Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Identifikasi Persebaran Struktur Bangunan Gapura Bajang Ratu dengan Integrasi Metode Ground Penetrating Radar (GPR) dan Gradiometri Magnetik

    No full text
    Gapura Bajang Ratu di Trowulan, situs peninggalan Kerajaan Majapahit, merupakan bagian penting dari warisan budaya yang membutuhkan pelestarian. Untuk merekonstruksi struktur asli yang masih tertimbun, penelitian ini menggunakan metode non-destruktif, yaitu Ground Penetrating Radar (GPR) dan gradiometri magnetik. Metode GPR mencitrakan kondisi bawah permukaan dengan resolusi tinggi melalui hamburan gelombang elektromagnetik, sementara gradiometri magnetik mendeteksi anomali ferromagnetik yang mengindikasikan struktur terkubur. Penelitian ini dilakukan di Dukuh Kraton, Kecamatan Trowulan dengan tujuan menganalisis karakteristik struktur bangunan di situs Gapura Bajang Ratu. Metode gradiometri magnetik menunjukkan zona anomali tinggi dengan rentang nilai 20 hingga 25 nT/m, yang diinterpretasikan sebagai keberadaan material bata kuno dengan sisa remanen magnetisme. Sementara itu, metode GPR memperlihatkan keberadaan reflektor bergelombang dan terdistorsi pada kedalaman 0.6 hingga 1.5 m dengan nilai RMS amplitude yang tinggi. Pola persebaran anomali dari kedua metode ini menunjukkan keteraturan spasial yang saling mendukung, serta cenderung mengarah pada kemungkinan keberadaan struktur bata tertimbun yang berpotensi menjadi bagian dari kompleks arkeologi yang lebih luas. ==================================================================================================================================== Majapahit Kingdom, is a significant cultural asset that requires preservation. To reconstruct the original buried structure, this study employed non-destructive methods, namely Ground Penetrating Radar (GPR) and magnetic gradiometry. The GPR method provides high-resolution subsurface imaging by capturing reflections of electromagnetic waves, while magnetic gradiometry detects ferromagnetic anomalies that may indicate the presence of buried structures. The research was conducted in Dukuh Kraton, Trowulan District, to analyze the structural characteristics of buildings within the Bajang Ratu Gate site. Magnetic gradiometry revealed a high anomaly zone ranging from 20 hingga 25 nT/m, interpreted as the presence of ancient bricks with residual remanent magnetism. Meanwhile, the GPR data indicated the presence of undulating and distorted reflectors at depths between 0.6 and 1.5 meters, characterized by high RMS amplitude values. The spatial distribution patterns of anomalies from both methods exhibit consistent alignment and mutually reinforcing results, suggesting the possible existence of a buried brick structure that may be part of a larger archaeological complex

    Analisis Numerik Variasi Bukaan Damper HRSG Tanjung Uncang Terhadap HP Superheater Tube Pada Pola Operasi Warm Start

    No full text
    PLTGU menggunakan siklus kombinasi gas turbin (CCGT), seperti yang diterapkan di PLTGU Tanjung Uncang di Batam sebagai sumber energinya dengan memanfaatkan udara panas hasil buangan turbin gas untuk menghasilkan steam untuk menggerakkan steam turbine. Ketika turbin ini beroperasi, umumnya diawali dengan proses starting. Terdapat berbagai macam kondisi starting dalam HRSG, salah satunya adalah warm start. Dalam kondisi warm start, PLTGU Tanjung Uncang menerapkan prosedur operasi standar (SOP) untuk pemanasan awal. Ketika HRSG outservice dalam kondisi peak load pada tengah hari, dilakukan bocoran damper untuk mempertahankan steam pada HP Superheater hingga tengah malam untuk dapat dilakukan turun beban gas turbin. Proses kemudian dilakukan dengan membuka damper 10o dengan load 10 MW. Hasil simulasi dilakukan untuk mengetahui tahanan termal material berdasarkan bukaan damper 5o, 10o, dan 25o dengan kondisi ketika temperatur steam 175oC, 250oC, 300oC, dan 420oC pada saat turbin gas diberi pembebanan 30 MW. Ditemukan bahwa pada kondisi bukaan damper 5o dan 10o dengan keseluruhan kondisi steam variasi berada dalam kondisi safe. Sedangkan untuk pola operasi dengan bukaan damper 25o, ditemukan bahwa kondisi operasi aman ketika temeperatur steam dalam HP Superheater telah berada pada temperatur dengan nilai minimum sebesar 250oC. Sehingga, ditemukan bahwa pola operasi baru warm start dapat dilakukan tanpa harus menurunkan beban pada gas turbin. ======================================================================================================================================= Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) power plants, such as the Tanjung Uncang CCGT Power Plant in Batam, utilize their combined cycle for energy generation. This process involves recovering hot exhaust gases from the gas turbine to produce steam, which then drives a steam turbine. The operation of these turbines typically begins with a starting sequence. Within the Heat Recovery Steam Generator (HRSG), various starting conditions exist, one of which is a warm start. For warm start conditions, the Tanjung Uncang CCGT Power Plant implements a standard operating procedure (SOP) for pre-heating. When the HRSG is taken out of service during peak load at midday, a damper leakage is performed to maintain steam in the HP Superheater until midnight, allowing for gas turbine load reduction. Subsequently, the process proceeds by opening the damper to 10 degrees with a 10 MW load. Simulations were conducted to determine the thermal resistance of the material based on damper openings of 5 degrees, 10 degrees, and 25 degrees, with varying steam temperatures of 175°C, 250°C, 300°C, and 420°C when gas turbine has 30 MW load. The results indicate that operations with damper openings of 5 degrees and 10 degrees are safe across all tested steam temperature variations. Meanwhile, for a 25-degree damper opening operation, safe conditions are achieved only when the steam temperature in the HP Superheater has reached a minimum value of 250°C. Based on the study it founds that new operational standard for warm start is feasible without reducing the gas turbine load

    Kajian Osilator Dirac dengan Solusi Non-Relativistik Tiga Dimensi dan Relativistik Dua Dimensi

    No full text
    Tugas akhir ini menganalisis osilator Dirac dengan solusi non-relativistik pada kasus tiga dimensi dan relativistik untuk kasus dua dimensi. Solusi non-relativistik menunjukkan osilator Dirac terdiri atas tiga kontribusi utama, yaitu energi dari osilator harmonik tiga dimensi biasa, koreksi konstanta sebesar 3/2ℏω, serta suku tambahan berupa interaksi kopling spin-orbit L·S. Pada kasus dua dimensi digunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan langsung persamaan diferensial dengan separasi variabel dan pendekatan operator. Dalam pendekatan langsung, persamaan Dirac diselesaikan dengan mensubstitusi komponen spinor, menghasilkan energi eigen, yaitu E=±mc^2\sqrt{1+(2ℏω/mc^2)(n_c+n_y∓1/2)}, dengan n_x, n_y sebagai bilangan kuantum osilator. Pendekatan operator memanfaatkan operator anihilasi dan kreasi baru, yaitu (a_l,a_l^†), menghasilkan energi eigen E=±mc^2\sqrt{1+4ℏω/mc^2}n_l, dimana n_l adalah bilangan kuantum tunggal baru. Perbandingan kedua pendekatan menunjukkan bahwa pendekatan operator lebih ringkas karena memanfaatkan simetri gabungan antara arah x dan y, sehingga momentum sudut tidak muncul secara eksplisit. Sebaliknya, pendekatan langsung memberikan pemisahan yang lebih eksplisit terhadap kontribusi dari masing-masing arah serta terhadap struktur momentum sudut. Meskipun demikian, hasil dari pendekatan operator masih perlu dikaji ulang, terutama dalam hal struktur degenerasi energi, yang belum muncul secara eksplisit dalam pendekatan operator. Hal ini berbeda dengan pendekatan persamaan diferensial, yang telah menunjukkan struktur degenerasi energi yang sesuai. =================================================================================================================================== This thesis analyzes the Dirac oscillator with non-relativistic solutions in the three-dimensional case and relativistic solutions in the two-dimensional case. The non-relativistic solution shows that the Dirac oscillator consists of three main contributions: the energy of the usual three-dimensional harmonic oscillator, a constant correction term of 3/2ℏω, and an additional term representing the spin-orbit coupling interaction L·S. In the two-dimensional case, two approaches are employed, namely the direct differential equation approach with variable separation, and the operator approach. In the direct approach, the Dirac equation is solved by substituting the spinor components, yielding the energy eigenvalues E=±mc^2\sqrt{1+(2ℏω/mc^2)(n_c+n_y∓1/2)}, where (n_x,n_y) are the oscillator quantum numbers. The operator approach utilizes new annihilation and creation operators, namely (a_l,a_l^†), and yields the energy eigenvalues E=±mc^2\sqrt{1+4ℏω/mc^2}n_l, where n_l is a new single quantum number. A comparison of the two approaches shows that the operator approach is more compact, as it exploits the combined symmetry of the x and y directions, resulting in the angular momentum not appearing explicitly. In contrast, the direct approach provides a more explicit separation of the contributions from each direction as well as the angular momentum structure. Nevertheless, the results from the operator approach still require further examination, particularly regarding the energy degeneracy structure, which does not appear explicitly in the operator approach. This is in contrast to the differential equation approach, which has shown a proper energy degeneracy structure

    Monitoring Rawat Jalan Pasien Penyakit Jantung Menggunakan Wearable Device Pada Aplikasi Android

    No full text
    Penyakit jantung merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama kematian terbesar di berbagai belahan dunia, salah satunya negara yang terdampak yaitu Indonesia. Kurangnya pemantauan pasien penyakit jantung rawat jalan di Indonesia menjadi persoalan serius, karena jika tidak tertangani dengan baik oleh tenaga medis, maka dapat mengakibatkan meningkatnya risiko kematian akibat komplikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, tugas akhir ini menawarkan solusi berbasis aplikasi android yang terhubung dengan wearable device sebagai alat pemantauan detak jantung secara real-time pada pasien penyakit jantung dengan memanfaatkan sensor pulse heart rate dengan Beats Per Minute (BPM) yang servisnya tersedia pada wearable device. Sistem pemantauan antara pasien penyakit jantung rawat jalan dan tenaga medis ini akan dikembangkan dengan metode SDLC waterfall dengan mengintegrasikan data wearable device menggunakan server firebase secara real-time, lalu data dikirimkan menggunakan Bluetooth Low Energy (BLE) pada aplikasi android. Aplikasi ini bertujuan dalam memudahkan pemantauan secara real-time dan memastikan kemudahan akses bagi pasien dan tenaga kesehatan (user firendly). Dengan adanya aplikasi ini juga diharapkan proses pemantauan pasien penyakit jantung rawat jalan menjadi lebih efektif, responsif, dan dapat menurunkan risiko komplikasi melalui deteksi dini berbasis data real-time. ======================================================================================================================== Heart disease is one of the leading causes of death worldwide, with Indonesia being among the affected countries. The lack of outpatient monitoring for heart disease patients in Indonesia has become a serious issue, as inadequate management by healthcare providers can increase the risk of death due to complications. To address this, this final project proposes an Android-based application connected to a wearable device as a real-time heart rate monitoring tool for heart disease patients, utilizing the pulse heart rate (BPM) sensor available on wearable devices. The monitoring system between heart disease outpatients and healthcare providers will be developed using the SDLC waterfall method, integrating wearable device data with a Firebase server in real time. The data is transmitted via BLE to an Android application. The Application aims to facilitate real-time monitoring while ensuring ease of access for patients and healthcare providers, offering a user-friendly interface. With this application, it is also hoped that the monitoring process for outpatient heart disease patients will be more effective, responsive, and can reduce the risk of complications through early detection based on real-time data

    Optimasi KOonfigurasi Jaringan 20 KV Menggunakan Metode Binary Particle Swarm Optimization Untuk Meminimalkan Losses Dan Ketidakseimbangan Beban

    No full text
    Sistem Distribusi merupakan salah satu komponen krusial dalam sistem tenaga listrik. Dalam kondisi keseharian Jaringan Distribusi harus menyuplai kebutuhan listrik ke seluruh pelanggan dengan beban yang berfluktuasi. Namun, Kondisi beban yang tidak seimbang dalam distribusi modern menimbulkan tantangan signifikan khususnya dalam menjaga Power Quality dan Mengurangi Losses. Teknik rekonfigurasi sering digunakan untuk mengasumsikan beban seimbang, dimana diaplikasikan di kehidupan nyata dengan kondisi beban tidak seimbang, sistem distribusi Gejayan akan menjadi objek kajian dalam penelitian ini. Pendekatan yang akan digunakan untuk Rekonfigurasi jaringan distribusi radial tidak seimbang yaitu BPSO (Binary Particle Swarm Optimization) untuk meminimalkan losses. Switching yang dikodekan dalam algoritma BPSO digunakan untuk mencari konfigurasi optimal dalam kondisi normal dan gangguan. Evaluasi performa konfigurasi dilakukan berdasarkan Load Flow Analysis terhadap tiga fasa yang tidak seimbang secara rinci dan akurat merepresentasikan ketidakseimbangan beban dalam jaringan Gejayan. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam kondisi normal BPSO berhasil mengurangi rugi rugi daya hinggan 47% dari yang sebelumnya 745,303 kW menjadi 392,9 kW dan menurunkan arus tidak seimbang sebesar 10 % dari yang sebelumnya 0,132 menjadi 0,119 dan dalam kondisi gangguan berhasil mengurangi rugi rugi daya sebanyak 11,8 % dari yang sebelumnya 392,9 kW menjadi 238,02 kW. ========================================================================================================================= The distribution system is one of the crucial components in the electric power system. In daily conditions, the distribution network must supply electricity needs to all customers with fluctuating loads. However, unbalanced load conditions in modern distribution pose significant challenges, especially in maintaining power quality and reducing losses. Reconfiguration techniques are often used to assume a balanced load, which is applied in real life with unbalanced load conditions, the Gejayan distribution system will be the object of study in this research. The approach that will be used to reconfigure the unbalanced radial distribution network is BPSO (Binary Particle Swarm Optimization) to minimize losses. Switching encoded in the BPSO algorithm is used to find the optimal configuration under normal and fault conditions. Configuration performance evaluation was carried out based on Load Flow Analysis of three unbalanced phases in detail and accurately representing the load imbalance in the Gejayan network. The results show that under normal conditions the BPSO succeeded in reducing power losses by up to 47% from the previous 745,303 kW to 392.9 kW and reduced unbalanced current by 10% from the previous 0.132 to 0.119 and in disturbance conditions it succeeded in reducing power losses by 11.8% from the previous 392.9 kW to 238.02 kW

    Fine-Tuning Model Transformer Untuk Pengenalan Emosi Pada Lirik Lagu Berbahasa Indonesia Berdasarkan Model Emosi Russell

    No full text
    Musik dan lirik lagu memiliki peran penting dalam menyampaikan emosi, namun sering terjadi perbedaan interpretasi antara emosi yang ingin disampaikan pencipta lagu dan yang diterima pendengar, khususnya pada lirik lagu pop Indonesia. Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian ini menerapkan model transformer dengan kerangka Model Emosi Russell sebagai dasar klasifikasi emosi lirik lagu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan membandingkan performa tiga model transformer, yaitu IndoBERT, RoBERTa, dan DistilBERT, dalam mengenali emosi dominan pada lirik lagu pop Indonesia. Proses penelitian meliputi preprocessing teks, balancing data menggunakan Random Oversampling, serta fine-tuning model pada dataset lirik lagu pop Indonesia yang telah dianotasi dengan empat label emosi utama (Senang, Sedih, Tenang, Marah) sesuai Model Emosi Russell. Evaluasi dilakukan menggunakan skema 5-fold cross validation dengan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa strategi preprocessing dan balancing data sangat memengaruhi performa model. IndoBERT menunjukkan performa terbaik pada skenario tanpa oversampling dan tanpa full preprocessing, dengan accuracy 68%, precision 63%, recall 59%, dan F1-score 60%. RoBERTa memperoleh hasil optimal pada skenario dengan oversampling tanpa full preprocessing dengan accuracy 65% dan F1-score 57%, sedangkan DistilBERT mencapai accuracy 66% dan F1-score 56%, yaitu 2% lebih rendah untuk accuracy dan 4% lebih rendah untuk F1-score dibandingkan IndoBERT. IndoBERT menjadi model paling unggul untuk klasifikasi emosi lirik lagu pop Indonesia pada skenario tanpa oversampling dan tanpa full preprocessing. ================================================================================================================================== Music and song lyrics play a significant role in conveying emotions, but differences in interpretation between the emotions intended by songwriters and those perceived by listeners often occur, especially in Indonesian pop song lyrics. To address this challenge, this study applies transformer-based models with the Russell Emotion Model as the framework for emotion classification in song lyrics. The objective of this research is to develop and compare the performance of three transformer models IndoBERT, RoBERTa, and DistilBERT in recognizing the dominant emotion in Indonesian pop song lyrics. The research process includes text preprocessing, data balancing using Random Oversampling, and fine-tuning the models on an annotated dataset of Indonesian pop lyrics with four main emotion labels (Happy, Sad, Calm, Angry) according to the Russell Emotion Model. Evaluation is conducted using a 5-fold cross validation scheme with metrics such as accuracy, precision, recall, and F1-score. The experimental results show that preprocessing strategies and data balancing significantly affect model performance. IndoBERT achieved the best results in the scenario without oversampling and without full preprocessing, with 68% accuracy, 63% precision, 59% recall, and a 60% F1-score. RoBERTa performed optimally with oversampling and without full preprocessing with accuracy 65% and F1-score 57%, while DistilBERT achieved an accuracy of 66% and an F1-score of 56%, which is 2% lower in accuracy and 4% lower in F1-score compared to IndoBERT. IndoBERT proved to be the most effective model for emotion classification of Indonesian pop song lyrics in the scenario without oversampling and without full preprocessing

    Pemodelan Status Gizi Balita di Provinsi Jawa Timur dengan Regresi Probit Ordinal SMOTE-NC

    No full text
    Status gizi balita merupakan indikator utama dalam menilai kualitas kesehatan dan perkembangan anak usia dini. Salah satu parameter yang umum digunakan untuk mengukur status gizi adalah Indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), yang mencerminkan kondisi pertumbuhan fisik anak. Permasalahan gizi yang dialami pada masa balita, terutama akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas di masa depan. Meskipun prevalensi balita dengan TB/U di bawah standar di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan, angka tersebut masih tinggi dan belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan dan identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi status gizi balita di Provinsi Jawa Timur dengan Regresi Probit Ordinal pendekatan SMOTE-NC untuk mengatasi ketidakseimbangan jumlah data antar kategori. Data yang digunakan bersumber dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 oleh kementerian kesehatan dengan unit penelitian balita dan ibu balita di Provinsi Jawa Timur. Terdapat 84,6% dari total 7.644 balita yang memiliki status gizi normal, sementara 11,9% tergolong pendek dan 3,5% sangat pendek. Status gizi balita berkaitan dengan karakteristik individu dan praktik kesehatan dasar. Balita laki-laki memiliki proporsi gizi pendek dan sangat pendek yang lebih tinggi dibanding perempuan. Pemberian imunisasi dasar lengkap, ASI eksklusif, MPASI tepat waktu, obat cacing, dan IMD berhubungan dengan proporsi gizi normal yang lebih tinggi. Pemodelan regresi probit ordinal SMOTE-NC yang terbaik menghasilkan nilai presisi sebesar 51,27%, sensitivitas sebesar 52,32%, spesifisitas sebesar 76,16%, dan ketepatan klasifikasi sebesar 52,31%. Nilai-nilai ini menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan yang cukup dalam mengklasifikasikan status gizi balita berdasarkan indeks TB/U. Terdapat 9 variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap status gizi balita di Provinsi Jawa Timur, yaitu jenis kelamin balita, usia kandungan ketika lahir, tinggi badan bayi lahir, berat badan bayi lahir, pemberian imunisasi dasar pada balita, pemberian ASI eksklusif, usia balita saat mulai MPASI, pemberian obat cacing pada balita, dan inisiasi menyusui dini (IMD) oleh ibu balita. ======================================================================================================================================== Nutritional status of toddlers is a key indicator in assessing the quality of health and early childhood development. One of the commonly used parameters to measure nutritional status is the Height-for-Age Index (HAZ), which reflects a child's physical growth condition. Nutritional problems during toddlerhood, particularly due to chronic malnutrition and recurrent infections, can have long-term impacts on health, cognitive development, and future productivity. Although the prevalence of toddlers with below-standard HAZ in East Java has shown a declining trend, the figure remains high and has yet to meet the national target. Therefore, a model was developed to identify the factors influencing toddlers’ nutritional status in East Java Province using Ordinal Probit Regression with the SMOTE-NC approach, aimed at addressing class imbalance in the dataset. The data used were obtained from the 2022 Nutritional Status Survey (SSGI) conducted by the Ministry of Health, focusing on toddlers and their mothers in East Java. Among the 7,644 toddlers analyzed, 84.6% had normal nutritional status, while 11.9% were classified as stunted and 3.5% as severely stunted. Nutritional status was found to be associated with individual characteristics and basic health practices. Male toddlers showed higher proportions of stunting and severe stunting compared to females. Meanwhile, complete basic immunization, exclusive breastfeeding, timely complementary feeding (≥ 6 months), deworming treatment, and early initiation of breastfeeding (IMD) were linked to higher proportions of normal nutritional status. The best-performing Ordinal Probit Regression model using SMOTE-NC achieved a precision of 51,27%, sensitivity of 52.32%, specificity of 76.16%, and an overall classification accuracy of 52.31%. These values indicate that the model has a fair ability to classify the nutritional status of toddlers based on the HAZ index. A total of nine predictor variables were found to significantly influence toddlers' nutritional status in East Java, namely: toddler’s sex, gestational age at birth, birth height, birth weight, basic immunization, exclusive breastfeeding, age at the start of complementary feeding, deworming treatment, and early initiation of breastfeeding (IMD) by the mother

    Desain Pabrik Krimer Nabati Bubuk dari Biji Jagung

    No full text
    Krimer nabati bubuk merupakan bahan tambahan pangan yang banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai pengganti susu. Dalam desain ini, pabrik krimer nabati bubuk dirancang dengan memanfaatkan biji jagung sebagai bahan baku utama, mengingat ketersediaan jagung yang melimpah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menjadi produsen jagung terbesar di Indonesia. Lokasi pabrik dipilih dengan mempertimbangkan akses bahan baku, utilitas, tenaga kerja, transportasi, serta faktor lingkungan dan regulasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, Kabupaten Tuban merupakan lokasi yang paling optimal karena memiliki produksi jagung terbesar, akses transportasi yang baik, serta ketersediaan lahan dan tenaga kerja yang memadai. Proses produksi utama meliputi ekstraksi minyak jagung menggunakan metode solvent extraction, pemurnian minyak dengan refining fisik, pembuatan sirup glukosa, serta formulasi dan pengeringan krimer menggunakan spray drying untuk menghasilkan produk berbentuk bubuk. Dengan rancangan proses yang efisien dan pemilihan lokasi yang strategis, pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan krimer nabati bubuk yang terus meningkat di pasar domestik dan internasional. Didapatkan bahwa produksi pabrik krimer nabati bubuk dari biji jagung memiliki IRR dengan nilai 27,03% yang nilainya berada diatas nilai WACC yaitu sebesar 17,16%. Diperoleh juga nilai NPV yang positif sehingga pabrik dianggap layak untuk didirikan. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperkirakan bahwa pabrik ini akan balik modal dalam waktu 5 tahun produksi. ================================================================================================================================== Non-dairy creamer is a food additive, widely used in the food and beverage industry as a substitute for milk. In this design, a powdered non-dairy creamer factory is designed to have corn kernels as its main raw material, due to the availability of corn in Indonesia, especially in Tuban Regency, East Java, one of the largest corn producer area in Indonesia. The location of the factory is selected by considering access to raw materials, utilities, work force, transportation, and environmental and regulatory factors. Based on the analysis conducted, Tuban Regency is the most optimal location because it was the largest corn production countrywide, easy transportation access, and adequate area and work force availability. The main production process includes extraction of oil using the solvent extraction method, oil purification with physical refining, production of glucose syrup, and creamer formulation and drying using spray dryer. With efficient process design and strategic location selection, this factory is expected to be able to meet the increasing demand for powdered non-dairy creamer in the domestic and international market. From the results of the economic analysis that has been done, it was found that the production of the Non-Dairy Creamer Plant has an IRR with a value of 27,03% which is above the WACC value of 17,16%. A positive NPV value was also obtained so that the factory is considered feasible to be established. From the calculations that have been done, it is estimated that this factory will return its capital within 5 year of production

    Identifikasi Formasi Geologi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Vertical Electrical Sounding (VES) di Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Pembangunan infrastruktur dan konstruksi bangunan merupakan salah satu pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan baik jalan tol, jalan raya, dan bandara. Ini memacu kebutuhan bahan baku galian semakin meningkat. Kabupaten Pasuruan merupakan wilayah yang memiliki potensi alam berupa batuan andesit dan lava, terutama daerah Kejayan dan sekitarnya. Untuk mendapatkan informasi ini, dilakukan pengukuran geolistrik yaitu Vertical Electrical Sounding (VES) dengan konfigurasi Schlumberger. Penelitian ini dilakukan khusus di wilayah IUP X, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, dengan jumlah 10 titik pengukuran. Data yang dihasilkan kemudian diolah menggunakan software IPI2WIN dan PROGRESS V 3.0 untuk interpretasi 1 dimensi (1D) dan software Rockworks untuk interpretasi 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Berdasarkan hasil analisis struktur lapisan batuan di lokasi penelitian, batuan yang dominan ditemukan adalah lava, breksi, tuff breksian, tuff, dan tanah (soil). Identifikasi litologi ini diperoleh dari data resistivitas geolistrik yang dikorelasikan dengan peta geologi dan kondisi geologi setempat. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa soil memiliki nilai tahanan jenis 0–10 Ωm, tuff 10–100 Ωm, tuff breksian 100–200 Ωm, breksi >200 Ωm, dan lava <2000 Ωm. Potensi volume cadangan bahan galian yang teridentifikasi pada kedalaman 165–75 meter dari permukaan mencapai total 4.915.600 meter kubik. Rincian sebaran volumenya terdiri dari lava sebesar 2.411.200 m³ (49%), tuff sebesar 1.163.200 m³ (24%), tuff breksian sebesar 500.400 m³ (10%), breksi sebesar 834.400 m³ (17%), dan soil sebesar 6.400 m³ (0,2%). ====================================================================================================================================== Infrastructure development and building construction are among the main pillars of economic growth and public welfare. The Indonesian government is currently intensifying infrastructure development, including toll roads, highways, and airports. This has driven a rising demand for raw excavation materials. Pasuruan Regency is a region with natural potential in the form of andesite and lava rocks, particularly in the Kejayan area and its surroundings. To obtain this information, geoelectrical measurements were carried out using the Vertical Electrical Sounding (VES) method with the Schlumberger configuration. This research was specifically conducted in the IUP X area, Kejayan, Pasuruan Regency, with a total of 10 measurement points. The resulting data were processed using IPI2WIN and PROGRESS V 3.0 software for one-dimensional (1D) interpretation, and Rockworks software for two-dimensional (2D) and three-dimensional (3D) interpretation. Based on the analysis of the rock layer structure at the research location, the dominant rocks found are lava, breccia, brecciated tuff, tuff, and soil. The lithological identification was obtained from geoelectrical resistivity data correlated with geological maps and local geological conditions. The interpretation results show that soil has a resistivity value of 0–10 Ωm, tuff 10–100 Ωm, brecciated tuff 100–200 Ωm, breccia >200 Ωm, and lava <2000 Ωm. The potential volume of extractable material identified at depths between 165–75 meters from the surface totals 4,915,600 cubic meters. The volume distribution consists of lava at 2,411,200 m³ (49%), tuff at 1,163,200 m³ (24%), brecciated tuff at 500,400 m³ (10%), breccia at 834,400 m³ (17%), and soil at 6,400 m³ (0.2%)

    Path Tracking Dan Obstacle Avoidance Pada AUV Menggunakan 3D Line-of-Sight Dengan Slip Angle Observer

    No full text
    Penelitian ini mengusulkan desain slip angle observer untuk meningkatkan performa path tracking dari Autonomous Underwater Vehicle (AUV) berbasis 3D Line-of-Sight (LOS). Slip angle observer yang dikembangkan mampu mengestimasi slip angle pada bidang horizontal dan vertikal. Untuk mengatasi diskontinuitas straight-line path, observer dirancang sebagai hybrid observer yang dapat menyesuaikan metode estimasi antara slip angle observer dan projection parameter. Metode yang diusulkan diuji melalui simulasi pada lingkungan tanpa gangguan dan dengan gangguan. Hasil menunjukkan bahwa observer yang dibuat hybrid dapat meningkatkan akurasi estimasi slip angle dan meningkatkan performa path tracking yang ditinjau dari RMSE, nilai maksimum absolut, dan standar deviasi. Selain itu, metode ini juga diintegrasikan dengan Whale Optimization Algorithm (WOA) untuk skenario obstacle avoidance. Gabungan 3D LOS, slip angle observer, dan WOA membuat AUV sukses menghindari halangan serta kembali ke jalur utama, baik pada lingkungan dengan maupun tanpa gangguan. Performa obstacle avoidance dinilai berdasarkan fungsi threat, dimana gabungan 3D LOS, slip angle observer, dan WOA membuat AUV sukses menghindari halangan serta kembali ke jalur utama, baik pada lingkungan dengan maupun tanpa gangguan. ============================================================================================================================ This study proposes the design of a slip angle observer to improve the path tracking performance of an Autonomous Underwater Vehicle (AUV) based on 3D Line-of-Sight (LOS). The developed slip angle observer is capable of estimating slip angles in both horizontal and vertical planes. To overcome the discontinuities of the straight-line path, the observer is designed as a hybrid observer that adapts the estimation method between the slip angle observer and the projection parameter. The proposed method is validated through simulations under both disturbed and undisturbed conditions. The results show that the combination of the slip angle observer and projection parameter improves slip angle estimation accuracy and delivers better path tracking performance—evaluated in terms of RMSE, maximum absolute error, and standard deviation—compared to other methods such as ALOS. Additionally, this method is integrated with the Whale Optimization Algorithm (WOA) for obstacle avoidance missions. The integration of 3D LOS, slip angle observer, and WOA enables the AUV to avoid obstacles and return to the main path in both disturbed and undisturbed environments

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇