SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    Penggunaan Treatment 10 Jari Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengetik 10 Jari Bagi Mahasiswa Tunanetra di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Anggana, Ardian Febri. 2017. Penggunaan Treatment 10 Jari Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengetik 10 Jari Mahasiswa Tunanetra di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes, (II) Dr. Henry Praherdhiono, M.Pd.   Kata Kunci: Treatment 10 Jari, Keterampilan Mengetik 10 Jari, Tunanetra   Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa keterampilan mengetik 10 jari mahasiswa tunanetra masih kurang memadai. Terdapat beberapa permasalahan pada keterampilan mengetik tunanetra, diantaranya mahasiswa masih menggunakan 2-4 jari ketika mengetik, posisi atau sikap badan yang salah ketika mengetik, sering salah ketik atau salah menekan tombol. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis keterampilan mengetik 10 jari mahasiswa tunanetra di Universitas Negeri Malang sebelum diberikan treatment, (2) untuk menganalisis keterampilan mengetik 10 jari mahasiswa tunanetra di Universitas Negeri Malang sesudah diberikan treatment, (3) Untuk menganalisis perbedaan sebelum dan sesudah diberikan treatment 10 jari terhadap keterampilan mengetik 10 jari mahasiswa tunanetra di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan bentuk time series design. Subjek penelitian menggunakan mahasiswa tunanetra semester 2, 4, dan 6. Jenis instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan Uji-T dengan bantuan program SPSS for Windows versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sig. (2-tailed) adalah 0,000. Hal ini berarti nilainya lebih kecil dari 0,05 maka hal ini menunjukkan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan treatment 10 jari terhadap keterampilan mengetik 10 jari mahasiswa tunanetra di Universitas Negeri Malang. Saran dari penelitian ini adalah penggunaan treatment 10 jari dalam pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi hasil dari tujuan yang ingin dicapai. Sebelum memilih treatment dalam pembelajaran, peneliti harus memperhatikan kemampuan dan hambatan mahasiswa.  

    Hubungan Pola Asuh Orangtua dan Kemandirian Anak Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Lestari, Dwi Dika. 2017. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Kemandirian Anak Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM).Skripsi, S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. (II) Sopingi, S.Sos. M.Pd   Kata Kunci: Pola Asuh,dan Kemandirian Anak Autis   Dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya diperlukan peran guru sebagai pendidik di sekolah untuk mengembangkan potensi anak, namun juga diperlukannya kepedulian orangtua terhadap tumbuh dan perkembangan anak. Hasil observasi awal ditemukan bahwa ada hubungan antara pola asuh orangtua dan kemandirian anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola asuh orang tua (Y) dan kemandirian anak autis (X) di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan observasi. Data dianalisis dengan analisis korelasional Rank Spearman. Hasil penelitian: terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua (X) dan kemandirian anak autis (Y) dimana nilai korelasi spearman rho sebesar 0.873 dengan taraf signifikansi 0.000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan linier positif dan searah antara pola asuh orang tua (X) dan kemandirian anak autis (Y) dan memiliki hubungan yang kuat.

    Pengembangan Media Interaktif Speech Teraphy Huruf Hijaiyah bagi Peserta Didik Tunarungu Kelas III SDLB Negeri malang

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan Agama bagi peserta didik tunarungu sangat diperlukan. Dalam hal ini bagi peserta didik kelas III. PAI  yang diberikan oleh  guru khususnya pada pembelajaran huruf hija’iyah. Peserta didik tunarungu yang mengalami hambatan pada pendengaraanya mempunyai kesulitan untuk berbahasa. Kosakata yang mereka punyai masih terbatas. Apalagi untuk pembelajaran huruf hija’iyah. Mereka membutuhkan layanan yang memfasilitasi anak-anak dalam pembelajaran. Layanan tersebut meliputi pengenalan huruf hija’iayah dari segi tulisannya mapun dari segi pengucapannya. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penulis adalah pengucapan peserta didik untuk mengucapkan huruf hija’iyah. Jenjang Pendidikan yang sedang dijalani oleh peserta didik adalah kelas III SD, Oleh karena itu pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik adalah pembelajaran huruf hija’iyah sederhanya yaitu huruf hija’iyah berharakat fathah dariاَsampai رَ Penelitian penulis menggunakan metode penelitian Borg & Gall. Tahap-tahap yang dilalui dalam metode penelitian ini atara lain: 1) research and information collecting; 2) planning; 3) develop preliminary form of product; 4) preliminary field testing; 5) main product revision; 6) main field testing; 7) operational product revision; 8) operational field testing; 9) final product revision. Tahapan validasi pada penelitian ini dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran ABK. Uji coba produk dilakukan di lapangan dengan menggunakan subyek penelitian sebanyak lima peserta didik tunarungu kelas III SDLB Negeri Malang.Hasil penelitian yang dilakukan dalam pengujian kelayakan media pembelajaran yakni media interaktif speech teraphy huruf hija’iyah diperoleh dari data validasi yang dilakukan oleh beberapa ahli yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran ABK. Ahli media memberikan skor 97% untuk presentase kelayakan media, ahli materi memberikan skor 92%, dan ahli pembelajaran ABK memberikan skor 95% untuk presentase kelayakan media interaktif. Sedangkan efektifitas media interaktif yang telah dibuktikan pada uji coba lapangan mendapatkan rata-rata skor 93 post test dari total nilai 100.Saran yang diberikan kepada peserta guru, peserta didik, dan kepala sekolah demi perbaikan dari penggunaan media Interaktif speech traphy huruf hija’iyah serta demi tercapainya tujuan pendidikan.  Kata kunci: media interaktif speech teraphy, huruf hija’iyah, tunarung

    PENGARUH PERMAINAN PAPAN FLANEL SCRABBLE TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA PADA ANAK TUNARUNGU KELAS IV DI SDLBKEDUNGKANDANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi dilakukan di kelas tunarungu kelas IV di SDLB Kedungkandang Malang. Pada kegiatan pembelajaran tematik dapat diketahui beberapa permasalahan pada pembelajaran tematik utamanya penguasaan kosakata anak, di antaranya adalah siswa cenderung pasif, hanya memperhatikan penjelasan guru saat kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa hanya menulis materi yang di sampaikan guru.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan permainan papan flanel scrabble terhadap penguasaan kosakata anak tunarungu kelas IV di SDLB Negeri Kedungkandang Malangmetode penelitian eksperimen jenis penelitian Pre Eksperimental Design. Dalam penelitian, peneliti menggunakan design “ One Group Pretest-Posttest Design”. Hasil peningkatan kosakata sebelum menggunakan permainan papan flanel scrabble yakni rata-rata 4,42 dengan nilai tertinggi 7 dan nilai terendah 3. Hasil post-test setelah menggunakan permainan papan flanel scrabble yakni rata-rata 7 dengan nilai tertinggi 7. Dengan hasil demikian dapat dikatakan penguasaan kosakata anak meningkat. dapat disimpulkan bahwa permainan papan flanel scrabble berpengaruh terhadap penguasaan kosakata anak kelas IV di SDLB Negeri Kedungkandang Malang.  Kata kunci:Permainan Papan Flanel Scrabble, Tunarungu, Penguasaan Kosakat

    Cara Belajar: (StudiKasusSiswaTunanetrapadaPelajaranBiologidi SMPN I RengelKabupatenTuban)

    No full text
    ABSTRAK   Budi, Setiawan Gema. 2017. Cara Belajar Siswa Tunanetra pada Pelajaran Biologi di SMPN 1 Rengel Kabupaten Tuban. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri  Malang. Pembimbing : (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd ; (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si   Kata Kunci : Cara Belajar, Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra, Biologi, SMP   Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia atau mahluk hidup. Pendidikan merupakan hak dasar untuk semua individu, bahkan untuk segala kondisi dari suatu individu tersebut. Pendidikan merupakan kebutuhan wajib bagi semua individu, termasuk untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kondisi seorang ABK terkadang mempengaruhi transfer of knowledge pada siswa berkebutuhan khusus, sebagai contoh siswa tunanetra yang memiliki hambatan pengelihtan yang akan berdampak pada cara belajar siswa. Adanya hambatan ini mempengaruhi cara belajar siswa selama pelajaran biologi pada sekolah umum (SMPN). Berdasarkan latarbelakang tersebut rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana cara belajar siswa tuna netra pada pelajaran biologi di SMPN 1 Rengel, apakah factor pendukung dan penghambat cara belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dibagi menjadi dua yakni sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan metode analisis yakni model interktif. Hasil penelitian ini yaitu siswa memiliki gaya belajar audiotorial dan kinestetik yang cenderung menggunakan indera pendengaran dan gerakan atau menyentuhnya. Faktor pendukung cara belajar siswa yakni adanya persiapan secara jasmani, sarana, tekad dan pikiran dari pihak keluarga, siswa maupun guru. Faktor pengahambat dari cara belajar siswa yaitu guru belum memiliki keterampilan mengajar siswa berkebutuhan khusus tunanetra, kesulitan menjelaskan soal bergambar secara lisan serta guru belum memfasilitasi siswa untuk mendapatkan softcopy materi yang bias digunakan siswa belajar dengan laptop dengan aplikasi pembaca layar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu reponden mengikuti kelas regular yang didukung penuh dengan berbagai persiapan dari keluarga, sekolah dan lingkungan yang diwujudkan dalam persiapan sarana, jasmani, tekad dan pikiran. Kategori pada cara audiotorial dan kinestetik. Adanya kerjasama yang baik antara sekolah dan keluarga menjadi factor pendukung cara belajar siswa sedangkan factor penghambat yaitu belum adanya guru yang memiliki keahlian mengajar ABK. Saran dari penelitian ini penyajian materi lebih menekankan verbal/auditif. Hendaknya siswa diikutsertakan di setiap materi pembelajaran terutama pada saat praktek

    Kontribusi Keterampilan Sosial dan Motif Berprestasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Berkebutuhan Khusus Di SLB BC Kepanjen

    No full text
    Kata Kunci: keterampilan sosial, motif berprestasi, prestasi belajar, siswa berkebutuhan khusus Siswa berkebutuhan khusus di SLB BC Kepanjen menunjukkan perlu adanya peningkatan prestasi belajar dalam bidang akademik. Keterampilan sosial dan motivasi siswa dalam kegiatan belajar diduga mempengaruhi prestasi belajar.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterampilan sosial, motif berprestasi dan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus; (2) menjelaskan hubungan keterampilan sosial dengan pretasi belajar siswa berkebutuhan khusus; (3) menjelaskan hubungan motif berprestasi dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus; dan (4) menjelaskan hubungan keterampilan sosial dan motif berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus. Subjek penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus di SLB BC Kepanjen sebanyak 57 siswa dari jenjang SD hingga SMA.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner dan dokumentasi dari nilai rapor selama siswa bersekolah di SLB BC Kepanjen. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan Product Moment Pearson dan regresi linier berganda menggunakan bantuan program SPSS for windows seri 20.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) 50,9% siswa berkebutuhan khusus di SLB BC Kepanjen memiliki keterampilan sosial rendah hingga sedang, 52,6% siswa memliki tingkat motif berprestasi yang rendah hingga sedang; dan 86% siswa memiliki prestasi belajar yang rendah hingga sedang; (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan sosial dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus dalam kategori cukup; (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara motif berprestasi dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus dalam kategori cukup; (4) terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan sosial dan motif berprestasi secara bersama-sama dengan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus. Saran diberikan kepada kepala sekolah, guru, serta orang tua supaya terus memperhatikan perkembangan prestasi belajar siswa berkebutuhan khusus dan hal-hal yang dapat mendukung perkembangan belajar siswa secara langsung maupun tidak langsung, baik dari dalam diri siswa maupun luar diri siswa, seperti keterampilan sosial dan motivasi siswa

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE “TUPINTAR" UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN BAGI SISWA TUNAGRAHITA KELAS 1 SDLB ABCD PGRI 3 CLURING KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    ABSTRAKAgustina, Coni Lukita. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Puzzle “TUPINTAR" Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Bagi Siswa Tunagrahita Kelas 1 SDLB ABCD PGRI 3 Cluring Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si.Kata Kunci: Membaca permulaan, media pembelajaran puzzle, tunagrahitaAnak tunagrahita mengalami hambatan pada aspek bahasa. Salah satunya dalam kemampuan membaca permulaan. Kondisi ini membuat anak tunagrahita sulit untuk mengikuti kegiatan pada pembelajaran. Permasalahan anak tunagrahita yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, perlu mendapat penanganan yang tepat agar kesulitan tersebut dapat teratasi sedini mungkin.Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah membuat produk berupa media pembelajaran puzzle “TUPINTAR” bagi siswa tunagrahita hingga layak digunakan.Pengembangan produk dilaksanakan dengan metode adaptasi dari Borg dan Gall, yaitu (1) prosedur prapengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap revisi produk. Validasi produk dilakukan melalui ahli media, ahli materi dan praktisi. Uji coba dilaksanakan dengan sasaran siswa tunagrahita kelas 1 SDLB PGRI 3 Cluring Kabupaten Banyuwangi. Instrumen pengumpulan data adalah angket untuk validasi dan tes untuk uji coba.Hasil pengembangan telah menunjukkan bahwa produk berupa media pembelajaran puzzle “TUPINTAR” bagi tunagrahita kelas 1 SDLB PGRI 3 Cluring Kabupaten Banyuwangi layak digunakan. Hasil pengembangan diperoleh melalui angket validasi dengan skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Skor validasi ahli media adalah 93,2 % (sangat layak digunakan). Skor validasi ahli materi adalah 95 % (sangat layak digunakan). Skor validasi praktisi menghasilkan nilai 95,6 % (sangat efektif). Hasil implementasi menyebutkan skor seluruh anak pada post-tes adalah 87.8 dan pre-tes adalah 71.4 sehingga produk yang dikembangkan sudah efektif untuk digunakan. Saran untuk guru diharapkan agar media bisa digunakan pada setiap pembelajaran materi anggota tubuh dan membaca permulaan dengan suku kata. Saran untuk siswa, media bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar di dalam kelas dan di tempat lain. Saran bagi sekolah, media ini bisa dijadikan sebagai alternatif kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran kelas 1 SDLB PGRI Cluring Kabupaten Banyuwangi. Saran diseminasi produk yaitu untuk sekolah luar biasa lain yang memiliki karakteristik sasaran yang sama dengan penelitian dan pengembangan ini

    Pengaruh Penerapan Media Memasu dalam Meningkatkan Kemampuan Identifikasi Bunyi Bagi Siswa Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Rahmawati, Sartika. 2017. Pengaruh Penerapan Media Memasu dalam Meningkatkan Kemampuan Identifikasi Bunyi Bagi Siswa Autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendi-dikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M. Si (II) Dr. Asim, M. Pd Kata Kunci: autis, Media Memasu, kemampuan identifikasi bunyi Siswa autis adalah anak yang memiliki dunianya sendiri. Hal ini menjadi salah satu penyebab siswa autis lemah dalam merespon keadaan lingkungan sekitar. Begitu juga dalam kegiatan pembelajaran mengenal konsep bunyi, siswa autis kurang merespon materi yang disampaikan guru. Untuk mengatasi hambatan tersebut penggunaan media sangat diperlukan yaitu media berbasis audio dan visual salah satunya adalah powerpoint dengan nama Media Memasu (mengenal nama dan suara). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kemampuan identifikasi bunyi siswa autis sebelum diberikan pembelajaran menggunakan Media Memasu, (2) kemampuan identifikasi bunyi siswa autis setelah diberikan pembelajaran menggunakan Media Memasu, (3) peningkatan Media Memasu terhadap kemampuan identifikasi bunyi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode pre exsperiment dengan desain one group pretest-posttest. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pada nilai rata-rata pretest sebesar 49,5 dan nilai rata-rata posttest sebesar 91,2. Hasil output diperoleh dengan syarat jika diterima memiliki T hitung ≥ T table  dan  ditolak jika memiliki T hitung

    Pengaruh Finger Painting Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Pada Siswa Tunagrahita Ringan di SLB BC Kepanjen Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sawitri, Dyah Ayu. 2017. Pengaruh Finger painting Terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Pada Siswa Tunagrahita Ringan di SLB BC Kepanjen Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)   Drs. M. Shodiq AM, M.Pd (2) Drs. Agung Kurniawan, M.Kes.   Kata kunci : Tunagrahita, Finger painting, Menulis Permulaan.   Tunagrahita adalah anak yang memiliki keterbelakangan mental dan kecerdasan di bawah rata-rata, sehingga membutuhkan layanan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan anak dalam pembelajarannya. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan menulis ini sangat mudah dipelajari oleh siswa regular namun sulit bagi siswa tunagrahita, hal ini dikarenakan ia memiliki karakteristik yang memiliki hambatan kognitif (presepsi, daya ingat, berbahasa dll) , motorik (motorik kasar maupun halus) dan penyesuaian sosialnya. Finger painting adalah salah satu kegiatan yang dapat melatih motorik halus pada siswa karna kegiatan  finger painting memfokuskan pada gerak tangan siswa untuk menggoreskan warna-warna pada kertas secara bebas. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana kemampuan menulis permulaan siswa tunagrahita sebelum diberikan finger painting. (2) bagaimana kemampuan menulis permulaan siswa tunagrahita sesudah diberikan finger painting. (3) adakah pengaruh finger painting terhadap kemampuan menulis permulaan siswa tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan populasi dan sampel, variabel bebas dan terikat, instrumen penelitian, validasi, pengumpulan data, analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan  data hasil pretest dan posttest, uji hipotesis. Hasil temuan penelitian ini adalah adanya pengaruh finger painting terhadap kemampuan daya ingat siswa tunagrahita ringan di SLB BC Kepanjen Malang. Adapun hasil perhitungan Uji Wilcoxon diperoleh nilai   = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 6 (jumlah sampel) dari daftar uji Wilcoxon dan diperoleh  = 2. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa   diterima dan   ditolak, sebab Thitung (0) ≤ Ttabel (2).         ABSTRACT   Sawitri, Dyah Ayu. 2017. The Effect of Finger Painting on Writing Ability Beginning in Lightweight Intellectual Disability Students at SLB BC Kepanjen Malang. Essay. Department of Extraordinary Education, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor (1)       Drs. M. Shodiq AM, M.Pd (2) Drs. Agung Kurniawan, M.Kes.   Kata kunci : Intellectual Disability, Finger painting, Basic Writing.   Intellectual Disability is a child who has mental retardation and intelligence below the average, so require special services tailored to the child's ability in learning. Writing is one of the most important language skills in everyday life. This writing skill is very easy to learn by regular students but it is difficult for tunagrahita students, this is because it has characteristics that have cognitive barriers (perception, memory, language, etc.), motor (rough and fine motor) and its social adjustment. Finger painting is one of the activities that can train fine motor on the students because the activity of finger painting focuses on the students' hand movement to scratch the colors on the paper freely. The formulation of this research problem are: (1) the ability to write the beginning of students intellectual disability before given finger painting. (2) the ability to write the beginning of the intellectual disability students after being given finger painting. (3) the influence of finger painting on the ability to write the beginning of students intellectual disability. This research uses quantitative method with experimental research type. Data were collected by population and sample, independent and dependent variable, research instrument, validation, data collection, data analysis using Wilcoxon test with pretest and posttest result, hypothesis test. The findings of this research are the influence of finger painting on the memory ability of light intellectual disability students in SLB BC Kepanjen Malang. The calculation of Wilcoxon test obtained value T_hitung = 0. The critical value for the Wilcoxon test α = 0.05 and n = 6 (sample number) from the Wilcoxon test list and obtained T_tabel = 2. From the calculation stated that H_i accepted and H_o rejected, For Thitung (0) ≤ T table (2)

    PENGARUH APLIKASI EDUKATIF GERAKAN SHOLAT TERHADAP DAYA INGAT ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS IV DI SDLBN KEDUNGKANDANG MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Anak tunagrahita ialah anak yang memiliki hambatan kecerdasan antara 68-52 yang dapat mengakibatkan anak sulit dalam mengingat suatu materi pembelajaran yang telah diajarkan oleh guru, baik mengingat dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Kemampuan daya ingat gerakan sholat merupakan kemampuan peserta didik dalam mengingat urutan gerakan sholat mulai dari takbir sampai dengan salam, dan dalam mengingat bacaan wajib sholat. Keterbatasan media menjadikan anak tunagrahita semakin kesulitan untuk mengingat urutan gerakan sholat dan bacaan wajib sholat, melihat kondisi demikian peneliti menawarkan solusi berupa penggunaan media aplikasi edukatif. Media aplikasi edukatif merupakan media pembelajaran yang menyerupai HP (handphone) yang berisi fitur materi gerakan sholat melalui gambar yang berurutan mengikuti prosesnya mulai dari gerakan sholat “takbiratul ikhram” hingga “salam”. Cara menggunakannya dengan di tekan salah satu gambarnya dan akan mengeluarkan suara. Penggunaan media aplikasi edukatif dapat meningkatkan kemampuan daya ingat anak tunagrahita ringan kelas IV di SDLBN Kedungkandang Malang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media aplikasi edukatif terhadap kemampuan daya ingat anak tunagrahita ringan di SDLBN Kedungkandang Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Penelitian ini terdiri dari 5 orang peserta didik tunagrahita kelas IV SDLBN Kedungkandang Malang sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa 2 tes kinerja (mempratikkan gerakan sholat, menghafal bacaan sholat) dan 10 soal tes tulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Data yang di analisis menggunakan uji Wilcoxon adalah data hasil pretest dan posttest. Hasil perhitungan Uji Wilcoxon diperoleh niali  = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 5 (jumlah sampel) dari daftar uji Wilcoxon diperoleh = 1. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa  diterima dan  ditolak,  sebab  ≤ . Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media aplikasi edukatif memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan daya ingat anak tunagrahita ringan kelas IV di SDLBN Kedungkandang Malang

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇