Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Not a member yet
453 research outputs found
Sort by
Karakteristik Spasial Suhu Permukaan Laut Perairan Kota Tanjungpinang pada Empat Musim Berbeda
ABSTRACTThe sea surface temperature (SST) in Tanjungpinang City waters is very important to know because it is so closely related to climatic conditions. The purpose of this research is to map the spatial characteristics of sea surface temperature in Tanjungpinang City waters on four different seasons (west season, transition 1, east season and transition 2). This research method used spatial analysis based on the visualization of the seasonal mean SST distribution map and temporal analysis of sea surface temperature based on monthly and seasonal SST fluctuations in the form of time series graphs. Data used in this study were monthly SST data and 8 daily composites of NOAA. Daily composite data is used for verification with field temperature data. The results showed that the 2016-2020 SST in the waters of Tanjungpinang City varied every year, which in 2016 was the highest mean temperature was a value of 31.3°C-31.9 °C and in 2020 the lowest mean was 28.5 °C-29.1 °C. The SST value variability in the waters of Tanjungpinang City is influenced by the season, SST in the east season and transition season 1 tends to be higher and increases and SST in the west season and transitional season 2 has decreased. The spatial distribution of SST in nearshore waters tends to be higher than that of SST in far-shore or offshore waters. The relatively high temperature conditions in coastal waters are thought to be due to the effect of warmer land.Keywords: Characteristics, Sea surface temperature, Spatial, Tanjungpinang CityABSTRAK Suhu permukaan laut (SPL) perairan Kota Tanjungpinang sangat penting untuk diketahui karena kaitannya yang begitu erat dengan kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakteristik spasial suhu permukaan laut perairan Kota Tanjungpinang dalam kondisi empat musim berbeda (musim barat, peralihan 1, musim timur dan peralihan 2). Metode penelitian ini menggunakan analisis spasial berdasarkan visualisasi peta sebaran rata-rata SPL musiman dan analisis suhu permukaan laut secara temporal berdasarkan fluktuasi SPL bulanan dan musiman dalam bentuk grafik deret waktu Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data SPL bulanan dan komposit 8 harian dari NOAA. Data komposit 8 harian digunakan untuk verifikasi dengan data suhu lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata SPL tahun 2016-2020 di perairan Kota Tanjungpinang bervariasi setiap tahunnya yang mana pada tahun 2016 adalah rata-rata suhu tertinggi dengan nilai nilai 31.3 °C-31.9 °C dan pada tahu 2020 rata-rata terendah dengan nilai 28.5 °C-29.1 °C. Variabilitas nilai SPL di perairan Kota Tanjungpinang dipengaruhi oleh musim, SPL pada musim timur dan musim peralihan 1 cenderung lebih tinggi dan mengalami peningkatan serta SPL pada musim barat dan musim peralihan 2 mengalami penurunan. Sebaran spasial SPL di perairan dekat pesisir cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL di perairan jauh pesisir atau lepas pantai. Kondisi suhu di perairan pantai yang relatif tinggi diduga karena efek daratan yang lebih panas. Kata Kunci: Karakteristik, Kota Tanjungpinang, Suhu permukaan laut, Spasia
TINGKAT KEBERHASILAN HIDUP TRANSPLANTASI KARANG Porites sp. PADA SUBSTRAT RUBBLE SKALA LABORATORIUM
ABSTRACTPorites sp. can be found scattered on the island of Madura. This study aims to determine the survival rate of coral Porites sp. by transplantation using rubble media on a laboratory scale. The transplanted coral samples came from Ten Waters, Bangkalan. The transplanted coral fragments range in size from 3-5cm. The success rate of coral life was 100% for 9 weeks, length growth for 9 weeks was 0.0733 cm with an average growth of 0.0067 cm/week. Air quality is an important factor in supporting the survival rate of transplanted corals on a laboratory scale. The air quality must be in accordance with the coral's original habitat so that the transplanted corals can live well. Air quality observed in the form of temperature 33˚C, Salinity 25-40‰, pH 6.5-7.5 and DO 5. In addition to air quality, an important factor in coral transplantation is the choice of substrate. The substrate debris in this study showed good results for coral transplantation.Keywords: Porites sp.; Coral Transplant, Growth Rate, Survival RateABSTRAKKarang Porites sp. dapat ditemukan hidup tersebar di Pulau Madura. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan hidup karang Porites sp. dengan cara transplantasi menggunakan media rubble dalam skala laboratorium. Sampel karang yang di transplantasi berasal dari Perairan Sepuluh, Bangkalan. Fragmen karang yang di transplantasi memiliki kisaran ukuran 3-5cm. Tingkat keberhasilan hidup karang sebesar 100% selama 9 minggu, Pertumbuhan panjang selama 9 minggu adalah 0,0733 cm dengan rata-rata pertumbuhan 0,0067 cm/minggu. Kualitas air menjadi faktor penting dalam mendukung tingkat kelangsungan hidup karang transplantasi dalam skala laboratorium. Kualitas air harus sesuai dengan habitat asal karang sehingga karang yang di transplantasi dapat hidup dengan baik. Kualitas air yang diamati berupa suhu 33˚C, Salinitas 25-40‰, pH 6,5-7,5 dan DO 5. Selain kualitas air, faktor yang penting dalam transplantasi karang yaitu pemilihan substrat. Substrat rubble dalam penelitian ini menunjukkan hasil yang baik untuk transplantasi karang.Kata kunci: Karang Porites sp.; Transplantasi karang, Laju Pertumbuhan, Tingkat Keberhasilan Hidu
PENGARUH MADDEN JULIAN OSCILLATION (MJO) TERHADAP VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A DI LAUT NATUNA
ABSTRAKMJO dapat mempengaruhi variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara spasial pengaruh fenomena MJO terhadap variabilitas suhu permukaan laut dan klorofil-a saat periode Monsun Asia. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data angin dari ECMWF, data monitoring MJO dari BOM, data suhu permukaan laut dan klorofil-a dari Satelit Aqua MODIS NOAA. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan mengelompokkan kejadian MJO aktif fase 4 kemudian membuat rata-rata bulanan SPL, dan klorofil-a. Selanjutnya menentukan anomali bulanan SPL dan klorofil-a kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat MJO aktif fase 4 terjadi peningkatan SPL dan penurunan jumlah klorofil-a.Kata kunci: MJO,SPL, Klorofil-aABSTRACTMJO can affect the variability of sea surface temperature and chlorophyll-a. This research was conducted to determine spatially the effect of the MJO phenomenon on the variability of sea surface temperature and chlorophyll-a during the Asian Monsoon period. The data used in this study are wind data from ECMWF, MJO monitoring data from BOM, sea surface temperature data and chlorophyll-a from NOAA's Aqua MODIS Satellite. The method used in this study is to classify the incidence of active MJO phase 4 then make a monthly average of SST, and chlorophyll-a. Then determine the monthly anomaly of SST and chlorophyll-a and then analyzed. The results showed that when the MJO was active in phase 4 there was an increase in SPL and a decrease in the amount of chlorophyll-a.Keywords: MJO, SPL, Chlorophyll-
Kajian Suhu Permukaan Laut (SPL) Menggunakan Analisis Deret Waktu di Perairan Laut Banda
ABSTRACTMap of sea surface temperature is very important in the science of oceanography, some phenomena in the ocean can be seen by using it globally. One of them is in the form of upwelling events that occur in the Banda Sea, besides that, IOD and ENSO phenomena can occur because they are close to the Indian and Pacific Oceans. Time series analysis is used to predict possible phenomena that can occur in long SST variable data. The Fourier Transform analysis obtained from the study of sea surface temperature data produces temperature signals for the dominant annual (annual) and semi-annual (6 months) periods. The ENSO phenomenon also affects temperature variations that occur in the waters of the Banda Sea with the visible signal of the inter-annual period (2.8 years). The application of the SVD-based EOF method to SST data produces a dominant EOF mode which indicates that Arafura waters play a role in influencing the SST cycle that occurs in the Banda Sea.Keywords: sea surface termperature, EOF methods, time series analysis, fourier analysis, Banda SeaABSTRAKPeta suhu permukaan laut sangat penting dalam ilmu oseanografi, beberapa fenomena di laut dapat terlihat dengan menggunakannya secara global. Salah satunya berupa kejadian upwelling yang terjadi di Laut Banda, selain itu dapat berupa fenomena IOD dan ENSO, karena berada dekat dengan Samudera Hindia dan Pasifik. Analisis deret waktu (time series analysis) digunakan untuk memprediksi kemungkinan fenomena yang dapat terjadi pada data variabel SPL yang panjang. Analisis Fourier Transfom yang diperoleh dari kajian data suhu permukaan laut menghasilkan sinyal suhu periode dominan annual (tahunan) dan semi-annual (6 bulanan). Fenomena ENSO juga mempengaruhi variasi suhu yang terjadi di perairan Laut Banda dengan terlihatnya sinyal periode inter-annual (2.8 tahunan). Penerapan metode EOF berbasis SVD pada data SPL menghasilkan satu mode EOF dominan yang menunjukkan perairan Arafura berperan dalam mempengaruhi siklus SPL yang terjadi di Laut Banda. Kata kunci: suhu permukaan laut (SPL), metode EOF, analisis deret waktu, analisis fourier, Laut Band
Estimasi Cadangan Karbon Kawasan Taman Wisata Hutan Mangrove Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat
ABSTRACTAn assessment of the potential of mangrove forests in the Kayong Utara Regency in storing carbon has not been published scientifically before, so scientific data on this matter will be able to support efforts to conserve and utilize mangrove forests in this Regency. This study aims to estimate the carbon stock and carbon sequestration of mangrove vegetation in Mangrove Forest Tourism Park, Sukadana District, Kayong Utara Regency. The estimation of biomass, carbon stock and carbon sequestration was carried out by non-destructive methods using observation plots at several purposively selected sampling locations. The estimation results of the total vegetation biomass from Above-ground Biomass (AGB) and Below-ground Biomass (BGB) from each observation plot ranged from 281.31 – 974.10 Mg ha−1 and the total vegetation carbon stock (AGC and BGC) ranged from 126.32 – 439.03 Mg C ha−1. Analysis of the total CO2 sequestration of mangrove vegetation at the site ranged from 463.58 to 1611.24 Mg CO2 ha−1. Maintenance of mangrove forests at this site can prevent the release of non-organic carbon (CO2) with considerable potential.Keywords: Carbon sequestration, mangrove biomass, mangrove tourism, total vegetation carbonABSTRAKPenilaian mengenai potensi hutan mangrove di Kabupaten Kayong Utara dalam menyimpan karbon belum terpublikasi secara ilmiah sebelumnya, sehingga data ilmiah mengenai hal ini akan dapat mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan hutan mangrove di Kabupaten ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi cadangan dan serapan karbon vegetasi mangrove di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Estimasi biomassa, cadangan dan serapan karbon dilakukan dengan metode non-destruktif menggunakan plot-plot pengamatan pada beberapa lokasi pengambilan sampel yang dipilih secara purposif. Hasil estimasi total biomassa vegetasi dari Above-ground Biomass (AGB) dan Below-ground Biomass (BGB) dari tiap plot pengamatan berkisar antara 281,31 – 974,10 Mg ha−1 dan total cadangan karbon vegetasi (AGC dan BGC) berkisar antara 126,32 – 439,03 Mg C ha−1. Analisis total serapan CO2 vegetasi mangrove di lokasi berkisar antara 463,58 – 1611,24 Mg CO2 ha−1. Pemeliharaan kawasan hutan mangrove di lokasi dapat mencegah pelepasan karbon non organik (CO2) yang memiliki potensi cukup besar.Kata kunci: Biomasa mangrove, serapan karbon, total karbon vegetasi, wisata mangrov
Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata di Kawasan Mangrove Tambatan Hati Pelangi Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo
ABSTRACTThe study aims to determine the suitability and carrying capacity of mangrove ecotourismin the Tambatan Hati Pelangi area Pentadu Timur Village, Tilamuta District, Boalemo Regency Gorontalo Province. The research was conducted from December 2021 to January 2022 using quadrant method with a size of 10×10 m. The data was analyzed using the Tourism Suitability Index (TSI) analysis matrix and the carrying capacity of the Area (CCA) assessment to determine the maximum number of visitors that can be accommodated. The criteria for tourism suitability observed were mangrove thickness, mangrove density, mangrove species, tides and biota objects. The results showed the TSI on each line transect was in a suitable category with TSI value 2.02-2.27. The area that can be used for tourism is 19,320 m2. The Tambatan Hati Pelangi mangrove area in East Pentadu Village as a whole is included in the appropriate category for mangrove ecotourism with a visitor capacity of 1546 people/day.Keywords: Mangrove ecotourism, suitability, carrying capacity, Pentadu Timur, GorontaloABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dan daya dukung ekowisata mangrove di kawasan Tambatan Hati Pelangi Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Januari 2022, menggunakan metode kuadran dengan ukuran 10×10 m. Data dianalisis dengan menggunakan matriks analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan penilaian Daya Dukung Kawasan (DDK) untuk menentukan jumlah maksimum pengunjung yang dapat ditampung. Kriteria kesesuaian wisata yang diamati adalah ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan objek biota. Hasil penelitian menunjukkan IKW pada masing-masing transek garis berada pada kategori sesuai dengan nilai IKW 2,02-2,27. Luas area yang dapat dimanfaatkan untuk kawasan wisata 19.320 m2. Kawasan mangrove Tambatan Hati Pelangi Desa Pentadu Timur secara keseluruhan termasuk dalam kategori sesuai untuk ekowisata mangrove dengan kapasitas daya tampung pengunjung 1546 orang/hari.Kata Kunci: ekowisata mangrove, kesesuaian, daya dukung, Pentadu Timur, Gorontal
PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Sargassum sp. YANG DIBUDIDAYA PADA KEDALAMAN BERBEDA DI TELUK EKAS LOMBOK TIMUR
ABSTRACTSargassum sp. is a brown algae that has economic value from its alginate content. Alginate is used as a raw material for the food processing industry, pharmaceuticals, cosmetics and laboratory materials. Sargassum sp. currently not cultivated and are still taken freely in marine waters. The purpose of this study was to determine the growth of Sargassum sp. cultivated at different planting depths using the longline method. The research method used is an experimental method with different depth treatments, namely P1 (100 cm), P2 (70 cm), P3 (50 cm), and P4 (25 cm), each treatment was repeated 4 times. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with data analysis using ANOVA with further BNT testing. The research variables measured were absolute growth, specific growth rate, number of leaves and number of fruit. The results showed that the P2 treatment gave the best results on absolute growth, which was 430 g, daily growth rate was 5.56%, number of leaves was on average 5890 pieces, and the highest number of fruit was on average 6510 pieces. The conclusion of this research is the cultivation of Sargassum sp. at different depths had a significant effect on growth. The best growth in this study was obtained at a depth of 75 cm.Keywords: Brown algae, cultivation, weight, leaves, fruit.ABSTRAKSargassum sp. merupakan alga coklat yang memiliki nilai ekonomis dari kandungan alginat yang dimilikinya. Alginat digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan makanan, farmasi, kosmetik dan bahan laboratorium. Sargassum sp. saat ini belum dibudidayakan dan masih diambil bebas di perairan laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan Sargassum sp. yang dibudidayakan pada kedalaman tanam yang berbeda dengan metode rawai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan perlakuan perbedaan kedalaman yaitu P1(100 cm), P2 (70 cm), P3 (50 cm), dan P4 (25 cm), setiap perlakuan diulang 4 kali. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisa data menggunakan ANOVA dengan uji lanjut BNT. Variabel penelitian yang diukur adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, jumlah daun dan jumlah buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan mutlak yaitu 430 g, laju pertumbuhan harian yaitu 5.56 %, jumlah daun yaitu rata-rata 5890 helai, dan jumlah buah tertinggi yaitu rata-rata 6510 buah. Kesimpulan penelitian ini adalah budidaya Sargassum sp. pada kedalaman yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan. Pertumbuhan terbaik pada penelitian ini diperoleh pada kedalaman 75 cm. Kata Kunci: Alga coklat, budidaya, berat, daun, buah
POLA SEBARAN HORISONTAL LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN ZENG (ZN) PADA SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KALIGUNG TEGAL
ABSTRACTMuara Kaligung receives waste from industry and human activities. This condition will have an impact on the accumulation of heavy metals in the sediment. The high concentration of heavy metals in the waters can endanger the survival of living organisms in the waters. The purpose of this study was to determine the concentration and distribution pattern of the heavy metals lead (Pb) and zinc (Zn) sediments in the Kaligung estuary, Tegal and to analyze their relationship to organic carbon and sediment grain size and flow patterns. The method used is descriptive exploratory and the selection of station points using purpose sampling. Sediment sampling in September 2018. Heavy metal analysis using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), at the Chemical Laboratory, University of Jakarta. The distribution pattern of heavy metal concentrations used QGIS software. The results showed that the concentration of lead (Pb) was between 17.8 ppm - 31.4 ppm and zinc (Zn) ranged from 107.1 ppm - 112.1 ppm. The metal distribution pattern is concentrated in front of the estuary and then decreases towards the sea. The simple linear model analysis of metals to organic carbon has a coefficient of determination (R2) for Pb and Zn of 0.4 and 0.3, respectively. This model explains that the distribution of Pb and Zn metals is influenced by organic carbon by 40% and 30%. Other environmental factors that affect the distribution are grain size and current patterns.Keywords: organic carbon, Pb, Zn, Kaligung estuary, current patternABSTRAKMuara Sungai Kaligung menerima limbah yang berasal dari industri dan aktivitas manusia. Kondisi tersebut akan berdampak terhadap akumulasi logam berat pada sedimen. Logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) di perairan dapat membahayakan keberlangsungan organisme hidup di perairan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola persebaran konsentrasi logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada sedimen dan menganalisis faktor keterkaitannya dengan bahan organik dan ukuran butir sedimen serta pola arus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dan penentuan titik stasiun berdasarkan metode purpose sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada bulan September 2018. Analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Jakarta. Pola sebaran konsentrasi logam berat menggunakan softtware QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi logam berat timbal (Pb) berkisar antara 17,8 ppm – 31,4 ppm dan seng (Zn) berkisar antara 107,1 ppm – 112,1 ppm. Pola sebaran logam terkonsentrasi di depan muara dan kemudian mengalami penurunan ke arah laut. Tingginya konsentrasi logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) tidak selalu diikuti tingginya bahan organik. Hasil analisis model linier sederhana antara logam timbal (Pb) dan seng (Zn) terhadap bahan organik memiliki koefisien determinasi (R2=0,4) dan (R2=0,3), secara berturut-turut. Model ini menjelaskan bahwa keberadaan logam Pb dipengaruhi oleh bahan organik sebesar 40% dan dan Zn sebesar 30%. Ada faktor lingkungan lain yang turut mempengaruhi konsentrasinya, seperti ukuran butir dan pola arus. Kata Kunci: bahan organik, Pb, Zn, muara sungai Kaligung, pola aru