SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI AUDITORY VERBAL THERAPY DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BAGI ANAK TUNARUNGU
ABSTRAK Tunarungu merupakan kondisi dimana seseorang mengalami ganggguan pada pendengaran sehingga sulit untuk berkomunikasi. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu anak berkesempatan untuk mendengar dan berbicara melalui Auditory Verbal Therapy (AVT) sehingga diharapkan dapat berkomunikasi seperti anak reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyusunan, pelaksanaan dan hambatan pada program Auditory Verbal Therapy (AVT) dalam pembelajaran bahasa bagi anak tunarungu di UPTD Anak Berkebutuhan Khusus Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang mana peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian ini yakni orang tua tidak dilibatkan dalam proses terapi diruangan melainkan disubtitusikan melalui teman sebaya dan lingkungan yang nyaman. Berdasarkan hasil temuan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Auditory Verbal Therapy dapat dilakukan tanpa melibatkan orang tua pada pelaksanaan terapi di dalam ruangan, tetapi tetap terlibat dalam menjalin komunikasi dengan terapis untuk menentukan tujuan yang sama bagi perkembangan bahasa anak
Pengaruh Permainan Media Jam Analog Terhadap Kemampuan Mengenal Satuan Waktu Anak Tunagrahita Ringan SLBS BCG Idayu 1 Malang
ABSTRAK Anak Tunagrahita adalah anak yang memiliki hambatan dalam enyelektualnya. Subjek dalam penelitian ini adalah anak tunagrahita ringan di SLBS BCG Idayu 1 Kota Malang. Konsep mengenal satuan waktu dalam penelitian ini adalah mengenalkan satuan waktu dengan tujuan anak bisa membaca jam. Pembelajaran matematikan pada anak tunagrahita hendaknya menggunakan media yang dikemas dalam bentuk permainan untuk memudahkan siswa mengenal satuan waktu, salah satunya dengan menggunakan permainan media jam analog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan mengenal satuan waktu anak tunaghrahita ringan sebelum menggunakan permainan media jam analog (2) kemampuan mengenal satuan waktu anak tunagrahita ringan sesudah menggunakan permainan media jam analog (3) pengaruh permainan media jam analog terhadap kemampuan mengenal satuan waktu anak tunagrahita ringan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desai penelitian One Group Pretest-Posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh anak tunagrahita ringan SLBS BCG Idayu 1 Malang yang berjumlah 6 anak. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat diketahui (1) kemampuan mengenal satuan waktu anak sebelum menggunakan permainan media jam analog memperoleh rata-rata nilai 53.75 (2) kemampuan mengenal satuan waktu anak sesudah menggunakan permainan media jam analog memperoleh rata-rata nilai 72.91 (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan permainan media jam analog terhadap kemampuan mengenal satuan waktu anak tunagrahita ringan. Kesimpulan penelitian ini adalah terda[at pengaruh permainan media jam analog terhadap kemampuan mengenal satuan waktu anak tunagrahita ringan. Berdasarkan hasil yang diperoleh guru dapat menggunakan permainan media jam analog serta dapat menjadi inovasi untuk peneliti berikutnya
PENGEMBANGAN MEDIA LABIRIN UNTUK MENINGKATKAN PEMBENTUKAN MIND MAP PADA PESERTA DIDIK TUNANETRA DALAM MELAKUKAN ORIENTASI DAN MOBILITAS DI SMALB NEGERI PANDAAN
ABSTRAK Rizkianto. 2017. Pengembangan Media labirin Untuk Meningkatkan Pembentukan Mind Map Pada Peserta Didik Tunanetra Dalam Melakukan Orientasi & Mobilitas di SMALB Negeri Pandaan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd. Kata kunci: tunanetra, labirin, mind map, orientasi dan mobilitas Orientasi dan mobilitas termasuk program khusus yang bersifat abstrak, sehingga guru membutuhkan media pembelajaran yang tepat dalam mengajarkannya kepada peserta didik tunanetra. Modifikasi media dubutuhkan dalam proses pembelajaran agar peserta didik tunanetra dapat menerima materi orientasi dan mobilitas dengan mudah. Permasalahan pada penelitian ini adalah keterbatasan media dalam penyampaian materi komponen khusus orientasi meliputi compass direction, numbering system,dan clue. peserta didik tunanetra hanya menyimak materi yang disampaikan guru sehingga mereka kesulitan dalam mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Media yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah media labirin, yaitu media berbentuk papan dengan ciri khas adanya tanda0tanda timbul. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media labirin untuk meningkatkan pembentukan mind map pada peserta didik tunanetra dalam melakukan orientasi dan mobilitas di SMALB Negeri Pandaan dengan mengadaptasi model pengembangan dari Borg and Gall yang meliputi 10 langkah dan disederhanakan menjadi 7 langkah. Subjek uji coba produk terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran ABK, serta 2 peserta didik tunanetra di SMALB Negeri Pandaan. Hasil penelitian ini 1) ditunjukkan melalui nilai validasi sebagai berikut: 1) nilai validasi ahli media sebesar 82,5% (Sangat Layak), 2) nilai validasi ahli materi sebesar 77,5% (Layak), dan 3) nilai validasi ahli pembelajaran ABK sebesar 90% (Sangat Layak). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media labirin dapat digunakan oleh peserta didik tunanetra. Saran penelitian meliputi: 1) guru disarankan untuk menggunakan media labirin pada pembelajaran orientasi dan mobilitas terutama materi compass direction, numbering system, dan clue, 2) peneliti selanjutnya dengan topik pengembangan yang sama disarankan untuk mengkaji kembali media pembelajaran yang ada demi kesempurnaannya. ABSTRACT Rizkianto. 2017. The Development of Maze Media for Improving the Mind Map Establishment for students with visual impairment in Doing Orientation and Mobility at SMALB Negeri Pandaan. Research for Special Education, Faculty of Education, The State University of Malang. Advisor : (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd. Keyword: Visual Impairment, Maze, Mind Map, Orientation and Mobility Orientation and mobility are included in special programs that are abstract, so that teachers need the right learning media in teaching it to students with visual impairment. Media modification is required in the learning process so that students with visual impairment can receive orientation and mobility material easily. Problems in this research is the limited media in the delivery of special component orientation materials include compass direction, numbering system, and clue. visually impaired learners only listened to the material submitted by teachers so that they are having difficulty in applying it in everyday life. Media that can be developed to overcome these problems is the maze media, which is a board-shaped media with typical feature of embossing. The purpose of this research is to produce maze media to increase mind map formation in visually impaired learners in orientation and mobility in SMALB NegeriPandaan by adapting development model from Borg and Gall covering 10 steps and then simplified into 7 steps. The subjects of the product trial consisted of media experts, material experts, and Children with special needs learning experts, as well as 2 students with visual impairment at SMALB NegeriPandaan. The results of this study are shown through validation values as follows: 1) the media expert's validation value of 82.5% (Very Eligible), 2) the expert material validation value of 77.5% (Eligible), and 3) the validation value of the Children with special needs learning experts of 90% (Very Eligible). Based on the results of this study, it can be concluded that the maze media can be used by students with visual impairment. The research suggestions include: 1) the teacher is advised to use the maze media on orientation and mobility learning especially the compass direction, numbering system, and clue materials; 2) further researchers on the same development topics are suggested to review the existing learning media for the perfection
Pengaruh Strategi Pembelajaran Inquiry Terbimbing Melalui Pemanfaatan Smartphone Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VIII Siswa Tunarungu SMPLB-B YPTB Malang
ABSTRAK Mariana, Niky. 2018. Pengaruh Strategi Pembelajaran Inquiry Terbimbing Melalui Pemanfaatan Smartphone Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VIII Siswa Tunarungu SMPLB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohamad Efendi, M.Pd, M.Kes., (II) Dr. sihkabuden, M.Pd Kata. Kunci: Metode Inquiry, hasil belajar IPA, anak tunarungu Peserta didik tunarungu mempunyai banyak permasalahan khususnya dalam belajar. Salah satu permasalahan yang dialami di era teknologi komunikasi yang cukup berkembang adalah kurangnya pemanfaatan smartphone untuk belajar sehingga membuat siswa menggunakan smartphone hanya untuk bermain game dan eksis di sosial media, hal ini dapat mempengaruhi hasil belajar khususnya dalam penelitin ini adalah mata pelajaran IPA. Untuk meningkatkan hasil belajar IPA maka diberikan metode inquiry terbimbingmelalui pemanfaatan smartphone untuk menyampaikan materi yang tidak bisa disampaikan dengan lisan, seperti suatu proses kejadian kerusakan organ tubuh manusia yang diakibatkan oleh rokok maka dibutuhkan bantuan seperti animasi yang menjelaskan secara detail dan membuat siswa untuk lebih mudah memahami.. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar IPA sebelum dan sesudah diberikan metode inquiry terbimbing melalui pemanfaatan smartphone, dan mendeskripsikan pengaruh pemberian metode inquiry terbimbing melalui pemanfaatan smartphone terhadap hasil belajar IPA kelas VIII SMPLB YPTB Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian one group pre-test post-test. Pengambilan data dilakukan dengan test tulis melalui pre-test dan post-test. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data non parametik. Subjek terdiri dari 7 peserta didik kelas VIII SMPLB-B YPTB Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa tunarungu sebelum diberi metode inquiry terbimbing melalui pemanfaatan smartphone cenderung rendah (2) hasil belajar IPA pada siswa tunarungu sesudah diberi metode inquiry terbimbing melalui pemanfaatan smartphone mengalami peningkatan (3) adanya pengaruh penggunaan metode inquiry terbimbing melalui pemanfaatan smartphonepada peserta didik tunarungu. Penghitungan dengan menggunakan statistic non parametric memperoleh Thitung (28) > Ttabel (4), maka H0 ditolak, maka kesimpulannya adalah terdapat pengaruh dalam penggunaan metode inquiry melalui pemanfaatan smartphone Saran yang diberikan peneliti adalah (1) diharapkan guru dapat melanjutkan penerapan metode inquiry terbimbing dalam pembelajaran, dikarenakan dapat memberi pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara. (2) Bagi peneliti selanjutnya, Hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan metode inquiry terbimbing terhadap potensi lainnya sehingga nantinya dapat diketahui efektifitasnya terhadap peningkatan potensi yang dimiliki peserta didik tunarungu
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Membaca Permulaan Bagi Siswa Tunagrahita di SDLB Idayu 2 Kabupaten Malang
ABSTRAK Syamsudin, Fajar. 2018. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Membaca Permulaan Bagi Siswa Tunagrahita di SDLB Idayu 2 Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Shodiq. AM, M.Pd, (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd. Kata Kunci: Membaca Permulaan, Multimedia Pembelajaran Interaktif, Tunagrahita Membaca permulaan merupakan pondasi awal anak dalam membaca. Dalam proses pembelajaran membaca permulaan di SDLB Idayu 2 Kabupaten Malang guru menggunakan media yang dianggap kurang membuat anak tertarik dalam pembelajaran. Maka diperlukan multimedia pembelajaran guna membantu guru dalam proses mengajar dan membantu anak dalam memahami materi. Maka daripada itu penggunaan multimedia interaktif ini bisa menjadi alternatif permasalahan disekolah. Tujuan dari penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan sebuah produk multimedia interaktif yang dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan dan meningkatkan minat belajar siswa serta meningkatkan hasil belajar siswa tunagrahita di SDLB Idayu 2 Kabupaten Malang. Model rancangan pengembangan multimedia yang dilakukan menurut langkah Borg and Gall yang sudah dimodifikasi. Adapun langkah- langkah yang dilakukan sebagai berikut: 1) Penelitian dan pengumpulan data, 2) Perencanaan, 3) Pengembangan design produk awal, 4) Validasi Produk awal, 5) Revisi Produl awal, 6) Ujicoba lapangan, dan 7) Revisi produk akhir. Subyek dalam peneitian dan pengembangan ini adalah siswa tunagrahita di SDLB Idayu 2 yang belum mampu membaca permulaan. Adapun jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif materi membaca permulaan memenuhi kriteria valid yakni, ahli media 95%, ahli materi 87,5%,praktisi 95%, Hasil post-test mencapai nilai kriteria keefektifan 100% sehingga dapat dikatakan sangat efektif. Saran bagi siswa, diharapkan siswa tetap memperhatikan guru pada saat penggunaan media dan dalam proses pembelajaran yang ada di dalam kelas
PENINGKATKAN KEMAMPUAN BINA DIRI MELALUI MEDIA VIDEO PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB MUHAMMADIYAH KERTOSONO NGANJUK
RINGKASAN Lutfi,NurAfida . 2018PeningkatanKemampuanBinaDiriMelalui Model VideoPadaAnakTunagrahitaRingan Di SLBMuhammadiyahKertosonoNganjuk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Drs. Sudarsini, M.Pd. (2) Sopingi, S.Sos, M.Pd Kata kunci : media video, kemampuan bina diri, tunagrahita Tunagrahitapadadasarnyamengalamihambatandalamkemampuankognitif,koordinasimotorikdansosialisasi, namunpadaumumnyamerekadapatdiarahkankepadapendidikan yangbersifatketerampilanataukerajinantangansepertiketerampilanakupresur, tataboga, tatarias, tatabusanadanmerangkaibungasebagaibekaluntukkemandirianhidupdimasadepan.Penelitianinimenggunakan media model video. Media video berisikan video animasianak yang disertaipenjelasansingkattentangberpakaiansehinggasiswalebihaktifdanbersemangatdalam proses pembelajaranbinadiriberpakaian. Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan beberapa hal, yaitu (1) mendeskripsikan proses pelaksanaanPeningkatanBinaDiriMelalui Media Video PadaAnakTunagrahitaRingandan(2) menganalisiskeefektifan media video dalammeningkatkankemampuanberpakaiananaktunagrahitaringan. Metode yang digunakandalampenelitianiniyaitupenelitiantindakankelas (PTK).Penelitiantindakankelasmerupakansuatubentukkajian yang bersifatreflektif. Olehpelakutindakan yang dilakukanuntukmeningkatkanpraktekpembelajaran di kelassecaralebihberkualitassehinggasiswamendapathasilbelajar yang lebihbaik. Penelitiantindakankelasinidilakukandalam 2 siklustindakan yang dikembangkanolehKemisdan Taggart. Tiap siklus terdiri tahapan: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Hasil penelitian ini, 1) kemampuan berpakaiansiswatunagrahita ringanpada kondisipratindakan masih rendah yaitu48,5%. Kemampuan berpakaiansiswatunagrahita ringansetelah tindakansiklus I mengalami peningkatandengannilai rata-rata 61,75% % danpadasiklus II rata-ratanyayaitu 74,25%. 2) Aktivitassiswapadasiklus I nilai rata-rata 58% meningkatpadasiklus II menjadi 80%. Media video dikatakan berpengaruh karena terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpakaiansiswatunagrahitaringan. Dari data-data yang telahdipaparkantersebut, dapatdisimpulkanbahwamedia video dalampembelajaranbinadirimampumeningkatankemampuanbinadirisiswapadapembelajaranprogram khusus/ binadiriberpakaian.Dengandemikiandapatdisarankanbagisiswahendaknyalebihaktifdanmandiridalammengikutipembelajaranterutamapadasaatkegiatanbinadiri.BagiPembaca, agar pembacamemilikiwawasanlebihdalammemahamipembelajaran program khusus/ binadiripadapokokbahasanberpakaiandenganmenggunakan media video
PENGEMBANGAN MEDIA “MONEY BOOK” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL NILAI UANG PADA SISWA TUNAGRAHITA SEDANG KELAS VIII DI SLB EKA MANDIRI KOTA BATU
RINGKASAN Retnowati, Diah. 2018. Pengembangan Media Money Book untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Nilai Uang pada Siswa Tunagrahita Sedang Kelas VIII di SLB Eka Mandiri Kota Batu. Skripsi, Program Studi S1, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes Kata Kunci: Tunagrahita Sedang, Media “Money Book”, Nilai Uang. Tunagrahita sedang adalah kondisi individu yang secara signifikan memiliki hambatan intelektual dengan IQ 30-50 dan disertai dengan hambatan dalam penguasaan keterampilan perilaku adaptif. Hambatan intelektual pada anak tunagrahita akan berdampak terhadap rendahnya kemampuan belajar individu, perolehan informasi, proses informasi, dan penerapan pengetahuan baik di sekolah maupun masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran anak tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya untuk memudahkan pemahaman siswa dalam perolehan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media “money book” untuk meningkatkan kemampuan mengenal nilai uang pada siswa tunagrahita sedang kelas VIII.Media ini memuat materi pengenalan nilai uang Rp100,00 sampai dengan Rp100.000,00 disertai dengan cara penulisan lambang bilangan dan cara membaca nilai uang yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa tunagrahita. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangandari Borg dan Gall dengan langkah-langkah pengembangan produk yaitu: penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draf produk, ujicoba lapangan awal, merevisi hasil ujicoba, ujicoba lapangan, dan penyempurnaan produk hasil uji lapangan. Validasi produk dilakukan melalui penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli praktisi, dan ujicoba kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor yang diperoleh dari validasi ahli media adalah 98,75%, skor validasi ahli materi 88,75%, dan skor ahli praktisi 96,25%.Sedangkan hasil uji coba lapangan yang terdiri dari uji coba kelompok diperoleh skor 92%dan ketercapaian KKM berdasarkan hasil posttestse besar 100%. Hasilpretest 54% danposttest 91% sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan media “money book” terjadi peningkatan kemampuan mengenal nilai uang pada siswa tuna grahita sedang kelas VIII. Berdasarkan hasil ujicoba produk, maka dapat dinyatakan bahwa produk yang dihasilkan valid dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran mengenal nilai uang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diharapkan untuk peneliti selanjutnya adalah mengembangkan media pembelajaran pada kompetensi materi selanjutnya dengan mempertimbangkan karakteristik siswa secara individu dalam penyusunan media, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai
Pengembangan Media Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengetahuan Sex Education bagi Peserta Didik Tunarungu di SDLB-B YPTB Malang.
Tunarungu merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang juga berhak memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu. Namun, dalam proses pembelajaran, peserta didik tunarungu seringkali salah dalam memaknai informasi atau materi yang diberikan oleh guru terlebih jika materi yang diberikan berkaitan dengan sesuatu yang abstrak seperti menstruasi, sehingga dalam penyampaiannya memerlukan media yang dapat memudahkan tunarungu untuk meningkatkan pengetahuannya tentang pendidikan seks khususnya menstruasi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah membuat produk berupa media video pembelajaran berbasis audio-visual dengan judul “Cakap Hadapi Menstruasi” bagi peserta didik tunarungu. Pengembangan produk dilaksanakan dengan metode adaptasi dari Borg dan Gall, yaitu (1) Penelitian dan pengumpulan data; (2) Perencanaan; (3) Pengembangan desain produk awal; (4) Validasi produk awal; (5) Revisi produk awal; (6) Uji coba lapangan, dan (7) Revisi produk akhir. Validasi produk dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Uji coba dilaksanakan dengan sasaran peserta didik tunarungu di SDLB-B YPTB Kota Malang yang telah mengalami menstruasi. Instrumen pengumpulan data adalah angket untuk validasi dan tes untuk uji coba. Hasil pengembangan telah menunjukkan bahwa produk berupa media video pembelajaran “Cakap Hadapi Menstruasi” layak untuk digunakan bagi peserta didik tunarungu di SDLB-B YPTB Kota Malang yang telah mengalami menstruasi. Hasil pengembangan diperoleh melalui angket validasi dengan skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Skor validasi ahli media adalah 96% (sangat layak digunakan). Skor validasi ahli materi adalah 97% (sangat layak digunakan). Sedangkan hasil implementasi menyebutkan skor rata-rata seluruh peserta didik pada pre-test adalah 42 dan pada post-test adalah 91 sehingga produk yang dikembangkan sudah efektif digunakan. Saran bagi guru, media ini dapat digunakan untuk mempermudah penyampaian materi tentang mesntruasi. Dalam cakupan yang luas, media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai materi pelajaran PJOK dan IPA tentang kesehatan reproduksi. Saran bagi peserta didik, supaya mempraktikkan beberapa materi dalam video yaitu cara memilih pembalut, cara mengatasi dismenorea dan cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Peserta didik harus bertanya apabila ada materi yang belum dimengerti.Saran diseminasi yaitu supaya produk disampaikan ke sasaran yang lebih luas.
Pengaruh Kegiatan Practical Life Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Autis Kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Winegal, Indri. 2018. Pengaruh Kegiatan Practical Life Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Autis Kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd, (2) Eka Pramono Adi, S.IP, M,Si Kata kunci: Autis, Kegiatan Practical Life, Motorik Halus. Autis adalah anak dengan hambatan yang begitu kompleks mencakup gangguan interaksi, komunikasi dan perilaku yang menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak, keterlambatan perkembangan tersebut terkait perkembangan kemampuan motorik halus anak autis. Sehingga menyebabkan kemampuan motorik halusnya tidak berkembang sesuai dengan usia, oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak autis agar kemampuan motorik halus yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan Practical Life. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan tentang kemampuan motorik halus anak autis kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang sebelum diberikan kegiatan Practical Life. 2) Mendeskripsikan tentang kemampuan motorik halus anak autis kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang sesudah diberikan intervensi kegiatan Practical Life. 3) Mendeskripsikan pengaruh kegiatan Practical Life terhadap kemampuan motorik halus anak autis kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A dan teknik analisis data yang menggunakan analisis visual dalam bentuk grafik data antar kondisi dan dalam kondisi. Subjek penelitian adalah anak autis kelas 1 SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukan presentase overlap 0% yang berarti bahwa intervensi berupa kegiatan Practical Life memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan motorik halus anak autis kelas 1 di SLB Autis Laboratorium UM. Selain itu, hasil analisis data menunjukan kemampuan motorik halus anak autis mengalami peningkatan pada kondisi Baseline-2 (A2) atau kondisi kontrol yaitu skor stabil 75 %, skor tersebut lebih tinggi dari kondisi Baseline-1 (A1) atau kondisi sebelum diberikan intervensi dengan skor stabil 53,12%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan Practical Life dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak autis kelas 1 SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) Bagi guru disarankan untuk mengembangkan secara lebih lanjut kegiatan practical life sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. (2) Bagi penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan variabel yang serupa dengan karakteristi anak yang berbeda atau dengan target behavior yang berbeda dan (3) Bagi orang tua dapat memberikan kegiatan practical life di rumah agar kemampuan motorik halus anak autis lebih berkembang
PENGARUH PENDEKATAN BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME (BCCT) TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA TUNAGRAHITA KELAS IV DI SLB IDAYU 1 KOTA MALANG
ABSTRAK Maulidia, Yuana. 2018. Pengaruh Pendekatan Beyond Centers and Circle Time (BCCT) Terhadap Kecerdasan Interpersonal Siswa Tunagrahita Kelas 4 di SLB IDAYU 1 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd., (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn Kata kunci: kecerdasan interpersonal, pendekatan BCCT, tunagrahita Tunagrahita tidak hanya memiliki masalah intelektual, mereka juga mengalami hambatan dalam penyesuaian sosial yakni kecerdasan interpersonal. Dari hasil observasi awal terdapat 6 siswa di SLB IDAYU 1, siswa sulit menjalin hubungan pertemanan, kemampuan bersosialisasi yang rendah, kurang dalam pengambilan perspektif orang lain (empati) dan kurangnya pendekatan pembelajaran yang bervariasi. Pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa tunagrahita adalah pendekatan Beyond Centers And Circle Time (BCCT). BCCT adalah suatu pendekatan yang berfokus pada anak dimana proses pembelajarannya berpusat di sentra dan saat anak dalam lingkaran dengan menggunakan 4 jenis pijakan untuk mengasah kecerdasan anak. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kecerdasan interpersonal siswa tunagrahita sebelum diberi perlakuan (2) mendeskripsikan kecerdasan interpersonal siswa tunagrahita setelah diberi perlakuan (3) menganalisis pengaruh pendekatan beyond centers and circle time terhadap kecerdasan interpersonal siswa tunagrahita kelas 4 di SLB IDAYU 1 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain Time Series. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan uji hipotesis Wilcoxon. Hasil analisis data diperoleh Thitung sebesar 0 dan harga Ttabel dengan taraf signifikan 5% sebesar 2. Dari kriteria pengujian yang telah ditetapkan, maka Hipotesis kerja diterima karena Thitung < Ttabel dapat diartikan bahwa T0 = 0 < Ttabel = 2 atau 0 < 2 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan BCCT berpengaruh secara signifikan terhadap kecerdasan interpersonal siswa tunagrahita di SLB IDAYU 1 Kota Malang. Saran yang diberikan peneliti adalah (1) bagi sekolah diharapkan pendekatan BCCT dapat menjadi program pembelajaran alternative. (2) bagi guru hendaknya mengembangkan kecerdasan interpersonal sedini mungkin untuk menunjang kecerdasan lainnya. (3) bagi peneliti selanjutnya, hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan pendekatan BCCT terhadap kecerdasan lainnya