E-Journal Universitas Paramadina
Not a member yet
    333 research outputs found

    HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PROBLEM FOCUSED COPING PADA MAHASISWA BERORGANISASI DI UNIVERSITAS PARAMADINA

    Get PDF
    Banyaknya tuntutan yang harus mahasiswa capai baik yang berasal dari tuntutan akademik dan non akademik (organisasi) akan menunjukan respon yang berbeda dalam diri tiap mahasiswa, maka disinilah peran coping sangat diperlukan. Salah satu bentuk coping yang cukup efektif ialah problem focused coping, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi problem focused coping salah satunya, kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Paramadina yang aktif berorganisasi. Subyek penelitian (N=61) diambil dari populasi dengan teknik non- probability sampling yaitu convenience sampling. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner berupa G-Form melalui group-group. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik korelasi Spearman’s Rho. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping (rs=-0,618; p=0,000). Dari analisis lebih lanjut diketahui bahwa kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dengan problem focused coping. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping pada mahasiswa berorganisasi di Universitas Paramadina. Dimana semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki maka semakin tinggi penggunaan problem focus coping pada mahasiswa dalam mengatasi stress yang dialaminyaAbstrak : Banyaknya tuntutan yang harus mahasiswa capai baik yang   berasal   dari tuntutan akademik dan non akademik (organisasi) akan menunjukan respon yang berbeda dalam diri tiap mahasiswa, maka disinilah peran coping sangat diperlukan. Salah    satu    bentuk coping yang   cukup    efektif   ialah problem   focused coping, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi problem focused coping salah satunya, kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan      antara    kecerdasan  emosional  dengan problem      focused coping. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Paramadina yang aktif berorganisasi. Subyek penelitian (N=61) diambil dari populasi dengan teknik non- probability sampling yaitu convenience sampling. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner berupa G-Form melalui group-group. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik korelasi Spearman’s Rho. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping (rs=-0,618; p=0,000). Dari analisis lebih lanjut diketahui bahwa kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dengan problem focused coping. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan problem focused coping pada mahasiswa berorganisasi di Universitas Paramadina. Dimana semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki maka semakin tinggi penggunaan problem focus coping pada mahasiswa dalam mengatasi stress yang dialaminya

    PENERAPAN ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DALAM INTERNATIONAL HUMAN RESOURCES MANAGEMENT

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk menganalisis penerapan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam manajemen sumber daya manusia internasional (IHRM). Dengan meningkatnya globalisasi bisnis dan kesadaran akan pentingnya praktik bisnis yang berkelanjutan, etika bisnis dan CSR menjadi aspek yang semakin penting dalam IHRM. Kajian ini menggunakan metode analisis literatur untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai penelitian terkait topik ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis dan CSR dalam IHRM dapat meningkatkan reputasi perusahaan, menarik dan mempertahankan talenta global, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih etis dan berkelanjutan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam implementasi etika bisnis dan CSR di lingkungan bisnis internasional. Berdasarkan temuan ini, penelitian memberikan beberapa saran praktis bagi perusahaan untuk mengintegrasikan etika bisnis dan CSR ke dalam strategi IHRM.   Kata Kunci: Etika Bisnis, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, International Human Resources Management, CSR, Manajemen Sumber Daya Manusia Internasional

    Analisis Gaya Kepemimpinan Lintas Budaya Ekspatriat Dalam Memimpin Perusahaan: Literatur Review

    Get PDF
    Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan sumber daya alam dari berbagai sektor komoditi. Maka tak heran jika banyak inverstor asing yang membangun bisnisnya di negeri ini sehingga banyak ekspatriat dari berbagai negara yang bekerja di Indonesia untuk memimpin kegiatan operasional mereka. Hal ini menjadi tantangan bagi para ekspatriat yang ditugaskan untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang memiliki kecakapan dalam mengelola karyawan dengan latar budaya yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti secara aktif berinteraksi dengan fakta yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis mengenai gaya kepemimpinan lintas budaya ekspatriat pada PT. BRITMINDO, maka dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan lintas budaya yang diterapkan ekspatriat di PT. BRITMINDO adalah gaya kepemimpinan demokratik. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan lintas budaya di PT. BRITMINDO antara lain faktor pengalaman di lapangan dan faktor kemampuan interpersonal. Tantangan yang dihadapi oleh pemimpin lintas budaya di PT. BRITMINDO terletak pada masalah persepsi, stereotipe dan etnosentrisme yang dimiliki oleh pada pemimpin ekspatriat

    Mengurus Homo Indonesiaensis

    Get PDF
    Diskusi-diskusi mengenai Indonesia, Negara Indonesia, NKRI, kebangsaan Indonesia, dan sebagainya sering lupa bahwa Indonesia bukanlah sekedar fakta geografis, demografis, politis, ataupun yuridis saja.  Indonesia adalah sebuah proyek kultural psikologis besar.  Oleh karena itu, untuk mengurus Indonesia diperlukan juga strategi kultural psikologis yang komprehensif, bukan sekedar jargon dan seremoni saja. Pada gilirannya, mencari strategi budaya yang pas bagi Indonesia hari ini menuntut kita untuk memahami Indonesia sebagai suatu modern post-colonial state.  Identitas dan dinamika kebangsaan hari ini merupakan fungsi dari warisan kolonial sebelum kemerdekaan dan apa yang terjadi setelahnya.  Dengan demikian, pertama-tama yang perlu untuk dilihat adalah Indonesia sebagai suatu “projek’ psikologis besar dan faktor-faktor yang terlibat di dalamnya; kedua, kondisi Indonesia/manusia Indonesia hari ini; dan yang ketiga, atas dasar kedua hal di atas, bagaimana kita membangun fondasi bagi strategi kebudayaan yang pas

    KONVERGENSI MEDIA DAN PERUBAHAN KEBIASAAN MENONTON SINETRON PRIME TIME PEREMPUAN PENONTON SETIA

    Get PDF
    beradaptasi melalui digitalisasi dan konvergensi media. Konvergensi media menjadi keharusan bagi media konvensional agar konten yang diproduksi tetap relevan dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang viewing habit perempuan-perempuan penonton setia sinetron prime time televisi, bagaimana dan mengapa mereka tetap memilih menonton melalui media tradisional maupun beralih melalui media baru atau mungkin ada pilihan cara lain. Lebih lanjut juga diharapkan akan bisa diketahui apakah ada perbedaan pada perempuan-perempuan penonton setia sinetron prime time televisi tentang pilihan mereka di dalam mengonsumsi sinetron kegemaran mereka terkait latar belakang dan alasannya. Teori Uses and Gratifications digunakan sebagai kerangka untuk memahami motivasi penonton dalam mengakses media baru. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kualitatif dengan wawancara mendalam kepada subjek penelitian kepada subjek penelitian yang terdiri dari perempuan berusia 25 hingga 50 tahun, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan penonton setia sinetron memiliki kebiasaan menonton yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebutuhan emosional, sosial, dan hiburan. Penonton juga menunjukkan keterikatan yang kuat terhadap karakter dan alur cerita sinetron, yang berfungsi sebagai pelarian dari rutinitas sehari-hari. Simpulannya, menikmati sinetron melalui televisi tetap menjadi pilihan utama bagi perempuan penonton setia meskipun ada perubahan dalam cara mengkonsumsi media dan konvergensi media memberikan peluang baru bagi industri sinetron untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Kata Kunci: Konvergensi Media, Sinetron, Penonton Setia, Uses and Gratification

    IKLAN LAYANAN MASYARAKAT BANGKIT DARI PANDEMI VERSI KETOPRAK DI RADIO SUARA KUDUS: REPRESENTASI BUDAYA DI KUDUS

    Get PDF
    Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu bentuk komunikasi yang menyampaikan pesan-pesan sosial, baik yang bersifat ajakan maupun himbauan, yang ditujukan kepada masyarakat untuk mengatur kehidupan bermasyarakat melalui perubahan perilaku yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis naskah iklan layanan masyarakat yang berjudul Bangkit Dari Pendemi versi kethoprak. Naskah tersebut terdiri dari tiga bagian, yaitu bahasa, budaya baru, seni tradisi dan pesan moral, dan tradisi ketoprak. Hasil analisis menunjukkan bahwa naskah tersebut berhasil mengintegrasikan berbagai elemen budaya lokal Kudus, termasuk penggunaan bahasa lokal, tradisi ketoprak, dan nilai-nilai gotong royong. Iklan ini berperan penting dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait pencegahan COVID-19 di sektor budaya dan ekonomi kreatif. Iklan ini tidak hanya menyampaikan informasi mengenai protokol kesehatan, tetapi juga berfungsi untuk membangkitkan semangat dan motivasi para pekerja seni dan budaya untuk tetap produktif di tengah tantangan pandemi. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memahami peran komunikasi periklanan dalam konteks budaya dan sosial di Indonesia. Kata Kunci: Budaya, Radio, Iklan, Masyaraka

    Perkawinan Dengan Ahli Kitab Perspektif Ulama Indonesia: Sebuah Kajian Literatur

    Get PDF
    Dalam konteks keimanan, Ahli Kitab merupakan terma khusus dalam al-Quran dan kajian hukum Islam yang membedakan dari terma lain seperti muslim, mukmin, musyrik dan kafir. Karena merupakan terma yang khusus, interaksi umat muslim, seperti perkawinan dengan Ahli Kitab memiliki implikasi hukum syariat yang berbeda dengan musyrik dan kafir. Meskipun demikian, pandangan para ulama berbeda pendapat mengenai siapa dan implikasi hukum yang menyertai Ahli Kitab. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kajian kepustakaan, penelitian ini membahas mengenai pandangan ulama atau organisasi keagamaan mengenai Ahli Kitab dalam pembahasan di jurnal akademik periode 2019-2023. Hasil penelusuran mengenai pandangan ulama atau organisasi keagamaan mengenai Ahli Kitab tidak tunggal. Ada kelompok yang mendefinisikan secara sempit sehingga memiliki implikasi hukum perkawinan dengan Ahli Kitab menjadi haram. Kemudian ada kelompok yang memperluas definisi Ahli Kitab bukan hanya terbatas pada kaum Nasrani/Kristen tetapi agama lain seperti Majusi, Zoroaster, Konghucu dan lainnya sehingga memiliki implikasi kebolehan perkawinan dengan Ahli Kitab

    Apakah Gen-Z memiliki Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi yang lebih tinggi terhadap Prestasi Kerja dibandingkan generasi lainnya?

    Get PDF
    Penelitian ini ingin mengkaji prestasi kerja dari faktor budaya organisasi dan dan komitment organisasi melalui perbandingan antar generasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Budaya organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap Prestasi Kerja dengan membandingkan tiga Gen-X, Y, dan Z. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif kausal komparatif yang ingin membandingkan tiga Gen-Yang berbeda sebagai level analisis dalam konteks budaya organisasi dan komitment organisasinya terhadap prestasi kerja. Sebanyak 270 orang responden dari populasi sebanyak 600 karyawan terlibat dalam penelitian ini dengan menggunakan Teknik sampling cluster sampling. Uji validitas instrumen menggunakan skor validitas Pearson dan uji reliabilitas menggunakan skor Alpha Cronbach. Tiga istrumen yang digunakan adalah skala budaya organisasi, skala komitmen organisasi, dan skala prestasi kerja. Ketiga insturmen menggunakan skala likert dengan 5 preferensi pilihan; sangat setuju hingga sangat tidak setuju. Uji hipotesis menggunakan Teknik Anova dua jalur. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam perbedaan generasi, dimana Gen-Z, memiliki budaya organisasi dan komitmen organisasi yang lebih tinggi dibandingkan Gen-X dan Gen-Y dan hal ini merupakan faktor yang dapat mempengaruhi prestasi kerja. Penelitian ini membandingkan budaya organisasi berdasarkan 3 Gen-Yang berbeda (Gen-X, Y, dan Z) serta komitmen organisasi (rendah, sedang dan tinggi). Bagi Perusahaan, dapat lebih mengoptimalkan Gen-Z bahwa menjadi potensi prestasi kerja yang lebih baik dibandingkan Gen-X dan Gen-Y karena memiliki komitmen organisasi yang lebih tinggi

    ANALISIS FAKTOR KONTRIBUTIF PASIEN SKIZOFRENIA DAN COPING STRATEGI CAREGIVER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya skizofrenia paranoid pada subjek berinisial MS, seorang pria berusia 28 tahun yang didiagnosis dengan gangguan skizofrenia paranoid sejak tahun 2021. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan teknik asesmen melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami gejala skizofrenia paranoid, termasuk halusinasi auditorik dan visual serta perilaku agresif, adaptasi dan penerapan strategi koping yang efektif oleh keluarga berkontribusi pada perbaikan hasil perawatan serta kesejahteraan subjek. Faktor predisposisi yang signifikan meliputi kurangnya kehadiran orang tua dan minimnya kasih sayang selama masa kanak-kanak, yang menciptakan kecemasan dasar dan ketidakamanan emosional. Pengalaman sosial negatif, seperti penolakan dalam hubungan romantis dan perlakuan buruk di tempat kerja, bertindak sebagai faktor presipitasi yang memicu dan memperburuk gejala gangguan psikotik pada subjek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi dari faktor psikologis dan lingkungan berperan penting dalam perkembangan skizofrenia paranoid pada subjek, dengan ketegangan internal yang tidak terselesaikan sebagai elemen kunci dalam gangguan mental yang dialaminya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya skizofrenia paranoid pada subjek berinisial MS, seorang pria berusia 28 tahun yang didiagnosis dengan gangguan skizofrenia paranoid sejak tahun 2021. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan teknik asesmen melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami gejala skizofrenia paranoid, termasuk halusinasi auditorik dan visual serta perilaku agresif, adaptasi dan penerapan strategi koping yang efektif oleh keluarga berkontribusi pada perbaikan hasil perawatan serta kesejahteraan subjek. Faktor predisposisi yang signifikan meliputi kurangnya kehadiran orang tua dan minimnya kasih sayang selama masa kanak-kanak, yang menciptakan kecemasan dasar dan ketidakamanan emosional. Pengalaman sosial negatif, seperti penolakan dalam hubungan romantis dan perlakuan buruk di tempat kerja, bertindak sebagai faktor presipitasi yang memicu dan memperburuk gejala gangguan psikotik pada subjek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi dari faktor psikologis dan lingkungan berperan penting dalam perkembangan skizofrenia paranoid pada subjek, dengan ketegangan internal yang tidak terselesaikan sebagai elemen kunci dalam gangguan mental yang dialaminya

    Mengelola Stres dengan Inemuri: Studi Fenomenologi pada Karyawan PT TMI

    Get PDF
    PT TMI adalah perusahaan penyedia layanan pelatihan yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia, kesehatan serta keselamatan kerja (K3) dengan cakupan klien meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia Dalam peningkatan kinerja karyawan, manajemen PT TMI menerapkan sebuah program baru bernama Inemuri, yang terinspirasi dari budaya Jepang. Implementasi Inemuri diharapkan mampu menekan stress kerja karyawan, sehingga produktivitas kerja lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan program Inemuri terhadap tingkat stress melalui metode kualitatif model fenomenologi kepada 3 (tiga) orang karyawan PT TMI dari Divisi yang berbeda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Inemuri memiliki peranan dalam menurunkan tingkat stres karyawan yang ditandai dengan perasaan bahagia, tubuh yang lebih “fresh”, peningkatan fokus dan semangat bekerja. Namun, beberapa faktor penghambat masih muncul yang perlu mendapatkan perhatian dari manajemen agar implementasi program Inemuri lebih optimal, diantaranya: 1) Tidak fleksibelnya waktu impelementasi program Inemuri yang hanya terbatas saat sesi jam istirahat saja; 2) Beban kerja karyawan khususnya Divisi Sales sering kali masih tinggi saat jam istirahat, sehingga menghilangkan ‘hak’ mereka atas program Inemuri, 3) Durasi pelaksanaan Program Inemuri yang terlalu singkat, 4)Dukungan atasan yang dinilai belum merata, sering kali membuat karyawan setelah program Inemuri tetap dihadapkan pada beban kerja yang tinggi, 5) Kemampuan manajemen stress karyawan yang belum mumpuni, sehingga mereka menjadi cukup mudah mengalami stress kerja, meskipun telah menjalani program Inemuri

    291

    full texts

    333

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Universitas Paramadina
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇