SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    Pengembangan Buku Panduan Pembelajaran Toilet Training Bagi Siswa Tunagrahita Di SMPLB Negeri Kedungkandang Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Dinda Aryani. 2017. Pengembangan Buku Panduan Pembelajaran Toilet Training Bagi Siswa Tunagrahita Di SMPLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan LuarBiasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs.Usep Kustiawan, M.sn.   Kata Kunci: BukuPanduan, Toilet Training, Tunagrahita   Tunagrahita adalahseseorang yang memiliki daya pemikiran rendah.Toilet training adalah usaha melatih anak agar mampu mengontrol melakukan Buang Air Kecil (BAK) maupun Buang Air Besar (BAB). Pembelajaran toilet training pada tunagrahita perlu diberikan, menginga trendahnya intelektual yang menyebabkan kesulitan belajar secara mandiri. Oleh karena itu,  pemilihan media dan bahan ajar juga perlu diadakan/dikembangkan. Dalam membelajarkan toilet training pada tunagrahita diantaranya dapat menggunakan buku panduan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan buku paduan pembelajaran toilet training yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa tunagrahita. Penelitian dan Pengembangan buku panduan ini menggunakan model Borg and Gall (dalam Sukmadinata) yang terdiri dari 7 tahap, meliputi (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan desain produk awal), (4) Validasi Produk, (5) Revisi Produk, (6) Uji Coba Produk (Iidividu dan Kelompok), (7) Revisi Produk Akhir dan Hasil Akhir Pengembangan. Subyek validasi pada penelitian ini adalah ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran ABK. Uji coba produk dilakukan secara individu dan kelompok. Pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik porsentase pada data kuantitatif, dan teknik deskriptif pada data kualitatif. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa buku panduan ini layak jika digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari hasil validasi. Hasil validasi dari ahli media 91,66%. Ahli materi sebesar 75%, dan ahli pembelajaran ABK adalah 94,23%. Hasil rata-rata dari ketiga validator adalah 86,96% dengan criteria sangat valid dan layak untuk digunakan. Hasil uji coba individu yang dilakukan pada siswa tunagrahita kelas VII SMPLB Negeri Kedungkandang sebesar 76% dan uji coba kelompok sebesar 76,5%. Dari hasil uji coba individu maupun uji coba kelompok masuk ke daLam kategori tinggi dam efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran toilet training. Saran peneliti terhadap guru adalah, produk buku paduan ini dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran bina diri khsusunya toilet training. Saran bagi SMPLB Negeri Kedungkandang, buku panduan ini dapat diimplementasikan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran toilet training bagi siswa tunagrahita

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DASAR-DASAR FOTOGRAFI DALAM PROGRAM VOKASIONAL BAGI SISWA TUNARUNGU TINGKAT SMALB

    No full text
    ABSTRAK   Rahmy, Adiarti Vandalisa. 2017. Pengembangan Multimedia Interaktif Dasar-Dasar Fotografi Dalam Program Vokasional Bagi Siswa Tunarungu Tingkat SMALB. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :(I)  Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd., M.Kes. (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd.   Kata kunci : Multimedia Interaktif, Dasar-dasar Fotografi, Tunarungu   Tunarungu adalah keadaan dimana seseorang atau individu mengalami gangguan atau hambatan dengan indera pendengaran yang disebabkan oleh berbagai faktor, sehingga mengalami kesulitan menerima informasi materi yang di berikan oleh guru. Oleh karena itu siswa tunarungu memerlukan media pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar. Hak atas pendidikan bagi setiap individu, siswa tunarungu berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dalam mempersiapkan siswa menjalani hidup di masyarakat. Siswa tunarungu mendapat pendidikan disekolah baik dalam bidang akademik maupun kegiatan yang menunjang pengembangan bakat dan minatnya seperti pendidikan vokasional dan masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran menjadi latar belakang dalam penelitian dan pengembangan ini. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan produk yang diuji kelayakannya, dan  menghasilkan produk yang efektif dalam membantu pencapaian tujuan pembelajaran berupa multimedia interaktif dasar-dasar fotografi dalam program vokasional bagi siswa tunarungu tingkat SMALB. Pengembangan multimedia interaktif ini mengadaptasi langkah-langkah model Lee & Owens terdiri dari 4 tahap. Subyek uji coba produk adalah ahli materi, ahli media dan uji coba kelompok yang terdiri dari 4 siswa tunarungu kelas X, XI, XII SLBN 1 Bantul. Hasil pengembangan menunjukkan tingkat kevalidan multimedia interaktif. Hasil penilaian ahli materi memperoleh presentase 82,5% (sangat layak), ahli media memperoleh presentase 95% (sangat layak), hasil uji coba kelompok mendapat presentase 100% dalam kategori sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu produk yang dihasilkan termasuk dalam kriteria sangat layak dan efektif serta dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa Tunarungu kelas X, XI, XII SLBN 1 Bantul. Saran yang diajukan adalah peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan media pembelajaran dengan subyek yang bervariasi

    Pengaruh Permainan Lego terhadap Kemampuan Sosial Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Hayati, Firda Nurmala. 2017. Pengaruh Permainan Lego terhadap Kemampuan Sosial Anak Autis di Pusat Layanan Autis Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd, (2) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci: Permainan Lego, Kemampuan Sosial, AutisAnak autis merupakan anak yang memiliki hambatan pada tiga area kesulitan atau biasa dikenal dengan triad of impairments, ketiga area kesulitan tersebut meliputi: kesulitan dalam berbahasa dan berkomunikasi, kesulitan dalam interaksi sosial dan pemahaman terhadap sekitarnya. Salah satu hambatan yang sangat terlihat pada anak autis dibandingkan dengan anak berkebutuhan khusus lainnya yaitu dari aspek kemampuan sosialnya.  Kemampuan sosial yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup kemampuan anak dalam melakukan kontak dan bermain bersama anak lain, melakukan interaksi dengan teman sebaya untuk saling memberi, menunggu giliran bermain, belajar berbagi dengan orang lain. Permainan lego merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu anak autis dalam meningkatkan kemampuan sosialnya dengan orang lain.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan lego terhadap kemampuan soaial pada anak autis di pusat layanan autis kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Single Subject Research (SSR) desain A-B-A’. Subjek penelitian ini adalah satu anak autis berumur 5 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Instrumen yang digunakan adalah observasi. Observasi dalam penelitian ini menggunakan lembar pengamatan dengan kriteria yang telah ditetapkan.Analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Analisis data dalam kondisi terdiri dari: menentukan panjangnya kondisi, menentukan estimasi kecenderungan arah, menentukan kecenderungan kestabilan, menentukan jejak data, menentukan level stabilitas dan rentang dan menentukan level perubahan, sedangkan analisis antar kondisi terdiri dari: jumlah variabel yang diubah, perubahan kecenderungan arah, perubahan kecenderungan stabilitas, level perubahan dan overlap data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menggunakan permainan lego berpengaruh pada kemampuan sosial anak autis. Hasil tersebut dibuktikan dengan perolehan mean level yang meningkat dari baseline 1 (A) sebesar 58% ke intervensi (B) sebesar 71% dan baseline 2 (A’) sebesar 91%. Persentase overlap sebesar 0%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat pengaruh permainan lego terhadap kemampuan sosial anak autis. Saran bagi guru dalam memanfaatkan permainan lego dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan siswa

    Upaya Sekolah Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Siswa Tunarungu Melalui Pembelajaran Keterampilan (studi kasus d SMPLB Negeri Malang).

    No full text
    ABSTRAK   Anak berkebutuhan khusus juga merupakan individu yang perlu memiliki keterampilan agar nantinya mampu meningkatkan kemandirian, terutama dalam kemandirian ekonomi. SMPLB Negeri Malang adalah satu lembaga pendidikan formal bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang  melaksanakan program pembelajaran keterampilan. Pelaksanaan pembelajaran keterampilan di sekolah dilakukan perencanaan yang matang mulai dari pemilihan koordinator, penentuan jenis keterampilan, sampai dengan pelaksanaannya yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi siswa. Fokus penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan progam pembelajaran keterampilan, (2) pelaksanaan pembelajaran keterampilan, (3)  hambatan pelaksanaan pembelajaran keterampilan, dan (4) upaya mengatasi hambatan pembelajaran keterampilan di SMPLB Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Sementara itu pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber) dan member check. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pelaksanaan pembelajaran keterampilan diawali dengan rapat untuk menentukan jenis keterampilan kemudian memilih koordinator untuk setiap jenis keterampilan, kemudian  melakukan asessmen untuk mengetahui bakat, minat dan kemampuan siswa. Pelaksanaan pembelajaran keterampilan sekolah mendatangkan tenaga profesional untuk mendampingi siswa. Pemberian tugas dan praktik dilakukan untuk menilai hasil belajar siswa. Hambatan yang dihadapi sekolah dalam pelaksaan keterampilan hanya pada keterampilan design grafis yaitu kurangnya unit komputer untuk siswa. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah siswa yang mengikuti keterampilan design grafis membawa laptop. Saran ditujukan kepada kepala sekolah agar  menambah fasilitas komputer  dalam pembelajaran keterampilan design grafis. Untuk koordintaor keterampilan disarankan memanfaatkan media pembelajaran, misalnya video, buku panduan, poster, dan sebaginya, sehingga pembelajaran keterampilan menjadi menarik. Untuk guru agar membagi siswa yang mengikuti keterampilan design grafis menjadi beberapa kelompok dengan hari yang berbeda untuk mengikuti keterampilan design grafis

    Pengembangan Kamus “Audio Vocabulary Braille” dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Siswa Tunanetra Kelas VII SMPLB di SLB Negeri 1 Denpasar

    No full text
    ABSTRAK   Pande, Ni Made Ayu Wandari. 2017. Pengembangan Kamus “Audio Vocabulary Braille” dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Siswa Tunanetra Kelas VII SMPLB di SLB Negeri 1 Denpasar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes.   Kata kunci: tunanetra, media kamus audio braille, bahasa inggris   Pembelajaran Bahasa Inggris tidak terlepas dari penggunaan kamus. Melalui kamus siswa dapat mengetahui makna kosakata yang tidak diketahui. Demikian juga halnya dengan siswa tunanetra yang pada dasarnya memiliki hambatan pada penglihatan sehingga menggunakan indra lain yang masih berfungsi untuk menerima informasi dari lingkungan termasuk dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa tunanetra kelas VII SMPLB di SLB Negeri 1 Denpasar saat pembelajaran Bahasa Inggris ditemukan permasalahan yakni sedikitnya kosakata Bahasa Inggris yang dimiliki siswa dan tidak ada media penunjang seperti kamus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media kamus “Audio Vocabulary Braille” untuk siswa tunanetra dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas VII SMPLB di SLB Negeri 1 Denpasar. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall dengan subjek uji coba yakni ahli media, ahli materi, ahli pembelajaran ABK dan siswa tunanetra kelas VII SMPLB di SLB Negeri 1 Denpasar yang berjumlah 5 orang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa persentase validasi produk yang diberikan oleh ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran ABK serta nilai rata-rata yang diperoleh siswa tunanetra kelas VII SMPLB di SLB Negeri 1 Denpasar yang berjumlah 5 orang. Data kualitatif berupa hasil wawancara, observasi serta saran atau masukan dari para ahli. Instrumen yang digunakan yakni wawancara, observasi dan angket validasi ahli. Hasil validasi dari ahli media adalah 97,32%, ahli materi 98,61%, ahli pembelajaran ABK 94%, rata-rata nilai siswa saat pre-tes sebesar 36 meningkat menjadi 85,33 saat post-tes. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk media kamus “Audio Vocabulary Braille” dikatakan telah layak sebagai media pembelajaran dalam menunjang kosakata Bahasa Inggris siswa tunanetra pada pembelajaran Bahasa Inggris.                       ABSTRACT   Pande, Ni Made Ayu Wandari.2017. The Development of “Audio Vocabulary Braille” Dictionary in English Learning for Undergraduate Grade VII of Visually Impaired Students in SLB Negeri 1 Denpasar. Undergradute Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education. State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes.   Keywords: Visually Impaired, Audio Vocabulary Braille dictionary   The use of dictionary is undeniably essential in English learning process. Through dictionary, the students manage to look up the difficult words they found. Visually impaired students who are having some setbacks in learning due to their inability to see is need them to rely on other senses to gain information from their surroundings. Based on the observation on Grade VII, the visually impaired students in SLB Negeri 1 Denpasar during English learning process, it was identified that the students face some problems, those are the lack of vocabulary mastery and lack of supporting media such as dictionary to facilitate their learning. This objective of this study is to develop a “Audio Vocabulary Braille” dictionary for grade VII of visually impaired students in SLB Negeri 1 Denpasar. This study implements the model of Borg and Gall Development of with the try out subject of media expert, material expert, learning for Special Students experts and 5 (five) visually impaired students of grade VII in SLB Negeri 1 Denpasar. Type of data used in this study was quantitative and qualitative data. The quantitative data was gained from the percentage of product validation given by the media expert, material expert, learning for Special Students experts, as well as the average score achieved by the 5 visually impaired students of grade VII in SLB Negeri 1 Denpasar. The qualitative data was collected from interviews, observations, and experts validation questionnaires. The result of validation from media experts was 97.32%, 98.61% from material experts, 94% from Learning for Special Students experts, and the average score of the students were increased from 36 in the pre-test to 85.33 in the post-test. Based on the abovementioned data, it can be concluded that the media of “Audio Vocabulary” dictionary has been confirmed as “valid” to be the learning media in order to enrich the vocabulary of visually-impaired students during English learning process

    Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Perilaku Berdoa Anak Autis Kelas II SD Khoiru Ummah Malang

    No full text
    ABSTRAK   Astrid, Dea Fauziah. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Perilaku Anak Autis Kelas II SD Khoiru Ummah Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd (II) Pramono, S.Pd. M.Or   Kata Kunci : model pembelajan picture and picture, perilaku berdoa, autis Perilaku berdoa merupakan kegiatan memanggil, memohon, meminta kepada Allah SWT yang dapat dilakukan secara bersama maupun sendiri. Anak autis memiliki hambatan dalam intruksi dan meniru dapat mempengaruhi perilaku anak autis dapat memimpin maupun dipimpin berdoa. Dalam menangani perilaku berdoa anak autis menggunakan model pembelajaran picture and picture. Model pembelajaran picture and picture merupakan sebuah model pembelajaran yang menggunakan beberapa gambar sehingga nantinya anak dapat mengurutkan menjadi gambar yang logis. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap perilaku berdoa anak autis kelas II SD Khoiru Ummah Malang.             Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode eksperimen berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Penggunaan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan, susunan gambar perilaku berdoa, dokumentasi, dan rukbrik penilaian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.             Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap perilaku berdoa anak autis kelas II di SD Khoiru Ummah Malang dengan ditunjukkan adanya data overlap sebesar 0%. Mean level yang diperoleh pada masing-masing kondisi mengalami peningkatan. Pada kondisi baseline-1 (A1) sebesar 72%, pada kondisi intervensi (B) sebesar 93%, dan pada kondisi baseline-2 (A2) sebesar 94,6%. Hasil mean level yang diperoleh mempengaruhi kecenderungan arah dan jejak data yang meningkat dan memiliki pengaruh positif (+). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka kesimpulannya yaitu model pembelajaran picture and picture memiliki pengaruh terhadap perilaku berdoa anak autis kelas II SD Khoiru Ummah Malang. Saran yang dapat diberikan yaitu: 1) bagi guru yaitu diharapkan menggunakan model pembelajaran picture and picture untuk perilaku berdoa, karena dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dapat mempengaruhi perilaku berdoa, 2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar lebih mengembangkan penelitian menggunakan model pembelajaran picture and picture kepada karakteristik anak yang berbeda maupun materi pembelajaran yang berbeda, sehingga dapat memberikan variasi dalam penelitian dan dapat memberikan pengetahuan yang semakin luas

    Pengaruh Penerapan Senam Mulut Terhadap Kemampuan Mengucapkan Huruf Siswa Tunarungu Kelas A di TKLB-B YPTB Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Reza Sutarna. 2017. Pengaruh Penerapan Senam Mulut Terhadap Kemampuan Mengucapkan Huruf Siswa Tunarungu Kelas A di TKLB-B YPTB Kota Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Shodiq A.M., M.Pd. (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn.   Kata kunci: Senam mulut, kemampuan mengucapkan huruf, tunarungu.   Senam mulut adalah gerakan-gerakan yang dilakukan oleh organ pada mulut seperti lidah, gigi, dan bibir. Gerakan yang dilakukan adalah gerakan yang sederhana seperti membuka mulut, tersenyum lebar, menjulurkan lidah, mengarahkan lidah ke samping, membuka mulut, dan memonyongkan bibir. Penelitian ini dilaksakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal, yang mencakup kondisi anak tunarungu sebelum dilakukan treatment, setelah dilakukan treatment, dan seberapa besar pengaruh senam mulut terhadap kemampuan mengucapkan huruf pada anak tunarungu antara sebelum dan setelah diberikan treatment. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif berjenis eksperimen one group pre-test post-test. Data penelitian yang berupa hasil tes dalam bentuk tulisan ini diperoleh dari tes pengucapan huruf a/i/u/e/o/b/d/l sebelum dan sesudah dilakukan treatment pada siswa tunarungu di tingkat TK. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa perlakuan dan pengukuran yang telah disetujui oleh dosen selaku ahli materi dan guru kelas sebagi ahli praktisi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap identifikasi dan klasifikasi data sebelum dan sesudah treatment, dan tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi data diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dari penelitian pre-test dan post-test yang telah dilakukan adalah  sebelum dilakukan senam mulut siswa dianggap kurang jelas dalam mengucapkan huruf hal ini dilihat dari nilai pre-test yang didapatkan yaitu nilai tertinggi 66,67 nilai terendah 62,50 dengan rata-rata 65,83 dan setelah dilakukan senam mulut siswa lebih jelas mengucapkan huruf dilihat dari nilai post-test yang didapatkan yaitu nilai tertinggi 100,00 dan nilai terendah 91,67 dengan rata-rata nilai sebesar 95,83. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada siswa tunarungu sebelum dan sesudah diberikan perlakuan senam mulut pada awal proses pembelajaran. Senam mulut sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca huruf anak tunarungu kelas A di TLKB-B YPTB Kota Malang. Saran yang dari penelitian ini adalah senam mulut sangat membantu bagi sekolah, guru, dan siswa karena dengan senam mulut siswa lebih mudah mengucapkan huruf, dan peneliti mengharapkan ada penelitian lanjutan yang membahas tentang kemampuan mengucapkan huruf dengan menggunakan senam mulut

    PENGEMBANGAN MEDIA QUIET BOOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMAKAI BAJU BERKANCING SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II DI SDLB EKA MANDIRI KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Ramadhani, Samik Nuroh. 2017. Pengembangan Media Quiet Book Untuk Meningkatkan Keterampilan Memakai Baju Berkancing Siswa Tunagrahita Ringan Kelas II di SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Skripsi.Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd. (2) Dra. Sudarsini, M.Pd.   Kata kunci : Media Quiet Book, Memakai Baju Berkancing, Tunagrahita   Anak tunagrahita adalah keadaan dimana seseorang atau  individu mengalami gangguan atau hambatan dengan  perkembangan kecerdasannya sehingga mengalami kesulitan menerima infomasi materi yang diberikan oleh guru. Anak tunagrahita akan mengalami kesulitan apabila dihadapkan dengan obyek yang kurang jelas. Oleh karena itu siswa tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar. Dalam memilih media pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan yang ada pada masing-masing anak. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan media quiet book yang layak dan efektif dalam pembelajaran bina diri keterampilan memakai baju berkancing siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Metode penelitian ini mengadaptasi langkah-langkah model Borg & Gall terdiri dari 7 tahap. Subyek uji coba produk adalah ahli media, ahli materi dan uji coba individu dan kelompok yang terdiri dari 1 siswa tunagrahita ringandan 2 siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kevalidan media quiet book dari ahli media memperoleh presentase 97,2% (sangat layak), ahli materi memperoleh presentase 78,8% (layak). Hasil uji coba kelompok dengan nilai rata – rata pretest 84,1, dan nilai posttest sebesar 90,3. Hasil uji coba individu dengan nilai pretest 61,1 dan nilai posttest sebesar 70,8. Berdasarkan data hasil uji coba yang dilakukan secara individu dan kelompok, terdapat kenaikan nilai yang didapatkan siswa sebelum dan sesudah menggunakan media quiet book pada materi memakai baju berkancing. Keseluruhan siswa mendapatkan nilai diatas nilai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) dan memenuhi tingkat persentase subjek uji coba, maka media quiet book sangat efektif dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran secara individual maupun kelompok. Kesimpulan penelitian ini produk yang dihasilkan termasuk dalam kriteria yang layak dan efektif serta dapat meningkatkan keterampilan memakai baju berkancing siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Saran untuk peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan media pembelajaran dengan materi bina diri yang lain dan variatif

    Pengembangan Media Grafik Timbul untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Grafik bagi Siswa Tunanetra kelas X di SMALB YP2 Kedungkandang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Mardan, Musthafa Parsa. 2017. Pengembangan Media Grafik Timbul untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Grafik bagi Siswa Tunanetra kelas X di SMALB YP2 Kedungkandang Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si.   Kata Kunci: Media Grafik Timbul, Kemampuan Membaca Grafik, Tunanetra   Berdasarakan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMALB YP2 Kedungkandang diketahui bahwa kemampuan membaca grafik siswa tunanetra masih kurang. Terdapat kesulitan dari siswa tunanetra untuk memahami konsep grafik dan bentuk grafik secara nyata, dan belum ada media pembelajaran untuk menunjang kebutuhan siswa tunanetra dalam memahami konsep grafik. Tujuan penelitian ini adalah Menghasilkan media grafik timbul yang valid untuk meningkatkan kemampuan membaca grafik dan melatih kemampuan motorik halus siswa tunanetra. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian & pengembangan ini mengadaptasi dari metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall dalam Sugiyono. Metode ini memiliki sepuluh tahap namun dalam penelitian ini hanya digunakan tujuh tahap. Adapun tahap-tahapnya ialah: (1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) melakukan perencanaan; (3) mengembangkan produk awal; (4) pengujian lapangan awal; (5) melakukan revisi utama terhadap produk; (6) melakukan uji coba lapangan utama; (7) revisi produk akhir. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi ahli media, ahli materi 1, ahli materi 2, angket respon siswa dan tes (pre-test dan post-test).  Hasil validasi dari ahli media menunjukkan presentase sebesar 97,5%, ahli materi 1 menunjukkan presentase sebesar 85%, dan ahli materi 2 menunjukkan presentase sebesar 92,5%, sehingga dari hasil tersebut media grafik timbul dinyatakan valid dan dapat diuji cobakan. Hasil uji coba individu menunjukkan presentase sebesar 95%, dan hasil uji coba kelas menunjukkan presentase sebesar 91,25%, sehingga media grafik timbul dapat dikategorikan sangat baik. Diperoleh data hasil pre-test yaitu nilai rata-rata sebelum menggunakan media grafik timbul sebesar 35, dan data hasil post-test yaitu nilai setelah menggunakan media grafik timbul sebesar 85. Disimpulkan bahwa terdapat selisih nilai yang signifikan antara nilai pre-test dengan nilai post-test sehingga dapat dikatakan media grafik timbul efektif digunakan sebagai media pembelajaran dalam materi membaca grafik. Kesimpulan dari analisis data tersebut yaitu media grafik timbul yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk mempermudah siswa tunanetra dalam memahami konsep dan bentuk bagan grafik secara nyata. Saran bagi guru, Pemanfaatan media grafik timbul mudah diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca grafik bagi siswa tunanetra, sehingga bagi pendidik tidak kesulitan dalam menerapkan media grafik timbul kepada siswa tunanetra.             ABSTRACT   Mardan, Musthafa Parsa. 2017. The Development of Embosseed Graphics Media to Improve the Ability of Reading Graphics for Students with Totally Blind Class X in the SMALB YP2 Kedungkandang Malang. Undergrate Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, State University of Malang. Supervisors: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Eka Pramono Adi, S.IP, M.Si.   Kata Kunci: Embossed Graphics Media, Ability of Reading Graphics, Totally Blind   Based on premilinary study results conducted at SMALB YP2 Kedungkandang that the ability of read graph  of student with totally blind still not enough. There are dificulties from student with totally blind to understand the concept of graphs and graphic form in real terms, and there is no learning media to support needs of student with totally blind in understanding the concept of graph. The purpose this research to produce embossed graphics media which valid for improving the ability of reading graphics and trained fine motor skills of student with totally blind. Reseach method used in this research & development adobted from research & development of Borg and Gall in Sugiyono. This method has ten stages but this research only use seven stages. The stages are: (1) Research and Information Collecting; (2) Planning; (3) Develop Preliminary Form a Product; (4) Preliminary Field Testing; (5) Main Product Revision; (6) Main Field Testing; (7) Final Product Revision. Data collection instrument used are media expert’s validation sheet, material expert 1, material expert 2, student response questionnaire and test (pre-test and post-test). The validation results from the media expert showed the percentage 97,5%, material expert 1 showed the percentage 85% and material expert 2 showed percfentage 92,5%, So from those result the embossed graphics media declared valid and can be tested. Individual test result showed the percentage 95%, and class test result showed the percentage 91,25%, So embossed grapics media can be categorized very well. Pre-test result the average before using embossed graphics media is 35, post-test result the average after using embossed graphics media is 85. It was conclude that there was a significant difference in value of pre-test and post-test. So it can be said that the embossed grapics media effectively use as media of learning in graphic reading material. The conclution of data analysis is embossed graphics media declared valid and effectively used as media of learning to facilited student with totally blind in understanding the concept and shape of graphic in real. Advice for teacher, used of embossed graphisc media easy to apply in learning Indonesian Language especially reading graphic for student with totally blind so the teacher don’t have difficultes in applying graphy arise media to student with totally blind

    Penggaruh Penggunaan Permianan Teka Teki Silang Bergambar terhadap Peningkatan Kosa Kata pada Anak Tunarungu Kelas I di SDLB Kedungkandang Malang

    No full text
      ABSTRAK   Merpati, Yutafiri Peni. 2017. Penggaruh Penggunaan Permianan Teka Teki Silang Bergambar terhadap Peningkatan Kosa Kata pada Anak Tunarungu Kelas I di SDLB Kedungkandang Malang. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si (2) Sopingi, S. Sos, M. Pd.   Kata kunci: Permaianan teka-teki Silang Bergambar, Tunarungu, Peningkatan Kosa Kata               Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas tunarungu kelas I di SDLB Kedungkandang Malang pada kegiatan pembelajaran tematik dapat diketahui beberpa permasalahan pada pembelajaran tematik utamanya penambahan kosa kata anak, diantaranya adalah peserta didik cenderung pasif, hanya memperhatikan penjelasan guru saat kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa hanya mencatat materi yang disampaikan guru. Dari kenyataan tersebut berakibat nilai rata-rata peserta didik 4,17.             Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan permainan teka-teki silang bergambar terhadap peningkatan kosa kata anak tunarungu kelas I di SDLB Kedungkandang Malang.             Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen jenis penelitian Pre Eksperimental Design. Dan dalam penelitian, peneliti menggunakan desain “One Group Pretest-Posttest Design”.             Hasil peningkatan kosa kata sebelum menggunakan permainan teka-teki silang bergambar yakni rata-ratanya 4,17 dengan nilai tertinggi 7 dan nilai terendah 3 sedangkan nilai maksimal 8. Hasil post-test setelah menggunakan permainan teka-teki silang bergambar yakni rata-ratanya 7,7 dengan nilai tertinggi 8 dan nilai terendah 7 sedangkan nilai maksimal 8. Dengan hasil demikian dapat dikatakan kosa kata anak meningkat.             Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa permainan teka-teki silang bergambar berpengaruh terhadap peningkatan kosa-kata peserta didik tunarungu kelas I di SDLB Kedungkandang  Malang

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇