SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media 3 Dimensi (“Busy book”) binadiri Memakai Sepatu Bertali untuk Siswa Tunagrahita di SMPLB Idayu 01 Kota Malang
ABSTRACTPengembangan Media 3 Dimensi (“Busy book”) binadiri Memakai Sepatu Bertali untuk Siswa Tunagrahita di SMPLB Idayu 01 Kota MalangWulansari, Resita. 2016. Pengembangan Media 3 Dimensi (“Busy book”) binadiri Memakai Sepatu Bertali untuk Siswa Tunagrahita di SMPLB Idayu Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti,S.Pd, M.Pd, (II) Eka Pramono Adi S.IP M.SiKata kunci :Media 3 dimensi, busy book, binadiri, tunagrahita, memakai sepatu bertaliKetrampilan binadiri bagi peserta didik dengan hambatan intelektual atau Tunagrahita perlu diselenggarakan melalui kegitan yang bertahap dan berkelanjutan.Dalam pelaksanaan program bina diri memerlukan banyak ketrampilan dan pemenuhan media pembelajaran yang inovatif dan variatif mampu membantu peserta didik menguasai kehidupan sosialnya maupun kehidupan praktis untuk merawat diri. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan sebuah produk pengembangan Media 3 Dimensi (“Busy book”) binadiri Memakai Sepatu Bertali untuk Siswa Tunagrahita di SMPLB Idayu Kota Malang.Pengembangan Media 3 Dimensi (“Busy book”) binadiri Memakai Sepatu Bertali untuk Siswa Tunagrahita di SMPLB Idayu Kota Malang ini mengadaptasi langkah- langkah model pengembangan research and development dari Borg and Gall. Analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), dan validasi ahliBerdasarkan hasil observasi kepada siswa dan wawancara dengan pihak sekolah di SMPLB Idayu 01 kota Malang, diperoleh data bahwa 100% siswa SMPLB Idayu 01 kota malang memerlukan pengadaan media pembelajaran berupa media 3 Dimensi untuk peserta didik tunagrahita khususnya dalam pengajaran materi program khusus binadiri memakai sepatu bertali. Berdasarkan analisis tersebut pengembang membuat media 3 dimensi bertemakan kegiatan memakai sepatu bertali berbentuk “Busy book” yang didalamnya terdapat lembaran-lembaran yang dapat membantu siswa dalam melaksanakan serta memahami tahapan memakai sepatu bertali.Hasil Pengembangan Media 3 Dimensi (“Busy book”) binadiri Memakai Sepatu Bertali untuk Siswa Tunagrahita di SMPLB Idayu Kota Malang diperoleh data sebagai berikut : (1) Validasi ahli materi sebesar 98% (sangat valid/ sangat layak), (2) validasi ahli media sebesar 100% (sangat valid/sangat layak), (3) validasi ahli materi 2 sebesar 88.75% (sangat valid/sangat layak. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Media 3 Dimensi (“Busy book”) binadiri Memakai Sepatu Bertali untuk Siswa Tunagrahita di SMPLB Idayu Kota Malang sangat layak, digunakan pada pembelajaran binadriri memakai sepatu bertali bagi siswa tunagrahita SMPLB Idayu 01 Malang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diajukan adalah diharapkan dikembangkan lagi supaya lebih variatif sehingga dapat mencapai tujuan yang maksimal, tidak hanya di SMPLB Idayu 01 Kota Malang saja, tapi juga disekolah lain
Pengaruh Metode Demonstrasi terhadap Kemampuan Mencuci Tangan Anak Tunagrahita Ringan Kelas VII SMPLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang
ABSTRACTPengaruh Metode Demonstrasi terhadap Kemampuan Mencuci Tangan Anak Tunagrahita Ringan Kelas VII SMPLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C MalangRahayu, Puji. 2016. Pengaruh Metode Demonstrasi terhadap Kemampuan Mencuci Tangan Anak Tunagrahita Ringan Kelas VII SMPLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd., M.Pd, (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes.Kata Kunci: metode demonstrasi, mencuci tangan, anak tunagrahita ringan.Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang memiliki kelainan fisik, mental, emosi, sosial atau gabungan dari kelainan tersebut yang sifatnya demikian rupa sehingga memerlukan layanan pendidikan secara khusus. Salah satunya adalah anak tunagrahita. Anak tunagrahita saat di sekolah memperoleh pembelajaran program khusus yaitu bina diri. Awalnya guru dalam pengajaran sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja, serta anak yang mencuci tangan mereka tanpa menggunakan sabun. Untuk itu perlu adanya inovasi yang baru dalam mengajar yakni menggunakan metode demonstrasi terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak tunagrahita.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengaruh metode demonstrasi terhadap kemampuan mencuci tangan anak tunagrahita kelas VII SMPLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu atau quasi eksperimen dengan desain penelitian time series. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan yang dilakukan selama penelitian yakni empat kali pre-test dan post-test. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji hipotesis yang menggunakan rumus Uji Wilcoxon.Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh nilai minimum kemampuan mencuci tangan sebelum diberikan perlakuan 43 sedangkan setelah diberikan perlakuan 73,70, maka terdapat selisih 30,7. Nilai maksimum sebelum diberi perlakuan 48,50 sedangkan setelah diberi perlakuan 90,70, maka terdapat selisih 42,2. Nilai mean sebelum diberikan perlakuan 44,9000 sedangkan setelah diberikan perlakuan menjadi 82,6200 terdapat selisih 37,7. Standart deviasi sebelum diberikan perlakuan 2.13307 sedangkan standar deviasi setelah diberikan perlakuan 6,38804 meningkat 4,25497. Sedangkan untuk uji hipotesis memperoleh hasil bahwa To = 0 < T = 1, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode demonstrasi berpengaruh terhadap kemampuan mencuci tangan anak tunagrahita kelas VII SMPLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. Saran yang dapat diajukan yakni bahwa metode demonstrasi dapat dijadikan salah satu metode alternatif dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran yang berkaitan dengan proses atau langkah-langkah
Pengaruh Media Gambar Terhadap Permainan Dasar Bulutangkis Pada Siswa Tunarungu Kelas XI di SLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang.
ABSTRACT Pengaruh Media Gambar Terhadap Permainan Dasar Bulutangkis Pada Siswa Tunarungu Kelas XI di SLB B-C Kepanjen Kabupaten Malang.Pembelajaran jasmani perlu diterapkan pada anak berkebutuhan khusus, salah satunya adalah anak tunarungu. Tunarungu memiliki keterbatasan dalam kemampuan berkomunikasi. Banyak sekali terjadi kesalahpahaman antara guru dan siswa saat berkomunikasi, maka pada saat melaksanakan pembelajaran jasmani bagi anak tunarungu, khususnya olah raga bulutangkis, membutuhkan keterampilan guru dalam berkomunikasi kepada anak, dan memberikan penjelaskan materi tentang teknik dasar bermain bulu tangkis yang baik dan benar. Ketika guru menjelaskan materi kepada siswa tunarungu, guru dapat menggunakan media gambar yang berisi tentang teknik dasar permainan bulutangkis sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar.Tujuan penelitian, untuk mendeskripsikan kemampuan permainan dasar bulutangkis pada siswa tunarungu kelas XI SLB B - C Kepanjen Kabupaten Malang sebelum diberikan intervensi, dan saat diberikan interensi berupa media gambar, serta mendiskripsikan ada tidaknya pengaruh media gambar terhadap permainan dasar bulutangkis pada siswa tunarungu kelas XI SLB B - C Kepanjen Kabupaten Malang.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR) dengan model desain A-B-A. Subjek penelitian menggunakan satu siswa tunarungu kelas XI di SLB Kepanjen Kabupaten Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukan perolehan mean level yang meningkat dari baseline-1 sebesar 37,5, sedangkan intervensi sebesar 89,88 dan lebih meningkat pada baseline-2 sebesar 91 dengan perolehan data stabil. Selain itu, presentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Perhitungan tersebut menyatakan adanya pengaruh media gambar sebagai bentuk intervensi terhadap permainan dasar bulutangkis sebagai target behavior. Adapun saran bagi guru dari penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa
Pengaruh Penggunaan Permainan Monopoli Terhadap Hasil Belajar Matematika Penjumlahan Mata Uang Pada Siswa Tunagrahita Ringan Kelas VI di SDLB Idayu II Kabupaten Malang
ABSTRACT Wicaksono, Sigit Lego. 2016. Pengaruh Penggunaan Permainan Monopoli Terhadap Hasil Belajar Matematika Penjumlahan Mata Uang Pada Siswa Tunagrahita Ringan Kelas VI di SDLB Idayu II Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si (2) Drs. Usep Kustiawan, M. Sn. Kata kunci: Permainan Monopoli penjumlahan mata uang, tunagraita ringan, Hasil Belajar, MatematikaAnak tunagrahita ringan merupakan anak berkelainan mental, kemampuan intelektualnya berada di bawah rata-rata sehingga kemampuan berfikirnya rendah. Salah satunya kesulitan dalam mempelajari matematika penjumlahan mata uang, siswa mengalami lemah dalam daya ingatnya dan sukar berfikir abstrak sehingga membutuhkan permainan yang mendukung dalam pembelajaran. Salah satunya adalah permainan monopoli. Dengan menggunakan permainan monopoli siswa dapat melakukan kegiatan penjumlahan secara nyata dengan menggunakan uang mainan yang menyerupai uang asli.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mendiskripsikan kemampuan penjumlahan mata uang peserta didik tunagrahita ringan kelas VI Di SDLB Idayu 02 Kabupaten Malang sebelum diterapkan permainan monopoli. 2) Untuk mendiskripsikan kemampuan penjumlahan mata uang peserta didik tunagrahita ringan kelas VI Di SDLB Idayu 02 Kabupeten Malang setelah diterapkan permainan monopoli. 3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan permainan monopoli dalam penjumlahan mata uang pada anak tunagrahita ringan kelas VI Di SDLB Idayu 02 Kabupeten Malang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian Pre Eksperimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah seluruh anak kelas VI Tunagrahita di SDLB Idayu II Malang berjumlah 5 anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan memberikan pre test terhadap siswa, memberikan treatment lalu diberikan post test. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes objektif berupa soal pilihan ganda. Uji hipotesis dengan menggunakan rumus wilcoxon.Hasil belajar mata pelajaran Matematika sebelum menggunakan permainan monopoli yakni siswa yang memperoleh nilai rata-rata 54. Hasil post-test mata pelajaran Matematika setelah menggunakan permainan monopoli yakni siswa yang memperoleh nilai rata-rata 80. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Thitung(15) > Ttabel (1) maka H1 diterima. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh permainan monopoli terhadap hasil belajar matematika penjumlahan mata uang pada siswa tunagrahita ringan kelas VI di SDLB Idayu II Kabupaten Malang. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan monopoli berpengaruh terhadap hasil belajar matematika penjumlahan mata uang pada anak tunagrahita ringan kelas VI di SDLB Idayu II Kabupeten Malang. Saran yang diberikan bagi guru diharapkan menerapkan permainan monopoli dalam pembelajaran matematika penjumlahan mata uang
Pengaruh Metode Kupas Rangkai Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Sedang Kelas IV SLB Idayu 2 Kab. Malang.
ABSTRACT Pengaruh Metode Kupas Rangkai Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Sedang Kelas IV SLB Idayu 2 Kab. Malang.Membaca memiliki kedudukan penting dalam proses pembelajaran. Dengan memiliki kemampuan membaca, siswa dapat menguasai berbagai bidang studi. Ada lima tahap perkembangan membaca, salah satunya adalah membaca permulaan. Subjek yang diteliti mengalami kesulitan dalam tahapan membaca permulaan, misalnya kata baca dibaca daca, kata babi dibaca dodi, ada kata palu dieja p, a, l, u dibaca beli. Kesulitan menguasai keterampilan membaca permulaan, berdampak pada penguasaan keterampilan membaca selanjutnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode kupas rangkai terhadap keterampilan membaca siswa tunagrahita sedang di SLB Idayu 2 Kab. Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Instrumen penelitian berupa tes untuk pretes dan posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon yang dibantu oleh program SPSS 16.0 for Windows.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pada nilai rata-rata pretest sebesar 62 dan nilai rata-rata posttest sebesar 84. Hasil output diperoleh dengan syarat jika diterima memiliki T hitung> T tabel dan ditolak jika memiliki T hitung ≤ T tabel. Berdasarkan kriteria tersebut maka ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan membaca permulaan siswa tunagrahita kelas IV sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan metode kupas rangkai. Jadi terbukti terdapat pengaruh metode kupas rangkai terhadap keterampilan membaca permulaan siswa tunagrahita sedang kelas IV di SLB Idayu 2 Kab. Malang. Saran yang diajukan untuk guru adalah lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran agar siswa mudah memahami materi ajar. Bagi lembaga sekolah lebih memperhatikan sarana yang menunjang guru dalam proses pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya, metode Kupas Rangkai digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengatasi kesulitan membaca
Pengaruh Penggunaan Permainan Monopoli Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Campuran Siswa Tunarungu Kelas X di SMALB-B YPTB Malang
ABSTRACT Kurniasari, Ratna. 2016. Pengaruh Penggunaan Permainan Monopoli Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Campuran Siswa Tunarungu Kelas X di SMALB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes (II) Dr. Sulthoni, M.PdKata Kunci: kemampuan operasi hitung campuran, permainan monopoli, tunarunguAnak-anak tunarungu mengalami masalah dalam hal pendengaran sehingga mengalami kesulitan dalam proses penyampaian materi (transfer of knowledge). Hal ini berlaku bagi seluruh mata pelajaran, tidak terkecuali pelajaran matematika, menyelesaikan soal mengenai operasi hitung campuran merupakan permasalahan yang kompleks karena mereka harus dapat memahami operasi hitung mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan hasil belajar kemampuan operasi hitung campuran sebelum penggunaan permainan monopoli pada siswa tunarungu kelas X di SMALB-B YPTB Malang, (2) Mendeskripsikan hasil belajar kemampuan operasi hitung campuran setelah penggunaan permainan monopoli pada siswa tunarungu kelas X di SMALB-B YPTB Malang, (3) Menganalisis pengaruh penggunaan permainan monopoli terhadap kemampuan operasi hitung campuran siswa tunarungu kelas X di SMALB-B YPTB Malang.Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan pre-experimental, sedangkan bentuk desain yang digunakan yaitu one group pretest-posttest design. Penelitian ini menggunakan satu kelompok dengan subyek 6 siswa. Pengumpulan data yang digunakan berupa tes (pretest dan posttest).Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa penggunaan permainan monopoli berpengaruh terhadap kemampuan operasi hitung siswa tunarungu. Hal ini dinyatakan dalam nilai rata-rata pretest yaitu 48,3 dan nilai rata-rata dari hasil posttest yaitu 70. Hasil uji hipotesis dapat diperoleh bahwa exact sig. = 0.026, karena nilai exact sig. < taraf nyata (α = 0,05) maka dapat menolak H0, artinya H1 diterima, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan permainan monopoli dengan hasil belajar kemampuan operasi hitung campuran anak tunarungu kelas X di SMALB-B YPTB Malang. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh terhadap kemampuan operasi hitung campuran siswa tunarungu kelas X di SMALB-B YPTB Malang dengan penggunaan permainan monopoli. Saran yang diberikan peneliti adalah untuk pihak sekolah (guru) dapat menjadikan permainan monopoli sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika
Pengaruh Latihan Persepsi Taktual Sally Mangold Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunanetra Kelas II di SDLB Idayu 1 Malang
ABSTRACTHakiki, Putri Nur. 2016. Pengaruh Latihan Persepsi Taktual Sally Mangold Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II di SDLB IDAYU 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing; (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Dra.Sudarsini, M.PdKata kunci : persepsi Taktual, Sally Mangold, membaca permulaan, tunanetraTunanetra merupakan sebuah hambatan pada fungsi pengelihatan. Sebagai pengganti dari indera pengelihatan perlu diberikan latihan untuk mengasah indera kepekaan pada tunanetra. Hal tersebut perlu diberikan untuk mempersiapkan membaca braille pada siswa tunanetra. Latihan yang bisa diberikan adalah latihan persepsi taktual Sally Mangold. Latihan persepsi taktual Sally Mangold adalah kegiatan yang dirancang untuk melatih indera peraba tunanetra dan mengenalkan simbol-simbol huruf braille. Pada penelitian ini latihan persepsi taktual Sally Mangold akan diberikan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa tunanetra kelas II di SDLB IDAYU 1 Malang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh latihan persepsi taktual Sally Mangold terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunanetra kelas II di SDLB IDAYU 1 Malang. Tujuan khusus penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikankemampuan membaca permulaan siswa tunanetra sebelum diberikan intervensi, (2) mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan siswa tunanetra setelah diberikan intervensi berupa latihan persepsi taktual Sally Mangold, dan (3) mendeskripsikan pengaruh latihan persepsi taktual Sally Mangold terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunanetra kelas II di SDLB IDAYU 1 Malang.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian Single Subyek Research dan menggunakan model A-B-A. A1 disebut dengan Baseline1 sebagai kondisi awal yang dilakukan tanpa adanya perlakuan untuk mendapatkan data awal. B atau Intervensi adalah kondisi pemberian perlakuan pada target behavior. A2 adalah baseline2 yang merupakan kondisi untuk mengetahui hasil dari intervensi yang diberikan sebelumnya. Analisis data yang dilakukan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil peningkatan yang sangat positif pada target behavior. Pada kondisi baseline1 (A1) kemampuan membaca permulaan subyek mengalami penurunan dan terjadi banyak kesalahan dalam sikap membaca subyek. Kondisi intervensi (B) terjadi peningkatan dimana subyek telah diberikan perlakuan mengenai sikap membaca yang benar dan telah diperkenalkan abjad braille dengan baik, sedangkan peningkatan yang sangat baik didapat pada kondisi baseline2 (A2). Setelah diberikan intervensi kemampuan membaca permulaan subyek menjadi meningkat jauh dari baseline1 (A1).Dari skor nilai yang diperoleh subyek dari sesi ke sesi mengalami peningkatan dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan persepsi taktual Sally Mangold berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunaneta kelas II di SDLB IDAYU 1 Malang. Setelah melakukan kegiatan dengan latihan persepsi taktual Sally Mangold pada penelitian ini dapat disarankan kepada guru maupun peneliti selanjutnya untuk dapat menggunakan kembali latihan persepsi taktual Sally Mangold untuk kemampuan membaca permulaan siswa tunanetra dengan subyek yang berbeda
Pengaruh Permainan Bola Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Pada Peserta Didik Cerebal Palsy Kelas V di SDLB Putra Jaya Malang.
ABSTRACTNurrahmawati, Anisah. 2016. Pengaruh Permainan Bola Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Pada Peserta Didik Cerebal Palsy Kelas V di SDLB Putra Jaya Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wiwik Dwi Astuti, M.Pd, (II) Drs Abdul Huda, M.PdKata kunci: permainan bola, kemampuan motorik kasar, cerebal palsyCerebal palsy yaitu hambatan pada motorik kasar, dan gerak dasar yang menjadi hambatan dalam melakukan aktivitas-aktivitas sehari-hari. Maka diperlukan sebuah penangganan khusus untuk menggembangkan kemampuan motorik kasar pada peserta didik cerebal palsy. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu media yang dapat dikembangkan untuk melatih motorik kasar pada peserta didik cerebal palsy. Adapun salah satu media tersebut sebuah rangkaian permainan bola. Media permainan bola adalah sebuah permainan yang terdiri dari empat pos, dan setiap posnya melatih kemampuan motorik kasar peserta didik cerebal palsy.Adapun tujuan peneliti untuk mendeskripsikan tentang: 1) kemampuan motorik kasar peserta didik cerebal palsy sebelum diberikan intervensi, 2) kemampuan motorik kasar peserta didik cerebal palsy setelah diberikan intervensi berupa permainan bola, 3) pengaruh permainan bola terhadap kemampuan motorik kasar pada peserta didik cerebal palsy kelas V SDLB Putra Jaya Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR) dengan model desain A-B-A. Subjek yang digunakan dalam penelitian hanya satu peserta didik dengan hambatan cerebal palsy dengan usia 16 tahun kelas V di SDLB Putra Jaya Malang. Analisis yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis kondisi. Hasil penelitian menunjukkan mean level yang menggalami peningkatan dari baseline-1 sebesar 15,2, sedangkan intervensi (B) sebesar 20,5, dan baseline-2 (A2) sebasar 20,8. Persentase overlap antara baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0% yang menyatakan adanya pengaruh permainan bola terhadap target behavior yaitu kemampuan motorik kasar. kesimpulan dari penelitianan ini adalah adanya pengaruh terhadap kemampuan motorik kasar pada peseta didik dengan diberikannya media berupa permainan bola. Saran bagi guru adalah agar guru dapat memanfaatkan media ini dalam pembelajaran yang sesuai
Pengaruh Permainan Scramble Terhadap Kemampuan Menyusun Kalimat Pada Siswa Tunagrahita Kelas VIII di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang
ABSTRACTAndriani, Wahyu. 2016. Pengaruh Permainan Scramble Terhadap Kemampuan Menyusun Kalimat Pada Siswa Tunagrahita Kelas VIII di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes.Kata kunci: permainan scramble, menyusun kalimat, tunagrahitaAnak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa terutama pengolahan perbendaharaan kata yang kurang berfungsi sebagaimana mestinya, karena itu mereka kesulitan dalam menyusun kalimat. Untuk itu dibutuhkan suatu metode yang dapat mempermudah anak untuk mengoptimalkan penguasaan bahasanya. Permainan merupakan suatu media yang mengasyikan dan memuaskan bagi anak untuk mempelajari sesuatu. Permainan scramble merupakan salah satu metode yang mampu mengoptimalkan siswa untuk berpikir lebih kreatif dalam menemukan dan menyusun suatu hal atau struktur yang baru sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang lebih karena siswa aktif dalam permainan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh permainan scramble terhadap kemampuan menyusun kalimat pada siswa tunagrahita kelas VIII di SLB Pembina Nasional Bagian C Lawang, Malang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental dengan rancangan penelitian times series design. Subyek penelitian dilakukan terhadap 5 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes tulis sebanyak 4 kali untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan terhadap kelompok sebelum diberikan perlakuan. Setelah itu dilakukan perlakuan terhadap kelompok dan dilakukan tes tulis kembali sebanyak 4 kali untuk mengetahui hasil perlakukan yang telah dilakukan. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan soal tes sebanyak 10 butir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan menyusun kalimat siswa tunagrahita sebelum dan sesudah dibelajarkan menggunakan permainan scramble. Perbedaan tersebut ditunjukkan oleh hasil uji Wilcoxon yaitu T hitung < T tabel pada taraf signifikan 0,05. Dengan nilai T hitung = 0 dan nilai T tabel = 1. Hal ini membuktikan bahwa permainan scramble berpengaruh terhadap kemampuan menyusun kalimat siswa tunagrahita. Saran bagi guru agar mengaplikasikan permainan scramble ini dalam kegiatan pembelajaran. Diharapkan juga bagi peneliti selanjutnya untuk lebih menyempurnakan penelitian ini
Keefektifan Metode Backward Chaining Untuk Meningkatkan Keterampilan Makan Pada Anak Disabilitas Intelektual Limited
ABSTRACTApriyadi, Arip. 2016. Keefektifan Metode Backward Chaining Untuk Meningkatkan Keterampilan Makan Pada Anak Disabilitas Intelektual Limited. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M. Kes, (2) Dr. Sulthoni, M.Pd.Kata Kunci: Disabilitas intelektual, Keterampilan makan, Backward chaining.Anak disabilitas intelektual memiliki masalah dalam perilaku adaptif. Salah satu hambatan dalam perilaku adaptif adalah pada keterampilan makan. Sebagai contoh, anak disabilitas intelektual membutuhkan bantuan orang lain saat memegang sendok, menyendok makanan, membawa makanan ke mulut dan sebagainya. Selain itu guru tidak mengajarkan keterampilan makan dengan metode yang sesuai. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu metode pengajaran atau modifikasi perilaku untuk meningkatkan keterampilan makan anak disabilitas intelektual. Metode tersebut adalah backward chaining yang membentuk suatu perilaku baru dengan sistem pengajaran yang dimulai dari tahapan terakhir.Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang; 1) kemampuan anak disabilitas intelektual sebelum diberikan intervensi menggunakan backward chaining, 2) kemampuan anak disabilitas intelektual setelah diberikan intervensi menggunakan backward chaining, dan 3) keefektifan backward chaining untuk meningkatkan keterampilan makan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Reseach (SSR) dengan model desain A-B-A. Subjek penelitian menggunakan satu anak disabilitas intelektual yang berusia 10 tahun kelas 1 di SDLB Putra Jaya, Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukan perolehan mean level yang meningkat dari baseline-1 sebesar 71, sedangkan intervensi sebesar 94,71 dan baseline-2 sebesar 94. Selain itu, presentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Perhitungan tersebut menyatakan adanya pengaruh keefektifan backward chaining sebagai bentuk intervensi terhadap peningkatan keteramplan makan sebagai target behavior. Adapun saran bagi guru dari penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan metode modifikasi perilaku yaitu backward chaining untuk membentuk perilaku baru yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak