Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Not a member yet
453 research outputs found
Sort by
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI TIMUR LAUT KABUPATEN ACEH BESAR DAN PIDIE PADA TAHUN 2002 – 2014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai di sepanjang pantai timur laut Kabupaten Aceh Besar dan Pidie pada tahun 2002 hingga 2014 dengan interval selama dua tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2016 dimulai dari pinggir pantai Desa Krueng Cut, Aceh Besar sampai Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie. Metode Penelitian memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penginderaan jauh, dengan mengambil data citra satelit Landsat 7 dan Landsat 8 yang diproses menggunakan ArcGIS 10.5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan garis pantai yang terjadi sangat signifikan untuk perubahan abrasi maupun sedimentasi.Kata Kunci: Garis Pantai, Abrasi, Sedimentasi, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), ArcGIS 10.5.ABSTRACTThis study aims to determine the shoreline changes along the northeastern coast of Aceh Besar and Pidie districts in 2002 to 2014 at intervals of two years. This research was conducted in January - February 2016 starting from coastal village of Krueng Cut, Aceh Besar until Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie. The research method utilizes Geographic Information System (GIS) and remote sensing technology, taking Landsat 7 and Landsat 8 satellite images processed using ArcGIS 10.5. The results of this study indicate that the shoreline changes that occur are very significant for abrasion and sedimentation changes.Keywords: Coastline, Abrasion, Sedimentation, Remote Sensing, Geographic Information System (GIS), ArcGIS 10.5
KOMPARASI INDEKS KEANEKARAGAMAN DAN INDEKS DOMINANSI FITOPLANKTON DI SUNGAI CILIWUNG JAKARTA (Comparison Of Diversity Index And Dominant Index of Phytoplankton At Ciliwung River Jakarta)
Fitoplankton merupakan parameter biologi yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Perubahan kualitas perairan sebagai akibat banyaknya beban nutrien yang masuk ke sungai Ciliwung akan berpengaruh terhadap kehidupan fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk melihat komparasi indeks keanekaragaman (H’) dan Indeks Dominansi (D) fitoplankton di Sungai Ciliwung dari hulu sampai hilir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai Februari 2017 dari mulai hulu sampai hilir Sungai Ciliwung. Dari analisis indeks keanekaragaman dan indeks dominansi diperoleh perbedaan yang nyata, dimana semakin ke hilir indeks keanekaragaman (H’) fitoplankton semakin rendah dengan kisaran 1,21 sampai dengan 2,6. Sebaliknya, indeks dominansi menunjukkan hasil bahwa semakin ke Hilir indeks dominasi lebih tinggi dibandingkan dengan bagian hulu dengan kisaran 0,09 sampai dengan 0,68. Dengan demikian indeks keanekaragaman dan indeks dominansi fitoplankton memiliki hubungan berbanding terbalik. Perbedaan indeks keanekaragaman dan indeks dominansi di sepanjang aliran hulu sampai hilir mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan ekosistem di Sungai Ciliwung. Kata Kunci: Ciliwung, indeks keanekaragaman, Indeks Dominansi, FitoplanktonCOMPARISON OF DIVERSITY INDEX AND DOMINANT INDEX OF PHYTOPLANKTON AT CILIWUNG RIVER JAKARTAABSTRACTPhytoplankton is a biological parameter that can be used as an indicator to evaluate the quality and level of fertility of a water. Changes in water quality as a result of the large load of nutrients entering the Ciliwung River will affect the life of phytoplankton. This study aims to see the comparative index of diversity (H ') and the Dominant Index (D) of phytoplankton in Ciliwung River from upstream to downstream. The study was conducted from December 2016 to February 2017 from upstream to downstream of the Ciliwung River. From the index analysis of diversity and index of dominance, there was a significant difference, where the downward index of diversity (H ') of phytoplankton was lower, ranged between 1,21 and 2,6 (the index of diversity ranging from low to medium). Otherwise, the dominance index showed the opposite result. The more downstream the dominance index is higher than the upstream, ranged between 0,09 and 0,68. Thus the index of diversity and the index of phytoplankton dominance has a relationship inversely. Differences of diversity index and dominance index in upstream to downstream poses an imbalance of ecosystem in Ciliwung River.Keywords: Ciliwung, diversity index, Dominant Index, Phytoplankto
PENYEBARAN IKAN PACIFIC SAURY (Cololabis saira) BERDASARKAN NIGHT-TIME VISIBLE IMAGES
Pacific saury, Cololabis saira, merupakan species ikan penting di perairan Pacific Utara yang ditangkap dengan menggunakan alat bantu cahaya lampu untuk menarik mereka. Cahaya dapat dideteksi dengan menggunakan night-time visible images dari Defence Meteorological Satellite Program/Operational Linescan System (DMSP/OLS). Memahami penyebaran dan migrasi ikan berdasarkan posisi lampu atau cahaya kapal merupakan salah satu cara baru yang efektif dan efisien yang dapat dilakukan guna mengatasi permasalahan tentang posisi penangkapan ikan yang selama ini sering terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari penyebaran dan pola migrasi Pacifc saury berdasarkan posisi lampu kapal. Hasilnya menunjukkan bahwa OLS nighttime images sangat berguna untuk menginvestigasi distribusi cahaya lampu kapal. Frontal zone yang berjarak 0 - 50 km dengan Kuroshio warm core ring sangat penting sebagai rute migrasi dan feeding habitat bagi Pacific saury.DISTRIBUTION OF PACIFIC SAURY (COLOLABIS SAIRA) FISH BASED ON NIGHT-TIME VISIBLE IMAGESABSTRACTPacific saury, Cololabis saira, is an important fish species in the waters of North Pacific that are captured by using lighting tools to attract them. Light can be detected using night-time visible images from the Defense Meteorological Satellite Program / Operational Linescan System (DMSP / OLS). Understanding the spread and migration of fish based on the position of the light or ship's light is one of the new ways that are effective and efficient that can be done to overcome the problem of the position of fishing that has often happened. The purpose of this study was to study the distribution and migration pattern of Pacifc saury based on the position of the ship's lights. The results show that OLS nighttime images are very useful for investigating ship light distribution. Frontal zones within 0 - 50 km with Kuroshio warm core rings are very important as migration routes and feeding habitats for Pacific saury.Keywords: DMSP / OLS, distribution, ship lights, migration, Pacific saury
PREFERENSI HABITAT SPESIES OPHIUROIDEA DI ZONA INTERTIDAL PANTAI PANCUR TAMAN NASIONAL ALAS PURWO
Karakteristik zona intertidal Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo berupa paparan karang mati, bebatuan, area lamun, dan area makroalga. Kondisi habitat yang heterogen ini menarik untuk diteliti, terutama dalam rangka memahami preferensi habitat populasi spesies Ophiuroidea yang ada, dengan posisi pantai yang menghadap laut lepas Samudera Hindia yang dikenal bergelombang tinggi dan berarus deras. Untuk menentukan relung yang dipilih tiap populasi Ophiuroidea, dilakukan metode road sampling dengan cara ‘tracking’ tipe-tipe habitat dengan GPS sehingga bisa dipetakan dalam peta tematik. Di atas peta ini, kemudian di gambarkan posisi (dengan GPS) tiap individu Ophiuroidea yang ditemukan. Penggambaran peta sebaran tersebut menggunakan program ArcGIS 9.3. Persebaran Ophiuroidea di wilayah Pantai Pancur tidak merata dan cenderung mengelompok pada wilayah yang terdapat substrat batu berpasir, area alga, dan area lamun. Ophiocoma scolopendrina merupakan spesies yang dominan ditemukan di Pantai Pancur dan menempati area yang paling luas dibandingkan spesies yang lain. Macrophiothrix longipeda adalah spesies yang menempati area paling sempit. Berdasarkan hasil overlay peta persebaran alga dan lamun di Pantai Pancur, Ophiuroidea menempati wilayah bersama pada substrat batu berpasir dengan area lamun dan alga Area. O. brevipes, O. annulosa, dan M. longipeda ditemukan tidak bersinggungan saat penelitian. Ini menunjukkan salah satu strategi berbagi ruang.Kata Kunci: Ophiuroidea, Pantai Pancur, Taman Nasional Alas PurwoABSTRACTCharacteristics of Intertidal zone Pancur Coastal Alas Purwo National Park has dead coral, bed rock, seagrass, and seaweed. This heterogeneous habitat condition is interesting to study, especially in order to understand the habitat preferences of the existing Ophiuroidea species population, with the position of the beach facing the sea off the Indian Ocean which is known to be high wave and swift flow. For determine the niche chosen by each Ophiuroidea population, the road sampling method is carried out by means of 'tracking' habitat types with GPS so that they can be mapped on thematic maps. On this map, then describe the position (with GPS) of each Ophiuroidea individual found. The depiction of the distribution map uses the ArcGIS 9.3 program. The distribution of Ophiuroidea in the Pancur Beach area is uneven and tends to cluster in areas with sandy stone substrates, algae areas, and seagrass areas. Ophiocoma scolopendrina is the dominant species found on Pancur Beach and occupies the most extensive area compared to other species. Macrophiothrix longipeda is a species that occupies the narrowest area. Based on the results of overlaying maps of algae and seagrass distribution in Pancur Beach, Ophiuroidea occupied a shared area on sandy rock substrate with seagrass areas and seaweed Area Ophiocoma brevipes, Ophiomastix annulosa, and M. longipeda found not intersecting during the study. This shows one of the space sharing strategies. Keywords: Ophiuroidea, Pancur Coast, Alas Purwo National Par
KUALITAS AIR LAUT UNTUK MENDUKUNG WISATA BAHARI DAN KEHIDUPAN BIOTA LAUT (Studi Kasus: Sekitar Kapal Tenggelam Sophie Rickmers, Perairan Prialaot Sabang)
Perairan Prialaot-Sabang direncanakan sebagai lokasi kegiatan wisata bahari. Di perairan ini terdapat kapal tenggelam MS Sophie Rickmers, merupakan salah satu tujuan wisata bawah air yang banyak diminati. Perlu dilakukan kajian kualitas perairan, merupakan parameter penting suatu perairan laut terutama bagi kehidupan biota laut yang tidak terpisahkan dari aktivitas wisata bahari. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi terkini beberapa parameter kualitas perairan. Pengukuran kualitas perairan dilakukan secara in-situ dan pengujian di laboratorium. Hasil yang diperoleh, yaitu nilai kecerahan perairan (8-11 m atau 80-100%), kekeruhan (rataan 0,08 NTU), pH (rataan 8,27), TDS (rataan 51,26 mg/L), salinitas (rataan 31,27‰), suhu (rataan 29,22°C), BOD.5 (rataan 0,78 mg/L), nitrit (rataan 0,0075 mg/L), amoniak (rataan 0,05 mg/L), dan logam berat (Zn, Pb, Cu, dan Cd, tidak terdeteksi dalam pengujian). Sedikit catatan untuk parameter DO, nutrien (phospat dan nitrat), dan TSS perairan. Secara umum, nilai DO (rataan 4,53 mg/L) tidak berpengaruh signifikan terhadap biota laut, namun masih kurang dari baku mutu (5 mg/L). Kondisi nutrien (phospat dan nitrat) masih bernilai tinggi (rata-rata 0,08 mg/L dan 1,17 mg/L) dan berada di atas baku mutu air laut. Untuk nilai parameter TSS perairan, memiliki nilai yang juga cukup tinggi dengan rata-rata sebesar 21,83 mg/L. Kondisi kualitas air laut sekitar kapal tenggelam MS Sophie Rickmers perairan Prialaot Sabang masih dalam kondisi yang baik untuk keperluan wisata bahari dan kehidupan biota laut. Kata kunci: kualitas air laut, wisata bahari, biota laut, kapal tenggelam sophie rickmers, SabangABSTRACTPrialaot Sabang Water is planned as marine tourism area. There is Shipwreck Site MS Sophie Rickmers. The site is which one underwater tourism that very much interested. Quality water studies is done because which one the parameter of important especially for marine life that is inseparable from marine tourism. The goal are to known the condition more water quality parameters in Shipwreck around. Measurements of water quality is done directly and testing in a labotatory also. The results are paramater as visibility (8-11 m or 80-100%), turbinity (mean 0,08 NTU), pH (mean 8,27), TDS (mean 51,25 mg/L), salinity (mean 31,27‰), temperature (mean 29,22°C), BOD.5 (mean 0,78 mg/L), nitrite (mean 0.0075 mg/L), ammonia (mean 0.05 mg/L), and heavy metals (Zn, Pb, Cu, and Cd, not detected on checking). Some other parameters must to protected as DO, nutrient (phospate and nitrate), and TSS. Generally, DO value is 4,53 mg/L not significant effect for life of sea organism, but still up down from quality standards (5 mg/L). Means of Phospate 0,08 mg/L and nitrite 1,17 mg/L are high from quality standard than life of sea organism dan marine tourism.TSS parameter has high value also is mean of 21,83 mg/L. The condition of water quality still good for life organism and marine tourism there.Key words: sea water quality, marine tourism, marine life, sophie rickmers, Saban
Corrosion Behavior of Mild Steel in Seawater from Karangsong & Eretan of West Java Region, Indonesia
The corrosion behavior of mild carbon steel, has been investigated using an immersion test and energy-dispersive X-ray spectroscopy in solutions from the sites of Karangsong and Eretan, Northern Coast of West Java Region, Indonesia. As reference, solutions of 3.5% and 5% NaCl were prepared. Salinity, conductivity, and total dissolved solids (TDS) were measured. It was found that uniform corrosion observed on mild steel during the immersion test. Corrosion resistance of alloys decreases with increasing exposure time in natural seawater solutions. Since magnitudes of conductivity, salinity and TDS of all test solutions are similar, it implied that chloride ion have primary role for inducing the corrosion risk of mild steel. That parameter hinders the formation of stable passive film on the surface of corroded mild steel.Key words: conductivity; immersion test; mild steel; salinity; seawater; total dissolved solids
KONDISI HIDRO-OSEANOGRAFI (PASANG SURUT, ARUS LAUT, DAN GELOMBANG) PERAIRAN NONGSA BATAM
Tanjung Bemban merupakan salah satu perairan yang terdapat di kecamatan Nongsa, kota Batam. Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui komponen hidro-oseanografi yaitu pasang surut, arus dan gelombang. Pengukuran pasang surut didapat dengan tipe pasang surut semi diurnal dengan pasang tertinggi 260 cm dan surut terendah 19 cm dengan pengamatan selama 4 hari dan interval selama 15 menit. Pengukuran arus laut dilakukan dengan interval 30 detik, kecepatan arus di perairan Tanjung Bemban berkisar antara 0,26 m/s sampai dengan 0,02 m/s. Pengukuran gelombang dilakukan dengan mengukur tinggi gelombang, sehingga didapatkan ketinggian gelombang berkisar 18 cm sampai dengan 21 cm. Metode pengambilan data pasang surut menggunakan metode Tide Pole yaitu pengukuran menggunakan rambu ukur. Metode pengambilan data arus laut menggunakan metode Float Tracking yang merupakan metode Lagrangian yaitu mengukur menggunakan benda apung ke laut kemudian diukur jarak dan perpindahannya. Metode pengambilan data gelombang menggunakan metode Wave Pole yaitu mengukur tinggi gelombang. Hasil dari pengolahan data tersebut berupa peta dan informasi tentang kondisi hidro oseanografi.Kata Kunci : Hidro-Oseanografi, Pasang Surut, Arus, Gelombang.HYDRO-OCEANOGRAPHIC CONDITION (TIDES, CURRENTS AND WAVES) OF NONGSA BATAM WATERSABSTRACTTanjung Bemban is one of the waters located in Nongsa district, Batam. This research is needed for knowing the hydro-oceanography component of the tides, currents and waves. Tidal measurements were obtained by the semi-diurnal tidal type with the highest tide of 260 cm and the lowest retrograde of 19 cm with observation for 4 days and the interval for 15 minutes. Measurement of ocean currents is done at 30 second intervals, the current velocity in Tanjung Bemban waters ranges from 0.26 m / s up to 0.02 m / s. Wave measurements are made by measuring the wave height, so that the wave heights range from 18 cm to 21 cm. Tides data retrieval method using Tide Pole method is measurement using measuring beam. Method of taking data of ocean current using Float Tracking method which is Lagrangian method that is measuring using floating object to sea then measured distance and its displacement. Waves data collection method using Wave Pole method is measuring wave height. The results of data processing in the form of maps and information about the condition of hydrooceanography.Keyword: Hydro-Oceanographic, Tidal, Current, Wave