Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Pendekatan Supply Selection Method yang Dimodifikasi untuk Mencari Initial Basic Feasible Solution pada Transportation Problem

    No full text
    Transportation Problem (TP) merupakan salah satu permasalahan yang fokus pada pendistribusian suatu barang secara linear dari beberapa supply menuju beberapa demand. TP bertujuan untuk menemukan total biaya transportasi terendah. Langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan TP adalah menemukan Initial Basic Feasible Solution (IBFS). Pendekatan baru dengan memodifikasi Supply Selection Method (SSM) bertujuan untuk menghasilkan metode dengan nilai IBFS yang lebih rendah. SSM mengutamakan pemenuhan alokasi barang permintaan barang demand dengan menitikberatkan pada perbandingan stok barang supply. Modifikasi dilakukan dengan menitikberatkan pada perbandingan rata-rata biaya transportasi yang dikali dengan stok barang supply. Modifikasi SSM akan dievaluasi menggunakan 47 data uji coba permasalahan TP. Setiap data uji coba terdiri dari jumlah supply, jumlah demand, jumlah stok barang setiap supply, jumlah permintaan barang setiap demand, dan biaya transportasi per unit barang dari setiap supply ke setiap demand. Data uji coba akan diolah menggunakan beberapa metode. Hasil dari setiap metode akan dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi SSM menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik daripada SSM, yaitu 82,98%. Sedangkan tingkat akurasi SSM adalah sebesar 74,47%. Hasil Improvement Percentage (IP) modifikasi SSM terhadap SSM menghasilkan nilai positif pada lima data uji coba. Nilai IP positif mengartikan bahwa IBFS yang dihasilkan modifikasi SSM lebih rendah dari SSM. Dari 10 ukuran matriks TP yang berbeda pada data uji coba, modifikasi SSM unggul di tujuh ukuran matriks TP. Modifikasi SSM juga menghasilkan jumlah iterasi yang lebih rendah dalam mencapai IBFS pada 47 data uji coba, yaitu sebanyak 275 iterasi. ====================================================================================================================================== The Transportation Problem (TP) is a problem that focuses on the linear distribution of goods from several supplies to several demands. The TP aims to find the lowest total transportation cost. The initial step in solving the TP problem is to find the Initial Basic Feasible Solution (IBFS). A new approach by modifying the Supply Selection Method (SSM) aims to produce a method with a lower IBFS value. SSM prioritizes the fulfillment of demand allocation by focusing on the comparison of supply stock. The modification focuses on comparing the average transportation cost multiplied by the supply stock. The modified SSM will be evaluated using 47 TP problem test data. Each test data consists of the number of supplies, the number of demands, the stock of each supply, the demand for each demand, and the transportation cost per unit of goods from each supply to each demand. The test data will be processed using several methods. The results of each method will be compared. The research results show that the SSM modification produces a higher accuracy rate than SSM, namely 82.98%. Meanwhile, the accuracy rate of SSM is 74.47%. The Improvement Percentage (IP) results of the SSM modification compared to SSM produce positive values in five test data. A positive IP value indicates that the IBFS generated by the modified SSM is lower than that of the SSM. Out of 10 different TP matrix sizes in the test data, the modified SSM outperforms the SSM in seven TP matrix sizes. The modified SSM also achieves a lower number of iterations in reaching the IBFS in 47 test data, totaling 275 iterations

    Perancangan Set Furniture Dengan Finishing Shou Sugi Ban Untuk Kissaten Berkonsep Wabi Sabi

    No full text
    Kissaten, kedai kopi tradisional Jepang, semakin diminati sebagai ruang bersantai dengan suasana tenang dan estetika khas budaya Jepang yang mengusung konsep wabi sabi. Penelitian ini bertujuan merancang set furniture berupa lounge chair dan coffee table yang tidak hanya nyaman tetapi juga mencerminkan nilai estetika tersebut melalui penggunaan kayu jati dan teknik finishing Shou Sugi Ban. Teknik ini dipilih karena mampu menghasilkan tekstur unik, warna hitam alami, serta meningkatkan ketahanan material secara keseluruhan. Relaksasi dicapai melalui perancangan furniture yang ergonomis serta pemilihan material dan tekstur yang memberi kesan alami secara visual dan taktil. Pendekatan desain mengintegrasikan prinsip biophilic dan emotional design dengan menghadirkan keterhubungan antara manusia dan alam melalui pola tekstur, material organik, serta suasana ruang yang menenangkan secara visual dan sensorik sekaligus mendukung pengalaman emosional pengguna. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pelaku usaha, observasi pada salah satu ruang kissaten, dan kuesioner kepada pengunjung untuk memahami kebutuhan ergonomis dan preferensi visual. Dalam tahap eksplorasi visual, dilakukan analisis terhadap empat alternatif pola tekstur alami yaitu pebble, wave, dune, dan honeycomb berdasarkan kriteria estetika, efek relaksasi visual, variasi bentuk, dan tactile sensation. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa wave pattern dipilih sebagai pola utama karena memberi efek ritmis dan organik yang menenangkan. Proses perancangan dilakukan secara bertahap hingga pembuatan prototipe dan pengujian melalui usability testing. Hasilnya menunjukkan bahwa furniture yang dirancang tidak hanya memenuhi aspek kenyamanan fisik tetapi juga mendukung pengalaman relaksasi emosional, sehingga memperkuat identitas kissaten sebagai ruang yang tenang, nyaman, dan kaya akan nilai estetika alami. ======================================================================================================================================== Kissaten, a traditional Japanese coffee shop, is increasingly in demand as a relaxing space with a calm atmosphere and aesthetics typical of Japanese culture that carries the concept of wabi sabi. This research aims to design furniture sets in the form of lounge chairs and coffee tables that are not only comfortable but also reflect these aesthetic values through the use of teak wood and Shou Sugi Ban finishing techniques. This technique was chosen because it is able to produce a unique texture, natural black color, and increase the overall durability of the material. Relaxation is achieved through the design of ergonomic furniture and the selection of materials and textures that give a natural impression visually and tactilely. The design approach integrates the principles of biophilic and emotional design by presenting a connection between humans and nature through texture patterns, organic materials, and a spatial atmosphere that is visually and sensorially soothing while supporting the emotional experience of users. Data was collected through interviews with business owners, observation of one of the kissaten spaces, and questionnaires to visitors to understand ergonomic needs and visual preferences. In the visual exploration stage, four alternative natural texture patterns namely pebble, wave, dune, and honeycomb were analyzed based on aesthetic criteria, visual relaxation effect, shape variation, and tactile sensation. The evaluation results showed that the wave pattern was chosen as the main pattern because it gives a calming rhythmic and organic effect. The design process was carried out in stages until prototyping and testing through usability testing. The results show that the designed furniture not only fulfills the aspects of physical comfort but also supports the experience of emotional relaxation, thus strengthening the identity of kissaten as a space that is calm, comfortable, and rich in natural aesthetic values

    Pengembangan Strategi Penerapan Lean 4.0 Pada Industri Otomotif Di Indonesia

    No full text
    Inisiasi perusahaan untuk melakukan implementasi Lean 4.0, menjadi hal yang masif dilakukan oleh pelaku industri. Namun, implementasi Lean 4.0 bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk dilakukan dan sering kali berujung pada kegagalan. Sehingga inisiasi ini sering kali menemui hambatan seperti kurangnya kesiapan teknologi, sumber daya manusia yang kompeten dan kurangnya pemahaman mengenai faktor penentu keberhasilan Lean 4.0. Beberapa studi menyebutkan kematangan fondasi lean manufacturing menjadi hal yang esensial untuk mendapatkan keuntungan sepenuhnya dari transformasi digital. Sebuah perusahaan otomotif di Indonesia, saat ini sedang bertransformasi menuju Lean 4.0. Untuk dapat sukses dalam penerapan Lean 4.0, maka diperlukan strategi penerapan Lean 4.0 yang didasarkan critical success factor yang tepat dan sesuai dengan kondisi perusahaan otomotif terkait. Penelitian ini akan menentukan Critical Success Factor yang relevan pada industri otomotif di Indonesia, dengan menggunakan pendekatan Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) dan Focus Group Discussion. Hasil analisis menunjukkan bahwa usulan prioritas strategi utama ialah memprioritaskan penguatan fondasi Lean pada aspek organisasi, sumber daya manusia, dan budaya kerja terlebih dahulu. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk mendukung keberhasilan penerapan Lean 4.0 harus dimulai dari kematangan proses bisnis dan kesiapan non-teknologi, sebelum melakukan investasi teknologi Industri 4.0 ==================================================================================================================================== Implementing Lean 4.0 has become widespread among industry players. However, implementing Lean 4.0 is challenging, and it often fails. This initiative frequently encounters obstacles such as insufficient technological readiness, a lack of competent human resources, and an inability to identify the key factors for Lean 4.0 success. Several studies indicate that mature lean manufacturing foundations are essential to fully benefiting from digital transformation. An automotive company in Indonesia is currently undergoing a transformation toward Lean 4.0. In order to implement Lean 4.0 successfully, the company must develop a strategy based on critical success factors that are appropriate for its specific conditions. This study will identify relevant critical success factors in the Indonesian automotive industry using the Decision-Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) approach and focus group discussions. The analysis results indicate that the priority strategy should focus on strengthening the lean foundation in terms of organizational aspects, human resources, and work culture. The research findings recommend beginning with the maturity of business processes and non-technological readiness to support the successful implementation of Lean 4.0 before investing in Industry 4.0 technology

    Perancangan Dan Analisis Struktur Rangka Pada Machine Bogie Test

    No full text
    Bogie Machine Test merupakan alat penting dalam industri perkeretaapian yang digunakan untuk menguji integritas mekanis bogie, yaitu komponen vital yang menghubungkan badan kereta dengan sistem roda. Seiring meningkatnya kebutuhan transportasi kereta api yang efisien dan aman di Indonesia, dibutuhkan perangkat pengujian bogie yang andal dan memiliki struktur rangka yang kuat. Proyek akhir ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis struktur rangka baru pada Bogie Machine Test agar mampu menahan beban hidrolik statis maksimum hingga 100 ton. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method) untuk mengevaluasi tegangan von Mises, deformasi total, faktor keamanan (safety factor), dan kekakuan lentur (bending stiffness) pada dua model frame: desain lama dan desain baru. Metodologi meliputi pemodelan CAD, perhitungan pembebanan struktural, proses meshing, dan validasi boundary condition. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain frame baru memberikan peningkatan performa struktural yang signifikan. Tegangan maksimum pada frame baru hanya 145,53 MPa, deformasi total sebesar 0,536 mm, dan safety factor mencapai 1,718—berbanding terbalik dengan desain lama yang mengalami tegangan hingga 396,2 MPa, deformasi 2,326 mm, dan safety factor kurang dari 1,0. Selain itu, desain frame baru menunjukkan peningkatan kekakuan lentur, pergeseran lokasi tegangan kritis ke area yang lebih aman, serta peningkatan kinerja mekanik secara keseluruhan. Hasil ini membuktikan bahwa desain yang telah dioptimasi lebih aman, lebih kaku dalam menahan beban lentur, dan mampu memenuhi kebutuhan pembebanan maksimum untuk pengujian bogie. Kata kunci: Bogie Machine Test, Finite Element Method, von Mises, Safety Factor, Stiffness, Deformasi ======================================================================================================================================== The Bogie Machine Test is a crucial tool in the railway industry, used to evaluate the mechanical integrity of bogies, which are vital components that connect the train body to the wheel system. With the increasing demand for efficient and safe rail transportation in Indonesia, a reliable and structurally sound bogie testing device has become essential. This final project aims to design and analyze a new frame structure for the Bogie Machine Test to ensure its capability to withstand a maximum static hydraulic load of 100 tons. The research applies Finite Element Method (FEM) simulations to assess the von Mises stress, total deformation, safety factor, and bending stiffness on two frame models: an existing frame design and a newly proposed one. The methodology includes CAD modeling, structural loading calculations, meshing, and boundary condition validation. Comparative analysis reveals that the new frame design offers significant structural improvements. It produces lower maximum stress (145,53 MPa), minimal deformation (0.536 mm), and a high safety factor (1.718), compared to the old design which exceeds material yield strength (396.2 MPa) and shows greater deformation (2.326 mm) with a safety factor below 1.0. Furthermore, the new frame design demonstrates higher bending stiffness, redistributed critical stress locations to safer areas, and improved mechanical performance overall. The results confirm that the optimized design is safer, more durable, and capable of supporting the maximum load requirements for bogie testing applications. Keywords: Bogie Machine Test, Frame Structure, Finite Element Method, von Mises Stress, Safety Factor, Deformation, Stiffnes

    Perancangan Interior dengan Pendekatan Multisensori dan User Experience di Museum dan Galeri Seni Gedung Kesenian dan Kebudayaan Klaten

    No full text
    Perancangan interior museum dan galeri seni Gedung Kebudayaan Klaten diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi budaya yang tidak hanya menyajikan koleksi artefak, tetapi juga memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Klaten memiliki potensi budaya yang besar, namun belum dimaksimalkan. Berdasarkan hal diatas menggiring pada pertanyaan (1) Bagaimana merancang interior museum dan galeri seni gedung kesenian dan kebudayaan Klaten yang merepresentasikan budaya lokal?; (2) Bagaimana merancang interior museum dan galeri seni gedung kesenian dan kebudayaan Klaten yang menarik minat wisatawan?; (3) Bagaimana merancang interior Museum & Galeri Seni Gedung Kesenian dan Kebudayaan Klaten yang mampu manghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancang interior museum dan galeri seni gedung kesenian dan kebudayaan Klaten yang merepresentasikan budaya lokal; (2) merancang interior museum dan galeri seni gedung kesenian dan kebudayaan Klaten yang menarik minat wisatawan; (3) merancang interior Museum & Galeri Seni Gedung Kesenian dan Kebudayaan Klaten yang mampu manghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah Design Thinking yang terdiri dari lima tahap: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Hasilnya berupa desain interior museum dan galeri seni yang meningkatkan minat wisatawan dan memberikan pemahaman terhadap seni dan budaya Klaten. ===================================================================================================================================== The interior design of the Klaten Cultural Building museum and art gallery is expected to be a space for cultural appreciation that not only presents a collection of artifacts, but also provides an interactive experience for visitors. Klaten has great cultural potential, but has not been maximized. Based on the above, it leads to the questions (1) How to design the interior of the Klaten arts and culture building museum and art gallery that represents local culture?; (2) How to design the interior of the Klaten arts and culture building museum and art gallery that attracts tourists?; (3) How to design the interior of the Klaten Arts and Culture Building Museum & Art Gallery that is able to present an interactive experience for visitors?. This study aims to (1) design the interior of the Klaten arts and culture building museum and art gallery that represents local culture; (2) design the interior of the Klaten arts and culture building museum and art gallery that attracts tourists; (3) design the interior of the Klaten Arts and Culture Building Museum & Art Gallery that is able to present an interactive experience for visitors. The method used in this design is Design Thinking which consists of five stages: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. The result is an interior design of a museum and art gallery that increases tourist interest and provides an understanding of the arts and culture of Klaten

    Rancang Bangun MyIF-Kantin Aplikasi Pemesanan dan Pengantaran Makanan di Kantin Informatika ITS Menggunakan Flutter dan Laravel

    No full text
    Kantin Informatika ITS merupakan bagian dari sarana dan prasarana yang disediakan oleh ITS untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dosen, staf, dan mahasiswa Teknik Informatika melalui berbagai menu makanan yang dapat dipesan oleh seluruh civitas akademika. Kesibukan dosen dan tenaga pendidik sering kali menyebabkan mereka tidak sempat memesan atau membeli makanan langsung di kantin, sehingga dibutuhkan layanan pemesanan dan pengantaran makanan melalui sistem aplikasi, yang hingga kini belum tersedia di Kantin Informatika. Beberapa aplikasi serupa telah dikembangkan di perguruan tinggi lain, namun sebagian besar masih berbasis web atau belum mendukung fitur pengantaran. Teknologi flutter dipilih karena memiliki portabilitas tinggi untuk pengembangan lintas platform, sedangkan laravel digunakan pada dashboard admin karena mendukung manajemen data yang kuat dengan fitur CRUD (Create-Read-Update-Delete) dan arsitektur MVC (Model-Controller-View). Melalui penelitian ini, dikembangkanlah aplikasi myIF-Kantin untuk melayani pemesanan dan pengantaran makanan secara daring di lingkungan Kantin Informatika ITS. Aplikasi ini dapat digunakan oleh civitas akademika untuk memesan makanan secara real-time, menjadwalkan pengantaran ke lokasi tertentu di gedung Informatika, serta melakukan pembayaran digital melalui QRIS. Hasil uji coba terhadap 20 pengguna menunjukkan bahwa aplikasi memperoleh skor System Usability Scale (SUS) sebesar 79.62, yang menunjukkan tingkat kegunaan di atas standar kelayakan sistem, dengan interpretasi "baik" hingga "sangat baik". Pengembangan aplikasi ini mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan pada bidang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9)

    Meningkatkan Keamanan Data dengan Desain Protokol Data Sharing Menggunakan Database Watermarking

    No full text
    Di era digital saat ini, perpindahan data secara masif menyebabkan banyak celah yang muncul terhadap keamanan data. Kebocoran data merupakan masalah yang dapat merugikan berbagai pihak secara material maupun immaterial. Sektor pemerintahan merupakan sektor yang sangat rentan terhadap kebocoran data penduduknya dikarenakan banyaknya perpindahan data yang terjadi. Data penduduk yang bersifat sensitif dan dilindungi tidak seharusnya dapat diakses oleh sembarang pihak, sehingga diperlukan sebuah protokol untuk melakukan perpindahan data pada sektor pemerintahan. Penelitian ini mengusulkan sebuah desain arsitektur protokol data sharing dengan fitur data tracking untuk melacak sumber kebocoran data menggunakan metode database watermarking pada skenario pemerintahan. Metode database watermarking digunakan untuk menyisipkan watermark yang dapat mengidentifikasi kepemilikan database sebelum data dibagikan pemerintah kepada pihak lain, sehingga sumber kebocoran dapat dilacak apabila terjadi kebocoran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ancaman berbasis STRIDE berhasil mengidentifikasi sejumlah potensi risiko keamanan penting pada desain arsitektur, seperti pemalsuan identitas, penyadapan data, pemalsuan tanda tangan digital, dan serangan replay, serta menawarkan mitigasi terhadap ancaman tersebut. Selain itu, evaluasi terhadap database watermarking menunjukkan bahwa metode ini memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan penghapusan data (deletion attack), di mana akurasi deteksi watermark pada tingkat penghapusan 80%, dengan akurasi mencapai 82,47% pada salah satu eksperimen. Meskipun demikian, terjadi penurunan signifikan pada skenario kehilangan data yang ekstrem, di mana akurasi turun hingga 5,68% pada tingkat penghapusan 99%. Optimasi secret key yang dilakukan juga berhasil meningkatkan ketahanan watermark terhadap serangan ini pada sebagian besar eksperimen, dengan peningkatan akurasi deteksi hingga 6% lebih tinggi dibandingkan baseline pada kondisi penghapusan berat misalnya pada tingkat 80%, dari 78,52% menjadi 82,47%. =================================================================================================================================== In today’s digital era, the massive transfer of data has led to the emergence of numerous security vulnerabilities. Data leakage is a serious issue that can cause both material and immaterial harm to various parties. The government sector is particularly vulnerable to the leakage of citizen data due to the large volume of data transfers that occur. Since citizen data is sensitive and protected, it should not be accessible to unauthorized parties, and thus a secure protocol is needed for data transfer within the government sector. This study proposes a data sharing protocol architecture design with a data tracking feature to trace the source of data leakage using a database watermarking method in a government scenario. The database watermarking method is used to embed a watermark that can identify database ownership before the data is shared by the government with other parties, enabling the source of leakage to be traced in the event of a data breach. The results of this study show that the STRIDE-based threat model successfully identified several critical security risks in the proposed architecture, such as identity spoofing, data interception, digital signature forgery, and replay attacks, along with mitigation strategies for these threats. Furthermore, the evaluation of the database watermarking method demonstrates strong resilience against deletion attacks. Watermark detection accuracy remained at up to 82.47% accuracy at 80% deletion in one of the experiments. However, a decline in accuracy was observed under extreme data loss conditions, dropping to as low as 5.68% at 99% deletion. The secret key optimization process also successfully enhanced the robustness of the watermark in most experiments, achieving up to 6% higher detection accuracy than the baseline under heavy deletion conditions from 78.52% to 82.47% at 80% deletion

    Laporan Magang Di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Program magang di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur dilaksanakan selama lima bulan dengan tujuan untuk mengaplikasikan ilmu statistika dalam mendukung pengelolaan data kepegawaian. Kegiatan magang meliputi pengembangan sistem data entry dan dashboard kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan Microsoft Forms dan Looker Studio, pembuatan infografis hasil kerja ASN pada 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan jumlah ASN terbanyak dan tersedikit, pembuatan video profil BKD Provinsi Jawa Timur, serta analisis faktor-faktor yang memengaruhi hasil kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan metode regresi logistik ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel usia dan klaster jabatan (JPT, administrator, pengawas, pelaksana, JF Guru, JF Medis, dan JF Paramedis) berpengaruh signifikan terhadap hasil kerja PNS di Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Selain itu, dashboard kinerja yang dikembangkan mampu menyajikan informasi strategis terkait kinerja ASN secara komprehensif dan interaktif. Program magang ini memberikan pengalaman nyata dalam penerapan metode statistika serta mendukung peningkatan kualitas tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.============================================================================================================================= The internship program at the Regional Civil Service Agency (BKD) of East Java Province was carried out for five months with the aim of applying statistical knowledge to support personnel data management. The internship activities included the development of a data entry system and a performance dashboard for Civil Servants (Aparatur Sipil Negara/ASN) using Microsoft Forms and Looker Studio, the creation of performance infographics for ASN in the 10 government agencies (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) with the highest and lowest number of employees, the production of a BKD East Java profile video, and the analysis of factors affecting Civil Servant performance using ordinal logistic regression. The results show that age and job cluster variables (JPT, administrator, supervisor, implementer, teacher functional, medical functional, and paramedical functional) significantly affect the performance of Civil Servants in East Java Province in 2024. In addition, the developed performance dashboard is able to present strategic information related to ASN performance comprehensively and interactively. This internship program provided real experience in the application of statistical methods and contributed to improving the quality of human resource management within the East Java Provincial Government

    Redesigning E-wallet Application For Accessibility: Enhancing Usability For The Elderly And Individuals With Special Needs

    No full text
    Pertumbuhan pesat layanan keuangan digital telah secara signifikan meningkatkanpenggunaan aplikasi dompet elektronik (e-wallet) di berbagai kelompok pengguna. Meskipun platform ini menawarkan kemudahan dan efisiensi, tidak semua pengguna dapat mengakses atau mengoperasikannya dengan mudah. Pengguna lanjut usia dan individu dengan kebutuhan khusus sering menghadapi tantangan serius akibat desain aksesibilitas yang kurang memadai, yang dapat menyebabkan kebingungan, kesalahan, dan rendahnya tingkat adopsi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang antarmuka pengguna aplikasi Finpay Money guna meningkatkan kegunaan dan aksesibilitas bagi kelompok pengguna tersebut dengan menerapkan metodologi User-Centered Design (UCD). Penelitian ini melibatkan observasi langsung dan sesi usability testing dengan partisipan lansia untuk mengidentifikasi hambatan utama pada aplikasi versi awal. Temuan yang diperoleh digunakan sebagai dasar dalam proses desain iteratif untuk menghasilkan berbagai perbaikan. Perbaikan tersebut mencakup peningkatan keterbacaan teks, penyederhanaan navigasi, pembesaran dan kejelasan ikon, serta kemudahan dalam menemukan fitur-fitur inti aplikasi. Desain yang telah diperbarui kemudian dievaluasi kembali untuk menilai efektivitasnya dalam mengatasi kendala yang sebelumnya ditemukan. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat penyelesaian tugas, penurunan kesalahan pengguna, dan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari partisipan. Luaran dari proyek ini berupa prototipe desain berbasis Figma dan aplikasi front-end untuk platform iOS yang mengimplementasikan prinsip desain inklusif secara nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan desain antarmuka yang lebih inklusif dalam teknologi finansial serta menawarkan rekomendasi praktis untuk menciptakan layanan keuangan digital yang lebih mudah diakses di Indonesia dan secara global. ====================================================================================================================================== The rapid growth of digital financial services has significantly increased the adoption of e-wallet applications across various user demographics. While these platforms offer convenience and efficiency, not all users can access or interact with them easily. Elderly users and individuals with special needs often face considerable challenges due to inadequate accessibility design, which can lead to confusion, errors, and reduced adoption. This study aims to redesign the user interface of the Finpay Money e-wallet to improve its usability and accessibility for these specific user groups, employing a User-Centered Design (UCD) methodology. The research involved a series of observations and usability testing sessions conducted with elderly participants to identify key barriers in the original application. The insights gathered were used to inform an iterative design process, leading to targeted improvements. These included enhancing text readability, simplifying navigation, increasing the size and clarity of icons, and ensuring that core features were easier to locate and operate. The revised design was then evaluated for effectiveness in addressing previously identified issues. Results from the testing phase showed a notable improvement in task completion rates, reduction in user errors, and higher satisfaction levels among participants. The project’s final deliverables include a detailed Figma-based design prototype and a functional front-end iOS application that embodies the inclusive design principles developed through the study. This research contributes to the growing field of accessible user interface design in financial technology and provides practical recommendations for creating more inclusive digital financial services in Indonesia and beyond

    Re-Desain Interior Pasar Wonokromo Surabaya Berbasis Komunitas Dengan Pendekatan Low-Maintenance Urban Design Guna Menunjang Efisiensi Operasional Perawatan Pasar

    No full text
    Pasar tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Sebagai ruang interaksi antara pedagang dan pembeli, pasar tradisional memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari pasar modern, terutama dalam aspek interaksi sosial secara langsung dan proses tawar-menawar harga (Permatasari, 2024). Sejalan dengan hal tersebut, eksistensi pasar tradisional perlu dijaga dan dilestarikan. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 menegaskan bahwa diperlukan upaya khusus dalam mempertahankan eksistensi dan fungsi pasar tradisional sebagai bagian dari sistem distribusi perdagangan nasional. Salah satu pasar tradisional yang memiliki sejarah panjang dan peran signifikan adalah Pasar Wonokromo di Kota Surabaya, yang telah berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sejak era kolonial (Mait, 2017). Namun, kondisi pasar tersebut mengalami penurunan kualitas seiring waktu. Berdasarkan data dari PD Pasar Surya (2024), perawatan bangunan Pasar Wonokromo tidak berjalan secara optimal, yang disebabkan oleh keterbatasan anggaran, rendahnya kesadaran pedagang terhadap kebersihan, serta kurangnya tenaga petugas perawatan. Situasi ini mengakibatkan pasar menjadi kumuh dan tidak nyaman bagi pengunjung, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembeli serta aktivitas perdagangan secara keseluruhan. Padahal, Pasar Wonokromo pernah menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Surabaya dan dikenal secara luas di kawasan Asia Tenggara (Mait, 2017). Sehingga menanggapi permasalahan tersebut, diperlukan upaya redesain interior Pasar Wonokromo yang menitikberatkan pada aspek perawatan bangunan, kenyamanan pengunjung, dan kesejahteraan komunitas pedagang. Redesain ini dirancang dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan PD Pasar Surya, para pedagang, dan pakar yang relevan guna menghasilkan solusi yang kontekstual dan berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari redesain ini mampu mengembalikan fungsi Pasar Wonokromo sebagai pasar tradisional yang bersih, nyaman, dan sesuai dengan keinginan pengunjung serta ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 78 Tahun 2013 tentang Pembangunan dan Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan. ================================================================================================================================== Traditional markets play a vital role in the social and economic life of Indonesian society. As spaces for interaction between sellers and buyers, traditional markets have distinct characteristics that differentiate them from modern markets, particularly in terms of direct social interaction and the practice of price bargaining (Permatasari, 2024). In line with this, the existence of traditional markets needs to be preserved and sustained. Presidential Regulation of the Republic of Indonesia No. 112 of 2007 emphasizes the need for specific efforts to maintain the existence and function of traditional markets as part of the national trade distribution system. One traditional market with a long history and significant role is the Wonokromo Market in the city of Surabaya, which has served as a center of economic activity since the colonial era (Mait, 2017). However, over time, the condition of the market has deteriorated. According to data from PD Pasar Surya (2024), the maintenance of Wonokromo Market buildings has not been carried out optimally, due to limited budgets, low awareness among traders regarding cleanliness, and a shortage of maintenance staff. This situation has caused the market to become rundown and uncomfortable for visitors, leading to a decline in the number of buyers and overall trading activity. In fact, Wonokromo Market was once one of the largest trading centers in Surabaya and was widely recognized across Southeast Asia (Mait, 2017). In response to these issues, there is a need for an interior redesign of Wonokromo Market, focusing on building maintenance, visitor comfort, and the well-being of the trader community. This redesign is planned with a participatory approach involving PD Pasar Surya, the traders, and relevant experts to produce a contextual and sustainable solution. It is hoped that the result of this redesign will restore the function of Wonokromo Market as a traditional market that is clean, comfortable, and aligned with visitor expectations and the provisions of the Ministry of Trade Regulation No. 78 of 2013 on the Development and Improvement of Trade Distribution Facilities

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇