SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    Implementasi Senam Pagi dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Tunagrahita Mampu Didik di SMPLB Putra Jaya Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Azizah. 2017. Implementasi Senam Pagi dalam Membangun Motivasi Belajar Siswa Tunagrahita Mampu Didik di SMPLB Putra Jaya Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs. Abdul Huda, M. pd, (2)Drs. Ahmad Samawi, M. Hum.   Kata Kunci: Senam Pagi, Motivasi Belajar, Tunagrahita MampuDidik.   Dalam upaya membangun motivasi belajar siswa tunagrahita mampu didik dirasa lebih besar kendalanya dibandingkan dengan anak reguler, karena sesuai dengan karakteristiknya, siswa tunagrahita mengalami hambatan pada aspek kecerdasan intlektualnya yang berpengaruh pada kemampuaninterpersonalnya, khususnya untuk anak tunagrahita mampu didik cendrung  lebih sulit untuk diduga permasalahannya karena nampak seperti anak regular, sehingga sering terabaikan. Pada motivasi belajar tim guru dan kepala sekolah menjalin koordinasi untuk merencanakan pemilihan kegiatan rutin dalam mengawali kegiatan belajar mengajar bagi siswa tunagrahita mampu didik di SMPLB Putra Jaya Malang yang terdiri dari 4 siswa tunagrahita mampu didik.Siswa tersebut di bagi kedalam  bentuk komposisi kelas yang berbeda, sehinggapula memiliki orientasi belajar yang berbeda,  namun dengan pemilihan kegiatan senam setiap pagi ini diharapkan upaya pembangunan motivasi  dapat memberikan kesiapan belajar yang sama bagi semua anak tunagrahita mampu didik di SMPLB Putra Jaya Malang.  Tujuan penelitian  (1) Mendeskripsikan pelaksanaan senam pagi dalam membangun motivasi belajar siswa. (2) Mendeskripsikan hambatan implementasi senam pagi dalam membangun motivasi belajar siswa, (3) Mendeskripsikan solusi mengatasi hambatan implementasi senam pagi guna membangun motivasi belajar siswa. (4)Mendeskripsikan dampak senam pagi terhadap motivasi belajar siswa. Penelitianini menggunakan metode penelitian  kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil teknik pengumpulan data, analisis data dan pengecekan keabsahan temuan yang dilakukan peneliti, menunjukan bahwasannya dalam implementasi kegiatan senam pagi di SMPLB Putra Jaya Malang didapati (1) Program senam pagi terdiri dari:penyampiaan tujuan, penentuan sasaran, penanggung jawaban kegiatan, pemilihan bentuk kegiatan senam, pelaksanan dan pengadaan evaluasi. (2) Pelaksanaan senam pagi terdiri dari: persiapan kegiatan senam, pelaksanaan kegiatan senam, hasil senam pagi dalam pembelajaran dan evaluasi. (3) Hambatan implementasi senam pagi terdapat: kondisi siswa dan sarpras. (4) Solusi mengatasi hambatan berupa: pendekatan afeksi dan cara alternatif.(5) Dampak implementasi senam pagi berupa: ketertarikan, kebugaran, kemampuan motorik dan prestasi. Saran dalam penelitian ini ditujukan kepada: (1) Kepala sekolah, agar mampu memfasilitasi kegiatan senam berupa kebijakan program, (2) Guru, dapat melakukan pelayanan perencanaan dan bimbingan di dalam pelaksanaan kegiatan senam, (3) peneliti lain agar dapat melakukan penelitian serupa dengan konteks yang lebih luas dan terencana.

    Pengaruh Permainan Acak Huruf terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Kelas III di SDLB Pertiwi Kota Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Tunagrahita, membaca permulaan, permainan acak huruf. Tunagrahita ringan dalam pembelajaran membaca khususnya membaca permulaan yang diterapkan pada anak tunagrahita ringan akan lebih efektif jika disertai dengan adanya permainan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu permainan yang dapat menunjang siswa dalam belajar membaca permulaan. Permainan tersebut adalah permainan acak huruf yang didalamnya terdapat gambar dan tulisan huruf yang dapat membantu siswa dalam membaca permulaan. Tujuan penelitian adalah(1) mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan sebelum dan, (2) sesudah diberikan permainan acak huruf, serta (3) pengaruh permainan acak huruf terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian menggunakan 5 siswa tunagrahita yang berada dikelas 3 SDLB ACD Pertiwi Kota Mojokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (tes lisan dn tes kinerja). Analisis data menggunakan perhitungan skor rata-rata dan presentase, serta uji hipotesis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan (1)  kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita sebelum diberikan permainan acak huruf kategori kurang, (2) kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita sesudah diberikan permainan acak huruf kategori baik, (3) terdapat pengaruh permainan acak huruf terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita. Saran untuk guru, diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki siswa tunagrahita dengan cara mengoptimalkan indra yang lain yang masih berfungsi. Pengoptimalan bisa dilakukan pada saat pembelajaran agar peserta didik lebih memahami materi dalam pembelajaran. Cara pengoptimalan dapat dilakukan dengan memfasilitasi pembelajaran dengan media ataupun metode yang menarik. Saran untuk peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan permainan acak huruf pada subjek dengan karakteristik yang berbeda

    Pengaruh Permainan kartu Kuartet Terhadap Kemampuan Berhitung Penjumlahan 1-10 Siswa Tunagrahita Kelas III di SDLB BC Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Yuwhono, Anton Cahyo. Pengaruh Permainan Kartu Kuartet Terhadap Kemampuan Berhitung Penjumlahan 1-10 Siswa Tunagrahita Kelas III di SDLB BC Kepanjen.Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, Mpd., (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd.   Kata Kunci : permainan kartu kuaret, berhitung penjumlahan 1-10, tunagrahita.   Permainan kartu kuartet adalah sebuah permainan anak-anak yang menggunakan kartu bergambar, cara bermainnya antara 2 orang atau lebih. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh permainan kartu kuartet terhadap kemampuan berhitung penjumlahan 1-10 siswa tunagrahita kelas III di SDLB BC Kepanjen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen kuasitime-series. Data penelitian ini diperoleh dari hasil pre test dan post test yang dilakukan pada siswa tunagrahita di kelas III SDLB BC Kepanjen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RPP dan media permainan kartu kuartet. Kegiatanan alisis data dimulai dari pemberian pretest kemudian dilakukan treatment dan kemudian dilakukan post test. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh hasil dari penelitian yaitu hasil dari perhitungan menggunakan uji T, diperoleh nilai to lebih besar dari pada tt,, sehingga hipotesis nihil yang diajukan ditolak. Hipotesis dari penelitian ini adalah tidak ada pengaruh yang signifikan antara permainan kartu kuartet terhadap kemampuan berhitung penjumlahan 1-10 siswa tunagrahita ringan kelas III di SDLB BC Kepanjen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh permainan kartu kuartet terhadap kemampuan berhitung penjumlahan 1-10 siswa tunagrahita ringan kelas III di SDLB BC Kepanjen.Untuk memperkuat validitas bahan permainan kartu kuartet, diperlukan uji validitas empirik

    IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSIF: STUDI KASUS TENTANG KESIAPAN KOTA MADIUN DALAM MENYELENGGARAKAN SEKOLAH INKLUSIF

    No full text
    ABSTRAK   Persada, Halim Jaya. 2017. Implementasi Layanan Pendidikan Inklusif: Studi Kasus tentang Kesiapan Kota Madiun dalam Menyelenggarakan Sekolah Inklusif. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd. M.Kes, (II) Pramono, S.Pd. M.Or.   Kata kunci: Pendidikan Inklusif, Sekolah Inklusif, Kota Madiun   Pendidikan merupakan hak bagi semua manusia tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif menerangkan bahwa pendidikan inklusif merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki pontensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang belum memaksimalkan pelaksanaan layanan pendidikan ini, salah satunya adalah Kota Madiun. Kota Madiun yang merupakan suatu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur bagian barat, belum melaksanakan layanan pendidikan inklusif secara maksimal. Hal inilah yang ingin peneliti cari tahu. Sejauhmana persiapan Kota Madiun dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yang mana peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil yang didapatkan oleh peneliti adalah adanya ketidakmaksimalan Dinas Pendidikan Kota Madiun dalam penyelenggaraan layanan pendidikan inklusif. Hal ini terbukti dengan tidak adanya penyediaan Guru Pembimbing Khusus (GPK) yang seharusnya ada di sekolah inklusif. Sarana dan prasarana yang ada di sekolah inklusif juga belum terpenuhi secara maksimal. Alhasil sekolah inklusif berjalan apaadanya mengandalkan fasilitas yang ada tanpa adanya bantuan dari dinas terkait. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah Kota Madiun belum siap untuk menyelenggrakan layanan pendidikan inklusif secara berkelanjutan di masa yang akan datang. Namun melihat semangat yang tinggi dari sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah inklusif, harapan peneliti dan sekolah-sekolah inklusif di Kota Madiun adalah pemenuhan fasiltas yang memang seharusnya dimiliki oleh sekolah inklusif, seperti tenaga kependidikan khusus yakni Guru Pembimbing Khusus (GPK) dan pelengkapan fasilitas sarana dan prasarana guna memaksimalkan penyelenggaraan layanan pendidikan inklusif di Kota Madiun

    PELAKSANAAN PROGRAM VOKASIONAL UNTUK ANAK AUTIS DI SLB AUTIS LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Rezeika, Anis Chayrica. 2017. Pelaksanaan Program Vokasional untuk Anak Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si., (II) Drs. H. Ahmad Samawi, M.Hum.   Kata Kunci: program vokasional, autis.   Penguasaan keterampilan vokasional merupakan salah satu tujuan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus. Setelah menyelesaikan pendidikan, diharapkan siswa memiliki kemampuan mencari nafkah sendiri ataupun melakukan pekerjaan dalam lingkungannya, dengan demikian mereka dapat memenuhi sebagian kebutuhan hidup mereka. Berdasarkan studi pendahuluan di SLB Autis Laboratorium UM pada 15 November 2016, diketahui ada indikasi program vokasional bagi siswa autis yang dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan program vokasional untuk anak autis di SLB Autis Laboratorium UM; (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program vokasional; (3) mendeskripsikan upaya yang dilakukan sekolah dalam menangani faktor penghambat pelaksanaan program vokasional. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan analaisis data dimulai dengan tahap pengumpulam data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, serta tahap penarikan simpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pelaksanaan program vokasional meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perangkat mengajar yang dibuat oleh guru berupa langkah kerja membuat mie dan telur asin. Penyampaian materi dimulai dari yang paling sederhana dengan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Media yang digunakan: benda asli dan kartu gambar.  Evaluasi program dengan rapat terjadwal bersama guru, kepala sekolah dan diketahui oleh wali murid; (2) Faktor pendukung keberhasilan adalah fasilitas yang cukup memadai, dukungan penuh dari orang tua siswa, kemampuan guru dalam mengelola kelas besar, mampu bekerja sama antar guru, serta perasaan/ mood siswa ketika sedang belajar. Faktor penghambatnya adalah respon siswa pada saat pembelajaran berlangsung, mood siswa, jika terjadi kerusakan pada penggiling mie dan mixer, serta perhatian guru ke siswa yang kurang; (3) Upaya sekolah menangani faktor penghambat pelaksanaan program vokasional untuk anak autis di SLB Autis Laboratorium UM yaitu guru memberikan perlakuan yang berbeda, sesuai dengan yang dibutuhkan siswa, jika penggiling mie dan mixer rusak guru mengajukan ke bagian sarana-prasarana sekolah agar segera diperbaiki. Kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, pelaksanaan program vokasional untuk anak autis di SLB Autis Laboratorium UM sudah berjalan dengan baik dan sesuai. Saran yang diberikan antara lain (1) Guru perlu mencatat lebih rinci kebutuhan khusus anak autis terkait program vokasional dan evaluasi program vokasional dalam bentuk deskriptif, membuat kegiatan pembelajaran program vokasional menjadi lebih menarik lagi dengan konsep belajar sambil bermain, seperti mencocokkan gambar alat/bahan yang ada di meja dengan yang ada di papan flannel; (2) Kepala sekolah perlu mengusahakan memperluas kerjasama dan networking, dari yang terdekat misalnya bekerjasama dengan kantin sekolah di satu kelembagaan (TK, SD, SMP, SMA Laboratorium UM). Mengajak siswa yang mengikuti program vokasional berkunjung ke pabrik pembuat mie, diharapkan dengan begitu menambah pengalaman belajar anak.

    Keefektifan Media Cetak (Newsletter) dalam Penyampaian Pesan Pendidikan di TKIT Robbani Kecamatan Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Wulandari, Shanti Dwi. 2017. Keefektifan Media Cetak (Newsletter) dalam Penyampaian Pesan Pendidikan di TK Islam Terpadu Robbani Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hardika, M. Pd., (II) Dr. Zulkarnaian Nasution, M. Pd. Kata Kunci: Media Newsletter, Pesan PendidikanKeefektifan merupakan unsur pokok untuk mencapai tujuan keberhasilan suatu pembelajaran bagi sasaran. Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari media yang digunakan untuk perantara belajar individu. Suatu media dapat dikatakan efektif, apabila dapat digunakan secara fleksibel dan multi fungsi, sehingga dapat membuat rasa nyaman pada penggunanya. Media cetak dengan jenis newsletter merupakan suatu media yang efektif digunakan bagi seluruh kalangan.Media Newsletter sangat tepat digunakan di lingkungan sekolah sebagai sarana untuk menyampaiakan informasi atau pesan-pesan yang bersifat mendidik kepada orang tua, baik mengenai informasi umum maupun informasi yang bersangkutan langsung dengan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media newsletter dalam menyampaikan pesan terhadap orang tua.Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analisis deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 62 orang dengan menggunakan tekniksimple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan bantuan program SPSS.Hasil penelitian analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) keberfungsian media cetak (newsletter) dikatakan sangat tinggi, karena 84% responden menyatakan bahwa media tersebutdapat berfungsi dalam memberikan informasi dan pengetahuan yang sangat berguna bagi orang tua; (2) Kemenarikan media cetak (newsletter) dikatakan sangat tinggi, karena 91% responden menyatakan bahwa konsistensi penulisan, format, daya tarik, ukuran huruf pada media tersebut sangat baik; (3) Keterserapan pesan pendidikan dari media cetak (newsletter) dikatakan sangat tinggi, karena 91% pesan-pesan yang terkandung dalam media tersebutmudah diterima, mudah dipahami, dan mudah diimplementasikan oleh orang tua pada sehari-hari. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah media cetak (newsletter)sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan pada orang tua. Saran bagi lembaga adalah agar lebih banyak memproduksi dan memanfaatkan media (newsletter) sebagai media menyampaiakan pesan pendidikan pada orang tua

    PELAKSANAAN KEGIATAN MEMBACA PAGI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN ORAL SISWA TUNARUNGU DI SLB EKA MANDIRI KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Tunarungu adalah keadaan dimana seseorang mengalami gangguan komunikasi yang diakibatkan rusaknya indera pendengaran. Keadaan ini berdampak terhadap kehidupannya secara kompleks, terutama terhadap proses komunikasi mereka dengan orang lain. Dalam berkomunikasi dengan orang lain, anak tunarungu menggunakan bahasa isyarat dan bahasa oral. Namun, menggunakan bahasa oral tidaklah mudah. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilaksanakan metode yang dapat meningkatkan kemampuan oral siswa tunarungu. Fokus penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan kegiatan membaca setiap pagi di SLB Eka Mandiri Kota Batu. (2) Hambatan kegiatan membaca setiap pagi. (3) Dampak kegiatan membaca setiap pagi bagi siswa tunarungu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian pengecekan keabsahan data menggunakan: (1) triangulasi, (2) pengecekan anggota, (3) perpanjangan waktu pengamatan, (4) meningkatkan ketekunan, dan (5) kecukupan bahan referensi. Hasil temuan peneliti ini meliputi: (1) proses pelaksanaan kegiatan membaca yang diawali dari berdo’a bersama, siswa dan guru menyiapkan buku bacaan, siswa membaca di tempat masing-masing, siswa secara bergilaran membaca di depan kelas, guru membenarkan bacaan dan pengucapan siswa. (2) hambatan dalam pelaksanaan kegiatan membaca setiap pagi terletak pada waktu yang digunakan terlalu singkat, buku bacaan yang digunakan kurang mendukung, dan tingkat kecerdasan siswa yang rendah. (3) dampak kegiatan membaca bagi siswa tunarungu dapat dilihat dari penggunaan bahasa oral dalam berkomunikasi dengan orang lain, dan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian di atas, maka peneliti memberikan saran agar sekolah memberikan waktu yang cukup untuk kegiatan membaca setiap pagi, dan sebaiknya buku bacaan yang digunakan lebih dilengkapi serta disesuaikan dengan kemampuan siswa

    Pengaruh Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita kelas III di SDLB Kedungkandang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mawaddah, Zyana. 2017. Pengaruh Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita kelas III di SDLB Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M. Pd.    (2) Sopingi, S. Sos, M. Pd.   Kata Kunci: CTL, kemampuan berhitung, tunagrahita   Kemampuan berhitung siswa tunagrahita sangat terbatas. Apabila mereka diberikan pelajaran berhitung anak tunagrahita hanya bertaraf beberapa menit, merasa bosan dan lelah. Pada SDLB Kedungkandang kelas III siswa tunagrahita belajar berhitung dengan cara diberi soal dan dikerjakan dengan bantuan guru. Saat belajar di kelas siswa kebanyakan mengeluh bosan dan ingin keluar kelas. Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan kemampuan berhitung sebelum diberikan pembelajaran CTL bagi siswa Tunagrahita kelas III, (2) Mendeskripsikan kemampuan berhitung sesudah diberikan pembelajaran CTL bagi siswa Tunagrahita kelas III, (3) Mendeskripsikan pengaruh pembelajaran CTL bagi siswa Tunagrahita kelas III. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes dengan pengumpulan data tes tulis pada pre tes dan post tes. Pengumpulan data menggunakan metode pembelajaran CTL untuk mengukur kemampuan berhitung dengan mengisi tes kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus uji t (Uji Sign Test). Jumlah subyek pada peneitian ini adalah 5 anak. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Pre Eksperimental Design dengan menggunakan “One Group pretest-Posttest Design”. Temuan dalam penelitian ini yaitu (1) sebelum menggunakan metode CTL dari hasil belajar berhitung dari lima anak tunagrahita dalam kategori sedang, (2) setelah menggunakan metode CTL hasil belajar berhitung anak mengalami kenaikan nilai, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar berhitung penjumlahan dan pengurangan anak tunagrahita setelah menggunakan metode CTL. Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran CTL berpengaruh terhadap kemampuan berhitung anak tunagrahita di SLDB Kedungkandang Malang. Terdapat pengaruh pembelajaran CTL terhadap kemampuan berhitung anak tunagrahita kelas III di SDLB Kedungkandang Malang. Oleh karena itu disarankan untuk guru agar memodifikasi pembelajaran dengan metode CTL agar anak dapat mengkonstruk pengetahuannya dalam situasi yang nyata. Kepada peneliti selanjutnya dalam menggunakan metode CTL menggunakan materi pelajaran yang lain.  

    Pengaruh Media Batang Napier Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunarungu Kelas VII SMPLB-B YPTB Malang

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Zaqiyaning Tiyas Agus. 2017. Pengaruh Media Batang Napier Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunarungu Kelas VII SMPLB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M. Pd., (II) Sopingi, S. Sos, M. Pd.    Kata Kunci: Media batang napier, Berhitung perkalian, Tunarungu   Siswa tunarungu mengalami kesulitan dalam menghitung perkalian. Hal ini dikarenakan kurang adanya media yang digunakan. Untuk membantu siswa tunarungu dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian maka pembelajaran harus dilaksanakan dengan cara yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan kemampuan berhitung perkalian siswa tunarungu kelas VII SMPLB-B YPTB Malang sebelum memanfaatkan media batang napier, (2) mendeskripsikan kemampuan berhitung perkalian siswa tunarungu kelas VII SMPLB-B YPTB Malang setelah memanfaatkan media batang napier, dan (3) mendeskripsikan pengaruh media batang napier terhadap peningkatan kemampuan berhitung perkalian siswa tunarungu kelas VII SMPLB-B YPTB Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen desain pra-eksperimen dengan bentuk  one group pretest-post test. Subjek penelitian yaitu kelas VII dengan jumlah 7 siswa dengan rincian 2 peserta didik perempuan, dan 5 peserta didik laki-laki. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis dengan menggunakan perhitunagan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berhitung perkalian sebelum dan setelah memanfaatkan media batang napier mengalami peningkatan. Hal ini terbukti berdasarkan hasil t hitung diperoleh nilai sig sebesar 3,55 dan t tabel sebesar 1,943. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai sig <  (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa media batang napier berpengaruh terhadap kemampuan berhitung perkalian siswa tunarungu kelas VII SMPLB-B YPTB Malang. Kesimpulan penelitian adalah terdapat peningkatan hasil belajar kemampuan berhitung perkalian siswa tunarungu ke arah yang positif, di dalam penelitian ini terlihat pada perubahan hasil pretest dan post test yang mengalami peningkatan. Adapun saran untuk guru adalah dapat menjadikan media batang napier sebagai alternatif dalam proses pembelajaran matematika terutama pada materi perkalian

    KONTRIBUSI LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA ORAL SISWA TUNARUNGU SMPLB-B YPTB MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Ramdani, Ema. 2017. Kontribusi Lingkungan Keluarga Terhadap Kemampuan Bahasa Oral Siswa Tunarungu SMPLB-B YPTB Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M. Pd, M. Kes. (II) Drs.Abdul Huda, M. Pd.   Kata Kunci: peran lingkungan keluarga, kemampuan bahasa oral, tunarungu                               Keluarga terlebih orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembagan dan pendidikan anak di rumah. Perlakuan serta pelayanan yang diberikan orangtua sehari-hari akan berpengaruh pada kemampuan yang dimiliki anak, sehingga tanggung jawab orangtua harus dimaksimalkan. Bagi siswa tunarungu, perlakuan serta layanan yang diberikan akan mempengaruhi tingkat kemampuan sosialisasinya, terlebih kemampuan komunikasinya. Komunikasi menggunakan bahasa oral merupakan suatu teknik komunikasi yang menuntut siswa tunarungu untuk membahasakan kata secara verbal. Kemampuan tersebut diperoleh oleh siswa tunarungu karena adanya dukungan dari lingkungan, salah satunya ialah lingkungan keluarga. Adanya peranan serta dukungan orangtua dalam mengembangkan bahasa oral siswa tunarungu di rumah, akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi mandiri menggunakan bahasa oral di lingkungan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan peran lingkungan keluarga, 2) mendeskripsikan kemampuan bahasa oral, dan 3) menganalisis kontribusi lingkungan keluarga terhadap keampuan bahasa oral siswa tunarungu di SMPLB-B YPTB Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional Karl Sperman, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket tertutup yang diberikan kepada orangtua dan guru kelas. Adapun analisis data dilakukan menggunakan analisis korelasi Rank Spearman untuk menemukan korelasi antara kedua variabel. Hasil pengujian yang dilakukan peneliti menunjukkan terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara variabel peran lingkungan keluarga dengan variabel kemampuan bahasa oral. Apabila rs hitung > rs tabel, maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara dua variable peran lingkungan keluarga (X) dan kemampuan bahasa oral (Y), karena probabilitas (Sig.2-tailed) = 0,000 dengan rs hitung = 0,866 dan rs tabel (0,05 ; 22) = 0,428. Keluarga hendaknya berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan bahasa oral yang dimiliki siswa tunarungu di rumah, dengan memaksimalkan peran serta dukungan orangtua, sangat mempengaruhi keberhasilan siswa tunarungu dalam mempelajari serta meningkatkan kemampuannya.

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇