SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengaruh Media Ttangga Bilangan Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Pada Anak Tunagrahita Ringan di SDLB Negeri Kedungkandang
ABSTRAKNingsih, Kholifatul Novita. 2019. Penggunaan Media Ttangga Bilangan Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Pada Anak Tunagrahita Ringan di SDLB Negeri Kedungkandang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir Endro Wahyuno, M.Si, (2) Sopingi, S.Sos, M.PdKata kunci : kemampuan operasi hitung penjumlahan, media tangga bilangan. Tunagrahita sedang merupakan anak berkebeutuhan khusus dengan hambatan intelektual. Keterbatasan tersebut mengakibatkan anak tunagrahita ringan sukar dalam berfikir abstrak dan menyesuaikan diri dengan masalah-masalah dam situasi yang di hadapinya. Akibat keterbatasan itulah anak tunagrahita ringan kesulitan dalam akademik, mereka masih dapat belajar membaca, menulis dan berhitung sederhana. Pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang membentuk konsep logika berfikir yang kompleks. Khususnya berhitung penjumlahan sehingga diperlukan modifikasi pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam berhitung penjumlahan dan tidak membuat siswa bosan. Media tangga bilangan berguna untuk membantu siswa dalam belajar berhitung. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui kemampuan berhitung tunagrahita di SDLB Kedungkandang sebelum diberikan media tangga bilangan. (2) mengetahui kemampuan berhitung siswa tunagrahita di SDLB Kedungkandang sesudah diberikan media tangga bilangan. (3) mengetahui pengaruh media tangga bilangan terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita di SDLB Kedungkandang.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen menggunakan model One Group Pretest dan Posttest Desain. Instrumen penelitian berupa tes untuk pretest dan posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh yang signifikan media tangga bilangan terhadap kemampuan berhitung anak tunar=grahita ringan. Kesimpulan yang diperoleh yaitu Kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tungrahita ringan kelas III di SDLB Kedungkandang sebelum dilakukan treatment dikatagorikan kurang hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil rata-rata pre-test siswa yaitu 49. Kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tungrahita ringan kelas III di SDLB Kedungkandang setelah dilakukan treatment dikategorikan baik hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil rata-rata pre-test siswa yaitu 88,25 .Terdapat pengaruh signifikan media tangga bilangan terhadap kemampuan operasi hitung penjumlahan siswa tunagrahita ringan kelas III di SDLB Kedungkandang. Saran yang Bagi guru diharapkan menerapkan media tangga bilangan dalam pembelajarannya supaya target pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai. Bagi peneliti selanjutnya Media tangga bilangan ini juga bisa diterapkan ke subjek lain. ABSTRACTNingsih, Kholifatul Novita. 2019. The Effect of the Landder Number Media On The Ability of Addition Counting Operation for Studens with Mild Intellectual Disability at SDLB Kedungkandang. Undergraduate Thesis, Special Education Department. Faculty pf education. Malang state university. Advisor : (1) Drs. Ir Endro Wahyuno, M.Si, (2) Sopingi, S.Sos, M.PdKey terms : ability addition counting operation, lander number media. Mild intellectual disability are a children with special needs with intelectual disability. The ability make the children with intelektual disability is difficult in abstract thinking, adjust to problem and the situation faced. The consequence of the limitations of mild intelectual disability have academic difficulties but they can still learn to read, write and simple counting. Matematical learning is a forming a complex logic of thinking. Particular addition counting so that modifications to the learning media to make it easier for students to count inaddition and does nt make student bored. Lander number media useful to help students learn to counting. The purpose of this study is: (1) to describe the counting ability student with mild intelectual disability at SDLB Kedungkandang before using the ladder number media. (2) to describe the counting ability student with mild intelectual disability at SDLB Kedungkandang after using the ladder number media. (3) to describe the influence lander number media to student with mild intelectual disability at SDLB Kedungkandang.This research uses quantitative methods with the type of experimental research using the One Group Pretest and Posttest Design models. The research instrument was a test for the pretest and posttest. The analysis technique used is hypothesis testing using the Wilcoxon Test.The results obtained from this study are the ability to calculate the summation of mild intelectual disability students in grade III SDLB Kedungkandang before carrying out treatments with a value of 49. The ability to caculate the summation of mild intelectual disability students in class III Kedungandang after doing treatment with a value 88,25. Suggestions for Teachers are expected to apply the media ladder number in their learning so that the desired learning target can be achieved. For the next researcher, this media ladder number can also be applied to other subjects
Pengaruh Metode SAS (StrukturalAnalitikSintetik)TerhadapKemampuanMembacaPermulaanSiswaTunagrahitaKelas IV Di SDLB Sumber Dharma Kota Malang
Kata Kunci: Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik),Membaca Permulaan, Siswa TunagrahitaMembaca permulaan merupakan keterampilan dasar dalam pengenalan kata yang dijadikan sebagai dasar dalam tahap membaca lanjutan.Keterampilan membaca permulaan siswa tunagrahita dikaitkan dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan karakteristik siswa tunagrahita.Untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa tunagrahita yaitu dengan menerapkan metode SAS.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan sebelum dan setelah menerapkan MetodeSAS (Struktural Analitik Sintetik)dan pengaruh Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) terhadap kemampuan membaca permulaan.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam bentuk rancangan Single Subject Research (SSR)dengan desain A-B-A-B.Prosedur A-B-A-B meliputi pengumpulan data target behavior pada kondisi baseline-1(A1) hingga kondisi intervensi-2 (B2). Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDLB Sumber Dharma Kota Malang dengan subjek yang berinisial S. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan tessoal berupa membaca kalimat sederhana.Analisis data yang dilakukan berupa visual grafik dan dianalisis berdasarkan komponen-komponen setiap fase A-B-A-B.Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa 1) mean padafasebaseline-1 (A1) sebesar 48%. 2) Mean fase intervensi-1 (B1) mengalamipeningkatansebesar 65%. 3) Meanfasebaseline-2 (A2) mengalamipenurunanmenjadi 58%. 4) Mean faseintervensi-2 (B2) meningkatmencapai 72% 5) Hasil data overlap fasebaseline-1 (A1) kefase intervensi-2 (B2) sebesar 0% yang berartiti dakter dapat tumpang tindih data intervensikefase baseline sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin kecil nilai persentase overlap maka semakin besar pengaruh intervensi yang terjadi pada subjek. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) memberikan pengaruh terhadap proses pembelajaran membaca permulaan siswa tunagrahita kelas IV SDLB Sumber Dharma Kota Malang, sehingga saran kepada KepalaSekolah, guru, dan peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode SAS sebagai salah satu metode yang sesuai dalam meningkatkan membaca permulaan siswa dan metode SAS dapat digunakan dalam materi menulis permulaan
Penerapan Manajemen Sekolah Terhadap Implementasi Pendidikan Inklusif Di SMKN 13 Malang
ABSTRAKJumaroh, D. Apita. 2019. Penerapan Manajemen Sekolah Terhadap Implementasi Pendidikan Inklusif di SMK Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing 1: Drs. M. Shodiq AM, M.Pd, Pembimbing 2: Eka Pramono Adi, S.IP. M.Si Kata Kunci : Manajemen Sekolah, Implementasi, Pendidikan InklusifKonsep pendidikan inklusif bermakna sebagai konsep pendidikan yang mempresentasikan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan keterbukaan dalam menerima anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh hak dasarnya sebagai warga negara. Konsep pendidikan inklusif memberikan hak dan kewajiban peserta difabel setara dengan peserta didik lainnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif bergantung pada bagaimana kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif, kesiapan ini dapat diketahui melalui penerapan manajemen sekolah dalam pengelolaan pendidikan inklusif.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMK Negeri 13 Malang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber informasi penelitian ini adalah kepala sekolah, guru pembimbing khusus, koordinator inklusif, dan guru mata pelajaran yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1) sekolah sudah melakukan penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus dan memberikan layanan kompensatoris,(2) sekolah sudah menyusun program pembelajaran individual,(3) model pendidikan inklusif yang digunakan adalah model pull out,(4) sekolah melakukan modifikasi penilaian,(5) peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan evaluasinya dilakukan melalui supervisi oleh kepala sekolah,(6) penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMKN 13 Malang dicantumkan dalam RAPBS,(7) sarana dan prasarana sekolah dapat diakses oleh seluruh peserta didik,(8) pihak sekolah melakukan kerjasama dengan pihak luar sekolah,(9) permasalahan yang dihadapi oleh sekolah berkaitan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang meliputi peningkatan kompetensi guru pembimbing khusus serta pengadaan sarana dan prasarana khusus. Kesimpulan yang diperoleh yaitu SMKN 13 Malang sudah memiliki manajemen sekolah yang bagus dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif. Hal ini terbukti dengan adanya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang di setiap aspek manajemen. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan penelitian adalah peningkatan kompetensi guru pembimbing khusus oleh pemerintah pusat, pemberian bantuan khusus penunjang penyelenggaraan pendidikan inklusif oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta studi banding bagi guru pembimbing khusus ke sekolah lain penyelenggara pendidikan inklusif
Pengaruh Metode TEACCH Terhadap Kemampuan Bina Diri Memakai Baju Siswa Down Syndrome Di SLB Idayu II Pakis Malang
ABSTRAKFirdaus, Ismanura. 2019. Pengaruh Metode TEACCH terhadap Kemampuan Bina Diri Memakai Baju Siswa Down syndrome di SLB Idayu II Pakis Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci: Metode TEACCH, Kemampuan Bina Diri Memakai Baju, Down syndromeAnak dengan down syndrome memiliki berbagai tingkat keterlambatan kognitif. Anak dengan down syndrome mencapai tahap perkembangan sedikit lebih lambat dari teman sebayanya. Salah satu karakteristiknya yaitu rendahnya kemampuan bina diri. Kemampuan bina diri yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup kemampuan anak dalam memakai baju. Metode TEACCH merupakan salah satu pendekatan pengajaran secara terstruktur yang didasarkan pada prinsip-prinsipnya sebagai langkah pelaksanaan metode.Tujuan penelitian ini adalah:(1) untuk mendeskripsikan kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome sebelum diberikan metode TEACCH,(2) untuk mendeskripsikan kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome setelah diberiikan metode TEACCH, dan(3) untuk mendeskripsikan pengaruh metode TEACCH terhadap kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome.Penelitian disusun berdasarkan rancangan metode eksperimen dengan subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A’. Subjek penelitian ini adalah satu siswa laki-laki down syndrome dan berada di tingkat kelas dasar/terapi di SLB Idayu II Pakis.Hasil penelitian menunjukkan hasil pengukuran data berdasarkan. Mean level pada kondisi baseline-1 (A1) sebesar 57,34%, kondisi intervensi (B) sebesar 84,84%, dan kondisi baseline-2 (A2) sebesar 81,7%. Perolehan overlap sebesar 0%.Analisis dalam kondisi dan antar kondisi berdasarkan perhitungan diketahui bahwa skor presentase yang diperoleh siswa dalam tes kemampuan memakai baju lebih banyak menunjukkan peningkatan dan kestabilan nilai. Penerapan langkah-langkah metode TEACCH sesuai prinsip dasarnya. Pada pelaksanaan kegiatan memakai baju, siswa didukung dengan bantuan media papan bergambar sebagai pedoman bagi siswa untuk mengikuti instruksi pelatih sesuai langkah-langkahnya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa intervensi menggunakan metode TEACCH dapat membentuk kemampuan memakai baju siswa down syndrome.sehingga memberikan pengaruh yang baik pada kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome. Saran dari penelitian ini yaitu dalam penerapan metode TEACCH adalah untuk mempertimbangkan kebutuhan individu siswa dan menyediakan struktur berupa pengaturan ruang kelas sehingga siswa memahami hal-hal yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya secara mandiri saat pembelajaran berlangsung
Pengaruh Permainan Dadu Kata Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Kesal II SDLB Idayu II Pakis
ABSTRAKNingtyas, Laily Fitria. 2019. Pengaruh Permainan Dadu Kata Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Kesal II SDLB Idayu II Pakis. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmh Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Ir.Endro Whyuno, M.Si (II) Sopingi, S.Sos,M.Pd. Kata kunci: Tunagrahita, Permainan Dadu Kata, Membaca PermulaanTunagrahita merupakan anak yang mengalami hambatan pada fisik maupun pada kecerdasannya. Anak tunagrahita mampu didik masih memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan. Mereka masih bisa diajarkan membaca, menulis, mengejak dan berhitung. Namun dalam pembelajarannya tidak disamakan dengan anak normal. Mereka perlu belajar dengan pembelajaran khusus agar mereka bisa menerima pelajaran dengan mudah.Rumusan masalah penelitian ini adalah:(1) Bagaimana kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita mampu didik kelas II SDLB Idayu 2 Pakis sebelum diberikan permainan dadu?(2) Bagaimana kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita mampu didik kelas II SDLB Idayu 2 Pakis Malang setelah diberikan permainan dadu?(3) Adakah pengaruh permainan dadu terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita mampu didik kelas II SDLB Idayu 2 Pakis?Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengunakan model penelitian pre-experimental design satu kelompok dengan desain one group pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan dengan populasi dan sampel, variabel bebas dan terikat, instrumen penelitian, validasi, pengumpulan data, analisis data dengan menggunakan Uji Wilcoxon dengan data hasil pretest dan posttest, uji hipotesis.Temuan peneliti dalam penelitian ini ialah terdapat pengaruh penggunaan permainan dadu kata terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita mampu sisik kelas II SDLB Idayu 2 Pakis. Setelah dilakukannya treatment sebanyak 4 kali dengan menggunakan permainan dadu kata. Nilai post-test yang diambil setelah dilaukannya treatment mengalami kenaikan dibandingkan dengan nilai pre-test. Adapun hasil penelitian uji Wilcoxon menunjukkan bahwa permainan dadu kata berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas II SDLB Idayu 2 Pakis.Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil nilai rata-rata pre-test yaitu 50 dan hasil nilai rata-rata post-test yaitu 78. Jadi terdapat pengaruh permainan dadu kata terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas II SDLB Idayu II Pakis. Saran:(1) Bagi peneliti selanjutnya isarankan untuk dapat melanjutkan penelitian ini(2) Bagi guru disarankan dalam pembelajaran untuk menerapkan permainan dadu kata (3) Bagi sekolah disarankan untuk menyediakan media pembelajran dadu kata agar dapat menarik minat belajar peserta didik dengan terapkan dengan permainan dengan tujuan menunjang peserta didik agar lebih aktif dan tidak merasa bosan atau jenuh dalam belajar
PERAN KOMUNITAS ORGANIK BRENJONK DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA PENANGGUNGAN TRAWAS MOJOKERTO
community empowerment, brenjonk organic community, eco-tourism organi
Pengembangan Video Pembelajaran Kesehatan Reproduksi Program Bina Diri Anak Tunagrahita di SLB Negeri Pandaan Pasuruan.
ABSTRAK Andini, Nadya. 2019. Pengembangan Video Pembelajaran Kesehatan Reproduksi Program Bina Diri Anak Tunagrahita di SLB Negeri Pandaan Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Imu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci : Tunagrahita, Video Pembelajaran, Menstruasi Anak tunagrahita adalah anak yang mempunyai keceradasan dibawah rata-rata, mengalami hambatan dalam perilaku adaptif, akademis, komunikasi dan sosial yang terjadi pada masa perkembangan sehingga memerlukan layanan pendidikan khusus. Pada remaja tunagrahita pertumbuhan fisik normal namun tidak diiringi dengan kemampuan berfikir yang semestinya. Salah satu contoh perubahan fisik pada remaja wanita yaitu menstruasi. Pembelajaran merawat menstruasi ada pada program pengembangan diri. Pembelajaran merawat menstruasi merupakan pembelajaran yang cukup rumit bagi siswa tunagrahita. Sehingga dibutuhkan media untuk mempermudah pemahaman siswa tunagrahita dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi tentang perawatan menstruasi. Menurut hasil observasi di SLB Negeri Pandan Pasuruan belum ada media pembelajaran menstruasi. Video pembelajaran dapat menjelaskan materi yang kompleks, yang sulit dijelaskan dengan kata-kata dan gambar saja seperti materi tentang merawat menstruasi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah membuat produk berupa video pembelajaran kesehatan reproduksi pada program bina diri khusus materi merawat menstruasi untuk siswa tunagrahita. Pengembangan produk yang dilaksanakan menggunakan metode dari Borg dan Gall yang dimodivikasi menjadi 7 tahap, yaitu: (1) Penelitian dan pengumpulan data; (2) perencanaan; (3) Pengembangan desain produk awal; (4) Validasi produk awal; (5) Revisi produk awal; (6) uji coba lapangan, dan (7) Revisi produk akhir. Validasi produk dilakukan leh ahli media, ahli materi, dan praktisi. Uji coba dilaksanakan dengan sasaran siswa tunagrahita yang telah mengalami menstruasi di SLB Negeri Pandaan Pasuruan. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket untuk validasi dan tes perbuatan untuk uji coba.Video pembelajaran yang dikembangkan berjudul “Panduan Menstruasi Sehat”. Hasil skor validasi ahli media yaitu 98% (sangat layak digunakan), skor validasi ahli materi yaitu 95% (sangat layak digunakan), dan skor validasi praktisi yaitu 75% (layak digunakan). Hasil implementasi menunjukkan hasil pre test pada siswa yaitu 52% dan pada post test yaitu 95%. Berdasarkan hasil perhitungan melalui uji wilcoxon dengan n = 7 pada taraf signifikan 0,05 diperoleh TTabel = 2, maka Hi dterima. Hal ini menunjukkan bahwa video pembelajaran “Panduan Menstruasi Sehat” sangat efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan merawat menstruasi siswa tunagrahita di SLB Negeri Pandaan Pasuruan. Saran untuk diseminasi produk yaitu supaya dilakukan pada subjek yang lebih luas, baik peserta didik di sekolah khusus maupun di sekolah inklusi. Sehingga video pembelajaran dapat bermanfaat bagi banyak orang
Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Bilangan Bulat Siswa Tunagrahita Di SDLBN Kedungkandang Malang
ABSTRAKSuyoto, Alif Rachmanda Ariyanti. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Penjumlahan Bilangan Bulat Siswa Tunagrahita di SDLBN Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: I) Prof. Dr. H. Moh. Efendi, M.Pd., M.Kes and (II) Dr. Sulthoni, M.Pd Kata Kunci: model pembelajaran make a match, operasi hitung penjumlahan bilangan bulat, siswa tunagrahitaSiswa tunagrahita mampu didik, berdampak pada salah satunya kemampuan mengoperasikan hitung penjumlahan bilangan bulat. Berdasarkan studi pendahuluan, siswa mengalami kesulitan dalam memahami makna angka, kurang adanya program individual saat proses pembelajaran, serta kurang adanya kreativitas dalam proses pembelajaran. Tujuan pada penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran make a match terhadap kemampuan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat siswa tunagrahita di SDLBN Kedungkandang Malang.Pada penelitian ini, menggunakan desain penelitian Single Subject Research (SSR) dengan model desain A-B-A, dan menggunakan satuan ukur skor prsentase. Subjek penelitian ini ialah siswa tunagrahita kelas IV di SDLBN Kedungkandnag Malang pada tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data, menggunakan tes tulis dan observasi. Analisis data yang digunakan ialah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi.Berdasarkan hasil penelitian, mean level kemampuan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat siswa tunagrahita pada fase baseline (A1) sebesar 50.00, pada fase intervensi (B) sebesar 70.00, dan pada fase baseline (A2) sebesar 84.66. Hal ini dinyatakan dalam perhitungan presentase overlap antara baseline (A1) dan fase intervensi (B) sebesar 0%. Hitungan tersebut menyatakan intervensi memiliki perngaruh terhadap peningkatan target behavior. Kesimpulan penelitian ini ialah penerapan model pembelajaran make a match pada siswa tunagrahita kelas IV memiliki pengaruh terhadap kemampuan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat. Hal tersebut ditunjukkan melalui adanya peningkatan kemampuan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat pada saat sebelum dan sesudah diberi intervensi berupa model pembelajaran make a match
Pengembangan Media Balok Penjumlahan 1-10 Siswa Tunarungu Kelas I SDLB-B YPTB Kota Malang
Kata Kunci: Kemampuan Berhitung, Tunarungu, Media Balok PenjumlahanMedia pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk membantu menyampaikan informasi pendidikan kepada siswa supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang memiliki konsep abstrak sehingga memerlukan sebuah media sebagai penunjang dalam proses belajar serta dapat memberikan pengalaman yang nyata terhadap siswa.Hasil observasi dan wawancara terhadap guru dan siswa di SDLB-B YPTB Kota Malang, terdapat beberapa masalah yang memerlukan alternatif pemecahannya.Pada mata pelajaran matematika siswa belum dapat memahami materi penjumlahan yang disebabkan kurang tersedianya media yang mendukung pembelajaran tersebut.Media yang digunakan oleh guru disekolah yaitu benda-benda konkret berupa lidi dan kelereng sebagai media pembelajaran penjumlahan 1-10.Namun media tersebut dirasa kurang aman dan kurang menarik bagi siswa tunarungu kelas rendah. Oleh karena itu peneliti akan memberikan solusi berupa mengembangkan media balok penjumlahan 1-10.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desaik media, kelyakan media, serta dampak penerapan media terhadap pembelajaran matematika materi penjumlahan 1-10 di kelas I SDLB-B YPTB Kota Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Borg and Gall yang disederhanakan oleh peneliti menjadi 7 tahapan.Peneliti menggunakan subjek siswa tunarungu yang berjumlah 6 siswa.Validator media adalah ahli media, ahli materi 1 dan ahli materi 2.Desain produk berupa balok-balok berukuran 5 x 5 x 5 cm sebanyak 55 balok yang dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang menyerupai koper. Media balok penjumlahan dilengkapi dengan panduan penggunaan serta filosofi media di dalamnya.Media balok penjumlahan didesain berdasarkan kemampuan siswa dan kompetensi dasar pada kelas I mata pelajaran matematika.Hasil pengembangan media balok penjumlahan memperoleh skor sebagai berikut: (1) Ahli media yaitu 98,07% (sangat layak) (2) Ahli materi 1 yaitu 94,44% (sangat layak), dan (3) Ahli materi 2 yaitu 98,21% (sangat layak). Hasil rata-rata nilai post-test adalah 96 sedangkan nilai KKM matematika kelas I adalah 71 sehingga media pembelajaran balok penjumlahan 1-10 dapat dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika materi penjumlahan 1-10. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah mengkaji terlebih dahulu kebutuhan dan karakteristik peserta didik, kemampuan peserta didik, pemilihan materi, serta pemahaman materi sebelum disampaikan kepada peserta didik sehingga menghasilkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE FONETIK PADA SISWA TUNAGRAHITA KELAS V DI SLB PEMBINA TINGKAT NASIONAL BAGIAN C LAWANG
RINGKASANHidayati, Nuri. 2019. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Metode Fonetik pada Siswa Tunagrahita Kelas V di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sudarsini M.Pd, (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP Kata kunci : tunagrahita, membaca permulaan, metode fonetikAnak tunagrahita memiliki kecerdasan dibawah rata-rata, namun masih memiliki kemampuan yang dapat dikembangan diantaranya, kemampuan akademik membaca, menulis dan berhitung. Anak tunagrahita mengalami berbagai kesalahan dalam membaca, diantaranya salah dalam melafalkan huruf, penghilangan huruf, penyelipan huruf, penggantian huruf dan salah dalam mengucapkan kata. Metode fonetik memiliki keunggulan anak tidak menghafal huruf dan metode ini menggunakan gambar yang menarik perhatian anak.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan(1) mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas V di SLB Pembina Tk. Nasioanl Bag. C Lawang sebelum menggunakan metode fonetik(2) mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas V di SLB Pembina Tk. Nasional Bag. C Lawang sesudah menggunakan metode fonetik(3) mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode fonetik untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas V di SLB Pembina Tk. Nasional Bag. C Lawang.Metode penelitian yang digunakan ialah Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Analisis menggunakan visual grafik. Subjek penelitian berjumlah 1 orang siswa laki-lakiHasil dari penelitian pengaruh metode fonetik pada kemampuan membaca permulaan siswa mengalami peningkatan. Pada hasil penilaian dan perhitungan data pada fase baseline 1 memiliki rata-rata sebesar 63,75-68,75. Sementara peningkatan terjadi pada fase intervensi yaitu dengan rata-rata berkisar antara 72,5-78,75. Sementara itu pada fase baseline 2 anak juga mengalami peningkatan dengan memperoleh rata-rata berkisar antara 76,24-80. Presentase overlap pada penelitian ini menunjukkan hasil 0% yang berarti bahwa intervensi yaitu metode fonetik memiliki pengaruh yang positif terhadap kemampuan membaca permulaan mengenal huruf siswa tunagrahita. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh metode fonetik terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tungarahita kelas V Penelitian ini sekiranya dapat dijadikan sebagai masukan pertimbangan untuk para pendidik untuk menggunakan metode fonetik dalam proses pembelajaran di sekolah