SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Media Kartu Gambar Berseri Terhadap Ketrampilan Toilet Training Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Nainggolan, Ida Nauli, 2015. Pengaruh Penggunaan Media Kartu Gambar Berseri Terhadap Ketrampilan Toilet Training Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi S1 PLB. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Saichudin, Dr,  M.Kes (2) Abdul Huda, Drs, M.Pd.   Kata kunci : media Kartu Gambar Berseri, kemampuan toilet training, anak autis Anak penyandang autis pada umumnya mereka mengalami kesulitan dalam  pemahaman, komunikasi/ interaksi, dan kemandirian. Penyandang autis pada umumnya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal, hal ini menimbulkan munculnya berbagai masalah yang salah satu diantaranya yaitu mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari hari. Mereka kurang memiliki kemandirian, sehingga kebutuhan dan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari sangatlah bergantung kepada orang lain. Kondisi anak dengan autis yang mempunyai keterbatasan dalam  hal komunikasi sehingga kondisi tersebut membuat mereka kesulitan dalam mengekspresikan keinginan dan kebutuhannya.Karena anak tidak bisa menyampaikan keinginan/kebutuhannya, maka untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) juga mereka seringkali tidak mampu untuk mengungkapkan keinginannya, oleh karena itu di sekolah ataupun di rumah mereka seringkali ngompol dan BAB di celana. Akibatnya kegiatan belajar mengajar sering terganggu. Namun anak autis dengan gaya belajar visual learner masih bisa dilatih dengan pembelajaran berbentuk visual, untuk itu peneliti menggunakan Media Kartu Gambar Berseri sebagai alternatif pemecahan masalah- masalah tersebut. Subyek penelitian ini adalah anak autis berusia 4 tahun yang saat ini bersekolah di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian SSR ( Single Subyect Research) dengan desain penelitian A-B-A. Subjek penelitian sebanyak satu orang yang berada di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Penelitian dilakukan dalam 16 sesi yaitu baseline-1(A1) sepanjang 5 sesi, kondisi intervensi (B) sepanjang 6 sesi,  dan baseline-2 (A2) sepanjang 5 sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi  menggunakan media Kartu Gambar Berseri berpengaruh terhadap Ketrampilan Toilet Training pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Hasil tersebut dibuktikan dengan pemerolehan mean  level yang meningkat dari baseline-1 sebesar 42,4 sedangkan intervensi sebesar 94,33 dan baseline -2 sebesar 98,6. Presentasi overlap antar kondisi baseline-1 terhadap intervensi sebesar 0%. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penggunakan media Kartu Gambar Berseri terhadap peningkatan ketrampilan toilet training anak autis. Adapun saran bagi guru dalam penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran ini  sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa

    PEMANFAATAN MEDIA BLOG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA SISWA TUNARUNGU KELAS V SDLB IDAYU2 KAB MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Damayanti, Anis. ” Pemanfaatan Media Web Blog Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Gaya Siswa Tunarungu Kelas V Sdlb Idayu 2 KabMalang ”. Skripsi.Program Studi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing I : Drs.Tomas Iriyanto,S.Pd, M.Pd Pembimbing  II : Henry Praherdiono,S.Si,M.Pd   Kata Kunci : Media Blog, Hasil Belajar, Gaya, Tuna Rungu   Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media blog untuk meningkatkan Hasil belajar siswa materi gaya tunarungu kelas 5 di SDLB IDAYU 2 Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kwalitatif yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai hasil temuan data dalam tindakan. Model penelitian diadaptasi dari model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart dalam Sukaryana ( 2003 : 30 ). Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan, tiap siklus tindakan terdiri dari empat langkah kegiatan : ( 1 ) Perencanaan tindakan ( 2 ) Pelaksanaan Tindakan ( 3 ) Observasi ( 4 ) Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDLB IDAYU 2 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Deskripsi data diperoleh dengan melakukan analisis dan sintesis serta mereduksi hasil temuan data pra tindakan dan hasil tindakan, sehingga menjadi paparan data yang dapat dipergunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Deskripsi data hasil penelitian adalah, hasil belajar rata – rata kelas siswa pra tindaka 65 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 65 % ). Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I hasil belajar rata – rata meningkat menjadi 67.5 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 67.5 % ), tetapi masih di bawah nilai standart minimal 70 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 70 % ). Setelah melakukan refleksi untuk penyempurnaan pelaksanaan tindakan, pada siklus II hasil belajar rata – rata kelas yang dicapai siswa dapat meningkat menjadi 76.25 ( dengan tingkat penguasaan materi rata – rata kelas 76.25 % ). Peneliti memutuskan untuk menghentikan tindakan pada siklus II, karena hasil belajar rata – rata kelas siswa telah melebihi standart minimum rata – rata kelas 70 ( tingkat penguasaan materi rata – rata kelas minimum 70 % ), sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan data hasil penelitian, disarankan agar dalam pembelajaran IPA guru menggunakan media blog, untuk meningkatkan daya serap siswa dan hasil belajar pada materi pembelajaran, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Hasil temuan data dalam penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran, penggunaan media blog dapat menciptakan proses pembelajaran komunikatif sehingga siswa dapat terlibat dan menjadi subyek dalam proses pembelajaran

    Pembelajaran Keterampilan Berbelanja Untuk Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Putra Jaya Kota Malang Menggunakan Teknik Shaping

    No full text
    ABSTRAK Arroki, Moch. 2015. Pembelajaran Keterampilan Berbelanja Untuk Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Putra Jaya Kota Malang Menggunakan Teknik Shaping, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Imanuel Hitipeuw, M. A, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd Kata kunci: keterampilan berbelanja, teknik shaping Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah penggunaan teknik shaping terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbelanja anak tunagrahita? Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen menggunakan metode penelitian subjek tunggal (Single Subject Design) dengan desain A-B-A-B dan menggunakan satuan ukur skor. Subjek penelitian ini adalah salah satu siswa tunagrahita yang kelas V di SDLB Putra Jaya Kota Malang pada tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan  non tes (observasi). Analisis data menggunakan teknik analisis visual grafik (visual analysis of graph data), yaitu dengan cara memplotkan data-data kedalam grafik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan komponen-komponen pada setiap kondisi Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik shaping efektif dalam meningkatkan keterampilan berbelanja pada siswa tunagrahita. Hal tersebut dapat dilihat dari skor yang didapat siswa yang menunjukkan perubahan level positif. Perubahan level pada fase baseline 1 ke intervensi 1 adalah sebesar yaitu 54%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan (+) keterampilan berbelanja di swalayan pada siswa dan adanya peningkatan mean dari fase baseline 1 (A1) sebesar 48 ke fase intervensi 1 (B1) sebesar 97,28. Pada fase baseline 2 (A2) mean mengalami penurunan menjadi 69,30. Kemudian intervensi 2 (B2) kembali diberikan sehingga mean menjadi meningkat sebesar 99,30. Pada fase baseline 2 (A2) ke intervensi 2 (B2) terjadi peningkatan (+) keterampilan berbelanja di swalayan sebesar 23%. Pada fase intervensi 2 (B2) target behavior dapat tercapai. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor yang mencapai skor 100, menunjukkan bahwa intervensi yang telah diberikan dapat meningkatkan keterampilan berbelanja siswa dan penggunaan teknik shaping terbukti efektif.       Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan teknik shaping efektif dalam meningkatkan keterampilan berbelanja pada siswa tunagrahita kelas V SDLB. Hal tersebut ditunjukkan melalui adanya keterampilan berbelanja pada saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa teknik shaping. Adapun saran bagi guru dari hasil penelitian ini adalah guru dapat menggunakan modifikasi perilaku lainnya yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa untuk menunjang keberhasilan dalam pembelajaran. 

    PENGARUH PENGGUNAKAN METODE PECS ( PICTURE EXCHANGE COMMUNICATION SYSTEM ) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS MALANG

    No full text
    ABSTRAK Maisaro. 2015. Pengaruh Penggunaan Metode PECS ( Picture Exchange Communication System) Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi S1 PLB. Jurusan Pendidikan Luar Biasa , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Wiwik D. Astuti.S.Pd, M.Pd  (2) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata kunci : media PECS, kemampuan komunikasi, anak autis Anak penyandang autis pada umumnya  mengalami gangguan atau kesulitan dalam  kemampuan berkomunikasi. Hal ini tentunya menjadi masalah ketika anak ingin menyampaikan keinginannya kepada orang tua atau orang di sekitarnya. Tanpa kemampuan tersebut anak akan mudah frustasi sehingga anak akan menunjukkan perilaku yang negatif  karena tidak bisa menyampaikan keinginannya dan lingkungannya tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Namun anak autis dengan gaya belajar visual learner masih dapat  dilatih dengan pembelajaran berbentuk visual, untuk itu peneliti menggunakan metode PECS ( Picture exchange communication System) sebagai alternatif pemecahan masalah  tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  pengaruh metode pembelajaran PECS terhadap kemampuan komunikasi   anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang.Subyek penelitian ini adalah anak autis berusia 5 tahun yang saat ini bersekolah di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian SSR ( Single Subyect Research) dengan desain penelitian A-B-A. Subjek penelitian sebanyak satu orang yang berada di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode PECS yang dalam pelaksanaan pembelajarannya menggunakan strategi Visual. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil perhitungan menunjukan  pemerolehan mean  level yang meningkat dari baseline -1 sebesar 43,6 sedangkan intervensi sebesar 95 dan baseline -2 sebesar 98,6. Presentasi overlape antar kondisi baseline -1 dan intervensi sebesar 0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi  menggunakan PECS berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi pada anak autis di Pusat Layanan Autis kota Malang. Dari perhitungan analisis antar kondisi  tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penggunakan metode PECS terhadap peningkatan kemampuan komunikasi anak autis. Adapun saran bagi guru dalam penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran ini  sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa

    PENGARUH METODE ABA (APPLIED BEHAVIOUR ANALISYS) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK AUTISME

    No full text
    ABSTRAK Hariyadi, Sugeng. 2015. “Pengaruh  Metode ABA (Applied Behavior Analisys ) terhadap Kemampuan Membaca Permulaan pada Anak  Autis di Pusat Layanan  Autis Kota Malang” Jurusan  Pendidikan Luar Biasa Falkutas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing ( I ) Dra.Wiwik Dwi Astuti, S. Pd, M .Pd  Pembimbing ( II) Dr. Sulthoni, M. Pd. Kata kunci : Metode ABA(Applied Behavior Analisys ),  membaca permulaan,anak  autis Membaca permulaan  merupakan salah satu  kemampuan  yang  sangat dibutuhkan bagi anak autis. Meskipun demikian bukanlah hal yang sangat mudah. Anak autis mengalami  kesulitan atau  kesukaran dalam  belajar membaca permulaan, karena anak autis memiliki keterbatasan dalam  hal –hal  yang  sifatnya abstrak, lemah dalam  hal memusatkan perhatian dan konsentasi, dan cenderung  pasif. Metode ABA (Applied Behavior Analisys) dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Oleh karena itu penggunaan kartu  huruf, suku kata, kata,  dan gambar  yang merupakan bagian dari metode ABA dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak Autistic Spectrum Disorder (ASD).Tujuan  penelitian  untuk  meningkatkan  kemampuan  membaca  permulaan; 1)  kemampuan peserta didik sebelum diberikan intervensi  menggunakan  kartu  huruf, suku kata, dan  gambar,  2) kemampuan  peserta didik  setelah diberikan  intervensi menggunakan  kartu huruf,  suku kata, dan gambar,  3) pengaruh kartu  huruf,  suku kata,  kata,  dan  gambar terhadap  kemampuan  membaca  permulaan.Metode penelitian  menggunakan  pendekatan  kuantitatif,  serta dalam intervensi dan analisis data menggunakan metode Single Subject Research (SSR)  disain A – B – A, dengan  satuan ukur persentase. Subjek penelitian adalah anak autis ringan. pengambilan data dilakukan dengan mengunakan form penilaian yang telah divalidasi. Data yang didapatkan adalah baseline -1(A1),  treatment (B) dan beseline    -2 (A2). Kemudian data dianalisa, hasil yang didapatkan : panjang kondisi baseline      - 1(A1) adalah 5 sesi observasi, selama 5 hari, kondisi intervensi (B) sampai 10 sesi selama 10 hari, dan kondisi baseline - 2(A2) adalah 4 sesi selama 4 hari pertemuan. Selanjutnya data dianalisa menggunakan grafik visual analisis yang terdiri dari analisa dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil  penelitian  menunjukkan  perolehan mean level dari baseline -1 sebesar 38,64,sedangkan intervensi sebesar 12,9, baseline -2 sebesar 94,5. Selain itu prosentase overlap antara kondisi baseline -1 ke kondisi intervensi sebesar  0%. Perhitungan tersebut menyatakan adanya  pengaruh pengunaan media kartu huruf, suku kata, kata, dan gambar terhadap kemampuan membaca permulaan sebagai target behaviour. Adapun saran  bagi guru dari penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan metode ABA untuk  meningkatkan  kemampuan  membaca  permulaan,  khususnya untuk anak dengan autisme

    Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tari Kreasi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Siswa Tunagrahita di SDLB Putra JayaMalang.

    No full text
    ABSTRAK Ratnayanti, Rahajeng. 2015. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Tari Kreasi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Siswa Tunagrahita di SDLB Putra JayaMalang. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tomas Iriyanto, M.Pd dan pembimbing (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn. Kata Kunci: tari kreasi, kemampuan motorik kasar, tuna grahita. Kondisi siswa tunagrahita yang mengalami masalah kesulitan menerima informasi, kurang konsentrasi dan perkembangan motorik yang lambat. Hal ini mengakibatkan siswa mengalami kesulitan beradaptasi dan melakukan ketrampilan dasar. Tunagrahita adalah keterbelakangan yang menunjukkan adanya keterbatasan signifikan dalam intelektual sehingga memiliki pengaruh yang kompleks. Pengaruh tersebut terwujud melalui gangguan perilaku adaptif secara konseptual, sosial, dan praktikal. Kemampuan siswa tuna grahita berat di SDLB Putra Jaya Malang dalam hal kemampuan motorik sangat lambat.Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita SDLB Putra Jaya Malang sebelum mengikuti pembelajaran tari kreasi atau kondisi baseline. (2) Mendeskripsikan kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita SDLB Putra Jaya Malang sesudah mengikuti pembelajaran tari kreasi atau pasca intervensi. (3) Untuk mendeskripsikan kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita SDLB Putra Jaya Malang pasca mengikuti pembelajaran tari kreasi kondisi (A’). (4) Adakah pengaruh pembelajaran tari kreasi terhadap kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita SDLB Putra Jaya Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian Single Subject Research (SSR) dengan desain reverseal A-B-A’. Subjek penelitian ini adalah FPNS (13Tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan postest uji tes perbuatan kemampuan motorik kasar dalam persen. Data kualitatif didapat dari wawancara guru kelas.Hasil yang diketahui dari penelitian ini adalah (1) level perubahan fase baseline (A) sebesar17,85%; (2) pada fase intervensi (B) sebesar17,86%; (3) fase baseline (A’) sebesar +3,58; (4) terdapat perubahan meningkat atau naik dari fase intervensi terhadap fase baseline sebesar +3,57%; (5) terdapat perubahan turun dari fase baseline (A’) terhadapfase intervensi (B) sebesar-17,86% dan tidak ada data tumpang tindih.Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa adanya perkembangan dalam kemampuan motorik kasar siswa tunagrahita di SDLB Putra Jaya Malang setelah menerapkan pembelajaran tari kreasi. Saran dari penelitian ini adalah perlunya perangkat sekolahmefasilitasi penerapan pembelajaran tari di sekolah.         ABSTRACT Ratnayanti, Rahajeng. 2015. The Effect of Application of Creation DanceLearning toward The Gross Motor Capabilityof Student with intellectual disabilityin SDLB Putra JayaMalang. Undergraduate thesis, Departmen of Special Education, Faculty of Education, State University.of Malang.Advisors: (1) Drs. Tomas Iriyanto, M. Pd (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn. Keywords: creation dance, gross motor capability, intellectual disability. Student with intellectual disability find a lot of difficulties to accept the information, lack of concentration and have a slow gross motor development. It can cause they get some difficult to do basic skill. An intellectual disability is the disabiltity that show a significant limited in intellectual function until it has complicated effect. The effect is manifested in adaptable behaviour impairment according to conceptual, social, and practical. The gross motor capability Student with intellectual disability (severed level) in SDLB Putra Jaya Malang is very low.The aim of the research are: (1) to describe the gross motor capability of student with intellectual disabillity in SDLB Putra Jaya Malang before intervension (A). (2) to describe the gross motor capability of student with intellectual disabillityin SDLB Putra Jaya Malang while intervension (B). (3) to describe the gross motor capability of student with intellectual disabillity in SDLB Putra Jaya Malang after intervension (A’) (4) Are there any effect of Application of Creation Dance Learning toward The Gross Motor Capability of Student with intellectual disability in SDLB Putra Jaya Malang between before and after intervension.This research is using quantitative approachment and Single Subject Research (SSR) within A-B-A’reverseal design. The subject is FPNS 13 years old. Collecting data are pretest and postest about the gross motor capability in percent. The qualitatif data is gotten from interview to the teacher. The result of the research are: (1) change level baseline condition (A) = +17,85%; (2) change level intervention condition(B)=+17,86%;(3) change level baseline condition baseline (A’) = +3,58%; (4) change level intervention (B) condition toward baseline condition (A)=+3,57%; (5)change level baseline (A’) condition toward intervention condition (B)= -17,86%. There isn’t any overlapping data among them (0%). From the research we can conclude that there is an increasing in the gross motor capability of the student with intellectual disability after following creation dance learning. A suggestion from this research for the school stakeholder is to facilitate dance learning in the school

    Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahanmelalui Penggunaan Media Toys pada Siswa Tunagrahita Kelas II di SDLB Negeri Panggungsari Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Aprilia. 2015. Peningkatan Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahanmelalui Penggunaan Media Toys pada Siswa Tunagrahita Kelas II di SDLB Negeri Panggungsari Trenggalek. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa,  Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd. (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd.   Kata Kunci: Operasi Hitung Penjumlahan, Tunagrahita, Media Toys   Berdasarkan pengamatan di SDLB Negeri Panggungsari Trenggalek kelas II terdapat permasalahan pada pembelajaran matematika operasi hitung penjumlahan, yaitu hasil dari mengoperasikan hitung penjumlahan dari angka 1 sampai angka 10 masih rendah. Hal ini dikarenakan guru saat mengajar di dalam kelas masih menggunakan metode klasikal dan penugasan, selain itu saat memberikan materi pembelajaran, guru masih mengandalkan buku pegangan guru dan papan tulis. Guru belum pernah menggunakan media pembelajaran. Tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) penerapan proses pembelajaran menggunakan media toys yang dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa Tunagrahita kelas II di SDLB Negeri Panggungsari Trenggalek, (2) peningkatan kemampuan operasi hitung penjumlahan setelah menggunakan media toys pada siswa Tunagrahita kelas II di SDLB Negeri Panggungsari Trenggalek. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas deskriptif kualitatif dengan rancangan Penelitian Tindakan Kelas. Model PTK yang digunakan yaitu peneliti sebagai guru (pengajar). Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus, terdapat 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Tunagrahita kelas II berjumlah 6 siswa, terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 2 siswi perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada pembelajaran matematika kemampuan operasi hitung penjumlahan melalui penggunaan media toys menunjukkan bahwa hasil tes mengalami peningkatan yaitu pada siklus I diperoleh hasil rata-rata siswa mencapai 62,22 dan mengalami peningkatan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata yaitu71,11.  Kesimpulan yang diperoleh yaitu penggunaan media toys dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa kelas II pada pembelajaran Matematika. Pada saat proses pembelajaran para siswa dibimbing dengan pengajaran yang diindividualisasikan. Saran yang diberikan oleh Kepala Sekolah memberikan solusi dan pertimbangan terhadap sarana dan prasarana yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran, bagi guru yaitu sebagai salah satu alternatif media pembelajaran matematika materi operasi hitung penjumlahan di Sekolah, dan bagi peneliti lanjutan apabila mengambil penelitian serupa dapat menambahkan fokus penelitian tentang aktivitas siswa pada pembelajaran dengan menggunakan media toys.                ABSTRACT   Rahmawati, Aprilia. 2015. The Increasing of Summation Operation Ability through Toys Media Utilization for Students with Intellectual Disability in second grade SDLBN Panggungsari Trenggalek. Undergraduate  Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Sihkabuden, M.Pd. (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd.   Keywords: Summation Operation, Intellectual Disability, Toys Media   Based on observation in SDLBN (Public Elementary School of Special Needs) Panggungsari Trenggalek for the second Grade, there was a problem in mathematics learning of summation operation, which was the result of operating summation from number 1 to 10 still low. It was caused by the teacher taught with classical and assignment method in class, besides that when giving learning material the teacher was still relay on teacher guidance book and whiteboard. Teacher was not using learning media yet. The research’s purpose is to describe: (1) the implementation of learning process using toys media which could increase summation operation ability to the Students with Intellectual Disability in the second Grade SDLBN Panggungsari Trenggalek; (2) the increase of summation operation ability after using toys media for students in the second Grade SDLBN Panggungsari Trenggalek. This research was qualitative descriptive with Classroom Action Research design. The classroom action research that used was the researcher as teacher (educator). This research was conducted in 2 cycles. There were 4 steps as follow: planning, implementation, observation, and reflection. The research subject was Intellectual Disability students in the second Grade for 6 students which consisted of 4 male students and 2 female students. Data collection was used by observation, test, and documentation technique. Research result to the mathematics learning of summation operation ability through toys media utilization showed that test result had improvement in the cycle I in which it was obtained the average result of student was 62.22 and had increase in the cycle II with the average value was 71.11. Conclusion that obtained in this research was toys media utilization could increase summation operation ability to the students in second Grade for mathematics learning. In the learning process, students were guided by individualization teaching. Suggestion that was given for School Principal was giving solution and consideration to the facility and infrastructure which could support the learning, for teacher was as one alternative mathematics learning media of summation operation material in the school, and for the next researchers if they take similar research then they can add research focus about student activity in the learning by using toys media.   

    Pengaruh Penggunaan Media Monte Terhadap Peningkatan Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita Kelas III di SDLB PGRI Wonoasih Kota Probolinggo

    No full text
    oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/43346ABSTRAK   Ramadhani, Gaby Rosa. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Monte Terhadap Peningkatan Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita Kelas III di SDLB PGRI Wonoasih Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes (II) Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd   Kata kunci : media monte, kemampuan berhitung, tunagrahita   Tunagrahita adalah anak yang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata anak pada umumnya. Sehingga menyebabkan kelemahan kognitif yang berpengaruh pada persepsi ingatannya, sehingga pembelajarannya harus secara berulang dan terus-menerus. Anak tunagrahita mengalami kesulitan dalam berpikir abstrak, sehingga mereka membutuhkan keperagaan media yang konkrit dalam pembelajaran. Salah satunya adalah monte. Monte merupakan benda konkrit dan memiliki nilai satuan yang sangat memudahkan siswa tunagrahita dalam belajar behitung bilangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa tunagrahita kelas III di SDLB PGRI Wonoasih Kota Probolinggo sebelum dan sesudah menggunakan media monte, serta menganalisa pengaruh penggunaan media monte terhadap kemampuan berhitung bilangan 1 sampai 10. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan bentuk penelitian Time Series Design karena hanya menggunakan satu kelompok saja. Penelitian ini menggunakan sampel total atau seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian sebanyak 6 siswa, sehingga pengujian hipotesis menggunakan statistik nonparametrik. Pengumpulan data yang digunakan berupa tes tulis (pre-tes dan post-test) dan tes perbuatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berhitung siswa tunagrahita setelah menggunakan media monte, serta adanya pengaruh penggunaan media monte terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita, dibuktikan dengan uji tanda yang pada pengujian satu sisi diperoleh Zhitung > Ztabel yaitu 2,9 > 1,64. Sedangkan pada pengujian dua sisi diperoleh Zhitung > Ztabel yaitu 2,9 > 1,96 atau dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan media monte terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita kelas III SDLB PGRI Wonoasih Kota Probolinggo. Disarankan kepada guru agar dapat menerapkan media monte dalam pembelajaran berhitung bagi siswa tunagrahita, baik berhitung bilangan maupun berhitung penjumlahan atau pengurangan pada tahap selanjutnya

    PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN BERBUNYI UNTUK MELATIH KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN SISWA DOWN SYNDROME DI SDLBN SENGONAGUNG KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Putri,Qiftya Syofiana. 2015. Pengembangan Media Papan Berbunyi Untuk Melatih Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Down Syndrome Di SDLBN Sengonagung Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Abdul Huda, M.pd, (II) Dra. Sudarsini, M.pd.   Kata kunci: Media Papan Berbunyi, Menulis Permulaan, Down Syndrome.   Gangguan perkembangan yang dialami anak down syndrome menyebabkan anak sulit dalam melakukan suatu kegiatan meskipun itu kegiatan yang sederhana, salah satu gangguan yang dialami yaitu gangguan pada gerak motorik halus. Di SDLB Sengonagung anak down syndrome mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis permulaannya, sehingga tidak jarang mereka sulit menerima pelajaran dengan baik. Tujuan pengembangan ini adalah mengasilkan sebuah media pembelajaran yang dapat membantu anak down syndrome dalam pembelajaran menulis permulaan, media ini adalah media papan berbunyi yang dimodifikasi dari media papan tulis magnet. Metode pengembangan yang digunakan adalah Model Sadiman, dkk (2010). Jenis data pada pengembangan ini berupa data kuantitaf dan data kualitatif. Teknik pengumpulan data pengembangan ini menggunakan beberapa instrumen yang ditujukan kepada ahli materi, ahli media dan guru pengamat saat proses pelaksanaan berupa angket Hasil penelitian pengembangan ini diperoleh dari  nilai validasi yang dilakukan dengan beberapa validator, antara lain ahli materi diperoleh hasil 87.5%, sedangkan ahli media diperoleh hasil 100%, dan hasil yang diperoleh dari guru pengamat yaitu 80%, dari hasil tersebut dapat diinterprestasikan pengembangan media papan berbunyi dengan kriteria valid dan layak digunakan sebagai salah satu media pembelajaran. Kesimpulan pada penelitian pengembangan ini yaitu produk yang dihasilkan memperoleh hasil yang valid yaitu dengan kata lain produk yang dikembangkan dapat digunakan untuk  membantu  siswa down syndrome di SDLBN Sengonagung Kabupaten Pasuruan. Saran  penelitian lebih lanjut dalam pengembangan media pembelajaran diharapkan lebih menginovasi suatu subyek dengan bervariasi dan lebih berkemban

    PENERAPAN TERAPI BERMAIN DENGAN TIPE PERMAINAN REPRESENTATIONAL PLAY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Aminarsih, Nur. Penerapan Terapi Bermain dengan  Tipe Permainan Representational play untuk meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (2) Dr.Saichudin, M.Kes. Kata kunci: Terapi bermain tipe Representational, keterampilan social Yang melatar belakangi penenlitian ini yaitu bahwasanya kemampuan keterampilan sosial pada anak autis masih sangat rndah karena beberapa karakteristik yang dimiliki oleh anak autis yang mengakibatkan sulitnya untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain baik teman sebaya, maupun orang yang lebih tua diatas umurnya. Selain itu juga anak masih belum terlihat mampu untuk melakukan aktivitas bersama seperti bermain bersama, berbagi mainan atau benda yang dimilikinya, menunggu giliran dan sebagainya.Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan terapi bermain tipe permainan representational  dalam meningkatkan kemampuan keterampilan sosial anak autis di kelas transisi pusat layanan Autis Kota Malang.Penelitian ini dilakukan di Kelas Transisi Pusat Layanan Autis Kota Malang yaitu pada tanggal   8  Maret  2015 s/d tanggal  7  Mei 2015  rancangan penelitian ini dengan menggunakana rancangan penelitian tindakan kelas dengan prosesnya menggunakan siklus, setiap siklus  terdiri dari beberapa tahap diantaraya yaitu; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, dalam penenltian ini juga peneneliti berkolaborasi dengan guru kelas transisis.Hasil penelitian menunjukan kemampuan keterampilan sosial pada siklus I pertemuan 1 yaitu pada siklus 1 pertemuan 1 dan 2 dengan hasil prosentase keberhasilan 55.6%. Dengan rata-rata kemampuan anak  untuk melakukan kontak dan bermain bersama anak lain 55%, untuk berinteraksi dengan teman sebaya  saling memberi 60%, bergaul dengan anak lain dan berinteraksi secara harmonis 60.%, untuk melihat dari sudut pandang anak lain 50%, untuk menunggu giliran 60%, untuk berbagi dengan yang lain 60%, untuk menghargai hak-hak oranglain 50%, untuk menyelesaikan atau mengatasi konflik dengan oranglain 50%. hal ini telah mengalami peningkatan pada siklus 2  pertemuan ke 1 yaitu rata-rata  kemampuan anak  untuk melakukan kontak dan bermain bersama anak yang lain 65%, untuk berinteraksi dengan teman sebaya untuk saling memberi 65%, untuk bergaul dengan anak lain dan berinteraksi secara harmonis 65%, untuk melihat dari sudut pandang anak lain 55%, untuk menunggu giliran 95%, untuk berbagi dengan yang lain 70%, untuk menghargai hak-hak oranglain 60%, untuk menyelesaikan atau mengatasi konflik dengan oranglain 60%. Rata-rata akhir dari penelitian ini adanya peningkatan keterampilan sosial pada anak autis sekitar 73,1 %. Kesimpulan bahwa penerapan terapi bermain dengan tipe permainan representational dapat meningkatkan kemampuan keterampilan sosial pada anak autis yang ada di kelas transisi Pusat Layanan Autis kota Malang, untuk itu disarankan untuk peneliti selanjutnya agar dapat mengembangakan penelitian ini dengan menggunakan terapi yang lainnya dalam mengembangkan keterampilan sosial anak autis

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇