SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    PENGARUH METODE PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION SYSTEM (PECS) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS DI SLB AUTIS LABORATORIUM UM

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Citra  2018. Pengaruh Metode Picture Exchange Communication System (PECS) Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis Di SLB Autis Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, (2) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si Kata kunci: Autis, Metode Picture Exchange Communication System (PECS), Kemampuan Komunikasi. Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan yang sangat kompleks yang mencakup bidang komunikasi, interaksi sosial, emosi, dan ketertarikan terhadap perilaku tertentu. Autis mengalami hambatan belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang mengakibatkan dampak-dampak tertentu, salah satunya hambatan dalam berkomunikasi pada siswa autis sehingga diperlukannya metode untuk membantu anak dalam mengemukakan keinginannya. Anak membutuhkan alat bantu dan metode khusus dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan bahasa terutama dalam kemampuan berbicara. Salah satu metodenya yaitu metode Picture Exchange Communication System (PECS). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan tentang kemampuan komunikasi anak autis di SLB Autis Laboratorium UM sebelum diberikan metode Picture Exchange Communication System (PECS). (2) Mendeskripsikan tentang kemampuan komunikasi anak autis di SLB Autis Laboratorium UM sesudah diberikan intervensi metode Picture Exchange Communication System (PECS). (3) Mendeskripsikan pengaruh metode Picture Exchange Communication System (PECS) terhadap kemampuan komunikasi anak autis di SLB Autis Laboratorium UM. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A. Subjek penelitian adalah anak autis kelas 1 SLB Autis Laboratorium UM. Instrumen penelitian ini menggunakan yang berisikan tentang kemampuan komunikasi anak berdasarkan tahapan PECS fase 1 sampai fase 6 dengan menggunakan kriteria penilaian skor maksimal adalah 4 dan 1 adalah skor minimal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis visual dalam bentuk grafik data antar kondisi dan dalam kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Picture Exchange Communication System (PECS) berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan komunikasi anak autis di SLB Autis Laboratorium UM. Hal ini ditunjukkan dengan presentase overlap 0% yang berarti bahwa intervensi berupa metode Picture Exchange Communication System (PECS) memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan komunikasi anak di SLB Autis Laboratorium UM. Selain itu, hasil analisis data menunjukan kemampuan komunikasi anak autis mengalami peningkatan pada kondisi Baseline-2 (A2) atau kondisi kontrol yaitu skor stabil  72,50%, skor tersebut lebih tinggi dari kondisi Baseline-1 (A1) atau kondisi sebelum diberikan intervensi dengan skor stabil 50,00%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode Picture Exchange Communication System (PECS) terdapat pengaruh terhadap peningkatan kemampuan komunikasi anak autis di SLB Autis Laboratorium UM. Saran yang dapat  diberikan adalah: (1) Bagi sekolah disarankan untuk memberikan jam khusus setiap harinya untuk memberikan latihan atau terapi pada anak autis verbal pasif agar kemampuan komunikasi anak meningkat baik komunikasi ekspresif maupun reseptif.(2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian menggunakan metode Picture Exchange Communication System (PECS) untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan bicara pada anak autis. (3) Bagi orang tua agar dapat memberikan metode PECS dirumah, agar dapat mengetahui keinginan anak melalui media visual dan kemampuan komunikasi anak menjadi lebih berkembang

    Pembinaan Olahraga Renang bagi Siswa Berprestasi dalam Cabang Olahraga Renang (Studi Kasus di SMPLB Negeri Malang)

    No full text
    ABSTRAK   Wibowo, Ragil  2018. Pembinaan Olahraga Renang bagi Siswa Berprestasi dalam Cabang Olahraga Renang (Studi Kasus di SMPLB Negeri Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Abdul Huda, M. Pd, (2) Sopingi, S.Sos, M.Pd. Kata kunci: Pembinaan olahraga renang; siswa berprestasi; SLB Anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang sama dengan anak reguler. Dengan melakukan pembinaan yang tepat terhadap anak berkebutuhan khusus dalam hal ini bakat olahraga renang, diharapkan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Di SMPLB Negeri Malang terdapat dua siswa yang berprestasi dalam olahraga renang yaitu siswa tunarungu dan tunagrahita. Kedua siswa tersebut pernah menjuarai perlombaan renang di tingkat Kota maupun Provinsi. Sekolah telah melakukan pembinaan olahraga renang sejak awal siswa masuk ke sekolah berdasarkan hasil asesmen. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) program pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi dalam cabang olahraga renang, (2) pelaksanaan pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi dalam cabang olahraga renang, (3) hambatan pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi dalam cabang olahraga renang, dan (4) upaya mengatasi hambatan pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi dalam cabang olahraga renang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Miles dan Huberman, antara lain reduksi data, penyajian data, dan mengambil keputusan Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) program pembinaan olahraga renang yaitu pihak sekolah melakukan kerjasama dengan orangtua untuk mendaftarkan ke klub renang, kemudian klub renang memberikan program latihan bagi siswa, (2) pelaksanaan pembinaan olahraga renang dibagi menjadi dua, yaitu di sekolah dan di klub renang, (3) hambatan pelaksanaan pembinaan olahraga renang berupa tidak adanya sarana di sekolah dan mood siswa; (4) upaya mengatasi hambatan pembinaan olahraga renang adalah kerjasama dengan orangtua dan lebih mengenali karakteristik siswa.  Saran diperuntukkan kepada (1) Kepala sekolah hendaknya dapat mengambil keputusan bijak dalam memilih salah seorang guru sebagai penanggungjawab olahraga renang, (2) Pelatih, agar mempelajari tentang karakteristik dan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus, (3) Guru, ketika proses asessmen diharapkan guru dapat menggali lebih dalam lagi potensi-potensi yang ada pada seluruh siswa

    Pelaksanaan Program Bina Diri Memasak Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di SMP Negeri 4 Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Lina. 2018. Pelaksanaan Program Bina Diri Memasak Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di SMP Negeri 4 Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.M.Shodiq AM,M.Pd, (2) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn.   Kata Kunci:Bina Diri, Memasak; Inklusi Banyak sekolah inklusi yang hanya memperhatikan layanan akademik anak berkebutuhan khusus saja, padahal mereka  memiliki kebutuhan dasar yang tidak mampu dipenuhi karena keterbatasan yang dimilikinya. Salah satu program yang bisa membantu anak berkebutuhan khusus dalam pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri adalah bina diri. Maka, sudah seharusnya sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus melaksanakan program bina diri seusai karakteristik anak berkebutuhan khusus. SMP Negeri 4 Sidoarjo merupakan sekolah penyelenggara inklusi yang melaksanakan program bina diri bagi anak bekrebutuhan khusus, salah satunya adalah memasak. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripskann: (1) pelaksanaan program bina diri memasak, (2) kendala pelaksanaan program bina diri memasak, (3) upaya mengatasi kendala pelaksanaan program bina diri memasak, dan (4) dampak pelaksanaan program bina diri memasak. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,observasi,dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang dilakukan melalui tahapan reduksi,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa (1) pelaksanaan program bina diri memasak meliputi perencanaan,pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan melalui rapat koordinasi 1 dan II. Pelaksanaan pembelajaran memasak terdiri dari dua pertemuan pembelajaran yaitu penyampaian materi (mengenai bahan, alat, dan langkah memasak) dan praktik memasak. Evaluasi terdiri dari evaluasi program dan evaluasi hasil belajar. (2) Kendala pelaksanaan program bina diri memasak yaitu siswa  lupa adanya jadwal pull out memasak, suasana hati siswa tidak menentu, dan jadwal pelaksanaan program bina diri terbentur kegiatan sekolah. (3) Upaya mengatasi kendala pelaksanaan program bina diri memasak antara lain: mengingatkan siswa dan wali murid satu hari sebelum pembelajaran memasak  atau guru pembimbing khusus menjemput satu persatu siswa di kelas reguler, guru pembimbing khusus membujuk siswa sesuai dengan karakteristiknya, dan mengundur pelaksanaan atau merubah jumlah kelompok. (4) Dampak dari pelaksanaan bina diri memasak adalah kemandirian, kemampuan motorik halus, jiwa kewirausahaan, dan pemahaman tentang uang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan program bina diri memasak bagi siswa berkebutuhan khusus di SMP Negeri 4 Sidoarjo sudah berjalan dengan baik dan sesuai. Saran dalam penelitian ini diperuntukkan kepada, (1) guru pembimbing khusus, agar pengawasan dan perhatian dalam pelaksanaan program bina diri memasa

    Pengaruh Penggunaan Permainan Pancing Angka Terhadap Kemampuan Penjumlahan 1-10 Bagi Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Idayu 1 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rahmantara, Andi. 2018. Pengaruh Penggunaan Permainan Pancing Angka Terhadap Kemampuan Penjumlahan 1 – 10 Bagi Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Idayu 1 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn   Kata Kunci: Tunagrahita, Permainan Pancing Angka, Hasil Belajar Tunagrahita adalah keadaaan seseorang yang mengalami hambatan perkembangan mental dalam aspek intelegensi, sosial, dan fungsi – fungsi mental lainnya. Diperlukan modifikasi dalam pembelajaran agar siswa dapat tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Permainan pancing angka adalah salah satu dari bentuk permainan yang dimodifikasi agar siswa dapat tertarik mengikuti pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: apakah media permainan pancing angka ini dapat meningkatkan siswa dalam mengenal angka siswa tunagrahita kelas V SDLB Idayu 1 Kota Malang?. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan populasi dan sampel, variabel bebas dan terikat, instrumen penelitian, validasi, pengumpulolan data, analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan data hasil pre-test dan post-test, uji hipotesis. Hasil temuan penelitian ini adalah adanya pengaruh media permainan pancing angka terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDLB Idayu 1 Kota Malang. Adapun uji Wilcoxon diperoleh Thitung diperoleh 15. Nilai kritis dari uji Wilcoxon α= 0,05 dan n = 5 ( jumlah sampel ) dai uji Wilcoxon dan diperoleh Ttabel diperoleh 1. Dari hasil penhitungan tersebut dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima Sebab Thitung (0) ≤ Ttabel (1). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil rata – rata pre-test yaitu 47 dan hasil nilai rata – rata post-test yaitu 72. Jadi, terdapat pengaruh media permainan pancing angka terhadap hasil belajar matematika terhadap siswa tunagrahita. Saran : (1) untuk guru SLB diharapkan dapat menerapkan metode permainan didalam kelas yang lebih bevariasi agar siswa dapat antusian dan aktif dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil dari kemampuan berhitung siswa, (2) Untuk sekolah disarankan untuk menyediakan media pembelajaran yang lebih menarik agar siswa tidak bosan dalam pembelajara

    Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Tunarungu Kelas VII SMPLB Negeri Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mahendra, Yoda. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Tunarungu Kelas VII SMPLB Negeri Kota Malang. Skripsi. Jurusan Penidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si (2) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum.   Kata Kunci : Tunarungu, Model Picture and Picture, Hasil Belajar Tunarungu dapat diartikan sebagai salah satu keadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai rangsangan, terutama melalui indera pendengarannya. Diperlukan modifikasi pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam mengikuti aktivitas belajar agar siswa dapat berkomunikasi dengan baik dengan guru dan temannya. Model picture and picture  berguna untuk membantu siswa dalam mengikuti pelajaran, terutama dalam pembelajaran IPA. Rumusan masalah penelitian ini adalah : Apakah  terdapat pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar IPA siswa tunarungu kelas VII SMPLB Negeri Kota Malang ?. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan populasi dan sampel, variabel bebas dan terikat, instrumen penelitian, validasi, pengumpulan data, analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan data hasil pre-test dan post-test, uji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh model picture and picture terhadap hasil belajar IPA siswa tunarungu kelas VII di SMPLB Negeri Kota Malang. Adapun Uji Wilcoxon diperoleh Thitung = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 5 (jumlah sampel) dari uji Wilcoxon dan diperoleh Ttabel = 1. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Hi diterima, sebab Thitung (0) ≤ Ttabel (1). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil rata-rata pre-test yaitu 58 dan hasil nilai rata-rata post-test yaitu 78. Jadi, terdapat pengaruh model picture and picture terhadap hasil belajar IPA siswa tunarungu. Disarankan : (1) guru menerapkan metode picture and picture dalam pembelajaran IPA. (2) untuk sekolah diharapkan menyediakan media untuk pembelajaran siswa

    Pengaruh Penggunaan Metode SQ3R (survey, question, read, recite, review) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Tunarungu Kelas VII di SLB Pembina Tk. Nasional Bagian C Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Setyawati, Erika. 2018. Pengaruh Penggunaan Metode SQ3R (survey, question, read, recite, review) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Tunarungu Kelas VII di SLB Pembina Tk. Nasional Bagian C Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes, (2) Drs. Usep Kustiawan, M.Sni.   Kata Kunci: Tunarungu, Metode SQ3R, Membaca Pemahaman. Membaca merupakan kegiatan atau proses menerapkan sejumlah keterampilan mengolah teks bacaan dalam rangka memahami isi bacaan. Anak tunarungu kesulitan dalam memahami suatu bacaan karena kosakata yang dimilikinya sangatlah terbatas dan bahkan terkadang salah dalam mempersepsikan suatu kata. Oleh karena itu, anak tunarungu mengalami kesulitan dalam mengungkapkan informasi dalam bacaan yang dibaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan membaca pemahaman peserta didik tunarungu kelas VII sebelum dan sesudah diberikan metode SQ3R (survey, question, read, recite, review) dan mendeskripsikan pengaruh metode SQ3R (survey, question, read, recite, review) dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik tunarungu kelas VII di SLB Pembina Tk. Nasional Bagian C Lawang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tulis untuk kegiatan pretest dan kegiatan posttest. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini ialah uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, hasilnya yaitu nilai rata-rata pada kegiatan pretest sebesar 54, dan nilai rata-rata kegiatan posttest sebesar 87. Hasil output diperoleh dengan syarat apabila H0 diterima yakni memiliki Thitung  > Ttabel dan H0 ditolak jika memiliki Thitung < Ttabel. Pada penelitian ini diperoleh hasil Thitung < Ttabel, yakni nilai Thitung=0 < Ttabel=1 atau 0 < 1 sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman peserta didik tunarungu sebelum dan sesudah diberikannya metode SQ3R. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada metode SQ3R dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik tunarungu kelas VII di SLB Pembina Tk. Nasional Bagian C Lawang. Saran yang diajukan oleh penulis untuk lembaga sekolah ialah bahwa metode SQ3R dapat dijadikan referensi dalam pemilihan model pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada peserta didik tunarungu. Bagi guru dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik tunarungu. Bagi peneliti selanjutnya penggunaan metode SQ3R dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada peserta didik dengan ketunaan selain tunarungu

    Pengembangan Media Audio Tutorial Penggunaan Aplikasi Pengolah Kata untuk Meningkatkan Keterampilan Mengetik pada Siswa Tunanetra

    No full text
    ABSTRAK   Nidhom, Try Febri. 2018. Pengembangan Media Audio Tutorial Penggunaan Aplikasi Pengolah Kata untuk Meningkatkan Keterampilan Mengetik pada Siswa Tunanetra. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Prof, Dr, Mohamad Efendi, M.Pd, M.Kes, (2) Dr. Henri Praherdiono, M.Pd   Kata kunci:Aplikasi pengolah kata, audio tutorial, tunanetra Di sekolah siswa tunanetra mendapatkan pembelajaran komputer. Namun pembelajaran TIK khususnya dalam pengoperasian aplikasi pengolah kata masih sulit dilakukan oleh siswa dengan hambatan penglihatan. Kesulitan yang dialami oleh siswa dengan hambatan penglihatan pada saat mengoperasikan aplikasi pengolah kata dikarenakan semua prosedur yang dilakukan dalam mengolah kata ditampilakan dalam layar yang tidak dapat diakses oleh siswa dengan hambatan penglihatan. Tujuan umum dari penelitian pengembangan ini yaitu mengembangkan audio tutorial penggunaan aplikasi pengolah kata yaitu microsoft word untuk meningkatkan keterampilan mengetik siswa tunanetra. Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah “menghasilkan tutorial cara mengoprasikan aplikasi pengolah kata yaitu microsoft word untuk meningkatkan keterampilan mengetik siswa tunanetra dalam pelajaran TIK di SMA LB Ma’arif Lamongan. Audio tutorial adalah alat peraga yang berupa keluaran suara yang dapat didengar berisi materi dengan menyajikan langkah-langkah penggunaan aplikasi pengolah data, dengan bahasa yang sederhana dan jelas.Pengembangan ini dilakukan karena belum adanya tutorial pembelajaran aplikasi microsoft word yang berbasis audio. Audio tutorial penggunaan aplikasi pengolah kata Microsoft office word menggunakan format file mp3 yang dapat diputar melalui perangkat keras handphone. Hasil unjuk kerja yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas produk ini dapat disimpulkan bahwa audio tutorial penggunaan aplikasi pengolah kata ini mampu meningkatkan keterampilan mengetik pada siswa tunanetra. Kesimpulan tersebut didukung berdasarkan analisis data sebagai berikut: (1) Validasi ahli media  92,5 % (sangat layak), (2) Validasi ahli materi 95 %, (4) Hasil rata pre-test 41,3 meningkat pada post-test menjadi 81,6. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk media audio tutorial penggunaan aplikasi pengolah kata Microsoft office word 2010 telah layak menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan TIK dalam mengetik

    pengaruh metode reading aloud terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan kelas VIII di SMPLB Putra Jaya Malang

    No full text
    ABSTRAK   Tuna grahita adalah seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan rendah yang membutuhkan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari. Membaca merupakan kegiatan yang penting dalam kehidupan. Membaca bukan hanya membunyikan tulisan atau lambang bunyi, melainkan juga menanggapi dan memahami isi bacaan. Bagi anak tuna grahita kegiatan membaca merupakan aktivitas yang membutuhkan daya ingat tinggi. Kemampuan membaca anak tuna grahita ringan relatif rendah bila dibandingkan dengan anak normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh reading aloud terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tuna grahita ringan kelas VIII di SMPLB Putra Jaya Malang.. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, metode yang digunakan yaitu pre-eksperimental dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 6 anak di SMPLB Putra Jaya. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes yang berbentuk soal pemahaman dan menggunakan analisis data menggunakan rumus uji wilcoxon. Hasil penelitian data yang diperoleh seluruh siswa dengan rata-rata pretest sebesar 33,3 dan rata-rata nilai posttest 75. Hasil output diperoleh nilai sig. 2 (2-tailed) sebesar 0,00 yang berarti bahwa nilai sig.2 (2-tailed) lebih kecil dari nilai α (0,05) menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode reading aloud terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tuna grahita ringan kelas VIII di SMPLB Putra Jaya Malang

    Pengaruh Metode APS (Alphabetic Phonic Syllabic) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunarungu Kelas III SDLBN Kedungkandang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aslama, Lita. 2018. Pengaruh Metode APS (Alphabetic Phonic Syllabic) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tuna rungu Kelas III SDLBN Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Sopingi, S.Sos, M.Pd.   Kata Kunci: Metode Alphabetic Phonic Syllabic, Membaca Permulaan, Tunarungu. Tunarungu adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami hambatan dalam mendengar akibat adanya kerusakan dalam organ pendengaran. Hambatan pendengaran mengakibatkan seorang tunarungu terhambat dalam perolehan bahasa. Diperlukan metode tertentu untuk membantu siswa dalam pemerolehan bahasa, khususnya membaca permulaan. Metode APS(Alphabetic Phonic Syllabic) merupakan metode pengajaran membaca permulaan yang dimulai dari bentuk khusus ke umum. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunarungu kelas III SDLBN Kedungkandang Malang sebelum diterapkan metode Alphabetic Phonic Syllabic, (2) Mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunarungu kelas III SDLBN Kedungkandang Malang setelah diterapkan metode Alphabetic Phonic Syllabic, (3) Mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode Alphabetic Phonic Syllabic terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunarungu kelas III SDLBN Kedungkandang Malang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Pre-Experimental Design dengan desain Pre-Test And Post-Test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan kemampuan membaca permulaan . Instrumen berupa soal tes. Perolehan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai Sig (2-tailed) = 0,003 < 0,05 , artinya hopotesis nol(H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Alphabetic Phonic Syllabic berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunarungu kelas III SDLBN Kedungkandang Malang. Saran bagi guru agar menggunakan media yang menarik saat menggunakan metode Alphabetic Phonic Syllabic dalam pembelajaran membaca permulaan

    implementasi pembelajaran tematik di sdlb panca bhakti magetan

    No full text
    RINGKASAN   Pembelajaran tematik secara efektif akan membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan. Dengan demikian pembelajaran ini memberikan kesempatan pada siswa untuk memahami masalah yang kompleks dengan cara pandang yang utuh. Dengan pembelajaran tematik ini diharapkan siswa memiliki kemampuan mengidentifikasi yang ada disekitarnya secara bermakna. Belajar akan lebih bermakna apabila peserta didik mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera secara utuh, daripada hanya mendengarkan penjelasan guru saja dan materi diberikan secara terpisah-pisah. Fokus perhatian dalam pembelajaran tematik terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang : 1)Perencanaan Pembelajaran Tematik di SDLB Panca Bhakti Magetan, 2) Pelaksanaan Pembelajaran Tematik di SDLB Panca Bhakti Magetan, 3) Evaluasi Pembelajaran Tematik di SDLB Panca Bhakti Magetan, 4) Hambatan dalam Pembelajaran Tematik di SDLB Panca Bhakti Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 guru kelas  sebagai informan kunci dan kepala sekolah sebagai informan tambahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perencanaan pembelajaran masih terlihat bervariasi. Belum semua RPP menggunakan model RPP tematik. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran tematik, kegiatan pembelajaran di kelas sebagian besar belum menggunakan model pembelajaran tematik, terlihat dalam penyampaian materi masih terpisah-pisah. Namun demikian, ada pula yang sudah menggunakan model pembelajaran tematik. Pada tahap penilaian, belum menggunakan model penilaian tematik. Penilaian hasil belajar yang dilaksanakan oleh semua guru adalah bentuk tes tertulis yang masih dilaksanakan secara terpisah, sesuai dengan mata pelajaran, tidak digabungkan dengan mata pelajaran lain yang berada dalam satu tema. Pada penilaian proses yang dilaksanakan hanya penilaian sikap. Hambatan yang ditemui guru adalah kurangnya sosialisasi mengenai pembelajaran tematik, kurangnya sarana-prasarana, serta buku pedoman guru dan buku pedoman siswa.   Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam pelaksanaan pembelajaran tematik akan berjalan dengan optimal apabila didukung oleh beberapa hal diantaranya, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, sarana dan prasana yang memadai. Serta guru harus menguasai kemampuan profesional  yang menguasai  materi  kurikulum secara luas dan mendalam serta mampu menyampaikannya secara mendalam serta mampu menyampaikannya kepada peserta didik berdasarkan teori-teori penyampainnya. Saran dari penelitian ini adalah (1) Dinas Pendidikan hendaknya mencetak buku pedoman penyusunan dan pelaksanaan pembelajaran tematik bagi guru.  (2) Guru dapat belajar lebih banyak mengenai kurikulum ini melalui media-media yang sudah tersedia, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan kurikulum. (3) Guru ikut melaksanakan penilaian mengenai kurikulum yang sedang dilaksanakan sehingga Dinas Pendidikan mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh guru, peserta didik, dan sekolah.

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇