment failure. In this study, critical equipment was identified using Pareto analysis, modeled using Reliability Block Diagram (RBD), and analyzed reliability based on Time to Failure (TTF) and Time to Repair (TTR) data. Failure probability is used as an initiating event in Event Tree Analysis (ETA) to develop mitigation scenarios, including evaluation of mitigation paths and their consequences. The results showed seven critical pieces of equipment, namely GT 1.1 Compressor, ST 1.0 Condenser, HRSG 1.2 Exhaust Damper, GT 1.3 Turbine, ST 1.0 LP Boiler Feed Pump, GT 1.2 Rotor Cooling Air, and HRSG 1.3 Superheater, with failure probabilities of 18%, 37.6%, 36.8%, 30%, 39.8%, 36.2%, and 32.2%, respectively. ETA generated four scenario paths at GT 1.2 Rotor Cooling Air, eight scenario paths at GT 1.1 Compressor and ST 1.0 Condenser, and sixteen scenario paths at HRSG 1.2 Exhaust Damper, GT 1.3 Turbine, ST 1.0 LP Boiler Feed Pump, and HRSG 1.3 Superheater. The mitigation pathway recommendations are proven to reduce the risk level to the “Low” category on the seven critical equipment of PLTGU Block 1 PT X

    Persepsi Pengunjung terhadap Store Atmosphere Adaptive Reuse pada Bangunan Heritage: Studi Kasus Interior Momo's Coffee & Bakery, Kajoetangan, Malang

    No full text
    Bangunan peninggalan kolonial Belanda di Indonesia merupakan salah satu warisan arsitektur dari masa penjajahan yang tersebar di berbagai kota besar. Keberadaan bangunan tersebut mencerminkan nilai sejarah dan peradaban budaya, serta menjadi bagian dari identitas bangsa. Namun demikian, banyak bangunan heritage terbengkalai akibat kurangnya perawatan. Salah satu solusi pelestariannya adalah dengan menerapkan konsep adaptive reuse, yaitu mengalihfungsikan bangunan lama menjadi fungsi baru yang lebih relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep adaptive reuse pada bangunan heritage dapat memengaruhi persepsi pengunjung terhadap atmosfer ruang (store atmosphere). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Objek studi adalah interior Momo's Coffee & Bakery yang berlokasi di kawasan heritage Kajoetangan, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai elemen store atmosphere seperti fasad, lantai, dinding, pencahayaan, aroma, dan musik-dapat berpadu harmonis dengan karakter asli bangunan heritage. Mayoritas pengunjung merespons positif atmosfer ruang yang tercipta, baik secara visual, auditori, maupun suasana secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa konsep adaptive reuse tidak hanya berhasil menjaga nilai historis bangunan, tetapi juga menjadikannya fungsional dan menarik bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman mengenai hubungan antara adaptive reuse bangunan heritage, persepsi pengunjung, dan penerapan elemen store atmosphere. Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi referensi bagi desainer, arsitek, dan pemilik bisnis dalam menciptakan ruang yang estetis dan berkesan. ==================================================================================================================================== Dutch colonial buildings in Indonesia are part of the architectural heritage of the colonial era, scattered across various major cities. These buildings reflect historical and cultural values and are part of the nation's identity. However, many heritage buildings have been neglected due to a lack of maintenance. One solution for their preservation is to apply the concept of adaptive reuse, which involves converting old buildings into new, more relevant functions. This study aims to examine how the concept of adaptive reuse in heritage buildings can influence visitors' perceptions of the atmosphere of a store. The approach used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. The research object is the interior of Momo's Coffee & Bakery, located in the Kajoetangan heritage area in Malang. The results of the study indicate that various elements of the store's atmosphere-such as the facade, floor, walls, lighting, aroma, and music-can harmoniously blend with the original character of the heritage building. Most visitors responded positively to the store atmosphere created, both visually, auditorily, and in terms of the overall atmosphere. This indicates that the adaptive reuse concept not only successfully preserves the historical value of the building but also makes it functional and appealing to younger generations. This study is expected to contribute to enriching understanding of the relationship between the reuse of heritage buildings, visitor perceptions, and the application of store ambiance elements. Additionally, the findings of this study can serve as a reference for designers, architects, and business owners in creating aesthetically pleasing and memorable spaces

    Penyelesaian Kasus SPOJ 35582: Fibonacci Power Sum (Hard) dengan Metode Transformasi Linear dan Nilai Eigen

    No full text
    Deret Fibonacci merupakan salah satu deret bilangan penting dengan berbagai aplikasi, terutama dalam bidang komputasi dan kriptografi. Salah satu contoh permasalahannya, yaitu jumlahan perpangkatan bilangan Fibonacci, seringkali menantang efisiensi komputasi. Tugas akhir ini berfokus pada penyelesaian kasus SPOJ 35582 – Fibonacci Power Sum (Hard Version), yang memerlukan pendekatan algoritmik optimal untuk menangani input berskala besar, yakni dengan nilai N dan C hingga 10^18 serta K hingga 10^5. Tugas akhir ini berhasil mengatasi tantangan tersebut menggunakan konsep transformasi linear dan nilai eigen. Pendekatan dimulai dari analisis relasi rekurens deret Fibonacci untuk ikontruksikan dalam bentuk matriks Fibonacci. Melalui diagonalisasi pada eksponensiasi matriks berbasis nilai eigen, diperoleh solusi tertutup dengan kompleksitas waktu O(log n). Untuk perpangkatan bilangan Fibonacci, digunakan ekspansi binomial bentuk a+b√5 kemudian dihitung dengan rumus deret geometri. Proses komputasi diperkuat dengan eksponensiasi modular cepat dan Teorema Euler untuk mengoptimalkan aritmetika modulo bilangan prima.Pendekatan yang dirancang dalam tugas akhir ini terbukti berhasil menyelesaikan permasalahan dan diterima oleh sistem online judge. Algoritma yang dikembangkan menghasilkan waktu rata-rata 4,65 detik dari batas 20 detik dan konsumsi memori 5,2 MB dari batas 1536MB dalam sepuluh kali pengujian. Temuan ini menunjukkan potensi besar penerapan metode aljabar linear dalam meningkatkan efisiensi komputasi Fibonacci skala besar. ====================================================================================================================================== The Fibonacci sequence is a fundamental number series with diverse applications, particularly in computation and cryptography. However, calculating the sum of Fibonacci numbers raised to a power often poses significant computational efficiency challenges. This final project focuses on solving the SPOJ 35582 – Fibonacci Power Sum (Hard Version) problem, which requires an optimal algorithmic approach to handle large-scale input, with values of N and C reaching up to 10^18, and K up to 10^5. This research successfully addresses the challenge using the concepts of linear transformation and eigenvalues. The approach begins with analyzing the recurrence relation of the Fibonacci sequence, which is then constructed into a Fibonacci matrix form. Through matrix exponentiation via diagonalization based on eigenvalues, a closed-form solution is obtained with time complexity of O(log n). For handling the exponentiation of Fibonacci numbers, a binomial expansion of the form a+b√5 is employed, with the results then calculated using the geometric series formula. The computational process is further enhanced by fast modular exponentiation and Euler's Totient Theorem to optimize modular arithmetic operations on prime numbers. The designed approach in this final project successfully solves the problem and was accepted by the online judge system. The developed algorithm achieved an average execution time of 4.65 seconds out of a 20-second time limit, and memory usage of 5.2 MB out of the 1536 MB limit across ten test cases. These findings highlight the significant potential of applying linear algebra methods to enhance the efficiency of large-scale Fibonacci computations

    Analisis Risiko Terhadap Bencana Gempa Bumi Di Sekitar Sesar Lembang

    No full text
    Salah satu sesar yang terpantau aktif di daerah Jawa Barat yaitu Sesar Lembang yang membentang dari Gunung Manglayang hingga Padalarang sejauh 29 km. Pergerakan Sesar Lembang dapat dikategorikan lamban karena memiliki 2–3 mm per tahun tetapi akan mengakumulasikan energi yang dapat dilepas sehingga menyebabkan gempa besar. Menurut data Pemerintahan Kabupaten Bandung tahun 2023, terdapat sejumlah 939.572 unit rumah dengan luas Bandung Raya sebesar 209.545 hektar. Maraknya pembangunan serta besarnya jumlah penduduk yang bermukim di sekitar Sesar Lembang ini akan memberikan dampak bencana yang tidak kecil jika terjadi bencana gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko bencana gempa bumi pada masyarakat di Kabupaten Bandung Barat yang tinggal di sekitar Sesar Lembang yang aktif. Empat kecamatan dipilih dalam penelitian ini, yaitu Kecamatan Lembang, Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah, yang berada dalam wilayah buffer area dengan jarak kurang dari 5 km dari jalur Sesar Lembang. Proses manajemen risiko dilakukan dengan mengaitkan faktor bahaya, kerentanan, dan kapasitas melalui pembobotan menggunakan metode pairwise comparison, serta survei kepada masyarakat untuk menilai tingkat risiko setiap wilayah. Hasil pembobotan menunjukkan bahwa indikator dengan bobot tertinggi dalam kategori bahaya adalah kedekatan dengan pusat sesar dan intensitas gempa. Pada kategori kerentanan, bobot tertinggi ditemukan pada kondisi fisik bangunan dan kepadatan penduduk. Sementara itu, kapasitas masyarakat memiliki kontribusi besar dalam kategori kapasitas, kesiapsiagaan infrastruktur tanggap darurat. Analisis tingkat risiko gabungan menunjukkan bahwa enam desa berada dalam kategori risiko tinggi, ditandai oleh kombinasi skor bahaya dan kerentanan yang tinggi serta kapasitas yang rendah. Sebaliknya, lima belas desa lainnya dikategorikan sebagai risiko sedang, dengan nilai indikator yang lebih seimbang. Berdasarkan hasil tersebut, strategi mitigasi yang diarahkan mencakup penguatan struktur bangunan rumah tinggal, peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan edukasi kebencanaan, serta penyediaan infrastruktur mitigasi seperti jalur evakuasi dan pos tanggap darurat. ========================================================================================================================================== One of the actively monitored faults in Indonesia is the Lembang Fault, which stretches from Mount Manglayang to Padalarang over a length of 29 km. The Lembang Fault is considered slow-moving, with a slip rate of 2–3 mm per year, but its accumulated energy could potentially trigger a major earthquake. According to data from the Bandung Regency Government in 2023, there are 939,572 housing units across the Greater Bandung area, covering an area of 209,545 hectares. The rapid development and increasing population density along the Lembang Fault corridor have significantly raised the potential impact of earthquake disasters. This study aims to analyze earthquake disaster risk management for communities residing in the active Lembang Fault zone in West Bandung Regency. Four districts were selected as the study area, namely Lembang, Parongpong, Cisarua, and Ngamprah, all of which are located within a buffer area of less than 5 km from the fault line. The risk management process was carried out by integrating hazard, vulnerability, and capacity factors, using a weighting system through the pairwise comparison method, followed by community surveys to assess risk levels in each area. The weighting results show that the indicators with the highest weights in the hazard category are proximity to the fault center and earthquake intensity. In the vulnerability category, the highest weights are found in the physical condition of buildings and population density. Meanwhile, community capacity contributes significantly in the capacity category, particularly emergency response infrastructure preparedness. The combined risk level analysis indicates that six villages fall into the high-risk category, characterized by a combination of high hazard and vulnerability scores and low capacity. Conversely, fifteen other villages are categorized as moderate risk, with more balanced indicator values. Based on these results, the mitigation strategies proposed include strengthening the structural integrity of residential buildings, enhancing community capacity through training and disaster education, and providing mitigation infrastructure such as evacuation routes and emergency response posts

    Occupational Health and Safety (OHS) Risk Analysis with HIRARC Method on ITS Tower 3 Construction Project in Surabaya, East Java

    No full text
    In Indonesia, the construction sector is one of the sectors with the highest level of occupational accidents. The number of accidents at the workplace is still high when it comes to construction projects despite the existence of Occupational Health and Safety (OHS) policies. This research took the ITS Tower 3 Construction Project in Surabaya, East Java, as a case study to identify hazardous, assess risk, and conduct preventive measures. The most important goal of this study is to investigate safety risk and formulate some recommendations to mitigate them to reduce workplace accidents. Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method was conducted to systematically identify hazards and risks at the project. Data was collected through interviews, surveys, and field observations. Risks are identified under certain levels based on their probability and severity. The study looks at the specific construction processes such as excavation, structural, and finishing, which are exceedingly prone to extreme hazards such as falling from heights, exposure to hazardous materials, and equipment failure. Outcomes are due in part to a rigorous risk assessment for the ITS Tower 3 Construction Project identifying key hazards and control measures.Subsequently, risk mitigation strategies were formulated such as developing & implementing better safety procedures, encouraging the need & use of Personal Protective Equipment (PPE) and badging safety supervisors. This research can provide useful information regarding the implementation of OHS in future construction project in Indonesia towards a more sustainable and safe work environment. =================================================================================================================================== Di Indonesia, sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat kecelakaan kerja tertinggi. Angka kecelakaan di tempat kerja masih tinggi pada proyek konstruksi meskipun sudah ada kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini menggunakan Proyek Pembangunan ITS Tower 3 di Surabaya, Jawa Timur, sebagai studi kasus untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan melakukan tindakan pencegahan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor risiko konteks kerja dan memberikan saran untuk memitigasinya untuk mengurangi kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja secara sistematis. Data dikumpulkan melalui wawancara, survei, dan observasi lapangan. Risiko diidentifikasi di bawah tingkat tertentu berdasarkan probabilitas dan tingkat keparahannya. Studi ini melihat proses konstruksi tertentu seperti penggalian, struktur, dan finishing, yang sangat rentan terhadap bahaya ekstrem seperti jatuh dari ketinggian, paparan bahan berbahaya, dan kegagalan peralatan. Hasil ini sebagian disebabkan oleh penilaian risiko yang ketat untuk Proyek Konstruksi ITS Tower 3 yang mengidentifikasi bahaya utama dan langkah-langkah pengendalian. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk meminimalkan kecelakaan dengan berfokus pada strategi mitigasi risiko seperti mengembangkan & menerapkan prosedur keselamatan yang lebih baik, mendorong kebutuhan & penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan memberikan lencana kepada pengawas keselamatan. Penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna mengenai implementasi K3 di proyek konstruksi di masa depan di Indonesia menuju lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan dan aman

    Metode Entry Age Normal Dan Frozen Initial Liability Dalam Perhitungan Dana Pensiun Dengan Tabel Mortalitas Indonesia IV Dan Model Lee-Carter

    No full text
    Program manfaat dana pensiun diberikan sebagai timbal balik atas kontribusi yang telah diberikan pekerja selama masa kerjanya. Menyusun rencana tabungan untuk masa tua dengan bergabung dalam program pensiun merupakan langkah penting dalam mempersiapkan masa pensiun. Penelitian ini membahas program pensiun manfaat pasti dengan metode Entry Age Normal (EAN) dan Frozen Initial Liability (FIL). Salah satu factor yang dapat mempengaruhi estimasi dana pensiun adalah tingkat mortalitas. Tabel Mortalitas Indonesia IV (TMI IV) secara umum sering digunakan sebagai acuan mortalitas di Indonesia, namun karena meningkatnya angka harapan hidup (AHH), diperlukan pendekatan dinamis seperti Model Lee-Carter untuk menangani risiko umur panjang (longevity risk). Model Lee-Carter diestimasi menggunakan metode Singular alue Decomposition (SVD) dan peramalan parameter dilakukan dengan metode Random Walk with Drift untuk 55 tahun ke depan. Hasil estimasi menunjukkan tingkat kesalahan (MAPE) di bawah 20%, menandakan model cukup akurat. Berdasarkan data enam peserta, metode EAN menghasilkan iuran normal yang bervariasi sesuai usia dan gaji, sedangkan metode FIL menghasilkan iuran yang tetap dan seragam tiap peserta. Nilai kewajiban aktuaria meningkat dari tahun ke tahun pada kedua metode, namun EAN memberikan nilai kewajiban yang lebih rendah dibandingkan FIL. Dibandingkan TMI IV, penggunaan Model Lee-Carter menghasilkan nilai kewajiban dan iuran yang lebih rendah karena memperhitungkan usia hidup lebih panjang dan manfaat yang dibayarkan lebih jauh di masa depan, sehingga nilai kini menjadi lebih kecil. ======================================================================================================================================= The defined benefit pension program is provided as compensation for the contributions made by employees during their years of service. Planning for retirement by joining a pension program early is an important step in preparing for old age. This study discusses defined benefit pension schemes using the Entry Age Normal (EAN) and Frozen Initial Liability (FIL) methods. One of the factors that can affect pension fund estimation is the mortality rate. The Indonesian Mortality Table IV (TMI IV) is commonly used as a mortality reference in Indonesia. However, due to increasing life expectancy, a dynamic approach such as the LeeCarter Model is required to address longevity risk. The Lee-Carter model is estimated using the Singular Value Decomposition (SVD) method, and its parameters are forecasted using the Random Walk with Drift method for the next 55 years. The estimation results show a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of below 20%, indicating that the model is reasonably accurate. Based on data from six participants, the EAN method produces varying normal contributions based on age and salary, while the FIL method results in fixed and uniform contributions for each participant. The actuarial liability increases year by year under both methods, but EAN produces lower liability values compared to FIL. Compared to TMI IV, the use of the Lee-Carter Model results in lower liabilities and contributions because it accounts for longer life expectancy and benefit payments that occur further in the future, thereby reducing their present value

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇