SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA MALANG
ABSTRAK Isnaini, Warda. 2015. Pengaruh Permainan Ular Tangga Terhadap Peningkatan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sulthoni, Dr., M.Pd. (2) Endro Wahyuno, Drs., Ir., M.Si Kata kunci : Permainan, ular tangga, bahasa ekspresif, anak autis. Anak autis seringkali bingung memahami bahasa yang disampaikan oleh orang lain karena anak autis mengalami kerusakan pada otaknya. Sehingga dalam pemrosesan suatu informasi tidak sesuai dengan orang pada umumnya. Hal tersebutlah yang menyebabkan anak autis tantrum, menyakiti diri sendiri, menangis, marah, acuh tak acuh, dan tertawa tanpa sebab. Karena anak autis mengalami kebingungan memahami apa yang ada disekitarnya dan kesulitan mengungkapkan perasaannya. Untuk itu diperlukan sebuah bantuan pada anak agar mampu memahami apa yang dialami baik melalui gambar, tulisan ataupun isyarat agar anak mampu menyebutkan dan mengekspresikan atau menggambarkan perasaan sedih, senang dan marah dan mengikuti aturan permainan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh permainan ular tangga terhadap peningkatan bahasa ekspresif anak autis di Pusat Layanan Autis Kota MalangMetode Penelitian ini menggunakan penelitian SSR ( Single Subyect Research) dengan desain penelitian A-B-A. Subjek penelitian sebanyak satu orang yang berada di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Subyek penelitian ini adalah anak autis laki-laki berusia 11 tahun yang saat ini bersekolah di SD Nurul Izzah dan Pusat Layanan Autis Kota Malang.Penelitian dilakukan dalam 19 sesi yaitu baseline-1(A1) sepanjang 6 sesi, kondisi intervensi (B) sepanjang 7 sesi, dan baseline-2 (A2) sepanjang 6 sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menggunakan permainan ular tangga berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan bahasa ekspresif pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Hasil tersebut dibuktikan dengan pemerolehan mean level yang meningkat dari baselineA1 sebesar 71,5% sedangkan intervensi sebesar 88,74% dan baseline A2 sebesar 90,2%. Presentasi overlap antar kondisi baseline-A1 terhadap intervensi sebesar 0%. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh permainan ular tangga terhadap peningkatan kemampuan bahasa ekspresif anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Adapun saran bagi guru dalam penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan permainan ular tangga dalam pembelajaran ini sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa
PENGARUH METODE GLENN DOMAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA MALANG
ABSTRAK Meilina, Evi. 2015. Pengaruh Metode Gleen Doman Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi S1 PLB. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Wiwik Dwi Hastuti, Dra., S.Pd., M.Pd (2) Tomas Iriyanto, Drs., S.Pd., M.Pd. Kata kunci : metode Glenn Doman, kemampuan komunikasi, anak autis Anak penyandang autis mengalami gangguan perkembangan yang komplek. Gangguan ini mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan perilaku. Penyandang autis pada umumnya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal, hal ini menimbulkan munculnya berbagai masalah. Salah satu ciri utama pada gangguan autistik adalah hambatan yang besar dalam berkomunikasi dan berbicara, akibatnya pesan yang disampaikan kurang dapat dimengerti dan dipahami oleh orang lain. Namun anak autis dengan dengan tahapan komunikasi the early communication stage dan the parner stage bisa dilatih dan dikembangkan kemampuan komunikasinya dengan pembelajaran berbentuk visual. Untuk itu peneliti menggunakan Metode Glenn Doman dengan modifikasi berupa Media Kartu Kata yang di acak untuk disusun menjadi kalimat disertai gambar sebagai alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak autis melalui membaca dan menyusun kata.Subyek penelitian ini adalah anak autis berusia 7 tahun yang saat ini bersekolah di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian SSR ( Single Subyect Research) dengan desain penelitian A-B-A. Subjek penelitian sebanyak satu orang yang berada di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Penelitian dilakukan dalam 16 sesi yaitu baseline-1(A-1) sepanjang 5 sesi, kondisi intervensi (B) sepanjang 6 sesi, dan baseline-2 (A-2) sepanjang 5 sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menggunakan Media Kartu Kata yang di acak untuk disusun menjadi kalimat disertai gambar mampu meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Hasil tersebut dibuktikan dengan pemerolehan mean level yang meningkat dari baseline-1 sebesar 76 sedangkan intervensi sebesar 81,6 dan baseline -2 sebesar 92,4. Presentasi overlap antar kondisi baseline-1 terhadap intervensi sebesar 33,3%. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh membaca dengan menggunakan Media Kartu Kata yang di acak untuk disusun menjadi kalimat disertai gambar terhadap peningkatan komunikasi anak autis. Adapun saran bagi guru dalam penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran ini sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa
Pengaruh Penggunaan Buku Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis Di Pusat Layanan Autis Kota Malang
ABSTRAK Lusiati, Arie. 2015. Pengaruh Penggunaan Buku Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Komunikasi Anak Autis Di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi S1 PLB. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dra.Wiwik D. Hastuti S.Pd. M.Pd (2) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata kunci : Buku Cerita Bergambar, Kemampuan Komunikasi, Anak autis Dalam hidup bermasyarakat manusia telah diberi anugerah untuk mampu berkomunikasi. Tetapi untuk anak autis kesulitan dalam berkomunikasi. Dengan gambar-gambar yang menarik maka anak-anak akan cenderung melihat dan memperhatikan guru yang sedang bercerita.Salah satu ciri- ciri gangguan anak autisme, adalah gangguan komunikasi. Pada umumnya anak autisme mudah berkomunikasi dengan visual, yaitu dengan melihat gambar. Mereka akan tertarik dengan melihat gambar.Tujuan dari penelitian secara umum adalah:1)Untuk mendiskripsikan kemampuan komunikasi anak autis sebelum penggunaan buku cerita bergambar,2) Untuk mendiskripsikan kemampuan komunikasi anak autis setelah penggunaan buku cerita cerita bergambar,3)Untuk mendeskripsikan pengaruh yang signifikan antara buku cerita bergambar terhadap kemampuan komunikasi anak autis.Desain rancangan penelitian yang di gunakan adalah metode eksperimen dengan subyek tunggal (Single Subyek Research), yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari suatu perlakuan (intervensi ) yang diberikan. Variabel bebas adalah metode bercerita dengan buku cerita bergambar dan potongan gambar aktivitas dari buku cerita. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan komunikasi anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Dalam penelitian ini menggunakan desain A-B-A’ ,yang dilakukan selama 19 sesi yaitu 6 sesi kondisi baseline -1 (A1), 8 sesi baselin intervensi (B), dan 5 sesi kondisi baseline 2 (A2).Data dikumpulkan pada lembar penilian dan observasi. Data yang dikumpulkan berjenis presentasi. Berdasarkan hasil mean level sebesar 85.7 kondisi intervensi. Presentase overlap sebesar 0% ini menunjukkan bahwa pemberian intervensi berupa bercerita dengan buku cerita bergambar berpengaruh terhadap target behavior yaitu kemampuan komunikasi, karena dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak autism. Kesimpulan dari penelitian ini, menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan komunikasi anak autisme. Adanya peningkatan kemampuan komunikasi anak autisme setelah di berikan intervensi menggunakan buku cerita bergambar. Saran untuk guru sebaiknya menggunakan media buku cerita bergambar sesuai dengan tema untuk meningkatkan komunikasi pada anak autisme .
Penggunaan Media Bagan Lembar Balik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Membaca Permulaan Pada Peserta Didik Tunagrahita Ringan Kelas I di SDLB Wira Kusuma
ABSTRAK Waroka, Umi. 2015. Penggunaan Media Bagan Lembar Balik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Membaca Permulaan Pada Peserta Didik Tunagrahita Ringan Kelas I di SDLB Wira Kusuma. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tomas Iriyanto, S.Pd, M.Pd,(II) Drs. H. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci: Membaca Permulaan, Media Bagan Lembar Balik, Tunagrahita Penelitian tindakan kelas ini dilakukan karena adanya permasalahan yaitu hasil belajar membaca permulaan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih rendah untuk itu digunakan media bagan lembar balik dengan indikator keberhasilan 75 % . Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar membaca permulaan pada peserta didik kelas I Tunagrahita Ringan di SDLB Wira Kusuma melalui media bagan lembar balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Prosedur penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus langkah-langkah dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada tahap observasi observer dan peneliti melakukan pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui penggunaan media bagan lembar balik pada pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar membaca permulaan rata rata sebesar 33.33%. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. Pada siklus I nilai rerata hasil belajar 71,87 dan pada siklus II meningkat menjadi 80,7. Hasil tuntas belajar klasikal pada siklus I 50% dan pada siklus II meningkat menjadi 83,33%. Kesimpulan dari penelitian penggunaan media bagan lembar balik dapat meningkatkan hasil belajar membaca permulaan pada peserta didik kelas I Tunagrahita Ringan di SDLB Wira Kusuma Prigen. Saran dapat memberikan tambahan inovasi yang lebih menarik pada penggunaan media bagan lembar balik untuk meningkatkan hasil belajar membaca permulaan pada peserta didik kelas I tunagrahit
Pengaruh Penggunaan Media Kartu Gambar Berseri Terhadap Ketrampilan Toilet Training Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang.
ABSTRAK Nainggolan, Ida Nauli. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Kartu Gambar Berseri Terhadap Ketrampilan Toilet Training Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi S1 PLB. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Saichudin, Dr, M.Kes (2) Abdul Huda, Drs, M.Pd. Kata kunci : media Kartu Gambar Berseri, kemampuan toilet training, anak autis Anak penyandang autis pada umumnya mereka mengalami kesulitan dalam pemahaman, komunikasi/ interaksi, dan kemandirian. Penyandang autis pada umumnya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal, hal ini menimbulkan munculnya berbagai masalah yang salah satu diantaranya yaitu mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari hari. Mereka kurang memiliki kemandirian, sehingga kebutuhan dan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari sangatlah bergantung kepada orang lain. Kondisi anak dengan autis yang mempunyai keterbatasan dalam hal komunikasi sehingga kondisi tersebut membuat mereka kesulitan dalam mengekspresikan keinginan dan kebutuhannya.Karena anak tidak bisa menyampaikan keinginan/kebutuhannya, maka untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) juga mereka seringkali tidak mampu untuk mengungkapkan keinginannya, oleh karena itu di sekolah ataupun di rumah mereka seringkali ngompol dan BAB di celana. Akibatnya kegiatan belajar mengajar sering terganggu. Namun anak autis dengan gaya belajar visual learner masih bisa dilatih dengan pembelajaran berbentuk visual, untuk itu peneliti menggunakan Media Kartu Gambar Berseri sebagai alternatif pemecahan masalah- masalah tersebut.Subyek penelitian ini adalah anak autis berusia 4 tahun yang saat ini bersekolah di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian SSR ( Single Subyect Research) dengan desain penelitian A-B-A. Subjek penelitian sebanyak satu orang yang berada di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Penelitian dilakukan dalam 16 sesi yaitu baseline-1(A1) sepanjang 5 sesi, kondisi intervensi (B) sepanjang 6 sesi, dan baseline-2 (A2) sepanjang 5 sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menggunakan media Kartu Gambar Berseri berpengaruh terhadap Ketrampilan Toilet Training pada anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Hasil tersebut dibuktikan dengan pemerolehan mean level yang meningkat dari baseline-1 sebesar 42,4 sedangkan intervensi sebesar 94,33 dan baseline -2 sebesar 98,6. Presentasi overlap antar kondisi baseline-1 terhadap intervensi sebesar 0%. Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penggunakan media Kartu Gambar Berseri terhadap peningkatan ketrampilan toilet training anak autis. Adapun saran bagi guru dalam penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran ini sesuai dengan karakter dan kebutuhan siswa
Pengaruh Pemanfaatan Media Kartu Jadwal Terhadap kemampuan Berbahasa Anak autis Di Sekolah Gracio Kids Kota Malang.
ABSTRAK William Antonius. 2015. Pengaruh Pemanfaatan Media Kartu Jadwal Terhadap kemampuan Berbahasa Anak autis Di Sekolah Gracio Kids Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tomas Iriyanto,S.Pd,M,Pd (II) Drs, Usep Kustiawan M.Sn. Kunci: autis, berbahasa, pemanfaatan kartu jadwal Ada salah satu diagnotis anak autis adalah memiliki hambatan pada berbahasa.berbahasa terjalin dengan baik apabila berbahasa reseptif dan ekspresif dapat terjalin dengan baik.Didalam kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif anak autis yang tidak berkembang dapat dilibatkan hambatan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa reseptif maupun ekspresif anak autis memanfaatkan media kartu jadwal Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemanfaatan penggunaan media kartu jadwal terhadap kemampuan berbahasa reseptif dan ekspresif anak autis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian SSR (Single Subject Research) desain A-B-A’-B’ selama 10 sesi. Pada fase baseline awal (A) terdiri dari 3 sesi, fase intervensi awal terdiri dari 2 sesi, fase baseline kedua 2 sesi, dan baseline ketiga 3 sesi. Pengolahan data dan dianalisis.Analisis data menggunakan visual grafik.Penelitian ini mengembangkan aspek bahasa reseptif dan ekspresif dengan subjek tunggal (satu anak autis). Hasil penelitian yang didapat dari keempat aspek bahwa anak mampu melaksanakan maupun mengekspresikan keinginannya karena adanya bantuan intervensi. Hal ini pada hasil penelitian yang pada fase intervensi awal maupun intervensi akhir skor dapat lebih tinggi dari fase baseline awal maupun baseline akhir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa anak mampu melaksanakan aspek yang dikembangkan karena adanya bantuan dari media kartu jadwal yang berpengaruh terhadap kemampuan anak. Saran bagi guru saat mengajar anak autis dengan jenis autis berat dan terlebih untuk menjalin komunikasi dua arah baik dalam berbahasa reseptif maupun bahasa ekspresif menggunakan pendekatan penggunaan media kartu jadwal disertai dengan pengukuran dan kriteria penilaiannya
Pengembangan Media InteraktifDalamPembelajaranMatematikaMateriBangunRuangUntukAnak TunarunguKelas VIII SMPLB
Kata kunci : Pengembangan, Media Interaktif, Anak Tunarungu, Bangun Ruang. SMPLB B YPTB Malang dan SMPLB Kedungkandang Malang adalah sebagian kecil dari sekian sekolah untuk anak-anak tunarungu. Dari hasil observasi awal di kedua sekolah tersebut, masalah yang mendasar yang perlu segera diatasi adalah bagaimana guru dapat menyampaikan materi agar anak tunarungu dapat cepat mengerti dan menerima materi yang diberikan. Dapat dilihat dari pembelajaran matematika siswa masih sulit untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan, oleh karena itu peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran interaktif materi Bangun Ruang maka peneliti ingin melakukan penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis computer. Dengan judul “Pengembangan Media Interaktif dalam Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang untuk Anak Tunarungu Kelas VIII SMPLB”. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif dan menguji kelayakan produk yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran Matematika materi Bangun Ruang sehingga nantinya dapat membuat pembelajaran lebih inovatif, menarik serta dapat memusatkan perhatian siswa tunarungu khususnya di SMPLB Kedungkandang Malang dan SMPLB B YPTB Malang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian diadopsi dari model pengembangan Sugiyono (2009) sebagai dasar pengembangan media pembelajaran interaktif. Ada tujuh tahapan dalam pengembangan media pembelajaran interaktif yaitu: (1) research and information colletion (penelitian dan pengumpulan data), (2) planning (perencanaan), (3) develop preliminary form of product (pengembangan draft produk awal), (4) preliminary field testing (uji coba awal), (5) main product revision (revisi hasil uji coba), (6) main field testing(uji lapangan produk utama) dan (7) operational product revision(revisi pemakaian produk). Hasil pengembangan media pembelajaran interaktif ini dinyatakan dalam kualifikasi valid/layak berdasarkan analisis sebagai berikut: validasi ahli media 93,75% ahli materi 89,583% uji coba perorangan 87,5% dan uji coba Kelompok besar 65,5 %. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran. Dilihat dari hasil validasi media pembelajaran interaktif diatas dapat disimpulkan media pembelajaran interaktif untuk anak tunarungu kelas VIII SMPLB B sudah layak digunakan dan dapat diterapkan dalam pembelajaran MatematikamateriBangunRuang. Saran yang diajukanberdasarkanhasilpengembanganyaitu,(1) Guru dan siswa hendaknya memperhatikan petunjuk penggunaan media pembelajaran interaktif terlebih dahulu, (2) Bagi Sekolah Pengembangan media pembelajaran interaktif untuk jenjang SMPLB B dapat dijadikan alternatif media yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar, (3) Bagi pengembang yang akan memproduksi media yang sama, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai: Salah satu rujukan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran interaktif dengan tema yang berbeda serta menghasilkan produk media yang lebih baik
Penggunaan Media Kotak Obat Pada Siswa SMPLB Kelas VII Tunagrahita Ringan Di SLB Negeri Pandaan
ABSTRAK Handini, Eka Yanti. 2015. Peningkatan Motivasi Belajar Membaca Melalui Penggunaan Media Kotak Obat Pada Siswa SMPLB Kelas VII Tunagrahita Ringan Di SLB Negeri Pandaan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Drs.Ir. Endro Wahyuno, M.Si,(II) Drs.H. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci : Media Kotak Obat, Motivasi Belajar, Membaca, Tuna Grahita Ringan Penelitian tindakan kelas ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan media kotak obat untuk 1. Meningkatkan pembelajaran siswa tunagrahita untuk memahami teks bacaan pendek, 2. Meningkatkan motivasi belajar membaca siswa kelas VII SMPLB Negeri Pandaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan secara sistematis dan reflektif terhadap berbagai hasil temuan data dalam tindakan. Model penelitian diadaptasi dari model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart dalam Sukaryana (2003 : 30). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus tindakan terdiri dari empat langkah kegiatan : (1) Perencanaan tindakan (2) Pelaksanaan tindakan (3) Observasi (4) Refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelasVII SMPLB Negeri Pandaan Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Deskripsi data diperoleh dengan melakukan analisis dan sintesis serta mereduksi hasil temuan data pra tindakan dan hasil tindakan, sehingga menjadi paparan data yang dapat dipergunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian. Deskripsi data hasil penelitian adalah, hasil motivasi belajar membaca pada rata – rata kelas siswa pra tindakan 65%, setelah dilakukan tindakan, pada siklus I hasil motrivasi belajar 67.5%, tetapi masih di bawah nilai standart minimal 75%, setelah melakukan refleksi untuk penyempurnaan pelaksanaan tindakan, pada siklus II hasil motivasi belajar membaca rata – rata kelas yang dicapai siswa dapat meningkat menjadi 83.3%. Peneliti memutuskan untuk menghentikan tindakan pada siklus II, karena hasil motivasi belajar membaca rata – rata kelas siswa telah melebihi standart minimum rata – rata kelas 75% sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Kesimpulan media kotak obat dapat digunakan dengan baik dalam pembelajaran membaca di SMPLB Negeri Pandaan, media kotak obat dapat meningkatkan motivasi belajar membaca anak tunagrahita ringan. Disarankan agar dalam belajar membaca guru menggunakan media, sehingga berdampak pada meningkatnya hasil motivasi belajar membaca. Hasil temuan data dalam penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran, penggunaan media kotak obat dapat menciptakan proses pembelajaran komunikatif dan motivasi belajar sehingga siswa dapat terlibat dan menjadi subyek dalam proses pembelajaran
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT MELALUI PEMANFAATAN MEDIA KARTU GAMBAR SERI BAGI SISWA TUNARUNGU KELAS X
ABSTRAK Wahyunisari, Indah. 2015. Peningkatan Kemampuan Membuat Kalimat Melalui Pemanfaatan Media Kartu Gambar Seri Bagi Siswa Tunarungu Kelas X SMALB SLB PTN Lawang Malang. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Moh. Efendi, M. Pd., M. Kes, (II) Drs. Abdul Huda, M. Pd. Kata Kunci : Kemampuan Membuat Kalimat, Media Kartu Gambar Seri, Siswa Tunarungu. Siswa tunarungu adalah siswa yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar yang disebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran, sehingga iatidak mampu untuk menerima kosakata baru dan juga berdampak pada aspek bicaranya, pada gilirannya akan mengalami hambatan dalam perkembangan bahasanya.Diperlukan satu cara atau media pembelajaran untuk memecahkan masalah bahasa siswa tunarungu, terutama dalam menyusun suatu kalimat, yaitu dengan menggunakan media kartu gambar seri. Kartu gambar seri merupakanbentuk permainan educatif yang disusun secara berurutan membentuk satu kalimat sederhana, sehingga memudahkan siswa, terutama siswa tunarungu untuk membantu proses pembelajaranTujuan dalam penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan proses pemanfaatanmedia kartu gambar seri bagi siswa tuna rungukelas X SMALB SLB PTN Lawang Malang(2)Mendeskripsikan peningkatan belajar membuat kalimatmelaluikartu gambar seri bagi siswa tuna rungukelas X SMALB SLB PTN Lawang MalangPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dua tahap; Tahap Pra Tindakan dan Tahap Tindakan. Tahap tindakan dibagi menjadi dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Dengan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sedang metode pengumpulan datanya melalui pengamatan, tes dan dokumentasi.Hasil penelitian yang telah dilaksanakan terdapatpeningkatan kemampuan membuat kalimat melalui pemanfaatan media kartu gambar seri pada tahap pra tindakan menunjukkan ketuntasan klasikal 20%, dan pada siklus I 40 %, dan kemudian pada siklus II meningkat menjadi 80 %. Artinya dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan membuat kalimat melalui pemanfaatan kartu gambar seri bagi siswa tunarungu kelas X SMALB SLB PTN Lawang Malang Kesimpulan dari hasil penelitian dengan pemanfaatan media permainan kartu gambar seri sangat mendukung sebagai media proses belajar khususnya dalam membuat kalimat. Terbukti adanya peningkatan dalam ketuntasan klasikal. Saran yang diberikan peneliti adalah untuk pihak sekolah (bersama guru) agar dalam pelaksanaan pembelajaran disekolah lebih ditingkatkan lagi dengan menggunakan berbagai media yang lebih variatif dan komunikatif
PENGARUH METODE PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA TUNARUNGU KELAS XI SMALB-B (STUDI KASUS DI YPTB KOTA MALANG)
ABSTRAK Aziz, Ahmad Syaiku. 2015. Pengaruh Metode Penemuan Terbimbing Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Tunarungu XI SMALB-B (Studi Kasus Di YPTB Kota Malang). Skripsi S1 PLB, Jurusan pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Imanuel Hitipeuw, M. A, (2) Drs. Tomas Iriyanto, M.Pd Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Tunarungu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh metode penemuan terbimbing terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa tunarungu. Desain penelitian ini menggunakan eksperimen semu. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas XI SMALB-B YPTB Kota Malang yang dibagi menjadi kelompok A dan B. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah pretet untuk mengetahui nilai awal siswa sebelum diberi intervensi dan posttest yang terdiri dari posttest intervensi dan non intervensi, kedua jenis postest diberikan kepada setiap kelompok. Analisisnya menggunakan analisa non parametic uji kalmogogorav klimov-R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh metode penemuan terbimbing terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa tunarungu. Setelah di lakukan intervensi menyatakan bahwa setiap kelompok intervensi menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran tanpa intervensi . Hasil perbandingan postest intervensi dan non intervensi dengan probabilitas kelompok A yaitu 0.27 dan kelompok B yaitu 0.27 yang menunjukkan adanya perbedaanyang signifikan anatara intervensi dan nonintervensi. Peneliti menyimpulkan bahwa adanya pengaruh metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa tunarungu. Saran dari penelitian ini untuk penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian ekperimen dengan subyek - subyek yang berbeda untuk mengetahui tingkat efisiensi metode penemuan terbimbing dalam pembelajaran Matematika khususnya di ranah pendidikan luar biasa dan inklusi