SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Tunagrahita Kelas II SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang
ABSTRACTFauzi, Muhammad Rizqianto. Pengaruh Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Tunagrahita Kelas II SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS), Hasil Belajar, Ilmu Pengetahuan Alam, Tunagrahita Anak tunagrahita memiliki karakteristik yang beragam salah satunya keterbatasan kognitif dalam memproses informasi. Anak tungrahita akan kesulitan dalam memahami pembelajaran yang bersifat abstrak. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam akan sulit diterima jika metode pembelajarannya secara konvensional. Untuk mengatasi masalah yang terjadi perlu adanya pendekatan pembelajaran IPA yang lebih banyak difokuskan pada masalah kontekstual. Pendekatan jelajah alam sekitar salah satu pembelajaran IPA yang mengfokuskan pada pembelajaran di luar kelas dengan melihat subjek yang dibelajarkan secara langsung.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa tunagrahita sebelum menggunakan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS), mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa tunagrahita sesudah menggunakan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS), mendeskripsikan pengaruh pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa tunagrahita kelas II SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk menggunakan metode penelitian eksperimen. Penelitian ini adalah jenis penelitian Pre-Experimental Designs dengan perbandingan subyek yang sama dalam kondisi yang berbeda. Instrumen penelitian berupa tes untuk pre test dan pos test. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji hipotesis menggunakan rumus wicoxon.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh pendekatan jelajah alam sekitar terhadap hasil belajar IPA siswa tunagrahita di SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pre test dan pos test. Dari hasil analisis data diketahuai bahwa kemampuan rata-rata hasil pre test sebesar 37,5, sedangkan pada pos test sebesar 78,75. Hasil output diperoleh nilai Thitung sebesar 36 dan Ttabel sebesar 6, menunjukan bahwa T(36) > T 0,05 (6) sehingga H0 ditolak maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan jelajah alam sekitar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA tunagrahita kelas II Kepanjen Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang diajukan untuk guru adalah penelitian ini dijadikan sebagai referensi pendekatan baru untuk memperbaiki pembelajaran IPA yang menggunakan pendekatan konvensional dengan menggunakan pendekatan pembelajaran jelajah alam sekitar agar hasil belajar siswa lebih baik. Bagi peneliti lain disarankan melakukan penelitian dengan mencoba pendekatan pembelajaran yang baru dan sesuai dengan kebutuhan belajar anak dalam materi mengenal bagian-bagian utama hewan pada anak tunagrahita
Pengembangan Buku Gemar Membaca dan Menulis Bagi Anak Berkesulitan Belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang.
ABSTRACT Rahmawati, Annisa. 2016. Pengembangan Buku Gemar Membaca dan Menulis Bagi Anak Berkesulitan Belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.SiKata Kunci: Buku Gemar Membaca dan Menulis, Anak Berkesulitan Belajar, Sekolah DasarAnak berkesulitan belajar membaca (disleksia) merupakan anak yang mengalami kesulitan dalam membaca, hal itu berkaitan erat dengan menulis sehingga anak yang mengalami kesulitan membaca pada umumnya juga mengalami kesulitan dalam menulis. Sedangkan membaca merupakan suatu aktivitas yang sangat mendasar untuk memahami semua bidang ilmu. Anak yang mengalami berkesulitan membaca membutuhkan media khusus untuk membantu ia belajar membaca.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan produk buku Gemar Membaca dan Menulis untuk anak berkesulitan belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang, yang telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi, praktisi, dan siswa yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaan untuk guru atau pendamping.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan dan penelitian menurut Borg dan Gall yang dikembangkan Sugiyono terdapat 10 langkah, namun peneliti hanya melakukan hingga 7 langkah penelitian yaitu : (1) potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk.Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Gemar Membaca dan Menulis bagi anak berkesulitan belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang memperoleh skor validasi ahli media 100 % (sangat valid), ahli materi 96,67 % (sangat valid), praktisi 93,19 % (sangat valid), dan siswa 97,5 % (sangat valid). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk buku ini dalam kategori sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Saran dari penelitian ini adalah: (1) memperbanyak kalimat-kalimat yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan anak, (2) memberikan gambar-gambar yang lebih menarik agar anak mempunyai motivasi belajar membaca dan menulis yang lebih tinggi, (3) buku Gemar Membaca dan Menulis bagi anak berkesulitan belajar tidak hanya dapat digunakan di SDN Ketawanggede kota Malang saja namun dapat digunakan disekolah yang lain yang mempunyai masalah yang sama
PENGARUH TEKNIK TRAILING TERHADAP KEMANDIRIAN TUNANETRA REMAJA KELAS IX SMPLB NEGERI MALANG
ABSTRACT Fadhilah, Nayli. 2016. Pengaruh Teknik Trailing terhadap Kemandirian Tunanetra Remaja Kelas IX SMPLB Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si.Kata kunci: teknik trailing, kemandirian, tunanetraPeserta didik tunanetra remaja membutuhkan keterampilan orientasi dan mobilitas (OM) agar dapat berpindah tempat secara mandiri di lingkungan, termasuk di rumah. Masalah ketergantungan yang tinggi terhadap bantuan orang tua menunjukkan tingkat kemandirian peserta didik tunanetra remaja rendah. Berdasarkan masalah tersebut, maka dibutuhkan teknik OM yang dapat menunjang kemandirian peserta didik tunanetra remaja. Teknik tersebut adalah teknik trailing, yaitu teknik berjalan mandiri dengan menelusuri dinding atau permukaan objek.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: 1) kemandirian OM peserta didik sebelum melakukan teknik trailing, 2) kemandirian peserta didik setelah melakukan teknik trailing, 3) pengaruh teknik trailing terhadap kemandirian OM peserta didik.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Research (SSR) disain A-B-A. Subjek penelitian adalah peserta didik tunanetra kelas IX SMPLB Negeri Malang. Instrumen penelitian adalah tes kinerja kemandirian. Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik analisis visual yang meliputi analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kemandirian peserta didik pada kondisi baseline pertama (A1) rendah, karena kecenderungan arah grafik menurun dengan mean level sebesar 62.21, 2) kemandirian peserta didik pada kondisi intervensi (B) stabil karena kecenderungan arah grafik mendatar namun mean level meningkat menjadi 78.09%, 3) kemandirian peserta didik pada kondisi baseline kedua (A2) meningkat karena kecenderungan arah grafik naik dengan mean level meningkat menjadi 83.48%, 4) teknik trailing berpengaruh terhadap peningkatan kemandirian peserta didik dengan nilai persentase data overlap sebesar 20%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teknik trailing berpengaruh terhadap peningkatan kemandirian orientasi dan mobilitas peserta didik tunanetra remaja. Saran dalam penelitian adalah orang tua diharapkan selalu berupaya agar peserta didik tunanetra terbiasa untuk berjalan sendiri dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menerapkan teknik trailing di ruangan yang lebih luas selain di dalam rumah
PENGARUH PENDEKATAN DEVELOPMENT LEARNING SEQUENCES TERHADAP KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN PADA ANAK DISKALKULIA KELAS VI DI SDN SUMBERSEKAR III DAU
ABSTRACT Ningrum, Veronica Puspita. 2015. Pengaruh Pendekatan Development Learning Sequence Terhadap Kemampuan Menjumlahkan Pada Anak Diskalkulia Kelas VI di SDN Sumbersekar III Dau Malang. Skripsi, Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi H., S.Pd, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si.Kata kunci: development learning sequence, menjumlahkan, anak diskalkuliaPembelajaran matematika di Indonesia lebih menekankan pada materi pembelajaran semata dibandingkan dengan hakikat matematika itu sendiri. Penguasaan konsep matematika yang diajarkan di kelas hanya agar siswa dapat lulus dengan nilai yang baik sehingga tidak sedikit siswa yang sering mengeluh karena kesulitan mengerjakan soal matematika, khususnya anak diskalkulia. Anak diskalkulia merupakan anak yang memiliki kesulitan belajar matematika. Anak dengan kesulitan belajar matematika membutuhkan pendekatan yang sesuai agar kemampuan matematikanya dapat berkembang dengan baik. Pendekatan yang sesuai untuk anak diskalkulia adalah pendekatan development learning sequence. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruhpendekatan developmental learning sequences terhadap kemampuan menjumlahkan pada anak diskalkulia kelas VI SDN Sumbersekar III Dau. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal (SSR) dengan analisis data yang digunakan A-B-A.Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa: (1) Kemampuan menjumlahkan subjek termasuk dalam skala yang rendah sebesar 43%. (2) Pada tahap intervensi, subjek mengalami peningkatan sebesar +30% dari tahap baseline A1. Disertai dengan data mean level yang meningkat menjadi 78,3%. (3) Pada tahap baseline A2, mean level menunjukkan presentase sebesar 73,75%, estimasi kecenderungan data yang meningkat disertai dengan jejak data yang meningkat.Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh pendekatan development learning sequence terhadap kemampuan menjumlahkan anak diskalkulia kelas VI di SDN Sumbersekar Dau Malang. Hal ini ditunjukkan dari data overlap dari tahap baseline A1 ke intervensi yaitu sebesar 0% yang berarti tidak ada data yang tumpang tindih sehingga disimpulkan bahwa intervensi berpengaruh besar terhadap target behavior.Berdasarkan temuan penelitian dan kondisi lapangan tempat penelitian,penulis mengemukakan saran-saran, pertama untuk guru diharapkan dapat menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kemampuan anak diskalkulia. Kedua bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang kesulitan belajar matematika dengan pendekatan development learning sequence.ABSTRACT Ningrum, Veronica Puspita. 2015. The Effect Of Development Learning Sequences Approach Toward Summing Ability On Dyscalculia Child Class VI In SDN Sumbersekar III Dau. Undergraduate Thesis, Departement Of Special Education, Faculty Of Education, State University Of Malang. Advisors: (I) Dra. Wiwik Dwi H., S.Pd, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si.Keyword: development learning sequence, summing, dyscalculia childLearning mathematics in Indonesia is more emphasis on learning materials alone compared with the nature of mathematics itself. Mastery of math concepts taught in class just so that students can graduate with good grades so that not a few students who often complain because of difficulties to do math, especially children with dyscalculia. Dyscalculia child is a child who has difficulty in learning mathematics. Children with learning difficulties in mathematics requires a harmonized approach in order math skills can develop well. The approach is suitable for children with dyscalculia is a learning sequence approach to development.The purpose of this study was to describe the influence of development learning sequences approach to add capabilities in children with dyscalculia class VI in SDN Sumbersekar III Dau. This study used an experimental method with a single subject (SSR) with the analysis data used was A-B-A. Based on the analysis, it can be seen that: (1) The ability to add a subject included in the scale as low as 43%. (2) In the intervention phase, the subjects increased by + 30% from baseline phase A1. Along with data mean level increased to 78.3%. (3) In stage A2 baseline, the mean level showed a percentage of 73.75%, estimates the tendency of increasing data accompanied by traces of data increases.The conclusion of this study is the influence approaches to capability development learning sequence summing dyscalculia children sixth grade at SDN Sumbersekar Dau Malang. It is shown from the data overlap from the baseline phase A1 to intervene in the amount of 0%, which means there is no overlapping data so it concluded that the intervention of big influence on the target behavior. Based on the research findings and the condition of the field where research, the authors put forward suggestions, first for teachers are expected to use an approach consistent with the child's ability dyscalculia. Both for further research are expected to develop research on mathematics learning difficulties with learning development approach sequence
Pengaruh Penggunaan Metode Sosiodrama Terhadap Peningkatan Kemampuan Menceritakan Kembali pada Peserta Didik Tunarungu Kelas IX di SMPLB B YPTB Malang
ABSTRACT Pengaruh Penggunaan Metode Sosiodrama Terhadap Peningkatan Kemampuan Menceritakan Kembali pada Peserta Didik Tunarungu Kelas IX di SMPLB B YPTB MalangSwargani, Inggrid, Tunggal. 2016. Pengaruh Penggunaan Metode Sosiodrama Terhadap Peningkatan Kemampuan Menceritakan Kembali pada Peserta Didik Tunarungu Kelas IX di SMPLB B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd., (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si.Kata Kunci: Tunarungu, Metode Sosiodrama, Kemampuan Menceritakan Kembali.Tunarungu merupakan peserta didik yang mengalami kekurangan atau kehilangan pendengaran yang mengakibatkan hambatan dalam perkembangan bahasa dan bicara. Dalam hal ini peserta didik tunarungu membutuhkan pelayanan khusus dalam pembelajarannya. Pembelajaran khusus yang dapat digunakan dalam meningkatkan kemampuan berbicaranya terutama dalam hal kemampuan menceritakan kembali adalah metode sosiodrama.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) proses pembelajaran metode sosiodrama pada pengajaran menceritakan kembali peserta didik tunarungu kelas IX di SMPLB B YPTB Malang dan (2) pengaruh penggunaan metode sosiodrama terhadap peningkatan kemampuan menceritakan kembali pada peserta didik tunarungu kelas IX di SMPLB B YPTB Malang.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Research (SSR) desain A-B-A. Subjek penelitian ini yaitu RF, seorang peserta didik tunarungu di SMPLB B YPTB Malang. Subjek memiliki hambatan dalam menceritakan kembali. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kemampuan menceritakan kembali. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu metode sosiodrama. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu naskah sosiodrama, lembar penilaian menjawab soal dan menceritakan kembali, lembar observasi, dan dokumentasi. Instrumen divalidasi dengan menggunakan expert judgement. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh metode sosiodrama terhadap kemampuan menceritakan kembali. Keadaan ini ditunjukkan pada penelitian kemampuan menceritakan kembali pada fase baseline 1 (A1) antara 57,5% hingga 60%, pada fase intervensi (B) antara 80% hingga 90%, dan pada fase baseline 2 (A2) antara 85% hingga 87,5%. Hal ini juga ditunjukkan dengan perhitungan overlap fase baseline 1 (A1) ke fase intervensi (B) yaitu 0%. Perhitungan tersebut menyatakan intervensi memiliki pengaruh terhadap peningkatan target behavior. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) kemampuan menceritakan kembali peserta didik tunarungu pada fase baseline masih rendah dan membutuhkan intervensi, (2) kemampuan menceritakan kembali meningkat pada fase intervensi dan tetap pada fase baseline kedua, (3) metode sosiodrama yang diterapkan pada peserta didik tunarungu kelas IX memiliki pengaruh terhadap kemampuan menceritakan kembali. Berdasarkan hasil penelitian saran bagi guru yaitu guru lebih mengoptimalkan pembelajaran untuk meningkatkan berbicara peserta didik tunarungu dengan menggunakan metode sosiodrama
Penerapan model Pembelajaran TGT untuk meningkatkan keterampilan bercerita pada anak autis di sekolah Inklusi SDN Kebonsari 2
ABSTRAK Astutik, Agus Puji. 2015. Penerapan model Pembelajaran TGT untuk meningkatkan keterampilan bercerita pada anak autis di sekolah Inklusi SDN Kebonsari 2. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.kes, (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd Kata Kunci: TGT, Ketrampilan bercerita, dan siswa autis Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan di kelas II-A diperoleh informasi bahwa siswa autis yang ada dikelas itu seringkali mengalami kesulitan dalam bercerita, penyebabnya yaitu guru hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan, tanpa adanya metode yang menunjang, untuk itu, dalam penelitian ini digunakan metode TGT untuk mengatasi masalah tersebut.Tujuan penelitian ini yaitu : (1) Mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita Pada Anak Autis Di Sekolah Inklusi SDN Kebonsari 2 Kota Malang; (2) Mendeskripsikan hasil belajar keterampilan bercerita pada anak Autis di SD Kebonsari 2 setelah penerapan Model Pembelajaran TGT .Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas, dengan prosedur penelitian terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus meliputi 4 tahap : (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh seluruh siswa autis kelas II-A SDN Kebonsari 2 Kota Malang. Instrumen dalam penelitian ini berupa (1) Wawancara (2) Onservasi (3) Dokumen (4) pengamatan kemampuan bercerita.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan metode TGT membuat kemampuan siswa dalam bercerita dari siklus I pertemuan 1 diperoleh dengan rata-rata kelas sebesar 62,5 dan pada siklus I pertemuan 2 diperoleh rata-rata nilai 68. Pada siklus II pertemuan 1, diperoleh rata-rata baru berkisar 72 dan ketuntasan klasikal siswa sudah mencapai 100%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan TGT dapat meningkatkan keterampilan bercerita pada siswa autis kelas II-A SDN Kebonsari 2 Kota Malang. Saran bagi pendidik hendaknya menggunakan metode TGT untuk meningkatkan keterampilan bercerita.
Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran KArtu Jadwal Terhadap Perilaku Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang
ABSTRAK Bastian, Yohanes. 2015. Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran KArtu Jadwal Terhadap Perilaku Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tomas Iriyanto, M. Pd (2) Henry Praherdiono, S.Si.,M.Pd. Kata Kunci: Kartu jadwal, Perilaku menyimpang, Autis. Autisme adalah jenis gangguan perkembangan pada anak dalam hal komunikasi, sosial dan perilaku mengakibatkan mereka memiliki kesulitan untuk memahami informasi perasaan dari lingkungannya, seringkali mereka menginginkan lingkungannya dapat terprediksi oleh mereka. Hal baru diluar prediksinya dapat menimbulkan rasa cemas yang tinggi sehingga muncul perilaku yang menyimpang. Upaya untuk mengatasinya yaitu dengan memberikan informasi kepadanya tentang kegiatan atau kejadian apa saja yang mereka lakukan / alami dan apa yang harus mereka kerjakan dalam waktu tertentu. Memiliki jadwal membuat tingkat kegelisahan menurun sehingga diharapkan penyimpangan perilaku dapat dicegah. Salah satu tempat terapi untuk anak autis yang menggunakan media visual kartu jadwal ada di Pusat Layanan Autis Kota Malang dengan model visual structure.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah Perilaku anak autis sebelum digunakannya media kartu jadwal dalam pembelajaran di PLA kota Malang saat kondisi baseline? (2) Bagaimana Perilaku anak autis saat saat diberi intervensi menggunakan kartu jadwal dalam pembelajaran di PLA kota Malang (3) Adakah pengaruh penggunaan media kartu jadwal terhadap perilaku anak di PLA Kota Malang?Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian Single Subject Research (SSR) desain penelitian A-B. Subjek penelitian ini adalah AZN (10 Tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan observasi secara langsung tentang perilaku menyimpang yang muncul kemudian dianalisis dengan jenis ukuran frekuensi.Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah (1) level perubahan fase baseline meningkat sebanyak 1x. Sedangkan (2) pada, fase intervensi berkurang sebanyak 1x. (3) terdapat perubahan menurun atau berkurang dari fase baseline terhadap fase intervensi sebanyak 3x. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan perilaku yang menyimpang dari fase baseline ke fase intervensi. Hal ini dipengaruhi oleh adanya media visual kartu jadwal terhadap perilaku anak autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Saran dari penelitian ini adalah penerapan media kartu jadwal visual dibutuhkan di sekolah dan rumah untuk memberi informasi pada penyandang autis tentang kondisi lingkungannya
Pemanfaatan Media Miniatur Rumah Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Letak Benda Pada Pembelajaran IPS Anak Tunagrahita Sedang Kelas VI SLB Idayu 2 Kabupaten Malang.
ABSTRAK Hastuti, Evi Yuli. 2015. Pemanfaatan Media Miniatur Rumah Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Letak Benda Pada Pembelajaran IPS Anak Tunagrahita Sedang Kelas VI SLB Idayu 2 Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata Kunci: media miniatur rumah, memahami letak benda, IPS, tunagrahita sedang Keterbatasan kecerdasan yang dimiliki anak tunagrahita menjadi kendala utama dalam belajar. Mereka tidak mampu berkompetisi dalam belajar dengan temannya yang normal sehingga mereka seringkali menjadi bahan olok-olok sebagai anak yang bodoh di kelas. Materi pembelajaran bagi anak tunagrahita harus dirinci dan sedapat mungkin dimulai dari hal-hal konkrit, mengingat mereka mengalami keterbatasan dalam berfikir abstrak. Penelitian ini menggunakan Tujuan penelitian ini yaitu media Miniatur Rumah yang merupakan duplikasi rumah dalam ukuran kecil untuk memberikan kemudahan siswa mengetahui nama-nama dan letak perabot rumah. Merupakan media tiruan tiga dimensi untuk memberikan sesuatu yang kongkrit, agar mudah dipahami dan menarik minat siswa untuk belajar.mendeskripsikan: 1) pemanfaatan media Miniatur Rumah pada pembelajaran IPS tunagrahita sedang kelas VI SLB Idayu 2 Kabupaten Malang, 2) peningkatan pemahaman tentang letak setiap benda yang ada di setiap ruangan di dalam rumah tungrahita sedang kelas VI SLB Idayu 2 Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah proses insvestigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas, proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara bersiklus. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus tindakan, yang dikembangkan oleh Akbar. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Hasil dari penelitian ini: 1) kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran menggunakan media Miniatur Rumah pada siklus I memperoleh prosentase sebesar 82,5%, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 96,31%. 2) aktivitas belajar siswa pada siklus I memperoleh prosentase sebesar 65,28% meningkat pada siklus II menjadi 76,39% serta hasil belajar siswa yang pada awal siklus I hanya mencapai 25%, meningkat menjadi 100% pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: 1) Media Miniatur Rumah dapat digunakan dengan baik pada pembelajaran memahami letak benda pada mata pelajaran IPS anak tunagrahita sedang kelas VI SLB Idayu 2 Kabupaten Malang. 2) Pemanfaatan Media Miniatur Rumah dapat meningkatkan kemampuan memahami letak benda anak tunagrahita sedang pada mata pelajaran IPS pokok bahasan mengetahui nama-nama dan letak perabot rumah kelas VI SLB Idayu 2 Kabupaten Malang
PENGARUH PERMAINAN FUNGSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK AUTIS DI PUSAT LAYANAN AUTIS KOTA MALANG
ABSTRAK Handayani, Susi Marta. 2015. “Pengaruh Permainan Fungsional terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang”. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Falkutas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing ( I ) Dra. Sudarsini, M. Pd Pembimbing ( II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si Kata kunci : permainan fungsional, motorik kasar, melempar dan menangkap bola, anak autistic Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa penerapan permainan fungsional dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak autis terutama untuk gerakan anggota gerak atas seperti melempar dan menangkap bola. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah: apakah penggunaan permainan fungsional dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar seperti melempar dan menangkap bola pada anak autis?Asumsi dasarnya adalah permainan fungsional dapat digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar sepeti melempar dan menangkap bola anak autis. Peneliti ingin meningkatkan kemampuan anak dengan aktivitas duduk dan tengkurap di gymball.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, serta dalam intervensi dan analisis data menggunakan metode Single Subject Research (SSR) disain A–B–A, dengan satuan ukur frekuensi dan persentase. Subjek penelitian adalah anak autis ringan.Data diambil dengan mengguanakan tes perbuatan setelah perlakuan diberikan.Data yang didapatkan adalah baseline-1(A1), treatment (B) dan beseline-2 (A2). Kemudian data dianalisa, hasil yang didapatkan : panjang kondisi baseline-1(A1) adalah 5 sesi observasi, selama 5 hari, kondisi intervensi (B) sampai 7 sesi selama 7 hari, dan kondisi baseline-2 (A2) adalah 4 sesi selama 4 hari pertemuan. Selanjutnya data dianalisa menggunakan grafik visual analisis yang terdiri dari analisa dalam kondisi dan antar kondisi.Data kondisi baseline-1(A1) menunjukkan stabilitas, kondisi intervensi menunjukkan kenaikan, kondisi baseline-2(A2) kemampuan anak menunjukkan stabilitas dari hari pertama sampai hari ke empat. Mean level meningkat yang mana pada baseline-1 adalah 31,32%, intervensi adalah 61,7%, baseline-2 adalah 82,15%. Skor tertinggi kemampuan motorik kasar setelah perlakuan dihentikan adalah 86,6%. Data persentase overlap antar kondisi baseline-1 dan kondisi intervensi adalah 0%.Hasil penelitian menunjukkan kenaikan pada kemampuan motorik kasar setelah intervensi diberikan. Kemampuan anak melempar dan menangkap bola memperlihatkan peningkatan pada kekuatan, daya tahan dan arah gerakan. Permainan fungsional dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar. Oleh karena itu, permainan fungsional dengan duduk dan tengkurap di gymball ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi dalam meningkatkan atau mengoptimalkan kemampuan motorik kasar seperti melempar bola dan menangkap yang dimiliki oleh anak Autis
Penggunaan Media Aplikasi Microsoft Office Powerpoint Untuk Meningkatkan Keterampilan Mencuci Tangan Siswa Tunagrahita Kelas III Di SDLB Negeri Tuban.
ABSTRAK Agung, Prahastiwi Putri Pandu Dewata. 2015. Penggunaan Media Aplikasi Microsoft Office Powerpoint Untuk Meningkatkan Keterampilan Mencuci Tangan Siswa Tunagrahita Kelas III Di SDLB Negeri Tuban. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1. Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes. Pembimbing 2. Drs. Abdul Huda, M. Pd Kata kunci : Keterampilan Mencuci Tangan, Media Aplikasi Microsoft Office Powerpoint, siswa tunagrahita ringan. Tunagrahita ringan memiliki cukup kepandaian akademik sehingga disebut mampu didik. Mereka tidak menunjukkan kelainan fisik mencolok, meskipun perkembangan fisik mereka sedikit agak terlambat dari pada anak normal. Tunagrahita ringan juga perlu keterampilan mengurus diri seperti berpakaian, mandi, menggunakan WC, makan dan melindungi diri dari bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penggunaan media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint yang dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan di SDLB Negeri Tuban, (2) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan mencuci tangan di SDLB Negeri Tuban setelah dilakukan penggunaan media aplikasi microsoft office powerpoint, (3). Mendeskripsikan penggunaan media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint yang dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian ini yaitu anak SDLB kelas III C Tuban sebanyak 5 orang terdiri dari 3 perempuan, dan 2 laki-laki. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pemanfaatan media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan di SDLB Negeri Tuban, karena melalui media Aplikasi Microsotf Office Powerpoint siswa dapat mengembangkan kemampuannya. Dapat dilihat dari unjuk kerja siswa, pada siklus I siswa mendapatkan presentase 60%, sedangkan pada siklus II mendapatkan presentase 96%. (2) Peningkatan keterampilan mencuci tangan tunagrahita setelah dilakukan penggunaan media Aplikasi Microsoft Office Powerpoint sangat antusias dalam melaksanakan pembelajaran, (3) penggunaan media Aplikasi Microsoft Office PowerPoint dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan pada anak tunagrahita. Disimpulkan bahwa penggunaan media aplikasi microsoft office powerpoint dapat meningkatkan keterampilan mencuci tangan siswa tunagrahita kelas III SDLB Negeri Tuban. Saran yang dikemukakan peneliti adalah : (a) bagi guru, Para guru sebaiknya terus menggunakan media yang bervariasi dalam proses pembelajaran dengan terus menggali agar wawasannya bertambah, (b) bagi peneliti selanjutnya, Pembelajaran media aplikasi Microsoft Office Powerpoint dapat menjadi referensi dan kajian yang menarik untuk program pendidikan dasar maupun untuk menengah