Journal of Empowerment
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN POTENSI KOPI DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT DI DESA CILOTO
ABSTRAK Kopi sebagai salah satu komponen ekspor terbesar Bangsa Indonesia memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan negara. Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil kopi terbesar secara nasional, secara regional wilayah Priangan, Cikuray dan Pangalengan adalah daerah penghasil kopi terbesar se-Jawa Barat. Kehidupan ekonomi dapat berdampak pada lemahnya taraf hidup dan keberlangsungan kehidupan, dengan potensi yang dimiliki Desa Ciloto dapat dikembangkan pemberdayaan kebun kopi. Secara geografis Ciloto memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan pola pendekatan persuasive dan teknis terhadap masyarakat dalam upaya membudidayakan kopi secara professional. Langkah penulis dalam hal pemberdayaan kebun kopi tersebut selain pendekatan persuasive tentunya dengan pembinaan dan penyuluhan serta melakukan jejaring dengan para professional dalam mengelola kebun kopi sehingga dapat berdaya guna dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Metode yang dilakukan penulis adalah dengan pendekatan lapangan (field studi) dengan teknis observasi dan wawancara langsung. Penulis juga melakukan studi literatur terkait dengan pengelolaan dan mekanisme pemberdayaan kebub kopi. ABSTRACTCoffee as one of Indonesia's largest export components has an important role in increasing the country's income. West Java Province is the largest coffee producer nationally, regionally the Priangan, Cikuray and Pangalengan regions are the largest coffee producing areas in West Java. Economic life can have an impact on the weak standard of living and the sustainability of life, with the potential owned by Ciloto Village can be developed empowerment of coffee gardens. Geographically, Ciloto has the potential to be developed with a persuasive and technical approach to the community in an effort to cultivate coffee professionally. The author's steps in empowering the coffee plantation, in addition to the persuasive approach, are of course coaching and counseling and networking with professionals in managing coffee plantations so that they can be useful and have a positive impact on the community’s standard of living. The method used in this resarch is a field approach (field study) with direct observation and interview techniques. The author also conducted a literature study related to the management and empowerment mechanism of coffee plantations
PENGENALAN TEKNIK LATIHAN NAFAS, SUARA, DAN RASA UNTUK PEMBELAJARAN DRAMA BAGI GURU SE-KABUPATEN KUNINGAN
ABSTRAK Pengajaran sastra pada materi drama sangat dibutuhkan guru untuk mengasah kreatifitas dan kemampuan berfikir kritis dalam sebuah pementasan drama. Drama sebagai karya sastra dan karya pentas merupakan dua hal yang penting untuk diajarkan disekolah. Pengabdian tentang pengajaran drama bagi guru diperlukan untuk membangun konstruksi pemahaman yang ajek tentang permainan drama. Tekik dasar bermain drama sebagai aktor memiliki latihan dasar yang harus dikuasai mulai dari olah raga, nafas/suara, dan olah sukma yang diajarkan kepada guru untuk dipraktikkan kepada siswa. Pengabdian dilaksanakan dengan metode PRA (Participatory Rural Appraisal) yang melibatkan semua orang dan semua partisipan ikut aktif dalam proses pengabdian. Proses pengabdian melakukan praktik langsung terhadap materi yang diberikan dan melakukan evaluasi bersama. Dari proses yang dilakukan memunculkan hasil yang positif dari respon guru dan bukti ikut serta mereka dalam setiap kegiatan yang dilakukan bersama pemateri dan partisipan. Keberhasilan program ini dapat diukur dari animo mereka yang hadir dari banyak sekolah di Kabupaten Kuningan. Hasil evaluasi menghasilkan materi keaktoran dan make up diperlukan untuk pembelajaran drama di sekolah.ABSTRACTTeaching literature on drama material is needed by teachers to hone creativity and critical thinking skills in a drama performance. Drama as a literary work and a performance work are two important things to be taught in schools. Dedication to teaching drama for teachers is needed to build a construct of a firm understanding of drama play. The basic techniques of playing drama as an actor have basic exercises that must be mastered starting from sports, breath/sound, and spiritual sports that are taught to teachers to practice to students. Community service is carried out using the PRA (Participatory Rural Appraisal) method which involves everyone and all participants actively participate in the service process. The midwifery process conducts direct practice on the material provided and conducts joint evaluations. From the process carried out, positive results emerged from the teacher's response and evidence of their participation in every activity carried out with speakers and participants. The success of this program can be measured from the interest of those who attended from many schools in Kuningan Regency. The results of the evaluation produce acting and makeup materials needed for drama learning at school
SOSIALISASI TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP MELALUI AKSI PENCEGAHAN BENCANA ALAM
ABSTRAK Desa Kemang terletak di wilayah Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Desa ini merupakan lokasi yang sangat potensial untuk melaksanakan berbagai program yang berperan dalam membantu masyarakat. Sayangnya, pemanfaatan sumber daya alam belum diiringi dengan langkah konkret dalam upaya mencegah bencana alam, sehingga memunculkan potensi bencana di masa mendatang. Lingkungan, yang mencakup segala ruang, benda, kekuatan, kondisi, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan aktivitasnya, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap alam itu sendiri, kelangsungan hidup, dan kesejahteraan manusia. Hak atas lingkungan yang layak, udara bersih, serta perlindungan dari bencana alam, pada dasarnya tercermin dalam Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-undang ini secara spesifik memberikan tanggung jawab kepada pemerintah untuk menjalankan, mengatur, dan meningkatkan kebijakan demi keberlanjutan lingkungan hidup. Salah satu peran penting pemerintah, yang diwujudkan melalui Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat serta Penyuluh Dinas Kehutanan Cabang Wilayah IV, adalah kerja sama dengan mahasiswa. Kolaborasi ini bertujuan untuk melaksanakan program Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai langkah untuk mengedukasi tentang Undang-Undang No 32 Tahun 2009 dan juga mendukung program gubernur Provinsi Jawa Barat, yaitu 'Tanam dan Pelihara 50 Juta Pohon Jabar Juara'. Melalui langkah ini, diharapkan bahwa pemahaman mengenai lingkungan hidup akan semakin meluas dan program-program perlindungan lingkungan dapat terlaksana dengan lebih efektif. ABSTRACT The village of Kemang is situated within the Bojongpicung Subdistrict of Cianjur Regency. This village holds great potential as a location for implementing various programs that contribute to aiding the community. Unfortunately, the utilization of natural resources has not been accompanied by concrete measures to prevent natural disasters, thereby giving rise to the potential for disasters in the future. The environment, encompassing all spaces, objects, forces, conditions, and living beings, including humans and their activities, exerts a significant influence on nature itself, the continuity of life, and human well-being. The right to a suitable environment, clean air, and protection from natural disasters is essentially reflected in Law No. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. This law specifically entrusts the government with the responsibility to execute, regulate, and enhance policies for environmental sustainability. One pivotal role of the government, materialized through the West Java Provincial Forestry Office and the Forest Extension Officers of Branch Office IV, is collaboration with students. This partnership aims to carry out Community Service Activities as a means to educate about Law No. 32 of 2009 and to support the West Java governor's program, 'Plant and Nurture 50 Million Trees, West Java Champion'. Through these steps, it is hoped that the understanding of the environment will broaden, and environmental protection programs can be executed with greater effectiveness.Â
PELATIHAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGAPLIKASIAN JARINGAN INTERNET DI SEKOLAH DASAR NEGERI 48 KOTA BENGKULU
ABSTRAK Kebijakan sekolah memperbolehkan guru-guru daring dari sekolah untuk mengurangi biaya penggunaan internet di rumah, awalnya prasarana jaringan internet bisa men cover kebutuhan guru-guru akan tetapi karena pandemic berlangsung lama dan penggunaan aplikasi yang buat oleh pemerintah yang mengharuskan ada akses internet secara luas maka dengan sendirinya sekolah harus menambah akses internetnya di hampir semua ruangan sehingga tidak menumpuk disatu ruangan saja dan juga untuk antisipasi penyebaran varian covid 19 antar guru, disamping permasalahan dengan jaringan internet di sekolah, masih banyak guru-guru yang belum begitu terbiasa dengan penggunaan teknologi informasi khususnya guru-guru senior yang masih gaptek dengan teknologi. Metode kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan, sosialisasi serta  praktek yang diajarkan kepada guru-guru dan proses pengabdian masyarakat ini berlangsung dengan baik terlihat dengan antusias peserta dalam mengikuti pelatihan dan kemampuan mereka bertambah dengan hasil post test dan pra test yang dilakukan dengan tingkat ketercapaian angka 82 % sampai 85 % dan kendala yang dihadapi masih minimnya kemampuan guru-guru senior dalam penguasaan teknologi untuk itu harus sering diadakan kegiatan secara berkala untuk mengupdate kemampuan mereka.ABSTRACTSchool policies allow online teachers from schools to reduce the cost of using the internet at home, initially the internet network infrastructure could cover the needs of teachers, but because the pandemic lasted a long time and the use of applications made by the government required wide internet access, then automatically schools must increase their internet access in almost all rooms so that they don't pile up in one room and also to anticipate the spread of the Covid 19 variant between teachers, besides problems with the internet network in schools, there are still many teachers who are not very familiar with the use of information technology, especially teachers senior teachers who are still clueless with technology. The method of activity carried out in the form of training, socialization and practice taught to teachers and the community service process is going well as seen by the enthusiasm of the participants in participating in the training and their abilities have increased with the results of the post test and pra test which were carried out with an achievement rate of 82%. up to 85% and the constraints faced are still the lack of ability of senior teachers in mastering technology for this reason activities must be held regularly to update their abilities
PENGOLAHAN KERIPIK KULIT PISANG SEBAGAI INOVASI PENINGKATAN NILAI GUNA PISANG
ABSTRAK Mengetahui potensi hasil pertanian adalah sumber daya penting untuk mengembangkan ekonomi lokal, mendukung keberlanjutan sektor pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sindangsari adalah desa di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Desa ini memiliki banyak potensi pertanian. Salah satu potensi lokalnya adalah perkebunan pisang. Pisang ini biasanya diolah menjadi berbagai jenis makanan, salah satunya keripik, setelah mengetahui cara penggunaan hasil pertanian. Tidak banyak orang yang menyadari bahwa selain buah pisangnya yang dapat diolah, kulit pisang juga dapat digunakan untuk menghasilkan makanan yang dapat dikonsumsi. Oleh karena itu, kulit pisang dapat berfungsi sebagai sumber daya utama untuk menghasilkan produk inovatif yang memberikan nilai tambah dan peluang ekonomi bagi UMKM di Desa Sindangsari. Produk ini adalah salah satu contoh pemanfaatan kulit pisang, sumber daya alam yang berlimpah, menjadi makanan ringan yang lezat dan kaya nutrisi. Keripik kulit pisang telah membuka banyak peluang ekonomi bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) sambil membantu mengurangi limbah organik lokal. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mendukung pengembangan produk inovatif dalam sektor pertanian dan UMKM, serta menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan bagi Desa Sindangsari.ABSTRACTKnowing the potential of agricultural products is an important resource for developing the local economy, supporting the sustainability of the agricultural sector, and improving farmers' welfare. Sindangsari is a village in Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, West Java. The majority of the population works as farmers. The village has a lot of agricultural potential. One of the local potentials is banana plantations. These bananas are usually processed into various types of food, one of which is chips, after knowing how to use agricultural products. Not many people realize that apart from the banana fruit that can be processed, banana peels can also be used to produce food that can be consumed. Therefore, banana peels can serve as a key resource to produce innovative products that provide added value and economic opportunities for MSMEs in Sindangsari Village. This product is one example of the utilization of banana peels, an abundant natural resource, into delicious and nutrient-rich snacks. Banana peel chips have opened up many economic opportunities for small and medium enterprises (MSMEs) while helping to reduce local organic waste. The results of this study provide important insights to support innovative product development within the agriculture and MSME sectors and offer promising business opportunities for Sindangsari Village
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI MASKER ORGANIK WAJAH PADA PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA
ABSTRAKKeanekaragaman tumbuhan yang ada di Indonesia memiliki manfaatnya masing-masing, seperti halnya tanaman kelor. Akan tetapi, tanaman dengan sejuta manfaat ini jarang diketahui kegunaannya. Pada era sekarang, daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai masker organik karena terdapat kandungan zat antioksidan yang baik untuk kulit wajah. Dengan seiring berkembangnya zaman masker daun kelor banyak diminati oleh kaum milenial dengan harga ekonomis namun memiliki manfaat yang cukup baik untuk kulit wajah. Hal ini yang menjadi latar belakang dilakukannya pengabdian pada Sekolah Adiwiyata SMP N 1 Tirto, Pekalongan. Metode workshop dilakukan agar tujuan pengabdian ini lebih terfokus. Hasil yang dicapai dari workshop ini adalah peningkatan manfaat daun kelor sebagai masker organik yang dapat digunakan pada wajah sekaligus juga peningkatan nilai ekonomis daun kelor menjadi sebuah produk. ABSTRACTThe diversity of plants in Indonesia has its own benefits, such as the Moringa plant. However, this plant with a million benefits is rarely known for its uses. In the current era, Moringa leaves can be used as organic masks because they contain antioxidants which are good for facial skin. With the development of the era, Moringa leaf masks are in great demand by millennials at an economical price but have quite good benefits for facial skin. This is the background for the dedication to the Adiwiyata School, SMP N 1 Tirto, Pekalongan. The workshop method is carried out so that the purpose of this service is more focused. The results achieved from this workshop are increasing the benefits of moringa leaves as organic masks that can be used on the face as well as increasing the economic value of moringa leaves into a product
PENGENALAN TATA RIAS (MAKE UP) DALAM PEMBELAJARAN DRAMA BAGI SISWA SMA KABUPATEN KUNINGAN
ABSTRAK Teater sebagai karya pentas merupakan sebuah kemampuan siswa dalam meningkatkan kreativitas. Siswa yang memiliki kemampuan dalam tata rias dapat ikut andil dalam proses pengembangan kreativitasnya dalam teater. Sebagai pendukung pementasan maka penting dan sangat diperlukan pengenalan sejak dini di tingkat SMA. Dengan Metode PRA (Participatory Rural Appraisal) tater dapat dikenalkan lebih dalam melalui pengenalan tarias berupa riasan karakter, riasan pangung, riasan korektif, dan riasan kreatif yang menghasilkan responden yang memiliki pengetahuan baru tentang tata rias. Pada prosesn pelaksanaan siswa sangat antusias dan guru ikut menyimak kegiatan sehinga pembelajaran teater menjadi lebih menyenangkan. ABSTRACTTheater as a stage work is an ability of students to increase creativity. Students who have the ability in make-up can take part in the process of developing their creativity in theater. As a supporter of staging, it is important and indispensable early introduction at the high school level. With the PRA (Participatory Rural Appraisal) method, tater can be introduced more deeply through the introduction of dance in the form of character makeup, panggung makeup, corrective makeup, and creative makeup that produces respondents who have new knowledge about makeup. In the implementation process, students were very enthusiastic and the teacher participated in listening to the activity so that theater learning became more fun
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN LIMBAH PERTANIAN DENGAN INOVASI ECOPRINT
ABSTRAK Tanaman di Desa Kawungluwuk dimanfaatkan secara khusus untuk dikembangkan dan dijual, namun tidak ada usaha alternatif untuk mengatasi limbah yang tidak termanfaatkan dan tidak laku di pasaran. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memaksimalkan potensi masyarakat dan lingkungan demi terwujudnya program-program yang berkelanjutan. Salah satu komponen tanaman bunga krisan yang belum dimanfaatkan adalah daunnya, sehingga banyak yang terbuang dan menjadi sampah organik. Melalui pelatihan pembuatan ecoprint, upaya pemanfaatan bunga krisan, daun krisan, daun singkong, jawer kotok, dan daun pepaya dapat diubah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tim KKN melaksanakan program pelatihan ecoprinting bekerjasama dengan ibu-ibu Desa Kawungluwuk dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya perempuan di Desa Kawungluwuk. Hasil yang dicapai antara lain berupa produk batik ecoprint dengan tema daun krisan dan pemberian penyuluhan ecoprint yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman ibu-ibu di Desa Kawungluwuk. ABSTRACTPlants in Kawungluwuk Village are utilized specifically to be developed and sold, but there is no alternative effort to overcome unutilized and unsaleable waste. The purpose of this service is to maximize the potential of the community and the environment for the realization of sustainable programs. One component of chrysanthemum plants that has not been utilized is the leaves, so many are wasted and become organic waste. Through ecoprinting training, efforts to utilize chrysanthemum flowers, chrysanthemum leaves, cassava leaves, jawer kotok, and papaya leaves can be turned into a product that has high economic value. The KKN team conducted an ecoprinting training program in collaboration with Kawungluwuk Village women with the aim of improving the quality of women's resources in Kawungluwuk Village. The results achieved include ecoprint batik products with the theme of chrysanthemum leaves and the provision of ecoprint counseling aimed at improving the ability and understanding of mothers in Kawungluwuk Village
PELATIHAN PENERAPAN STRATEGI PRODUKSI HALAL GREEN PRODUCT DALAM UPAYA MENCIPTAKAN WIRAUSAHA MANDIRI DAN MEMILIKI STRATEGI PRODUKSI
ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan penerapan strategi produksi wirausaha halal green product. Permasalahan yang muncul dalam produksi produk halal ramah lingkungan adalah keterbatasan pengetahuan yang menyebabkan kualitas produk lokal tidak mampu bersaing di pasar nasional, regional maupun internasional. Dalam rangka mendukung pengabdian kepada masyarakat, upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat tentang produk hijau akan membantu usaha kecil dan menengah untuk mengetahui cara mengembangkan produksi produk hijau halal yang bersaing. Untuk itu, kegiatan ini akan memberikan pendampingan dan pelatihan keterampilan strategi produksi produk hijau, sehingga nantinya mitra mampu mandiri dan memiliki strategi produksi. Keterampilan tersebut selain bermanfaat bagi diri sendiri, setidaknya dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga dengan memperoleh penghasilan dari produksi produk halal halal yang dikembangkan. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: implementasi pengetahuan produk hijau halal yang mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha dalam kegiatan wirausaha produk hijau halal. ABSTRACTThis economic empowerment activity is carried out in the context of community service to the community who run small and medium businesses by providing training on how to implement strategies for producing environmentally friendly halal products. The problem experienced by small entrepreneurs when they produce halal green products is the lack of knowledge and skills about green halal products, so that the products produced are not able to compete widely both domestically and abroad. this activity is the community empowerment of small entrepreneurs who are oriented towards green halal products that can improve their economy. training steps starting from evaluating the products produced, providing training to improve the skills of small entrepreneurs, and how to formulate strategies to increase the production of green halal products that are able to compete in the market, and improve the economy of small entrepreneurs. The outcomes from this community service activity are the implementation of halal green products that are able to increase income
MENGEMBANGKAN LITERASI DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN DI SEKOLAH DASAR DESA MULYASARI
ABSTRAK Indonesia menempati posisi ke-62 dari 70 negara yang diuji terkait tingkat literasi, bahkan masuk dalam 10 negara terendah dengan tingkat literasi yang rendah. Data ini mengindikasikan adanya tantangan serius dalam pelaksanaan literasi di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan perbaikan dalam bidang literasi di negara ini. Karena hal tersebut, salah satu langkah yang perlu diambil oleh mahasiswa dalam kegiatan KKN adalah dengan mengadakan program “Desa Literasi” yang mengusung tema “Mengembangkan Literasi dengan Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan di Sekolah Dasar”. Hal ini menjadi relevan karena mahasiswa dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran literasi sejak usia dini. Demi memenuhi kebutuhan ini, dalam program Desa Literasi tim pelaksana memutuskan untuk menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, yakni strategi pembelajaran menyenangkan atau fun learning. Keadaan ini secara langsung berdampak pada tingkat partisipasi yang lebih tinggi dan minat belajar yang lebih besar. ABSTRACTIndonesia ranks 62 out of 70 surveyed countries in literacy rates, even being among the 10 countries with the lowest literacy levels. This data indicates a significant challenge in literacy implementation in Indonesia, highlighting the urgent need for improvement in this field. Consequently, one necessary step for students participating in the Community Service Program (KKN) is to organize a "Literacy Village" program with the theme "Developing Literacy through Fun Learning Approaches in Elementary Schools." This is relevant as students can contribute to building literacy awareness from a young age. To meet this need, the program's organizers have chosen to implement an innovative teaching strategy, specifically the "fun learning" approach. This approach directly impacts higher participation rates and greater learning interest