SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA TUNARUNGU KELAS VII DI SMPLBN SAMPANG
ABSTRACT Pradina, Yaumil Ainin.2016. Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Tunarungu Kelas VII di SMPLBN SAMPANG. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1)Dra. Wiwik D. Hastuti, M.Pd, (2) Dra. Sudarsini, M.Pd Kata kunci : Model Pembelajaran Picture and Picture, hasil belajar Pembelajaran IPA akan sulit diterima jika pembelajaran dilaksanakan secara konveksional. Penjelasan yang bersifat abstrak akan membuat pembelajaran tidak terserap dengan maksimal, begitu juga dengan anak tunarungu lebih kesulitan dalam memahaminya. Untuk mengatasi masalah yang terjadi maka perlu adanya model pembelajaran yang lebih banyak difokuskan pada penggunaan media gambar. Model pembelajaran picture and picture merupakan salah satu pembelajaran IPA dengan mengutamakan media visual yaitu gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar IPA siswa tunarungu di SMPLBN Sampang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan jenis time series design dengan pembanding subyek yang sama dalam kondisi yang berbeda. Instrumen penelitian berupa tes untuk pre-tes dan post-test. Teknik analisis yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon yang bantu oleh program SPSS 16.o for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretes dan post-test. Hasil analisis data dapat diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat pre-tes sebesar 28,70 sedangkan pada post-test sebesar 72,67. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak sehingga model pembelajaran picture and picture berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa tunarungu di SMPLBN Sampang. Saran yang diajukan untuk guru adalah Pendekatan dalam pembelajaran itu sangatlah perlu dengan menggunakan media yang semenarik mungkin. Guru dapat menggunakan model pembelajaran picture and picture di semua mata pelajaran khususnya untuk anak tunarungu yang lebih mengutamakan visualnya. Bagi peneliti lain disarankan menyempurnakan media gambar maupun jika dibutuhkan papan yang digunakan sebagai meletakkan gambar tersebut untuk lebih inovatif dan menarik lagi.
Pengembangan ‘Gesuka’ Sebagai Media Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Siswa Tunarungu Kelas V SLB Pembina Tingkat Nasional Malang
ABSTRAK Astuti, Gista Setya. 2016. Pengembangan ‘Gesuka’ Sebagai Media Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Siswa Tunarungu Kelas V SLB Pembina Tingkat Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Abdul Huda, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si. Kata Kunci : Pengembangan, Gesuka, Bahasa Indonesia, Tunarungu Menulis kalimat dengan susunan kaidah berbahasa Indonesia merupakan salah satu kesulitan yang dialami siswa tunarungu kelas V SLB Pembina Tingkat Nasiona Malang. Media pembelajaran yang telah digunakan masih bersifat konvensional. Sejalan dengan perkembangan teknologi, diciptakan media pembelajaran interaktif berupa Gesuka (game susun kalimat) sebagai salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa CD pembelajaran interaktif media Gesuka, mendeskripsikan kelayakan produk, mendeskripsikan penggunaan produk Gesuka bagi siswa Tunarungu Kelas V SLB Pembina Malang. Pengembangan produk dilaksanakan dengan model enelitian dari Borg & Gall dengan modifikasi menjadi 7 langkah, yaitu (1) pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi awal, (6) uji coba lapangan, dan (7) revisi akhir. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa produk berupa game susun kalimat bagi siswa tunarungu Kelas V SLB Pembina Tingkat Nasional Malang dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil pengembangan diperoleh melalui angket validasi. Skor validasi ahli media 92,5% (layak digunakan), skor validasi ahli materi 93,75% (layak digunakan), skor validasi praktisi 87,5% (layak digunakan). Hasil implementasi menyebutkan skor seluruh anak pada post tes adalah 74,95 dan pre tes adalah 16,55 sehingga produk yang dikembangkan sudah efektif untuk digunakan. Saran untuk guru diharapkan agar media ini dapat digunakan pada setiap pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan menulis kalimat. Saran untuk siswa agar dapat belajar mandiri dengan media Gesuka. Saran bagi SLB Pembina Tingkat Nasional Malang, media ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan pusat sumber belajar disekolah. Saran diseminasi produk yaitu untuk sekolah luar biasa lain yang memiliki karakteristik sasaran yang sama dengan penelitian dan pengembangan ini. ABSTRACT Astuti, Gista Setya. 2016. Developing ‘Gesuka’ as the Interactive Media on Bahasa Indonesia Subject for Hearing Impairment Students on the Fifth Grade at SLB Pembina Tingkat Nasional Malang. Undergraduate Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (I) Drs.Abdul Huda, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si. Keywords : Developing, Gesuka, Bahasa Indonesia, Hearing Impairment Writing sentences which uses Bahasa Indonesia principle composition is one of difficulties experiencing by hearing impairment students on the fifth grade at SLB Pembina Tingkat Nasional Malang. The learning media used there is still conventional. As the development of technology, it is essential to create an interactive learning media i.e. Gesuka (Game Susun Kalimat) as one of alternatives in solving those problems. The aims of this study were to produce a product in the form of learning CD containing Gesuka interactive media, to describe the feasibility of product, to describe the use of Gesuka product for hearing impairment students on the fifth grade at SLB Pembina Tingkat Nasional Malang. The product development was done by using a research model by Borg & Gall which was modified into 7 stages i.e. (1) research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary from of product, (4) expert validation, (5) preliminary product development, (6) field testing, and (7) final revision. The findings showed that the product of Gesuka given to the hearing impairment students on the fifth grade at SLB Pembina Tingkat Nasional Malang was valid and feasible to be used in the learning process. The data result was obtained from questionnaire. The validation score of media expert was 92.5% (feasible to use), validation score of materials expert was 93.75% (feasible to use), and validation score of practitioner wads 87.5% (feasible to use). The result of implementation showed that students’ scores of post-test was 74.95% and pre-test was 16.55%; therefore, the product developed was effective to be used. The suggestion for teachers is to use the media on Bahasa Indonesia subject, especially on writing sentences topic. For students, it is recommended to study independently using Gesuka media. Moreover, for SLB Pembina Tingkat Nasional Malang, it is suggested to use the media as the consideration in developing learning sources center at school. The suggestion for product dissemination is other SLB which have similar target characteristic to this development study
Pengaruh Penggunaan Metode Role Playing terhadap Keterampilan Bersosialisasi Siswa Tunagrahita SDLB Negeri Kedungkandang Malang
ABSTRACTNastiti, Anugrah Try. 2016. Pengaruh Penggunaan Metode Role Playing terhadap Keterampilan Bersosialisasi Siswa Tunagrahita SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Abdul Huda, M.Pd, (II) Dr. Saichudin, M. Kes.Kata Kunci: Metode role playing, Keterampilan Bersosialisasi, TunagrahitaTunagrahita merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan fungsi intelektual umum rendah dan kelainan pada perilaku adaptifnya. Hambatan intelektual anak tunagrahita tersebut berdampak pada cara belajar dan hasil belajar anak, sedangkan hambatan perilaku adaptif berdampak pada aspek sosial dan aspek psikologis anak diantaranya dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-harinya, penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya dan kemampuan bersosialisasinya. Keterampilan bersosialisasi merupakan bentuk perilaku, perbuatan dan sikap yang ditampilkan oleh individu ketika berinteraksi dengan orang lain disertai dengan ketepatan dan kecepatan sehingga memberikan kenyamanan bagi orang yang berada di sekitarnya. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan suatu metode yang dapat memberikan suasana pembelajaran di dalam kelas yang efektif dan menarik. Metode tersebut salah satunya adalah metode role playing yang di dalamnya dirancang dengan pembelajaran bermain peran yang sesuai dengan kehidupan sosial anak.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang pengaruh metode role playing terhadap keterampilan bersosialisasi siswa tunagrahita.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest — Posttest Design. Subyek penelitian menggunakan 5 siswa tunagrahita sedang kelas IV di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi disertasi dengan wawancara, yang diawali dengan merancang instrumen, memberikan pre-test terhadap siswa, memberikan perlakuan dengan metode role playing, lalu tahap terakhir memberikan post-test. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-tes berupa lembar penilaian observasi berupa rubrik yang sesuai dengan aspek sosial dan psikologi untuk menilai proses dalam pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah Uji jenjang — bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perolehan skor dan rata-rata yang meningkat dari skor pre-test 61 dan rata-rata 12,2 dan skor post-test 149 dan rata-rata 29,2. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Jhitung (-15) < Jtabel (0,05) yang artinya H0 ditolak. Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan keterampilan bersosialisasi siswa tunagrahita sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran dengan metode role playing di SDLB Kedungkandang Malang. Adapun saran bagi guru dari penelitian ini adalah menjadikan metode role playing ini sebagai referensi metode mengajar di kelas agar siswa tidak merasakan bosan dan dapat tertarik dengan pembelajaran
Pengembangan Stiker Keselamatan Berkendara Dalam Berlalulintas Bagi Tunarungu SMALB Kepanjen Malang
ABSTRACT Hasan, Nur. 2016. Pengembangan Stiker Keselamatan Berkendara Dalam Berlalulintas Bagi Tunarungu SMALB Kepanjen Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.pd (II) Dr. Henry Prahendiono, M,SiKata Kunci: Stiker Keselamatan, Berkendara, Lalulintas, TunarunguPenyandang tunarungu memiliki hak dan kewajiban yang sama ketika dalam kawasan lalulintas. Pengendara tunarungu harus memakai tanda pengenal ketika berada dalam kawasan lalulintas. Pada kenyataannya belum dijumpai pengendara tunarungu yang menggunakan tanda pengenal khusus. Hal ini dikarenakan sosialisasi dari pemerintah yang kurang merata dan tingkat kesulitan pembuatannya, sehingga banyak dijumpai pengendara tunarungu tidak menggunakannya. Oleh karena itu peneliti mengembangkan tanda pengenal khusus tunarungu menjadi stiker keselamatan berkendara. Tujuan pengembangan ini menghasilkan stiker keselamatan berkendara dalam berlalulintas bagi tunarungu SMALB Kepanjen Malang yang valid serta membantu pemerintah dalam bersosialisasi mengenai peraturan berlalulintas khususnya tanda pengenal bagi pengendara disabilitas seperti tunarungu.Penelitian ini menggunakan model pengembangan dengan metode research and development (R & D) dengan mengadaptasi langkah-langkah model Borg & Gall terdiri dari 7 tahap. Subyek uji coba produk adalah ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil yang berjumlah 10 siswa tunarungu, dan uji coba lapangan yang berjumlah 50 pengendara umum dengan sosialisasi dan pengisian angket.Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan stiker keselamatan berkendara. Hasil penilaian ahli media memeperoleh persentase 95%, ahli materi memperoleh persentase 85% (baik atau produk bisa digunakan) uji coba kelompok kecil memperoleh persentase 78%, dan uji coba lapangan memperoleh persentase 94,5%. Presentase ini masuk dalam kriteria baik sekali atau layak digunakan. Saran yang diajukan adalah (1) agar siswa tidak malu atau gengsi untuk memakai tanda pengenal pada kendaraannya, (2) adanya pemerataan mengenai sosialisasi tanda pengenal pegendara khusus oleh pemerintah, (3) pengembang berikutnya agar lebih memperhatikan karakteristik tunarungu yang dibidik untuk dapat memberikan motivasi dalam sosialisasi yang tepat kepada orang/anak yang akan diteliti
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Aksara Jawa bagi Tunagrahita di SMPLB Putra Jaya Kota Malang
ABSTRACT Tujuan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) membuat produk berupa multimedia pembelajaran interaktif dengan materi pengenalan dasar Aksara Jawa bagi tunagrahita, dan (2) menjelaskan kelayakan multimedia interaktif yang memenuhi kriteria sebagai media pembelajaran aksara Jawa bagi tunagrahita. Metode pengembangan menggunakan metode dari Lee dan Owens. Metode dalam penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk aplikasi dalam CD untuk pembelajaran aksara Jawa yang diuji coba kepada siswa tunagrahita di SMPLB Putra Jaya. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba diperoleh data untuk penyempurnaan produk, dihasilkan revisi produk pada kalimat yang digunakan dan isian suara pada materi. Kata Kunci: Aksara Jawa, multimedia pembelajaran interaktif, tunagrahitaABSTRACT Interest in research and development is: (1) making a interactive learning multimedia product with a basic introduction material of Javanese letters for students with intellectual disability, and (2) describes the feasibility of interactive multimedia that meets the criteria as a Javanese letters learning medium for students with intellectual disability. This research and development use method by Lee and Owens. The method in this research and development produce an application inside to the compact disk for Javanese letters learning and apply product to students with intellectual disability in SMPLB Putra Jaya. The results of validation and data test concluded that product revision was the phrases used and the sound of material. Keywords: Javanese letters, interactive learning multimedia, student with intellectual disabilit
Pengaruh Metode Kinesthetic Tactile terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Tunagrahita Kelas Dua SDLB Eka Mandiri Kota Batu
ABSTRACTEpriliasari, Anggi Whima. 2016. Pengaruh Metode Kinesthetic Tactile terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Tunagrahita Kelas Dua SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I), Prof. Dr. Mohammad Effendi M.Pd, M.Kes, (II) Dr. Sulthoni, M.Pd.Kata kunci: metode Kinesthetic Tactile, membaca permulaan, tunagrahita. Anak tunagrahita mempunyai taraf kecerdasan yang sangat rendah sehingga mereka membutuhkan layanan khusus. Anak tunagrahita juga mempunyai fungsi intelektual secara umum berada di bawah rata-rata. Dalam bidang kognitif yakni dalam pembelajaran anak tunagrahita memerlukan metode khusus untuk mempelajarai keterampilan membaca, karena membaca merupakan salah satu contoh kesulitan belajar yang dimiliki peserta didik tunagrahita. Berbagai penelitian dilakukan terkait dengan penerapan metode pembelajaran membaca permulaan. Salah satunya dengan menggunakan metode Kinesthetic Tactile untuk penganalan huruf dan kata melalui seluruh indera. Pada mulanya guru menunjukan suatu huruf lalu anak mengucapkan bunyi huruf, kemudian guru menulis huruf di udara dan peserta didik mengikutinya, lalu peserta didik memahami bunyi, bentuk, cara membuat huruf, menulusuri artikulasi huruf. Penelitian ini dilaksanakan di SDLB Eka Mandiri Kota Batu dengan mengambil lima subyek yaitu kelas II. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes lisan. Data penelitian diperoleh dari hasil pre-test dan post-test sesudah perlakuan. Setelah semua data terkumpul data diolah dan di analisis ke dalam statistik deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Kinesthetic Tactile berpengaruh terhadap hasil keterampilan membaca permulaan peserta didik. Terbukti dengan perbandingan skor rata-rata yang diperoleh pada saat pre-test dan post-test yaitu sebesar 60 dan 91,25. Maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa, metode Kinesthetic Tactile berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas II SDLB Eka Mandiri Kota Batu
Pengaruh Media Komik Edukasi Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Siswa Tunarungu Kelas VII di SMPLB B YPTB Malang
ABSTRACT Sintamala , Wulan, Octavia Alicha. 2016. Pengaruh Media Komik Edukasi Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Siswa Tunarungu Kelas VII di SMPLB B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes (II) Dr. Saichudin, M.Kes Kata kunci: Media Komik, Membaca Pemahaman, Tunarungu Siswa tunarungu merupakan siswa yang mengalami hambatan dalam pendengaran yang mengakibatkan hambatan dalam perkembangan berkomunikasi dan bicara bahkan ada yang mengalami kesulitan dalam memahami suatu teks bacaan. Terganggunya indera pendengaran sangat berpengaruh terhadap penerimaan bahasa dalam bentuk suara dan juga keterbatasan kosa kata, sehingga mengalami kesulitan dalam kemampuan membaca pemahaman. Maka dalam proses penerimaan bahasa siswa tunarungu lebih mengedepankan fungsi indera visual. Untuk memudahkan siswa tunarungu dalam membaca pemahaman maka dibutuhkan media yang memaksimalkan indra visualnya seperti media komik. Komik merupakan suatu media visual yang membantu siswa tunarungu menangkap ide atau informasi yang terkandung didalamnya dengan jelas karena terdapat gambar dan percakapan singkat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman siswa tunarungu kelas VII di SMPLB B YPTB Malang sebelum dan sesudah menggunakan media komik edukasi, serta menganalisa pengaruh penggunaan media komik terhadap kemampuan membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment yaitu tanpa kelompok pembanding dengan model One-Group Pre test – Post test Design. Dalam Penelitian ini seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian dengan jumlah 5 siswa, sehingga pengujian hipotesis menggunakan statistik noparametrik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan 10 soal uraian. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pre test dan post test. Setelah semua data terkumpul data diolah menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan kemampuan membaca pemahaman sebelum dan sesudah menggunakan media komik edukasi, serta adanya pengaruh penggunaan media komik edukasi terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa tunarungu yang dibuktikan dengan uji wilcoxon sampel kecil diperoleh T0= 0 < Ttabel=1, atau dinyatakan H0 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa tunarungu kelas VII sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan media komik. Disarankan kepada guru agar dapat menerapkan media komik edukasi dalam pembelajaran siswa tunarungu dengan inovasi dan modifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa untuk memudahkan membaca pemahaman siswa tunarungu
Pengaruh Media Puzzle Kotak Pos Terhadap Persepsi Visual Anak Down Syndrome Kelas I di SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang.
ABSTRACTYahya, Aqidatun. 2016. Pengaruh Media Puzzle Kotak Pos Terhadap Persepsi Visual Anak Down Syndrome Kelas I di SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd., M.Pd, (II) Drs. Usep Kustawan, M.Sn.Kata kunci: Down syndrome, persepsi visual, media puzzle kotak pos.Down syndrome mengalami kesulitan untuk berfikir abstrak. Hal tersebut berdampak pada kurang matangnya penguasaan prasyarat pembelajaran khususnya persepsi visual. Akibatnya peserta didik kesulitan membedakan bentuk bangun. Oleh karena itu, diperlukan media puzzle kotak pos yang dapat melatih kemampuan persepsi visual anak terhadap bentuk bangun datar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh media puzzle kotak pos terhadap persepsi visual anak down syndrome kelas I di SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang.Metode penelitan yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan single subject research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek penelitian adalah seorang anak down syndrome berusia 14 tahun kelas I SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukkan perolehan mean level yang meningkat dari kondisi baseline-1 sebesar 46 dengan estimasi kecenderungan arah mendatar (=) dan stabil. Intervensi sebesar 85 dengan estimasi kecenderungan arah meningkat (+) dan stabil. Baseline-2 sebesar 89 dengan estimasi kecenderungan arah meningkat (+) dan stabil. Selain itu, persentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Kesimpulan dari penelitian berdasarkan hasil analisis data adalah media puzzle kotak pos berpengaruh terhadap persepsi visual anak down syndrome kelas I di SDLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang. Saran bagi guru SLB agar dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki peserta didik down syndrome, terlebih yang masih memiliki kemampuan untuk mengikuti kegiatan dibidang akademik. Guru bisa mengaplikasikan media puzzle kotak pos untuk mematangkan konsep persepsi visual peserta didik. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan puzzle kotak pos pada subjek dengan karakteristik maupun target behavior yang berbeda untuk mematangkan konsep persepsi visual
Pengaruh Senam Ritmik Tanpa Alat Terhadap Kelincahan Anak Cerebral Palsy Kelas 2 SD di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang.
ABSTRACTYatna, Martha Novita. 2016. Pengaruh Senam Ritmik Tanpa Alat Terhadap Kelincahan Anak Cerebral Palsy Kelas 2 SD di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd., M.Pd, (II) Dr. Asim, M.Pd.Kata Kunci : senam ritmik tanpa alat, kelincahan, cerebral palsy.Anak usia sekolah dasar pada umumnya selalu aktiv mengeksplorasi lingkungannya. Mereka akan mengandalkan seluruh anggota gerak dalam mengeksplorasi lingkungan, namun lain halnya dengan anak cerebral palsy yang tidak dapat bergerak aktiv karena hambatan pada beberapa anggota geraknya. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang siswa kelas 2 SD di SLB Pembina Tingkat Nasional kecamatan Lawang kabupaten Malang yang memiliki hambatan cerebral palsy dengan kelemahan pada kedua tungkai yang tergolong ringan. Senam ritmik tanpa alat merupakan sebuah alternativ yang digunakan untuk melatih kelincahan gerak anak cerebral palsy.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh penerapan senam ritmik tanpa alat terhadap kelincahan anak cerebral palsy kelas 2 SD di SLB Pembina Tingkat Nasional kecamatan Lawang kabupaten Malang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi subjek hingga didapatkan kestabilan data pada setiap kondisi. Pengukuran target perilaku menggunakan pengukuran durasi yakni mengukur tingkat kelincahan subjek menggunakan tes kelincahan shuttle run. Hasil dari analisis data tes kelincahan shuttle run pada penelitian ini adalah : (1) level rata-rata kelincahan subjek sebelum intervensi adalah 117 detik, (2) level rata-rata kelincahan subjek saat intervensi meningkat menjadi 95 detik, (3) level rata-rata kelincahan subjek setelah intervensi dihentikan menjadi 88 detik.Kesimpulan penelitian ini berdasarkan hasil analisis data adalah ada pengaruh senam ritmik tanpa alat terhadap kelincahan anak cerebral palsy kelas 2 SD di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang kabupaten Malang Saran bagi guru pendidikan jasmani adaptif agar mengaplikasikan senam ritmik tanpa alat pada anak cerebral palsy untuk melatih kelincahan geraknya. Diharapkan juga bagi penelitian selanjutnya untuk lebih menyempurnakan penelitian ini
Pengembangan Media Video “Aku Bisa Berpidato” bagi Peserta Didik Tunarungu Kelas X di SMALB YPTB Kota Malang
ABSTRACT Krisna, Muhammad Firdaus Alfian Krisna. 2016. Pengembangan Media Video “Aku Bisa Berpidato” bagi Peserta Didik Tunarungu Kelas X di SMALB YPTB Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd. (2) Dr. Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd Kata Kunci : Tunarungu, Berbicara Melalui Kegiatan Berpidato, Media Video Media dalam pembelajaran tidak bisa lepas dari kegiatan belajar di sekolah, salah satunya adalah video. Video adalah sarana penyampai informasi yang mempunyai karakteristik audio dan visual, media tersebut digunakan sebagai penunjang guru dalam menjelaskan materi. Tunarungu adalah seseorang yang mengalami hambatan pendengaran yang berdampak pada aspek berbicara dan ia membutuhkan kegiatan yang melatih kemampuan berbicaranya salah satunya adalah kegiatan berpidato. Berdasarkan observasi di kelas X SMALB YPTB Kota Malang yang dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Permasalahan yang ditemukan adalah Motivasi peserta didik yang rendah, minimnya media pembelajaran, miminmya komtal yang digunakan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media video “Aku Bisa Berpidato” bagi peserta didik tunarungu kelas X di SMALB YPTB Kota Malang dengan mengadaptasi metode pengembangan Borg and Gall yang meliputi 10 langkah dan disederhanakan menjadi 7 langkah. Subjek uji coba produk terdiri dari ahli materi 1, ahli materi 2, ahli materi 3, dan peserta didik sebanyak 6 peserta didik di SMALB YPTB Kota Malang. Hasil pengembangan produk ini diperoleh data sebagai berikut : (1) Validasi ahli materi 1 90 % (sangat layak), (2) Validasi ahli materi 2 91,66 %. (sangat layak), (3) Validasi ahli media 90,47 % (sangat layak), (4) Hasil rata pretest 65.83 meningkat pada posttest menjadi 83,33. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk media video “Aku Bisa Berpidato” telah layak menjadi media pembelajaran untuk melatih kemampuan berbicara melalui kegiatan berpidato. Wujud produk berupa media video yang berisi materi pidato dan contoh pidato dengan menggunakan komonunikasi total sebagai komunikasi. Kelabihan dari video ini (1) Mudah untuk dioperasikan, (2) Tidak membutuhkan waktu yang lama dalam penggunaanya, (3) dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan, (4) Tampilan dan isi media disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik di sekolah. Kekurangannya adalah media ini hanya terbatas pada pokok materi pidato. Disarankan untuk pengembangan selanjutnya untuk mengkaji tentang pemilihan materi lebih dalam dan pemilihan jenis video yang akan digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik materi sehingga dapat mencapai tujuan pembelajara