SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    Penggunaan Media Kartu Angka Untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Operasi Hitung Pengurangan Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Eka Mandiri Kota Batu

    No full text
    ABSTRACT Kartika, Ikrima. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Kartu Angka Untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Operasi Hitung Pengurangan Anak Tunagrahita Kelas V SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (2) Dra. Sudarsini, M. Pd Kata Kunci: tunagrahita, kemampuan operasi hitung pengurangan, media kartu angkaSiswa tunagrahita memliki keterbatasan dalam hal kognitifnya. Tunagrahita secara umum merujuk pada kecerdasan di bawah rata-rata, hal ini terjadi karena otak bagian short term memory mengalami gangguan sehingga siswa tunagrahita tidak bisa menghafal dalam jangka waktu yang lama. Salah satu contoh yang bisa diambil yaitu saat pelajaran matematika ketika diberikan tugas untuk mengerjakan soal siswa kesulitan untuk mengerjakan karena memori jangka panjang yang ada dalam otak tidak berfungsi dengan semestinya. Padahal dalam pelajaran matematika ada banyak rumus yang harus dihafalkan oleh siswa.Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan operasi hitung pengurangan anak tunagrahita kelas V SDLB Eka Mandiri sebelum penggunaan media kartu angka. (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan operasi hitung pengurangan anak tunagrahita kelas V SDLB Eka Mandiri sesudah penggunaan media kartu angka. (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media kartu angka terhadap kemampuan operasi hitung pengurangan anak tunagrahita kelas V SDLB Eka MandiriPenelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Dimana sebuah eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa menggunakan kelompok kontrol atau pembanding. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini tidak bersifat random.Hasil penelitian menunjukkan perolehan nilai rata-rata pada tahap pre-test yaitu 66, sedangkan perolehan rata-rata nilai pada tahap post-test meningkat menjadi 88 setelah dilakukan perlakuan.dari perhitungan tersebut dapat dinyatakan adanya pengaruh penggunaan media kartu angka sebagai bentuk intervensi terhadap kemampuan operasi hitung pengurangan sebagai target behavior. Hasil output diperoleh nilai sig. 2 (2-tailed) sebesar 0.034 yang berarti bahwa nilai sig.2 (2-tailed) lebih kecil dari nilai α (0,05). Berdasarkan kriteria tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu angka berpengaruh terhadap kemampuan operasi pengurangan  Adapun saran bagi Guru dalam penelitian ini adalah Guru dapat menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

    Pengaruh Metode Struktural Analitik Sintetik Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Kelas I Di Sdlb Negeri Kedungkandang Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Prawisma, Bela. 2016. Pengaruh Metode Struktural Analitik Sintetik Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Kelas I Di Sdlb Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn   Kata Kunci: Metode Struktural Analitik Sintetik, Kemampuan Membaca Permulaan, Anak Tunagrahita   Seseorang dikategorikan berkelainan mental subnormal atau tunagrahita, jika ia memiliki tingkat kecerdasan yang sedemikian rendahnya (di bawah normal). Tunagrahita memerlukan bantuan atau layanan secara spesifik, termasuk dalam program pendidikannya. Salah satunya materi membaca permulaan, siswa tunagrahita memerlukan metode yang dapat membantu dalam pembelajaran yaitu dengan Metode Struktural Analitik Sintetik.dengan metode tersebut, siswa akan lebih mudah memahami jika pembelajaran dimulai dari bentuk umum ke khusus. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas I di SDLB Negeri Kedungkandang Malang sebelum diberikan metode SAS, (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas I di SDLB Negeri Kedungkandang Malang setelah diberikan metode SAS, (3) Untuk mengetahui  pengaruh metode SAS terhadap kemampuan membaca permulaan bagi siswa tunagrahita kelas I di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan bentuk time series design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I yang berjumalah 5 siswa di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Instrumen yang digunakan berupa tes atau soal tes yang bertujuan untuk mengukur kemempuan subjek dalam membaca permulaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan memberikan pre-test sebanyak 4 kali, treatment 4 kali, dan post-test 4 kali. Analisis data menggunakan uji jenjang – bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai rata-rata pre test yaitu 53.3 dan nilai rata-rata post test yaitu 81,63. Hasil uji hipotesis t hitung > t tabel = H1 diterima, kesimpulannya adalah metode SAS berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode SAS terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita ringan kelas I di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Saran untuk guru diharapkan menggunakan metode SAS dengan media yang menyenangkan, dan saran untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mengembangkan media yang menarik untuk digunakan sebagai pembelajaran menggunakan metode SAS

    Pengaruh Permainan Sudoku Fantasi Terhadap Kemampuan Berhitung Pada Tunagrahita Kelas 1 SDLB BC Kepanjen Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRACT Pramesti, Indri. 2016. Pengaruh Permainan Sudoku Fantasi Terhadap Kemampuan Berhitung Pada Tunagrahita Kelas 1 SDLB BC Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum.Kata kunci: Tunagrahita, Sudoku Fantasi, Kemampuan BerhitungAnak tunagrahita ialah anak yang memiliki kecerdasan intelektual dibawah rata-rata serta berperilaku adaptif dan pada umumnya mengalami hambatan pada bidang intelektual, sosial dan kognitif. Tahapan awal dalam berhitung adalah membilang, dan memahami konsep angka, hal ini mudah bagi mereka yang normal namun sulit bagi tunagrahita. Kemampuan berhitung tunagrahita ialah memahami konsep simbol bilangan, serta memahami bentuk dan makna dari bilangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan adanya pengaruh sebelum dan sesudah menggunakan permainan sudoku fantasi dalam kegiatan pembelajaran matematika pada anak tunagrahita ringan (2) mendeskripsikan hasil belajar kemampuan berhitung sebelum dan sesudah menggunakan permainan sudoku fantasi di SDLB BC Kepanjen.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan One-Group Pre-test Post-test Design. Pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar matematika mengisi sudoku yang kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus uji t (Uji Sign Test). Subjek penelitian ini ialah 4 anak tunagrahita ringan, dengan IQ antara 69-55 yang dapat menerima pendidikan akademik di sekolah. Berdasarkan hasil uji hipotesis dari skor pre-test yaitu 45,0 dan skor post-test yang mencapai 72,5 menunjukkan signifikansi pada nilai, hal ini menunjukkan adanya pengaruh kemampuan berhitung anak tuna grahita ringan setelah menggunakan sudoku fantasi. Hasil belajar berhitung peserta didik tunagrahita dengan menggunakan permainan sudoku fantasi lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan permainan sudoku fantasi ditunjukkan dengan nilai pre test dan post test yang meningkat serta menunjukkan minatnya untuk belajar dan antusiasme dalam pembelajaran matematika. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berhitung peserta didik tunagrahita ringan kelas I SDLB BC Kepanjen Kabupaten Malang sebelum dan sesudah menggunakan permainan sudoku fantasi, serta terjadi peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan dengan antusiasme serta nilai yang meningkat. Berdasarkan temuan selama penelitian maka disarankan kepada guru agar menggunakan permainan sudoku fantasi dalam kegiatan pembelajaran matematika untuk mengatasi kesulitan anak tunagrahita dalam belajar

    PENGEMBANGAN MODUL SENI TARI UNTUK MENGOPTIMALKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK TUNARUNGU DI SDLB PUTRA JAYA MALANG

    No full text
    ABSTRACTArie Michael Roosmaya. 2016. Pengembangan Modul Seni TariUntuk Mengoptimalkan Pendidikan Karakter pada Anak Tunarungu di SDLB Putra Jaya Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si dan Pembimbing (2) Dr. Sihkabuden, M.Pd.Kata Kunci: Modul Seni Tari, Pendidikan Karakter, Tunarungu.Siswa tunarungu mengalami kesulitan dalam menerima informasi melalui media audio. Mereka juga punya gangguan dalam persepsi bunyi dan irama, dan berkomunikasi dengan anak-anak pendengaran lainnya. Sebagai hasil, mereka memiliki masalah dalam beradaptasi baik di dalam maupun di luar sekolah. Tunarungu adalah gangguan yang menunjukkan keterbatasan yang signifikan dalam pendengaran sehingga memiliki efek yang kompleks gangguan perilaku adaptif seperti konseptual, sosial dan praktis. Sayangnya, SDLB Putra Jaya Malang adalah kurangnya bahan ajar untuk mengoptimalkan pembangunan karakter pada anak-anak.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengembangkan modul pembelajaran instruksional untuk mengajar tari di SDLB Putra Jaya Malang (2) untuk menentukan efektivitas dari seni materi pengajaran tari di SDLB Putra Jaya Malang.Penelitian ini menggunakan R & D (Research & Development) yang terinspirasi dari model Sugiyono telah dimodifikasi menjadi delapan langkah seperti: (1) identifikasi masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, ( 4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji produk, (7) revisi produk, (8) produk akhir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul tingkat berlaku. Hasil penelitian dari ahli materi diperoleh skor 84,4% (sangat valid), ahli media diperoleh skor 87,5% dan praktisi diperoleh skor 89,2%. Hasil pengujian efektivitas modul berdasarkan hasil belajar siswa mendapat kriteria yang efektif dengan skor 75%.  Dari hasil tiga validasi ahli dan penilaian dari pembangunan karakter menunjukkan bahwa modul berlaku.Saran dari penelitian ini adalah: (1) guru harus tetap memberikan bimbingan kepada siswa ketika modul yang digunakan. (2) Guru dapat mengembangkan modul pembelajaran pada bahan lainnya. (3) bagi peneliti lain meneliti produk lebih lanjut

    Pengaruh Metode Forward Chaining Terhadap Kemampuan Bina Diri Memakai Baju Berkancing Pada Peserta Didik Tunagrahita Kelas VII di SMPLB Idayu 1 Malang

    No full text
    ABSTRACTZain, Arina Rosada. 2016. Pengaruh Metode Forward Chaining Terhadap Kemampuan Bina Diri Memakai Baju Berkancing Pada Peserta Didik Tunagrahita Kelas VII di SMPLB Idayu 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik D. Hastuti, S. Pd, M. Pd, (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd.Kata kunci: Tunagrahita sedang, bina diri, forward chaining.Kurangnya kreativitas guru dalam memberikan pelayanan terhadap kebutuhan peserta didiknya menyebabkan peserta didik lambat dalam menerima dan memahami materi yang disampaikan guru. Pada penelitian ini, peneliti memilih metode forward chaining untuk mengajarkan bina diri tahapan memakai baju berkancing pada peserta didik tunagrahita sedang. Karena dengan metode ini memudahkan guru dan peserta didik untuk memahami materi yang diberikan dan mudah untuk diajarkan karena dimulai dengan tahapan memakai baju dari awal sampai akhir sampai peserta didik benar-benar menguasai setiap tahapan dengan benar.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik tunagrahita sedang dalam kemampuan bina diri memakai baju berkancing sebelum diberikan intervensi menggunakan metode forward chaining, 2) untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik tunagrahita sedang dalam kemampuan bina diri memakai baju berkancing setelah diberikan intervensi menggunakan metode forward chaining, 3) pengaruh metode forward chaining terhadap kemampuan bina diri memakai baju berkancing.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR) dengan model A-B-A. Subjek penelitian menggunakan satu peserta didik tunagrahita sedang yang berusia 18 tahun kelas VII di SMPLB Idayu 1 Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukkan perolehan mean level yang meningkat dari baseline-1 (A1) 57,2, intervensi 96,5, dan baseline-2 (A2) 98,6. Presentase overlap antara kondisi baseline-1 (A1) ke intervensi sebesar 0% yang menunjukkan tidak ada tumpang tindih. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh penggunaan metode forward chaining sebagai intervensi terhadap peningkatan kemampuan bina diri memakai baju berkancing sebagai target behavior. Adapun saran bagi guru dari penelitian adalah guru dapat menggunakan metode forward chaining dalam pembelajaran bina diri lainnya

    Pengembangan Video Stop Motion Scramble untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Kelas VIII SMPLB Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRACTLusyana, Windy. 2016. Pengembangan Video Stop Motion Scramble untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris Kelas VIII SMPLB Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M. Pd, M. Kes 2) Dr. Sulthoni, M. PdKata Kunci: Video Stop Motion Scramble, Kosakata Bahasa Inggris, TunarunguPerlunya keterampilan berbahasa inggris yang dimiliki anak tunarungu berbanding terbalik dengan kesulitan anak dalam melakukan berbahasa dan berkomunikasi. Hal ini sesuai dengan observasi di kelas VIII SMPLB BC Dharma Wanita 01dimana anak tunarungu mengalami kesulitan dalam menuliskan kata bahasa inggris dalam bab Anggota Tubuh. Kesalahan yang dilakukan siswa adalah seperti suku kata yang terbalik  atau struktur katanya yang salah. Rendahnya kosakata pada anak tunarungu ini diperlukan proses pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan motivasi pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran Bahasa Inggris yang berbentuk Video Stop Motion Scramble untuk anak Tunarungu kelas VII SMPLB dan menghasilkan media pembelajaran untuk meningkatkan kosakata Bahasa Inggirs siswa Tunarungu. Penelitian ini merupakan bagian dari metode penelitian dan pengembangan yang disebut metode Research and Development. Model pengembangan yang digunakan oleh peneliti secara terstruktur dilakukan studi pendahuluan, perencanaan penelitian, pengembangan produk awal, uji coba lapangan awal, revisi hasil uji lapangan terbatas, uji kelayakan, revisi hasil uji kelayakan dan diseminasi. Instrumen yang digunakan adalah angket, wawancara, observasi, dan tes hasil belajar siswa.Berdasarkan data yang diperoleh dari ahli media secara keseluruhan video stop motion scramble dalam pembelajaran Bahasa Inggris tunarungu kelas VIII SMP BC Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang mendapatkan skor 95. Data yang diperoleh dari ahli materi secara keseluruhan video stop motion scramble mendapatkan skor 100, data yang diperoleh dari ahli Praktisi mendapatkan skor 82,5 dan Berdasarkan data hasil tes awal yang dilakukan oleh 3 siswa menunjukkan rata-rata 11,6 dan hasil tes akhir setelah menggunakan media stop motion scramble mmenunjukkan hasil 100. Kesimpulan berdasarkan data tersebut, video stop motion scramble dalam pembelajaran Bahasa Inggris tunarungu kelas VIII SMP BC Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang dinilai sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa dapat belajar mandiri dengan adanya video stop motion scramble. Selain itu disarankan dalam penggunaannya juga didampingi buku ajar Bahasa Inggris supaya ilmu yang didapat lebih luas

    PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF TEKA-TEKI SILANG BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IV DI SLB B/C DHARMA WANITA 01 PAKISAJI MALANG

    No full text
    ABSTRACT Candra, Hana Aditiya. 2016. Pengaruh Permainan Teka-teki Silang Bergambar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetauan Sosial Anak Tunagrahita Ringan Kelas IV Di SLB B/C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Ir. EndroWahyuno, M.Si(2) Dra. Sudarsini, M. PdKata kunci: Permainan Teka-teki Silang Bergambar, tunagraita ringan, Hasil Belajar, IPSBerdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas tunagrahita ringan kelas IV di SLB B/C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang pada kegiatan pembelajaran IPS dapat diketahui beberapa permasalahan pada pembelajaran IPS, di antaranya adalah siswa cenderung pasif, hanyamemperhatikanpenjelasan guru saat kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa hanya mencatat materi yang disampaikan guru. Guru juga kurangmenggunakan media pembelajaran yang bervariasi sehingga kurang menarik minat siswa. Dari kenyataan tersebut berakibat nilai rata-rata pembelajaran IPS 42,66. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan teka-teki silang bergambar terhadap hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) anak Tunagrahita Ringan kelas IV SDLB Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen jenis penelitian Pre Eksperimental Design. Dan dalam penelitian, peneliti menggunakan desain “One Group Pretest-Posttest Design”.Hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebelum menggunakan permainan teka-teki silang bergambar yakni siswa yang memperoleh nilai 20-39 ada 1 siswa dan yang memperoleh nilai 40-55 ada 4 siswa. Nilai tertinggi pre-test adalah 53,3dan nilai terendah pre-test adalah 33,3, sedangkan rata-ratanya adalah 42,66. Hasil post-test mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial setelah menggunakan permainan teka-teki silang bergambar yakni siswa yang memperoleh nilai 66-79 ada 1 siswa dan yang memperoleh nilai 80-100 ada 4 siswa, sedangkan rata-ratanya adalah 81,34. Diliat dari rata-rata hasil pre-test yaitu 42,66 ke rata-rata hasil post-test 81,34 dapat dikatakan hasil belajar siswa mengalami peningkatan  Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa permainan teka-teki silang bergambar berpengaruh terhadap hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) anak Tunagrahita Ringan kelas IV SLB B/C Dharma Wanita 01 Pakisaji Kabupaten Malang

    Pengembangan Stiker Keselamatan Berkendara Dalam Berlalulintas Bagi Tunarungu SMALB Kepanjen Malang

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Stiker Keselamatan Berkendara Dalam Berlalulintas Bagi Tunarungu SMALB Kepanjen MalangHasan, Nur. 2016. Pengembangan Stiker Keselamatan Berkendara Dalam Berlalulintas Bagi Tunarungu SMALB Kepanjen Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.pd (II) Dr. Henry Prahendiono, M,SiKata Kunci: Stiker Keselamatan, Berkendara, Lalulintas, TunarunguPenyandang tunarungu memiliki hak dan kewajiban yang sama ketika dalam kawasan lalulintas. Pengendara tunarungu harus memakai tanda pengenal ketika berada dalam kawasan lalulintas. Pada kenyataannya belum dijumpai pengendara tunarungu yang menggunakan tanda pengenal khusus. Hal ini dikarenakan sosialisasi dari pemerintah yang kurang merata dan tingkat kesulitan pembuatannya, sehingga  banyak dijumpai pengendara tunarungu   tidak menggunakannya. Oleh karena itu peneliti mengembangkan tanda pengenal khusus tunarungu menjadi stiker keselamatan berkendara.Tujuan pengembangan ini menghasilkan stiker keselamatan berkendara dalam berlalulintas bagi tunarungu SMALB Kepanjen Malang yang valid serta membantu pemerintah dalam bersosialisasi mengenai peraturan berlalulintas khususnya tanda pengenal bagi pengendara disabilitas seperti tunarungu.Penelitian ini menggunakan model pengembangan dengan metode research and development (R & D) dengan mengadaptasi langkah-langkah model Borg & Gall terdiri dari 7 tahap. Subyek uji coba produk adalah ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil yang berjumlah 10 siswa tunarungu, dan uji coba lapangan yang berjumlah 50 pengendara umum dengan sosialisasi dan pengisian angket.Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan stiker keselamatan berkendara. Hasil penilaian ahli media memeperoleh persentase 95%, ahli materi memperoleh persentase 85% (baik atau produk bisa digunakan) uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 78%, dan uji coba lapangan memperoleh persentase 94,5%. Presentase ini masuk dalam kriteria baik sekali atau layak digunakan. Saran yang diajukan adalah (1) agar siswa tidak malu atau gengsi untuk memakai tanda pengenal pada kendaraannya, (2) adanya pemerataan mengenai sosialisasi tanda pengenal pegendara khusus oleh pemerintah, (3) pengembang berikutnya agar lebih memperhatikan karakteristik tunarungu yang dibidik untuk dapat memberikan motivasi dalam sosialisasi yang tepat kepada orang/anak yang akan diteliti

    Pengaruh Aktivitas Meronce Terhadap Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Cerebral Palsy Kelas II Di Sdlb Negeri Kedungkandang Malang

    No full text
    ABSTRACT Suryani, Tri Ayu. 2016. Pengaruh Aktivitas Meronce Terhadap Kemampuan Motorik Halus  Pada Anak Cerebral Palsy Kelas II Di Sdlb Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik D. Hastuti, S.Pd, M. Pd, (II) Dra. Sudarsini, M.Pd.Kata Kunci: Aktivitas Meronce, Kemampuan Motorik Halus, Cerebral PalsyCerebral Palsy memiliki keterbatasan dalam perkembangan motorik. Terutama pada motorik halus. Gerakan aneh yang umum dimunculkan oleh cerebral palsy adalah seperti refleks tangan yang muncul dengan tiba-tiba. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu perlakuan atau alat yang dapat menunjang peserta didik dalam mengembangkan motorik halusnya. Perlakuan tersebut berupa aktivitas meronce dengan manik-manik yang berbentuk bulat dan ukuran lobang yang besar.Tujuan penelitian ini adalah 1) mendiskripsikan kemampuan motorik halus peserta didik cerebral palsy spastic sebelum diberikan intervensi (baseline-1) aktivitas meronce, 2) mendiskripsikan kemampuan motorik halus peserta didik cerebral palsy spastic setelah diberikan intervensi aktivitas meronce, dan 3) mendiskripsikan pengaruh aktivitas meronce terhadap kemampuan motorik halus pada peserta didik cerebal palsy spastic kelas II SDLB Negeri Kedungkandang Malang.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek penelitian adalah satu siswa cerebral palsy yang berusia 8 tahun kelas II di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukan perolehan mean level yang meningkat dari baseline-1 sebesar 52.77, sedangkan intervensi sebesar 76.73 dan baseline-2 sebesar 65.84. Presentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Perhitungan tersebut menyatakan ada pengaruh penggunaan aktivitas meronce sebagai bentuk intervensi terhadap peningkatan kemampuan motorik halus sebagai target behavior. Adapun saran bagi guru dari penelitian ini adalah guru dapat memberikan jam tambahan untuk mengembangkan motorik halus siswa

    Pengaruh Reading Aloud Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Anak Tunagrahita Ringan Kelas VI di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung

    No full text
    ABSTRACT Sunci, Akta Mahartika. 2016. Pengaruh Reading Aloud Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Anak Tunagrahita Ringan Kelas VI di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Dr. Saichudin, M.KesKata kunci: Tunagrahita, Reading Aloud, Kemampuan Membaca PemahamanTunagrahita adalah seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan rendah yang membutuhkan pendamping dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka tidak dapat mandiri dan terus bergantung dengan orang lain. Membaca merupakan suatu kemampuan yang sangat dibutuhkan. Membaca bukan hanya mengucapkan bahasa tulisan atau lambang bunyi, melainkan juga menanggapi dan memahami isi bacaan. Kemampuan membaca yang dimiliki siswa tidak didapat secara instan melainkan dengan adanya proses pembelajaran, dengan tahapan membaca permulaan dan membaca pemahaman. Kemampuan membaca anak tunagrahita ringan relatif rendah bila dibandingkan dengan anak normal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh reading aloud terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan kelas VI di SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian Pre-Eksperimental dengan One-Group Pre-test Post-test Design. Subjek dalam penelitian berjumlah 6 anak. Untuk mengumpulkan data hasil membaca pemahaman menggunakan tes soal pemahaman. Sedangkan analisis data menggunakan rumus uji Wilcoxon.Berdasarkan hasil pengujian data yang diperoleh sebelumnya didapat hasil nilai rata-rata pretest 40 dan rata-rata nilai posttest 86,6 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan yakni 0,023 < 0,05. Hasil peningkatan rata-rata nilai menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa tunagrahita ringan melalui teknik reading aloud.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman anak tunagrahita ringan dengan menggunakan teknik reading aloud antara sebelum dilakukan treatment dan sesudah dilakukan treatment.ABSTRACT Sunci, Akta Mahartika. 2016. Effect of Reading Aloud towards the Ability of Reading Comprehension for Children with Mild Intellectual Disability of Class VI in SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Dr. Saichudin, M.KesKey word: Intellectual Disability, Reading Aloud, Ability of Reading ComprehensionIntellectual Disability is someone who has a low intelligence level that requires a companion in everyday life. So they can not be independent and continue to depend on others. Reading is a capability that is needed. Reading is not only a written language or symbols utter a sound, but also respond to and understand the content of reading. Reading skills of the students do not come instantly, but with the learning process, with the beginning stages of reading and reading comprehension. Reading ability of mild Intellectual Disability is relatively low when compared to normal children.This study was aimed at investigating the effect of reading aloud for children with mild Intellectual Disability in reading comprehension of class VI in SLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. This research was a quantitative research, with the kind of research Pre-Experimental with One-Group Pre-test Post-test Design. Subjects in this study was 6 children. To collect data using the results of reading comprehension test about understanding. While the analysis of the data using the Wilcoxon test formula.Based on test results obtained that results of average pretest score of 40 and an average value of 86.6 posttest showed a significant increase in the 0.02

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇