SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN MEDIA RITATOON DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KATA BENDA DASAR PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS II SDLB NEGERI KEDUNGKANDANG MALANG
ABSTRAK Khairiyah, Karunia Yulinda. 2017. Pemanfaatan Media Ritatoon Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Kata Benda Dasar Pada Anak Tunagrahita Kelas II SDLB Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Moh. Efendi, M. Pd. M.Kes., (II) Dr. Asim, M. Pd. Kata kunci: Media Ritatoon, Kemampuan mengenal kata benda dasar, Tunagrahita Pembelajaran Bahasa Indonesia tentang mengenal kata benda dasar akan sulit diterima jika pembelajaran dilaksanakan secara konvensional. Penjelasan yang bersifat abstrak membuat pembelajaran tidak terserap dengan maksimal, begitu juga dengan anak tunagrahita lebih kesulitan dalam memahaminya karena anak tunagrahita mengalami kesulitan dalam berpikir abstrak, sehingga mereka membutuhkan media dalam pembelajaran.Salah satunya adalah media ritatoon. Media riatatoon merupakan media yang memudahkan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia tentang mengenal kata benda dasar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengenal kata benda dasar pada anak tunagrahita sebelum menggunakan media ritatoon, mendeskripsikan kemampuan mengenal kata benda dasar pada anak tunagrahita sesudah menggunakan media ritatoon, mendeskripsikan pengaruh media ritatoon terhadap kemampuan mengenal kata benda dasar pada anak tunagrahita kelas II SDLB Kedungkandang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Pre Experimental Design dengan bentuk One Group Pre-test Post-test Design. Instrumen penelitian berupa tes tulis dan tes kinerja untuk pretest dan posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji Prasyarat menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas yang diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 23.0 for Windows dan uji Anova Hasil rata-rata post test lebih tinggi dari pada nilai rata-rata pre test, dan hasil analisis hipotesis menggunakan bantuan program SPSS 23for windows dapat diperoleh informasi bahwa tes tulis nilai sig. 0,000. Karena nilai excact sig. < taraf nyata (α = 0,05), maka Ho ditolak, dan rata-rata nilai pre tesdan post tes berbeda. Sedangkan tes kinerja nilai sig. 0,001. Karena nilai excact sig. < taraf nyata (α =0,05), maka Ho ditolak dan dapat disimpulkan pemanfaatan media ritatoon dalam pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan mengenal kata benda dasar pada anak tuangrahita sedang kelas II SDLB Kedungkandang
PENGARUH PENGGUNAAN PERMAINAN ABENTEUER IM ZAUBERWALD TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IV DI SLB JATIWIRATAMA KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Prabowo, Dian Budi. 2017. Pengaruh Penggunaan Permainan Abenteuer im Zauberwald terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita Ringan Kelas IV di SLB Jatiwiratama Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Shodiq AM, M.Pd, (2) Dr. Henry Praherdiono, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: permainan abenteuer im zauberwald, kemampuan berhitung, tunagrahita ringan Belajar matematika berhitung penjumlahan siswa kelas IV SLB Jatiwiratama Selopuro Blitar masih relatif rendah. Selama pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan guru hanya berpusat pada buku teks. Kurang kreatifnya guru dalam menggunakan media pembelajaran menjadikan pembelajaran menjadi monoton dan siswa kurang aktif dalam belajar di kelas. Tujuan penelitian mendeskripsikan: (1) Kemampuan berhitung penjumlahan 1 – 20 siswa sebelum diberikan permainan abenteuer im zauberwald, (2) Kemampuan berhitung penjumlahan 1 – 20 siswa sesudah diberikan permainan abenteuer im zauberwald, (3) Mendeskripsikan pengaruh penggunaan permainan abenteuer im zauberwald terhadap kemampuan berhitung penjumlahan 1 – 20 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode kuantitatif, desain Pre-Exsperimental Design bentuk one group pretest postest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV tunagrahita ringan di SLB Jatiwiratama Selopuro Blitar yang berjumlah 5 siswa. Teknik pengumpulan data kemampuan berhitung siswa tunagrahita ringan menggunakan tes tulis bentuk isian singkat. Pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan merancang instrumen, memberikan pretest lalu melakukan treatment dengan menggunakan permainan abenteuer im zauberwald, dan tahap akhir memberikan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik parametrik menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan SPSS 24 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest = 53 dan nilai rata-rata posttest = 82. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai Sig (2-tailed) menunjukkan nilai 0,000 kurang dari 0,05. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh secara signifikan penggunakan media permainan abenteuer im zauberwald dalam berhitung penjumlahan. Saran dalam penelitian ditujukan kepada: (1) Kepala sekolah, memberikan pertimbangan terhadap sarana dan prasarana yang menunjang siswa aktif , (2) Guru, memanfaatkan media visual berupa permainan abenteuer im zauberwald, (3) peneliti lain agar dapat melakukan penelitian serupa dengan konteks yang lebih luas
Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita di SLB Dr. Idayu 1 Malang
ABSTRAK Fauzia, Atifah. 2017. Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita di SLB Dr. Idayu 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Pd Kata Kunci: Multimedia interaktif, membaca permulaan, tunagrahita. Pembelajaran membaca permulaan bagi siswa tunagahita sangat penting sebab dapat mempengaruhi tahap perkembangan lainnya. Dengan memiliki kemampuan membaca akan memudahkan siswa dalam mengolah informasi. Subjek yang diteliti mengalami kesulitan tahap membaca permulaan, misalnya kata dadu, kemudia dieja d-a-d-u, namun ketika dilafalkan menjadi kata baru. Penggunaan alat peraga pembelajaran sangat diperlukan bagi siswa tunagrahita. Siswa telah menggunakan media-media visual seperti buku membaca, kartu huruf dan kartu sukukata, namun siswa cenderung bosan dan lebih aktif dengan media yang berbasis teknologi. Alat peraga atau media harus disesuaikan dengan karakteristik siswa agar siswa tunagrahita yang sulit berpikir abstrak dan daya ingat yang lemah dapat lebih meudah memproses pengetahuan dan keterampilan. Media juga harus memiliki daya tarik sehingga siswa termotivasi dalam menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media yaitu multimedia interaktif. Multimedia interaktif yang dikemas dalam CD ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita SLB Dr.Idayu 1 Malang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model Borg & Gal, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.Tahap-tahap yang dilalui adalah: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pengembangan produk awal, 4)validasi produk awal; 5) revisi produk awal, 6) uji coba lapangan terbatas dan 7) revisi produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif layak dan efektif diterapkan bagi siswa tunagrahita di SLB Dr.Idayu 1 Malang dengan memperoleh skor validasi ahli media 97% (sangat layak), validasi ahli materi 76% (layak) dan validasi ahli pembelajaran ABK 88% (sangat layak). Multimedia interaktif yang dikembangkan terbukti efektif yang telah diuji dengan Uji T memperoleh kesimpulan t hitung 5 lebih besar dari t tabel 2,353, artinya media yang dikembangkan terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi siswa tunagrahita. Saran penelitian ini adalah: (1) mengvalidasi media pada beberapa ahli minimal 3 validator disetiap aspek penilaian agar semakin kuat hasil validasi media dan (2) uji coba lapangan lebih luas.
Pemanfaatan Media Flip Chart Dalam Pembelajaran Bina Diri Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpakaian Siswa Tunagrahita Kelas II SDLB Di SLB Pembina Tingkat NasionalBagian C Lawang, Kabupaten Malang.
ABSTRAK Tunagrahita adalah mereka yang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata yang sedemikian rupa sehingga mengakibatkan kesulitan belajar, hambatan penyesuaian diri dan kesulitan mengurus diri, khususnya dalam berpakaian. Untuk itu, proses pembelajaran keterampilan berpakaian perlu dibantu penggunaan media yaitu media flip chart. Media flip charttersebut berisikan gambar yang disertai penjelasan singkat tentang berpakaian sehingga memungkinkan siswa lebih aktif dan menumbuhkan minat serta perhatian siswa.Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kemampuan berpakaian siswa tunagrahita sebelum menggunakan media flip chart, (2) untuk mendeskripsikan kemampuan berpakaian siswa tunagrahita setelah menggunakan media flip chart, (3) untuk menganalisis keefektifan media flip chart terhadap kemampuan berpakaian siswa tunagrahita.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) dengan model A-B-A-B. Subjek penelitian seorang siswa tunagrahita yang berusia 8 tahun.Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan pedoman lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kemampuan berpakaian siswa pada kondisi baseline-1 (A1) dengan kondisi intervensi-1 (B1), yang berarti kemampuan berpakaian siswa mengalami peningkatan dari rendah ke cukup tinggi. Presentase overlap sebesar 0% yang menunjukkan tidak ada tumpang tindih sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media flip chart efektif dan berpengaruh positif terhadap kemampuan berpakaian. Saran yang diajukan kepada (1) guru dapat mengembangkan media flip chart dengan desain dan bentuk yang lebih menarik, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media flip chart dengan subjek anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lain, dan (3) kepala sekolah dapat menyediakan fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan bina diri di sekolah yang lebih baik
Pengaruh Media Wain Word Terhadap Kemampuan Menyusun Kalimat Bahasa Indonesia Siswa Tunarungu Kelas IX di SMPLB-B YPTB Malang
ABSTRAK Dwiningtyas, Yurika Nurani. 2017. Pengaruh Media Wain Word Terhadap Kemampuan Menyusun Kalimat Bahasa Indonesia Siswa Tunarungu Kelas IX di SMPLB-B YPTB Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes (II) Dr. Sulthoni, M.Pd Kata Kunci: Media wain word, menyusun kalimat, siswa tunarungu. Tunarungu merupakan anak yang mengalami kehilangan kemampuan mendengar baik sebagian maupun seluruhnya yang disebabkan karena tidak berfungsinya alat pendengaran, sehingga anak memiliki gangguan dalam berkomunikasi dan berbahasa. Dengan keterbatasan pemerolehan bahasa, anak tunarungu memiliki hambatan yaitu ketidakteraturan dalam menyusun letak kata menjadi susunan kalimat yang benar sesuai dengan struktur SPOK (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan). Berdasarkan studi pendahuluan yaitu hampir seluruh siswa tunarungu berkomunikasi menggunakan kalimat yang tidak terstruktur atau dibolak-balik yang membuat orang lain bingung untuk menerjemahkan maksud yang dibicarakan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan menyusun kalimat siswa tunarungu sebelum menggunakan media wain word dalam pembelajaran (2) kemampuan menyusun kalimat siswa tunarungu setelah menggunakan media wain word dalam pembelajaran (3) pengaruh media wain word terhadap kemampuan menyusun kalimat siswa tunarungu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Adapun analisis data dalam penelitian ini antara lain menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test 4,12 dan hasil post-test 7,87. Hasil yang diperoleh adalah nilai , yaitu 8,33 ≥ 2,998. Berdasarkan kriteria tersebut, maka ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media wain word terhadap kemampuan menyusun kalimat siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah media wain word dapat mempengaruhi kemampuan menyusun kalimat bahasa Indonesia siswa tunarungu kelas IX di SMPLB-B YPTB Malang. Saran bagi guru yaitu menggunakan media pembelajaran ini sebagai bahan referensi untuk pembelajaran khususnya pembelajaran menyusun kalimat. Bagi peneliti selanjutnya, bisa menjadikan penelitian ini sebagai bahan kajian untuk dikembangkan lagi.
Pengaruh Media Maze Angka Terhadap Kemampuan Mengenal Bilangan Siswa Tunagrahita Kelas III SDLB Kepanjen Malang
ABSTRAK Dianmarta, Alfian. 2017. Pengaruh Media Maze Angka Terhadap Kemampuan Mengenal Bilangan Siswa Tunagrahita Kelas III SDLB Kepanjen Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci: maze angka, mengenal bilangan, tunagrahita Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDLB Kepanjen Malang, diketahui bahwa kemampuan mengenal bilangan siswa tunagrahita kelas III masih kurang. Pada kegiatan pembelajaran matematika diketahui ada beberapa permasalahan, diataranya adalah siswa cenderung pasif, hanya memperahatikan penjelasan guru, siswa hanya mencatat materi yang disampaikan guru. Selain itu guru juga kurang menggunakan media yang bervariasi sehingga kurang menarik minat belajar siswa. Guru hanya menjelaskan materi secara lisan dan tertulis di papan tulis. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kemampuan mengenal bilangan siswa tunagrahita kelas III SDLB Kepanjen Malang sebelum diberikan perlakuan, (2) untuk mengetahuikemampuan mengenal bilangan siswa tunagrahita kelas III SDLB Kepanjen Malang sesudah penggunaan media maze angka, (3) untuk mengetahui pengaruh media maze angka terhadap kemampuan mengenal bilangan siswa tunagrahita kelas III SDLB Kepanjen Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita kelas III yang berjumlah 5 siswa.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen tes tulis. Sebelum penggunaan media maze angka diketahui nilai rata-rata pretest siswa 54. Sesudah penggunaan media maze angka diketahui nilai rata-rata posttest siswa mengalami peningkatan menjadi 81. Dari hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka hal ini menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh media maze angka terhadap kemampuan mengenal bilangan siswa tunagrahita kelas III SDLB Kepanjen Malang. Saran pada penelitian ini ditujukan kepada: (1) Kepala sekolah, diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk pengembangan pembelajaran di sekolah, (2) Guru, diharapkan dapat menerapkan media maze angka dalam pembelajaran matematika materi mengenal bilangan, (3) Peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan media maze angka pada subjek penelitian dengan hambatan dan karakteristik yang berbeda
Pengembangan Permainan Magic Square Berbasis Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Tunagrahita Ringan SMPLB Negeri Kedungkandang
ABSTRAK Anak tunagrahita merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang berhak mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya. Pembelajaran matematika adalah salah satu pendidikan paling dasar yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Anak tunagrahita perlu diajarkan pendidikan matematika, supaya memiliki pengetahuan dasar tentang penjumlahan dan pengurangan agar dapat membekali individu pada kehidupan sehari-hari.Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran penyampaian materi pembelajaran yang digunakan oleh guru kepada siswa untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam proses pembelajaran demi mencapainya tujuan pembelajaran. Keberadaan media pembelajaran membuat siswa lebih mudah menerima materi. Media pembelajaran yang saat ini dikembangkan adalah multimedia interaktif. Contoh multimedia interaktif yaitu permainan/game.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan magic square yang lebih menarik dan menyesuaikan kebutuhan siswa, dapat memudahkan siswa dalam pengerjaan materi penjumlahan dan pengurangan,mengetahui kelayakan media yang telah dibuat melalui validasi ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran ABK. Permainan magic square adalah permainan berupa kotak yang berisi angka-angkat yang dijumlahkan akan menghasilkan jumlah yang sama baik secara diagonal, vertikal maupun horizontal.Pengembangan media ini menggunakan metode pengembangan Lee & Owens dengan tahapan (1) identifikasi kebutuhan, (2) desain, (3) pengembangan dan implementasi, (4) evaluasi.Subjek uji kelayakan media adalah (1) ahli media, (2) ahli materi, (3) ahli pembelajaran ABK. Subjek uji coba lapangan yang terdiri dari 2 siswa tunagrahita kelas VIII di SMPLB Negeri Kedungkandang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pengembangan media pembelajaran menggunakan permainan magic square memiliki kriteria sangat layak dengan perolehan presentase sebesar 98% dari ahli materi, sebesar 82& dari ahli materi, sebesar 82% dari ahli pembelajaran ABK, sehingga media yang dikembangkan menjadi sangat menarik
Pengaruh Terapi Okupasi terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Wardani,Widia Kusuma. 2017. Pengaruh Terapi Okupasi terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes. Kata kunci: autis, menulis permulaan, terapi okupasi Autis mengalami hambatan belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang mengakibatkan dampak-dampak tertentu, salah satu hambatan belajar siswa autis yaitu dalam menulis permulaan, misalnya menulisnya masih kurang baik, huruf yang ditulis kurang jelas, masih belum mengenal huruf vokal dan konsonan. Selain masalah tersebut guru juga kurang menerapkan suatu pembelajaran yang sesuai, misalkan diperlukan media atau terapi yang dapat menunjang siswa autis dalam kemampuan menulis permulaannya. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti menerapkan terapi okupasi terhadap kemampuan menulis permulaan siswa autis, untuk membantu menguatkan, memperbaiki koordinasi dan keterampilan ototnya, yaitu gerak otot tangan supaya tidak terlalu kaku ketika sedang menulis sehingga huruf terlihat jelas. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan tentang kemampuan siswa autis sebelum menggunakan terapi okupasi, (2) kemampuan siswa autis setelah menggunakan terapi okupasi, dan (3) pengaruh terapi okupasi terhadap kemampuan menulis permulaan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Single Subject Reseach (SSR) model A-B-A-B. Subjek penelitian adalah satu siswa autis kelas 1 di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar soal. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kemampuan menulis permulaan siswa pada kondisi baseline-1(A1) sebesar 75,2 dengan kondisi intervensi-1 (B1) sebesar 90,8 yang berarti kemampuan menulis permulaan siswa mengalami peninngkatan dari rendah ke tinggi. Presentase overlap sebesar 0% yang menunjukkan tidak ada tumpang tindih sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif pengunaan terapi okupasi terhadap menulis permulaan siswa autis. Saran yang diajukan kepada (1) guru diharapkan dapat menggunakan terapi yang tepat dan pembelajaran yang menarik untuk siswa autis dalam menulis permulaan, (2) peneliti selanjutnya dapat menerapkan terapi okupasi dengan subjek yang lain dengan karakteristik yang berbeda.
Analisa Kinerja Alat Berat Excavator Type Pc 300 Pada Pelaksanaan Pekerjaan Galian Spillway Proyek Pembangunan Bendungan Tugu Trenggalek
ABSTRAK Spillway merupakan salah satu komponen bangunan pada bendungan. Untuk mendapatkan konstruksi ini, kontraktor harus melakukan pekerjaan galian tanah Pekerjaan galian tanah biasanya melibatkan beberapa jenis alat berat antara lain excavator dan dump truck. Dalam pelaksanaanya pengoperasian alat tersebut dipengaruhi oleh beberapa kondisi salah satunya adalah kondisi normal. Kajian ini dilaksanakan untuk mengetahui: (1) produktifitas excavator pekerjaan galian tanah untuk spillway, (2) capaian kerja dump truck dan excavator pekerjaan galian tanah untuk spillway, dan (3) kriteria prestasi kerja alat berat excavator dan dump truck. Pengkajian ini hanya terkhusus pada saat cuaca normal pekerjaan galian tanah untuk Spillway pada proyek Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek. Pengkajian ini dilakukan dengan studi literatur, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengkajian diketahui bahwa: (1) produktifitas excavator pada pekerjaan galian tanah untuk spillway sebesar 773,65 m3/jam (2) Pada kondisi alat ideal atau sesuai perencanaan (9 dump truck), capaian kerja sebesar 355,32 m3/hari. Sedangkan pada pengoperasian alat riil (dilapangan), yaitu 5-6 dump truck sebesar 233,22 m3/hari, dan (3) kriteria prestasi kerja alat berat excavator dan dump truck adalah negatif. Baik menggunakan perbandingan antara produktivitas lapangan dan produktivitas ideal yaitu nilai deviasi sebesar -120,6 m3/minggu maupun perbandingan antara produktivitas lapangan dan curva S dengan nilai defiasi -2322,7 m3/minggu
Pengaruh Media Flip Chart Terhadap Kemampuan Bina Diri Siswa Tunagrahita di SDLB Kedungkandang Malang
ABSTRAK Optima, Lini Dali. 2017. Pengaruh Media Flip Chart Terhadap Kemampuan Bina Diri Siswa Tunagrahita di SDLB Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs. Abdul Huda, M.Pd, (2) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata kunci: flip chart, kemampuan bina diri, tunagrahita. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SDLB Kedungkandang Malang, diketahui bahwa kemampuan menjaga kebersihan diri masih kurang. Hal tersebut dapat dilihat dari kebersihan gigi siswa. Sebagian besar gigi mereka terlihat menguning, banyak kotoran yang menempel pada gigi, selain itu terdapat gigi yang berlubang serta bau mulut yang tidak sedap. Pada saat kegiatan pembelajaran materi menggosok gigi, siswa terlihat sangat pasif, kurang bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran, dikarenakan guru menyampaikan materi hanya secara lisan dan tertulis di papan tulis. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan bina diri (menggosok gigi) siswa tunagrahita kelas V SDLB Kedungkandang Malang sebelum diberikan media flip chart, (2) mendeskripsikan kemampuan bina diri (menggosok gigi) siswa tunagrahita kelas V SDLB Kedungkandang Malang sesudah diberikan media flip chart, (3) mendeskripsika pengaruh media flip chartterhadap kemampuan bina diri diri (menggosok gigi) siswa tunagrahita kelas V SDLB Kedungkandang Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian yang digunakan yaitu siswa tunagrahita kelas V yang berjumlah 5 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes kinerja. Sebelum dibelajarkan menggunakan media flip chartdiketahui nilai rata-rata pretest siswa 37,72. Sesudah dibelajarkan menggunakan media flip chart nilai rata-rata posttest siswa mengalami peningkatan menjadi 89,54. Dari hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon, menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,041 < 0,05 maka halini menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh media flip chart terhadap kemampuan bina diri (menggosok gigi) siswa tunagrahita kelas V SDLB Kedungkandang Malang. Saran pada penelitian ini ditujukan kepada: (1) Kepala Sekolah, diharapkan dapat mensosialisasikan media pembelajaran agar guru lebih kreatif dalam mengajar, (2) Guru, diharapkan guru dapat menggunakan media flip chart dalam menyampaikan materi menggosok gigi, (3) penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan media flip chartdengan hambatan dan karakteristik yang berbeda