Journal of Empowerment
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
Pendampingan dan Penyuluhan Teknologi Pemesanan Jasaterapis Online dalam Melayani Orang Tua Disabilitas Intelektual (Potads Jabar)
Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menerapkan teknologi untuk membantu para orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome yang kekurangan waktu atau keterbatasan dalam melakukan intervensi dini bagi anak/anak mereka, dikarenakan beberapa faktor seperti orang tua harus bekerja, atau keterbatasan informasi mengenai disabilitas intelektual. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan diskusi/dialog, dengan mengajukan beberapa pertanyaan, kemudian membuat solusi dengan menggunakan pendekatan teknologi. Maka tim Universitas Komputer Indonesia melakukan pelatihan dan pendampingan teknologi berupa aplikasi layanan terapis online untuk mempermudah mendapatkan layanan secara online melalui aplikasi web. Aplikasi web ini memiliki fungsi pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan rekam medis secara online. dan dapat diimplementasikan dengan menggunakan gawai/smartphone yang dimiliki oleh orang tua. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat membantu orang tua dalam memaksimalkan layanan terapi untuk anak dengan disabilitas intelektual. Abstract The aim of this service activity is to apply technology to help parents who have children with Down syndrome who lack time or limitations in carrying out early intervention for their children/children, due to several factors such as parents having to work, or limited information about intellectual disabilities. The method used in this service activity uses a discussion/dialogue approach, asking several questions, then creating a solution using a technological approach. So, the Universitas Komputer Indonesia team carried out training and technological assistance in the form of an online therapist service application to make it easier to get services online via a web application. This web application has registration, ordering, payment and online medical record functions. and can be implemented using the device/smartphone owned by the parents. The results of this service activity can help parents maximize therapeutic services for children with intellectual disabilities
Meningkatkan Kompetensi Siswa SDN Ciranji
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berfokus pada pemberian dukungan tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas 4 dan 5 di SDN Ciranji. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi awal dan akhir, observasi pembelajaran, dan wawancara dengan guru. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kompetensi siswa setelah penerapan metode pembelajaran inovatif ini.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran inovatif dapat efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa. Dukungan tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar juga membantu dalam meningkatkan kompetensi mereka. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.Abstract This research aims to improve student competency at the elementary school level. This research was conducted using an innovative learning approach method and focuses on providing additional support to students who experience learning difficulties. The method used in this research is the experimental method. The research sample consisted of students in grades 4 and 5 at SDN Ciranji. Data was collected through initial and final competency tests, learning observations, and interviews with teachers. The results of data analysis show a significant increase in student competence after implementing this innovative learning method. The conclusion of this research is that innovative learning approaches can be effective in increasing student competence. Additional support to students who experience learning difficulties also helps in improving their competence. It is hoped that this research can become a reference for other schools in efforts to improve the quality of basic education in Indonesia
Pengembangan Kemampuan Kreatif Siswa dalam Produksi Konten Edukatif
AbstrakDi era digital saat ini, kemampuan untuk memproduksi konten edukatif yang menarik dan informatif menjadi semakin penting, terutama bagi siswa sekolah menengah. Penelitian ini berfokus pada pengembangan kemampuan kreatif siswa dalam produksi konten edukatif di SMAN 1 Sumedang. Kecakapan komunikasi, baik verbal maupun non-verbal, menjadi fokus utama dalam peningkatan keterampilan siswa melalui produksi konten edukatif. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan simulasi produksi konten, yang mencakup pembuatan naskah, pengambilan gambar, dan penyuntingan video. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kreativitas dan kemampuan komunikasi siswa setelah mengikuti program ini. Melalui pengembangan konten edukatif, siswa tidak hanya belajar menyampaikan informasi secara efektif, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan interpersonal mereka. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara siswa dan memberikan mereka pengalaman praktis dalam penggunaan teknologi media. AbstractIn today's digital era, the ability to produce interesting and informative educational content is becoming increasingly important, especially for high school students. This research focuses on developing students' creative skills in educational content production at SMAN 1 Sumedang. Communication skills, both verbal and non-verbal, are the main focus in improving students' skills through educational content production. The implementation methods used include training, mentoring, and simulation of content production, which includes script creation, shooting, and video editing. The results of the Community Service activities show a significant increase in students' creativity and communication skills after participating in this program. Through the development of educational content, students not only learn to convey information effectively, but also improve their self-confidence and interpersonal skills. This activity also encourages collaboration between students and gives them practical experience in the use of media technology
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan UMKM, Sosialisasi Kesehatan, Sosialisasi Pertanian, dan Pojok Literasi Gembira (PLG)
Abstrak Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Suryakancana tahun 2023 merupakan program pengamalan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat, dimana tujuan khususnya adalah mahasiswa mampu mengkaji fenomena-fenomena yang terjadi dimasyarakat dalam pembangunan serta mahasiswa mendapatkan ruang dalam mengimplementasikan teori yang didapat dari bangku kuliah, kegiatan KKN ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam akselerasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kegiatan KKN UNSUR dilaksanakan di Desa Kamurang selama 40 hari dari 20 Juli s.d 28 Agustus 2023. Adapun Hasil Program Kegiatan ini yaitu: Terciptanya edukasi kewirausahaan pada UMKM (Brand, Kemasan, legalitas dan pemasaran); Tersosialisasinya Budaya Hidup Sehat dan Bahaya Narkoba di kalangan pemuda; Terciptanya Pojok Literasi Gembira bagi anak sekolah; Tersosialisasinya Pertanian Tepat Guna bagi petani Desa Kamurang. Abstract The implementation of the Kuliah Kerja Nyata (KKN) of Suryakancana University in 2023 is a program of practicing the Tri Dharma of Higher Education in the field of community service, where the specific purpose is that students are able to examine the phenomena that occur in society in development and students get space to implement the theories obtained from college, this KKN activity is also in line with the Cianjur Regency Government program in accelerating the increase in the Human Development Index (IPM). KKN UNSUR activities were carried out in Kamurang Village for 40 days from July 20 to August 28, 2023. The results of this activity program are: The creation of entrepreneurship education in MSMEs (Brand, Packaging, legality and marketing); Socialization of Healthy Living Culture and Danger of Drugs among youth; The creation of a Happy Literacy Corner for school children; Socialization of Appropriate Agriculture for farmers in Kamurang Village
Literasi Keadilan Gender di Kalangan GEN-Z Melalui Kolaborasi Social Volunteer dan FISIP UNPAS di SMA Negeri 17 Kota Bandung
Abstrak Ketidakadilan gender yang masih meluas di seluruh dunia telah memperkuat urgensi Kesetaraan Gender sebagai prioritas global, sebagaimana ditetapkan dalam SDGs poin ke-5. Generasi Z (Gen-Z) memainkan peran kunci dalam memahami dan mengalami dampak dari fenomena ini, termasuk pelecehan seksual digital dan narasi ketidakadilan gender yang tersebar luas di media sosial. Pendidikan tentang Literasi Keadilan Gender menjadi krusial untuk memberdayakan Gen-Z dalam merespons masalah ini. Sebagai respons, Tim PkM FISIP UNPAS telah memulai kegiatan sosialisasi di SMAN Kota 17 Bandung, melibatkan sukarelawan sosial yang berpengalaman dalam isu-isu gender. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mulai memahami cara yang tepat untuk bertindak dan menanggapi isu kesetaraan gender. Namun, diperlukan monitoring dan pemberdayaan lanjutan untuk mengukur keberhasilan upaya ini, dengan mengamati perubahan perilaku sosial mereka sehari-hari. Abstract Widespread gender inequality around the world has reinforced the urgency of Gender Equality as a global priority, as stipulated in SDGs point 5. Generation Z (Gen-Z) plays a key role in understanding and experiencing the impact of these phenomena, including digital sexual harassment and widespread narratives of gender injustice on social media. Education on Gender Justice Literacy is crucial to empower Gen-Z to respond to these issues. In response, the FISIP UNPAS PkM Team has started socialization activities at SMAN Kota 17 Bandung, involving social volunteers experienced in gender issues. The results show that most students are beginning to understand the appropriate way to act and respond to gender equality issues. However, continued monitoring and empowerment is needed to measure the success of this effort, by observing changes in their daily social behavior
Strategi Pemasaran Produk Makanan Khas Tradisional dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
AbstrakPemasaran merupakan proses untuk menciptakan, menyampaikan, dan mempertukarkan penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat luas. Strategi pemasaran yang berpusat pada konsumen salah satu strategi yang digunakan oleh banyak perusahaan untuk menarik lebih banyak pelanggan. Strategi pemasaran dikatakan efektif apabila bisa meningkatkan retensi pelanggan dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Mekarlaksana Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung khususnya pengusaha makanan khas tradisional, seperti: Kerupuk Asoy, Rengginang, Otak-otak, kripik singkong, keripik pisang dan sebagainya. Selama ini sistem penjualannya sebagaian besar hanya mengandalkan pada lokal saja, yaitu dujual ke konsumen secara langsung, atau konsumen yang datang ke tempat produksi, sedangkan untuk penjualan ke luar kota masih relatif sedikit. Agar penjulan makanan khas tradisional yang dilakukan oleh UMKM tumbuh dan berkembang, penjualan bukan hanya pada lokal saja akan tetapi bisa sampai tingkat global, yaitu dengan menjalankan strategi strategi pemasaran yang berbasis teknologi internet. Strategi pemasaran yang harus diterapkan oleh UMKM adalah sebagai tujuan, saran, kebijaksanaan dan aturan yang memberikan arah pada usaha pemasaran serta tanggapan UMKM dalam menghadapi lingkungan dan persaingan yang selalu berubah-ubah. Dalam menerapkan strategi pemasaran, UMKM harus melihat kondisi pasar terlebih dahulu dan melihat posisi dipasarnya, agar bisa dilakukan dengan baik dan tepat sasaran. Abstract Marketing is the process of creating, delivering, and exchanging offers that have value for customers, clients, partners, and the wider community. A consumer-centric marketing strategy is one of the strategies used by many companies to attract more customers. Marketing strategies are said to be effective if they can increase customer retention and maintain good relationships with customers. Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Mekarlaksana Village, Cikancung District, Bandung Regency, especially traditional food entrepreneurs, such as Asoy Crackers, Rengginang, Otak-otak, cassava chips, banana chips, and so on. So far, the sales system has mostly relied only on local, namely selling to consumers directly, or consumers who come to the production site, while sales outside the city are still a little realistic. In order for the sale of traditional specialty foods carried out by MSMEs to grow and develop, sales are not only local but can reach the global level, namely by running a marketing strategy based on internet technology. The marketing strategy that must be implemented by MSMEs is a goal, suggestion, wisdom, and rules that provide direction to marketing efforts and MSMEs' responses in facing the ever-changing environment and competition. In implementing a marketing strategy, MSMEs must first look at market conditions and see their position in the market so that they can be done properly and on target
KAMUSKUN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT
ABSTRAKDalam konsep kurikulum merdeka, pembelajaran bahasa asing diarahkan untuk membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan Masyarakat. Penggunaan media untuk membantu meningkatkan literasi masyarakat menjadi salah satu solusi yang perlu diperhatikan. Dengan demikian diperlukan adanya media pembelajaran pendukung untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dengan tema budaya kearifan lokal yaitu budaya Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini penulis mempunyai satu gagasan kreatif untuk mendukung kegiatan belajar masyarakat yang sedang menempuh pendidikan pada jenjang sekolah menengah atas melalui pembelajaran Bahasa Inggris berbasis aplikasi web. Media pendukung yang dipakai adalah sebuah media pembelajaran berbasis website dengan nama KAMUSKUN (KAMUS KUNINGAN) yang memuat materi bahasa Inggris seperti reading, listening, speaking dan vocabulary bertemakan kebudayaan lokal Kabupaten Kuningan. KAMUSKUN disusun dan dikembangkan oleh tim, sehingga penulis dapat mengembangkan materi yang termuat dalam website tersebut sesuai dengan kondisi di lapangan. KAMUSKUN dapat diakses pada https://kamuskun-6k1d.glide.page/dl/3b1bc8. Berdasarkan hasil angket dapat diketahhui bahwa respon siswa terhadap penggunaan Kamuskun ada pada tingkatan baik, sehingga menjadi motivasi tim untuk senantiasa mengembangkan website Kamuskun. ABSTRACTIn the concept of kurikulum merdeka, foreign language learning is directed towards equipping students with relevant communication skills for the needs of the workforce and the community. One of the way to improve communities literacy skills is the implementation of media. Therefore, there is a need for supporting learning media to enhance English language proficiency with a theme of local wisdom, which is the culture of Kuningan District. Consequently, in this community service activity, the author has a creative idea to support the learning activities of individuals who are pursuing education at the high school level through English language learning based on a web application. The supporting medium used is a web-based learning platform called "KAMUSKUN" (KUNINGAN DICTIONARY), which contains English language materials such as reading, listening, speaking, and vocabulary related to the local culture of Kuningan District. "KAMUSKUN" is compiled and developed by a team, allowing the author to expand the website's content to suit the conditions in the field. "KAMUSKUN" can be accessed at https://kamuskun-6k1d.glide.page/dl/3b1bc8. The finding shows that students' responses to using Kamuskun are at a good level, so this is the motivation for the team to continue developing the Kamuskun website
PENYULUHAN MENGENAI EFEK NEGATIF PENGGUNAAN SMARTPHONE YANG BERLEBIHAN PADA ANAK USIA DINI
ABSTRAKKuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, fokusnya adalah Desa Mulyasari di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Dari hasil observasi lapangan, terungkap bahwa banyak anak usia dini di Desa Mulyasari yang menggunakan Smartphone yang berlebihan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negative akibat penggunakaan smartphone yang berlebihan pada anak usia dini. Salah satu upaya penanggulangan dilakukan melalui penyuluhan dengan judul "Efek Negatif Penggunaan Smartphone yang Berlebihan pada Anak Usia Dini di Desa Mulyasari, Kecamatan Mande." Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan smartphone terhadap perkembangan anak usia dini. Dengan kemajuan teknologi komunikasi, hampir semua kalangan, termasuk anak usia dini, sudah menggunakannya. Artikel ini mengusung metode kualitatif dengan data diperoleh melalui observasi di Desa Mulyasari. Dari sisi teoritis, artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tantangan dan solusi terkait anak usia dini. Fakta lapangan menunjukkan bahwa beberapa orang tua menggunakan smartphone sebagai jalan pintas untuk mengatasi kesulitan mengawasi anak. Namun, perlu diingat bahwa pemantauan dan pengawasan yang hati-hati diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif, dan penggunaan smartphone sebaiknya dibatasi agar anak dapat lebih baik terlibat dalam kegiatan lingkungan yang mendukung sosialisasi.ABSTRACTKuliah Kerja Nyata (KKN) is part of the Tri Dharma of Higher Learning that emphasises the aspect of community service. Through this activity, the focus is Mulyasari Village in Mande District, Cianjur Regency. Field observations revealed that many young children in Mulyasari Village use smartphones excessively. This raises concerns about the negative impact of excessive smartphone use on early childhood. One of the countermeasures is done through counselling with the title "Negative Effects of Excessive Smartphone Use on Early Childhood in Mulyasari Village, Mande Subdistrict". This article aims to evaluate the impact of smartphone use on early childhood development. With the advancement of communication technology, almost everyone, including early childhood, has used it. This article uses a qualitative method with data obtained through observation in Mulyasari Village. From a theoretical perspective, this article is expected to serve as a reference to improve people's understanding of the challenges and solutions related to early childhood. Field facts show that some parents use smartphones as a shortcut to overcome the difficulties of supervising children. However, keep in mind that careful monitoring and supervision are needed to minimise negative impacts, and smartphone use should be limited so that children can better engage in environmental activities that support socialisation
PELATIHAN ENGLISH FOR TOURISM UNTUK KAMPUNG ADAT KRANGGAN
ABSTRAK Penggunaan bahasa Inggris untuk pariwisata dapat menarik turis mancanegara untuk mengunjungi sebuah tempat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris komunitas penggiat pariwisata di Kampung Adat Kranggan. Kegiatan ini berjudul English for Tourism dan dilakukan di kantor Kelurahan Jati Rangga. 20 peserta hadir dalam kegiatan ini yang terdiri dari warga sipil, PNS, dan berbagai elemen masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas wisata di daerah Jati Rangga. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap. Tahapan pertama, para peserta diberikan presentasi mengenai kegunaan bahasa Inggris untuk membantu komunikasi dengan turis mancanegara. Tahapan kedua, para peserta diberikan presentasi mengenai frase-frase yang diperlukan ketika menggunakan bahasa Inggris untuk pariwisata. Tahapan ketiga, para peserta berlatih menggunakan frase-frase yang baru diajarkan dengan satu sama lain. Tahapan terakhir dipantau oleh pemateri untuk melihat penggunaan bahasa Inggris para peserta. Melalui survei yang dilakukan, mayoritas peserta memiliki pendapat yang positif mengenai kegiatan ini. Selain itu, materi yang diberikan juga dianggap sesuai. Namun, para peserta berharap kegiatan ini dapat dilakukan lebih sering sehingga mereka bisa menggunakan bahasa Inggris kepada turis mancanegara dengan lebih baik. ABSTRACTThe use of English for tourism can attract tourists from different countries to visit a place. The present event aims to improve the English skills of a group of participants to communicate in English. The present event is titled English for Tourism and was conducted in a district office of Jati Rangga. The present event was attended by 20 participants. They consist of various stakeholders from people, civil servants, and different elements of society which are eager to improve the condition of tourism in Jati Rangga. There are three stages in order to conduct this research. The objectives of the first stage is to present the benefits of English toward tourism as it allows people to communicate with tourist from abroad. In the second stage, the participants were given a presentation about phrases that can be used to communicate with tourists. The last stage was practicing the phrases recently taught. This stage was monitored by the presenter. According to the survey held in the end of the event, most of the participants had positive perceptions toward the event. Nevertheless, the participants hoped for further events that can be held more often so that they can use English for tourism fluently.
PEMANFAATAN AMPAS KELAPA PADA PROSES PRODUKSI VCO DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
ABSTRAK Usaha Komunitas Nyiur Terpadu bergerak pada bidang memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO). Proses produksi VCO pada IKM ini sebagian telah menggunakan mesin, namun belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap jumlah hasil produksi VCO, sehingga kurang maksimal dalam memenuhi kebutuhan pelanggannya. Penelitian ini bertujauan untuk melakukan eksplorasi ampas kelapa dalam proses produksi VCO sebagai upaya efisiensi waktu proses produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah ergonomi partisipatori yang melibatkan stakeholder secara penuh dalam pemanfaatan ampas kelapa sebagai bahan proses proses produksi VCO dengan harapan mampu meningkatkan hasil produksi VCO secara signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ampas kelapa pada proses pemisahan larutan santan menjadi VCO mampu meningkatkan efisiensi waktu sebesar 2 jam. Hasil ini berpotensi untuk menigkatkan produksi VCO pada Usaha Komunitas Nyiur Terpadu dengan memanfaatkan ampas kelapa sebagai solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. ABSTRACTNyiur Integrated Community Business is engaged in producing Virgin Coconut Oil (VCO). The VCO production process in this SME has partly used machines but has not been able to have a significant impact on the amount of VCO production, so it is not optimal in meeting the needs of its customers. This research aims to explore coconut dregs in the VCO production process to improve the efficiency of the production process. The research method used is participatory ergonomics which fully involves stakeholders in the utilization of coconut pulp as a material for the VCO production process with the hope of significantly increasing VCO production. The results of this study show that the utilization of coconut pulp in the process of separating coconut milk solution into VCO can increase time efficiency by 2 hours. This result has the potential to increase VCO production in the Integrated Nyiur Community Business by utilizing coconut pulp as an environmentally friendly and sustainable solution