SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODUL BINA DIRI ANAK TUNAGRAHITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DI SDN SUMBERSARI II KOTA MALANG
ABSTRAK Mufidah, Akrim Ilma. 2019. Pengembangan Modul Bina Diri Anak Tunagrahita Untuk Meningkatkan Keterampilan Guru Mengajar di SDN Sumbersari II Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Sopingi, S.Sos, M.Pd Kata Kunci: Modul, Bina Diri, Keterampilan Mengajar, Tunagrahita. Tunagrahita adalah seseorang yang memiliki kecerdasan intelktual dibawah rata-rata. Hambatan tersebut berdampak pada kemandirian anak tunagrahita sehingga memiliki ketergantungan pada orang lain untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Bina diri merupakan program untuk mengembangkan keterampilan anak yang meliputi merawat diri, menjaga keselamatan dan kesehatan, berkomunikasi, besosialisai, keterampilan kerja da menggunakan waktu luang. Oleh karena itu, perlu dikembangkan modul pembelajaran bina diri untuk guru di Sekolah Luar Biasa maupun di sekolah inklusif. Tujuan penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan modul pembelajaran bina diri yang dapat digunakan guru saat melaksanakan program bina diri di SDN Sumbersari II. Dengan adanya modul ini diharapkan guru memiliki keterampilan mengajar sehingga pembelajaran bina diri menjadi efektif. Penelitian dan Pengembangan buku panduan ini menggunakan model Borg and Gall (dalam Sukmadinata) yang terdiri dari 7 tahap, meliputi (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan desain produk awal), (4) Validasi Produk, (5) Revisi Produk, Revisi Produk Akhir dan Hasil Akhir Pengembangan. Subyek validasi pada penelitian ini adalah ahli media, ahli materi dan ahli praktisi.. Teknik analisis data menggunakan teknik porsentase pada data kuantitatif, dan teknik deskriptif pada data kualitatif. Hasil validasi ahli media 92,5%, ahli materi 86,5%, ahi bahasa 90, 5%, ahli bahasa 90% dan ahli praktisi 89,5%. Hasil uji coba penerapan modul diperoleh skor 84,5. Modul bina diri tunagrahita ini telah memenuhi karakteristik pengembangan modul. Modul bina diri efektif digunakan guru untuk pembelajaran bina diri. Saran bagi guru, modul ini dapat digunakan sebagi bahan ajar pembelajaran bina diri sehingga dapat terlaksana secara efektif. Guru diharapkan dapat melaksanakan dengan baik program bina diri mulai dari identifikasi, asesmen, penyusunan program bina diri sehingga pembelajaran lebih efektif dan sesuai kebutuhan anak tunagrahita.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN DIRI DALAM PENGGUNAAN PEMBALUT MELALUI METODE DRILL AND PRACTICE BERBANTUAN BUKU BERGAMBAR PADA PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA KELAS X SLB PEMBINA TINGKAT NASIONAL BAGIAN C LAWANG
ABSTRAKRokhmah, Eni Roudlotur. 2019. Peningkatan Kemampuan Pengembangan Diri Dalam Penggunaan Pembalut Melalui Metode Drill and Practice Berbantuan Buku Bergambar Pada Peserta Didik Tunagrahita Kelas X SMALB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang, Skripsi. Jurisan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si., (2) Eka Pramono Adi, S.IP., M.Si Kata Kunci : Metode Drill And Practice Berbantuan Buku Bergambar, Pengembangan Diri dalam Penggunaan Pembalut, TunagrahitaAnak tunagrahita adalah anak yang memiliki tingkat kecerdasan kemampuan adaptif yang rendah dan berimplikasi pada rendahnya kemampuan pengembangan diri anak. Dalam pengembangan diri, siswa mengalami kesulitan karena guru hanya menggunakan metode ceramah serta tidak menggunakan media untuk membantu penyampaian materi. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan metode yang sesuai salah satunya adalah metode drill and practice yang terdiri dari langkah untuk melatih keterampilan secara berulang dan praktek secara langsung dan diperlukan media penunjang yakni dengan buku bergambar sebagai ilustrasi langkah-langkah pengembangan diri.Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan kemampuan penggunaan pembalut siswi tunagrahita saat fase baseline (2) Mendeskripsikan kemampuan penggunaan pembalut siswi tunagrahita saat fase intervensi (3) Mendeskripsikan apakah metode drill and practice berbantuan buku bergambar dapat meningkatkan kemampuan penggunaan pembalut siswi tunagrahita.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain Single Subject Research (SSR) yang menggunakan model A-B-A-B dengan pengukuran dengan bentuk persentase. Subjek penelitian ini adalah siswi tunagrahita kelas X SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non tes yaitu observasi dalam bentuk task analisys. Analisis data yang digunakan adalah analisis visual data grafik pada analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penggunaan pembalut pada kondisi baseline-1 (A1) masih rendah dengan rentang nilai 50%-56,8%, pada kondisi intervensi-1 (B1) cenderung lebih tinggi berkisar 79.5%-93.2%. sementara fase baseline-2 (A2) cenderung lebih rendah di awal sesi namun naik kembali dengan rentang 88.3%-93.9%, kemudian pada fase inytervensi-2(B2) cenderung naik dengan rentang skor 95.4%-97.7%. Metode drill and practice berbantuan buku bergambar dapat meningkatkan kemampuan penggunaan pembalut dibuktikan dengan persentase overlape sebesar 0%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode drill and practice berbantuan buku bergambar dapat meningkatkan kemampuan penggunaan pembalut siswi kelas X. dengan demikian guru diharapkan dapat menggunakan drill and practice berbantuan buku bergambar pada pembelajaran pengembangan diri agar siswa dapat meningkatkan kemampuan pengembangan dirinya
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi Kota Batu (Studi Multi Situs di SDN Mojoreo 1 dan SDN Punten 1)
ABSTRAK Gerakan literasi sekolah merupakan suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara, dan memaknai informasi yang didapat sehingga dapat digunakan dalam memecahkan masalah yang didapat, serta membangun karakter yang berbudi pekerti luhur dengan melibatkan peran serta warga sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Pelaksanaan gerakan literasi sekolah anak berkebutuhan khusus di SDN Mojorejo 1 dan SDN Punten 1 memiliki program yang sama, tahapan pelaksanaan berbeda, dan sesuai prinsip. 2) Kendala yang dihadapi sekolah yaitu kesadaran untuk mau membaca, kemampuan membaca yang rendah, kemampuan peserta didik yang berbeda, kurangnya buku yang sesuai dan kurangnya stategi, metode dan media yang dapat digunakan guru. 3) Upaya yang dilakukan sekolah dalam menghadapi kendala yaitu memberikan pelatihan - pelatihan, monev Kepala Sekolah, untuk peserta didik berkebutuhan yaitu mengingatkan peserta didik, melatih bercerita atau tanya jawab, pendamping, penggunaan streategi, metode, dan media yang lebih bervariasi. 4) Hasil pelaksanaan gerakan literasi pada tiap sekolah adalah meningkatnya kesadaran peserta didik untuk membaca, meningkatnya kemampuan membaca meski tidak signifikan. Kata Kunci: Iklusi, GerakanLiterasi ABSTRACT The school literacy movement is an activity or effort carried out by schools to improve the ability to read, write, count, speak, and interpret the information obtained so that it can be used in solving problems that are obtained, as well as building characters who are noble with the participation of school members. This study uses a qualitative method using interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that: 1) The implementation of the school literacy movement of children with special needs at SDN Mojorejo 1 and Punten 1 SDN has the same program, different stages of implementation, and according to principle. 2) Constraints faced by schools are awareness of willingness to read, low reading ability, ability of different students, lack of appropriate books and lack of strategies, methods and media that can be used by teachers. 3) Efforts carried out by the school in facing obstacles, namely providing training - training, Principal monev, for students with needs that are reminding students, practicing storytelling or question and answer, companion, use of streategi, methods, and media that are more varied. 4) The results of the implementation of the literacy movement in each school are the increased awareness of students to read, increased reading ability even though it is not significant. Keyword: Iklusi, GerakanLiteras
PENGARUH TEKNIK TOKEN EKONOMI TERHADAP MOTIVASI INTRINSIK ANAK TUNANETRA KELAS V DI SLB IDAYU O1 KOTA MALANG
PENGARUH TEKNIK TOKEN EKONOMI TERHADAP MOTIVASI INTRINSIK ANAK TUNANETRA KELAS V DI SLB IDAYU 01 KOTA MALANG Yulianingsih Sudarsini, M.Pd Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd UNIVERSITAS NEGERI MALANG, Jln Semarang 5Email :[email protected] ABSTRAKTunanetra adalah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan sensori sehingga berdampak pada proses pembelajarannya. Salah satu yang terpenting adalah motivasi belajarnya.Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan adanya pengubahan perilaku yang dapat meningkatkan motivasi belajarnya sehingga pembelajaran berlangsung secara maksimal. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi intrinsiknya adalah dengan menerapkan teknik token ekonomi. Teknik token ekonomi adalah salah satu teknik atau metode untuk mengubah perilaku yang tidak diinginkan menjadi perilaku yang diinginkan maupun pembentukan perilaku baru yang dilakukan dengan cara bertahap dan disertai penguatan secara berturut-turut.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan subjek tunggal atau SSR(Single Subject Research) dengan desain A-B-A. Subyek penelitian yang digunakan adalah 1 siswa tunanetra kelas V di SLB Idayu 01 Kota Malang. Jenis pengukuran variabel yang digunakan adalah persentase.Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.Hasil penelitian menunjukkan perolehan mean level yang meningkat dari 44,99% kondisi baseline-1, dan 75,99% pada kondisi baseline-2. Perhitungan persentase overlap anatar kondisi baseline1 ke kondisi intervensi adalah 0%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat pengaruh penggunaan tehnik token terhadap motivasi intrinsik anak tunanetra
Persepsi Siswa Regular Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus Di SMP Negeri 18 Malang
RINGKASAN Riavinola, Kiky. 2019. Persepsi Siswa Reguler Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di SMP Negeri 18 Malang. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. AbdulHuda, M.Pd (2) Eka Pramono Adi, S.IP M.Si Kata Kunci: siswa berkebutuhan khusus, persepsi Kurangnya pengetahuan tentang anak berkebutuhan khusus di SMP Negeri 18 Malang dapat memicu terjadinya sikap ketidakpedulian bahkan penolakan terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. Oleh karena itu persepsi terhadap anak berkebutuhan khusus sangat pentingsebab akan menciptakan iklim belajar yang kondusif di sekolah inklusi. Penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus akan meningkatkan motivasi belajar dan dapat mengembangkan potensi diri peserta didik berkebutuhan khusus, karena merasa nyaman berada di sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanpersepsi siswa regular terhadap siswa berkebutuhan khusus, dan membedakan persepsi siswa kelas VII dan siswa kelas IX terhadap siswa berkebutuhan khusus di SMP Negeri 18 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Penelitian ini menggunakaninstrumen penelitian berupa angket/kuesioner. Perhitungan frekuensi dari setiap item pernyataan yang ada pada kuesioner agar lebih memudahkan dalam menentukan klasifikasi kondisi setiap indikatornya. Dari total nilai yang didapatkan untuk masing-masing sub indikator akan diubah dalam bentuk persentase. Hasil analisis penelitian ini persepsi siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus diperoleh 69% dan hasil uji perbedaan antara persepsi siswa kelas VII dengan siswa kelas IX terhadap siswa berkebutuhan khusus diperoleh signifikansi sebesar 0,27. Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan persepsi siswa reguler terhadap siswa berkebutuhan khusus di SMP Negeri 18 Malang masuk pada kategori baik. Persepsi siswa kelas VII dan siswa kelas IX terhadap siswa berkebutuhan khusus tidak ada perbedaan yang signifikan. Saran yang dapat diberikan kepada sekolah dan guru yaitu tetap mempertahankan sikap empati terhadap peserta didik berkebutuhan khusus agar peserta didik berkebutuhan khusus dapat mengembangkan potensi dirinya dan dapat mewujudkan tujuan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus
SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU STUDI MULTI SITUS DI SEKOLAH LUAR BIASA DI KOTA BATU
ABSTRAK Nurainuddin, Dafiq. 2019. Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru di SLB di Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Sudarsini, M.Pd, (2) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd. Kata Kunci: Penerimaan Peserta Didik Baru; SLB. Anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan, sesuai dengan pasal 31 UUD 1945 yang berbunyi bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan. Di Kota Batu terdapat 2 Sekolah Luar Biasa, yang sama-sama bertujuan untuk melayani siswa dengan berkebutuhan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peraturan penerimaan peserta didik baru, mendeskripsikan tahap-tahap penerimaan peserta didik baru, mendeskripsikan kegiatan asessmen di SLB. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Menggunakan analisa data dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sistem penerimaan siswa baru di SLB di Kota Batu menggunakan sistem zonasi untuk menampung siswa yang dekat dengan sekolah, dengan syarat siswa yang sudah berusia sekolah. Siswa yang datang berasal dari hasil penjaringan oleh sekolah, dari informasi orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut, dan dari siswa pindahan. Berkas-berkas yang perlu dipersiapkan adalah akte kelahiran dan kartu keluarga, untuk siswa pindahan yakni surat keterangan pindah, biodata siswa dan rapor. Setelah semua dipersiapkan diadakan proses asessmen, proses asessmen dilakukan di sekolah dengan tujuan menentukan pembelajaran untuk siswa. Untuk siswa dengan ketunaan berat diarahkan ke tempat yang bisa menangani siswa tersebut dengan baik atau ke tempat terapi untuk meringankan siswa tersebut. Saran bagi kepala sekolah untuk lebih baik lagi dalam mengolah sistem penerimaan peserta didik baru, dan bagi peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini, karena penelitian ini hanya bentuk kajian dasar. Kesimpulan dari skripsi ini adalah penerimaan peserta didik baru di SLB di Kota Batu menggunakan sistem zonasi untuk memberikan kuota kepada siswa di sekitar sekolah, anak yang bisa melakukan pendaftaran adalah anak yang sudah memasuki usia sekolah, berkas-berkas yang perlu dipersiapkan berupa akta kelahiran dan kartu keluarga. Proses assessmen berguna untuk menentukan pembelajaran yang tepat bagi anak. ABSTRACT Nurainuddin, Dafiq. 2018. New Student Admission System in Special Education School at Batu City. Undergraduate Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd, (2) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd. Keyword: New Student Admission, Special Education School. Special need children have the same chance on acquiring education, according to 1945 constitution article 31 which say that every people deserve acquire education. At Batu City, there are 2 special education school with same aim to cater student with special need. The aim from this research is to describe the rule of the new student admission, describe the step of new student admission, describe the asessmen activity in the school. This research used qualitative method and used gathering data technique interview, observation, and documentation. Used data analyst including data reduction, data presentation, and taking conclusion. The result of this research shows that new student admission in special education school at Batu City used zoning system to accommodate the students near the school, with requirements students who had gaining school age. The students come from screening by the school, from student parents who had already study in the school, and moving student from antoher school. The files which need to be prepare are birth certificate, family card, for the students from another school are reference letter, student data and report card. After all prepared the next step is asessmen, asessmen process did in school with aim to decide the learning style for the student. For student with heavy need are directed to the place that can handle or therapy place for reducing the heavy needs. Suggestion for the headmaster to be more better in manage the new student admission system, and for other researcher, hope can develop this research, because this research is only basic study. The conclusion from this research are the new student admission in special need school at Batu City used zonasi for giving the quota for the students around the school, the students who has reach study age, can sign up in the school, and bring birth certificate and family card. Asessmen process use to determine the perfect study for the students
Pengaruh Metode TEACCH terhadap Kemampuan Bina Diri Memakai Baju Siswa Down syndrome di SLB Idayu II Pakis Malang
ABSTRAKFirdaus, Ismanura. 2019. Pengaruh Metode TEACCH terhadap Kemampuan Bina Diri Memakai Baju Siswa Down syndrome di SLB Idayu II Pakis Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci: Metode TEACCH, Kemampuan Bina Diri Memakai Baju, Down syndromeAnak dengan down syndrome memiliki berbagai tingkat keterlambatan kognitif. Anak dengan down syndrome mencapai tahap perkembangan sedikit lebih lambat dari teman sebayanya. Salah satu karakteristiknya yaitu rendahnya kemampuan bina diri. Kemampuan bina diri yang dikembangkan dalam penelitian ini mencakup kemampuan anak dalam memakai baju. Metode TEACCH merupakan salah satu pendekatan pengajaran secara terstruktur yang didasarkan pada prinsip-prinsipnya sebagai langkah pelaksanaan metode.Tujuan penelitian ini adalah:(1) untuk mendeskripsikan kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome sebelum diberikan metode TEACCH,(2) untuk mendeskripsikan kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome setelah diberiikan metode TEACCH, dan(3) untuk mendeskripsikan pengaruh metode TEACCH terhadap kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome.Penelitian disusun berdasarkan rancangan metode eksperimen dengan subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A’. Subjek penelitian ini adalah satu siswa laki-laki down syndrome dan berada di tingkat kelas dasar/terapi di SLB Idayu II Pakis.Hasil penelitian menunjukkan hasil pengukuran data berdasarkan. Mean level pada kondisi baseline-1 (A1) sebesar 57,34%, kondisi intervensi (B) sebesar 84,84%, dan kondisi baseline-2 (A2) sebesar 81,7%. Perolehan overlap sebesar 0%.Analisis dalam kondisi dan antar kondisi berdasarkan perhitungan diketahui bahwa skor presentase yang diperoleh siswa dalam tes kemampuan memakai baju lebih banyak menunjukkan peningkatan dan kestabilan nilai. Penerapan langkah-langkah metode TEACCH sesuai prinsip dasarnya. Pada pelaksanaan kegiatan memakai baju, siswa didukung dengan bantuan media papan bergambar sebagai pedoman bagi siswa untuk mengikuti instruksi pelatih sesuai langkah-langkahnya. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa intervensi menggunakan metode TEACCH dapat membentuk kemampuan memakai baju siswa down syndrome.sehingga memberikan pengaruh yang baik pada kemampuan bina diri memakai baju siswa down syndrome. Saran dari penelitian ini yaitu dalam penerapan metode TEACCH adalah untuk mempertimbangkan kebutuhan individu siswa dan menyediakan struktur berupa pengaturan ruang kelas sehingga siswa memahami hal-hal yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya secara mandiri saat pembelajaran berlangsung
Pengembangan Multimedia Interaktif Tata Cara Berwudhu untuk Anak Tunarungu Kelas V SDLB B-C Kepanjen
ABSTRAKKhoiroh, Armi Diah Ayu Miftakhul. 2019. Pengembangan Multimedia Interaktif Tata Cara Berwudhu untuk Anak Tunarungu Kelas V SDLB B-C Kepanjen. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, (2) Sopingi, S.Sos., M.Pd.Kata Kunci: Tata Cara Berwudhu, Multimedia Interaktif, Anak TunarunguPembelajaran agama Islam perlu diajarkan kepada anak sejak dini agar siswa dapat menerapkan pembelajaran tersebut dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pembelajaran agama yang perlu diberikan kepada anak untuk penerapan sehari-hari yakni tata cara bersuci. Terdapat tiga jenis cara bersuci, salah satunya adalah wudhu. Studi kasus yang dilakukan di SDLB B-C Kepanjen Malang, masih dijumpai beberapa siswa yang belum sempurna dalam melaksanakan wudhu. Beberapa siswa masih terlihat asal-asalan, belum sesuai urutan, dan terdapat bagian yang belum terkena air. Oleh karena itu, salah satu upaya memberikan pendampingan belajar tata cara berwudhu dengan menggunakan media pembelajaran yang inovatif dan menarik perhatian siswa. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk multimedia interaktif tata cara berwudhu sebagai pendamping guru saat mengajarkan tata cara berwudhu agar mampu menarik perhatian dan minat belajar anak. Pengembangan multimedia interaktif dikembangkan melalui adaptasi langkah dalam Sugiyono yang mulanya terdapat 10 langkah menjadi tujuh langkah, yakni: observasi dan pengumpulan informasi, perencanaan, desain produk, validasi produk, revisi produk awal, uji coba kelompok kecil, revisi produk akhir. Subyek uji coba produk terdiri dari ahli media, ahli materi, ahli praktisi dan uji coba kelompok kecil yang terdiri dari lima siswa tunarungu kelas V SDLB B-C Kepanjen. Hasil pengembangan produk menunjukkan bahwa multimedia interaktif tata cara berwudhu dikategorikan valid, sangat layak dan efektif untuk digunakan sebagai media penunjang pembelajaran berwudhu siwa tunarungu. Hasil validasi produk diketahui sebagai berikut: (1) ahli media, sangat layak (94%); (2) ahli materi, sangat layak (93%); (3) praktisi, sangat layak (90%); (4) uji coba kelompok kecil,efektif(79,5%). Kesimpulan pada penelitian ini yakni dihasilkan produk yang valid, sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran siswa tunarungu kelas V SDLB B-C Kepanjen. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan lebih menginovasi desain visual media dan memperluas subjek sasarannya.ABSTRACTKhoiroh, Armi Diah Ayu Miftakhul. 2019. Developing Interactive Multimedia on the Procedure of Ablutionfor Deaf Children at Fifth Grade of SDLB B-C Kepanjen. Thesis. Department of Special Education, Faculty of Education, University State of Malang. Advisors: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, (2) Sopingi, S.Sos., M.Pd.Keywords:Procedures ofAblution,Interactive Multimedia,Deaf ChildrenIslamic learning needs to be taught to children early so that students can apply the learning and practice it in daily life. One of the religious learning that needs to be given to children for daily application is the procedure for purification. There are three types of cleansing methods, one of which is ablution. Case studies conducted at the SDLB B-C Kepanjen Malang, there are still some students who are not perfect in performing ablution. Some students still look careless, not in the order, and there are parts that have not been exposed to water. Therefore, one of the efforts to provide assistance is learning how to perform ablution by using innovative learning media and attracting students attention. The purpose of this study is to produce interactive multimedia products for ablution as a teacher’s companion when teaching ablution procedures to be able to attract attention and interest in children’s learning. Interactive multimedia development was developed through the adaption of steps in Sugiyono which initially had 10 steps into seven steps, namely: observation and information gathering, planning, product design, product validation, initial product revision, small group trials, final product revisions. The product trial subjects consisted of media experts, material experts, practitioner experts and small group trials consisting of five deaf students of fifth class at SDLB B-C Kepanjen. The results of product development show that interactive multimedia procedures for ablution are categorized as valid, very feasible and effective to be used as a medium to support learning of deaf student ablution. The results of product validation are known as follows: (1) media experts, very feasible (94%); (2) material experts, very feasible (93%); (3) practitioners, very feasible (90%); (4) test try small group, effective (79,5%). The conclusion of this research is that a valid product is produced, so that it is appropriate to be used in the learning process of deaf students in fifth grade at SDLB B-C Kepanjen. Suggestions for future researchers are expected to further innovate visual media design and expand the target subject
Penerapan Metode Field Trip Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi Pada Siswa Tunarungu di SMPLB-B YPTB Malang
ABSTRAK Wati, Fuziana Furi, 2019. Penerapan Metode Field Trip Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi Pada Siswa Tunarungu di SMPLB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. M. Shodiq AM. M.Pd, (II) Dr. Henry Praherdhiono. S.Si, M.Pd Kata kunci : Metode Field Trip, Tunarungu, Karangan Deskripsi Tunarungu merupakan kondisi tidak berfungsinya organ pendengaranb sehingga mengakibatkan kehilangan pendengaran yang berdampak pada kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, anak sulit mengasosiasi pengetahuan baru sehingga mengalami keterlambatan dalam belajar terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan metode yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan anak yaitu metode Field Trip untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi anak tunarungu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) meningkatkan aktivitas dalam proses pembelajaran menulis karangan deskripsi (2) meningkatkan kemampuan dalam menulis karangan dekripsi sesuai dengan penyusunan Subjek, Predikat, Objektif dan Keterangan pada siswa tunarungu di SMPLB-B YPTB Malang (3) mengetahui perbedaan hasil belajar, sebelum dan sesudah diterapkannya metode pembelajaran dengan Field Trip. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan model penelitian One Group Pretest Posttest Design. Sampel dari penelitian ini adalah kelas VII dan VIII (10 siswa) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia (Tematik). Teknik pngumpulan data dengan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukan adanya perbedaan hasil belajar. Rata-rata nilai di kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional 47,5 dan kelas eksperimen 78 diuji menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian menghasilkan keputusan hipotesis menggunakan uji Wilcoxon yaitu H0 ditolak sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan metode field trip dalam menulis karangan deskripsi dapat mempengaruhi hasil belajar siswa secara signifikan dibandingkan dengan prnggunaan metode konvensional. Penerapan metode Field Trip meningkatkan kreativitas siswa dalam menuliskan cerita sesuai dengan kenyataan yang ada dan akan berpengaruh pada pengetahuan anak pada jenjang pendidikan selanjutnya
PENGARUH PEMANFAATAN BAHAN AJAR CETAK DITAMBAH TESAURUS ONLINE SEBAGAI ELECTRONIC PERFORMANCE SUPPORT SYSTEM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA KULIAH TEKNOLOGI JARINGAN MAHASISWA TEP UM ANGKATAN 2010
ABSTRAKToto, Suharto, Bachtiar. 2012. Pengaruh Bahan Ajar Cetak Ditambah Thesaurus Online Sebagai Electronic Performance Support System Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Kuliah Teknologi Jaringan Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang Angkatan 2010.Skripsi, JurusanTeknologiPendidikan, FakultasIlmuPendidikan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Sulton, M.Pd, (2) YerrySoepriyanto, S.T, M.T Kata Kunci : Pengaruh, Bahan Ajar Cetak ditambah Thesaurus Online, Hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan bahan ajar cetak (buku teks) ditambah Tesaurus Online sebagai Electronic Performance Support Systemdengan yang hanya menggunakan bahan ajar cetak (buku teks) terhadap hasil belajar mahasiswa mata kuliah Teknologi Jaringan jurusan TEP UM.Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen.Subyek penelitian adalah mahasiswaTeknologi Jaringan Jurusan Teknologi Pendidkan UM angkatan 2010.Sumberdata yaituTeshasilbelajar.Hasil penelitian bahwa nilai t hitung = 3,811 >dari t tabel 2,039 yang berarti bahwa t hitung diterima makaH1 terima, sehingga terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang memanfaatkan bahan ajar cetak (buku teks) dan thesaurus online dengan mahasiswa yang hanya memanfaatkan bahan ajar cetak (buku teks) pada kuliah online matakuliah Teknologi Jaringan Jurusan Teknologi Pendidikan angkatan 2010. Nilai rata – rata nilai tes (post test) dari masing – masing kelas yaitu, 79,51 pada kelas eksperimen dan 71,12pada kelas kontrol. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan menggunakan bahan ajar cetak (buku teks) dan tesaurus online hasil belajar siswa lebih baik di banding dengan yang hanya mengunakan bahan ajar cetak (buku teks)