SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
pengaruh penerapan membatik tulis terhadap kemampuan motorik halus siswa tunagrahita kelas V slb idayu 2 kab.malang
ABSTRAK Santosa, Pipit Uliwati. 2017. Pengaruh Penerapan Membatik Tulis Terhadap Motorik Halus Siswa Intellectual Disability Kelas V di SDLB IDAYU 2 Kabupaten Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd (II) Eka Pramono Adi,SIP,M.Si Kata Kunci : Membatik Tulis, Kemampuan motorik halus, Tunagrahita.Anak tunagrahita ialah anak dengan hambatan intelektual dan mengalami hambatan dalam perkembangan fisiknya.Hambatan pada perkembangan fisik sangat berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus anak. Untuk meningkatkan motorik halus anak maka penelitian ini mepunyai gagasan dengan melakukan kegiatan menggunakan membatik tulis. Dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan membatik tulis terhadap kemampuan motorik halus.Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimendengan desain penelitian one group pretest and posttest. Penelitian ini melibatkan 5 orang siswa tunagrahitakelas V SD sebagai subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan di SLB IDAYU 2 Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh membatik tulis pada kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan.Pengumpulan data pada penelitia berupa unjuk kerja siswa. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Data yang di analisis merupakan data hasil pretest dan posttest. Hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 5 (jumlah sampel) dari daftar uji Wicoxon diperoleh = 1. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa diterima dan ditolak, sebab ≤ . Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa membatik tulismemberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan motorik halus anak Intellectual Disability di SDLB IDAYU II Kabupaten Malang. Disarankan bagi kepala sekolah untuk memberikan kepada guru-guru terutama untuk memilih dan menggunakan media pembelajaran yang didasarkan dengan kebutuhan siswa
Pengaruh Kegiatan Menari Cublak – Cublak Suweng (Tari Kreasi ) Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Tunagrahita Sedang Di Kelas 4 SDLB Idayu 2 Malang
Di sekolah luar biasa, anak tidak hanya diberikan mata pelajaran-mata pelajaran seperti pada umumnya tetapi juga diberikan keterampilan bagi anak sebagai layanan khusus bekal bagi anak tunagrahita. Dan salah satu keterampilan yang ada di SDLB Idayu 2 Malang adalah pembelajaran seni tari yang sudah melekat dikehidupan siswa-siswa SDLB Idayu 2 Malang. Kegiatan menari melatih motorik dan konsentrasi pada anak tunagrahita, meskipun dalam melatih gerakannya anak mudah lupa dan perlu banyak pengulangan. Motorik anak tunagrahita ringan lebih rendah dari anak normal. Sedangkan tinggi dan berat badan anak sama. Kompetensi yang termuat dalam mata pelajaran SBK untuk anak tunagrahita di kelas 4 SDLB salah satunya adalah menari, Seni tari, mencakup keterampilan berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi dan apresiasi terhadap gerak tari. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan motorik kasar anak tungrahita khususnya kemampuan seni rupa dengan kegiatan menari cublak – cublak suweng sebelum dan sesudah diberikan treatment. Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turun tangga dan sebagainya Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain satu kelompok atau one grup pre-tes pos-tes yang terdiri dari 5 anak. Data penelitian yang berupa penilaian hasil kempuan gerak anak dihimpun dengan instrumen unjuk kerja melalui lembar observasi dengan skala penilaian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai probabilitas hasil sampel 0.001
pengaruh metode SAS (struktural analitik sintetik) terhadap kemampuan membaca permulaan bagi siswa tunagrahita sedang kelas V di SLB Putra Idhata Madiun
ABSTRAK Putri, Gocik Vidia Hapsari. 2017. Pengaruh Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Bagi Siswa Tunagrahita Sedang Kelas V Di SLB Putra Idhata Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd, (II) Dr. Asim, M.Pd. Kata Kunci: Metode SAS, Kemampuan Membaca Permulaan, Tunagrahita Membaca permulaan adalah tahapan dari sebuah proses kegiatan belajar membaca untuk siswa sekolah dasar tingkat kelas awal. Tujuan siswa untuk belajar ialah untuk mendapatkan kemampuan serta menguasai sebuah teknik-teknik membaca dan juga menangkap isi dari sebuah bacaan dengan baik. Kesulitan membaca ialah salah satu dari contoh kesulitan belajar yang dimiliki siswa tunagrahita. Oleh karena itu perlu adanya sebuah rancangan dari sebuah pembelajaran membaca dengan baik Metode SAS dipilih karena metode ini bisa mengakomodasi kebutuhan kasus, karena permasalahan siswa tersebut masih berada pada tahapan membaca permulaan. Sehubungan dengan kemampuan membaca permulaan maka dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa tunagrahita ringan kelas V di SLB Putra Idhata Madiun sebelum mendapatkan treatment menggunakan metode SAS, mendeskripsikan kemampuan siswa tunagrahita ringan kelas V di SLB Putra Idhata Madiun setelah mendapatkan treatment menggunakan metode SAS, menganalisis pengaruh metode SAS terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita ringan kelas V di SLB Putra Idhata Madiun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan model penelitian Pre Experimental Design satu kelompok dengan desain One Group Pretest Posttest Design. Instrumen penelitian berupa tes untuk pretest dan posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang diselesaikan dengan bantuan program SPSS 16.00 for windows, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji Anova One Way. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest. Hasil analisis diketahui bahwa rata-rata kemampuan membaca permulaan pada saat pretest sebesar 50,4 sedangkan pada saat posttest sebesar 76,2. Hasil output dari SPSS diperoleh nilai signifikansi untuk kemampuan membaca permulaan sebesar 0,002 data tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi < 0,05. Berdasarkan kriteria tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima, dikarenakan terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan bagi siswa tunagrahita ringan kelas V di SLB Putra Idhata Madiun. Saran untuk guru menyarankan agar menggunakan metode SAS dalam pembelajaran membaca permulaan. Dengan metode SAS yang disajikan hendaknya guru menggunakan media pembelajaran yang menunjang kegiatan pembelajaran membaca permulaan bagi siswa tunagrahita
pengaruh Metode takrir terhadap peningkatan kemampuan menghafal Al-Qur'an Bagi Siswa tunagrahita Ringan Di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta
ABSTRACT Agustin, Anik. 2017. The Effect of Takrir Method Towards for Improving Ability of Memorizing AlQur'an For Students with Mild Intellectual disability in SLB 1 Bantul Yogyakarta. Undergraduate Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, State University of Malang. Supervisor: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si (2) Drs. Asim, M. Pd Keywords: Takrir Method, ability to Memorize Al-Qur'an, Intellectual disability Menghafal merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan saat anak berada dalam proses pembelajaran. Pada kurikulum mata pelajaran pendidikan agama islam pada tingkat SMPLB terdapat kompetensi dasar menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an Anak diharuskan menghafalkan bacaan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an Hal ini akan menjadi sesuatu yang cukup sulit dikarenakan sebagian anaktunagrahita ringan yang memiliki kesulitan mengalami hambatan dalam menghafalkan sesuatu. Anak dengan hambatan intelektual akan lebih lambat dan sulit dalam menghafal surat-surat dalam Al-Qur’an yang cenderung asing serta baru dia dengar. Untuk mengatasi maslah yang terjadi perlu ada pendekatan hafalan Al-Qur’an dengan menggunakan metode takrir. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa tunagrahita ringan sebelum menggunakan metode takrir, (2) mendeskripsikan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa tunagrahita ringan sesudah menggunakan metode takrir, dan (3) mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode takrir terhadap peningkatan kemampuan menghafal siswa tunagrahita ringan kelas VII di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental dengan desainone group pre test post test design, dengan membandingkan subyek yang sama dalam kondisi yang berbeda. Instrumen penelitian berupa tes. Teknik analisis data diselesaikan dengan bantuan software SPSS 20.00 for windows dan uji Anova. Hasil penelitian dapat diketahuinilai rata-rata pre test dan post test sebagai berikut.Rata-rata kemampuan menghafal surat Ad-Dhuha pada saat pre test sebesar 42,62 sedangkan pada saat post test sebesar 90,74, rata-rata kemampuan menghafal surat At-Tiin pada saat pre test sebesar 40,77 sedangkan pada saat post test sebesar 81,48, dan rata-rata kemampuan menghafal surat Al-Insyiroh pada saat pre test sebesar 38,91 sedangkan pada saat post test sebesar 85,19.Berdasarkan data tersebut dapat diketahui peningkatan yang signifikan rata-rata pre test dan post test masing-masing surat. Kemudian, hasil output diperoleh nilai signifikansi untuk data kemampuan menghafal surat Ad-Dhuha adalah 0,21 sedangkan nilai signifikansi untuk data kemampuan menghafal surat At-Tiin 0,027 dan nilai signifikansi untuk data kemampuan menghafal surat Al-Insyiroh adalah 0,013. Menunjukkan bahwa nilai signifikansi < 0,05. Berdasarkan kriteria tersebut maka Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Metode Takrir berpengaruh terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an bagi siswa kela VII tunagrahita ringan di SLB Negeri 1 Bantul Yogyakarta.Saran untuk guru pelajaran agama islam, dengan melihat hasil yang positif dari penelitian ini, metode Takrir dapat digunakan saat pelajaran agama islam untuk pembelajaran menghafal surat-surat pendek pilihan. memorizing is one of the ability which is mostly needed in the learning process. The subjects of Islamic religion education at the special junior high school level has the basic competence of memorizing short surah of the holy Qur'an. Students are required to memorize the short surah in the holy Qur'an. It would become difficult obstacles for the light intellectual disability students who have the barriers on memorizing. The students with intellectual barriers would become slower and faces more difficulties to memorize surah in the holy Qur'an which in ways present as new and unfamiliar things. In order to overcome the occurrence problems it is necessary to have a recitation approach of Al-Qur'an by using takrir method. The purpose of this study is aimed to describe the ability of memorizing the holy Al-Qur'an of students with light intellectual disability before and after using takrir method, also describe the effect of takrir method on improving the ability of memorizing. The subject of this study was the light intellectual disability students in VIIth class at National Special School 1 Bantul Yogyakarta. This study is used the Pre Experimental Design research which has same subject comparisons under different conditions. There was one instrument used in this research; test. It is applied for pre-test and post-test. The analytical technique used was prerequisite test using normality test and homogeneity test which was completed with SPSS 20.00 for windows program and Anova test. The results of the study showed that there was a significant difference between the mean value of pretest and posttest. The result of data analysis is known that the average ability to memorize surah AdDhuha at pre-test is 42,62 while at post-test 90,74. The average ability to memorize surah At-Tiin at pretest is 40.77 while at the post-test is 81,48. And the average ability to memorize surah Al-Insyiroh at the pre-test is 38.91 while at the post-test is 85,19. The result indicates that the value of significance for the data of the ability to memorize the letter of Ad-Dhuha is 0.21 while the value of significance for the data of the ability to memorize the Surah At-Tiin is 0.027 and the significance value for data memorization ability of Surah Al-Insyiroh is 0,013. It shows that the significance value is < 0.05. According to the result, it is concluded that H0 is rejected. In details the Takrir method has affected the ability to memorize Al-Qur'an for students with light intellectual disability in class VIIth class at National Special School 1 Bantul Yogyakarta. Furthermore, it is suggested for Islamic religion teachers to use Takrir methods during Islamic religion lessons for learning memorizing short surah by choice by considering the positive results of this study
Pengembangan Bahan Ajar Merajut untuk Siswa Tunarungu Kelas X di SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek
ABSTRAK Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 menyebutkan bahwa muatan isi bidang keterampilan vokasional di SMALB adalah 60%-50%. Menindaklanjuti peraturan tersebut, SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek diantaranya menyelenggarakan pembelajaran keterampilan untuk siswa tunarungu. Pembelajaran keterampilan kelas X adalah pembelajaran kerajinan tangan yang dikhususkan pada kegiatan merajut (tempat tisu). Kegiatan pembelajaran kurang berjalan dengan maksimal karena tidak didukung oleh ketersediaan bahan ajar merajut. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan bahan ajar merajut yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa tunarungu kelas X di SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan Borg & Gall (1983) dengan alur: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4) validasi ahli; 5) revisi produk awal; 6) uji coba lapangan, 7) revisi produk akhir. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi analisis kebutuhan, angket, dan lembar uji unjuk kerja siswa. Data kuantitatif yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan rumus validasi ahli oleh Akbar (2015:83). Sedangkan data kualitatif yang diperoleh dideskripsikan secara singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi ahli materi diperoleh skor rerata sebesar 71% yang berarti valid dengan beberapa revisi. Sementara hasil validasi ahli pembelajaran sangat valid dengan skor rerata sebesar 94% dan hasil validasi ahli media sangat valid dengan skor rerata sebesar 93% meskipun terdapat revisi. Sedangkan hasil validasi ahli bahasa menunjukkan skor rerata 100% yang berarti sangat valid dengan beberapa revisi. Hasil uji coba pada tiga siswa tunarungu di SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek dihitung menggunakan Uji T untuk mengetahui keefektifan bahan ajar. Nilai t hitung adalah 64,96 sedangkan nilai t tabel adalah 2,92. Bahan ajar dinyatakan efektif apabila nilai t hitung lebih besar dari t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangan layak dan efektif dijadikan rujukan dalam kegiatan pembelajaran merajut bagi siswa tunarungu. Sebelum menerapkan bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran, guru disarankan untuk memahami bahan ajar merajut terlebih dahulu sehingga bisa memberikan pendampingan individual pada siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran merajut. Guru juga diharapkan memberikan latihan soal yang ada dalam bahan ajar sehingga pencapaian siswa lebih terukur
Upaya Sekolah Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Siswa TunarunguMelalui Pembelajaran Keterampilan (studikasus d SMPLB Negeri Malang).
Anak berkebutuhan khusus juga merupakan individu yang perlu memiliki keterampilan agar nantinya mampu meningkatkan kemandirian, terutama dalam kemandirian ekonomi. SMPLB Negeri Malang adalah satu lembaga pendidikan formal bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang melaksanakan program pembelajaran keterampilan. Pelaksanaan pembelajaran keterampilan di sekolah dilakukan perencanaan yang matang mulai dari pemilihan koordinator, penentuan jenis keterampilan, sampai dengan pelaksanaannya yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi siswa.Fokus penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan progam pembelajaran keterampilan, (2) pelaksanaan pembelajaran keterampilan, (3) hambatan pelaksanaan pembelajaran keterampilan, dan (4) upaya mengatasi hambatan pembelajaran keterampilan di SMPLB Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Sementara itu pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber) dan member check.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pelaksanaan pembelajaran keterampilan diawali dengan rapat untuk menentukan jenis keterampilan kemudian memilih koordinator untuk setiap jenis keterampilan, kemudian melakukan asessmen untuk mengetahui bakat, minat dan kemampuan siswa. Pelaksanaan pembelajaran keterampilan sekolah mendatangkan tenaga profesional untuk mendampingi siswa. Pemberian tugas dan praktik dilakukan untuk menilai hasil belajar siswa. Hambatan yang dihadapi sekolah dalam pelaksaan keterampilan hanya pada keterampilan design grafis yaitu kurangnya unit komputer untuk siswa. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah siswa yang mengikuti keterampilan design grafis membawa laptop. Saran ditujukan kepada kepala sekolah agar menambah fasilitas komputer dalam pembelajaran keterampilan design grafis. Untuk koordintaor keterampilan disarankan memanfaatkan media pembelajaran, misalnya video, buku panduan, poster, dan sebaginya, sehingga pembelajaran keterampilan menjadi menarik. Untuk guru agar membagi siswa yang mengikuti keterampilan design grafis menjadi beberapa kelompok dengan hari yang berbeda untuk mengikuti keterampilan design grafis
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Permainan Engklek untuk Siswa Tunagrahita SMALB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek
ABSTRAK Anggraeni, Rezty. 2017. Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Permainan Engklek untuk Siswa Tunagrahita SMALB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M. Hum. Kata kunci: model pembelajaran, permainan engklek, tunagrahita Pengembangan model pembelajaran dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendidikan anak tunagrahita yang memerlukan bantuan. Masalah intelektual yang dimiliki mengakibatkan sulitnya mengolah informasi baru yang berpengaruh terhadap proses belajarnya. Sementara proses belajar mereka dapat didukung dengan pembangunan lingkungan yang baik. Konsep bermain sambil belajar digunakan untuk membangun lingkungan yang efektif bagi anak tunagrahita dengan konsep yang menyenangkan sehingga memotivasi siswa untuk belajar. Pengembangan ini bertujuan menghasilkan model pembelajaran permainan engklek untuk siswa tunagrahita SMALB yang dapat membantu guru dalam alternatif pemilihan model pembelajaran bagi siswa tunagrahita. Model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak tunagrahita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) desain dari Borg and Gall yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Didahului dengan studi pendahuluan kemudian dilanjutkan dengan merencakan produk, pengembangan produk awal, validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli pembelajaran ABK, ahli materi, dilanjut dengan revisi produk awal, uji coba produk individu dan kelompok yang dilakukan di SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek, kemudian dilakukan revisi akhir. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa model pembelajaran permainan engklek untuk siswa tunagrahita SMALB sejumlah 90% yang berarti sangat valid meskipun banyak hal yang perlu direvisi. Sementara hasil validasi ahli pembelajaran ABK sangat valid dengan persentase 87% dan hasil validasi ahli materi adalah valid dengan persentase 72% dengan beberapa revisi. Hasil uji coba individu yang dilakukan pada siswa tunagrahita kelas XI SMALB Kemala Bhayangkari Trenggalek menunjukkan efektif dengan skor 78% dan uji coba kelompok yang dilakukan menunjukkan hasil yang sama, yaitu kenaikan nilai. Skor yang diperoleh adalah 70% yang masuk dalam kategori efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model permainan engklek ini valid dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPS dan Bahasa Indonesia bagi siswa tunagrahita SMALB. Model pembelajaran berbasis permainan engklek ini valid dan efektif untuk pembelajaran tunagrahita sehingga disarankan dapat diterapkan oleh guru ketika menyampaikan materi profesi dan menjadi alternatif ketika menyampaikan pembelajaran kepada anak tunagrahita. Sebelum melakukan penerapan pembelajaran, guru diharapkan membaca buku pentunjuk penggunaan model pembelajaran engklek, untuk lebih jelasnya guru dapat memutar video pembelajaran yang sudah disediakan
Kontribusi Keterampilan Sosial Dan Motif Berpretasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Di SLB BC Kepanjen
Kata Kunci: keterampilan sosial, motif berprestasi, prestasi belajar, siswa berkebutuhan khusus Siswa berkebutuhan khusus di SLB BC Kepanjen menunjukkan perlu adanya peningkatan prestasi belajar dalam bidang akademik. Keterampilan sosial dan motivasi siswa dalam kegiatan belajar diduga mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterampilan sosial, motif berprestasi dan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus; (2) menjelaskan hubungan keterampilan sosial dengan pretasi belajar siswa berkebutuhan khusus; (3) menjelaskan hubungan motif berprestasi dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus; dan (4) menjelaskan hubungan keterampilan sosial dan motif berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus. Subjek penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus di SLB BC Kepanjen sebanyak 57 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner dan dokumentasi dari nilai rapor selama siswa bersekolah di SLB BC Kepanjen. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan Product Moment Pearson dan regresi linier berganda menggunakan bantuan program SPSS for windows seri 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) 50,9% siswa berkebutuhan khusus di SLB BC Kepanjen memiliki keterampilan sosial rendah hingga sedang, 52,6% siswa memliki tingkat motif berprestasi yang rendah hingga sedang; dan 86% siswa memiliki prestasi belajar yang rendah hingga sedang; (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan sosial dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus dalam kategori cukup; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara motif berprestasi dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus dalam kategori cukup; (4) terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan sosial dan motif berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus. Saran diberikan kepada kepala sekolah, guru, serta orang tua supaya terus memperhatikan perkembangan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus dan hal-hal yang dapat mendukung perkembangan belajar siswa secara langsung maupun tidak langsung, baik dari dalam diri siswa maupun luar diri siswa, seperti keterampilan sosial dan motivasi siswa
PENGARUH PERMAINAN SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN MENYUSUN KALIMAT SEDERHANA SISWA TUNARUNGU KELAS IV DI SDLB NEGERI KEDUNGKANDANG MALANG
ABSTRAK Sintya, Aulia. 2017. Pengaruh Permainan Scramble Terhadap Kemampuan Menyusun Kalimat Sederhana Siswa Tunarungu Kelas IV di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Sopingi, S.Sos, M.Pd. Kata Kunci: Permainan Scramble, Kemampuan Menyusun Kalimat Sederhana, TunarunguTunarungu merupakan anak yang memiliki hambatan dengan organ pendengarannya, sehingga perkembangan berbicara dan bahasa anak tunarungu terhambat pada fase babling (meraban). Minimnya kosakata tentu berpengaruh terhadap kemampuan mengenali pola kalimat dan menyusun kalimat. Permainan scramble merupakan permainan yang melatih kreativitas dan daya ingat siswa terhadap pola kalimat seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kemampuan menyusun kalimat sederhana siswa tunarungu sebelum diberikan permainan scramble. (2) Mendeskripsikan kemampuan menyusun kalimat sederhana siswa tunarungu sesudah diberikan permainan scramble. (3) Mendeskripsikan pengaruh permainan scramble terhadap kemampuan menyusun kalimat sederhana pada siswa tunarungu kelas IV di SDLB Negeri Kedungkandang Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV tunarungu di SDLB Negeri Kedungkandang Malang yang berjumlah 6 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen tes menyusun kalimat. Analisis menggunakan uji jenjang bertanda Wilcoxon.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum diberikan perlakuan (treatment) yaitu 51,67 dan nilai rata-rata sesudah diberikan perlakuan (treatment) yaitu 88,33. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) =0,02
Efektivitas Teknik Fading dan Prompting untuk Meningkatkan Kosakata Fungsional Anak dengan Gangguan Spektrum Autis di Kelas 1 SDLB Putra Jaya Malang
ABSTRACTArnez, Gaby. 2016. Efektivitas Teknik Fading dan Prompting untuk Meningkatkan Kosakata Fungsional Anak dengan Gangguan Spektrum Autis di Kelas 1 SDLB Putra Jaya Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi M.Pd,M.Kes, (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum.Kata Kunci: teknik fading dan prompting, kosakata fungsional, gangguan spektrum autis, Malang.Anak dengan gangguan spektrum autis memiliki tiga area kerusakan yaitu interaksi, komunikasi dan perilaku. Program pendidikan dasar untuk anak dengan gangguan spektrum autis adalah mengembangkan kemampuan komunikasi. Salah satu indikator peningkatan kemampuan komunikasi siswa yaitu meningkatnya kosakata. Program treatment dimulai dari kosakata yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Teknik yang digunakan di dalam penelitian ini yaitu teknik fading (menghilangkan) dan prompting (bantuan). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keefektifan teknik fading dan prompting dalam meningkatkan kosakata fungsional anak dengan gangguan spektrum autis.Rancangan pada penelitian ini menggunakan single subject research dengan desain pengulangan A-B-A-B. Teknik penilaian pada komponen mengucapkan dan menunjuk kosakata fungsional melalui observasi pada fase baseline dan treatment, kemudian hasilnya di analisis melalui empat komponen yaitu mean, level, trend. rapidity/latency. Indikator penilaian pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu kemampuan mengucapkan dan kemampuan menunjuk. Pada masing-masing kemampuan memiliki tiga komponen penilaian, yaitu mandiri (M), prompt sebagian (P+), dan prompt utuh (TP).Analisis keefektifan data penelitian melalui empat komponen, maka hasilnya untuk kemampuan mengucapkan yaitu, mean dari komponen penilaian mandiri meningkat dari baseline 1 sebesar 35,7% menjadi 92,8% pada treatment 2, level meningkat positif, trend atau kecenderungan data dari fase baseline 1 hingga treatment 2 cenderung meningkat tajam, rapidity/latency tidak muncul. Hasil dari analisis kemampuan menunjuk yaitu, mean dari komponen penilaian mandiri meningkat dari baseline 1 sebesar 24,5% menjadi 92,8% pada treatment 2, level meningkat positif, trend dari fase baseline 1 hingga treatment 2 cenderung meningkat tajam, rapidity/latency tidak muncul. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, maka diperoleh kesimpulan yaitu, teknik fading dan prompting terbukti efektif dapat meningkatkan komponen mandiri kemampuan menunjuk dan mengucapkan kosakata fungsional. ABSTRACT Arnez, Gaby. 2016. The Effectiveness of Fading and Prompting Technique to Increase Functional Vocabulary of Children with Autism Spectrum Disorderin SDLB Putra Jaya Malang. Undergraduate Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, University of Malang. Supervisors: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi M.Pd,M.Kes, (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum.Keywords: Fading and Prompting Technique, Functional Vocabulary, Autism Spectrum Disorder, MalangChildren with Autism Spectrum Disorder have three impaired skills such as interaction, communication and behavior. Communication skill is one of basic intervention programs for students with Autism Spectrum Disorder. Communication skill development on students with Autism Spectrum Disorder will affect academic and non academic capablity. One of the indicators of communication skill improvement is vocabulary increasing. Intervention program is started from vocabularies that are related to student’s daily activities. The technique used in this research was Applied Behavior Analysis using fading and prompting technique. This research was conducted in order to determine the effectiveness of fading and prompting technique to increase functional vocabulary of children with Autism Spectrum Disorder. This research was Single Subject Research with A-B-A-B model. This research design was to figure out the functional correlation between independent variable and dependent variable. In this research, it is used visual analysis of graphs as the technique to analyze the data. The data were obtained by using observation and interview with the parents and the teacher. The evaluation technique of pronunciation and pointing functional vocabulary was observation of baseline and treatment phase. Then, the result was analyzed tin the term of four components such as mean, level, trend. rapidity/latency. Evaluation indicator of this research was divided into two. They are pronunciation and pointing skills. Each of this skill has three evaluation component such as independent (M), partial prompt (P+), and total prompt (TP).The result showed that fading and prompting technique was proven effectively to improve independent evaluation component in functional vocabulary pronunciation skill and pointing skill