E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
333 research outputs found
Sort by
PENERAPAN EKSTERNAL EMPLOYER BRANDING MELALUI LINKEDIN GUNA MENGGAET TALENT PADA PT FLIPTECH LENTERA INSPIRASI PERTIWI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi employer branding perusahaan PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi (Flip) dalam upaya meningkatkan daya tarik terhadap talenta-talenta berkualitas yang menjadi target perusahaan melalui berbagai media. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini secara komprehensif menguraikan perjalanan yang telah ditempuh oleh Flip dalam merancang dan menjalankan strategi branding perusahaan. MSDM Flip telah memberikan perhatian khusus pada faktor kesesuaian budaya perusahaan (culture fit), serta melakukan penelitian mendalam terhadap calon talenta potensial. Konsep Employee Value Proposition (EVP) menjadi landasan dalam menggambarkan nilai-nilai inti perusahaan, seperti fairness, customer love, integrity, introspective, dan ownership. EVP digunakan untuk menarik individu yang sejalan dengan nilai-nilai ini melalui pesan komunikasi yang konsisten. Penggunaan LinkedIn sebagai media komunikasi memiliki peran vital dalam membentuk persepsi Flip sebagai tempat kerja menarik dan membangun hubungan awal dengan calon talenta. Pendekatan yang berkelanjutan menjadi pilar utama dalam pendekatan Flip, yang tercermin dalam evaluasi berkala serta penyempurnaan konsep EVP. Kesuksesan yang telah dicapai oleh Flip dalam menerapkan pendekatan terintegrasi ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap trend media dan konsistensi dalam strategi employer branding yang dimiliki. Penelitian ini berfokus pada analisis implementasi strategi employer branding oleh Flip, untuk membangun citra menarik di pasar tenaga kerja fintech melalui media sosial.
Kata Kunci: Eksternal Employer Branding, PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi (Flip), Linkedi
Gambaran Konsep Diri Pada Pria Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless Akibat Perceraian
Fenomena fatherless di Indonesia ada namun tidak disadari. Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara yang paling “yatim†di dunia, hal ini bukan berdasarkan besarnya jumlah anak yatim di Indonesia melainkan minimnya pengetahuan ayah tentang membesarkan anak, sehingga anak mengalami ketiadaan ayah secara psikologis. Fenomena fatherless menjadi isu yang serius mengingat dampak psikologis yang terjadi pada anak salah satunya yaitu masalah perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran konsep diri pada pria dewasa awal fatherless akibat perceraian. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ialah seorang laki-laki dewasa awal berusia 22 tahun dan 3 orang informan. Teknik sampling yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan jenis purposeful sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki dua pandangan diri yaitu pandangan positif dan pandangan negatif, subjek mampu menerima keadaan fatherless, dan berorientasi pada masa depan. Faktor yang membentuk konsep diri subjek saat ini yaitu peran ibu, lingkungan pertemanan, pengalaman dan kesadaran subjek atas dirinya sendiri.Fenomena fatherless di Indonesia ada namun tidak disadari. Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara yang paling “yatim†di dunia, hal ini bukan berdasarkan besarnya jumlah anak yatim di Indonesia melainkan minimnya pengetahuan ayah tentang membesarkan anak, sehingga anak mengalami ketiadaan ayah secara psikologis. Fenomena fatherless menjadi isu yang serius mengingat dampak psikologis yang terjadi pada anak salah satunya yaitu masalah perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran konsep diri pada pria dewasa awal fatherless akibat perceraian dan faktor yang memengaruhi konsep diri. Meotde penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ialah seorang laki-laki dewasa awal berusia 22 tahun dan 3 orang informan. Teknik sampling yang digunakan yaitu non-probability sampling dengan jenis purposeful sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki dua pandangan diri yaitu pandangan positif dan pandangan negatif, subjek mampu menerima keadaan fatherless, dan berorientasi pada masa depan. Faktor yang membentuk konsep diri subjek saat ini yaitu peran ibu, lingkungan pertemanan, pengalaman dan kesadaran subjek atas dirinya sendiri
Perancangan Sign System Sebagai Sarana Informasi Klinik Flora di Bandar Lampung
Flora Clinic has a vision, which is to become the first clinic of choice to provide the best service for the audience. The unstructured sign system as a visual representation of location markers at the Flora clinic is difficult to realize the best service that is prioritized by the manager. The sign system is a medium for human interaction with public spaces through visual forms. The existence of a sign system in a public space can help the public know the location of the place that will be the destination. The design of the sign system as a means of information for the Flora clinic in the city of Bandar Lampung uses a qualitative approach research method. namely the research method used to observe the condition of natural objects, where a researcher is the main key instrument of research. The design of Flora\u27s clinical sign system uses a creative method, namely mind mapping. Tony Buzan said that mind mapping is a method by grouping ideas in a structured framework to transfer the thoughts in the brain into written or image form.Flora Clinic mempunyai visi yaitu menjadi klinik pilihan pertama yang memberikan pelayanan terbaik bagi khalayak. Sistem tanda yang tidak terstruktur sebagai representasi penanda visual lokasi pada klinik Flora menyulitkan mewujudkan pelayanan terbaik yang diprioritaskan oleh pengelola. Sistem tanda merupakan media interaksi manusia dengan ruang publik melalui bentuk visual (Adinda dkk, 2021). Adanya sistem tanda pada suatu ruang publik dapat membantu masyarakat mengetahui lokasi tempat yang akan dituju. Perancangan sistem tanda sebagai sarana informasi pada klinik Flora di kota Bandar Lampung menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif. yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengamati keadaan objek alam, dimana peneliti merupakan instrumen kunci utama penelitian (Afira, 2019). Perancangan sistem tanda klinis Flora menggunakan metode kreatif yaitu mind map. Tony Buzan mengatakan mind map adalah suatu metode dengan mengelompokkan ide-ide dalam suatu kerangka yang terstruktur untuk mentransfer pemikiran yang ada di otak ke dalam bentuk tulisan atau gambar (Wahyudi & Setiawan, 2017)
ANALISIS ISI LOGICAL FALLACY PADA IKLAN “AZARINE” DI AKUN INSTAGRAM @AZARINECOSMETICOFFICIAL
menyediakan berbagai produk perawatan dan kosmetik wajah yang berada dibawah naungan PT Wahana Kosmetika Indonesia. Penggunaan logical fallacy atau kesesatan berpikir yang ada pada iklan produknya di Instagram @azarinecosmeticofficial dapat memberikan efek negatif berupa rusaknya argumen yang ada dalam iklan sehingga pesan yang ingin disampaikan dalam iklan tersebut menjadi tidak valid atau bahkan menyesatkan konsumen. Iklan dengan unsur logical fallacy ini banyak ditemukan pada postingan yang menggunakan artis sebagai visual dari iklan yang diposting dalam media sosial Azarine. Hal ini dilakukan oleh pihak brand sebagai salah satu cara pemasaran untuk menarik minat pembeli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan logical fallacy Appeal to Authority, Hasty Generalization, False Dilemma, dan Ad Hominem dalam iklan Azarine di akun Instagram @azarinecosmeticofficial. Untuk mengetahui penerapan logical fallacy dalam iklan yang ditampilkan oleh Azarine dilakukan analisis isi pada enam iklan yang memiliki likes dan atau komentar terbanyak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logical fallacy yang banyak ditemukan adalah Hasty Generalization dan Appeal to Authority. Sedangkan untuk kesalahan berpikir Ad Hominem tidak ditemukan sama sekali dalam postingan iklan Azarine. Kata Kunci: Analisis Isi, Logical Fallacy, Iklan, Azarin
Application of Free, Prior, and Informed Consent Principle in Defending Indigenous People’s Rights: Case Study of Merauke Integrated Food Estate
Albeit the fact that the principle of Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) is classified as soft law, the imperative to respect, protect, and fulfil the rights to be informed and involved in development projects is strongly endorsed by international legal instruments, notably the United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples (2007). These instruments stand among the most comprehensive and advanced in addressing the rights of indigenous peoples, particularly with regard to FPIC, while simultaneously contributing to the broader corpus of international human rights law, which seeks to secure the environmental and other substantive rights of indigenous communities, especially in the context of land appropriation. Such rights include, for example, the right to be informed and to participate in decision-making processes concerning development initiatives, including national priority programmes such as food estates. This implies a binding obligation on states party to these international frameworks to ensure that indigenous peoples are not only adequately informed but also actively engaged in both the negotiation and implementation of land acquisition agreements. Nonetheless, given that these transactions frequently transpire under opaque and non-transparent conditions inimical to the rights and interests of indigenous peoples, it prompts the question as to why the principle of FPIC is so often disregarded in land acquisition processes. Focusing on the Merauke food estate in Indonesia, this article interrogates instances of land appropriation associated with national food estate projects, with particular emphasis on the application of FPIC. Grounded in international law, the article contends that the applicationof FPIC serves not only to safeguard the rights and interests of indigenous peoples, but also to fortify and improve the prevailing land governance regime. In conclusion, the article argues that, given FPIC’s embodiment of procedural rights such as the right to information andparticipation— rights that are conspicuously absent in many land acquisition agreements—its application could provide a vital foundation for the recognition, promotion, and enforcement of local communities\u27 rights in Merauke, Indonesia
Dampak Kebijakan Executive Order 13769 di Era Pemerintahan Donald Trump terhadap Imigran Muslim di Amerika Serikat Tahun 2017-2021
Penelitian ini membahas tentang dampak dari kebijakan Executive Order 13769 di era Pemerintahan Donald Trump terhadap Imigran Muslim di Amerika Serikat tahun 2017-2021. Artikel ini menganalisis secara details terkait latar belakang kebijakan, perdebatan terhadap kebijakan yang di seluruh negara bagian Amerika Serikat, dampak kebijakan terhadap relasi antara Amerika Serikat dengan 7 negara yang dilarang kedatangannya oleh Presiden Donald Trump. Penelitian ini juga akan dianalisa lebih jauh menggunakan teori konstruktivisme yang menekankan kepada isu identitas dan konsep kepentingan. Penelitian ini menggunakan aplikasi MAXQDA guna mengklasifikasikan teori dan membuktikan korelasi teori dengan isu yang dibahas. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan yang dibuat oleh Donald Trump memberikan dampak signifikan terhadap aspek keamanan masyarakat, sosialekonomi dan juga kohesivitas masyarakat Amerika yang selama ini dikenal multikultural. Hal itu menjadikan dasar mengapa kebijakan ini tidak berjalan efektif dan hanya dijadikan Donald Trump untuk menjustifikasi supremasi kepentingannya
JURNALISME KONSTRUKTIF: PERSEPSI DAN PRAKTIK JURNALIS KOMPAS.ID DAN GATRA.COM
Munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia telah menyebabkan peningkatan jumlah informasi yang disampaikan oleh media massa. Sebaliknya, daripada melaporkan peristiwa yang positif dan memberdayakan, media massa malah seringkali mengemas berita yang memicu kepanikan sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali perspektif jurnalis terhadap konsep jurnalisme konstruktif, dengan fokus pada wawancara dengan jurnalis dari Gatra.com dan Kompas.id. Selain itu, penelitian ini juga berusaha menganalisis teks berita yang diterbitkan di kedua platform tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi deskriptif dengan memanfaatkan teori jurnalisme konstruktif. Data yang dikumpulkan melibatkan wawancara dengan jurnalis dan observasi terhadap teks berita di Gatra.com dan Kompas.id. Analisis data dilakukan dengan memfokuskan pada enam elemen teori jurnalisme konstruktif, yaitu solusi, orientasi masa depan, depolarisasi, wawancara konstruktif, penggunaan data (Rosling), dan pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, jurnalis Gatra.com dan Kompas.id memiliki pemahaman yang baik terkait konsep jurnalisme konstruktif. Meskipun demikian, tidak semua berita dapat dihasilkan secara komprehensif karena terdapat kendala-kendala dalam proses kerja jurnalistik. Oleh karena itu, kesimpulan penelitian menekankan perlunya kerjasama dan dukungan dari pihak redaksi agar kendala-kendala dalam praktik jurnalistik dapat diatasi, memungkinkan jurnalis untuk menghasilkan berita yang lebih komprehensif, mendidik, dan memberdayakan.
Kata Kunci: constructive journalism, berita Covid-19, jurnalisme konstruktif, kecemasan, pandemi Covid-19
KAJIAN KEBENARAN FILOSOFIS TEORI PSIKOLOGI HUMANISTIK MENURUT ROGERS
Psikologi humanistik menurut Rogers memiliki pandangan yang positif terhadap manusia, menganggap manusia sebagai makhluk yang bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan memiliki kemampuan untuk memutuskan apa yang paling tepat bagi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian kebenaran filosofis teori Psikologi Humanistik Menurut Rogers. Pentingnya kajian ini adalah untuk mengetahui sumber, metode dan kebenaran dari Psikologi Humanistik Rogers. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan melakukan pencarian serta penelusuran penelitian kepustakaan dengan cara membaca dan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai naskah publikasi lainya terkait topik dari penelitian. Berdasarkan hasil kajian didapatkan bahwa Psikologi Humanistik menurut Rogers kebenaran dapat diuji dengan teori kebenaran koherensi dan pragmatis. Didapatkan bahwa adanya konsistensi kefektivitasan penggunaan teknik client centered dan kebermanfaatan dari kajian ini dapat dirasakan oleh beberapa pihak seperti, para Psikolog, Guru, dan Peneliti itu sendiriPsikologi Humanistik menurut Rogers memiliki pandangan yang positif terhadap manusia, menganggap manusia sebagai makhluk yang bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan memiliki kemampuan untuk memutuskan apa yang paling tepat bagi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian kebenaran filosofis teori Psikologi Humanistik Menurut Rogers. Pentingnya kajian ini adalah untuk mengetahui sumber, metode dan kebenaran dari Psikologi Humanistik Rogers. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan melakukan pencarian serta penelusuran penelitian kepustakaan dengan cara membaca dan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai naskah publikasi lainya terkait topik dari penelitian. Berdasarkan hasil kajian didapatkan bahwa Psikologi Humanistik menurut Rogers kebenaran dapat diuji dengan teori kebenaran koherensi dan pragmatis. Didapatkan bahwa adanya konsistensi kefektivitasan penggunaan teknik client centered dan kebermanfaatan dari kajian ini dapat diarasakan oleh beberapa pihak seperti, para Psikolog, Guru, dan Peneliti itu sendiri. Psikologi Humanistik lahir dikarenakan adanya perbedaan cara pandang dengan aliran psikoanalisis maupun behaviorisme yang mendudukan manusia sebagai korban dari masa lalu atau sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sedangakan humanistik beranggapan bahwa manusia merupakan subyek atau actor yang aktif dan dinamis membangun dirinya menuju realisasi-diri. Metode intervensi psikologis pendekatan psikologi humanistik Rogers yang dikenal dengan Client centered-therapy. Teknik ini dibangun awalnya berdasarkan penelitian dan observasi langsung terhadap peristiwa-peristiwa nyata yang memandang manusia itu pada hakikatnya adalah baik. Terapi ini bertujuan untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha membantu individu untuk menjadi seorang pribadi yang berfungsi penuh
MOTIVASI BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR: STUDI EMPIRIS PADA MAHASISWA PARALEL DI MASA PANDEMI COVID-19
Kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang diberlakukan selama masa pandemi Covid-19, menyebabkan institusi perguruan tinggi di Indonesia menyelenggarakan pembelajaran dengan mengintegrasikan sistem daring secara penuh yang membawa perubahan pada proses dan situasi pembelajaran mahasiswanya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran motivasi belajar sebagai prediktor kemandirian belajar mahasiswa paralel dalam lingkungan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain survey ini menggunakan analisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis. Responden penelitian adalah 39 mahasiswa kelas paralel Universitas Paramadina program sarjana (10 laki-laki, 29 perempuan), pengumpulan data menggunakan teknik sampling purposif convenience nonprobability. Penelitian ini menggunakan skala motivasi belajar dengan aspek intrinsik dan ekstrinsik dari Uno (2019) dan skala kemandirian belajar dengan aspek-aspek kemandirian belajar dari Rusman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berkontribusi sebesar 66,6% terhadap kemandirian belajar dan motivasi belajar sebagai prediktor bernilai positif yang signifikan terhadap kemandirian belajar mahasiswa paralel dalam lingkungan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 (β=0.864, p<0.00). Pada penelitian ini juga ditemukan indikasi perbedaan tingkat kemandirian belajar mahasiswa berdasarkan gender, kelompok usia, dan aspek pembentuk motivasi belajarnya.Kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang diberlakukan selama masa pandemi Covid-19, menyebabkan institusi perguruan tinggi di Indonesia menyelenggarakan pembelajaran dengan mengintegrasikan sistem daring secara penuh yang membawa perubahan pada proses dan situasi pembelajaran mahasiswanya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran motivasi belajar sebagai prediktor kemandirian belajar mahasiswa paralel dalam lingkungan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain survey ini menggunakan analisis regresi sederhana untuk menguji hipotesis. Responden penelitian adalah 39 mahasiswa kelas paralel Universitas Paramadina program sarjana (10 laki-laki, 29 perempuan), pengumpulan data menggunakan teknik sampling purposif convenience nonprobability. Penelitian ini menggunakan skala motivasi belajar dengan aspek intrinsik dan ekstrinsik dari Uno (2019) dan skala kemandirian belajar dengan aspek-aspek kemandirian belajar dari Rusman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berkontribusi sebesar 66,6% terhadap kemandirian belajar dan motivasi belajar sebagai prediktor bernilai positif yang signifikan terhadap kemandirian belajar mahasiswa paralel dalam lingkungan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 (β=0.864, p<0.00). Pada penelitian ini juga ditemukan indikasi perbedaan tingkat kemandirian belajar mahasiswa berdasarkan gender, kelompok usia, dan aspek pembentuk motivasi belajarnya
ANALISIS SEMIOTIKA FEMINISME EKSISTENSIALIS TOKOH “JUDY†DALAM FILM ANIMASI ZOOTOPIA BAGI MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
This study is entitled "Semiotic Analysis of Existentialist Feminism as the Character "Judy" in the Zootopia Animation Film for Students of the Faculty of Social and Political Sciences, Swadaya University Gunung Jati". The animated film Zootopia produced by Clark Spencer is an animated adventure-comedy genre film produced by Disney in 2016. The film Zootopia tells the story of a rabbit named Judy Hopps who lives in the town of Bunnyburrow. Judy has a dream to go to Zootopia, a city where all animals can coexist harmoniously and Judy has a dream to become a rabbit policeman for the first time in that city. So in this case, the researcher formulates the problem, namely how the meaning of denotation, connotation and myth of existentialist feminism character "Judy" in the animated film Zootopia. The purpose of this study is to find out the meaning of the scenes in the animated film Zootopia by looking at the denotative meanings, connotative meanings and myths related to Simone de Beauvoir\u27s existentialist feminism values ​​in the character Judy. The research method used in this study is a qualitative method with Roland Barthes\u27s semiotic analysis. Based on the results of research conducted by the author, it can be concluded that the meaning of denotation in each scene already describes the value of existentialist feminism in the character Judy. Focusing on each scene that depicts Judy\u27s expressions and conversations in determining the path of life she aspires to. Then the connotative meaning, in every scene in the film is related to the value of existentialist feminism, namely how the hidden meaning contained in each scene is like how Judy as an existentialist feminist shows and fights for her existential freedom. Meanwhile, the meaning of the myth that the author finds in every scene in the film is related to the value of existentialist feminism, namely things that are believed by film audiences, for example, as a woman, you must know the purpose of life as well as struggle and maintain your ideals. Through the myth built by the character Judy in the animated film Zootopia, there is a myth that spreads with the term \u27Assembling upstream, swimming to the shore\u27 in other words, if you want to be successful, you have to be brave enough to work hard first.
Keywords: Existentialist, Feminism, Zootopia, Film