696 research outputs found

    Semiotika Logo Video Game The Last Story

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian demi memahami logo video game The Last Story dalam perspektif semiotika dan desain komunikasi visual. Logo video game The Last Story memiliki tanda-tanda visual dan verbal yang mengkomunikasikan pesan sehubungan dengan konsep, akar pemikiran dan filosofi pada game, baik dari cerita pada game itu sendiri maupun dari sisi developer game Mist Walker. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis menggunakan Triadik Sumbo Tinarbuko sebagai teknik analisis. Teori petanda-penanda miliki Ferdinand de Saussure, trikonomi ikon, indeks, simbol milik Charles Sanders Pierce, serta kode-kode semiotika milik Roland Barthes merupakan teori-teori dasar yang membantu analisis pada penelitian ini. Hasil penelitian yang dihasilkan, menemukan adanya komunikasi yang ada melalui logo video game The Last Story memiliki sifat subjektif tergantung dari perspektif dan kedalaman audience dalam memahami logo, selain itu suatu logo tidak selalu harus mengacu pada standar kesederhanaan logo komersial yang ada. Kata kunci : Semiotika, Logo, Video Game, The Last Stor

    John Lennon dalam keramik seni

    No full text
    Ungkapan perasaan manusia dapat diwujudkan dalam sebuah karya seni, melalui seni manusia mampu mengkomunikasikan perasaannya. Salah satunya dalam sebuah media tanah liat. Bentuk dari figur John Lennon diwujudkan atas perwujudan imajinasi dan ide-ide kedalam karya seni tiga dimensi dengan media keramik. Karya seni ini bertujuan untuk mengajak para masyarakat, khususnya penggemar John Lennon untuk bernostalgia dalam sebuah era yang berbeda. Bentuk figur John Lennon yang diciptakan dalam karya tugas akhir ini adalah bentuk figur John Lennon yang dideformasi agar pesan yang ingin disampaikan kepada penikmat seni dapat tercapai melalui karya keramik berbahan tanah liat stoneware dengan finishing glasir. Penulis melakukan proses kreatif dengan teknik hand building dengan tujuan penulis bisa merasakan setiap tahap demi tahap pembentukan dan lebih dekat dengan tiap karya yang dibuat. Karya seni dibuat untuk sebuah perenungan atas apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada umatnya. Bagaimana manusia mampu mengerti dan menghargai sebuah proses. Sebuah proses berfikir, menciptakan dan memanfaatkan apa yang manusia miliki, apa yang manusia mampu lakukan, dan apa hasil yang dapat manusia peroleh dari sebuah proses. Untuk itu karya seni yang dibuat bukan untuk mencari solusi untuk meyelesaikan sebuah masalah, melainkan karya seni dibuat untuk penikmat seni dan masyarakat pada umumnya untuk kembali merenungkan apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepada umat-Nya. Kata kunci : John Lennon, Seni, Proses Kreatif, Kerami

    Analisis dan Interpretasi Lagu “While My Guitar Gently Weeps” Karya George Harrison

    No full text
    Lagu While My Guitar Gently Weeps ini menarik untuk dibahas karena terdapat penggunaan progresi akor yang unik. Lagu ini juga pernah ditampilkan oleh beberapa gitaris terkenal seperti Eric Clapton dan Carlos Santana dengan interpretasi yang berbeda. Pembahasan dalam Tugas Akhir ini adalah mengenai analisis bentuk dan interpretasi lagu While My Guitar Gently Weeps karya George Harrison. Pembahasan mengenai analisis bentuk lagu berpusat pada bentuk lagu pokok beserta nada dasar dan progresi akor dan pembahasan mengenai interpretasi lagu berdasar pada interpretasi gaya permainan gitar George Harrison, Eric Clapton, dan Carlos Santana. Lagu While My Guitar Gently Weeps tersebut juga menjadi salah satu repertoar yang ditampilkan dalam pentas resital tugas akhir. Tujuan diadakannya penilitian ini yaitu untuk mengetahui analisis bentuk lagu While My Guitar Gently Weeps dan mengetahui interpretasi menurut George Harrison, Eric Clapton, dan Carlos Santana pada lagu While My Guitar Gently Weeps. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu penelitian komparatif dengan pendekatan musikologis. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah struktur lagu While My Guitar Gently Weeps karya George Harrison mempunyai 2 bagian, yaitu bagian A dan bagian B. Pada bagian A menggunakan tangganada G minor, sedangkan pada bagian B menggunakan tangganada G mayor. Pada lagu While My Guitar Gently Weeps versi asli karya George Harrison bernuansa sendu dan sepi, hal ini dikarenakan musik iringannya yang minimalis yaitu dengan menggunakan gitar tunggal dan terdapat suara akordeon di beberapa bagian lagu. Pada versi The Beatles bersama Eric Clapton adanya iringan pola irama pada drums yang berpadu dengan pola bass dan piano ditambah isian melodi filler Eric Clapton membentuk nuansa yang rancak, dinamis dan lebih hidup. Versi Carlos Santana nuansa keseluruhan lagu cenderung sendu namun adanya instrumen pengiring berupa drum, bass, piano, dan cello membuat suasana tidak sepi. Interpretasi dari beberapa versi tersebut dijadikan penulis sebagai acuan dalam menginterpretasikan lagu While My Guitar Gently Weeps yang kemudian ditampilkan pada saat konser Resital Tugas Akhir penulis. Kata kunci : While My Guitar Gently Weeps, George Harrison, Eric Clapto

    Penerapan Konsep Green Design Pada Interior Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta

    No full text
    Pembangunan di Indonesia berkembang dengan pesat. Tak terkecuali pembangunan di kota Yogyakarta. Yogyakarta menempatkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik wisatawan asing maupun domestik. Hotel sebagai fasilitas akan meningkatnya keinginan masyarakat terhadap kebutuhan berwisata menjadi salah satu pokok yang mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis hotel. Sehubung dengan kontribusinya yang sangat signifikan, maka perlu adanya konsep pembangunan ideal yang berdampak positif dan berkelanjutan. Green design sebagai salah satu wujud implementasi konsep pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, merupakan salah satu langkah bagi masyarakat untuk ikut serta terhadap kepedulian lingkungannya. Salah satu bangunan publik yang mengusung konsep green design adalah GreenHost Boutique Hotel. Hotel ini menerapkan konsep Green-Design mulai dari bangunan hingga interior hotelnya. Hotel ini sangat cocok untuk dijadikan sampel. Tulisan ini akan memaparkan bagaimana desain interior dapat menjadi bagian dari upaya untuk turut serta mengembangkan interior berorientasi ekologis bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kata kunci : Interior , Hotel , Ramah Lingkunga

    Model Pembelajaran Musik Kreatif Untuk Siswa-Siswi Kelas 5 Sd 1 Trirenggo Bantul Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Model pembelajaran musik kreatif untuk siswa-siswi SD 1 Trirenggo Bantul Yogyakarta. Model pembelajaran musik kreatif merupakan model pembelajaran musik yang didasarkan pada aspek-aspek kreatif seseorang terhadap kepekaan musikal melalui pengalaman bermain musik. Model pembelajaran musik kreatif menekankan pada aspek praktik musik dengan berfikir kreatif dalam mencapai tujuan proses belajar musik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yaitu siswa-siswi kelas 5 yang berjumlah 17 anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran musik kreatif untuk siswa-siswi SD 1 Trirenggo dapat dilaksanakan dengan baik dan siswa-siswi antusias terhadap model pembelajaran musik kreatif yang dilaksanakan. Kata kunci : Musik kreatif, Siswa-siswi, Trirenggo Bantu

    Perempuan Pada Momen Identifikasi Diri Sebagai Sumber Penciptaan Seni Keramik

    No full text
    Perempuan pada momen identifikasi diri menjadi sumber inspirasi untuk membuat karya seni keramik. Perempuan sebagai subjek penciptaan adalah refleksi kedirian saya. Lebih lanjut dari tema besar ini dirumuskan tentang bagaimana perempuan (dalam hal ini berdasarkan pengalaman empiris saya) sebagai manusia mengalami momen identifikasi diri? Bagaimana perempuan pada momen identifikasi diri divisualisasikan dalam seni keramik? Tanda-tanda estetik apa yang sesuai dengan narasi perempuan pada momen identifikasi diri? Untuk menjawab rumusan masalah perempuan pada momen identifikasi diri digunakan pendekatan teori estetika A.A.M. Djelantik dan teori psikoanalisis Sigmund Freud terutama mengenai hubungan id, ego, dan superego dan konsep oedipus complex. Pemilihan tanda-tanda estetiknya dibantu dengan teori semiotika Charles Sanders Pierce terutama mengenai relasi tanda antara representamen, interpretan, dan objeknya. Dalam penciptaannya digunakan tiga pilar penciptaan karya kriya yang dirumuskan oleh SP Gustami seperti eksplorasi, perencanaan, dan perwujudan. Visualisasi yang dihadirkan dalam penciptaan berupa figur perempuan yang dibentuk dengan meniadakan bentuk kaki. Dekorasi yang diterapkan berupa ornamen geometri dengan memperhatikan susunan struktur rupa dan membuat tekstur titik pada badan keramik. Warna gelasir yang digunakan adalah warna kontras komplementer. Penggunaan tanah stoneware dipilih untuk memainkan variasi warna badan keramik. Kata kunci : Perempuan, Identifikasi, Dir

    Puting Gelang

    No full text
    “Puting Gelang” adalah judul karya yang diciptakan. Puting berarti Pusat sedangkan Gelang berarti perhiasan tangan, merupakan perwujudan dari lingkaran sebagai simbol dari persatuan, Puting Gelang berarti Pusat Persatuan. Karya tari ini merupakan karya tari yang di angkat dari sejarah lisan masyarakat kampung Panaragan, kecamatan Tulang Bawang Tengah, kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, tentang adanya seorang tokoh prajurit Majapahit yang diutus untuk mempersatukan daerah Lampung Pepadun yaitu Puting Gelang. Nama Puting Gelang dipinjam sebagai judul pada karya tari yang diciptakan. Gerak dasar dalam karya tari ini banyak terinspirasi oleh gerak silat dan dipadukan dengan gerak tari tradisi daerah Lampung yang dikembangkan dengan pola vertikal dan Lingkaran, diambil dari makna Puting dan Gelang. Eksplorasi payan/ tombak yang tegak lurus dan lentur dapat dibentuk seperti lingkaran adalah perwujudan dari Puting dan gelang. Menghadirikan tiga warna, putih, kuning, dan merah pada setting berupa kain, merupakan simbol dari bersatunya tiga unsur adat masyarakat Lampung yaitu purih beradatkan Pepadun Marga, kuning beradatkan Pepadun Tiyuh / Kampung, dan merah beradatkan Pepadun Suku. Karya tari yang diciptakan ini disajikan dalam garapan kelompok tujuh penari, dengan format live music. Warna busana penari putih yang merupakan simbol sari persatuan. Kata kunci : Puting, Gelang, sila

    Perancangan Buku Puisi dan Ilustrasi Mengapa Aku Vandal?

    No full text
    Vandalisme adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya. Dan yang belakangan banya sekali terjadi adalah mencorat-coret tembok dan fasilitas umum. Hal ini semakin menjadi-jadi seiring berkembangnya media yang dengan mudah bisa diakses kapanpun, di manapun, dan oleh siapapun, yang telah memberikan contoh gaya hidup menyimpang dari budaya kita Indonesia. Perancangan buku puisi dan ilustrasi dengan teknik digital printing, menjadi cara atau pendekatan untuk menarik perhatian dan menyampaikan pesan apa yang sebenarnya mereka para pelaku vandalisme rasakan, dengan teknik ilustrasi stencil art yang sangat kental dengan aktifitas vandalisme. Perancangan buku puisi dan ilustrasi ini merupakan hasil dari pengumpulan data serta berbincang-bincang langsung dengan para pelaku vandalisme yang notabene usia remaja. Kata kunci : Buku, Puisi, Ilustrasi, Vandalism

    De Meo Zelotes

    No full text
    Karya tari berjudul De Meo Zelotes. De yang berarti “dari” dalam bahasa Portugis. Meo berarti Pemimpin atau Raja, adalah sebutan untuk penguasa dan orang yang berjasa atau seorang pahlawan, diambil dari bahasa Timor. Sedangkan Zelot berarti orang yang giat berjuang untuk kebebasan politik. Sebutan ini dulunya dipakai untuk menyebutkan orang yang menentang kuasa penjajah Romawi. Penata menginterpretasikan arti dari De Meo Zelotes berarti pahlawan dari kami orang-orang yang menentang ketidak adilan. Tambahan huruf es dari gabungan kata Zelot hanyalah untuk memuaskan penata sendiri yang menginginkan tambahan kata es yang tidak mempunyai makna spesifik dalam pengacuan judul karya ini. Tidak memungkinkan penggalan es sendiri mempunyai makna tersendiri dan sepanjang pengetahuan penata es adalah konsonan yang sering diucapkan orang spanyol sebelum mengawali kalimat yang hendak diucapkan. Karya ini menceritakan tentang perkembangan dan budaya masyarakat dari daerah Belu yang di mulai sejak kemerdekaan Timor Leste. Karya ini memberikan alur Flashback yang membuat penonton dapat merasakan masa-masa perjuangan seorang tokoh wanita bernama Rafu Letto. Karya ini mengambil tipe tari dramatik dan di pentaskan dalam auditorium seni pertunjukan dengan memperkuat suasana dari segi artistik pemanggungan. Ceritera mengenai salah satu Tokoh pelopor kemerdekaan Timor Leste inilah yang memegang peran penting dan merupakan inspirasi penata dalam menciptakan karya yang bertemakan perjuangan yang diselimuti budaya perpaduan timor dan TTU (Timor Tengah Utara) hingga Timor Leste. Perjuangan yang di maksud bukanlah lagi perjuangan dalam memperoleh kemerdekaan, namun perjuangan dalam mempertahankan apa yang telah di dapatkan saat ini. Dalam melakukan aktivitas harian masyarakat Belu, menunjukkan konflik dan gaya bergaul masyarakat yang masih nyata dan terjadi hingga saat ini. Karya tari De Meo Zelotes di tarikan oleh 11 orang penari (5 penari putra dan 6 penari putri), Ke sembilan penari dalam karya ini berperan sebagai prajurit Rafu Letto dengan dua orang tokoh yakni Tetua Adat dan Rafu Letto. Karya tari ini menggunakan properti Tihar dan Kelewang. Kata kunci : Meo, Perjuangan, Ratu Lett

    Cerita Rakyat Bantul Ki Ageng Mangir Wonoboyo I Menjadi Inspirasi Penciptaan Naskah Drama Mahogra

    No full text
    MAHOGRA merupakan sebuah naskah drama yang terinspirasi dari Cerita rakyat Ki Ageng Mangir Wonoboyo I serta kondisi sosial politik jaman sekarang. Dengan menggunakan teori intertekstual, cerita rakyat tersebut dijadikan sebagai teks pertama, kondisi sosial politik sebagai teks kedua, serta gagasan dan sudut pandang adalah teks ketiga, sehingga antara teks pertama, kedua, dan ketigaterjadi proses dialogis yang saling mempengaruhi untuk kemudian menghasilkan karya seni baru berupa naskah drama MAHOGRA. Naskah ini mengangkat tentang kisah pencarian kesempurnaan oleh seorang anak yang mempunyai kelebihan berupa ilmu kanuragan yang sangat sakti, namun ia tidak dapat menerima kelemahannya yang berupa wujud buruk. Akan tetapi justru pada akhirnya bukanlah kesempurnaan yang didapatkan olehnya, melainkan hukuman berupa kutukan serta kehilangan ilmu kesatiannya yang selama ini tidak dipergunakan dengan baik itu. Kata kunci : Naskah Drama, MAHOGRA, Cerita Rakya

    0

    full texts

    696

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Saraswati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇