Journal of Empowerment
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR DOSEN MELALUI PELATIHAN PENGAJARAN DENGAN BAHASA INGGRIS
ABSTRAK Sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi oleh orang-orang dari penjuru dunia, bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa asing yang layak dikuasai oleh tenaga pengajar seperti dosen. Ketika dosen mengajar dalam bahasa Inggris, mahasiswa akan terbantu untuk terbiasa dalam menggunakan bahasa Inggris. Namun, sebelum menggunakan bahasa Inggris sebagai medium instruksi, dosen perlu mengikuti pelatihan yang dapat memberikan arahan untuk mengajarkan materi dalam bahasa Inggris. Sehubungan dengan itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini berjudul “Mengajar dalam Bahasa Inggris†dan bertujuan untuk memberikan metode pengajaran mata kuliah dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini dilakukan di Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa Universitas Islam 45 Bekasi dan diikuti oleh 25 dosen dari semua fakultas dan tiga kampus di Bekasi. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan dilakukan secara blended (daring dan langsung). Metode partisipatif dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dan microteaching digunakan dalam pelatihan ini. Mayoritas para peserta dari kegiatan ini memberikan respons positif. Pelatihan ini merupakan titik tolak bagi kegiatan-kegiatan pelatihan yang dapat memberikan manfaat kepada pengajaran terutama pengajaran dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.ABSTRACTAs a language which is used to communicate with people from all over the globe, English can be a foreign language that is useful to be mastered by educators such as lecturers. When lecturers teach in English, it can help students to get used to using English. However, before using English as a medium of instruction, lecturers need to attend training that can provide directions for teaching material in English. In this regard, this community service activity is entitled "Teaching in English" and aims to provide a method of teaching courses in English. This activity was conducted at the Faculty of Literature and Language Communication, Islamic University 45 Bekasi and was attended by 25 lecturers from all faculties at the Islamic University 45 Bekasi and campuses in Bekasi. This event lasted for four days and conducted in a blended approach (online and offline). Participative method through lectures, interactive discussions and micro teaching were used in this event. The majority of the participants of this event gave a positive response. This training is a milestone for similar events that can give benefits to teaching especially teaching using English as a medium of instruction
PENDAMPINGAN PEMBUATAN NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB) UNTUK KESADARAN LEGALITAS USAHA
ABSTRAK Mayoritas mata pencarian warga Kampung Balakang Desa Sindanglaya yaitu sebagai pedagang atau berwirausaha yang  didukung dengan lokasi kampung  yang berdekatan dengan Pasar Rakyat Cipanas. Akan tetapi, masih banyak para pelaku UMKM di wilayah Kampung Balakang yang belum mengetahui dan memahami tentang pentingnya legalitas usaha dalam hal ini pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), dikarenakan dari beberapa masyarakat memiliki pemahaman bahwa mengurus izin dan legalitas usaha adalah hal yang rumit dan membutuhkan waktu yang panjang. Sedangkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sendiri, sangat berperan penting dalamusaha para pelaku usaha. Banyak keuntungan yang didapatkan dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) salah satunya adalah kelegalitasan hukum usahanya. Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dapat dilakukan melalui OSS (Online Single Submission) yang dibantu oleh PLUT KUMKM Cianjur. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah agar pelaku UMKM di Kampung Balakang Desa Sindanglaya dapat memahami dan mengetahui cara pembuatan perizinan usaha melalui OSS (Online Single Submission) serta memiliki legalitas usaha, dalam hal ini berupa Nomor Induk Berusaha (NIB). Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan edukasi tentang tatacara pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan dilaksanakan menggunakan metode door to door dimana kegiatan ini dilaksanakan dengan mengunjungi kediaman tiap UMKM di wilayah Kampung Balakang. Desa Sindanglaya. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terbitnya Nomor Induk Berusaha (NIB) para pelaku UMKM di Kampung Balakang. Desa Sindanglaya.ABSTRACTThe majority of the livelihoods of the resident of Kampung Balakang Sindanglaya Village, are as tradeers or enterpeuneur who are supported by the location of the village adjacent to Cipanas Market.However, there are still many UMKM actors in the Kampung Balakang Sindanglaya Village area who do not know and understand the importance of business legality in this case the creation of a Business Identification Number (NIB), because some people have an understanding that managing business permits and legality is a complicated matter and takes a long time. Meanwhile, the Business Identification Number (NIB) itself plays an important role in the effortsof business actors. There are many advantages to having a Business Identification Number (NIB), one of which is the legality of the business. Issuance of Business Identification Number (NIB) can be done through OSS (Online Single Submission) assisted by PLUT UMKM Cainjur. The purpose of this Community Service activity is so that UMKM actorsin Kampung Balakang Sindanglaya Village can understand and know how to make business licenses through OSS and have business legality, in this case in the form of a Business Identification Number (NIB). The method used in this community service activity is to educate about the procedures for making Business Identification Number (NIB) and it is carried out using the door to door method where this activity is carried out by visiting the residence of each UMKM in the Sutorejo Hamlet area. The result of this community service activity is the issuance of a Business Identification Number (NIB) for UMKM actors in Kampung Balakang Sindanglaya Village.Â
Penyuluhan Peningkatan Literasi , Numerasi dan Adaptasi Teknologi di Daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) di SMPN SATU ATAP 1 Langkaplancar Kab. Pangandaran
ABSTRAK Kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu bentuk implemntasi dari tri darma perguruan tinggi. Sekolah daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) perlu diperhatikan didalam proses pembelajarannya dan menjadi tanggung jawab kita semua, sehingga pemerintah memberikan sarana kepada perguruan tinggi untuk ikut serta memberikan perhatian kepada sekolah yang berada di 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Kegiatan Kampus mengajar Angkatan ke 3 yang merupkan program dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi, dengan mengankat tema Penyuluhan Peningkatan Literasi, Numerasi dan Adaptasi Teknologi di Daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) di SMPN Satu Atap 1 Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini adalah berikan pembekalan kepada para siswa dalam adaptasi pembelajaran tatap muka pasca covid-19 dengan penguatan literas dan numerasi serta adaptasi teknologi, kegiatan pegabdian ini bekerjasama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang masuk pada program KM3. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan team-based project yaitu dengan membuat perencanaan proyek dan produk sebagai luaran program, sehingga bisa memberi manfaat pada siswa dalam peningkatan pola belajar, jiwa kemempinanm soft skill, dan karakter dalam berinovasi. Dan dari kegiantan ini dapat dilihat pengingakatan kualitas literasi , numerasi dan adaptasi teknolgi dengan rata-rata meningkat 90%.ABSTRACTCommunity service activities are a form of implementation of the tri dharma of higher education. 3T regional schools (Leading, Remote and Disadvantaged) need to be considered in the learning process and are the responsibility of all of us, so that the government provides facilities for universities to participate and pay attention to schools that are in 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal). Campus activities teach Batch 3 which is a program from Kemenristekdikti, with the theme of Counseling on Increasing Literacy, Numeracy and Technology Adaptation in 3T Regions (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) at SMPN ONE ATAP 1 Langkaplancar, Pangandaran Regency. The activity carried out in this service is to provide provision to students in the adaptation of face-to-face learning after Covid-19 by strengthening literacy and numeracy as well as technology adaptation. This service activity works in collaboration with students from various tertiary institutions who are enrolled in the KM3 program. The method of implementing community service is carried out using a team-based project, namely by planning projects and products as program outputs, so that they can benefit students in improving learning patterns, leadership skills, soft skills, and character in innovation. And from this activity you can see an increase in the quality of literacy, numeracy and technology adaptation with an average increase of 90%.Kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu bentuk implemntasi dari tri darma perguruan tinggi. Sekolah daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) perlu diperhatikan didalam proses pembelajarannya dan menjadi tanggung jawab kita semua, sehingga pemerintah memberikan sarana kepada perguruan tinggi untuk ikut serta memberikan perhatian kepada sekolah yang berada di 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Kegiatan Kampus mengajar Angkatan ke 3 yang merupkan program dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi, dengan mengankat tema Penyuluhan Peningkatan Literasi, Numerasi dan Adaptasi Teknologi di Daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) di SMPN SATU ATAP 1 Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini adalah berikan pembekalan kepada para siswa dalam adaptasi pembelajaran tatap muka pasca covid-19 dengan penguatan literas dan numerasi serta adaptasi teknologi, kegiatan pegabdian ini bekerjasama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang masuk pada program KM3. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan team-based project yaitu dengan membuat perencanaan proyek dan produk sebagai luaran program, sehingga bisa memberi manfaat pada siswa dalam peningkatan pola belajar, jiwa kemempinanm soft skill, dan karakter dalam berinovasi
PENINGKATAN KUALITAS KELOMPOK SADAR WISATA MELALUI PEMBINAAN PELAYANAN PRIMA
ABSTRAK Potensi desa dapat digali dan dikembangkan melalui kemampuan Pokdarwis, sehingga keberadaan Pokdarwis perlu berkualitas agar dapat menjalankan fungsi dan perannya secara maksimal dengan harapan tujuan pariwisata dapat tercapai. Pokdarwis yang berkualitas adalah Pokdarwis yang memiliki Sumber Daya Manusia yang mumpuni dan berkompeten dalam bidang manajemen dan kepariwisataan. Peningkatan kualitas Pokdarwis dapat diupayakan melalui pembinaan anggota Pokdarwis. Pelayanan Prima merupakan aspek yang diperlukan agar wisatawan dapat merasa puas dan berkelanjutan untuk mengunjungi objek wisata. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pembinaan pelayanan prima guna meningkatkan kompetensi anggota Pokdarwis Desa Neglasari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari lima tahapan diantaranya, tahap survey lokasi dan observasi, tahap perizinan, tahap pengembangan materi, tahap kegiatan pembinaan dan tahap evaluasi kegiatan. Dari hasil kegiatan ini didapatkan hasil 88% anggota Pokdarwis merasa puas pada kegiatan pembinaan ini , sebesar 88% peserta pelatihan memahami konsep pelayanan prima pada objek wisata dan 100% peserta memahami mengenai standar operasional prosedur pelayanan prima pada objek wisata. ABSTRACTVillage potential can be explored and developed through Pokdarwis capabilities, so that the presence of Pokdarwis needs to be of high quality so that it can carry out its functions and roles to the fullest in the hope that tourism goals can be achieved. Quality Pokdarwis are Pokdarwis who have qualified and competent Human Resources in the field of management and tourism. Increasing the quality of Pokdarwis can be pursued through coaching. Excellent service is a necessary aspect so that tourists can feel satisfied and sustainable to visit tourist attractions. The purpose of this activity is to provide excellent service development in order to improve the competence of Neglasari Village Pokdarwis members. The method used in this activity consists of five steps including, the location survey and observation, the licensing, the material development, the coaching activity and the activity evaluation. From the results of this activity, it was found that 88% of Pokdarwis members were satisfied with this coaching activity, 88% of the training participants understood the concept of excellent service at tourist objects and 100% of participants understood the standard operating procedures for excellent service at tourist objects.Â
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SDN JANGARI DESA BOBOJONG KECAMATAN MANDE KABUPATEN CIANJUR DALAM MEMBACA NYARING
ABSTRAK Minat baca siswa di sekolah terutama di sekolah dasar masih kurang. Padahal membaca merupakan keterampilan yang sangat esensial untuk menempuh jenjang Pendidikan dari tingakt dasar hingga perguruan tinggi. Gerakan literasi sebenarnya sudah dilaksanakan di berbagai tingkat pendidikan untuk meningkatkan mint abaca, namun belum cukup untuk meningkatlkan minat baca siswa. Maka guru harus memiilki strategi khusus dalam meningkatkan minat baca para siswanya. Membaca nyaring menjadi salah satu teknik pembelajaran alternatif yang mampu meningkatnkan minat baca pemelajar. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang selama satu tahun bersama mitra yaitu SDN Jangari. Topik PKM ini adalah pelatihan Read Aloud sebagai strategi peningkatan kompetensi guru SD di desa binaan, yakni SDN Jangari. Kegiatan PKM akan berupa pelatihan Read Aloud dan lomba Read Aloud untuk kalangan guru SDN Jangari. Tim PKM yang terdiri dosen dan mahasiswa Pascasarjana Program Doktoral Linguistik Terapan akan bekerjasama dengan mitra yakni SDN Jangari. ABSTRACTStudents' interest in reading at school, especially in elementary school, is still lacking, but the ability to read is really needed to for education and careers to a higher level. The literacy movement has actually been implemented at various levels of education to increase reading comprehension, but it is not enough to improve the reading interest among students. So teachers must have special strategies to increase their students' interest in reading. One strategy that teachers can use to increase students' reading comprehension is reading aloud. This community service activity plan is designed for one year with partners, namely SDN Jangari. The topic was Read Aloud training as a strategy to increase the competency of elementary school teachers in the target village, namely SDN Jangari. This community service activities were conducted via Read Aloud training and competitions for Jangari Elementary School teachers. The PKM team consisting of lecturers and postgraduate students from the Applied Linguistics Doctoral Program will collaborate with partners, namely SDN Jangari
PENYULUHAN GAME & PSIKOLOGI 2.0 KEPADA PESERTA DIDIK DAN GURU
ABSTRAK Kata perubahan merupakan kata penting karena perubahan membutuhkan tingkat kreativitas tinggi serta implementasi bertahap. Dalam dunia game, perubahan terjadi sangat signifikan. Game yang ada sekarang dapat memberikan dampak besar terhadap pemainnya yaitu dampak positif dan negatif. Peserta Didik/Murid dan Guru harus mengetahui  dampak yang diakibatkan dari permainan game,  kemudian mengetahui solusi atau alternatif apa yang terbaik untuk mengatasi dampak tersebut. Agar pemahaman dasar tentang game ini dimiliki oleh Murid dan Guru SMA Negeri 3 Semarang, maka diperlukan penyuluhan terkait permaian game dan psikologi. Metode yang digunakan pada Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah model penyuluhan. Untuk mengetahui indikator keberhasilan pada penyuluhan ini yaitu dengan membagikan kuisioner terkait dengan materi yang disampaikan. Hasil dari penyuluhan ini adalah Murid dan Guru dapat memahami dampak yang lebih jelas mengenai game, serta solusi apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan hal-hal yang positif dari permainan game. ABSTRACTThe word change is an important word because change requires a high level of creativity and gradual implementation. In the world of games, changes are very significant. Games that exist now can have a big impact on players, namely positive and negative impacts. Learners/Students and Teachers must know the impact caused by playing games, then know what solutions or alternatives are best to overcome these impacts. So that the students and teachers of SMA Negeri 3 Semarang have a basic understanding of this game, counseling is needed regarding game play and psychology. The method used in Community Service (PkM) is an extension model. To find out the indicators of success in this extension, namely by distributing questionnaires related to the material presented. The result of this counseling is that students and teachers can understand a clearer impact on games, as well as what solutions need to be considered to get positive things from playing games
PENGUKURAN INTEGRITAS HAKIM DAN PERSEPEKTIF PUBLIK TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PENGADILAN DI WILAYAH JAWA BARAT
ABSTRAK Integritas Hakim merupakan bagian dari kualitas pelayanan pengadilan di semua tingkatan, Pelembagaan kualitas Integritas Hakim menjadi sangat penting dalam sebuah kebijakan Program Pengembangan Integritas Hakim (PPIH) yang telah dirintis sejak tahun 2016 oleh Komisi Yudisial yang dilaksanakan di daerah terpilih tertentu(Indonesia, 2022). Tujuan dilaksanakannya PPIH adalah agar menguatnya integritas hakim sehingga dapat membuat persepsi positif masyarakat terhadap Hakim dan Lembaga Peradilan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat Program Pengembangan Integritas Hakim (PPIH) menggunakan motode survey persepsi publik atas integritas hakim dan pelayanan Lembaga Peradilan, metode survey ini melalui 1) tahapan persiapan pengadaan proposal, pengadaan quisioner dan berbagai administrasi survey, 2) tahapan pelaksanaan melalui penyebaran quisioner dan wawancana dengan hakim serta pengguna jasa peradilan, 3) tahapan penyelesaian meliputi pengolahan data, tahap analisis dan pembuatan laporan. Berbagai aktifitas survey ini di harapkan dapat mengkapitalisasi integritas hakim menjadi kepuasan atas pelayanan Lembaga Peradilan
BANGKITKAN UMKM CINCAU DENGAN DIGITAL BRANDING PRODUK
ABSTRAK Persepsi positif konsumen terhadap suatu produk dapat dipengaruhi oleh branding, karena konsumen dapat mengenali nama, desain, atau merek suatu produk melalui brand tersebut, sehingga produk kita dapat membedakan dengan produk pesaing. Pemasaran, merek, desain, dan pengemasan produk UMKM adalah masalah yang sama. Berdasarkan analisis masalah ini, tujuan utama dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan bisnis UMKM minuman Cincau dengan menggunakan branding kemasan digital untuk meningkatkan daya saing dan membuat. Diharapkan dengan membangun branding untuk produk cincau ini, konsumen dari berbagai daerah dapat membeli dan membagikannya kepada orang-orang di seluruh dunia di tempat pemasaran minuman cincau di Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur. ABSTRACTConsumers' positive perception of a product can be influenced by branding, because through a brand consumers can recognize the name, design or brand of a product so they can differentiate our product from competitors. The same problems found with MSME products are product marketing, branding, design and packaging of MSME products. Based on the analysis of these problems, the aim of this community service is to improve the MSME business of grass jelly drinks by creating a digital branding for grass jelly product packaging that can increase competitiveness in the market and make. By creating a branding for grass jelly products, the author expected that in the future this grass jelly product will not only be marketed only in the area around the village, but can be purchased and made into souvenirs by consumers from various regions who stop by at the marketing location for grass jelly drinks which is located in Haurwangi Village, Haurwangi District, Cianjur Regency
FOCUS GRUP DISCUSSION PEMBANGUNAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PANAS BUMI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN MASYARAKAT
ABSTRAK Isu Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) di Cianjur sangat ramai diperbincangkan masyarakat Cianjur. Tujuan dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dari segi kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan Teknik observasi dan wawancara, dimana melibatkan dosen dari Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, para perangkat desa beserta dengan masyarakat desa dan stakeholder mitra PT. Daya Mas Geopatra Pangrango. Hasil dari proses FGD ramainya penolakan yang terjadi dalam isu pembangunan PLTP di Cianjur disebabkan karena biaya penggantian atas pembebasan lahan untuk pelebaran jalan di Desa Cipendawa belum mencapai titik temu, belum adanya sosialisasi ke masyarakat langsung baik dari pihak pemerintah pusat kabupaten dan kecamatan maupun dari pihak perusahaan/ investor sehingga menimbulkan isu yang bertebaran yang dimanfaatkan sekelompok orang, kekhawatiran para petani penggarap yang menggarap dilahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango serta kegiatan usaha lainnya yang akan hilang seiring dengan isu pembangunan tersebut serta kekhawatiran akan dampak lingkungan bagi proke tersebut.  ABSTRACTThe development of the Geothermal Power Plant (PLTP) in Cianjur is widely discussed among the local community. The purpose of conducting a Focus Group Discussion is to identify the needs of the community in terms of their social, economic, and cultural conditions. The implementation method involves quantitative descriptive analysis using observation and interview techniques, which involve lecturers from Adapt Science Suryakancana University, village officials, the local community, and stakeholders from PT. Daya Mas Geopatra Pangrango. The results of the FGD process indicate a significant rejection of the PLTP development in Cianjur due to the unresolved issue of land compensation for road widening in Cipendawa Village. Additionally, there has been a lack of direct communication and public awareness efforts from both the central government, district, and sub-district level, as well as from the company/investor, resulting in widespread concerns exploited by certain individuals. These concerns include the worries of farmers who cultivate land in the Gunung Gede Pangrango National Park and the potential loss of other business activities due to the development issue. There are also concerns regarding the environmental impact of the project
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TERHADAP NUMERASI SISWA YANG TERDAMPAK BENCANA GEMPA BUMI
ABSTRAK Dengan terjadinya gempa bumi yang cukup banyak merusak fasilitas pendidikan di daerah Cianjur, kegiatan pembelajaran yang dilakukan di satuan Pendidikan menjadi tidak efektif, serta banyak siswa yang kehilangan motivasi untuk belajar. Karena pendidikan adalah komponen penting yang harus terus dipertahankan untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas, maka dengan demikian dilakukan pembelajaran yang efektif dan inovatif, serta mampu memotivasi siswa khususnya pada pelajaran matematika. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan seberapa efektif model pembelajaran quantum pada kemampuan numerasi siswa kelas V SDN Girimukti yang terdampak gempa Cianjur setelah mengimplementasikan model pembelajaran quantum. Kegiatan pembelajaran dilakukan pada 30 Januari sampai 3 Februari tahun 2023 terhadap siswa kelas V SDN Girimukti terkait numerasi. Kegiatan ini melibatkan tiga dosen dan tiga siswa. Proses pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Hasil analisis data yang diperolah menunjukkan rata-rata keefektifan implementasi model pembelajaran quantum sebesar 99% berdasarkan angket respon siswa. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran quantum efektif untuk mengajarkan numerasi kepada siswa di SDN Girimukti Cianjur yang terkena dampak gempa dan layak untuk diimplementasikan pada saat kegiatan pembelajaran.ABSTRACTFollowing the occurrence of an earthquake in the Cianjur area that severely destroyed educational facilities, learning activities carried out in the Education unit became ineffective, and many students lost their motivation to study. Because education is a crucial component that needs to be continued indefinitely to produce quality future generations, effective and innovative learning is carried out, and can motivate students, especially in mathematics. This article aims to describe the effectiveness of the quantum learning model on the numeracy of fifth-grade students at SDN Girimukti who were affected by the Cianjur earthquake after implementing the quantum learning model. Learning activities are carried out from January 30 to February 3 2023 for fifth-grade students at SDN Girimukti regarding numeracy. 3 lecturers and 3 students were involved in this activity. There are three phases to implementation activities: planning, carrying out, assessing, and reporting. The results show that the average effectiveness of implementing the quantum learning model is 99% based on the students’ response questionnaires. It shows that the quantum learning model to teach numeracy of students is affected by the earthquake at SDN Girimukti Cianjur is effective and feasible to implement during learning activities