KARYA DOSEN Fakultas Sastra UM
Not a member yet
77 research outputs found
Sort by
PENERAPAN STANDAR PROSES PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 13 MALANG TAHUN AJARAN 2012/2013
ABSTRAK Rahmah, L. 2012. Penerapan Standar Proses Pendidikan dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 13 Malang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sasta Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Roekhan, M. Pd, pembimbing (II) Prof. Dr. Djoko Saryono, M. Pd. Kata Kunci: standar proses pendidikan, pembelajaran menulis puisi, menulis puisi Penerapan standar proses pendidikan merupakan kebijakan yang sangat penting dan strategis untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Melalui standar proses pendidikan setiap guru dan pengelola sekolah dapat menentukan bagaimana seharusnya proses pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem. Dengan demikian, pencapaian standar proses untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat dimulai dari menganalisis setiap komponen yang dapat membentuk dan mempengaruhi proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran berdasarkan standar proses pendidikan, guru berperan secara optimal, begitu juga dengan siswa. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang dilakukan siswa tidak mungkin terjadi tanpa perlakuan guru, karena guru memiliki tugas utama sebagai (1) perencana pembelajaran, (2) pelaksana pembelajaran, dan (3) penilai pembelajaran. Pembelajaran ini berkaitan dengan kompetensi dasar, yaitu menulis puisi bebas, karena kompetensi dasar ini diajarkan di kelas VIII SMP. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran menulis puisi di kelas VIII. Untuk itu diadakan penelitian berjudul Penerapan Standar Proses Pendidikan dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 13 Malang tahun ajaran 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menulis puisi berdasarkan penerapan standar proses pendidikan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis puisi berdasarkan penerapan standar proses pendidikan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang, dan (3) penilaian pembelajaran menulis puisi berdasarkan penerapan standar proses pendidikan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Penelitian ini digolongkan menjadi penelitian kualitatif. Jenis penelitian kualitatif dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif eksplanatori, yaitu peneliti berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan bagaimana penerapan standar proses dalam pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas VIII. Data dalam penelitian ini meliputi (1) data perencanaan, (2) data pelaksanaan, dan (3) data penilaian pembelajaran menulis puisi. Sumber data berupa (1) dokumen atau arsip meliputi silabus dan RPP, perangkat penilaian, foto, dan video rekaman, (2) responden berkaitan dengan pembelajaran menulis puisi yaitu guru, dan (3) peristiwa, yaitu berlangsung KBM yang dilaksanakan oleh guru dan siswa mulai dari ujaran serta tindakan guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dan penilaian. Hasil penelitian untuk rumusan masalah perencanaan pembelajaran menulis puisi bebas, yaitu silabus dan RPP yang digunakan guru sudah sesuai dengan kriteria perencanaan yang ada dalam standar proses pendidikan. Hasil penelitian berkaitan untuk rumusan masalah pelaksanaan pembelajaran menulis puisi bebas secara keseluruhan sudah sesuai dengan silabus dan RPP yang digunakan. Guru bahasa Indonesia kelas VIII D melakukan tiga tahapan kegiatan dalam pelaksanaan pembelajaran menulis puisi bebas, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan silabus dan RPP, namun tujuan pembelajaran menulis puisi bebas di kelas VIII D sudah tercapai dengan baik. Hasil penelitian untuk rumusan masalah penilaian pembelajaran menulis puisi bebas mutlak dilakukan untuk mengukur kompetensi keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Jenis penilaian meliputi penilaian hasil dan proses, dengan alat penilaian berupa tes dan nontes. . Berdasarkan hasil penelitian ini,peneliti memberikan saran sebagai berikut. Pertama, kepala sekolah diharapkan lebih bisa mengukur keberhasilan program pendidikan yang dipimpinnya, diharapakan lebih mengontrol apakah kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan berpijak pada pada proses yang telah ditentukan. Kepala sekolah diharapkan dapat mengusahakan ketersediaan sarana dan prasana yang dibutuhkan untuk keberhasilan proses pembelajaran, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kedua, guru Bahasa Indonesia kelas VIII D diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran dengan dengan sungguh-sungguh melalui perencanaan yang matang dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dan lebih memperhatikan kondisi siswa. Sebaiknya guru dapat menciptakan kondisi belajar yang optimal, dan guru dapat mengorganisasikan waktu dengan baik agar tujuan pembelajaran tercipta secara optimal. Ketiga, bagi peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis di sekolah yang berbeda, agar dapat mengetahui bagaimana hasil penelitian di sekolah lain dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran
THE CORRELATION BETWEEN READING COMPREHENSION ABILITY AND EXPOSURES TO READING ITEMS IN VIDEO GAMES
RINGKASAN Reading is one of the most important skills in learning English. Nowadays not many people like to read and they tend to play video games for their leisure activity. The researcher aims to investigate the correlation of video game and reading comprehension. This research used correlation research design and the subjects were 43 gamers who already finished their high school and did not enroll in English language department. The instruments used for data collection were a questionnaire and a reading test. The findings showed that there is a positive correlation between exposure to video games and reading comprehension ability. The computed value of correlation coefficient is .312 and it is categorized as low correlation. Thus, some investigations were conducted to find out the reason of the low correlation. The reason of the low correlation is mainly because of the video game genre. There are some video game genres which are not heavily text-based, such as MOBA (Multiplayer Online Battle Arena). The number of participants who like to play video game which is not heavily text-based, especially MOBA, is about fifty one percent. Almost all of the participants who play video game entitled “Mobile Legend” in the past few months were playing video game in Indonesian, hence the low correlation coefficient. In conclusion, exposure to video games and reading comprehension have a positive correlation. Thus, in order to use video game in the class, the genre of video game should be specific such as Role-Playing Games, Adventure Games, or Simulation Games, and the video game should implement some narrative aspect such as a story. English educators can use video game as a teaching and learning media, but the genre should be taken into consideration. Future researcher can do experimental research by using video game as a material in reading class, especially in extensive reading class
EXPLORING “SCIENTIFIC APPROACH” IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING
In this year (2013), the Ministry of Education and Culture has just launched a new curriculum for elementary and high schools - Curriculum 2013. This curriculum is claimed to be different from the previous one – KTSP- in several aspects. One of the differences is that “a scientific approach” is introduced. This approach is old and new. It is old as it has been used in science. It is new because it is newly applied in English language teaching (ELT). For language teachers (English), this approach is not clear yet and probably it causes some controversies. This paper aims at exploring the notions of “scientific approach” and its possible application in English language teaching. Key Words: Scientific Approach, English Language Teachin
Perncangan buku komunikasi visual Indonesia darurat narkoba
ABSTRACT Perncangan buku komunikasi visual Indonesia darurat narkobaPutra, Efendi Rohmansa. 2016. Perncangan buku komunikasi visual indonesia darurat narkoba, Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Didiek Rahmanadji, Drs., M.Pd.(II) Heppy Jundan Hendrawan, S.Sn, M.DsKata Kunci: Perancangan, komunikasi visual, indonesia darurat narkoba, narkobaSaat ini narkoba telah melanda negara Indonesia ini. Bermulai dengan mencoba hingga sampai menjadi seorang pecandu narkoba dan pengedar narkobasekaligus. Bagaimana dengan generasi muda penerus bangsa ketika narkoba masih menjadi salah satu virus yang sangat berbahaya bagi moral bangsa remaja maupun dewasa terkena narkoba. kurangnya himbauan yang ketat dari berbagai pihak membuat generasi terjerumus hingga menjadi korban dari narkoba.Ide besar konsep perancangan ini berawal dari kata judul Indonesia Darurat Narkoba, yang berarti narkoba yang telah menjadi suatu fenomena juga virus yang meresahkan generasi moral juga masyarakat di Indonesia. Hingga penulis membuat sebuah buku pengenalan “Anti Narkoba” Dengan konsep gaya desain Swiss Style ialah buku berbasis visual yang lagi trend saat ini. Dengan desain yang banyak cenderung menginformasikan lewat media tipografi juga sedikit ilustrasi foto akan menjadi suatu komunikasi yang diharapkakn efektif bagipembaca. Konten yang dihadirkan juga ringkas hingga pembaca dapat menyimpulkan dengan menggabungkan pengertian gambar dengan konten isi buku.Perancangan ini menghasilkan media utama berupa buku ilmiah berbasis komunikasi visual Indonesia darurat narkoba yang diharapkan mampu menjadi sarana komunikasi visual untuk mendukung upaya meminimalisir pengguna narkoba maupun pengedar narkoba di tanah air. Dan juga dapat membagikan suatu ilmu kreatif dalam upaya pengenalan buku berbasis swiss style desain tersebut.ABSTRACT Putra, Efendi Rohmansa. Design 2016. Indonesia visual communication books emergency drugs, Visual Communication Design, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Didiek Rahmanadji, Drs., M.Pd. (II) Heppy Jundan Hendrawan, S.Sn, M.DsKeywords: Design, visual communication, Indonesia emergency drugs, drugCurrently the drug has hit the country Indonesia. Startlingly trying to get into a drug addict and a drug dealer once. What about the younger generation successor to the nation when the drug remains one of the viruses that are dangerous to the nation's moral adolescents and adults exposed to drugs. lack of strict appeals from various parties create a generation fall to become victims of drugs.The big idea of this design concept originated from the title says Indonesia Emergency Drugs, which means the drug has become a phenomenon virus also troubling moral generation communities in Indonesia. Until the author makes an introduction book "Anti-Drug" With the concept design style Swiss Style is a visual based book again the current trends. With a design that many tend to be informed through the media of typography too little photo illustration would be aneffective communication diharapkakn for the reader. The content is presented is also quick to the reader to conclude by combining images with a sense of the contents of the book content.This design resulted in major media in the form of scientific books Indonesia-based visual communication of emergency drugs that are expected to be a means of visual communication to support efforts to minimize drug users and drug dealers in the country. And also can share a creative science in an effort introduction of book-based swiss style of the design
Penggunaan Bahasa dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMP Kelas VII Kurikulum 2013 Terbitan Kemendikbud
RINGKASAN Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif dan ejaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa penggunaan kalimat dan ejaan. Sumber data berupa buku teks Bahasa Indonesia kelas VII SMP kurikulum 2013 terbitan Kemendikbud. Hasil penelitian ini berupa penggunaan kalimat efektif dan tidak efektif, serta penggunaan ejaan yang tepat dan tidak tepat. Keefektifan kalimat disebabkan oleh urutan fungsi sintaksis membentuk urutan yang tepat, unsur-unsur yang tidak digunakan secara berlebihan, hubungan yang bernalar antar unsurnya, dan tidak menggunakan kata yang mengambigukan. Ketidakefektifan kalimat disebabkan oleh tidak hadirnya unsur wajib, adanya unsur-unsur yang berlebih dan penggunaan preposisi yang tidak perlu. Pada aspek penggunaan ejaan, ketidaktepatan paling banyak ditemukan pada pemakaian huruf dan diikuti dengan penggunaan tanda baca, sedangkan ketidaktepatan penulisan kata ditemukan paling sedikit
THE ANALYSIS OF INDONESIAN STUDENTS’ ENGLISH TEXTBOOK AND THAI STUDENTS’ ENGLISH TEXTBOOK
ABSTRACT Cicilia, Tifany. 2017. Indonesian Students’ English Coursebook and Thai Students’ English Coursebook. Thesis. English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL, M.Pd., (II) Dr. Sintha Tresnadewi, M.Pd. Key Words: English Textbook, Evaluation, Indonesian and Thai StudentsThis study is aimed to examine how Bahasa Inggris book compared to English Explorer 2, an English textbook used in Thailand. The instrument used in this study was an evaluation sheet adapted from BSNP (2014), Basic Education Core Curriculum (2008), Cunningsworth (1995), and Tomlinson (2003) which covered content feasibility, graphic feasibility, methodology, language content, language skills, and practical consideration.The study implemented qualitative content analysis research design. The evaluation sheet used consisted of 6 variables, 21 sub-variables, and 40 indicators. A teacher of SMA Negeri 2 Malang and I evaluated the two coursebooks by using the evaluation sheet. Each of us filled the evaluation sheets which then were compiled into one data collection. After that, I analyzed the collected data by writing a description figuring out the reasons behind each score given in the evaluation sheet and the implications of the findings.The result of the study showed that English Explorer 2 book was better than Bahasa Inggris book in five out of the six variables. English Explorer 2 was ahead Bahasa Inggris book in terms of content feasibility ( = 3.42>3.07), graphic feasibility ( = 3.46>2.86), language content ( = 3.375>2.75), language skills ( = 3.5>2.4), and practical consideration ( = 4>3.5). Bahasa Inggris was better than English Explorer 2 in only one variable, methodology, in which Bahasa Inggris got 3.3 and English Explorer 2 got 2.67 for the average score of methodology variable. In conclusion, based on the result of the study, a further improvement by the materials developers for both coursebooks was needed. Materials developers were encouraged to consider to take experts’, teachers’, and students’ opinion into account. Teachers as educators were also suggested to be able to choose the most suitable coursebooks for their students’ needs. Students should also be able to find materials which were the most suitable with their learning styles. Last but not least, future researchers were suggested to conduct a study in coursebook evaluation by using a whole coursebook package and by comparing with other cousebooks available in the market
Pengembangan Media Pembelajaran Menyimak Cerita Wayang Untuk SMP Kelas IX KTSP Berbasis Multimedia Interaktif
ABSTRAK Al-a’laa, NotaraRatuJelytaDraydhie. 2017. Pengembangan MediaPembelajaranMenyimakCeritaWayanguntuk SMP Kelas IX KTSP Berbasis Multimedia Interaktif. Skripsi.Jurusan Sastra Indonesia, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing; Prof. Dr. Suyono,M.Pd Kata Kunci : pengembangan media pembelajaran, menyimakceritawayang,pembelajaranmenyimak, multimedia interaktifMenemukanpesandariceritawayangmerupakansalahsatukompetensidasar KTSP matapelajaranbahasaJawakota Malang yang harusdikuasaiolehpesertadidikkelas IX tingkat SMP/MTs.Kompetensiinitermasukdalamaspekmendengarkandanmengerucutpadakegiatanmenyimak. Kegiatanmenyimakceritawayanginidapatmeningkatkantingkatpemahamanpesertadidikterhadapisipesan yang terkandungdalamceritawayangdanmerealisasikanterhadapkehidupansehari-harimereka.Akan tetapihaltersebutbelumtercapaidikarenakanadanyabeberapahambatan.Hambatantersebutantaralain, yaitudarifaktor internal danfaktoreksternal. Hambatanfaktor internal adalahhambatan yang datangdaridiripesertadidiksendiri, sedangkanhambatanfaktoreksternaladalahhambatan yang terkaitdenganfasilitaspembelajaranyaitu media pembelejarandanstrategipembelajaran yang digunakanoleh guru.Berkaitandenganhaltersebutperluadanyapengembangan media pembelajaranmenyimakceritawayang yang dapatmengatasibeberapahambatan.Hal inidimaksudkanuntukmemfasilitasidanmendukung proses pembelajaranmenyimakceritawayang di tingkat SMP/MTs.Adapunbeberapahal yang mendasaripentingnyapengembangan media pembelajaran, yaknikebutuhanpesertadidikdantuntutan guru untukdapatmemfasilitasipesertadidikmenguasaikompetensisesuaituntutankurikulumdenganmenyajikan proses belajar yang berkualitasdenganmemperhatikankarakteristikpesertadidiktingkat SMP kelas IX.Penelitiandan pengembangan ini bertujuanmenghasilkanproduk media pembelajaranmenyimakceritawayangkelas IX SMP KTSP berbasis multimedia interaktif.Tujuanumumtersebutdapatdirincimenjadibeberapatujuankhusus, yaitu(1) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian materi; (2) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian tampilan yang interaktif; dan(3) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian bahasa komunikatif.Dalam penelitian dan pengembangan ini diadaptasidarimodelpengembanganBorg and Gall.Dari model pengembangantersebutterdapat5tahapanprosedurpenelitianpengembangan, yaitu:(1) tahappenelitiandanpengumpulaninformasiawal, (2) perencanaan, (3) pengembanganproduk, (4) ujicoba, dan(5) revisi.Produkhasilpenelitiandanpengembanganinidiujicobakepadaahlimaterimenyimakceritawayang, ahli media pembelajaran, praktisi (guru Jawa), dankelompokkecilpesertadidik yang beranggotakan 10 siswadenganmembagikanangket.Berdasarkandata hasilujivalidasiprodukyaknidiklasifikasikanberdasarkankelayakanisi media pembelajaran, kelayakankomponen/ sajian media pembelajaran, kelayakanbahasa media pembelajarandankelayakantampilan media pembelajaran.Klasifikasitersebutsimpulandarihasilujicobaahli, praktisidanlapangan.Berikutadalahhasilrekapitulasidaribeberapaklasifikasihasilujivalidasiproduk media.Kelayakanisimemperolehpresntase rata-rata 83%.Kelayakankomponen/ sajian media pembelajarnmemperolehpresentase rata-rata 88%.Kelayakanbahasa media pembelajaranmemperolehpresentase rata-rata 84%.Kelayakantampilan media pembelajaranmemperolehpresentase rat-rata 82%.Media pembelajaran yang dihasilkanpadapenelitiandanpengembanganinidiberijudulNyemakCritaPewayangan. Media pembelajaraniniterdiriatas 6 bagian.Bagian 1 memuatkalimatpembuka, standarkompetensi, kompetensidasar, danindikator.Bagian 2 memuattokohwayang, asalusulcritawayang, danjinisebasa.Bagian 3 memuatlarah-larahanenemtokakepesencritapawayangan, audio ceritawayangberjudulResi Durna lan Duryudana, video wayangkulitberjudulKarna dadi Senapati,dan video ceritawayang orang berjudulRembugan Baratayuda.Bagian 4 memuat 3 bagiansoalsesuaijudulceritawayangpadabagian 3.Bagian 5 memuatkamusbahasaJawadanataubahasaKawi .Bagian 6 memuatprofilpengembang. Adapunbeberapasaranpemanfaatanproduk yang dihasilkanpadapenelitiandanpengembanganini, yakniditujukanpadapihak-pihak yang berkaitandenganpengembangan media pembelajaranmenyimakceritawayang, guru agar dapatmemanfaatkan media pembelajaransecara optimal, pesertadidik agar memanfaatkanprodukuntukmenemukanisipesanceritawayangsecaramandiri, dandiseminasiproduk agar disebarluaskanmelaluijurnalpenelitian, forum MGMP Kota/ Kabupaten Malang serta media sosial
Kajian Strukturalisme Todorov Pada Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan
RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Teori yang digunakan untuk membedah karya ini adalah teori strukturalisme Tzvetan Todorov yang meliputi (1) aspek sintaksis, dan (2) aspek semantik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan penelitian dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan ditemukan data mengenai (1) urutan peristiwa secara kronologis dan logis, dan (2) tema, tokoh dan latar. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai salah satu bahan bacaan dalam memahami karya sastra dengan perspektif strukturalisme
Faktor-Faktor Penunjang Minat Berwirausaha pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Rahmasari. M, Devia. 2011. Faktor-Faktor Penunjang Minat Berwirausaha padaMahasiswa S1 Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Fakultas Teknik UniversitasNegeri Malang. Skripsi, Prodi Pendidikan Teknik Bangunanan Fakultas TeknikUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. N. Bambang Revantoro, S. T.,M. T. (II) Ir. Henri Siswanto, M. Sc. Kata kunci: faktor penunjang, minat berwirausaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel faktorpenunjang yang mempengaruhi minat berwirausaha. Penelitian ini mempunyaidua variabel, yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X)terdiri dari pola pikir (X1), keterampilan (X2), sikap mental (X3), instuisi (X4),lingkungan keluarga (X5), lingkungan pendidikan (X6) sedangkan variabelterikatnya (Y) adalah minat berwirausaha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini berusahauntuk menjelaskan kondisi dan pengaruh faktor-faktor penunjang secara parsialmaupun secara simultan terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa S1 PTBFakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah para mahasiswa S1 PTB FakultasTeknik Universitas Negeri Malang yang registrasi tahun 2010/2011 Sedangkansampel dalam penelitian ini adalah 87 responden. Sampel diambil denganmenggunakan teknik Random sampling. Kondisi faktor-faktor penunjang (pola pikir, keterampilan, sikap mental,instuisi, lingkungan keluarga, dan lingkungan pendidikan) dan minatberwirausaha pada mahasiswa S1 PTB Fakultas Teknik Universitas NegeriMalang yang registrasi tahun 2010/2011 sudah baik. Hasil penelitian ini adalah:(1) terdapat pengaruh pola pikir secara parsial minat berwirausaha padamahasiswa S1 PTB Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, tidak terdapatpengaruh keterampilan secara parsial minat berwirausaha pada mahasiswa S1PTB Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, tidak terdapat pengaruh sikapmental secara parsial minat berwirausaha pada mahasiswa S1 PTB FakultasTeknik Universitas NegeriMalang, terdapat pengaruh instuisi secara parsialminat berwirausaha pada mahasiswa S1 PTB Fakultas Teknik Universitas NegeriMalang; (2) variabel yang dominan mempengaruhi minat berwirausaha adalahpola pikir. Hal ini dikarenakan pola pikir memiliki Sumbangan Efektif (SE)terbesar yaitu 22,5%. Dan nilai koefisien determinasi (R2) secara simultan yangditunjukkan dengan adjusted R square bernilai 0.270
Penggunaan Kalimat Bahasa Indonesia dalam Penulisan Teks Berita Peserta Ekstrakulikuler Jurnalistik SMAN 01 Pomggok Tahun Pelajaran 2013/2014
ABSTRAK Aprilia, Nanik Karlina. 2014. Penggunaan Kalimat Bahasa Indonesia dalam Penulisan Teks Berita Peserta Ekstrakulikuler Jurnalistik SMAN 01Ponggok Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sunaryo HS., S.H, M.Hum., (II) Drs. Bustanul Arifin, S.H. M.Hum Kata Kunci: penggunaan kalimat, penulisan teks berita, berita Teks berita merupakan hasil bahasa tulis yang berupa tulisan atau karangan. Seseorang yang ingin menyampaikan ide, pikiran, atau gagasan untuk menulis sebuah berita melalui bahasa tulis pasti berurusan dengan kelengkapan unsur bahasa tulis.Teks berita bertujuan menggambarkan suasana yang terjadi sesuai dengan berita yang disampaikan penulis kepada pembaca. Teks berita memuat laporan atau memberitakan fakta dan ide dari segala peristiwa aktual yang menarik untuk dibaca orang banyak. Teks berita ini disajikan dalam bentukidentifikasiataugambaransebuahkejadian yang memenuhinilaicepat, nyata, faktual, penting, danmenarik.Bahasa tulis yang digunakan dalam teks berita menggunakan ragam bahasa jurnalistik. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang penggunaan kalimat dalam penulisan teks berita peserta ekstrakulikuler jurnalistik SMAN 01 Ponggok tahun pelajaran 2013/2014 berdasarkan (1) struktur internal klausa, (2) jumlah klausa, dan (3) penggunaan kalimat tunggal berdasarkan kategori frasa yang menjadi predikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan disusun dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks penulisan berita peserta ekstrakulikuler jurnalistik SMAN 01 Ponggok tahun pelajaran 2013/2014. Instrumenpenelitianini, yaitu (1) perintahdanpetunjukmenulisberita, (2) tabelpanduankriteriaidentifikasi data, dan (3) peneliti.Teknikpengumpulan data berupates.Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data yang terkumpul berupa kalimat yang terdapat pada teks berita peserta ekstrakulikuler jurnalistik SMAN 01 Ponggok tahun pelajaran 2013/2014. Teknikanalisis data melalui empat tahap, yaitu (1) mengolah data, (2) mereduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan tiga triangulasi, yaitu (1) triangulasi teori, (2) triangulasi ahli, dan (3) triangulasi perpanjangan telaah teks. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama Penggunaan kalimat tunggal berdasarkan struktur internal klausa dalam penulisan teks berita peserta ekstrakulikuler jurnalistik SMAN 01 Ponggok tahun pelajaran 2013/2014 terdiri atas kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Penggunaan kalimat lengkap lebih banyak daripada penggunaan kalimat tidak lengkap. Kedua, penggunaan kalimat berdasarkan jumlah klausa dalam penulisan teks berita peserta ekstrakulikuler jurnalistik SMAN 01 Ponggok tahun pelajaran 2013/2014 terdiri atas kalimat tunggal dan kalimat luas. Penggunaan kalimat luas lebih banyak dibandingkan dengan kalimat tunggal sehingga struktur kalimatnya menjadi rumit atau kompleks. Pada penggunaan kalimat tunggal dan luas juga ditemukan kalimat tidak berterima. Ditemukan adanya penggunaan pelesapan atau elipsis. Pelesapan tersebut dimaksudkan untuk menghilangkan kemubaziran (redundansi).Ketiga, penggunaan kalimat tunggal berdasarkan kategori frasa yang menjadi predikat dalam penulisan teks berita peserta ekstrakulikuler jurnalistik SMAN 01 Ponggok tahun pelajaran 2013/2014 terdiri atas kalimat nominal, kalimat verbal, kalimat adjektival, kalimat numeral, dan kalimat preposisional. Jumlah kalimat verbal lebih banyak dari pada penggunaan kalimat nominal, kalimat adjektival, kalimat numeral, dan kalimat preposisional. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada pihak-pihak yang berkenan dengan pembelajaran bahasa Indonesia, terutama pembelajaran kaidah bahasa Indonesia.Pertama, bagi peneliti bahasa Indonesia disarankan melakukan penelitian serupa yang lebih mendalam terkait dengan masalah kebahasaan, khususnya bidang sintaksis. Misalnya, penelitian tentang pemakaian konjungsi bahasa Indonesia.Kedua, bagi guru bidang studi bahasa Indonesia disarankan memanfaatkan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan sumber belajar, khususnya yang berkaitan dengan menulis berita. Demikian juga, bagi pembina ekstrakulikuler jurnalistik, penelitian ini juga bisa dijadikan evaluasi pada penulisan teks berita. Hal ini karena dalam penulisan teks berita peserta ekstrakulikuler jurnalistik SMAN 01 Ponggok tahun pelajaran 2013/2014 ditemukan kalimat yang tidak lengkap dan tidak berterima. Oleh karena itu, perlu diperbanyak kegiatan latihan menulis teks berita dan hendaknya lebih diteliti struktur kalimat yang digunakan peserta ekstrakulikuler jurnalistik. Dengan demikian, pembina ekstrakulikuler jurnalistik bisa langsung memberikan masukan, saran, dan penguatan materi, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan kalimat. Ketiga, bagi siswa penelitian ini bisa dijadikan bahan evaluasi penggunaan kalimat yang ditulis dalam teks berita. Siswa harus banyak belajar tentang bagaimana menulis teks berita dengan menggunakan kalimat yang baik dan benar sesuai dengan kaidah penulisan teks berita