Journal of Empowerment
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
Pembuatan Aplikasi Jurnal Harian Guru Berbasis Web di Sekolah Menangah Atas
Abstrak Jurnal harian merupakan alat penting bagi guru dalam proses pembelajaran. Penggunaan jurnal manual dinilai tidak efisien, sehingga dikembangkan aplikasi jurnal harian guru berbasis web untuk memudahkan rekapitulasi aktivitas harian secara terstruktur. Metode yang digunakan meliputi studi lapangan melalui observasi di SMA Cokroaminoto Sukaresmi dan studi literatur terkait aplikasi berbasis web. Sistem ini dirancang menggunakan metode waterfall dengan UML seperti use case, activity, dan sequence diagram. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dengan database MySQL, sementara pengujian dilakukan menggunakan black box testing. Implementasi di SMA Cokroaminoto Sukaresmi menunjukkan respons positif dari pihak sekolah, yang bersedia mengadopsi aplikasi ini. Aplikasi ini fleksibel dan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fitur tambahan untuk mendukung operasional sekolah.Abstract Daily journal is an important tool for teachers in the learning process. The use of manual journals is considered inefficient, so a web-based teacher daily journal application was developed to facilitate the recapitulation of daily activities in a structured manner. The methods used include field studies through observation at Cokroaminoto Sukaresmi High School and literature studies related to web-based applications. The system was designed using waterfall method with UML such as use case, activity, and sequence diagram. The programming language used is PHP with MySQL database, while testing is done using black box testing. Implementation at SMA Cokroaminoto Sukaresmi showed a positive response from the school, which was willing to adopt this application. The application is flexible and can be further developed with additional features to support school operations
Pendampingan Penyusunan Soal-Soal berbasis Numerasi dalam Pembelajaran Matematika melalui Workshop untuk Guru Sekolah Dasar
Abstrak Numerasi merupakan keterampilan mendasar yang krusial bagi setiap individu, namun siswa di Indonesia, termasuk Kabupaten Garut, sering menghadapi kesulitan dalam memahami numerasi. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun soal berbasis numerasi. Artikel ini menguraikan pelaksanaan workshop “Pembelajaran Numerasi di Sekolah Dasar” yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, bekerja sama dengan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Workshop mencakup penyampaian materi dan pendampingan penyusunan soal numerasi, melibatkan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar IPI Garut dan guru sekolah dasar setempat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan wawasan serta keterampilan peserta dalam merancang soal numerasi sesuai dengan konten, konteks, dan proses yang relevan. AbstractNumeracy is a crucial fundamental skill for every individual, but students in Indonesia, including Garut Regency, often face difficulties in understanding numeracy. To overcome this, it is necessary to increase teacher competence in developing numeracy-based questions. This article describes the implementation of the workshop ‘Numeracy Learning in Elementary Schools’ conducted by a team of lecturers and students of Mathematics Education Universitas Pendidikan Indonesia. This activity was carried out through planning, implementation and evaluation, in collaboration with the Indonesian Institute of Education (IPI) Garut. The workshop included material delivery and assistance in preparing numeracy questions, involving IPI Garut Elementary School Teacher Education students and local elementary school teachers. The evaluation results showed an increase in participants' insights and skills in designing numeracy questions according to relevant content, context, and process
Transformasi Pembelajaran melalui Kelas Digital untuk Meningkatkan Prestasi Siswa di Sekolah Dasar
Abstrak Di era society 5.0, digitalisasi menjadi aspek vital dalam pengembangan pendidikan. Namun, ketimpangan akses teknologi di daerah pedesaan, seperti di Nepal, memperlebar kesenjangan pendidikan. Sekolah Dasar Subhakamana di Nepal menghadapi tantangan terkait keterbatasan perangkat teknologi, sumber daya pembelajaran, serta rendahnya keterampilan pendidik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum. Untuk mengatasi tantangan ini, pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik melalui penyediaan perangkat keras digital dan modul pembelajaran interaktif. Kegiatan sosialisasi diselenggarakan dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) untuk memperkenalkan teknologi pendidikan yang mudah digunakan dan bermanfaat bagi proses pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan perlunya pelatihan berbasis teknologi dan dukungan finansial untuk implementasi teknologi. Setelah kegiatan, para pendidik melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi, dan SD Subhakamana berhasil mengintegrasikan proyektor serta fasilitas internet untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Program ini diharapkan menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam penerapan pendidikan berbasis teknologi, yang dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan era digital.AbstractIn the era of society 5.0, digitalisation has become a vital aspect in the development of education. However, unequal access to technology in rural areas, such as in Nepal, widens the education gap. Subhakamana Primary School in Nepal faces challenges related to limited technology devices, learning resources, and low educator skills in integrating technology into the curriculum. To overcome these challenges, community service conducted by the Faculty of Economics, State University of Jakarta aims to improve educators' competencies through the provision of digital hardware and interactive learning modules. Socialisation activities were organised using the Technology Acceptance Model (TAM) approach to introduce educational technology that is easy to use and beneficial to the learning process. The results of the needs analysis indicated the need for technology-based training and financial support for technology implementation. After the activity, educators reported increased confidence in using technology, and SD Subhakamana successfully integrated projectors and internet facilities to enrich students' learning experience. The programme is expected to serve as a model for other schools in the implementation of technology-based education, which can reduce the education gap between urban and rural areas and prepare students to face the challenges of the digital era
Penguatan Potensi Ekonomi melalui Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia
Abstrak Potensi ekonomi suatu daerah perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan ekonomi. Dusun Patenggeng, yang terletak di Desa Sukasari, memiliki berbagai potensi ekonomi, meliputi pertanian, peternakan, pengolahan sampah, dan perdagangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan potensi ekonomi Dusun Patenggeng melalui program-program yang dirancang oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Metode yang digunakan adalah kaji tindak, menggabungkan penelitian dan tindakan. Hasil menunjukkan bahwa program penguatan potensi ekonomi berjalan dengan baik, mencakup Program Penguatan Unit Usaha SukaMart, Program Sosialisasi Pemilahan Sampah, Program Sosialisasi Pemanfaatan Sampah dan Praktik Daur Ulang Sampah Plastik, serta Program Penguatan Kelompok Produksi Paving Block. Program ini meningkatkan pengetahuan peserta: 10%-30% dalam pemilahan sampah, 30%-50% dalam pemanfaatan sampah, dan 20%-40% dalam produksi paving block, mendukung penguatan ekonomi Dusun Patenggeng. Abstract The economic potential of a region needs to be optimally utilised to support economic growth and development. Patenggeng Hamlet, located in Sukasari Village, has various economic potentials, including agriculture, animal husbandry, waste processing, and trade. This community service activity aims to strengthen the economic potential of Patenggeng Hamlet through programmes designed by the Community Service Team (PKM). The method used is action review, combining research and action. The results show that the programme strengthening economic potential went well, including the SukaMart Business Unit Strengthening Program, Waste Sorting Socialisation Program, Waste Utilisation Socialisation Program and Plastic Waste Recycling Practice, and Paving Block Production Group Strengthening Program. The programme increased participants' knowledge: 10%-30% in waste sorting, 30%-50% in waste utilisation, and 20%-40% in paving block production, supporting the economic strengthening of Patenggeng Hamlet
Pelatihan SDIDTK dengan Pendekatan Islami berbasis Aplikasi Pada Guru
Abstract Kegiatan ini dilaksanakan sebagai solusi atas permasalahan guru Kelompok bermain (KB) yang tidak mengetahui cara deteksi dini anak dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel. Tujuan kegiatan ini adalah menyelesaikan permasalahan mitra melalui solusi pelatihan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) dengan pendekatan Islami dan berbasis aplikasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan SDIDTK, penerapan teknologi aplikasi telenursing SDIDTK, pendampingan dan evaluasi SDIDTK serta keberlanjutan program. Hasil pelatihan didapatkan peningkatan pengetahuan (rata-rata sebelum pelatihan 84,36 dan rata-rata setelah pelatihan 88,36) dan ketrampilan (rata-rata sebelum pelatihan 50 dan rata-rata setelah pelatihan 89,83) guru dalam melakukan SDIDTK. AbstractThis activity was carried out as a solution to the problem of playgroup teachers who do not know how to early detect children with growth and development disorders using valid and reliable instruments. The purpose of this activity is to solve partner problems through training solutions for Stimulation, Detection and Early Intervention of Growth and Development (SDIDTK) with an Islamic and application-based approach. The implementation method includes socialization, SDIDTK training, application of SDIDTK telenursing application technology, SDIDTK mentoring and evaluation and program sustainability. The training results obtained an increase in knowledge (average before training 84.36 and average after training 88.36) and skills (average before training 50 and average after training 89.83) of teachers in conducting SDIDTK
Peran Orang Tua dalam Mengawasi Penggunaan Gawai pada Anak
Abstrak Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pengawasan penggunaan gawai oleh anak-anak dan pentingnya keamanan siber. Dengan memfokuskan pada pencegahan kecanduan dan ancaman digital, program ini melibatkan lokakarya, pertunjukan teater, dan diskusi yang dipandu oleh ahli. Metode komprehensif ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta strategi bagi orang tua dan anak agar dapat berinteraksi dengan dunia digital secara bijaksana dan aman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran orang tua tentang risiko digital, literasi digital anak-anak, dan komunikasi tentang keamanan siber. Keberhasilan program tercermin dari partisipasi aktif dan antusiasme masyarakat. Pendekatan ini menawarkan contoh strategi multidimensi yang efektif dalam menghadapi tantangan digital dan mendorong penggunaan gawai yang sehat di kalangan anak. Temuan ini memberikan panduan berharga bagi pendidik, orang tua, dan komunitas dalam mengawasi penggunaan gawai dan meningkatkan kesadaran akan keamanan siber untuk generasi mendatang. Abstract This study seeks to boost awareness of the role parents play in overseeing their children's smartphone use and promoting cybersecurity awareness. The program, aimed at preventing digital addiction and addressing online threats, includes workshops, theatrical performances, and expert-led discussions. By employing a comprehensive approach, the research provides parents and children with the tools and knowledge needed for safe and informed digital interactions. Results reveal increased parental awareness of digital risks, improved digital literacy among children, and better communication about cybersecurity between parents and their kids. The program's success is reflected in the active engagement and enthusiasm of community members. This method offers a multidimensional strategy for tackling current digital challenges and encouraging healthy smartphone habits in children. The study's findings provide valuable insights for educators, parents, and communities, suggesting that similar initiatives can help create a safer digital environment for future generations
Peningkatan Kapasitas Kader Melalui Pelatihan Peran Posyandu Sebagai Sumber Informasi Kesehatan Ibu dan Anak
Abstrak Posyandu balita dilaksanakan dengan sumber daya yang berasal dari, oleh dan bersama masyarakat. Peran kader menjadi salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Guna mendukung keberhasilan posyandu perlu adanya pembinaan dan peningkatan kapasitas kader. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu balita tentang posyandu untuk sumber informasi kesehatan bagi ibu dan anak. Pelatihan kader posyandu dihadiri sejumlah 70 kader posyandu Desa Sindumartani. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 1 bulan di Balai Desa Sindumartani. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan kader menjadi lebih baik secara bermakna setelah mengikuti pelatihan tentang posyandu sebagai informasi kesehatan bagi ibu dan anak yakni 81,42 % dalam kategori baik dan 18,58% kategori kurang. Diharapkan hasil pelatihan dapat diimplementasikan dalam kegiatan posyandu balita di Desa Sindumartani sehingga meningkatkan partisipasi kehadiran peserta dan kemanfaatan posyandu.Abstract The toddlers integrated healthcare s carried out with resources derived from, by and with the community. The role of cadres is one of the spearheads in the implementation of integrated healthcare center activities. In order to support the success of the integrated healthcare center, it is necessary to coach and increase the capacity of cadres. The service activity aims to increase the capacity of integrated healthcare center cadres for toddlers related to the role of integrated healthcare center as a source of maternal and child health information. The training of integrated healthcare center cadres was attended by a total of 70 integrated healthcare center cadres of Sindumartani Village. The training activity was carried out for 1 month at the Sindumartani Village Hall. The results of the training activities showed that the knowledge of cadres before and after the training had a significant increase, namely 81.42% in the good category and 18.58% in the poor category. It is hoped that the results of the training can be implemented in the activities of the posyandu for toddlers in Sindumartani Village so as to increase the participation of participants and the benefits of the integrated healthcare center
Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Aplikasi Iuran Digital dalam Mendukung Penerapan E-Governance pada Tingkat Dusun
AbstrakPengelolaan iuran secara manual di Dusun Tegal Kori Kaja, Denpasar Utara, menyebabkan inefisiensi dan ketidakpercayaan warga. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan dana melalui penerapan aplikasi iuran digital berbasis web dan mobile. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pada kelompok pecalang (10 orang) dan warga (40 orang). Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman pecalang sebesar 80% dan warga sebesar 85%. Aplikasi iuran digital memudahkan proses pencatatan, pelaporan, serta pembayaran secara digital, yang disambut dengan kepuasan pengguna mencapai rata-rata 79,22% untuk warga dan 77,56% untuk pecalang. Implementasi ini diharapkan dapat memperkuat e-governance di tingkat dusun dan direplikasi pada wilayah dusun lain pada Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara. Abstract Manual management of dues in Tegal Kori Kaja Hamlet, North Denpasar, causes inefficiency and distrust of residents. The purpose of this service is to increase transparency, accountability, and efficiency of fund management through the application of web-based and mobile digital dues applications. The methods used include socialization, training, and mentoring to pecalang groups (10 people) and residents (40 people). Evaluation was conducted with pre-test and post-test to measure the improvement of understanding. The results showed an increase in understanding of pecalang by 80% and residents by 85%. The digital dues application facilitates the process of recording, reporting, and payment digitally, which is welcomed by user satisfaction reaching an average of 79.22% for residents and 77.56% for pecalang.This implementation is expected to strengthen e-governance at the hamlet level and be replicated in other hamlet areas in Ubung Kaja Village, North Denpasar
Gerakan Literasi Menuju Neglasari Kahiji Melalui Program Read Aloud Untuk Meningkatkan IPM Bidang Pendidikan
Abstrak Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang bermutu, maka upaya dalam meningkatkan pendidikan yang berkualitas secara berkesinambungan terus diperjuangkan. Hal ini karena pendidikan memiliki dampak besar dalam membentuk sumber daya manusia yang bermutu. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui peningkatkan budaya literasi. Namun, saat dilihat dari konteks internasional, Indonesia berada pada posisi yang mengkhawatirkan. Tingkat literasi bangsa Indonesia berada di peringkat 73 dari 78 negera yang disurvei PISA. Dengan demikian, tujuan pengabdian ini adalah untuk membangun minat literasi membaca pada siswa dengan mengadakan penyuluhan read aloud. Jenis pengabdian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengabdian ini melibatkan 224 siswa kelas VIII SMPN 1 Cikalongkulon. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa hasil dari pelatihan read aloud dapat menumbuhkan minat literasi membaca di kalangan siswa SMPN 1 Cikalongkulon.Abstract To enhance human resource quality, improving education is essential due to its significant impact on development. A key strategy for advancing educational quality is fostering a strong literacy culture. However, Indonesia’s literacy level is concerning, ranking 73rd out of 78 countries in PISA surveys. This service aims to increase students' reading interest through read-aloud counseling. Utilizing a descriptive, qualitative approach, the service is implemented in three stages: preparation, execution, and evaluation. It involved 224 eighth-grade students from SMPN 1 Cikalongkulon. Data were gathered through observations and interviews. Results indicate that the read-aloud training effectively stimulated reading interest among these students
Pengembangan Sistem Informasi Reservasi untuk Meningkatkan Kemudahan dan Profesionalisme Berbasis Teknologi di Sektor Pariwisata
AbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem reservasi kamar berbasis web di Desa Teluk Tamiang, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor pariwisata lokal. Permasalahan yang dihadapi meliputi sistem reservasi manual yang tidak efektif dan keterbatasan akses teknologi oleh pengelola. Metode yang digunakan mencakup analisis kebutuhan, desain sistem berbasis model waterfall, implementasi, serta pendampingan berupa pelatihan teknis kepada 15 peserta yang terdiri atas staf desa dan pengelola penginapan. Evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan pengguna dan pengamatan langsung terhadap implementasi sistem. Hasilnya menunjukkan peningkatan keterampilan teknis pengelola hingga 70%, serta kemudahan operasional yang berdampak pada peningkatan pemesanan kamar hingga 30%. Sistem yang diimplementasikan melalui domain resorts.teluktamiang.com telah memberikan nilai tambah ekonomis dan diharapkan mampu mendukung perkembangan pariwisata desa secara berkelanjutan. Abstract This service activity aims to develop a web-based room reservation system in Teluk Tamiang Village, in order to improve the efficiency and competitiveness of the local tourism sector. The problems faced include an ineffective manual reservation system and limited access to technology by managers. The methods used included needs analysis, system design based on the waterfall model, implementation, and assistance in the form of technical training to 15 participants consisting of village staff and inn managers. Evaluation was conducted through a user satisfaction survey and direct observation of the system implementation. The results showed an increase in the manager's technical skills by 70%, as well as operational ease that resulted in an increase in room bookings by 30%. The system implemented through the domain resorts.teluktamiang.com has provided economic added value and is expected to support the development of village tourism in a sustainable manner