SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Discrete Trial Training Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Anak Autis di SLB Idayu 02 Kabupaten Malang
ABSTRAK Rantawi, Dory Agustia. 2016. Pengaruh Metode Discrete Trial Training Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Pada Anak Autis di SLB Idayu 02 Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik D Hastuti, M.Pd, (2) Drs.Ir. Endro Wahyuno, M.Si Kata kunci: Autis, Metode Discrete Trial Training, Menulis Permulaan. Anak dengan gangguan autis memiliki karakteristik yang berbeda dengan setiap individunya. Keberagaman karakteristik anak autis sifatnya selalu berkelanjutan sehingga memiliki sindrom yang selalu berbeda pula oleh sebab itu autis sering disebut dengan ASD (Autis Spectrum Disorder). Anak autis memiliki gangguan sensoris, salah satunya adalah kemampuan menulis permulaan. Kemampuan menulis permulaan tersebut membutuhkan penanganan dengan metode belajar yang tepat agar dapat mengembangkan keterampilan tersebut. Salah satu metodenya adalah metode Discrete Trial Training. Penelitian ini bertujuan untuk: (1). Mendeskripsikan kemampuan menulis permulaan anak autis sebelum diberikan metode Discrete Trial Training (2). Mendeskripsikan kemampuan anak autis setelah diberikan metode Discrete Trial Training (3). Mendeskripsikan pengaruh metodeDiscrete Trial Training terhadap kemampuan menulis permulaan anak autis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A. Subjekpenelitian ini adalah seorang anak autis di SLB Idayu 02 Kabupaten Malang. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kerjasiswa yang berisikan tentang nama hewan dan nama bagian tubuh hewan dengan menggunakan kriteria penilaian dengan skor maksimal adalah 4 dan 0 sebagai skor terendah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis visual dalam bentuk grafik data antar kondisi dan dalam kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode Discrete Trial Trainingterhadap kemampuan menulis permulaan anak autis di SLB Idayu 02 Kabupaten Malang. Hal tersebut dibuktikan dengan persentase overlap 0%. Selain itu juga, hasil analisis data diketahui bahwa kemampuan menulis permulaan anak autis memiliki nilai tertinggi saat kondisi Baseline-2 atau kondisi kontrol yaitu stabil 87dan saat kondisi intervensi yaitu 83. Berdasarkan hasil penelitian ini, kesimpulannya adalah metode Discrete Trial Training memiliki pengaruh terhadap kemampuan menulis permulaan anak autis di SLB Idayu 02 Kabupaten Malang. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) Bagi Guru disarankan untuk mengetahui metode belajar yang tepat terhadap anak autis dengan menambah jumlah referensi metode untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaanbagi anak autis (2) Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk melalukan penelitian dengan mencoba metode belajar yang baru dan sesuai dengan kebutuhan belajar anak dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada anak autis
Pengaruh Penggunaan Media Papan Flanel Qur’an Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Huruf Al-Qur’an Siswa Tunarungu Kelas III SLB B-C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang.
ABSTRACTDewi, Rosa, Aprilianita. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Papan Flanel Qur’an Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Huruf Al-Qur’an Siswa Tunarungu Kelas III SLB B-C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (2) Drs. Usep Kustiawan M.SnKata Kunci: Tunarungu, Kemampuan Membaca Huruf Alqur’an, Media Papan Flannel Qur’anHuruf Alqur’an merupakan kunci dasar membaca AL-Qur’an. Huruf Alqur’an digunakan sebagai ejaan untuk menulis kata atau kalimat dalam AL-Qur’an. Huruf Alqur’an terdiri dari 29 huruf yang mempunyai bentuk dan karakter yang berbeda pada penekanan bentuk dan titiknya, hal ini kadang sering menyulitkan anak-anak untuk dengan cepat melafalkan dan menghafalkan ke 29 huruf Alqur’an tersebut. Permasalahan yang sering terjadi ialah anak sering salah dalam membaca atau tertukar dari satu huruf ke huruf lain, apalagi dengan huruf yang hampir sama tetapi dengan letak titik yang berbeda. Usaha meningkatkan minat membaca permulaan Al Qur’an pada anak tunarungu diperlukan media pembelajaran yang tepat dan dipertimbangkan oleh guru untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam upaya untuk membantu meningkatkan penguasan huruf Alqur’an pada siswa tunarungu peneliti mencoba dengan suatu media, yaitu dengan media papan flannel Qur’an.Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimana kemampuan membaca huruf Al-Qur’an siswa kelas III SLB B-C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang sebelum menggunakan media papan flannel Qur’an, (2) Untuk mengetahui bagaimana kemampuan membaca huruf Al-Qur’an siswa kelas III SLB B-C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang sesudah menggunakan media papan flannel Qur’an, dan (3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan flannel Qur’an terhadap kemampuan membaca huruf Al-Qur’an siswa tunarungu kelas III SLB B-C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experimen dengan desain time series. Dimana sebuah eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa menggunakan kelompok kontrol atau pembanding. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini tidak bersifat random.Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan perolehan rata-rata pada tahap pre-test sebesar 37,5 %, sedangkan perolehan rata-rata pada tahap post-test meningkat sebesar 77,5 % setelah dilakukan intervensi. Dari perhitungan tersebut dapat dinyatakan adanya pengaruh penggunaan media papan flannel Qur’an bentuk perlakuan terhadap kemampuan membaca huruf Alqur’an. Adapun saran bagi Guru dalam penelitian ini adalah Guru dapat menggunakan media pembelajaran sesuia dengan karakteristik dan kebutuhan siswa
PENGARUH METODE MULTISENSORI BERBASIS ORTON-GILLINGHAM TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK DISLEKSIA KELAS 1 DI SDN INKLUSI KETAWANGGEDE KOTA MALANG
ABSTRACT Kasanah, Fidayatul. 2016. Pengaruh Metode Multisensori Berbasis Orton-Gillingham Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Disleksia Kelas 1 di SDN Inklusi Ketawanggede Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Henry Praherdiono, S.Si,M.Pd.Kata kunci: Metode multisensori berbasis Orton Gillingham, membaca permulaan, disleksia kelas 1 Disleksia merupakan kelainan dengan dasar kelainan neurobiologist dan ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata dengan tepat atau akurat dalam pengejaan dan dalam kemampuan mengkode symbol. Hal tersebut terjadi karena kekurangan dalam modalitas memori visual dan auditoris, kekurangan dalam memori jangka pendek dan jangka panjang serta memiliki masalah dalam ingatan. Metode Multisensory berbasis Orton-Gillingham adalah metode membaca untuk anak disleksia yang melibatkan modalitas visual, auditori, dan kinestetik (gerakan) dan taktil yang mempelajari membaca dari unit terkecil huruf. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) kemampuan membaca permulaan siswa disleksia kelas 1 sebelum diterapkan metode multisensori berbasis Orton-Gillingham (2) kemampuan membaca permulaan siswa disleksia kelas 1 setelah diterapkan metode multisensori berbasis Orton-Gillingham, (3) pengaruh metode multisensori berbasis Orton-Gillingham terhadap kemampuan membaca permulaan siswa disleksia kelas 1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reasearch (SSR) dengan model A-B-A. Subjek penelitian adalah satu siswa disleksia yang berusia 8 tahun kelas 1 di SDN Inklusi Ketawanggede Kota Malang. Instrumen yang digunakan adalah tes. Tes yang digunakan adalah tes membaca lisan untuk mengukur kemampuan membaca permulaan anak disleksia. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan intervensi kemampuan membaca permulaan termasuk dalam kategori rendah yang memiliki mean level sebesar 40%, sedangkan sesudah diberikan intervensi memiliki mean level sebesar 65,88%, dan pada kondisi kontrol memiliki mean level 64,7%. Persentase overlape menunjukkan 0% yang artinya metode multisensori berbasis Orton-Gillingham berpengaruh positif terhadap kemampuan membaca permulaan anak disleksia kelas 1 di SDN Inklusi Ketawanggede Kota Malang. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan membaca permulaan siswa berada pada kategori rendah sebelum diterapkan metode multisensori berbasis Orton-Gillingham, (2) kemampuan membaca permulaan siswa mengalami peningkatan ketika diterapkan metode multisensori berbasis Orton-Gillingham, (3) kemampuan membaca permulaan siswa tetap stabil dan meningkat setelah diterapkan metode multisensory berbasis Orton-Gillingham, (4) metode multisensory berbasis Orton-gillingham berpengaruh positif terhadap kemampuan membaca permulaan siswa disleksia kelas 1. Saran untuk guru diharapkan bisa memilih metode yang tepat dalam mengajarkan membaca permulaan kepada siswa disleksia dengan mendayagunakan seluruh indera yang ada. Metode multisensori berbasis Orton-Gillingham dapat diterapkan untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan di SDN Inklusi Ketawanggede Kota Malang. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang sama dengan subjek yang berbeda untuk memperluas pengetahuan
Pengaruh Permainan Spelling Puzzle Terhadap Kemampuan Membaca Kata Siswa Tunagrahita Kelas I SDLB Kepanjen
ABSTRACT Pengaruh Permainan Spelling Puzzle Terhadap Kemampuan Membaca Kata Siswa Tunagrahita Kelas I SDLB KepanjenZuroida, Zulfa. 2016. The Effect of Spelling Puzzle towards Reading Ability for Student with Intellectual Disabilities in the class I of SDLB Kepanjen Malang. Skripsi, Department of Special Education, Faculty of Education, University of Malang. Advisors: (1) Drs. Abdul Huda, M. Pd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M. Hum.Keywords: Students with Mental Retardation, Word Reading, Spelling Puzzle.The light mental retardation in learning of reading especially for beginner should use visual, auditory and linguistic approaches to learn reading fluently. Learning to read for beginner which applied to the students with light mental retardation will be more effective if supported with games. Therefore, It is needed a game which can support students in learning to read for beginner especially for reading words so that the students can reform the structure of language. The game is Spelling Puzzle in which consist of pictures and words which can help the students in reading words.This study was aimed to describe the effect of spelling puzzle to word reading ability of students with mental retardation.The study was conducted by experimental design by using Single Subject Research (SSR) with the design A-B-A. The subject of study was using one student with mental retardation under age 9 years old of class 1 at SDLB Kepanjen Malang. The data analysis was using inter-condition and inter-state conditions.The results showed that the mean level on baseline-1 increased 57.6, meanwhile the intervention was 88.5 and further on baseline-2 decreased 79.6 however the data was still consistent. In addition, the percentage of overlap between baseline-1 to the intervention condition was 0%. The calculation showed that there was influence of spelling puzzle as an intervention to increase student’s word reading as a target of behavior. It is recommended of this study that the teachers can use media in learning process based on the characteristics and the students’ needs. A suggestion for teacher is expected to be able to optimize the ability of students with mental retardation by optimizing other senses which still have good function. Optimizing can be done during the learning process so that the students can understand the lesson better. Optimizations can be done by facilitating a media or an interesting method in learning. In addition, further researchers are suggested to expand research using spelling puzzle in subjects with different characteristics or different targets of behavior
Pengaruh Media Komik terhadap Perilaku Disiplin pada Anak Tunagrahita kelas X di SMALB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang
ABSTRACT Pengaruh Media Komik terhadap Perilaku Disiplin pada Anak Tunagrahita kelas X di SMALB Pembina Tingkat Nasional Bagian C MalangAnak tunagrahita ringan adalah anak yang memiliki IQ 55-75, mereka kurang mampu untuk mengikuti program sekolah biasa, tetapi memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan antara lain membaca, menulis, berhitung, dan binadiri. Dalam penelitian ini yang di ukur bukanlah tingkat kognitif siswa, melainkan perilaku disiplin siswa di kelas. Perilaku disiplin sangatlah penting untuk diberikan, apalagi untuk mereka yang memiliki hambatan dalam intelegensinya.Saat peneliti melakukan observasi, mereka kurang disiplin contoh: mereka suka mencari perhatian dari orang di lingkungan sekitarnya, suka mengganggu teman, hal tersebut membuat guru kelas kesulitan untuk menanganinya. Sehubungan dengan itu peneliti merasa tertarik untuk meningkatkan perilaku disiplin siswa di kelas.Permasalahan pada penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh media komik terhadap perilaku disiplin siswa tunagrahita kelas X di SMALB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Penelitian ini menggunakan Quasy Experiment Design dengan bentuk time series design. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif kemudian uji hipotesisnya menggunakan uji wilcoxon.Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa nilai rata-rata pre test (perilaku disiplin sebelum diberi treatment) sebesar 51,75, sedangkan nilai post test (perilaku disiplin setelah diberikan treatment) sebesar 79,85. Berdasarkan hail perhitungan terhadap jumlah harga mutlak yang diambil (terkecil) adalah Thitung= 0 dan . Sedangkan T pada tabel dengan taraf nyata α = 0,05 diperoleh harga = 1. Dari kriteria pengujian yang telah ditetapkan, maka harga Thitung < Ttabel, sehingga 0 < 1, maka Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media komik berpengaruh terhadap perilaku disiplin pada anak tunagrahita kelas X di SMALB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Saran yang diajukan adalah (1) Untuk guru dan sekolah hendaknya menggunakan media komik sebagai media pembelajaran di kelas, bukan hanya membentuk perilaku disiplin saja melainkan banyak manfaat yang dapat diambil dari membaca komik. Untuk mencapai hasil yang maksimal saat proses pembelajaran guru juga harus bertindak lebih tegas dalam mendisiplinkan siswa; (2) Untuk peneliti selanjutnya yaitu hendaknya mengembangkan media komik dengan berbagai tema, bukan hanya disiplin di kelas namun juga bisa pendidikan karakter yang lainnya, misalnya sikap jujur, rukun, tanggung jawab, dan lain sebagainya
PENGARUH TEKNIK SHAPING TERHADAP KETERAMPILAN MEMAKAI KEMEJA ANAK TUNAGRAHITA KELAS 1 SDLB DI SLB PGRI KEDUNGWARU TULUNGAGUNG
ABSTRAK Hardianti, Gayatri. 2016. Pengaruh Teknik Shaping Terhadap keterampilan memakai kemeja anak tunagrahita kelas 1 SDLB di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd Kata Kunci: teknik shaping, keterampilan memakai kemeja, tunagrahita Tunagrahita adalah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan dalam perkembangan intelektual hingga berdampak pada kehidupan pribadinya yang tidak dapat lepas dari ketergantungan terhadap orang lain. Salah satu ketergantungan yang banyak terjadi pada anak tunagrahita yaitu kemampuan berpakaian terutama pada keterampilan memakai kemeja. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan adanya pembelajaran atau latihan yang dapat meningkatkan keterampilan memakai kemeja. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan memakai kemeja adalah pembelajaran menggunakan teknik shaping. Teknik shaping adalah teknik pembentukan perilaku baru yang dilakukan dengan cara bertahap dan disertai dengan penguatan secara berturut-turut. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan keterampilan memakai anak sebelum diberikan intervensi, (2) mendeskripsikan keterampilan memakai kemeja anak setelah diberikan intervensi, (3) mendeskripsikan pengaruh teknik shaping terhadap keterampilan memakai kemeja anak tunagrahita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan subjek tunggal atau SSR (Single Subject Research) dengan desain A-B-A. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan dengan gangguan motorik kelas 1 SDLB di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Jenis pengukuran variabel yang digunakan adalah persentase. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan perolehan mean level yang meningkat dari 63,67% kondisi baseline-1, 89,71%, dan 85,17 pada kondisi baseline-2. Perhitungan persentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi adalah 0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara teknik shaping sebagai variabel bebas, terhadap keterampilan memakai kemeja anak tunagrahita sebagai target behavior. Saran dari penelitian ini antara lain: (1) berikan variasi terhadap pendekatan pembelajaran khususnya bina diri, teknik pembelajaran bina diri, serta media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter individual anak (2) orang tua diharapkan dapat bekerjasama dalam mengembangkan kemandirian anak tunagrahita dengan gangguan motorik,dengan adanya kerjasama yang baik maka pembelajaran yang diberikan dari sekolah kemudian dilanjutkan dengan pembiasaannya di rumah (3) Perlu diadakan penelitian yang lebih mendasar dalam pembelajaran bina dir
Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris Melalui Pemanfaatan Media Kartu Kata ( flash card) pada siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLB Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan
ABSTRACT Anggraeni,Indar.2016.Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa InggrisMelalui Pemanfaatan Media Kartu Kata (flash card) Pada SiswaTunagrahita Ringan Kelas VII Di SMPLB Negeri Pandaan KabupatenPasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas IlmuPendidikan, Universitas Negeri Malang.Dosen Pembimbing: (I)Drs.Abdul Huda, M.Pd. (II) Dr.Sulthoni, M. Pd.Kata Kunci :Penguasaan kosakata, Media kartu kata (flash card), TunagrahitaRinganPembelajaran Bahasa Inggris untuk tunagrahita cukup berbeda karenaanak tunagrahita mengalami masalah dalam kemampuan berbahasa terutamadalam hal memahami kosakata dan artikulasi Bahasa Inggris. Salah satu cara yanguntuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan media pembelajarankartu kata (flash card).Penggunaan media kartu kata (flash card) dimaksudkanuntuk mengkongkretkan konsep- konsep abstrak sehingga materi yang diajarkanmudah dimengerti dan mengatasi kesulitan dalam mengartikulasikan bunyiBahasa dengan benar.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatanmedia kartu kata (flash card) dapat meningkatkan penguasaaan kosakata BahasaInggris siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLB Negeri Pandaan KabupatenPasuruan.Bagaimana peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswatunagrahita ringan kelas VII di SLB Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan setelahmenggunakan media kartu kata (flash card).Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan penggunaan kartu kata (flash card) pada pembelajaran BahasaInggris bagi siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLB Negeri PandaaanKabupaten Pasuruan terhadap peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggrissiswa tunagrahita kelas VII di SMPLB Negeri Pandaan Kabupaten Pasuruan.Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)yang dilakukan dalam dua siklus.Tiap siklus meliputi 4 tahap yaitu: perencanaaan,pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini yaitu 5 siswatunagrahita ringan kelas VII SMPLBN Pandaan.Instrumen dalam penelitian iniberupa tes, observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kartu kata (flash card)membuat kemampuan siswa dalam penguasaan kosakata dari siklus I diperolehdengan rata- rata kelas sebesar 64 dan pada siklus II mengalami peningkatanmenjadi 74. serta hasil belajar siswa yang pada awal siklus I hanya mencapai60%, meningkat menjadi 80% pada akhir siklus IIKesimpulan dari penelitian ini yaitu media kartu kata (flash card) dapatmeningkatkan kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswatunagrahita ringan kelas VII di SMPLBN Pandaan. Saran bagi pendidikhendaknya menggunakan media kartu kata (flash card) untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosakata Bahasa Inggri
Pengembangan Buku Gemar Membaca dan Menulis Bagi Anak Berkesulitan Belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang
ABSTRAK Rahmawati, Annisa. 2016. Pengembangan Buku Gemar Membaca dan Menulis Bagi Anak Berkesulitan Belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si Kata Kunci: Buku Gemar Membaca dan Menulis, Anak Berkesulitan Belajar, Sekolah Dasar Anak berkesulitan belajar membaca (disleksia) merupakan anak yang mengalami kesulitan dalam membaca, hal itu berkaitan erat dengan menulis sehingga anak yang mengalami kesulitan membaca pada umumnya juga mengalami kesulitan dalam menulis. Sedangkan membaca merupakan suatu aktivitas yang sangat mendasar untuk memahami semua bidang ilmu. Anak yang mengalami berkesulitan membaca membutuhkan media khusus untuk membantu ia belajar membaca. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan produk buku Gemar Membaca dan Menulis untuk anak berkesulitan belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang, yang telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi, praktisi, dan siswa yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaan untuk guru atau pendamping. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan dan penelitian menurut Borg dan Gall yang dikembangkan Sugiyono terdapat 10 langkah, namun peneliti hanya melakukan hingga 7 langkah penelitian yaitu : (1) potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Gemar Membaca dan Menulis bagi anak berkesulitan belajar kelas V SDN Ketawanggede kota Malang memperoleh skor validasi ahli media 100 % (sangat valid), ahli materi 96,67 % (sangat valid), praktisi 93,19 % (sangat valid), dan siswa 97,5 % (sangat valid). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk buku ini dalam kategori sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Saran dari penelitian ini adalah: (1) memperbanyak kalimat-kalimat yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan anak, (2) memberikan gambar-gambar yang lebih menarik agar anak mempunyai motivasi belajar membaca dan menulis yang lebih tinggi, (3) buku Gemar Membaca dan Menulis bagi anak berkesulitan belajar tidak hanya dapat digunakan di SDN Ketawanggede kota Malang saja namun dapat digunakan disekolah yang lain yang mempunyai masalah yang sama
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Realistik Dengan Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Peserta Didik Tunagrahita Kelas VIIIC Di SMPLB Negeri Kedungkandang Kota Malang
ABSTRAK Setyorini, Desy. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Matematika Realistik Dengan Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Peserta Didik Tunagrahita Kelas VIIIC Di SMPLB Negeri Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Dra. Sudarsini, M.Pd, 2) Dra. Wiwik D.Hastuti, S.Pd, M.Pd, Kata Kunci : Hasil belajar matematika realistik, Model pembelajaran snowball throwing, Anak tunagarahita Tunagrahita merupakan suatu kondisi di mana intelegensinya berada di bawah rata-rata dan perkembangan kecerdasannya mengalami hambatan sehingga tidak mencapai tahap perkembangan yang optimal. Jika pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran konvensional, maka akan membuat siswa tunagrahita kesulitan dalam memahaminya. Model pembelajaran yang tepat adalah menggunakan snowball throwing yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pelaksanaan penyampaian model pembelajaran snowball thoriwng dalam kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika, 2) mendeskirpsikan aktivitas setelah diberikan model pembelajaran snowball throwing, 3) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan desain PTK. Dilaksanakan dengan dua siklus. Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kegiatan anak, lembar aktivitas penilaian kegiatan guru. Analisis data yang digunakan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulannya yaitu pembelajaran Matematika Realsitik menggunakan model pembelajaran snowball throwing dalam 2 siklus dengan perencanaan yang telah disusun menggunakan cara-cara dalam penerapan model ini, yaitu siswa membuat soal dan menggulungnya membentuk bola, siswa melemparkan bola tersebut ke siswa lain, siswa menjawab soal yang telah dilemparkan oleh siswa yang lainnya. Proses peningkatan sebelum dan sesudah ada kegiatan percakapan melalui model pembelajaran snowball throwing diperoleh hasil belajar sebagai berikut: rata-rata nilai siswa pratindakan sebesar 52,5% dengan ketuntasan klasikal 20%, pada siklus I mengalami peningkatan rata-rata nilai siswa 62,51% dengan ketuntasan klasikal 60, pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 87,19 dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Saran yang dapat diajukan untuk guru adalah pada proses pembelajaran perlu mengembangkan model pembelajaran snowball throwing sesuai dengan kemampuan anak melalui kegiatan pembelajaran. Materi yang digunakan juga sebaiknya sesuai dengan kondisi yang nyata. Materi matematika lebih mudah dipahami dan siswa tidak merasa bosan pada saat pembelajaran di dalam kelas. Bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian model pembelajaran yang lain dengan kondisi nyata di lingkungan. ABSTRACT Setyorini, Desy. 2016. Increasing Realistic Mathematic Learning Outcomes with Applicatiom of Snowball Throwing Model for Students with Intellectual Disability in Eightht Class of SMPLB Negeri Kedungkandang, Malang City. Undergraduate Thesis. Special Education Department, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: 1) Dra. Sudarsini, M.Pd, 2) Dra.Wiwik D.Hastuti, M.Pd. Key Words : Snowball Throwing Learning Model, Realistic Mathematic Learning Outcomes, intellectual disability Intellectual disability is a condition in which intelligence is below average and the development of intelligence experience barriers so that it can not achieve optimally. If the mathematic lesson use a conventional learning, will make student with intellectual disability difficult in understanding. The Appropriate learning models used is snowball throwing related to daily activity. The purpose of this study were: to describe (1) the implementation of delivery of snowball throwing learning model in teaching and learning activities in mathematics, (2) activity after being given snowball throwing in learning model, (3) the learning outcome in mathematics. The design of this study was Class Action Research (PTK) with two cycles. The collection of data was observation and documentation. The research instrument used was students’ activities observation sheets, the teacher’s assessment activity sheet. Data analysis used was descriptive quantitative and qualitative. The conclusion is Realistic Mathematic Learning using snowball throwing learning model in two cycles with the planning that has been prepared using the methods in the application of this model, the students created questions and rolling it into balls, the students threw the ball for another student, students answered questions that have been cast by the other students. The upgrade process before and after no activity conversation through snowball throwing learning model acquired learning outcomes as follows: the average value of students' pre-action amounted was 52.5% with classical completeness 20%. In the first cycle experienced an average increase in student scores was 62.51 % with classical completeness of 60%. In the second cycle students' average score was 87,19% with classical completeness of 100%. In the learning process, the teachers is suggested to develop learning models snowball throwing accordance with the ability of children through learning activities. The material used should also correspond to real conditions. In order for the material more easily understood math and students do not get bored during the learning in the classroom. For other researchers should for learning model which other it is related to the students daily life
Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Kemampuan Seni Rupa Teknik Kolase Pada Anak Tunagrahita Kelas III di SDLB TN Bag.C Lawang
ABSTRACT Dewi, Noverita Surya. 2016. Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Kemampuan Seni Rupa Teknik Kolase Pada Anak Tunagrahita Kelas III di SDLB TN Bag.C Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si., (II) Eka Pramono Adi, S.IP., M.Si.Kata Kunci: metode demonstrasi, teknik kolase, tunagrahitaMuatan pembelajaran pada anak tunagrahita lebih diutamakan dalam aspek yang mengandung keterampilan. Salah satu keterampilan yang diajarkan di kelas III SDLB-C adalah seni rupa teknik kolase, akan tetapi kemampuan seni rupa anak tunagrahita khususnya dalam pembelajaran kolase belum maksimal. Hal ini ditambah lagi dengan metode pembelajaran yang digunakan guru, dimana pembelajaran masih berpusat pada guru.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan seni rupa anak tungrahita dengan teknik kolase sebelum dan sesudah diberikan treatment dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain one group pretes and post-tes. Data penelitian yang berupa penilaian hasil karya anak dihimpun dengan instrumen unjuk kerja melalui lembar observasi dengan skala penilaian.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai probabilitas hasil sampel 0.0010, maka nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari α yaitu (0.05) sehingga ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi berpengaruh terhadap kemampuan berkarya seni rupa teknik kolase pada anak tunagrahita. Bagi guru disarankan untuk menggunakan metode ini bagi anak tunagrahita khususnya dalam berkarya seni rupa. Bagi peneliti lain disarankan mengembangkan metode ini dengan materi yang berbeda