Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Not a member yet
453 research outputs found
Sort by
PERUBAHAN SEBARAN LIMBAH AIR PANAS PT. PJB UP MUARA KARANG AKIBAT MASTERPLAN REKLAMASI
ABSTRACTThe reclamation master plan in muara karang waters has the potential to influence the hydrodynamic conditions and the temperature distribution of the waters affected by the inclusion of hot water waste from the PT.PJB UP muara karang power plant activities. The purpose of this study is to determine changes in current patterns and the heat distribution of waste water from PT. PJB UP muara karang due to the reclamation master plan in muara karang waters, north Jakarta. this research uses hydrodynamic modeling. The hydrodynamic modelling is based on continuity and momentum equations. The model produced in this study is quite in accordance with field conditions with a relative error value less than 15%. the conditions of reclamation masterplan result the change of current patterns, especially around the intake canal where the current velocity decreased due to obstruction of water mass flow by islands g and h and the canal boundary on both. the changes of the current pattern inflicted the changes of distribution pattern of heat water waste in muara karang. Increased water temperatures due to the reclamation masterplan occur in the western and eastern areas with a difference in water temperature of 0.35oc - 1oc compared to post reclamation conditions. this is inversely proportional to the temperature in the area around the intake canal which is decreased with a temperature difference of -1oc to -3oc.keyword: Reclamation, Thermal dispersion, ModelingABSTRAKRencana induk reklamasi di perairan Muara Karang berpotensi mempengaruhi kondisi hidrodinamika dan distribusi temperatur perairan yang dipengaruhi oleh masuknya limbah air panas dari kegiatan PLTU PT.PJB UP Muara Karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pola arus dan distribusi kalor air limbah dari PT. PJB UP Muara Karang karena adanya rencana induk reklamasi di Perairan Muara Karang, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pemodelan hidrodinamik. Pemodelan hidrodinamika didasarkan pada persamaan kontinuitas dan momentum. Model yang dihasilkan pada penelitian ini cukup sesuai dengan kondisi lapangan dengan nilai error relatif kurang dari 15%. Kondisi masterplan reklamasi mengakibatkan terjadinya perubahan pola arus terutama disekitar intake canal dimana kecepatan arus menurun akibat terhambatnya aliran massa air oleh pulau G dan H serta batas saluran pada keduanya. Perubahan pola arus tersebut menyebabkan terjadinya perubahan pola sebaran limbah air panas di Muara Karang. Peningkatan suhu air akibat masterplan reklamasi terjadi di wilayah barat dan timur dengan perbedaan suhu air 0,35oC - 1oC dibandingkan kondisi pasca reklamasi. Hal ini berbanding terbalik dengan temperatur di sekitar saluran intake yang mengalami penurunan dengan perbedaan temperatur -1oC sampai -3oC.Kata Kunci: Reklamasi; Sebaran Panas; Pemodela
ANALISIS BAKTERI PEREDUKSI KONSENTRASI LOGAM TIMBAL Pb(CH3COO)2 MENGGUNAKAN GEN 16S Rrna
ABSTRACTThis study aims to obtain the type and capabilities of bacteria in the reduction of the concentration of lead metal Pb(CH3COO)2 from sediments of the Karangsong Coast, Indramayu. Methods used namely exploratory methods and the resulting data is analyzed in the descriptive. In molecular identification methods using 16S rRNA Gene which is a universal primer for bacterium. Bacterial sequences obtained from GenBank data analyzed by NCBI sites.The results of this research show that eleven isolates of bacteria that the pore water of sediment derived from the highest reduction of lead metal Pb(CH3COO)2 concentration of 1.5 mgL-1 be 0.364 mgL-1 with a value of efficiency reached 75.7%. Four isolates bacterial with the highest density values were identical to the Albirhodobacter marinus strain N9 (ACC. No. NR 126203.1) with identity value 98% and kinship value 100%, Pseudoalteromonas tetraodonis strain NBRC 103034 (ACC. No. NR 114187.1) with identity value 81% and kinship value 84%, Pseudoalteromonas lipolytica strains LMEB 39 (ACC. No. NR 116629.1) with identity value 98% and kinship value 96%. Pseudoalteromonas lipolytica strains LMEB 39 (ACC. No. NR 116629.1) with identity value 93% and kinship value 93%. Keywords: Bacteria, Bioremediation, 16S rRNA gene, Lead Metal ABSTRAKRiset ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan kemampuan bakteri dalam mereduksi konsentrasi logam timbal Pb(CH3COO)2 dari sedimen Pantai Karangsong, Indramayu. Metode yang digunakan yaitu metode eksploratif dan data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif. Metode identifikasi secara molekular menggunakan Gen 16S rRNA yang merupakan primer universal untuk bakteri. Sekuens bakteri yang didapatkan dianalisis dengan data GenBank dari situs NCBI. Hasil riset ini menunjukkan bahwa sebelas isolat bakteri yang berasal dari air pori sedimen paling tinggi mereduksi logam timbal Pb(CH3COO)2 dari konsentrasi 1,5 mgL-1 menjadi 0,364 mgL-1 dengan nilai efisiensi mencapai 75,7%. Empat isolat bakteri dengan nilai kepadatan tertinggi identik dengan Albirhodobacter marinus strain N9 (Acc. No. NR 126203.1) dengan nilai identity 98% dan nilai kekerabatan 100%, Pseudoalteromonas tetraodonis strain NBRC 103034 (Acc. No. NR 114187.1) dengan nilai identitiy 81% dan nilai kekerabatan 84%, Pseudoalteromonas lipolytica strain LMEB 39 (Acc. No. NR 116629.1) dengan nilai identity 98% dan nilai kekerabatan 96%. Pseudoalteromonas lipolytica strain LMEB 39 (Acc. No. NR 116629.1) dengan nilai identity 93% dan nilai kekerabatan 87%. Kata Kunci: Bakteri, Bioremediasi, Gen 16S rRNA, Logam Timbal
DETEKSI KEBERADAAN EKOSISTEM PADANG LAMUN DAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA LYZENGA SERTA KEMAMPUAN MENYIMPAN KARBON DI PULAU KUDINGARENGLOMPO
ABSTRACTThe growth of built up land and the dense human activity drive cause the greater production of CO2 on earth, thus impacting on decreasing air quality and the greenhouse effect. This is also marked by the reduction in forest vegetation which causes limited carbon sequestration, aquatic ecosystems have the ability to absorb carbon more than the absorption on land about 55% of carbon in the atmosphere and used for photosynthesis. Blue carbon is the largest carbon storage around the coastline marked by the presence of mangroves, seagrass beds, and coral reefs. The purpose of this study is to monitor the existence of seagrass and coral reef ecosystems using Sentinel-2A imagery through the transformation of lyzenga algorithm in detecting and knowing the ability to store carbon on Kudingarenglompo island. The results of the calculation found that the more dominant area in the form of seagrass (122ha) then the area of coral reefs reached (77ha) rubbel (27ha) and sand (18ha) and the potential for blue carbon storage depends on the density and extent of seagrass distribution. The level of Sentinel-2A image accuracy test in detecting the distribution of seagrass ecosystems and coral reefs produces a value of 87.60%, the accuracy value indicates that the Sentinel-2A image is able to be used in monitoring seagrass and coral reef ecosystems or shallow water substrates.Keyword: seagrass beds, blue carbon, lyzenga, sentinel-2A.ABSTRAKPertumbuhan lahan terbangun serta padatnya aktivitas manusia berkendara menyebabkan semakin besarnya produksi CO2 dibumi, sehingga berdampak pada penurunan kualitas udara dan efek rumah kaca. Hal ini juga ditandai dengan berkurangnya vegetasi hutan yang menyebabkan terbatasnya penyerapan karbon, ekosistem perairan memiliki kemampuan penyerapan karbonnya lebih tinggi dari penyerapan yang ada di darat sekitar 55% karbon yang ada di atmosfer dan digunakan untuk proses fotosintesis. Blue karbon merupakan penyimpan karbon terbesar yang berada disekitar pesisir pantai ditandai dengan adanya keberadaan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Tujuan penelitian ini ialah memantau keberadaan ekosistem padang lamun dan terumbu karang menggunakan citra Sentinel-2A melalui transformasi algoritma lyzenga dalam mendeteksi dan mengetahui kemampuan menyimpan karbon pada pulau Kudingarenglompo. Hasil perhitungan ditemukan luasan yang lebih dominan berupa padang lamun (122ha) kemudian luasan terumbu karang mencapai (77ha) rubbel (27ha) dan pasir (18ha) serta potensi penyimpanan blue karbon tergantung kerapatan dan luas persebaran padang lamun. Tingkat uji akurasi citra Sentinel-2A dalam mendeteksi persebaran ekosistem padang lamun dan terumbu karang menghasilkan nilai sebesar 87,60%, nilai akurasi tersebut menunjukkan bahwa citra Sentinel-2A mampu digunakan dalam memantau ekosistem padang lamun dan terumbu karang atau substrat perairan dangkal. Kata Kunci: padang lamun, blue karbon, lyzenga, sentinel-2A
KAJIAN STOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PENDARATAN IKAN DESA BANCARAN BANGKALAN
ABSTRACTBlue Swimming Crab (Portunus pelagicus) is an important commodity because it has high economic value and market demand both at home and abroad is still high. The higher demand for crabs for export makes the existence of crabs decrease. The purpose of this study is to assess the status of crab stocks (Portunus pelagicus) in the landing fish of Bancaran village, Bangkalan which includes growth rates, mortality, exploitation rates and recruitment patterns. This research was conducted in December 2019-February 2020. The small crab samples were caught by local fishermen using gill nets with a mesh size of 3.0-3.5 inches with a total sample of 624 in which 339 male crab and 285 females. The range of carapace widths is 5.24-13.83 cm which consists of 3 groups of sizes where as a whole the small crab in Bancaran Village, Bangkalan has an average carapace width ranging from 10.46 cm with a weight of 76.5 g. In general the growth patterns of male, female, and combined crabs are allometric negative (α, 0.05) with a growth equation Lt = 19.5 [1-e-0.11 (t - (- 0.5652))]. The natural mortality rate (M) of the crab is 0.49 per year and the catch mortality rate (F) is 0.40 per year, so that the crab exploitation rate (E) is known to be 45% (under fishing). The cradle recruitment pattern in the research location was the highest in June (17.77%).Keywords: Blue Swimming crab (Portunus pelagicus), Stock, Growth Rate, Mortality, Exploitation, RecruitmentABSTRAKRajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas yang penting karena mempunyai nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri masih tinggi. Semakin tingginya permintaan akan rajungan untuk diekspor membuat eksistensi dari rajungan menjadi semakin menurun. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji status stok rajungan (Portunus pelagicus) di pendaratan ikan desa Bancaran, Bangkalan yang meliputi laju pertumbuhan, mortalitas, tingkat eskploitasi dan pola rekrutmen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019-Februari 2020. Sampel rajungan yang ditangkap nelayan setempat menggunakan jaring insang dasar dengan mesh size 3,0-3,5 inci dengan total sampel berjumlah 624 ekor dimana 339 ekor rajungan jantan dan 285 ekor betina. Kisaran lebar karapas 5,24-13,83 cm yang terdiri atas 3 kelompok ukuran dimana secara keseluruhan rajungan di Desa Bancaran, Bangkalan memiliki rata-rata lebar karapas berkisar antara 10,46 cm dengan bobot 76,5 g. Secara umum pola pertumbuhan rajungan jantan, betina, dan gabungan adalah allometrik negatif (α, 0.05) dengan persamaan pertumbuhan Lt = 19,5 [1-e-0,11(t-(-0,5652))]. Laju mortalitas alami (M) rajungan sebesar 0,49 per thaun dan laju mortalitas penangkapan (F) 0,40 per tahun, sehingga diketahui laju eksploitasi rajungan (E) sebesar 45% (under fishing). Pola rekrutmen rajungan di lokasi penelitian tertinggi pada bulan Juni (17,77%).Kata kunci : Rajungan (Portunus pelagicus), Stok, Laju Pertumbuhan, Mortalitas, Eksploitasi, Rekrutme
ANALISA TEMPORAL SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT TAHUN 2018 HINGGA 2020 DENGAN DATA CITRA TERRA MODIS
ABSTRACTSea surface temperature (SPL) information is the most important water quality parameter in the ocean, especially in coastal areas. Remote sensing technology with Terra Modis satellite data is used for periodic monitoring of SPL changes. The purpose of this study was to analyze the temporal distribution of SPL on the coast of Malang, East Java. The data used are SPL data from Terra-MODIS satellite sensors in May 2018, 2019 and 2020. Analysis of the data used is descriptive analysis which includes temporal analysis of SPL based on SPL fluctuations in graphical form. The results showed that the temporal variation of the 2018-2020 SPL on the coast of Malang tends to increase. The SPL value in 2018 varies between 25 ° C - 26 ° C while in 2019 it varies between 26 ° C - 27 ° C and in 2020 it ranges between 30 ° C - 31 ° C. The highest average SPL value from 2018 - 2020 is in 2020 with a temperature of 30.58 ° C. In an effort to model sea surface temperatures used calculations using mathematical models. From the results obtained it can be concluded that the most optimal mathematical model is derived from the wavelength of 667 nm on May 23, 2020 with the equation model y = -0,498ln (x) + 27,936 which results in a correlation value of R = 0.6561.Keywords: sea surface temperature, terra modis, satellite, mathematical models.ABSTRAKInformasi suhu permukaan laut (SPL) merupakan parameter kualitas perairan yang paling penting di lautan terutama kawasan pesisir. Teknologi penginderaan jauh dengan data satelit Terra-MODIS digunakan untuk pemantauan perubahan SPL secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sebaran temporal SPL di pesisir pantai Malang, Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data SPL dari sensor satelit Terra Modis bulan Mei 2018, 2019 dan 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang meliputi analisis SPL secara temporal berdasarkan fluktuasi SPL dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi temporal SPL tahun 2018-2020 di pesisir Malang cenderung mengalami peningkatan. Nilai SPL tahun 2018 bervariasi antara 25°C – 26°C sedangkan tahun 2019 bervariasi antara 26°C – 27°C dan tahun 2020 berkisar antara 30°C – 31°C. Nilai SPL rata-rata tertinggi dari tahun 2018 – 2020 berada pada tahun 2020 dengan suhu 30,58°C. Dalam upaya memodelkan suhu permukaan laut digunakan perhitungan dengan menggunakan model matematika. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model matematis yang paling optimal berasal dari panjang gelombang 667 nm pada tanggal 23 Mei 2020 dengan model persamaan y = -0,498ln(x) + 27,936 yang menghasilkan nilai korelasi R = 0,6561.Kata Kunci: suhu permukaan laut, terra modis, satelit, model matematis
IDENTIFIKASI IKAN SARDIN KOMERSIAL (Dussumieria elopsoides) YANG DIDARATKAN DI PASAR MUARA ANGKE, JAKARTA MENGGUNAKAN PENGAMATAN MORFOLOGI, MORFOMETRIK DAN DNA BARCODING
ABSTRACTSardines are an important commodity in import activities. Excessive imports and lack of catch data are feared to reduce fish stocks. To complete the fish catch data required knowledge of body type and size. This study aims to identify and confirm commercial sardines species landed at Muara Angke Market, Jakarta using morphological, morphometric, and DNA barcoding methods targeting the Mitochondrial Cytochrome c oxidase-I (COI) gene. The results of morphological and morphometric analysis showed that the samples are the genus Dussumieria originating from the Dussumieriidae family, the Order Clupeidae, having silver-colored body characteristics with reflections resembling rainbows, slender bodies and rounded stomachs with a maximum length of up to 14.4 cm, then less abdominal fins advance from the midsection. Based on the relationship of body weight length, this fish is negative allometric. Molecular DNA barcoding analysis using COI, obtained by type of Dussumieria elopsoides fish with local name of rainbow sardines, similarity level with Query Cover percentage was 94% and Per percentage. Ident of 91.64%. DNA barcoding analysis has corroborated morphological and morphometric observations by obtaining fish samples identified as Dussumieria elopsoides.Keywords: Morphology, Morphometrics, DNA Barcoding, Dussumiera elopsoides.ABSTRAKIkan sardin merupakan komoditas penting dalam kegiatan impor. Impor berlebih serta kurangnya data penangkapan dikhawatirkan dapat menurunkan stok ikan. Untuk melengkapi data tangkapan ikan diperlukan pengetahuan mengenai jenis dan ukuran tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memastikan jenis ikan sardin komersial yang didaratkan di Pasar Muara Angke, Jakarta dengan menggunakan studi morfologi, morfometrik, dan metode DNA barcoding dengan target gen Mitokondrial Cytochrome c oxidase-I (COI). Hasil analisa morfologi dan morfometrik menunjukkan bahwa sampel merupakan genus Dussumieria berasal dari famili Dussumieriidae, Ordo Clupeidae, memiliki karakteristik tubuh yang berwarna silver dengan pantulan menyerupai pelangi, tubuh ramping dan perut membulat dengan panjang maksimal dapat mencapai 14,4 cm, kemudian sirip bagian perut kurang maju dari bagian tengah tubuhnya. Berdasarkan hubungan panjang berat badan, ikan ini bersifat alometrik negatif. Analisis DNA barcoding secara molekuler menggunakan COI, didapatkan ikan berjenis Dussumieria elopsoides dengan nama lokal ikan sardin pelangi, tingkat kemiripan dengan presentase Query Cover sebesar 94% dan presentase Per. Ident sebesar 91,64%. Analisis DNA Barcoding telah menguatkan pengamatan morfologi dan morfometrik dengan didapatkan sampel ikan yang teridentifikasi berjenis Dussumieria elopsoides.Kata Kunci: Morfologi, Morfometrik, DNA Barcoding, Dussumiera elopsoides
JASA PENYEDIA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI KAWASAN SUAKA ALAM PERAIRAN KEPULAUAN RAJA AMPAT DARI PERSPEKTIF VALUASI EKONOMI
ABSTRACTThe existence of coral reef ecosystems in the SAP area of Raja Ampat Regency and surrounding seas has to provisioning services is used from the local fisherman as a source of livelihood. The purpose of this study is to estimate the economic value of the services of providers of capture fisheries to coral reef ecosystems in the SAP area of Raja Ampat Islands with the effect on production (EOP) approach. Data needed in this study are primary and secondary data. Analysis of the data used is the description analysis and economic valuations carried out by assuming a consumer surplus (CS) of resources. The results of the study showed that based on fishermen's perceptions of 59% the existence of coral reef ecosystems in the SAP Area of Raja Ampat Regency and surrounding seas provide a service in the form of productivity of fish catches associated with coral reefs. Based on the Effect on Production (EOP) analysis approach, it is estimated that the economic value of the consumer surplus (CS) of the coral reef ecosystem is IDR. 442,647,305.00 / person / year with an area of 2178.7 hectares and the number of beneficiary fishermen of 238 people, the total economic value per resource is IDR. 48,354,550.00 / Ha / Person / Year.Keywords: economic valuation, provisioning services, capture fisheries, consumer surplus, coral reef ecosystem, Raja Ampat RegencyABSTRAKKeberadaan ekosistem terumbu karang di Kawasan SAP Kabupaten Raja Ampat dan laut sekitarnya memberikan sebuah jasa penyediaan perikanan yang dimanfaatkan oleh nelayan sekitar sebagai sumber penghidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi nilai ekonomi jasa penyedia perikanan tangkap ekosistem terumbu karang di Kawasan SAP Kepulauan Raja Ampat dengan pendekatan effect on production (EOP). Data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan valuasi ekonomi dilakukan dengan menduga surplus konsumen (CS) sumberdaya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan persepsi nelayan sebesar 59% keberadaan ekosistem terumbu karang di Kawasan SAP Kabupaten Raja Ampat dan laut sekitarnya memberikan jasa penyediaan berupa produktivitas hasil tangkapan ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang. Berdasarkan pendekatan analisis Effect on Production (EOP) didapatkan estimasi nilai ekonomi dari surplus konsumen (CS) terhadap ekosistem terumbu karang sebesar Rp. 442.647.305,00/Orang/Tahun dengan luas kawasan 2178,7 Ha dan jumlah nelayan pemanfaat sebanyak 238 orang didapatkan nilai ekonomi total per sumberdaya yaitu sebesar Rp. 48.354.550,00/Ha/Orang/Tahun. Kata kunci: valuasi ekonomi, jasa penyediaan, perikanan tangkap, surplus konsumen, ekosistem terumbu karang, Kabupaten Raja Ampat