Sepuluh Nopember Institute of Technology

ITS Repository
Not a member yet
    49971 research outputs found

    Efektivitas Kasgot Black Soldier Fly (BSF) Sebagai Campuran Media Tanam Pada Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa Chinensis)

    No full text
    Penggunaan maggot atau larva Black Solider Fly (BSF) sebagai pengurai limbah organik sudah banyak diaplikasikan di Indonesia. Hal ini dikarenakan kemampuannya dalam mengurai limbah organik mencapai 52-56%. Produk yang dihasilkan dari pengolahan BSF diantaranya larva, kasgot, dan residu. Tempat Budidaya Larva BSF Pasar Puspa Agro Sidoarjo menghasilkan kasgot mencapai 50-100 kg/hari. Permasalahan yang dimiliki adalah belum dilakukannya uji karakteristik kasgot, sehingga belum diketahui apakah kandungannya sesuai dengan baku mutu pupuk organik yang ditetapkan oleh Permentan No. 261/KPTS/SR. 310/M/4/2019. Selain itu, belum diketahui juga kemampuan kasgot yang dihasilkan sebagai campuran media tanam pada pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa chinensis). Penelitian pendahuluan berjalan selama 30 hari, dengan menganalisis karakteristik kasgot yang dihasilkan menggunakan lima variasi substrat maggot, diantaranya SH1 (100% sampah resto hotel), SP1 (100% sampah pasar), RB1 (90% sampah resto hotel dan 10% sampah pasar), RB2 (80% sampah resto hotel dan 20% sampah pasar), serta RB3 (70% sampah resto hotel dan 30%) sampah pasar. Parameter uji karakteristik yang digunakan adalah kadar air, pH, C-organik, total N, rasio C/N, P, dan K. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian pendahuluan selama 35 hari berupa penumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa chinensis) menggunakan 2 jenis substrat maggot, yaitu RB1 sebagai kasgot dengan kualitas terbaik dan SH1 sebagai interpretasi produk kasgot Tempat Budidaya Larva BSF Pasar Puspa Agro Sidoarjo. Pada pertumbuhan tanaman pakcoy, kasgot digunakan sebagai campuran media tanam dengan variasi dosis 150 gram kasgot/500 gram media tanam, 200 gram kasgot/500 gram media tanam, dan 250 gram kasgot/500 gram media tanam. Dengan variasi dosis kasgot tersebut, dilakukan analisis pertumbuhan tanaman dengan parameter tinggi, jumlah daun dan, diameter batang semu tanaman, serta pemanenan tanaman dengan parameter berat basah tanaman. Hasil penelitian pendahuluan terkait uji karakteristik kasgot, menunjukkan bahwa seluruh jenis kasgot yang dihasilkan memenuhi baku mutu pupuk organik berdasarkan Permentan No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Hasil uji ANOVA One-Way dengan metode Duncan dan matriks penilaian karakteristik kasgot menunjukkan bahwa jenis substrat RB2 memiliki karakteristik kasgot terbaik dengan karakteristik kadar air (14,72%), pH (7,1), C-Organik (50,1%), N-total (8,34%), rasio C/N (6,01), fosfor (1,1%), dan kalium (3,86%). Hasil penelitian utama terkait pertumbuhan tanaman pakcoy menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman terbaik dimiliki oleh tanaman yang menggunakan campuran media tanam SH1 (100% sampah resto hotel) dengan dosis 150 gram kasgot/500 gram media tanam. Namun, pertumbuhan tanaman dengan dosis tersebut masih berada di bawah tanaman yang menggunakan media tanam secara penuh yaitu dosis 0 gram kasgot/500 gram media tanam. ======================================================================================================================= The use of maggot or Black Soldier Fly (BSF) larvae as organic waste decomposers has been widely applied in Indonesia. This is due to their ability to decompose organic waste by up to 52–56%. The products resulting from BSF processing include larvae, kasgot (BSF frass), and residue. The BSF Larvae Cultivation Center at Puspa Agro Market in Sidoarjo produces kasgot at a rate of 50–100 kg per day. However, one of the main issues is that no characterization test of the kasgot has been conducted, so it is still unknown whether its composition complies with the organic fertilizer quality standards set by the Ministry of Agriculture Regulation No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Additionally, the effectiveness of the resulting kasgot as a growing media mixture for the cultivation of pakcoy (Brassica rapa chinensis) is also yet to be determined. The preliminary study was conducted over 30 days by analyzing the characteristics of the kasgot produced using five types of maggot substrates: SH1 (100% restaurant and hotel waste), SP1 (100% market waste), RB1 (90% restaurant and hotel waste and 10% market waste), RB2 (80% restaurant and hotel waste and 20% market waste), and RB3 (70% restaurant and hotel waste and 30% market waste). The parameters used for kasgot characterization included moisture content, pH, organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), C/N ratio, phosphorus (P), and potassium (K). This was followed by a 35-day preliminary study involving the cultivation of pakcoy (Brassica rapa chinensis) using two types of maggot substrates: RB1 as the best-quality kasgot, and SH1 as a representation of the kasgot product from the BSF Larvae Cultivation Center at Puspa Agro Market, Sidoarjo. In the plant growth experiment, kasgot was used as a growing media mixture with dosage variations of 150 grams kasgot/500 grams growing media, 200 grams kasgot/500 grams growing media, and 250 grams kasgot/500 grams growing media. Plant growth was analyzed using parameters such as plant height, number of leaves, and pseudostem diameter, while harvesting was evaluated based on the fresh weight of the plant. The preliminary study on kasgot characterization showed that all types of kasgot produced met the organic fertilizer quality standards based on the Ministry of Agriculture Regulation No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. The results of the One-Way ANOVA test using the Duncan method and the kasgot characteristic scoring matrix indicated that the RB2 substrate produced the best kasgot, with the following characteristics: moisture content (14.72%), pH (7.1), organic carbon (50.1%), total nitrogen (8.34%), C/N ratio (6.01), phosphorus (1.1%), and potassium (3.86%). The main research on pakcoy plant growth showed that the best growth was observed in plants using the SH1 substrate (100% restaurant and hotel waste) with a kasgot dosage of 150 grams per 500 grams of growing media. However, the growth of these plants was still lower compared to those grown entirely with standard growing media (0 grams kasgot/500 grams media)

    Analisis Implementasi Jaringan 5G New Radio (NR) di Wilayah Surabaya Menggunakan Software ATOLL

    No full text
    Perkembangan teknologi 5G New Radio (5G NR) yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP) berbasis standar IMT-2020 sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan sistem komunikasi modern yang mensyaratkan througput tinggi dan delay rendah. Namun dalam kurun waktu 4 tahun sejak diluncurkan pertama kali di Indonesia, sebaran jaringan 5G masih kurang masif sehingga perlu untuk terus dikembangkan. Karena jika jaringannya masih sedikit, akan mempengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan layanan teknologi 5G tersebut. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan studi kasus terhadap layanan jaringan 5G di wilayah Kecamatan Sukolilo yang merupakan salah satu kawasan yang banyak terdapat perumahan mewah yang layak dijadikan target pengguna potensial layanan jaringan 5G. Pertama-tama dilakukan pengukuran menggunakan software tool G-Net Track Pro untuk mengetahui kualitas jaringan 5G existing milik operator Telkomsel yang ada di beberapa spot sebaran 5G Kecamatan Sukolilo berdasarkan referensi aplikasi nperf. Hasil pengukuran existing selanjutnya diklasifikasi berdasarkan komposisi sebaran layanan dan kualitas sinyalnya. Dari hasil pengukuran juga tampak bahwa tidak seluruh wilayah Kecamatan Sukolilo (30,67 km2) mendapat layanan jaringan 5G. Oleh karena itu dilanjutkan penghitungan jaringan 5G sehingga seluruh wilayah terlayani jaringna 5G dengan kualitas baik. Hasil perancangan kemudian dianalisa performansinya dengan bantuan software ATOLL. Dari keseluruhan tahapan penelitian dalam Tugas Akhir dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran layanan jaringan 5G existing Kecamatan Sukolilo memiliki kualitas -81,55 dBm (RSRP), -12,7 dB (RSRQ), dan 10,2 dB (SINR). Berdasarkan penghitungan jaringan 5G dengan menggunakan model propagasi UMa-NLOS, untuk seluruh wilayah Kecamatan Sukolilo membutuhkan total 58 site BTS dengan radius cakupan sejauh 451,8675 meter. Data penghitungan tersebut kemudian dimasukkan kedalam software ATOLL untuk dianalisa performansinya. Dengan penempatan sebaran BTS yang efektif (metode Trial-Error) di wilayah Kecamatan Sukolilo, maka berdasarkan hasil analisa software ATOLL RF Planning diperoleh rata-rata performansi kualitas layanan sebesar -85,92 dBm (RSRP) dan 12,74 dB (SINR). Jika menggunakan referensi hasil pengukuran lapangan (RSRP = -81,55 dBm), maka cakupan wilayah Kecamatan Sukolilo yang memperoleh layanan 5G dengan kualitas tersebut seluas 48,4% (14,857 km2). Namun jika menggunakan acuan normal (RSRP ≥ -100 dBm), luas wilayah yang bisa mencapai 78,7%. ====================================================================================================================================== The development of 5G New Radio (5G NR) technology by the 3rd Generation Partnership Project (3GPP), based on the IMT-2020 standard, is capable of meeting the demands of modern communication systems that require high throughput and low latency. However, in the four years since its initial launch in Indonesia, the deployment of the 5G network remains limited, necessitating continuous development. Limited network availability could affect public interest in using 5G technology services. This Final Project presents a case study on 5G network services in the Sukolilo District, an area with numerous affluent residential areas, making it a viable target market for potential 5G users. First, measurements were conducted using the G-Net Track Pro software tool to assess the quality of Telkomsel's existing 5G network at several coverage spots within the Sukolilo District, based on references from the nPerf application. The existing measurement results were then classified according to service distribution and signal quality. The measurements also revealed that the entire Sukolilo District (30.67 km2) is not covered by the 5G network service. Therefore, planning for the expansion of the 5G network was undertaken to ensure the entire district is served by a high-quality 5G network. The performance of the proposed design was then analyzed using ATOLL software. From the overall research, it can be concluded that the measurements of the existing 5G network service in the Sukolilo District showed an average quality of −81.55 dBm (RSRP), −12.7 dB (RSRQ), and 10.2 dB (SINR). Based on the 5G network expansion plan using the UMa-NLOS propagation model, covering the entire Sukolilo District requires a total of 58 BTS sites, each with a coverage radius of 451.8675 meters. This planning data was then input into the ATOLL software for performance analysis. With effective placement of BTS sites in the Sukolilo District (using a trial-and-error method), the analysis from the ATOLL RF Planning software yielded an average service quality performance of −85.92 dBm (RSRP) and 12.74 dB (SINR). When using the field measurement result as a benchmark (RSRP = −81.55 dBm), the coverage area in the Sukolilo District that achieves this level of service quality is 48.4% (14.857 km2). However, when using a standard benchmark (RSRP ≥−100 dBm), the coverage area increases to 78.7%

    Analisis Pengaruh Karakteristik Pemasaran Terhadap Pembelian Ulang Pada E-Commerce Lintas Batas: Pendekatan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling

    No full text
    Perdagangan digital melalui e-commerce khususnya platform e-commerce lintas batas semakin berkembang pesat hingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia. Platform e-commerce lintas batas mengandalkan sistem pemasaran, seperti rekomendasi dan personalisasi pemasaran, yang bertujuan untuk memengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Sistem pemasaran dengan algoritma machine learning menawarkan produk yang relevan berdasarkan perilaku pengguna dengan tujuan meningkatkan penjualan dan loyalitas pengguna. Karakteristik pemasaran pada platform e-commerce lintas batas tidak selalu memberikan dampak positif terhadap keputusan pembelian pelanggan. Frekuensi iklan yang berlebihan dapat mengganggu pengalaman pengguna, personalisasi iklan yang terlalu spesifik berpotensi meyakinkan pengguna terhadap kebocoran data pribadi, hingga kepalsuan iklan secara visual yang dapat merusak kepercayaan pengguna, kemudian perbedaan preferensi budaya dan bahasa yang ada dapat mereduksi keyakinan pengguna dalam menggunakan platform tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini akan memberikan model terkait implementasi karakteristik sistem rekomendasi pemasaran yang mempertimbangkan dampak negatif dan positif dalam penggunaan e-commerce lintas batas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor pengaruh karakteristik rekomendasi pemasaran terhadap pembelian ulang pengguna pada e-commerce lintas batas khususnya di Indonesia, hingga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara kerja sistem pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Squares – Structural Equation Modeling, dengan variabel yang memengaruhi pembelian ulang pengguna pada e-commerce lintas batas. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada responden berusia minimal 18 tahun yang pernah melakukan pembelian barang impor pada platform e-commerce lintas batas di Indonesia. Hasil dari penelitian Tugas Akhir menunjukkan bahwa variabel advertising characteristics memoderasi negatif hubungan antara tolerance dan reasons for. Lalu, variabel reasons for memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan purchase decision behavior dan self-efficacy. Kemudian, reasons against memiliki pengaruh negatif dan signifikan dengan variabel self-efficacy, namun reasons against memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan dengan variabel purchase decision behavior. Variabel tolerance secara signifikan mempunyai pengaruh positif dengan reasons for dan pengaruh negatif dengan reasons against. Di sisi lain, tolerance memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan dengan self-efficacy. Self-efficacy juga berperan sebagai mediasi positif hubungan antara reasons for dan purchase decision behavior, mediasi negatif hubungan antara reasons against dan purchase decision behavior, dan secara signifikan memiliki pengaruh positif dengan purchase decision behavior. Lalu, yang terakhir purchase decision behavior dan re-purchase memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Kesimpulannya, karakteristik dari sistem rekomendasi pemasaran dan faktor adopsi penggunaan e-commerce lintas batas dapat memengaruhi perilaku pembelian ulang pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data analisis dan identifikasi mengenai aspek-aspek yang dapat memengaruhi perilaku pembelian ulang dari pengguna e-commerce lintas batas. Kemudian, penelitian ini memberikan rekomendasi strategi kepada pengelola platform e-commerce lintas batas dan pemilik toko online terkait peningkatan variabel tolerance dan reasons against, serta saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya. ================================================================================================================================= Digital commerce through e-commerce, particularly cross-border e-commerce platforms, is growing rapidly, impacting global economic growth. Cross-border e-commerce platforms rely on marketing systems, such as marketing recommendations and personalized marketing, aimed at influencing customer purchasing decisions. Marketing systems with machine learning algorithms offer relevant products based on user behavior with the aim of increasing sales and user loyalty. Marketing characteristics on cross-border e-commerce platforms do not always have a positive impact on customer purchasing decisions. Excessive advertising frequency can disrupt the user experience, overly specific advertising personalization has the potential to convince users of personal data leaks, and visual advertising fakes can damage user trust. Furthermore, differences in cultural and language preferences can reduce user confidence in using the platform. Therefore, this study will provide a model related to the implementation of marketing recommendation system characteristics that considers the negative and positive impacts on the use of cross-border e-commerce. This study aims to identify and analyze the factors that influence marketing recommendation characteristics on user repeat purchases in cross-border e-commerce, especially in Indonesia, to gain a better understanding of how marketing systems work. This study uses the Partial Least Squares – Structural Equation Modeling method, with variables that influence user repeat purchases on cross-border e-commerce. Data were obtained through online questionnaires distributed to respondents aged at least 18 years who had purchased imported goods on cross-border e-commerce platforms in Indonesia. The results of the Final Project study indicate that the advertising characteristics variable negatively moderates the relationship between tolerance and reasons for. Then, the reasons for variable has a positive and significant influence on purchase decision behavior and self-efficacy. Then, reasons against has a negative and significant influence on the self-efficacy variable, but reasons against has a negative and insignificant influence on the purchase decision behavior variable. The tolerance variable significantly has a positive influence on reasons for and a negative influence on reasons against. On the other hand, tolerance has a negative and insignificant influence on self-efficacy. Self-efficacy also plays a positive mediation role in the relationship between reasons for and purchase decision behavior, a negative mediation of the relationship between reasons against and purchase decision behavior, and significantly has a positive influence on purchase decision behavior. Then, finally, purchase decision behavior and re-purchase have a positive and significant relationship. In conclusion, the characteristics of marketing recommendation systems and adoption factors for cross-border e-commerce can influence user repeat purchase behavior. This research is expected to provide analytical data and identification of aspects that can influence repeat purchase behavior of cross-border e-commerce users. Furthermore, this research provides strategic recommendations to cross-border e-commerce platform managers and online store owners regarding increasing tolerance and reasons against variables, as well as suggestions for further research developmen

    Laporan Magang di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)

    Get PDF
    Program magang merupakan salah satu elemen penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh hanya melalui teori di bangku perkuliahan. Dalam konteks dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Magang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja, termasuk proses kerja profesional, alur komunikasi organisasi, hingga penyelesaian masalah berbasis data dan analisis. Lebih dari itu, program magang menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global, sekaligus memperkenalkan pada kebutuhan industri yang selalu berubah seiring perkembangan teknologi dan ekonomi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hadir sebagai institusi yang memainkan peran strategis dalam mengintegrasikan riset dan inovasi di Indonesia. Sebagai lembaga penelitian nasional tunggal, BRIN bertujuan untuk menyelaraskan berbagai kegiatan penelitian guna mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. BRIN tidak hanya fokus pada penelitian teoritis, tetapi juga pada penerapan hasil penelitian untuk menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Dengan visi besar menciptakan Indonesia yang maju melalui riset dan inovasi, BRIN membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan penelitian yang berfokus pada pengembangan data, analisis indikator, dan penerapan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang strategis. Mahasiswa yang mengikuti program magang di BRIN memiliki peluang luar biasa untuk mempelajari bagaimana riset dikelola secara profesional dan bagaimana inovasi dikembangkan untuk memecahkan tantangan-tantangan nyata. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat berkontribusi pada berbagai proyek riset, mulai dari tahap pengumpulan data, pengolahan, analisis, hingga penyusunan laporan hasil penelitian. Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan riset, mahasiswa tidak hanya akan memperluas pengetahuan mereka, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, problem-solving, serta kemampuan komunikasi yang diperlukan dalam lingkungan kerja profesional

    Characterisation of Partial Discharge Pattern in Generator Stator due to Combination of Internal and External Insulation Defects

    No full text
    This study aims to analyze the characteristics of Partial Discharge (PD) patterns in generator stators caused by a combination defect of internal and external insulation. Three types of combination defects were modeled, such as slot discharge with void discharge, slot discharge with delamination discharge, and corona discharge with void discharge. The test methods include insulation resistance (IR), Partial Discharge Inception Voltage (PDIV), and Phase Resolved Partial Discharge (PRPD) analysis. In the normal condition, the stator bar exhibited a high insulation resistance of 917 GΩ with a Polarization Index (PI) of 2,16 and Dielectric Absorption Ratio (DAR) of 1,46. The PDIV averaged 6,61 kV. In contrast, defect bars showed significantly lower IR and PDIV values. The lowest PDIV was found in the combination defects of slot discharge and delamination discharge at 1,79 kV. PRPD pattern analysis revealed distinctive shapes for each condition. The normal condition produced a symmetrical, semi-circular pattern with minimal intensity. The combination defects of slot discharge and void discharge generated an asymmetrical with triangular and half circle shape, indicating uneven PD activity between voltage cycles. The combination defects of slot discharge and delamination discharge displayed a wide, high-intensity symmetrical pattern with triangular and square shape. Meanwhile, the combination defects of corona discharge and void discharge showed an asymmetrical triangular and half circle shape, with stronger PD activity in the negative cycl

    Peramalan Harga Saham Portofolio Optimal Pada Indeks IDX Cyclical Economy 30 Menggunakan Pendekatan Gated Recurrent Units dan Markowitz

    No full text
    Tren investasi saham di Indonesia terus meningkat, diiringi dengan bertambahnya jumlah saham yang beredar, membuat pemilihan saham optimal menjadi tantangan bagi investor. Untuk membantu proses tersebut, Bursa Efek Indonesia merilis berbagai indeks, termasuk IDX Cyclical Economy 30, yang berisi saham-saham sensitif terhadap fluktuasi siklus ekonomi. Dalam menghadapi volatilitas pasar, pembentukan portofolio yang tepat menjadi krusial agar investor dapat memaksimalkan keuntungan, mengelola risiko secara efektif, serta memastikan portofolio investasi yang bertanggung jawab dengan mempertimbangkan faktor keberlanjutan dan etika dalam pemilihan saham. Pendekatan diversifikasi berbasis teori Markowitz dan menambahkan tahap eliminasi menggunakan nilai ESG Risk Rating, memungkinkan investor menemukan kombinasi saham optimal dengan keseimbangan antara risiko dan return yang tetap memperhatikan faktor keberlanjutan. Selain itu, penelitian ini juga menyertakan penggunaan model peramalan berbasis Artificial Neural Networks (ANN), yaitu Gated Recurrent Units (GRU), untuk meramalkan proyeksi kinerja setiap saham penyusun portofolio optimal yang terbentuk, sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam berinvestasi. Penelitian ini menggabungkan kedua metode tersebut untuk membentuk portofolio optimal dan memproyeksikan kinerja saham dalam IDX Cyclical Economy 30 kedalam sebuah dashboard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portofolio optimal terdiri dari 7 emiten dengan expected return sebesar 2.8% dan risiko sebesar 5.2%. Model peramalan harga saham 7 emiten penyusun portofolio optimal menghasilkan nilai MAPE sebesar 1.12% hingga 2.54%. Peramlan harga saham periode selanjutnya menunjukkan mayoritas saham diproyeksikan mengalami penurunan. Korelasi hasil permalan dengan data aktualnya menunjukkan nilai positif pada sebagian besar saham. Dashboard yang dihasilkan mampu menyediakan fitur integrasi data saham, optimasi portofolio, dan visualisasi hasil peramalan secara interaktif, mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih akurat dan efektif. ======================================================================================================================================= The trend of stock investment in Indonesia continues to rise, accompanied by an increasing number of outstanding stocks, making optimal stock selection a challenge for investors. To facilitate this process, the Indonesia Stock Exchange has introduced various indices, including the IDX Cyclical Economy 30, which comprises stocks that are sensitive to economic cycle fluctuations. In facing market volatility, constructing a well-structured portfolio is crucial for investors to maximize returns, manage risks effectively, and ensure a responsible investment portfolio by considering sustainability and ethical factors in stock selection. The diversification approach based on Markowitz's theory, combined with an elimination stage using ESG Risk Rating values, enables investors to find an optimal stock combination that balances risk and return while maintaining sustainability considerations. Additionally, this study incorporates a forecasting model based on Artificial Neural Networks (ANN), specifically Gated Recurrent Units (GRU), to predict the performance projections of each stock forming the optimal portfolio, serving as a strategic basis for investment decision-making. This study integrates both methods to construct an optimal portfolio and project the performance of stocks in the IDX Cyclical Economy 30 within an interactive dashboard. The results indicate that the optimal portfolio consists of seven issuers, with an expected return of 2.8% and a risk level of 5.2%. The stock price forecasting model for the seven issuers in the optimal portfolio yields a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) ranging from 1.12% to 2.54%. The stock price forecast for the next period suggests that the majority of stocks are projected to decline. The correlation between the forecasted results and actual data shows a positive value for most stocks. The resulting dashboard integrates stock data, portfolio optimization, and interactive visualization of forecasting results, supporting more accurate and effective investment decision-makin

    Pemanfaatan EZ-InSAR Dalam Pemantauan Penurunan Muka Tanah Menggunakan Citra Sentinel-1 Tahun 2023–2024 (Studi Kasus: Kota Surabaya)

    No full text
    Penurunan muka tanah merupakan fenomena krusial yang melanda kota-kota besar, termasuk Surabaya, didorong oleh eksploitasi air tanah berlebihan dan karakteristik geologis endapan aluvial muda. Penelitian ini bertujuan untuk memantau deformasi vertikal di Kota Surabaya menggunakan citra Sentinel-1A tahun 2023–2024. Metode Permanent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) diterapkan, dengan pengolahan data difasilitasi oleh toolbox EZ-InSAR, yang mengintegrasikan ISCE, StaMPS, dan MintPy untuk menyederhanakan alur kerja secara berurutan mulai dari interferometri hingga analisis time series secara otomatis. Validasi hasil dilakukan dengan data Global Positioning System (GPS) geodetik, diikuti analisis statistik korelasi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pemrosesan data citra Sentinel-1A menggunakan EZ-InSAR, yang mampu menghasilkan data deformasi akurat dengan cakupan spasial luas. Pola deformasi vertikal teridentifikasi dengan rentang antara -35,391 mm/tahun penurunan maksimum di Kec. Gunung Anyar hingga 19,420 mm/tahun kenaikan maksimum di Kec. Karangpilang. Analisis komparasi antara hasil PS-InSAR dan data GPS menunjukkan konsistensi tren deformasi, dibuktikan dengan nilai p-value 0,057 yang mengindikasikan tidak ada perbedaan signifikan secara statistik. Meskipun koefisien determinasi R² rendah (0,0036) karena perbedaan temporal data, hasil spasial yang relevan dapat dijadikan referensi untuk mitigasi risiko penurunan muka tanah di kawasan urban. ====================================================================================================================================== Land subsidence is a crucial phenomenon affecting major cities, including Surabaya, driven by excessive groundwater extraction and the geological characteristics of young alluvial deposits. This research aims to monitor vertical deformation in Surabaya City using Sentinel-1A imagery from 2023–2024. The Permanent Scatterer Interferometric Synthetic Aperture Radar (PS-InSAR) method was applied, with data processing facilitated by the EZ-InSAR toolbox, which integrates ISCE, StaMPS, and MintPy to streamline the sequential workflow from interferometry to automated time series analysis. Validation of the results was performed using geodetic Global Positioning System (GPS) data, followed by correlation and t-test statistical analyses. The study successfully processed Sentinel-1A imagery using EZ-InSAR, yielding accurate deformation data with broad spatial coverage. Vertical deformation patterns were identified, ranging from -35.391 mm/year maximum subsidence in Gunung Anyar District to 19.420 mm/year maximum uplift in Karangpilang District. Comparative analysis between PS-InSAR and GPS data showed consistent deformation trends, evidenced by a p-value of 0.057, indicating no statistically significant difference. Although the coefficient of determination R² was low (0.0036) due to temporal differences between the datasets, the relevant spatial results can serve as a reference for mitigating land subsidence risks in urban areas

    Penentuan Titik Optimal Transmission Line Arrester (TLA) Terhadap Sambaran Petir Pada SUTT 150 KV Sangatta - Maloy

    No full text
    Sambaran petir merupakan salah satu gangguan utama pada sistem transmisi tegangan tinggi yang dapat menyebabkan tegangan lebih transien melebihi Basic Insulation Level (BIL), berisiko menimbulkan flashover dan kerusakan peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan titik optimal pemasangan Transmission Line Arrester (TLA) guna meminimalkan dampak sambaran petir pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Sangatta–Maloy. Metode yang digunakan adalah simulasi berbasis ATPDraw dengan pemodelan sambaran petir pada konduktor fase dan tanah, serta variasi lokasi dan besar arus impuls antara 10–100 kA. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sambaran petir langsung pada tower T.149 dapat menghasilkan tegangan lebih hingga 3420 kV (melebihi BIL isolator 1025 kV), yang menyebabkan back-flashover. Dengan pemasangan TLA pada tower T.148 dan T.150, tegangan lebih yang merambat ke tower sekitar berhasil ditekan hingga di bawah 700 kV, serta tegangan puncak di tower T.142 dan T.156 turun menjadi masing-masing 372 kV dan 324 kV. Efektivitas TLA dalam mereduksi tegangan lebih mencapai lebih dari 80%, dan berkontribusi meningkatkan keandalan sistem transmisi terhadap sambaran petir hingga 70–90%. Penelitian ini merekomendasikan pemasangan TLA secara selektif di tower-tower strategis untuk mencapai keseimbangan antara keandalan dan efisiensi biaya. =================================================================================================================================== Lightning strikes are one of the main disturbances in high-voltage transmission systems, capable of generating transient overvoltages that exceed the Basic Insulation Level (BIL), leading to flashovers and equipment failure. This research aims to determine the optimal placement of Transmission Line Arresters (TLA) to minimize the impact of lightning strikes on the 150 kV High Voltage Overhead Transmission Line (SUTT) between Sangatta and Maloy. The method used is a simulation based on ATPDraw, modeling both direct and indirect lightning strikes on phase and ground conductors, with impulse currents ranging from 10 to 100 kA. Simulation results show that a direct strike on tower T.149 generates an overvoltage of up to 3420 kV (well above the 1025 kV BIL), triggering a back-flashover event. Installing TLAs at towers T.148 and T.150 successfully reduced the propagated overvoltage to below 700 kV, while peak voltages at towers T.142 and T.156 were reduced to 372 kV and 324 kV, respectively. TLA installation achieved over 80% overvoltage reduction and improved transmission system reliability against lightning disturbances by 70–90%. This study recommends selective TLA placement at strategic towers to optimize both reliability and cost-effectiveness

    Analisis Aktivator Asam Fosfat (H3PO4) Terhadap Karbon Aktif Berbasis Tempurung Kemiri Sebagai Elektroda Sistem Capacitive Deionization (CDI)

    No full text
    Pendistribusian air di Indonesia belum cukup merata, terdapat daerah memiliki sumber air yang melimpah, sementara daerah lainnya mengalami kekurangan air. Dalam upaya meratakan distribusi air dapat dilakukan pengolahan air dengan proses desalinasi air garam dengan metode sistem Capacitive Deionization (CDI). Pada penelitian kali ini dibuat elektroda karbon modifikasi dengan H3PO4 dan yang tidak dimodifikasi untuk sistem CDI. Elektroda karbon dibuat menggunakan karbon aktif berbahan dasar karbon tempurung kemiri, Polyvinyl Alcohol (PVA), dan Asam Fosfat (H3PO4). Adapun variasi konsentrasi H3PO4 yaitu sebesar 0,1 M; 0,5M; 1M. Komposisi bahan yang digunakan dalam pembuatan karbon aktif modifikasi aktivator adalah 15 gram karbon aktif dan 150 ml H3PO4 dengan konsentrasi tiap variasinya. Sedangkan untuk komposisi pembuatan elektroda karbon adalah 10 ml aquades, 0,3 gram PVA, dan 5 gram karbon aktif. Pengujian elektroda karbon dilakukan dengan beberapa metode pengujian yaitu, CV, EIS, FTIR dan uji konduktivitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan adalah adanya pengaruh modifikasi aktivator dengan H3PO4 yaitu, kenaikan nilai kapasitansi dan difusi ionik, serta penurunan nilai konduktivitasnya. Nilai kapasitansi elektroda karbon melalui uji CV dan difusi ionik melalui uji EIS yaitu, pada modifikasi aktivator H3PO4 0,5M sebesar 17,2 F/g dan modifikasi H3PO4 1M sebesar 7,99 × 10-14 cm2 s-1. Pada uji konduktivitas didapatkan hasil tertinggi pada elektroda tanpa modifikasi yaitu, 359 μS/cm menunjukkan kemampuan menghantarkan listrik terbaik. =================================================================================================================================== Water distribution in Indonesia is not evenly distributed, there are areas with abundant water sources, while other areas experience water shortages. In an effort to equalize water distribution, water treatment can be carried out with a salt water desalination process using the Capacitive Deionization (CDI) system method. In this study, modified carbon electrodes with H3PO4 and unmodified ones were made for the CDI system. Carbon electrodes were made using activated carbon made from candlenut shell carbon, Polyvinyl Alcohol (PVA), and Phosphoric Acid (H3PO4). The variations in H3PO4 concentration were 0,1 M; 0.5M; 1M. The composition of the materials used in the manufacture of modified activated carbon activator is 15 grams of activated carbon and 150 ml of H3PO4 with concentrations of each variation. While the composition for making carbon electrodes is 10 ml of distilled water, 0,3 grams of PVA, and 5 grams of activated carbon. Carbon electrode testing is carried out using several testing methods, namely, CV, EIS, FTIR and conductivity tests. Based on the research conducted, there is an effect of modifying the activator with H3PO4, namely, an increase in the capacitance and ionic diffusion values, as well as a decrease in the conductivity value. The capacitance value of the activated carbon electrode through the CV test and ionic diffusion through the EIS test, namely, in the activator modification of H3PO4 0,5M of 17,2 F/g and the modification of H3PO4 1M of 7,99 × 10-14 cm2 s-1. In the conductivity test, the highest results were obtained on the electrode without modification, namely 359 μS/cm, indicating the best electrical conductivity

    Pembuatan Mesin Pengaduk Petis Kapasitas 15 Liter Untuk Menunjang Produksi UMKM di Lebak Arosbaya, Dusun Lebak, Desa Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan

    No full text
    Produksi petis secara tradisional masih banyak dilakukan oleh pelaku UMKM di wilayah Lebak Arosbaya, Bangkalan. Proses ini memerlukan waktu, dan tenaga. Untuk menjawab tantangan tersebut, proyek akhir ini bertujuan untuk membuat mesin pengaduk petis dengan kapasitas 15 liter dan perhitungan biaya menufaktur mesin pengaduk petis dengan kapasitas 15-liter untuk mendorong daya saing industri petis tradisional di pasar. Proses pembuatan mesin dilakukan melalui tahapan yang sistematis, dimulai dari studi literatur, observasi lapangan, identifikasi masalah, proses manufaktur, perakitan, pengujian, hingga evaluasi kinerja alat. Beberapa proses manufaktur yang digunakan meliputi pemotongan, pengeboran, pengelasan, dan perakitan. Komponen utama yang dibuat terdiri dari rangka, dudukan kompor, wadah petis, dan pengaduk. Setelah perakitan selesai, mesin diuji untuk mengetahui efektivitasnya dalam mengaduk petis dan dilakukan perhitungan biaya produksi. Berdasarkan hasil percobaan, mesin pengaduk petis ini mampu bekerja sesuai dengan fungsinya. Waktu total pengerjaan mesin ini adalah 6 jam 6 menit jika dikerjakan oleh dua orang secara bersamaan. Total biaya manufaktur mesin pengaduk petis untuk satu kali produksi adalah sebesar Rp1.908.082. ====================================================================================================================================== Petis production using traditional methods is still widely carried out by MSMEs in the Lebak Arosbaya area of Bangkalan. This process is time-consuming and labor-intensive. This final project aims to address this challenge by creating a 15-liter petis mixer and calculating its manufacturing costs to boost the competitiveness of the traditional petis industry in the market. The machine production process involved several systematic stages: literature review, field observation, problem identification, manufacturing, assembly, testing, and performance evaluation. Some manufacturing processes include cutting, drilling, welding, and assembly. The main components produced are the frame, stove stand, petis container, and mixer. After assembly was complete, the machine was tested to determine its effectiveness at stirring petis. Then, production costs were calculated. Based on the test results, the petis mixer is capable of functioning as intended. Two people can operate the machine simultaneously in 6 hours and 6 minutes. The total manufacturing cost for one production run of the petis mixer machine is Rp 1,908,082

    25,191

    full texts

    49,971

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITS Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇