Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Not a member yet
    453 research outputs found

    SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA PROFIL VERTIKAL DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

    No full text
    Sebaran sedimen tersuspensi (Total Suspended Solid (TSS)) dapat dipelajari secara horizontal maupun vertikal. Akumulasi sedimen tersuspensi (TSS) secara horizontal sangat dipengaruhi oleh arus permukaan maupun gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Keterdapatan TSS ini diduga berpengaruh terhadap sebarannya pada profil vertical. Kedua kondisi sebaran sedimen tersuspensi (TSS) berpengaruh terhadap optimalisasi penetrasi cahaya matahari di perairan. Sedimen tersuspensi (TSS) menjadi salah satu factor fisika yang penting sebagai indicator kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran Total Suspended Solid (TSS) di perairan Kabupaten Bangkalan. Materi utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah contoh air dan data parameter lingkungan (pasang surut dan kecerahan) yang diambil pada 7 stasiun pada bulan Agustus-September 2013 di Perairan Selat Madura, Kabupaten Bangkalan. Metode gravimetric (SNI-06-6989.3-2004) digunakan untuk analisa Total Suspended Solid (TSS). Data parameter lingkungan dianalisa secara deskriptif. Analisa TSS menunjukkan nilai yang berbeda pada beberapa stasiun penelitian untuk setiap minggunya. Konsentrasi TSS terendah sebesar 35 mg/L (Stasiun 3, profil permukaan, minggu pertama) dan tertinggi sebesar 620 mg/L (Stasiun 4, profil dasar, minggu pertama). Secara umum, konsentrasi TSS secara vertikal (dari permukaan-dasar) cenderung semakin besar, diduga dipengaruhi oleh jenis substrat dan parameter arus yang berpeluang untuk menimbulkan pengadukan di profil dasar. Kondisi lingkungan (kecerahan dan arus) menunjukkan bahwa daerah dengan konsentrasi TSS yang tinggi cenderung memilki nilai kecerahan yang rendah dengan kecepatan arus yang lebih besar.Kata Kunci: kecerahan, pola arus, Total Suspended Solid (TSS) DISTRIBUTION OF TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) IN THE VERTICAL PROFILE IN THE MADURA STRAIT WATERS BANGKALAN DISTRICTABSTRACTDistribution of suspended sediment (Total Suspended Solid (TSS)) can be studied through horizontal and vertical. Accumulation of suspended sediment (TSS) horizontally greatly influenced by surface currents and waves generated by the wind. TSS discovery is supposed to influence the spreading on a vertical profile. The second condition of distribution of suspended sediment (TSS) effect on optimizing the penetration of sunlight in the water. Suspended sediments (TSS) became one of the important physical factor as an indicator of water conditions. This study aims to determine the distribution of Total Suspended Solid (TSS) in the waters of Bangkalan. The main material used in this study is an example of water and environmental parameter data (tidal and brightness) taken at 7 stations in August-September 2013 in the Madura Strait, Bangkalan. Gravimetric method (ISO-06-6989.3-2004) is used for the analysis of Total Suspended Solid (TSS). Environmental parameters data were analyzed descriptively. TSS analysis shows different value on some of the research station for TSS. Concentration per week low of 35 mg / L (Station 3, surface profile, the first week) and the highest was 620 mg / L (Station 4, the basic profile, the first week). In general, concentrations of vertical TSS (from surface-basic) tends to be greater, might be influenced by the type of substrate and flow parameters are likely to cause agitation in the basic profile. Environmental conditions (brightness and current) shows that areas with high concentrations of TSS tend to have the value of a low brightness with the larger speed of currents.Keywords: brightness, current patterns, Total Suspended Solid (TSS

    INVENTARISASI TERUMBU KARANG DI PULAU MAMBURIT KEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SUMENEP

    No full text
    Inventarisasi terumbu karang adalah satu langkah untuk mengetahui tutupan karang suatu kawasan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui keragaman spesies dan persentase tutupan karang hidup, serta keragaman spesies ikan karang di pulau Mamburit sebagai data awal untuk menjadikan Sumenep daerah tujuan wisata bahari. Pertumbuhan terumbu karang di pulau mamburit terdapat 11 Genus karang dengan tipe terumbu karang tepi (fringing reef) dari arah pantai menuju tubir membentuk paparan (reef flat).Kata Kunci: inventarisasi, terumbu karangInventarisasi terumbu karang adalah satu langkah untuk mengetahui tutupan karang suatu kawasan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui keragaman spesies dan persentase tutupan karang hidup, serta keragaman spesies ikan karang di pulau Mamburit sebagai data awal untuk menjadikan Sumenep daerah tujuan wisata bahari. Pertumbuhan terumbu karang di pulau mamburit terdapat 11 Genus karang dengan tipe terumbu karang tepi (fringing reef) dari arah pantai menuju tubir membentuk paparan (reef flat).Kata Kunci: inventarisasi, terumbu karan

    STUDI PARAMETER OSEANOGRAFI DI PERAIRAN SELAT MADURA KABUPATEN BANGKALAN

    No full text
    Fenomena dan dinamika di perairan laut menjadi salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan dalam berbagai aktifitas yang dilakukan dilingkungan perairan laut. Pergerakan massa air laut dinamis sepanjang waktu memberikan pengaruh terhadap dinamika perairan. Angin menjadi salah satu parameter penting yang berpengaruh terhadap fenomena dan dinamika perairan laut. Beberapa parameter oseanografi yang dipengaruhi oleh angin adalah arus dan gelombang. Parameter lainnya yaitu pasang surut, yang dipengaruhi oleh letak bulan dan matahari menjadikan dinamika lautan semakin kompleks. Arus, gelombang, dan pasang surut diduga berpangaruh signifikan terhadap kompleksitas di lautan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik parameter oseanografi di perairan Selat Madura, Kabupaten Bangkalan. Data utama penelitian berupa data arus, pasang surut, dan gelombang. Data pasang surut diperoleh dari BMKG Perak, Surabaya. Data yang digunakan adalah data bulan September 2012. Data arus dan gelombang diolah secara deskriptif untuk mengetahui dominasi arah dan kecepatan, sedangkan data pasut diolah menggunakan metode Admiralty untuk mengetahui tipe pasang surut perairan. Hasil analisa menunjukkan kisaran arus relatif kecil (0,28-3.54 cm/detik) dengan arah Timur laut, Timur dan Tenggara. Karakteristik gelombang menunjukkan kecenderungan semakin besar pada setiap minggunya dengan pola harian cenderung stabil sepanjang hari. Tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda.Kata Kunci: hidrooseanografi, total suspended solid (TSS) STUDY OF OCEANOGRAPHYC PARAMETERS IN THE MADURA STRAIT WATERS OF BANGKALAN DISTRICTABSTRACTPhenomenon and the dynamics in marine waters become important to be considered in some activities. The movement of sea water mass is dynamic along the time which gives influence toward waters dynamics. Wind become one of the important parameters influenced the phenomenon and sea waters dynamics. Some oceanography parameters were influenced by wind is flow and wave.  Other parameter is riptide, which is influenced by the position of moon and sun being sea dynamics is more complex. Flows, waves, and riptide are estimated significantly have an effect on the ocean complexity. This study aims to review the characteristics of oceanography parameters in Madura Trait waters. The main data of this research are flows, riptide, and wave data. The riptide data (September 2012) was gained from BMKG Perak, Surabaya. Flows and wave data were processed as descriptive data to know the domination of direction and velocity, while riptide data was processed by using Admiralty method to know the kind of waters riptide. The results show that whirl-flows are small (0,28-3.54 cm/second) turned to northeast, east and southeast. The characteristic of wave shows more and bigger in each week but it is stable in each day. The type of mixed riptide tends to the kind of multiple daily.Keywords: hydro-oceanography, total suspended solid (TSS

    ANALISIS AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MANGROVE Avicennia marina DARI KABUPATEN TRENGGALEK DAN KABUPATEN PASURUAN TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Vibrio alginolyticus

    No full text
    Avicennia marina mampu beradaptasi pada habitat pasang-surut dan memiliki toleransi salinitas bervariasi. Bentuk adaptasi tersebut berpotensi mempengaruhi komposisi senyawa metabolit sekunder A. marina. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak daun A. marina dari Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pasuruan dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak A. marina dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Vibrio alginolyticus. Hasil uji fitokimia menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, dan saponin pada ekstrak A. marina dari kedua lokasi. Namun, kandungan senyawa Terpenoid dan Tanin hanya ditemukan pada stasiun dengan kondisi tertentu. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak daun A. marina dari Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pasuruan terhadap S. aureus menunjukkan hasil rata-rata diameter zona bening sebesar 4,43 – 5,79 mm dan terhadap V. alginolyticus sebesar 4,25 – 5,48 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun mangrove A. marina mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan V. alginolyticus. Perbedaan habitat tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan daya hambat, tetapi pada komposisi senyawa bioaktif.Kata Kunci: aktivitas antibakteri, senyawa metabolit sekunder, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten  Pasuruan, Avicennia marinaANTIBACTERIAL ACTIVITY ANALYSIS OF LEAF EXTRACT FROM DISTRICT MANGROVE Avicennia marina PASURUAN TRENGGALEK AND ON THE GROWTH AND Staphylococcus aureus, Vibrio alginolyticusABSTRACTAvicennia marina capable of adapting to the habitat in tidal and have varying salinity tolerance. Adaptation has the potential to affect the composition of secondary metabolites, A. marina. This study aims to determine the composition of bioactive compounds contained in extracts of leaves of A. marina of Trenggalek and Pasuruan and determine the antibacterial activity of the extracts of A. marina in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus and Vibrio alginolyticus. The test results showed phytochemical content of alkaloids, flavonoids and saponins in the extracts of A. marina from both locations. However, the compound Terpenoid and Tannins are found only in stations with certain conditions. The test results of antibacterial activity of the extracts of leaves of A. marina Trenggalek and Pasuruan against S. aureus showed an average yield of clear zone diameter of 4.43 to 5.79 mm and against V. alginolyticus of 4.25 to 5.48 mm. This indicates that A. marina mangrove leaf extract can inhibit the growth of bacteria S. aureus and V. alginolyticus. Differences habitat does not have a significant impact on the ability of inhibition, but the composition of bioactive compounds.Keywords: antibacterial activity, Avicennia marina, Pasuruan, secondary metabolites, Trenggale

    STRATEGI KONSERVASI PULAU KECIL MELALUI PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN (STUDI KASUS PULAU GILI LABAK, SUMENEP)

    No full text
    Pulau Gili Labak merupakan pulau kecil yang berada di Kabupaten Sumenep, Madura. Kerentanan yang dimiliki sebagai pulau kecil, menjadikan Pulau Gili Labak perlu dijaga pemanfaatannya sekaligus dikonservasi. Perikanan tangkap sebagai pemanfaatan utama di Pulau Gili Labak memerlukan pengelolaan melalui penetapan strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Berangkat dari hal tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mengetahui kondisi perikanan di Pulau Gili Labak; 2) merumuskan strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan di Pulau Gili Labak. Analisa yang digunakan: 1) SWOT sebagai analisa kondisi perikanan dan 2) AHP untuk menentukan prioritas strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan. Hasil penelitian : 1) Upaya pengembangan perikanan berkelanjutan sebagai upaya konservasi di Pulau Gili Labak dicirikan oleh kondisi faktor internal (kekuatan dan peluang) memiliki bobot lebih besar dibandingkan faktor eksternal (kelemahan dan ancaman); 2) Prioritas strategi konservasi Pulau Gili Labak melalui pengembangan perikanan berkelanjutan secara berurutan dilakukan melalui: menambah prasarana pelabuhan, ekowisata pancing, perbaikan ekosistem perairan dengan melibatkan masyarakat, diversifikasi usaha perikanan dan meningkatkan kualitas hasil tangkapan.Kata Kunci: AHP, perikanan berkelanjutan, Pulau Gili Labak, strategi konservasi, SWOTSMALL ISLAND CONSERVATION STRATEGY THROUGH SUSTAINABLE FISHERIES MANAGEMENT (CASE STUDY AT GILI LABAK ISLAND, SUMENEP)ABSTRACTGili Labak Island is a small island located in Sumenep Regency, Madura. Its susceptibility as a small island makes Gili Labak Island needs to be maintained and conserved. Fisheries as the main utilization in Gili Labak Island need management through determining strategy of sustainable fisheries management. Starting from that point, this research was conducted with the aims: 1) to know the fishery condition in Gili Labak Island; 2) to formulate strategy of sustainable fisheries management in Gili Labak Island. The analysisthat had been used was: 1) SWOT as the analysis of fisheries condition and 2) AHP to determine the priority of sustainable fisheries management strategy. The result of the research: 1) The development effort of sustainable fisheries as conservation means at Gili Labak Island which was characterized by the condition of internal factor (strength and opportunity) had bigger weight compared to external factor (weakness and threat); 2) The priority of conservation strategy in Gili Labak Island through the development of sustainable fisheries relatively was conducted by: adding the harbor infrastructure; fishing ecotourism; repair of aquatic ecosystem by involving society, diversification of fisheries effort and improving the quality of the caught fish. Keywords: AHP, conservation strategy, Gili Labak Island, sustainable fisheries, SWO

    ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN BAU LUMPUR IKAN BANDENG (Chanos chanos) DARI DUA LOKASI YANG BERBEDA

    No full text
    Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas yang strategis untuk memenuhi kebutuhan protein yang relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia.Bau lumpur pada ikan umumnya pada ikan tawar disebabkan senyawa kimia yaitu 2-Methylisoborneol dan Geosmin.Tujuan untuk mengetahui kandungan kandungan gizi dan geosmin ikan bandeng (Chanos chanos) dari dua lokasi yang berbeda yaitu perairan tambak Lamongan dan Pamekasan.Penelitian ini menggunakan metode Uji Test-T dengan menggunakan dua faktor untuk analisa uji proksimat. Kandungan gizi ikan bandeng bervariasi, yaitu kadar air ikan bandeng Lamongan 74,71-76,06% dan Pamekasan 68,50-73,34%, protein ikan bandeng Lamongan 14,84-19,47 dan Pamekasan 21,29-23,53%.Bau lumpur ikan bandeng Lamongan mempunyai rata-rata 2,848 (sedikit berbau lumpur) dan Pamekasan 4,303 (sedikit sekali berbau lumpur).Kata Kunci: ikan bandeng, kandungan gizi, bau lumpurANALYSIS ON THE NUTRITION AND MUD SMELL OF MILKFISH (Chanos chanos) FROM TWO DIFFERENT LOCATIONSABSTRACTMilkfish (Chanos chanos) is one of strategic commodities for the fulfillment of protein needs that is relatively cheap and favored by consumers in Indonesia. The mud smell from the fish, usually freshwater fish, is caused by chemical compounds, namely 2-Methylisoborneol and Geosmin. The objective of this research was to find out the nutrition and geosmin of milkfishes (Chanos chanos) that were from two different locations, namely Lamongan and Pamekasan fish ponds. This research used testing method T-Test with two factors for proximate test analysis. The nutrition consisted in a milkfish varies, in which the water content contained in Lamongan milkfish was 74.71-76.06% whereas Pamekasan milkfish was 68.50-73.34% and the protein contained in Lamongan milkfish was 14.84-19.47 whereas Pamekasan milkfish was 21.29-23.53%. The mud smell of Lamongan milkfish was in average 2.848 (a bit mud smelling) whereas Pamekasan milkfish was 4.303 (hardly mud smelling).Keywords: milkfish, mud smell, nutritio

    PERMODELAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SECARA TERPADU YANG BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI PULAU RAAS KABUPATEN SUMENEP MADURA)

    No full text
    Negara Indonesia adalah negara maritim yang memiliki banyak pulau baik yang bernama maupun yang belum bernama. Salah satunya adalah pulau Raas Madura, dimana pulau ini memiliki sumber daya alam yang melimpah di sepanjang garis pantainya. Dibalik melimpahnya sumber daya alam tersebut masih terdapat masyarakat yang sebagian besar prasejahtera. Pemanfaatan yang berlebih (over exploitation) dan krisis ekonomi yang menyebabkan terjadinya persaingan untuk memperoleh sumber daya alam yang tersisa sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Sistem pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang secara terpadu yang dapat mengatisipasi terjadinya degradasi sumber daya alam tersebut. Upaya ini harus didukung oleh pemerintah untuk memberikan kesejahteraan mayarakat di darah pesisir di pulau-pulau kecil. Kata kunci: degradasi, over-exploitation, pengelolaan terpadu, sumber daya alam COMMUNITY-BASED AND INTEGRATED MODELLING OF COASTAL AREAS AND SMALL ISLANDS MANAGEMENT (STUDY CASE ON RAAS ISLAND, SUMENEP REGENCY, MADURA)ABSTRACTIndonesia is a maritime country that has a large number of named and unnamed islands. One of the islands is Raas Island in Madura, in which this island poses overwhelming natural resources along its coastal line. Behind the overwhelming natural resources, there lives a disadvantaged community. The over exploitation and economy crisis create a competition in acquiring the remaining natural resources, which leads to natural resources degradation. The integrated management system in the coastal areas and small islands can anticipate the degradation of natural resources. This effort must be supported by the government to make the community in the coastal and small islands prosperous.Keywords: degradation, integrated management, natural resources, over exploitatio

    POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA

    No full text
    Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosialnya. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Manfaat ekonomi langsung dari ekosistem mangrove adalah kayu mangrove sebagai bahan bakar maupun sebagai bahan bangunan dan kawasan hutan yang dialih fungsikan sebagai area tambak. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan.Kata Kunci: Mangrove, Pengelolaan terpadu, Teluk YoutefaPOTENTIAL MANGROVE ECOSYSTEM IN YOUTEFA BAY TOURIST PARK, JAYAPURA CITY, PAPUAABSTRACTMangrove ecosystem has biodiversity, either in ecology or social use. This ecosystem plays a role in ecology cycle in coastal area with the reliance of aquatic biota and humans upon its existence. The location of mangrove ecosystem of Youtefa Bay Tourist Park that is near to the city placed it in direct contact with a variety of activities, such as the utilization of mangrove wood as a firewood, building material and others that threat the quality of the mangrove ecosystem to experience a decrease. Besides, there were activities such as conversion of land into fishpond, settlement and industry, and high level of pollution and sedimentation coming from the city. As a management effort that is based on integrated concept and principles, a strategic planning on its management is required to maintain its sustainability. From the arrangement, it can be seen that the role of stakeholders is extremely demanded in every step of program arrangement. In addition, the management dimension, namely ecology, social economy or institution become a primary consideration as a united stage.Keywords: Integrated Management, Mangrove, Youtefa Bay

    DAMPAK FAKTOR EKOLOGIS TERHADAP SEBARAN PENYAKIT ICE-ICE

    No full text
    Faktor ekologis berperan terhadap sebaran infeksi penyakit ice-ice.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfologi of Kappaphycusalvarezii dan sebaran infeksi penyakit ice-ice.  Penelitian dilakukan menggunakan metode budidaya dalam rakit apungdan diamati setiap 15 hari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi mulai terlihat sejak awal tanam dan dipengaruhi oleh faktor ekologis.Kata Kunci: ice-ice,sebaran, Kappaphycus alvareziiIMPACT OF ECOLOGICAL FACTORS ON DISTRIBUTION OF DISEASE ICE - ICEABSTRACTEcological factors contribute to the spread of infectious diseases ice-ice. This study aims to determine the morphological changes of Kappaphycus alvarezii and distribution of ice-ice disease infection. The study was conducted using the method of cultivation in a raft and observed every 15 days. The results showed that the infection started seen since early planting and influenced by ecological factors.Keywords: distribution, ice – ice, Kappaphycus alvarezi

    EFEKTIFITAS PENGELOLAAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (STUDI KASUS DESA MATTIRO LABANGENG KABUPATEN PANGKEP)

    No full text
    Makalah ini menilai efektivitas manajemen di Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut atau DPL) dari Mattiro Labangeng Kabupaten Village-Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dan efektivitas proses manajemen dinilai menggunakan indikator, termasuk indikator biofisik, sosial ekonomi dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dampak positif dalam beberapa indikator ekologi (karang, ikan dan benthos), sosio-ekonomi dan institusi. The increasion total persen tutupan karang diikuti oleh kelompok meningkatkan ikan karang (indikator, target dan jurusan) dan benthos organisme di DPL. Dari sudut ekonomi ini pandangan, nilai-nilai ekonomi terumbu karang sumber daya dari kegiatan perikanan sebelum dan sesudah DPL adalah Rp 42,635,910.51/ha/tahun dan Rp 52,084,390.18/ha/tahun, masing-masing. Efektivitas DPL ini ditunjukkan oleh grafik teknik Amoeba dan hasil yang disajikan nilai-nilai positif. Ringkasan adalah nilai indikator saat ini lebih besar dari nilai ambang batas kritis / CTV.Kata Kunci: CTV, efektivitas, indikator, perlindungan laut, teknik amubaTHE EFFECTIVITY OF MARINE SANCTUARY MANAGEMENT (CASE STUDY OF MATTIRO VILLAGE OF LABANGENG PANGKEP DISTRICT)ABSTRAKThis paper is assessing management effectiveness in Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut or DPL) of Mattiro Labangeng Village-Pangkep Regency. It is showed that impacts and effectiveness of the management process was assessed using indicators, includes biophysical, socio-economic and institution indicators. The results showed that there are positive impacts in some indicators of ecology (corals, fish and benthos), socio-economic and institution. The increasion in percent total of coral cover was followed by the increasing groups of reef fish (indicators, targets, and majors) and benthos organisms in DPL. From economic’s point of views, the economic values of coral reefs resource from fisheries activities before and after DPL were Rp 42,635,910.51/ha/year and Rp 52,084,390.18/ha/year, respectively. Effectiveness of this DPL was shown by graph of Amoeba technique and results of that presented the positive values. The summary is current indicators values were greater than the critical threshold values/CTV.Keywords: amoeba technique, CTV, effectiveness, indicators, marine sanctuar

    0

    full texts

    453

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇