SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK AVERSI BERKONDISI UNTUK MEMINIMALISIR CONDUCT DISORDER ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB NEGERI KEDUNGKANDANG

    No full text
    ABSTRAK   Khusnul, Khotimah.2018. Efektivitas Penggunaan Teknik Aversi Berkondisi Untuk Meminimalisir Conduct Disorder Untuk Anak Tunagrahita Di SDLB Negeri Kedungkandang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa.  Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd., M.Kes. (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd., M.AP.     Kata Kunci: perilaku conduct disorder, teknik aversi berkondisi, tunagrahita   Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti pada siswa kelas 3 dengan hambatan tunagrahita di SDLB Negeri Kedungkandang Malang ditemukan permasalahan mengenai perilaku salah satu siswa dengan inisial “S”. Perilaku subjek sering disebut dengan istilah conduct disorder atau ketidakmampuan mengendalikan diri. Perilaku yang sering dilakukan yaitu berbicara kotor. Oleh karena itu peneliti bermaksud untuk memberikan solusi alternatif yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan teknik aversi berkondisi. Teknik aversi berkondisi adalah pemberian stimulus hukuman berdasarkan pengalaman anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan conduct disorder anak sebelum dilakukan intevensi teknik aversi berkondisi, (2) mendeskripsikan  conduct disorder anak setelah diberikan intervesi teknik aversi berkondisi, (3) mendeskripsikan pengaruh teknik aversi berkondisi terhadap meminimalisir conduct disorder anak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode Single Subjek Research (SSR), desain multiple baseline cross condition. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi menggunakan teknik pencacatan kejadian (frekuensi) dengan waktu konstan. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku subjek adalah dengan menggunakan mean, level, trend dan latency. Mean pada baseline awal di kondisi kesatu berada pada angka 11 kali perilaku conduct disorder, pada kondisi kedua berada pada angka 12 kali perilaku conduct disorder dan pada kondisi ketiga berada pada angka 11 kali perilaku conduct disorder. Sedangkan pada fase intervensi rata-rata mengami penurunan yaitu 5 pada kondisi kesatu dan 3 pada kondisi kedua dan ketiga. Level pada penelitian ini berada pada nilai negatif namun pada kondisi mengalami kestabilan perilaku conduct disorder. Trend berada pada garis menurun karena intervensi efektif untuk menurunkan perilaku. Untuk latency tidak terlihat pada peneitian ini dikarenakan perilaku mengalami penurunan. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan teknik aversi berkondisi untuk meminimalisir conduct disorder anak tunagrahita di SDLB Negeri Kedungkandang.  

    Pengaruh Penggunaan Media Pop Up Book “Membaca Permulaan” Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Di SD Inklusi Muhammadiyah 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fajrianingrum, Rizka. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Pop Up Book “Membaca Permulaan” Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Tunagrahita Di SD Inklusi Muhammadiyah 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, (2) dr. Agung Kurniawan, M. Kes.   Kata Kunci: pop up book, kemampuan membaca permulaan, tunagrahita. Membaca permulaan sangat penting dikuasai oleh anak sejak dini karena membaca permulaan adalah dasar bagi anak untuk menguasai berbagai mata pelajaran, sehingga anak harus belajar membaca dengan baik dan benar. Salah satu yang diajarkan dalam membaca permulaan adalah diftong, digraf, dan kluster. Materi tersebut merupakan salah satu problematika pada keterampilan membaca permulaan pada subjek penelitian ini sehingga perlu adanya bantuan salah satunya dari media pembelajaran yang menarik yaitu pop up book “Membaca Permulaan” agar anak tidak tertinggal jauh kemampuannya dari teman sekelasnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas III SD di SD Inklusi Muhammadiyah 1 Malang saat kondisi baseline, (2) Untuk mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas III di SD Inklusi Muhammadiyah 1 Malang setelah diberikan intervensi, dan (3) Untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media Pop Up Book “Membaca Permulaan” terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas III di SD Inklusi Muhammadiyah 1 Malang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek penelitian ini adalah seorang anak tunagrahita ringan, berjenis kelamin laki-laki, kelas III di SD Inklusi Muhammadiyah 1 Malang. Jenis pengukuran yang digunakan adalah presentase. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan perolehan mean level yang meningkat dari 16,7% pada kondisi baseline-1 (A1), ke 86,7% pada kondisi intervensi (B), dan 93,3% pada kondisi baseline-2 (A2). Perhitungan presentase overlap antara kondisi baseline-1 (A1) ke intervensi (B) adalah 0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan media pop up book “Membaca Permulaan” untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas III di SD Inklusi Muhammadiyah 1 Malang. Saran dari penelitian ini antara lain: (1) kembangkan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak khususnya yang terkait tentang diftong, digraf, kluster, (2) penggunaan media pop up book “Membaca Permulaan” dapat dijadikan alternatif bagi orang tua anak tunagrahita untuk memberikan pengajaran dalam hal membaca permulaan saat di rumah, dan (3) Perlu diadakan penelitian lebih lanjut dalam mengembangkan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan

    Pengembangan Media Pembelajaran Audio Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Tunanetra Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Di SMALB YP2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Harisandi, I Gusti. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Audio Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Tunanetra Dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Di SMALB YP2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof. Muhammad Efendi, M.Pd, M.Kes, (2) Drs. Abdul Huda, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci : Tunanetra, Bahasa Indonesia, Cerita Rakyat, Media Pembelajaran Audio. Keterampilan menyimak adalah kemampuan yang sangat diperlukan para siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran terlebih Pada materi yang bersifat imajinatif seperti cerita rakyat, sehingga guru membutuhkan media pembelajaran yang tepat guna melatih keterampilan menyimak khususnya pada siswatunanetra. Salah satu kendala yang dialami oleh guru saat melakukan proses pembelajaran ialah masih sulitnya guru untuk menyampaikan materi pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan pokok bahasan tentang cerita rakyat. Sedangkan kendala yang juga dialami siswa tunanetra ialah sulitnya memahami text bacaan yang terlalu panjang jika pembelajaran hanya dilakukan dengan menggunakan buku teks Braille ataupun mendengar guru secara lisan. Tujuan penelitian ini peneliti lakukan untuk membuat media yang mampu memudahkan Tunanetra untuk belajar secara mandiri, media yang akan dikembangkan berupa media pembelajaran audio yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa tunanetra. Keterampilan dalam berbahasa melalui aspek menyimak pada siswa tunanetra kelas XII di SMALB YP2 Malang mengadaptasi metode pengembangan Borg and Gall yang meliputi 10 langkah dan disederhanakan menjadi 7 langkah, meliputi: perencanaan, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, refisi produk awal, uji coba lapangan dan refisi produk akhir. Subjek validasi produk terdiri dari ahli media, ahli materi, dan ahli pembelajaran. Sedangkan subjek uji coba produk ialah siswa tunanetra yang berjumlah 2 orang siswa kelas XII SMALB YP2 Malang. Hasil pengembangan produk ini diperoleh data sebagai berikut: (1) Validasi ahli media 94% (sangat layak), (2) Validasi ahli materi 91,6% (sangat layak), (3) Validasi ahli pembelajaran 93% (sangat layak), (4) Hasil rata-rata pre test 64,5 dan post test meningkat menjadi 93,7. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produk audio pembelajaran Bahasa Indonesia telah layak menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa tunanetra. Kelebihan dari media ini ialah mudah dioperasikan, bisa diputar pada pemutar audio jenis apa saja, dan mudah dipahami siswa. Kekurangannya adalah terbatasnya materi yang disampaikan hanya tentang cerita rakyat “Mundinglaya Dikusumah”

    STUDI DESKRIPTIF PENGGUNAAN SISTEM ISYARAT BAHASA INDONESIA (SIBI) DAN BAHASA ISYARAT INDONESIA (BISINDO) PADA INTERAKSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU DI SMALB-B YPTB MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, LeliMaulita. 2017. Studi Deskriptif Penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dalam Interaksi SosialAnak Tunarungu di SMALB-B YPTB Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra. WiwikDwiHastuti, S.Pd, M.Pd, (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd.   Kata kunci: Interaksi, AnakTunarungu, SIBI, BISINDO, BahasaIsyarat,   Interaksi merupakan hal yang sangat penting bagi manusia agar bisa berhubungan dengan sesamanya di dalam kehidupan bermasyarat tak terkecuali untuk anak tunarungu.Berdasarkan hasil studi pendahuluan, peneliti mendapati bahwasanya di SMALB-B YPTB Malang anak tunarungumenggunakan dua bahasa isyarat yakni bahasa isyarat SIBI dan BISINDOdimana yang menjadi permasalahan kaum tunarungu adalah adanya dualisme di dalam penggunaan bahasa isyarat. Dari permasalahantersebutpeneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh  tentang penggunaan bahasa isyarat di SMALB-B YPTB Malang.             Fokuspenelitianmeliputi (1) Penggunaan Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) di sekolah, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan SIBI dan BISINDO di sekolah, dan (3) hambatan dan upaya anak tunarungu di dalam penggunaan SIBI dan BISINDO di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data.Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pengecekkan keabsahan data dilakukan denganteknik triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber). Hasil dar penelitan ini yaitu Penggunaan SIBI dan BISINDO di sekolah disesuaikan dengan siapa anak tunarungu berinteraksi. Secara normatif mereka menggunakan SIBI namun secara implementatif mereka menggunakan keduanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu karen aanak tunarungu mengikuti komunitas AkarTuli, tidak adanya larangan penggunaan bahasa isyarat dan mereka meniru bahasa isyarat dari guru dan teman-temannya. Hambatan anak tunarungu hanya sebatas di dalam menggunakan gerak bibir secara cepat sehingga mereka akan meminta lawan bicaranya untuk berbicara secara perlahan atau mengulanginya dengan cara mengeja dengan disertai oral (gerak bibir), mimik serta gestur.             Saran untuk peneliti, guru, dan siswa yakni agar dapat mempelajari kedua bahasa isyarat tersebut sebagai bahasa isyarat resmi dan bahasa isyarat yang tidak resmi. Bagi pemerintahan agar merangkul setiap lembaga-lembaga yang terkait dengan tunarungu untuk mensinergi dan menyepakati tentang penggunaan bahasa isyarat sehingga terciptalah sebuah konsistensi di dalam penggunaan bahasa isyarat

    Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Dengan Seni Kolase Pada Siswa Tunadaksa Kelas IV Di SLB Manisrejo Kota Madiun.

    No full text
    RINGKASAN Dampak gagguan intelegensi yang dialami bagi siswa tunadaksa mengakibatkan hambatan perkembangan dalam bergerak, tersenyum, menunjukkan minat pada berbagai hal, menggunakan tangannya, duduk, berjalan, berbicara dan mengerti. Hal ini mengakibatkan bagi siswa tunadaksa mengalami kesulitan dalam menggerakkan motorik halusnya, sehingga dalam melatih motorik halus bagi siswa tunadaksa membutuhkan suatu pembelajaran ketrampilan yang dapat merangsang otot – otot pada jari jemarinya agar dapat lebih kuat dan terkontrol. Penelitian ini menerapkan pembelajaran seni kolase yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik halus bagi siswa tunadaksa kelas IV di SLB Manisrejo Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas ( PTK ). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, dari masing – masang siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan evaluasi, serta refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes praktek untuk mengetahui hasil kemampuan motorik halus sebelum dan sesudah diberikan treatment. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motorik halus melalui pembelajaran seni kolase dengan hasil nilai rata – rata pada  pra tindakan 38,9%, pada siklus I 45,4% dan pada siklus II 72,2%. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa “ ada peningkatan motorik halus peserta didik tunadaksa kelas IV melalu pembelajaran seni kolase di SLB Manisrejo Kota Madiun”. Agar persiapan pembelajaran lebih matang, mudah dalam mengkondisikan kelas, dan pembelajaran tidak membuat siswa jenuh maka guru sebaiknya menyiapkan materi – materi yang akan diajarkan terlebih dahulu dan menggunakan media yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa

    PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI BRAILLE PADA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN BAGI PESERTA DIDIK TUNANETRA KELAS V SDLB NEGERI LAMONGAN

    No full text
    ABSTRAK   Karnadi. 2016. Pengembangan Media Monopoli Braille pada Pelajaran Matematika dalam Materi Operasi Hitung Campuran bagi Peserta Didik Tunanetra Kelas V SDLB Negeri Lamongan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes, (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd.   Kata kunci: Tunanetra, Monopoli Braille, operasi hitung campuran   Matematika termasuk mata pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga guru membutuhkan media yang tepat dalam mengajarkannya kepada peserta didik, terutama tunanetra. Modifikasi media dibutuhkan dalam proses pembelajaran agar peserta didik tunanetra dapat menerima materi pelajaran matematika dengan mudah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah keterbatasan media dalam materi operasi hitung campuran yang meliputi operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik tunanetra hanya menggunakan buku teks sehingga mereka kesulitan dalam mempelajari operasi hitung campuran. Media yang dapat dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah media Monopoli Braille, yaitu media berbentuk papan permainan dengan ciri khas adanya tanda-tanda Braille di setiap petaknya. Tujuan penelitian ini untuk: 1)  menghasilkan media Monopoli Braille yang layak dan efektif sebagai media pembelajaran matematika pada operasi hitung bagi peserta didik tunanetra, 2) menghasilkan pengembangan yang dapat digunakan sebagai referensi untuk pembelajaran matematika. Metode penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model penelitian menggunakan prosedur penelitian pengembangan Borg and Gall. Prosedur tersebut meliputi: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) pengembangan desain produk awal, 4) validasi produk awal, 5) revisi produk awal, 6) uji coba lapangan, dan 7) revisi produk akhir. Hasil penelitian ditunjukkan melalui nilai validasi sebagai berikut: 1) nilai oleh ahli materi pertama sebesar 95% (sangat layak), 2) nilai oleh ahli materi kedua sebesar 95% (sangat layak), 3) nilai oleh ahli media sebesar 97.61% (sangat layak). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Monopoli Braille sangat layak digunakan oleh peserta didik tunanetra. Saran penelitian meliputi: 1) guru disarankan untuk menggunakan media Monopoli Braille pada pembelajaran matematika terutama materi operasi hitung campuran, 2) peneliti selanjutnya dengan topik pengembangan yang sama disarankan untuk mengkaji kembali media pembelajaran yang ada demi kesempurnaannya

    Peningkatan Keterampilan Orientasi dan Mobilitas Melalui Penggunaan Tongkat Bagi Penyandang Tunanetra di SLB PGRI 1 Kedungwaru Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Rika. 2018. Peningkatan Keterampilan Orientasi dan Mobilitas Melalui Penggunaan Tongkat Bagi Penyandang Tunanetra di SLB PGRI 1 Kedungwaru Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP Kata Kunci: tongkat, tunanetra, orientasi, mobilitas Pendidikan luar biasa adalah salah satu layanan pendidikan khusus untuk penyandang-penyandang yang memiliki hambatan pada penglihatan. Salah satu layanan khusus adalah orientasi dan mobilitas menggunakan tongkat. Layanan ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra. Layanan ini membuat penyandang tunanetra lebih mandiri dalam penguasaan lingkungan sekitarnya. Namun di SLB PGRI 1 Kedungwaru Tulungagung belum memiliki layanan ini sehingga peneliti berinisiatif melakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan orientasi dan mobilitas penyandang tunanetra sebelum dan setelah menggunakan tongkat. Penelitian ini juga untuk mendeskripsikan penggaruh penggunaan tongkat terhadap keterampilan orientasi dan mobilitas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain satu kelompok atau one grup pre-test post-test. Data penelitian yang berupa penilaian hasil penggunaan tongkat dalam berorientasi dan bermobilitas dihimpun dengan instrumen unjuk kerja melalui lembar observasi dengan skala penilaian. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai uji validitas 2 ahli materi sebesar 66,5% yang artinya instrument cukup valid untuk digunakan. Nilai pre-test dan post-test memperlihatkan perbedaan yang signifikan. Perubahan nilai selalu positif. Jika dilihat dengan uji tanda (sign test) maka penggunaan tongkat berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan orientasi dan mobilitas. Penggunaan tongkat sangat membantu penyandang tunanetra dalam berorientasi dan bermobilitas. Ini terbukti anak lebih mandiri ketika mereka beraktivitas. Berdasarkan penelitian ini, penggunaan tongkat sangat berpengaruh dalam keterampilan orientasi dan mobilitas penyandang tunanetra sehingga perlu adanya pembelajaran tongkat di lingkungan sekolah. Karenanya pembelajaran tongkat adalah dasar dari pembelajaran orientasi dan mobilitas. Diharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan dengan alat yang lebih canggih

    Pengaruh Syllabic Method Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Ringan Kelas III Di SDLB Negeri Sukorejo Kota Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Herdianingsih, Mira. 2017. Pengaruh Syllabic Method Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Ringan Kelas III Di SDLB Negeri Sukorejo Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si (II) Pramono, S.Pd, M.Or.   Kata Kunci : Syllabic Method, Kemampuan Membaca Permulaan, Tunagrahita Ringan. Tunagrahita ialah istilah untuk anak dengan kemampuan perkembangan intelegensi yang terlambat. Anak tunagrahita memiliki IQ di bawah rata-rata berkisar 50-70 sehingga membutuhkan layanan dan bimbingan secara khusus dalam proses pembelajarannya. Membaca permulaan merupakan salah satu aspek penting dari empat ketrampilan membaca, meliputi ketrampilan mendengar, berbicara, membaca permulaan, dan menulis. Membaca permulaan sangat diperlukan untuk pembelajaran pada anak tunagrahita. Pembelajaran membaca permulaan pada anak tunagrahita dimulai dengan pengenalan huruf vocal dan konsonan sebagai tahapan awal untuk belajar membaca. Diperlukan metode yang tepat untuk membaca permulaan anak tunagrahita ringan serta penerapan membaca permulaan pada anak tunagrahita sebagai latihan pertama dalam menguasai kebahasaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh syllabic method terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita ringan kelas III di SDLB Negeri Sukorejo Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test - post test. Penelitian ini terdiri dari 5 orang siswa tunagrahita ringan kelas III di SDLB Negeri Sukorejo Kota Blitar sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data pada penelitian ini berupa 4 soal tes kinerja (membaca huruf vokal dan konsonan, membaca kata berpola KV-KV, membaca kalimat sederhana) dan 2 soal tes tulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Data yang di analisis menggunakan uji Wilcoxon adalah data hasil pre-test dan post test. Hasil perhitungan melalui uji Wilcoxon dengan n = 5 pada taraf signifikan 0,05 diperoleh  = 1, maka  diterima dan  ditolak, karena (0) ≤  (1) artinya hipotesis yang diajukan diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan Syllabic Method memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita ringan kelas III di SDLB Negeri Sukorejo Kota Blitar

    Pelaksanaan Diet Therapy Bagi Siswa Autis di SMP Islam Al Azhaar Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Anisa, Elisa . 2018. Pelaksanaan Diet Therapy Bagi Siswa Autis di SMP Islam Al Azhaar Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd., (2) Dr. Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci: diet, therapy, autis Anak autis lebih cenderung mengalami gangguan pada pencernaan. Beberapa jenis makanan tidak boleh dikonsumsi oleh anak autis karena dapat merusak dinding usus. Sehingga daya serap usus meningkat drastis dan menyebabkan bahan-bahan yang seharusnya tidak terserap menjadi terserap, termasuk jamur, bakteri dan parasit. Kerja otak anak akhirnya dapat terganggu sehingga menyebabkan anak menajadi tidak bisa diam dan tenang. Oleh sebab itu siswa autis di SMP Islam Al Azhaar Tulungagung harus menjalankan diet therapy. Diet therapy dilakukan dengan cara mengatur menu makanan yang dikonsumsi setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan diet therapy bagi siswa autis. (2) hambatan dalam pelaksanaan diet therapy bagi siswa autis. (3) dampak diet therapy bagi siswa autis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan diet therapy bagi siswa autis terdiri dari: persiapan yaitu melakukan tes IgG Food Allergy di laboratorium guna mengetahui alergi pada siswa autis sebelum menentukan variasi makanan yang tepat, pelaksanaan diet yang diterapkan oleh orangtua, pengawasan dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak sekolah. (2) Hambatan dalam pelaksanaan diet therapy yang meliputi: siswa autis sendiri yang sulit untuk menerima diet dengan baik, faktor kesibukan orangtua, dan sulitnya mendapatkan bahan makanan tertentu. (3) Dampak diet therapy bagi siswa autis dapat diketahui dari penilaian pada komponen BALSH (Behavior/perilaku, Attention/perhatian, Language/bahasa, Stimming/stimulasi diri, dan Hiperactivity/hiperaktif), selain itu juga berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Pelaksanaan diet therapy bagi siswa autis akan berdampak baik jika diterapkan dengan benar. Dampak dari diet dapat diketahui dari pencatatan yang dilakukan oleh orangtua setiap hari. Saran dalam penelitian ini ditunjukkan kepada: (1) Kepala sekolah, agar lebih mengawasi pelaksanaan diet therapy, jika perlu melakukan tindakan tegas jika ada orangtua yang tidak melaksanakan terapi diet bagi anaknya. (2) Orangtua, agar lebih memahami anaknya dalam segala kondisi, termasuk perubahan-perubahan yang terjadi setiap hari pada anak autis. Orangtua harus benar-benar mengawasi konsumsi makanan sehari-hari untuk anaknya

    Implementasi Manajemen Penyelenggaraan Program Terapi Autis di SDLB Al-Ikhsan Bagor Kab. Nganjuk

    No full text
    ABSTRAK   Fais Qur,ani. 2018. Implementasi Manajemen Penyelenggaraan Program Terapi Autis di SDLB Al-Ikhsan Bagor Kab. Nganjuk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn   Kata Kunci: manajemen, penyelenggaraan program terapi autis, SLB SDLB Al-Ikhsan Bagor salah satu lembaga pendidikan yang telah menerapkan terapi autis. Menurut opini yang berkembang di masyarakat, dari awal berdirinya sekolah luar biasa ini sudah banyak mengalami perubahan dan pembenahan yang signifikan seperti sudah melaksanakan program terapi autis. Bahkan sekolah ini sudah dapat mengadakan kelas terapi bagi anak penyandang autis yang pada dasarnya menjadi sekolah luar biasa pertama di Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan perencanaan dalam penyelenggaraan terapi autis di 1) SDLB Al-Ikhsan Bagor, 2) Mendeskripsikan pengorganisasian dalam penyelenggaraan terapi autis di SDLB Al-Ikhsan Bagor, 3) Mendeskripsikan pelaksanaan dalam penyelenggaraan terapi autis di SDLB Al-Ikhsan Bagor, 4) Mendeskripsikan evaluasi dalam penyelenggaraan terapi autis di SDLB Al-Ikhsan Bagor Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian kualitatif tidak hanya berdasarkan variabel penelitian tetapi seluruh situasi sosial yang diteliti, meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Kehadiran peneliti merupakan instrumen kunci dalam penelitian kualitatif.. Hasil pengumpulan, analisis, dan pengecekan keabsahan data yang telah dilakukan peneliti, menunjukan bahwa 1. Perencanaan program terapi autis berawal dari ide kepala sekolah dan sebagian wali murid SDLB Al-Ikhsan Bagor. Selain itu kepala sekolah dan guru mempelajari tentang berbagai macam terapi autis. 2. Pelaksanaan program terapi autis di SDLB Al-Ikhsan Bagor dilaksanakan setiap empat hari dalam seminggu dan jenis program terapi yang diterapkan adalah terapi okupasi. 3. Pengorganisasian penyelenggaraan terapi autis dilakukan melalui: pembentukan tim pengelola, pelatihan guru, penyusunan program terapi dan penyusunan jadwal terapi. 4. Evaluasi program terapi autis dilaksanakan bersamaan dengan evaluasi akhir semester yang diadakan setiap akhir semester tetapi ketika tim pengelola menemui kendala maka akan segera dikonsultasikan dengan kepala sekolah untuk mendapatkan solusi. Aspek evaluasi meliputi program tahunan, program semester, program pembelajaran dan program sekolah seperti ekstrakulikuler dan program terapi. Saran dalam penelitian ini ditujukan: (1) Kepala sekolah, untuk selalu mengupayakan pemecahan masalah yang terjadi dengan baik, (2) Terapis, untuk selalu mengupayakan memberikan pelayanan terbaik dalam terapi, (3) Peneliti lain, dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian yang serupa

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇