Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Desain Pabrik Bubuk Kalsium Dari Tulang Ikan Sebagai Bahan Tambahan Pangan

    No full text
    Limbah perikanan di Indonesia mencapai 1,81 juta ton pertahun dan belum terkelola dengan baik. Padahal, bagian-bagian dari limbah tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk mengurangi pencemaran lingkungan seperti limbah tulang ikan. Tulang ikan mengandung unsur penting bagi tubuh, yaitu kalsium yang berperan dalam metabolisme tubuh serta pembentukan tulang dan gigi. Tulang ikan yang berkalsium tinggi dapat dikelola menjadi bubuk kalsium tulang ikan. Selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, bubuk kalsium dari tulang ikan dapat menjadi bahan tambahan sumber pangan tinggi kalsium untuk mencegah terjadinya gagal tumbuh melalui pengolahan lanjut menjadi aneka makanan seperti susu, produk kesehatan, biskuit, kerupuk, cookies, dan lain-lain. Kapasitas pabrik yang akan didirikan sebesar 2000 ton/tahun dengan bahan baku limbah tulang ikan yang berasal dari daerah Jawa Timur. Lokasi dimana akan didirikannya pabrik yaitu di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Metode yang dipilih dalam proses produksi bubuk tulang ikan adalah metode hydrolyzing dengan NaOH karena bubuk kalsium yang dihasilkan memiliki kandungan kalsium lebih tinggi dan energi yang lebih sedikit dibandingkan metode non-hydrolyzing. Pada metode hydrolyzing, tulang ikan dialirkan pada belt conveyor dan masuk ke dalam tangki perebusan, lalu dihancurkan dengan hammer mill. Kemudian, terjadi hidrolisis protein dengan NaOH 6% dan pencucian dengan HCL 1%. Selanjutnya, proses bleaching dengan H2O2 2,5% untuk memutihkan warna produk. Lalu, dilakukan proses drying dengan rotary dryer dan ball mill untuk memperoleh ukuran 65 mesh pada produk. Produk dengan ukuran 65 mesh akan lolos pada particle screener dan dikemas. Pabrik bubuk kalsium dari tulang ikan dengan kapasitas 2000 ton/tahun dilakukan dengan waktu operasi 330 hari kerja. Dengan laju pengembalian modal atau IRR sebesar 37,86% didapatkan waktu pengembalian modal (POT) selama 2,99 tahun, dan NPV sebesar Rp 87.325.924.457. ======================================================================================================================================== Fishery waste in Indonesia reaches 1.81 million tons per year and remains poorly managed. However, parts of this waste, such as fish bones, can be reutilized to reduce environmental pollution. Fish bones contain essential elements for the body, particularly calcium, which plays a role in metabolism and the formation of bones and teeth. High-calcium fish bones can be processed into fish bone calcium powder. Besides reducing environmental pollution, calcium powder from fish bones can serve as a high-calcium food additive to prevent stunted growth by further processing it into various food products such as milk, health products, biscuits, crackers, cookies, and more. The factory to be established will have a production capacity of 2,000 tons per year, utilizing fish bone waste sourced from the East Java region. The factory will be located in Muncar Subdistrict, Banyuwangi. The selected production method for fish bone calcium powder is the hydrolyzing method with NaOH, as the resulting calcium powder contains higher calcium levels and requires less energy compared to non-hydrolyzing methods. In the hydrolyzing method, fish bones are conveyed on a belt conveyor into a boiling tank and then crushed with a hammer mill. Protein hydrolysis is carried out using 6% NaOH, followed by washing with 1% HCl. The next step involves bleaching with H2O2 2,5% to whiten the product. This is followed by a drying process using a rotary dryer and ball mill to achieve a product size of 65 mesh. The 65-mesh-sized product passes through a particle screener and is then packaged. The fish bone calcium powder factory with a capacity of 2,000 tons per year operates for 330 working days annually. With an internal rate of return (IRR) of 37,86%, the payback period (POT) is 2,99 years, and the net present value (NPV) amounts to IDR 87.325.924.457

    Rancang Bangun Prototipe Sistem Roaster Otomatis Berbasis Elemen Pemanas Resistif

    No full text
    Proses penyangraian kopi secara manual sering kali menghasilkan ketidakkonsistenan suhu yang berdampak pada mutu dan cita rasa kopi, sehingga diperlukan sistem roaster otomatis yang lebih andal. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe sistem roaster otomatis berbasis elemen pemanas resistif sebagai alternatif modern terhadap mesin sangrai konvensional yang kerap memiliki keterbatasan dalam pengendalian suhu. Prototipe dirancang dengan dimensi ruang sangrai (roasting chamber) sebesar 50 cm × 20 cm × 20 cm, dan ruang pemanggang bagian dalam berukuran 30 cm × 20 cm × 20 cm, menggunakan material stainless steel serta insulasi ceramic fiber untuk efisiensi termal. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino R4 Minima, dengan integrasi sensor suhu PT100 RTD berbasis modul MAX31865 serta sensor berat load cell yang terhubung ke modul HX711, guna memantau parameter utama selama proses. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mencapai suhu target 220°C dalam waktu 3–6 menit, dengan kontrol suhu on-off yang menjaga fluktuasi suhu dalam rentang 0,5°C hingga 1,0°C dari titik setel. Akurasi sensor berat mencapai ketelitian hingga 1 gram. Efisiensi energi sistem tercatat sebesar 27,05% saat dilakukan pengujian dengan massa kopi sebesar 50 gram. Efisiensi ini cenderung meningkat seiring bertambahnya massa kopi, karena energi panas dari elemen pemanas lebih banyak diserap oleh biji kopi yang diproses. Penelitian ini menunjukkan bahwa spesifikasi, kinerja, dan efisiensi dari mesin sangrai yang dirancang dan dibangun memiliki potensi sebagai pengganti mesin sangrai konvensional yang lebih presisi dan terkontrol. ================================================================================================================================= Manual coffee roasting often results in inconsistent temperature control, which affects the quality and flavor of the final product. Therefore, a reliable automatic roasting system is essential. This study aims to design and develop a prototype of an automatic coffee roaster system based on resistive heating elements as a modern alternative to conventional roasting machines, which often lack precise temperature control. The prototype features a roasting chamber with dimensions of 50 cm × 20 cm × 20 cm, and an internal roasting space measuring 30 cm × 20 cm × 20 cm, constructed using stainless steel and insulated with ceramic fiber for thermal efficiency. The control system is implemented using an Arduino R4 Minima microcontroller, integrated with a PT100 RTD temperature sensor via the MAX31865 module and a load cell connected to the HX711 module to monitor key process parameters. Performance testing shows that the system can reach a target temperature of 220°C within 3–6 minutes, and the implemented on-off control maintains temperature fluctuations within 0.5°C to 1.0°C from the set point. The load cell provides accurate weight readings with a precision of up to 1 gram. Energy efficiency was recorded at 27.05% during testing with 50 grams of coffee beans, and this efficiency tends to increase with larger batch sizes, as more heat energy is absorbed by the beans. This study demonstrates that the specifications, performance, and energy efficiency of the developed roasting machine make it a viable and more precise alternative to conventional coffee roasters

    Redesain Instalasi Pengolahan Limbah Cair Peternakan Sapi Perah PT. X di Kabupaten Blitar

    No full text
    Peternakan sapi perah memiliki manfaat ekonomi yang bernilai tinggi, namun limbah ternak yang dihasilkan juga cukup besar. Perlu perhatian khusus dalam pengelolaannya untuk dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. PT. X merupakan salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia yang sedang memiliki masalah pada Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPLC) peternakannya. Permasalahan ini mengakibatkan efluen yang dihasilkan oleh IPLC tidak sesuai dengen baku mutu yang digunakan. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu kajian kuantitas dan kualitas pada IPLC eksisting beserta evaluasi kinerja pada sistem instalasi. Kajian tersebut akan menjadi dasar perencanaan untuk dilakukannya modifikasi guna memberikan alternatif pengolahan limbah yang lebih efektif. Langkah awal yang dilakukan mencakup pengumpulan data dan pengujian karakteristik limbah cair. Setelah itu, dilakukan analisis dan evaluasi dengan melakukan perhitungan teknis yang meliputi perhitungan dimensi, volume, kecepatan aliran, waktu detensi, persentase removal, dan kapasitas beban organik pada masing-masing unit. Kemudian, dari hasil evaluasi tersebut, akan dilakukan redesain pada IPLC eksisting. Langkah yang dilakukan untuk melakukan redesain meliputi penentuan alternatif pengolahan yang akan digunakan, perhitungan detail engineering desain berserta perhitungan bill of quantity dan rencana anggaran biaya. Hasil dari evaluasi yang didapat untuk unit sandtrap telah memenuhi standar dengan efisiensi penurunan TSS hingga 31,07% sehingga tidak perlu redesain. Frekuensi pengurasan pada unit Pit 1 dan Pit 2 perlu ditingkatkan menjadi 2 – 3 bulan sekali. Selanjutnya, diperlukan penambahan pre-treatment karena beban organik yang diterima oleh unit Bak Anaerobik melebihi kapasitasnya yang hanya bisa mengolah <350 g/m3.hari. Hasil redesain yang dilakukan terbagi menjadi dua skenario berdasarkan baku mutu berbeda. Skenario pertama direncanakan mengacu pada baku mutu usulan PT. X untuk digunakan sebagai sumber nutrisi bagi lahan perkebunan kopi, sementara skenario kedua direncanakan mengacu pada Permen LH Nomor 5 Tahun 2014 khususnya baku mutu efluen IPAL peternakan sapi dan babi. Pada skenario pertama dibutuhkan adanya penambahan Anaerobic Baffled Reactor (ABR) beserta Kolam Fakultatif. Pada skenario kedua, melanjutkan hasil alternatif skenario pertama dengan menambahkan Moving Bed Biofilm Reactor dan Constructed Wetland. ================================================================================================================================= Dairy farming offers significant economic benefits, but it also produces substantial amounts of waste. This requires special attention in its management to prevent environmental pollution. PT. X, one of the largest dairy companies in Indonesia, is currently experiencing problems with its Wastewater Treatment Plant (WTP). This problem results in the effluent produced by the WTP not meeting established quality standards. Based on these conditions, a quantitative and qualitative study of the existing WTP, along with a performance evaluation of the system, is required. This study will form the basis for planning modifications to provide more effective wastewater treatment alternatives. Initial steps include data collection and testing of the wastewater characteristics. Following this, analysis and evaluation are conducted using technical calculations, including dimensions, volume, flow rate, detention time, removal percentage, and organic load capacity for each unit. Based on these evaluation results, a redesign of the existing WTP will be undertaken. The redesign steps include determining the treatment alternatives to be used, detailed engineering design calculations, bill of quantities calculations, and a budget plan. The evaluation results obtained for the sandtrap unit have met the standards with a TSS reduction efficiency of up to 31.07% so that no redesign is required. The frequency of draining in Pit 1 and Pit 2 units needs to be increased to once every 2-3 months. Furthermore, additional pre-treatment is needed because the organic load received by the Anaerobic Tank unit exceeds its capacity which can only process <350 g/m3.day. The results of the redesign carried out are divided into two scenarios based on different quality standards. The first scenario is planned to refer to the quality standards proposed by PT. X to be used as a nutrient source for coffee plantations, while the second scenario is planned to refer to the Permen LH Nomor 5 Tahun 2014 specifically the quality standards for cattle and pig farms WWTP effluent. In the first scenario, the addition of an Anaerobic Baffled Reactor (ABR) along with a Facultative Pond is required. In the second scenario, continuing the results of the first alternative scenario by adding a Moving Bed Biofilm Reactor and Constructed Wetland

    Analisis Estimasi Cadangan Hidrokarbon Pada Shaly Sand Reservoir Dengan Pendekatan Metode Monte Carlo Simulation Pada Lapangan “PYN”

    No full text
    Shaly sand reservoir dikenal memiliki variasi karateristik dan heterogenitas tinggi dengan kandungan lempung yang signifikan. Sifat heterogenitas ini membuat ketidakpastian variasi nilai porositas, permeabilitas, dan saturasi fluida, yang cukup berpengaruh dalam estimasi cadangan hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan menganalisis estimasi cadangan hidrokarbon pada reservoir shaly sand lapangan “PYN”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode Monte Carlo Simulation yang memodelkan ketidakpastian nilai (uncertainty value) pada nilai estimasi cadangan dan metode Thomas-Stieber yang mempertimbangkan analisis disrtibusi shale pada integrasi data log sumur dari lima sumur (ASL-A1, ASL-A2, ASL-B1, ASL-C1, ASL-D1). Pada hasil metode Monte Carlo Simulation menunjukkan estimasi STOIIP sebesar P90: 8.295 MMSTB, P50: 35.953 MMSTB, dan P10: 75.127 MMSTB, menunjukkan cadangan yang potensial untuk analisis ekonomi dan pengembangan. Nilai estimasi cadangan akhir tersebut disebabkan karena pengaruh distribusi shale, terutama tipe structural-dispersed yang terlihat signifikan dalam menurunkan porositas efektif dan permeabilitas reservoir. Selain itu, hasil analisis petrofisika menunjukkan ata-rata parameter utama hasil pay summary meliputi net pay 153.4 ft, volume serpih (Vsh) 36.6%, porositas total (PHIT) 17.4%, dan saturasi air (Sw) 64.8%. Sementara itu, analisis seismik dengan atribut RMS (Root Mean Square) mendukung identifikasi zona hidrokarbon yang potensial pada lapangan “PYN”. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya meningkatkan akurasi estimasi cadangan, tetapi juga mendukung perencanaan pengembangan lapangan yang lebih efektif, mengurangi risiko estimasi cadangan, dan mengoptimalkan efisiensi operasional di reservoir shaly sand dengan Tingkat heterogenitas yang kompleks. ========================================================================================================================== Shaly sand reservoirs are known to have a high variety of characteristics and heterogeneity with significant clay content. This heterogeneity creates uncertainty in the variation of porosity, permeability, and fluid saturation values, which is quite influential in the estimation of hydrocarbon reserves. This study aims to evaluate the estimation of hydrocarbon reserves in the shaly sand reservoir of the “PYN” field. The method used in this study is using the Monte Carlo Simulation method approach that models the uncertainty value in the reserve estimation value and the Thomas-Stieber method that considers shale distribution analysis on the integration of well log data from five wells (ASL-A1, ASL-A2, ASL-B1, ASL-C1, ASL-D1). The Monte Carlo Simulation method results show STOIIP estimates of P90: 8.295 MMSTB, P50: 35.953 MMSTB, dan P10: 75.127 MMSTB, indicates potential reserves for economic analysis and development. The final reserve estimate value is due to the influence of shale distribution, especially the structural-dispersed type, which is significant in reducing the effective porosity and permeability of the reservoir. In addition, the results of petrophysical analysis show that the main parameters of the pay summary results include net pay 153.4 ft, shale volume (Vsh) 36.6%, total porosity (PHIT) 17.4%, and water saturation (Sw) 64.8%. Meanwhile, seismic analysis with RMS (Root Mean Square) attributes supports the identification of potential hydrocarbon zones in the “PYN” field. The research results are expected to not only improve the accuracy of reserve estimation, but also support more effective field development planning, reduce reserve estimation risk, and optimize operational efficiency in shaly sand reservoirs with complex heterogeneity levels

    Dampak Branding Kampung Lumpia Terhadap Keterlibatan Warga Ngaglik Kota Surabaya Dalam Pengembangan Komunitas UMKM

    No full text
    Branding kawasan melalui konsep kampung tematik di Surabaya, seperti yang diterapkan di Kampung Lumpia, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan ekonomi berbasis kuliner khas, yaitu produksi lumpia. Kampung Lumpia ini berdampak pada perkembangan UMKM, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan kapasitas SDM, kurangnya koordinasi antar pelaku usaha, dan belum optimalnya sistem pemasaran produk, yang berpengaruh pada keberlanjutan usaha serta jumlah pengunjung yang fluktuatif akibat persaingan dengan destinasi wisata lain. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana implementasi branding Kampung Lumpia berdampak pada keterlibatan warga dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi branding Kampung Lumpia merupakan inisiatif berbasis komunitas yang dimulai dari kesadaran lokal dan difasilitasi oleh kelurahan. Implementasi branding bersifat top-down, diprakarsai oleh kelurahan sebagai strategi membentuk identitas kawasan. Branding diwujudkan dalam bentuk mural, plank, dan spanduk, serta penguatan identitas sosial-ekonomi melalui UMKM. Branding tidak hanya menghasilkan identitas visual seperti mural dan spanduk, tetapi juga membangun rasa memiliki, meningkatkan partisipasi ibu rumah tangga, mendorong gotong royong, serta mengikutsertakan generasi muda dalam promosi digital. Meski demikian, keterlibatan ini belum merata karena adanya kesenjangan dalam akses pelatihan, promosi, dan kualitas produk antar pelaku UMKM. Faktor pendukung keterlibatan warga meliputi kesadaran kolektif, dukungan pemerintah, media sosial sebagai sarana promosi, serta terbentuknya jejaring pelaku UMKM. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan infrastruktur, kurang optimalnya koordinasi, dan minimnya keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam pengambilan keputusan. ================================================================================================================================= Regional branding through the concept of thematic villages in Surabaya, as implemented in Kampung Lumpia, is expected to encourage local economic growth by involving the community in culinary-based economic activities, namely spring roll production. This Kampung Lumpia has an impact on the development of MSMEs, especially in facing the challenges of limited human resource capacity, lack of coordination between business actors, and a suboptimal product marketing system, which affects business sustainability and fluctuating visitor numbers due to competition with other tourist destinations. This study aims to understand the extent to which the implementation of Kampung Lumpia branding has an impact on community involvement in the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), and to identify the factors that influence it. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation, then analyzed descriptively. The results show that the implementation of Kampung Lumpia branding is a community-based initiative that begins with local awareness and is facilitated by the village. The branding implementation is top-down, initiated by the village as a strategy to shape regional identity. Branding is realized in the form of murals, planks, and banners, as well as strengthening socio-economic identity through MSMEs. Branding not only creates visual identities such as murals and banners, but also builds a sense of ownership, increases the participation of housewives, encourages mutual cooperation, and engages the younger generation in digital promotions. However, this involvement is not evenly distributed due to gaps in access to training, promotion, and product quality among MSMEs. Supporting factors for community involvement include collective awareness, government support, social media as a promotional tool, and the formation of MSME networks. Meanwhile, key obstacles include limited infrastructure, suboptimal coordination, and the minimal involvement of women and the younger generation in decision-making.

    Integrasi Data Terrestrial Laser Scanner dan Airborne Laser Scanner untuk Pemodelan Tiga Dimensi (Studi Kasus : Gedung Rektorat ITS)

    No full text
    Perkembangan teknologi geospasial mendorong kebutuhan terhadap data spasial tiga dimensi (3D) untuk berbagai kebutuhan. Model 3D dinilai mampu merepresentasikan kondisi riil suatu objek secara presisi, sehingga menjadi alat bantu penting dalam proses perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil integrasi data point cloud dari Terrestrial Laser Scanner (TLS) dan Airborne Laser Scanner (ALS) dalam pembuatan model 3D Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Hasil akuisisi dan pengolahan data dari Terrestrial Laser Scanner diperoleh nilai mean bundle error sebesar 0,004 meter dan pada GCP diperoleh RMSE_x sebesar 0,005 meter, RMSE_y sebesar 0,013 meter, dan RMSE_z sebesar 0,009 meter. Pada data ALS diperoleh hasil average altitude difference sebesar 0,037 meter dan RMSE sebesar 0,048 meter. Integrasi dari data point cloud TLS dan ALS mampu merepresentasikan geometri objek secara menyeluruh baik dari bentuk eksterior maupun struktur interior bangunan dengan hasil registrasi yang menunjukkan nilai RMSE_x sebesar 0,012 meter, RMSE_y sebesar 0,015 meter, dan RMSE_z sebesar 0,008 meter. Hal ini sesuai tingkat akurasi tinggi dan sesuai dengan standar pemodelan tiga dimensi berdasarkan Open Geospatial Consortium pada LOD 4 sebesar 0,200 meter. Hasil uji akurasi geometrik perbandingan panjang model 3D dengan data panjang eksisting gedung menunjukkan nilai RMSE sebesar 0,042 meter. Hal ini menunjukkan ketelitian geometris yang tinggi dan telah memenuhi standar ketelitian Level of Detail (LOD) 4. Pada hasil visualisasi model 3D yang telah dihasilkan telah memenuhi spesifikasi semua kriteria LOD 3 dan sebagian LOD 4, mencakup representasi struktur bangunan secara lengkap dari sisi eksterior maupun interior ======================================================================================================================================= The development of geospatial technology encourages the need for three-dimensional (3D) spatial data for various needs. 3D models are considered capable of representing the real conditions of an object with precision, so they become an important tool in the planning process. This research aims to analyze the results of the integration of point cloud data from Terrestrial Laser Scanner (TLS) and Airborne Laser Scanner (ALS) in creating a 3D model of the Rectorate Building of Sepuluh November Institute of Technology. The results of data acquisition and processing from Terrestrial Laser Scanner obtained a mean bundle error value of 0,004 meters and on GCP obtained RMSE_x of 0,005 meters, RMSE_y of 0,013 meters, and RMSE_z of 0,009 meters. On ALS data, the average altitude difference is 0.037 meters and RMSE is 0.048 meters. The integration of TLS and ALS point cloud data is able to represent the geometry of the object as a whole both from the exterior shape and interior structure of the building with registration results showing an RMSE_x value of 0,012 meters, RMSE_y of 0,015 meters, and RMSE_z of 0,008 meters. This corresponds to a high level of accuracy and is in accordance with the three-dimensional modeling standard based on the Open Geospatial Consortium at LOD 4 of 0,200 meters. The geometric accuracy test results of the 3D model length comparison with the existing building length data show an RMSE value of 0,042 meters. This shows high geometric accuracy and has met the Level of Detail (LOD) 4 accuracy standard. The visualization results of the 3D model that have been produced have met the specifications of all LOD 3 and partially LOD 4 criteria, including a complete representation of the building structure from the exterior and interior

    Hamilku.id: Sebuah Desain Antarmuka Sistem Pendukung Keputusan Mode Persalinan Terencana

    No full text
    Pemilihan mode persalinan adalah proses krusial untuk memastikan kesehatan serta keselamatan ibu dan bayi. Angka Kematian Ibu (AKI) dapat meningkat karena kesalahan dalam pemilihan mode persalinan, terutama yang disebabkan oleh komplikasi yang timbul saat masa kehamilan. Komplikasi pada kehamilan, seperti plasenta previa, penyakit jantung, dan lainnya dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi. Persalinan pada umumnya memiliki dua mode, persalinan normal dan operasi caesar (CS). Penelitian ini menawarkan solusi untuk mendukung keputusan ibu dalam memilih mode persalinan terencana dengan melibatkan komplikasi- komplikasi pada saat masa kehamilan. Komplikasi yang dikumpulkan adalah komplikasi yang memerlukan persalinan melalui operasi CS yang telah direncanakan sebelumnya, komplikasi ini didapat dari studi literatur berbagai buku dan jurnal medis serta wawancara dengan dokter SpOG. Komplikasi yang dibahas pada tugas akhir ini adalah plasenta previa total, obesitas tingkat 3, HIV, penyakit jantung sedang atau parah, asma tingkat severe, tuberkulosis pada tahap active infection, solusio plasenta, posisi sungsang, posisi melintang, dan janin besar. Tugas akhir ini akan menghasilkan UI storyboard dari komplikasi yang dirasakan ibu hamil selama masa kehamilan dengan output persalinan normal atau persalinan CS terencana. Penyusunan prototype UI storyboard dilakukan dengan metode design thinking dan Gestalt principles serta prototype dilakukan pengujian dengan usability testing kuesioner System Usability Testing Scale (SUS). Dengan hasil evaluasi prototype dengan 43 responden, didapatkan nilai persentase jawaban positif sebesar 94.88%. Hasil ini dianggap sangat baik dan menunjukkan bahwa desain prototype yang telah dibuat efisien dan mudah digunakan oleh calon pengguna, yaitu ibu hamil. ======================================================================================================================================= The selection of the mode of childbirth is a crucial process to ensure the health and safety of both mother and baby. Maternal Mortality Rate (MMR) can increase due to errors in choosing the mode of delivery, especially those caused by complications arising during pregnancy. Pregnancy complications such as placenta previa, heart disease, and others can pose serious threats to the safety of the mother and baby. In general, there are two delivery modes, normal delivery and cesarean section (CS). This study offers a solution to support mothers in making informed decisions about planned childbirth modes by incorporating pregnancy-related complications. The complications collected are those that require childbirth via pre-planned cesarean section and were identified through literature reviews of various books and medical journals, as well as interviews with obstetricians (SpOG). The complications addressed in this final project include total placenta previa, grade 3 obesity, HIV, moderate to severe heart disease, severe asthma, active tuberculosis infection, placental abruption, breech position, transverse position, and macrosomia (large baby). This final project produces a UI storyboard based on complications experienced by pregnant women during pregnancy, with an output suggesting either normal delivery or planned CS. The UI storyboard prototype was developed using the design thinking methodology and Gestalt principles, and the prototype was tested using the System Usability Scale (SUS) questionnaire. Based on evaluation results from 43 respondents, a positive response rate of 94.88% was achieved. This result is considered very good and indicates that the prototype design is efficient and easy to use for the intended users which are pregnant women

    Pemodelan Kerugian Agregat dengan Pendekatan Fast Fourier Transform (FFT) dan Panjer Recursion pada Klaim Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas

    No full text
    Kecelakaan lalu lintas merupakan tragedi yang dapat menyebabkan kerugian yang besar. Sebagai bentuk perlindungan finansial, asuransi berperan penting dalam memitigasi risiko kerugian yang ditimbulkan dari kecelakaan lalu lintas. emodelan kerugian agregat merupakan salah satu pendekatan penting pada industri asuransi dalam memperkirakan total kerugian yangmungkin terjadi. Berdasarkan data klaim asuransi kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur tahun 2024, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan kerugian agregat dengan dua pendekatan utama yaitu Fast Fourier Transform (FFT) dan Panjer Recursion. Langkah pertama dari penelitian ini adalah pemilihan model terbaik untuk distribus frekuensi dan severity klaim.Model frekuensi terbaik yang diperoleh adalah distribusi Binomial Negatif dengan nilai p-value dari uji Chi-Square sebesar 0,082 dan nilai AIC sebesar 3.526,72. Estimasi parameter dari distribusi ini yaitu parameter r sebesar 37,26 dan B sebesar 4,41. Untuk model severity terbaik, yaitu distribusi Lognormal dengan nilai statistik uji Anderson Darling 0,263 dan nilai AIC 5.464,9. Tahapan berikutnya adalah diskritisasi distribusi severity klaim dengan satuan diskritisasi

    Penanggulangan Banjir Sungai Wulan, Kabupaten Demak

    No full text
    Frekuensi dan intensitas bencana banjir di seluruh dunia, termasuk Indonesia, semakin meningkat akibat terjadinya perubahan iklim dan urbanisasi yang pesat. Kondisi ini mengancam kehidupan umat manusia, merusak infrastruktur, dan menghambat pembangunan berkelanjutan. Studi ini berfokus pada permasalahan banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang secara rutin dilanda banjir akibat curah hujan tinggi dan kapasitas sungai yang kurang mencukupi, sehingga menyebabkan kehancuran tanggul di beberapa titik di sepanjang Sungai Wulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrologi Sungai Wulan di Kabupaten Demak dan mengevaluasi potensi banjir di wilayah tersebut melalui analisis hidrolika. Berbagai data yang meliputi curah hujan harian, elevasi digital (DEM), tutupan lahan, pasang laut maksimal, dan cross – section dan long – section Sungai Wulan menjadi pondasi dalam analisis lanjutan. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi, mulai dari pengolahan karakteristik sungai, data curah hujan harian, dan hidrograf satuan sistesis, dan analisis hidrolika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.6. Analisis hidrologi pada Sungai Wulan menghasilkan karakteristik sungai dengan luas DAS Wulan sebesar 4047 km2 dengan panjang sungai utama sebesar 189,47 kilometer. Curah hujan kala ulang 50 tahun yang digunakan untuk perencanaan didapatkan melalui beberapa analisis frekuensi dan diuji kecocokan distribusi frekuensi Chi-Square dan Smirnov – Kolmogorov sehingga dipilih R50 sebesar 112,92 mm. Debit banjir rencana kala ulang 50 tahun dilahirkan dari Hidrograf Satuan Sistesis Nakayasu sebesar 1422,67 m³/s. Analisis hidrolika dengan HEC-RAS memberikan gambaran mengenai kondisi kapasitas sungai, tinggi genangan, dan peta area terdampak banjir. Dengan demikian, penelitian ini dapat merekomendasikan perbaikan penampang sungai (channel modification) dengan memperdalam dasar sungai sehingga Sungai Wulan mampu mengalirkan debit banjir rencana. Upaya penanggulangan menjadi solusi yang berkelanjutan dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-11 (Kota dan permukiman yang berkelanjutan) dan tujuan ke-13 (Tindakan untuk mengatasi perubahan iklim). ===================================================================================================================================== The frequency and intensity of flood disasters worldwide, including in Indonesia, are increasing due to climate change and rapid urbanization. This condition threatens human lives, damages infrastructure, and hinders sustainable development. This study focuses on the flood problems in Demak Regency, Central Java, which is routinely affected by floods due to high rainfall and insufficient river capacity, leading to embankment failures at several points along the Wulan River. This research aims to analyze the hydrological conditions of the Wulan River in Demak Regency and evaluate the flood potential in the area through hydraulic analysis. Various data including daily rainfall, digital elevation model (DEM), land use, maximum tidal levels, and cross section and long-section of the Wulan River form the foundation for further analysis. The methods used include hydrological analysis, starting from processing river characteristics, daily rainfall data, and synthetic unit hydrograph, and hydraulic analysis using HEC-RAS 6.6 software. Hydrological analysis of the Wulan River yielded river characteristics with a Wulan watershed area of 4047 km² and a main river length of 189.47 kilometers. The 50 year return period rainfall used for planning was obtained through several frequency analyses and tested for goodness of-fit using Chi-Square and Smirnov-Kolmogorov distributions, resulting in a selected R50 of 112.92 mm. The 50-year return period design flood discharge was derived from the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph, amounting to 1422.67 m³/s. Hydraulic analysis with HEC-RAS provides an overview of the river's capacity conditions, inundation depth, and the extent of the flood-affected area. Thus, this research can recommend river cross-section improvement (channel modification) by deepening the riverbed so that the Wulan River is capable of conveying the design flood discharge. These mitigation efforts become a sustainable solution and align with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 11 (Sustainable Cities and Communities) and Goal 13 (Climate Action)

    Estimasi Risiko Berdasarkan Extreme Value Theory Copula Dengan Pendekatan Peaks Over Threshold Dalam Optimasi Portofolio Saham Perusahaan Pertambangan Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi risiko ekstrem pada portofolio saham sektor pertambangan yang tergabung di indeks IDX30, yaitu ANTM dan MDKA, dengan menggunakan pendekatan ARIMA-GARCH-EVT-Copula. Data yang digunakan berupa harga penutupan harian saham dari periode Januari 2021 hingga Desember 2024. Tahapan analisis dimulai dengan pemodelan ARIMA untuk menangani autokorelasi, diikuti oleh GARCH untuk mengatasi heteroskedastisitas, dan Extreme Value Theory (EVT) dengan pendekatan Peaks over Threshold (POT) untuk memodelkan kejadian ekstrem di bagian ekor kanan distribusi. Selanjutnya, struktur kebergantungan antar return saham dimodelkan menggunakan fungsi Copula dari keluarga Archimedean, yaitu Gumbel, Clayton, dan Frank. Proses simulasi Monte Carlo dilakukan sebanyak jumlah 10.000 iterasi untuk memperoleh estimasi Value at Risk (VaR) dan Expected Shortfall (ES) pada tingkat kepercayaan 90%, 95%, dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ARIMA-GARCH-EVT-Copula efektif dalam menangkap karakteristik data return yang tidak berdistribusi normal, memiliki volatilitas yang berubah-ubah, dan mengandung risiko ekstrem. Ketiga Copula menghasilkan estimasi VaR yang valid berdasarkan backtesting menggunakan uji Kupiec. Copula Frank menunjukkan performa statistik terbaik dengan nilai Akaike Information Criterion (AIC) terkecil dan log-likelihood terbesar. Namun demikian, Copula Clayton memberikan estimasi risiko tertinggi, yang lebih konservatif dalam mengantisipasi potensi kerugian ekstrem secara bersamaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan model kebergantungan yang tepat dalam manajemen risiko portofolio. Investor dengan orientasi performa model dapat memilih Copula Frank, sedangkan investor yang bersifat konservatif dapat mempertimbangkan Copula Clayton untuk perlindungan risiko yang lebih hati-hati. ======================================================================================================================================== This study aims to estimate extreme risk in a mining sector stock portfolio listed on the IDX30 index, specifically ANTM and MDKA, using the ARIMA-GARCH-EVT-Copula approach. The data used consists of daily closing prices from January 2021 to December 2024. The analysis begins with ARIMA modeling to address autocorrelation, followed by GARCH to capture volatility clustering, and the Extreme Value Theory (EVT) using the Peaks over Threshold (POT) method to model extreme events in the tail of the distribution. The dependence structure between stock returns is then modeled using Archimedean Copula functions, namely Gumbel, Clayton, and Frank. A Monte Carlo simulation with 10,000 iterations is conducted to estimate Value at Risk (VaR) and Expected Shortfall (ES) at 90%, 95%, and 99% confidence levels. The results indicate that the ARIMA-GARCH-EVT-Copula approach is effective in capturing the non-normal distribution, time-varying volatility, and the presence of extreme risk in return data. All three Copulas produce valid VaR estimates based on backtesting using the Kupiec test. The Frank Copula demonstrates the best statistical performance with the lowest Akaike Information Criterion (AIC) and the highest log-likelihood. However, the Clayton Copula yields the highest risk estimates, offering a more conservative outlook in anticipating joint extreme losses. These findings highlight the importance of selecting an appropriate dependence model in portfolio risk management. Investors seeking optimal model performance may favor the Frank Copula, while more risk-averse investors may prefer the Clayton Copula for its more cautious risk projections

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇