SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Media Corong Hitung Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita Ringan SLB PGRI Dlanggu Mojokerto
ABSTRAK Lestari, Dhiranti Byar. 2017. Pengaruh Penggunaan Media Corong Hitung Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita Ringan SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Usep Kustiawan, M. Sn. Kata Kunci : Corong Hitung, Kemampuan Berhitung, Tunagrahita Anak tunagrahita ringan merupakan anak yang memiliki tingkat intelegensi di bawah rata-rata atau di bawah anak normal. Tingkat intelegensi yang rendah ini, mengakibatkan masalah yang sangat kompleks dalam kehidupan sehari-hari salah satunya bidang matematika. Anak tunagrahita ringan memerlukan media pembelajaran. Media corong hitung merupakan media pembelajaran visual yang akan membuat siswa tunagrahita tertarik dalam pembelajaran matematika. Tujuan dilaksanakan peneltian ini adalah 1) Mendeskripsikan kemampuan berhitung siswa tunagrahita sebelum diberikan media corong hitung, 2) Mendeskripsikan kemampuan berhitung siswa tunagrahita sringan sesudah diberikan media corong hitung, 3) Mendeskripsikan pengaruh media corong hitung terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita ringan di SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One group pre test post test design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III tunagrahita ringan di SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Sedang sampel berjumlah 5 siswa. Teknik pengumpulan data kemampuan berhitung siswa tunagrahita ringan menggunakan tes tertulis dengan bentuk 12 soal subjektif dan 3 soal objektif untuk penjumlahan dan jumlah yang sama untuk pengurangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini diawali dengan merancang instrumen, memberikan pretest lalu melakukan treatment dengan menggunakan media corong hitung, dan tahap akhir memberikan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik non parametrik Sign Test Wilcoxon dikarenakan jumlah subjek penelitian taraf signifikansi 5 % maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh media corong hitung terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita ringan di SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Kesimpulan penelitian adalah terdapat Pengaruh Media Corong Hitung Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita Ringan di SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Saran untuk guru, diharapkan menggunakan media corong hitung agar tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal. ABSTRACT Lestari, Dhiranti Byar. 2017. The Effects of Funnel Count Media toward the ability of Count for Students with Mild Intellectual Disabilities in the SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Undergrate Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education, State University of Malang. Advisors: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn Keywords : Funnel Count Media, Ability of Count, Low of Intellectual Disabilities A child with Mild of Intellectual Disabilities has got intelligence disorder because IQ below the average normal children. This Low of Intellectual Disorder resulting complex problem in the daily life, one of Math. A child with Low of Intellectual Diasabilities need a special learning that is useful in clarifying the learning of Mathematics.One of provides learning using Funnel Count Media. Funnel Count Media is a visual learning media that will make students interested in learning mathematics. Because of students interest is expected to increase numeracy skills. The purpose of this research were to describe: (1) The ability of count of student with Mild Intellectual Disabilities before being given funnel count media (2) The ability of count of student of Mild Intellectual Disabilities after being given funnel count media (3)The ability of the effects of funnel count media toward the ability of count for students with Mild Intellectual Disabilities in the SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. This research uses One Group Pretest Posttest Design. The population were all of students with Mild of Intellectual Disabilities in the Class III of SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Then, Sample were 5 students. The instrument was test with the form of 12 subjective subjects and 3 objective questions for the sum and the same amount for the substraction. Collecting data was began by designing the instrumen, giving srtudents a pretest to provide treatment that was in ability of count by using funnel count media and the final stage was posttest. Data analysis technique used statistical non parametrik SignTest Wilcoxon due to the number of research subjects sig 5 % then Ho rejected and Ha accepted. Meaning that there are significant of Funnel Count Media towards the Ability of Count for students with Mild Intellectual Disabilities in the SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. The conclusion of this research indicate that there are the effects of funnel counts media towards the ability of count for students with Mild Intellectual disabilities in the SLB PGRI Dlanggu Mojokerto. Suggestion for the teacher is expected to apply funnel count media well in the learning process so that the goal is maximized.
Pengembangan Permainan Magic Square Berbasis Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Siswa Tunagrahita Ringan SMPLB Negeri Kedungkandang
ABSTRAK Anak tunagrahita merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang berhak mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya. Pembelajaran matematika adalah salah satu pendidikan paling dasar yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Anak tunagrahita perlu diajarkan pendidikan matematika, supaya memiliki pengetahuan dasar tentang penjumlahan dan pengurangan agar dapat membekali individu pada kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran penyampaian materi pembelajaran yang digunakan oleh guru kepada siswa untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam proses pembelajaran demi mencapainya tujuan pembelajaran. Keberadaan media pembelajaran membuat siswa lebih mudah menerima materi. Media pembelajaran yang saat ini dikembangkan adalah multimedia interaktif. Contoh multimedia interaktif yaitu permainan/game. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan magic square yang lebih menarik dan menyesuaikan kebutuhan siswa, dapat memudahkan siswa dalam pengerjaan materi penjumlahan dan pengurangan,mengetahui kelayakan media yang telah dibuat melalui validasi ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran ABK. Permainan magic square adalah permainan berupa kotak yang berisi angka-angkat yang dijumlahkan akan menghasilkan jumlah yang sama baik secara diagonal, vertikal maupun horizontal. Pengembangan media ini menggunakan metode pengembangan Lee & Owens dengan tahapan (1) identifikasi kebutuhan, (2) desain, (3) pengembangan dan implementasi, (4) evaluasi. Subjek uji kelayakan media adalah (1) ahli media, (2) ahli materi, (3) ahli pembelajaran ABK. Subjek uji coba lapangan yang terdiri dari 2 siswa tunagrahita kelas VIII di SMPLB Negeri Kedungkandang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pengembangan media pembelajaran menggunakan permainan magic square memiliki kriteria sangat layak dengan perolehan presentase sebesar 98% dari ahli materi, sebesar 82& dari ahli materi, sebesar 82% dari ahli pembelajaran ABK, sehingga media yang dikembangkan menjadi sangat menarik
Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Vokasional Sekolah Luar Biasa (studi kasus di SLB Negeri Penujak Kabupaten Lombok Tengah)
ABSTRAK Muatan lokal merupakan kegiatan kurikulum kegiatan kurikuler untuk mengembangkan potesni daerah yang disesuaikan dengan ciri khas dan kebutuhan daerah. Terutama impelementasi kurikulum yang ada di Sekolah Luar Biasa sangat menarik untuk dikaji.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi kurikulum muatan lokal di SLB Negeri Penujak baik aspek (1) Pengembangan Kurikulum muatan lokal (2) Pelaksanaan Kurikulum muatan lokal (3) Penilaian dan Tindak lanjut dan (4) faktor yang menghambat kegiatan implementasi kurikulum.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan oleh peneliti mengacu pada pendapat Miles dan Hubernan meliputi langkah: (1) Reduksi data (Reduction), (2) Penyajian Data (Display data) dan (3) Kesimpulan atau Verifikasi data (Conclusion and Drawing/Verification). Untuk mengecek keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan Trianggulasi Data dan member check.Hasil penelitian menunjukkan; (1) Pengembangan kurikulum muatan lokal telah dilakukan dengan beberapa komponen, yaitu mengidentifikasi kebutuhan daerah, menentukan fungsi kurikulum, menentukan bahan kajian kurikulum, jenis muatan lokal, tujuan kurikulum, dan proses pengorganisasian (2) Implementasi kurikulum yaitu persiapan materi, metode, instruktur, sarana dan prasarana (3) Penilaian tes dan non tes sedangkan tindak lanjut berupa kerja sama dengan pihak luar sekolah (4) Hambatan dalam pelaksanaan kurangnya tenaga kerja, alat,bahan dan motivasi siswa. Kesimpulan penelitian adalah sekolah SLB Negeri Penujak melaksanakan kurikulum melalui proses pengembangan kurikulum, pelaksanaan kurikulum penilaian dan tindak lanjut walaupun masih banyak mengalami kendala. Rekomendasi penting disarankan yaitu: (1) Pemerintah membuat kebijakan baru merekrutmen guru bidang studi muatan lokal, menyusun anggaran dana untuk kurikulum muatan lokal (2) Kepala Tata Usaha sekolah lebih memperluas jaringan kerjasama untuk mempromosikan dan memasarkan karya siswa melalui social media (3) Guru Keterampilan hendaknya membuat perencanaan yang sistematis dan kreativ dalam mengelola kegiatan pembelajaran sehingga siswa tidak jenuh
Pengaruh Permainan Kartu Kata Bergambar Terhadap Kemampuan Daya Ingat Siswa Tunagrahita Ringan Kelas VI di SLB BC Kepanjen Malang
ABSTRAK Huda, Hisbulloh. 2017. Pengaruh Permainan Kartu Kata Bergambar Terhadap Kemampuan Daya Ingat Pada Siswa Tunagrahita Ringan di SLB BC Kepanjen Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd (2) Dra. Sudarsini, M.Pd. Kata kunci : Tunagrahita, Permainan Kartu Kata Bergambar, Daya Ingat. Tunagrahita adalah anak yang mengalami gangguan mental dan kecerdasan di bawah rata-rata (di bawah normal), sehingga dalam proses pembelajarannya membutuhkan layanan secara spesifik. Di sisi lain anak tunagrahita memiliki lemah ingatan, sehingga diperlukan modifikasi dalam pembelajarannya untuk memudahkan dalam mengingat dan membuatnya tidak bosan. Permainan kartu kata bergambar berguna untuk membantu peserta didik mengingat apa yang telah dipelajari. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah kemampuan daya ingat siswa tunagrahita ringan kelas VI di SLB BC Kepanjen Malang sebelum diberikan permainan kartu kata bergambar? (2) Bagaimanakah kemampuan daya ingat siswa tunagrahita ringan kelas VI di SLB BC Kepanjen Malang setelah diberikan permainan kartu kata bergambar? (3) Apakah ada pengaruh permainan kartu kata bergambar terhadap kemampuan daya ingat siswa tunagrahita ringan kelas VI di SLB BC Kepanjen Malang?. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan populasi dan sampel, variabel bebas dan terikat, instrument penelitian, validasi, pengumpulan data, analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan data hasil pretest dan posttest, uji hipotesis. Hasil temuan penelitian ini adalah adanya pengaruh permainan kartu kata bergambar terhadap kemampuan daya ingat siswa tunagrahita ringan di SLB BC Kepanjen Malang. Adapun hasil perhitungan Uji Wilcoxon diperoleh nilai Thitung= 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 7 (jumlah sampel) dari daftar uji Wilcoxon dan diperoleh Ttabel= 4. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Hi diterima, sebab Thitung (0) ≤ Ttabel (4). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil nilai rata-rata pre-test yaitu 62 dan hasil nilai rata-rata post-test yaitu 89. Jadi, terdapat pengaruh permainan kartu kata bergambar terhadap kemampuan daya ingat siswa tunagrahita ringan. Saran: (1) untuk guru diharapkan penerapan permainan kartu kata bergambar bukan hanya untuk pembelajaran IPS saja, tetapi bisa juga untuk pembelajaranIPAatau yang lainnya (2) untuk sekolah diharapkan mengembangkan metode permainan dan menyediakan media kartu kata bergambar untuk pembelajaran siswa
Penggaruh Media Flipchart terhadap Kemampuan Bercerita Siswa Tunagrahita Kelas III di SDLB Bhakti Luhur Malang
ABSTRAK Sari, Ravelia Saktia. 2016. Penggaruh Media Flipchart terhadap Kemampuan Bercerita Siswa Tunagrahita Kelas III di SDLB Bhakti Luhur Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik D. Astuti, M.Pd, (2) Dr. Asim, M.Pd. Kata Kunci : Flipchart, Kemampuan Bercerita, Tunagrahita Ringan Kemampuan bercerita pada siswa berbeda-beda. Pada siswa kelas rendah cenderung baik menggunakan media kongkret dan dalam bentuk gambar sebagai alternatif lain. Siswa cenderung kurang konstan dalam mengikuti pembelajaran. Menggunakan media pembelajaran dapat menjadi alternatif dalam materi pembelajaran bercerita. Flipchart dapat digunakan sebagai media pembelajaran bercerita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bercerita siswa tunagrahita kelas III sebelum menggunakan media flipchart di SDLB Bhakti Luhur Malang, kemampuan bercerita siswa tunagrahita kelas III setelah menggunakan media flipchart di SDLB Bhakti Luhur Malang, dan pengaruh penggunaan media flipchart terhadap kemampuan bercerita siswa tunagrahita kelas III. Metode penelitian ini adalah pre-eksperimental. Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design uji Wilcoxon Matched Pairs, kemudian diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS 16.0 for Windows.Hasil validasi ahli media 91.25 dan validasi materi adalah 95. Hasil rata-rata pretest menunjukkan 78,2. Hasil posttest yaitu 92,8. Berdasarkan hasil rata-rata tersebut, diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil rata-rata nilai dari 5 siswa. Penggunaan Uji Wilcoxon Matched Pairs menunjukkan hasil ≤ T tabel, yaitu 0 ≤ 1. Taraf nyata yang digunakan adalah α= 0,05. Hasil uji Wilcoxon Matched Pairs menunjukkan bahwa Hₒ di tolak. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan keterampilan bercerita siswa tunagrahita kelas III sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan menggunakan media flipchart. Saran bagi guru yaitu menggunakan media flipchart untuk melatih kemampuan bercerita siswa tunagrahita ringan. Saran untuk peneliti adalah menggunakan media flipchart untuk pembelajaran lain.  
PENGARUH MEDIA COUNTING BOARD TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDLB IDAYU 2 KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Khoiriyah, Putri Almira. 2017. Pengaruh Media Counting Board Terhadap Kemampuan Berhitung Anak Tunagrahita Ringan di SDLB IDAYU 2 Kabupaten Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd (II) Pramono, S.Pd, M.Or Kata Kunci :Media Counting Board, Kemampuan Berhitung Penjumlahan, Tunagrahita. Anak tunagrahita ialah anak berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual atau fungsi kognitif. Hambatan tersebut menjadikannya kesulitan dalam berpikir abstrak. Operasi hitung penjumlahan bersifat abstrak karena berhubungan dengan symbol dan angka–angka. Materi penjumlahan tersebut diajarkan pada anak tunagrahita kelas II di sekolah dasarluarbiasa. Anak tunagrahita di SDLB IDAYU 2 Kabupaten Malang kesulitan untuk melakukan operasi hitung penjumlahan. Keterbatasan media menjadikan anak tunagrahita kesulitan untuk mempelajari operasi hitung penjumlahan. Melihat kondisi demikian peneliti menawar kansolusi berupa penggunaan media counting board. Media counting board merupakan media pembelajaran yang interaktif karena melibatkan siswa secara langsung dan memiliki tampilan visual yang menarik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh media counting board terhadap kemampuan berhitung anak tunagrahita kelas II di SDLB IDAYU 2 kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimenkuasi dengan desain penelitian one group pretest and posttest. Penelitian ini melibatkan 5 orang siswa tunagrahita kelas II SD sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data pada penelitian berupa 20 soal tes tulis dan 10 soal tes lisan. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Data yang di analisis merupakan data hasil pretest dan posttest. Hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh T_hitung= 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05dan n = 5 (jumlah sampel) dari daftar uji Wicoxon diperoleh T_tabel= 1. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa H_i diterima dan H_o ditolak, sebab T_(hitung (0)) ≤ T_(tabel (1)). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media counting board memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berhitung anak tunagrahita ringan di SDLB IDAYU II Kabupaten Malang. ABSTRACT Khoiriyah, PutriAlmira. 2017. The Influence of Counting Board Media Againts Arithmetic Ability of Mild Mental Retardation Children in SDLB IDAYU 2 Malang, Skripsi. Special Education Departement, Faculty of Education, State University of Malang, counselors: (1) Dra. WiwikDwiHastuti, S.Pd, M.Pd (II) Pramono, S.Pd, M.Or Keywords : Counting Board, Sum Arithmetic Operation, Mental Retardation. Mental Retardation childare children with special needs with intellectual barriers or cognitive function. These obstacles make it difficult to think abstractly. The sum arithmetic operation is abstract because it relates to symbols and numbers. The summation material is taught to children with grade 2 mental retardation in extraordinary elementary school. Mental retardation children in SDLB IDAYU 2 Malang difficult to perform sum arithmetic operations. Media limitations make the child's difficult to study the sum arithmetic operation. Seeing this condition researchers offer solutions in the form of use of media counting board. Counting board Media is an interactive learning media because it involves students directly and has an interesting visual appearance. This research was conducted to find out how the influence of counting board media on the ability of counting of second grade mental retardation children in SDLB IDAYU 2 Malang. This research uses pre-experimental experiment research method with one group pretest and posttest research design. This study involved 5 students tunagrahita grade 2 as the subject of research. Data collection on the research was 20 questionnaires and 10 oral test questions. Data analysis using Wilcoxon Test. The data in the analysis is the result of pretest and posttest data.Wilcoxon test results obtained T_hitung= 0. The critical value for the Wilcoxon test α = 0.05 and n = 5 (sample number) from the Wicoxon test list obtained T_tabel= 1. From the calculation it is stated that is accepted and H_i is rejected, because T_hitung(0) ≤ T_tabel (1). Based on these results it can be concluded that the counting board media gives a significant influence on the ability to arithmetic ability for mild mental retardation children in SDLB IDAYU II Malang
Pengaruh Metode Discrete Trial Training (DTT) Terhadap Kemampuan Berbicara di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Amalia, Izza. 2017. Pengaruh Metode Discrete Trial Training (DTT) Terhadap Kemampuan Berbicara di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Shodiq AM, M.Pd (II) dr. Agung Kurniawan, M. Kes Kata Kunci : Autis, Metode Discrete Trial Training, Keterampilan berbicara Siswa autis merupakan siswa yang mengalami hambatan berinteraksi sosial dan komunikasi sehingga menyebabkan kesulitan dalam berbicara. Untuk menangani kesulitan berbicara tersebut salah satunya dapat digunakan metode discrete trial training. Metode discrete trial training (DTT) merupakan penerapan dari prinsip-prinsip metode Applied Behavior Analysis yang terstuktur untuk mengajarkan kemampuan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan berbicara sebelum diberikan metode discrete trial training, (2) mendeskripsikan kemampuan berbicara setelah diberikan metode discrete trial training, dan (3) mendeskripsikan pengaruh metode discrete trial training terhadap kemampuan berbicara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SLB Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Research (SSR) desain A-B-A-B. Instrumen yang digunakan adalah lembar soal lisan berjumlah 25 soal dengan skor tertinggi 4 dan skor terendah 1 , Analisis data menggunakan teknik analisis visual bentuk grafik dalam kondisi dan analisis visual bentuk grafik antar kondisi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi baseline-1 (A1) kemampuan berbicara menunjukkan skor rata-rata sebesar 67,8, hasil ini dapat dikategorikan rendah, dan hasil pada kondisi intervensi-1 (B1) kemampuan berbicara menunjukkan skor rata-rata 86,4, hasil ini dapat dikategorikan sedang, hasil kondisi baseline-2 (A2) menunjukkan skor rata-rata sebesar 95,5, hasil ini dapat dikategorikan tinggi, dan hasil kondisi intervensi-2 (B2) menunjukkan skor rata-rata 97,6, hasil ini dapat dikategorikan sangat tinggi. Dari hasil setiap kondisi, data overlap yang diperoleh sebesar 0 %, hal ini menunjukkanbahwa metode discrete trial training (DTT) berpengaruh terhadap kemampuan berbicara siswa autis. metode Discrete Trial Training memiliki pengaruh terhadap kemampuan berbicara siswa autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Saran yang diberikan adalah: 1) guru diharapkan menerapkan metode dicsrete trial training untuk meningkatkan keterampilan lain, karena metode ini sangat baik dan terstruktur, 2) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan metode discrete trial training terhadap target behavior lainnya dan dengan penggunaan media yang bervariasi sebagai pelengkap metod
pengaruh kegiatan bermain playdough terhadap kemampuan motorik halus dalam menulis permulaan peserta didik ADHD di SLB Idayu 2 pakis kab malang
Kurangnya kreativitas dan media merupakan faktor penyebab rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengembangkan kemampuan yang dapat dikembangkan pada usia dini. Salah satu contohnya yaitu pada peserta didik ADHD yang disertai dengan gangguan kesulitan belajar menulis. Kegiatan menulis memerlukan kinerja motorik halus, apabila kemampuan motorik halus peserta didik rendah itu disebabkan karena kurangnya latihan untuk mengembangkan kemampuan motorik halusnya. Salah satu media yang dapat melatih kemampuan motoriknya salah satunya dengan media playdough. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang : 1) kemampuan peserta didik sebelum diberikan intervensi menggunakan media playdough, 2) kemampuan peserta didik setelah diberikan intervensi menggunakan media playdough, dan 3) pengaruh media playdough terhadap kemampuan motorik halus dalam menulis permulaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Single Subject Research (SSR) dengan model desain A-B-A. Subjek penelitian menggunakan satu siswa dengan hambatan ADHD berusia 6 tahun di pusat terapi autis SLB Idayu 02 Pakis Kab Malang. Analisis data yang digunakan adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan perolehan mean level meningkat dari baseline-1 sebesar 60,4 sedangkan mean level pada kondisi intervensi yaitu sebesar 82,2 dan baseline-2 sebesar 74,4. Selain itu, persentaseoverlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi sebesar 0%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain playdough berpengaruh terhadap kemampuan motorik halus dalam menulis permulaan peserta didik. Adapun saran bagi guru dari penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pengaruh Metode Bermain Peran (Role Playing) Terhadap Kemampuan Berhitung Bagi Tunagrahita di SLB Aisyiyah Krian
ABSTRAK Hikmah, Galoh Rahmawati. 2017. Pengaruh Metode Bermain Peran (Role Playing) Terhadap Kemampuan Berhitung Bagi Tunagrahita di SLB Aisyiyah Krian, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd (II) Dr. Asim, M. Pd Kata Kunci : Tunagrahita, Metode Bermain Peran, Kemampuan Berhitung Penjumlahan. Anak tunagrahita merupakan anak dengan hambatan kecerdasan yang dibawah rata-rata, dengan keterbatasannya maka akan menghambat kecerdasan akademiknya, seperti pembelajaran berhitung khususnya penjumlahan dan pengurangan. Kemampuan berhitung penjumlahan merupakan kemampuan menggabungkan dua bilangan atau lebih, sedangkan mengurangi artinya mengambil dua bilangan atau lebih. Materi penjumlahan dan pengurangan tersebut diajarkan pada anak tunagrahita kelas VIII sekolah luar biasa. Anak tunagrahita di SLB Aisyiyah Krian kesulitan untuk melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Kurangnya model pembelajaran yang dilakukan disekolah mengakibatkan siswa kurang aktif dalam belajar. Salah satu model pembelajaran yang cocok bagi tunagrahita adalah model bermain peran (role playing). Model bermain peran adalah model pembelajaran yang mana siswa diharuskan untuk aktif dalam melakukan pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran bermain peran (role playing)dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak tunagrahita kelas VIII SLB Aisyiyah Krian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model bermain peranterhadap kemampuan berhitung anak tunagrahita kelas VIII SLB Aisyiyah Krian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi dengan desain penelitian one group pre-test and post-test. Penelitian ini menggunakan 7 siswa tunagrahita kelas VIII sebagai subjek penelitian. Pengemupulan data pada penelitia berupa 10 soal tes tulis dan 8 soal tes lisan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Data yang di analisis menggunakan uji Wilcoxon adalah data hasil pre-test dan post-test. Hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh niali = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dari daftar uji Wicoxon diperoleh = 4. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa diterima dan ditolak, sebab ≤ . Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model bermain peran (role playing)terhadap pengaruh yang signifikan dengan kemampuan berhitung anak tunagrahita ringan di SLB Aisyiyah Krian
Penggunaan Media Kartu Tanda Baca dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Sederhana Siswa Tunagrahita Kelas XII SMALB YP2 Kedungkandang
ABSTRAK Maulana, Lintang Achmad. 2017. Penggunaan Media Kartu Tanda Baca dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Sederhana Siswa Tunagrahita Kelas XII SMALB YP2 Kedungkandang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd dan (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata Kunci: media kartu tanda baca, menulis sederhana, tunagrahita Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata- rata sejak lahir atau pada usia muda sehingga mengalami kesulitan pada setiap fase tugas perkembangannya. Media pembelajaran yang digunakan dalam menulis sederhana harus dapat merangsang siswa untuk dapat menulis kalimat menggunakan tanda baca dengan baik dan benar. Media pembelajaran yang cocok untuk permasalahan siswa tunagrahita sekolah menengah atas adalah media kartu tanda baca. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses penggunaan media kartu tanda baca, dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis sederhana siswa tunagrahita kelas XII SMALB YP2 Kedungkandang menggunakan media kartu tanda baca. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian PTK. PTK merupakan salah satu bentuk penulisan karya ilmiah. PTK bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran didalam kelas yang dilakukan secara bersiklus. Dalam penelitian ini peneliti bertindak perencana tindakan, pengumpul data, menganalisis data, dan sebagai pelapor hasil analisis data. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita kelas XII SMALB YP2 Kedungkandang. Pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan rubrik penyekoran menulis sederhana siswa. Pada tahap analisis data, peneliti melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian ini terdapat 2 tahap yaitu tahap pra tindakan atau persiapan dan pelaksanaan tindakan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan media kartu tanda baca dapat berjalan sesuai dengan langkah yang telah ditentukan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pada siklus I pertemuan 1 ke pertemuan 2 terdapat peningkatan dalam aktivitas belajar sebesar 33%. Dan pada siklus II pertemuan 1 ke pertemuan 2 terdapat peningkatan dalam aktivitas belajar sebesar 34%. Berdasarkan peningkatan tersebut dalam penggunaan media dilakukan perbaikan pada siklus I. Siklus I penggunaan media dilakukan secara berkelompok. Penggunaan media pada siklus I kurang efektif maka dilakukan perbaikan pada siklus II. Siklus II penggunaan media dilakukan secara individu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media kartu tanda baca dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memahami materi pembelajaran menulis kalimat sederhana. Dengan demikian, diharapkan guru dapat menggunakan media kartu tanda baca untuk meningkatkan kemampuan menulis sederhana siswa. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penggunaan media kartu tanda baca dan perbaikan media kartu tanda baca untuk penggunaan yang lebih luas.