SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN PERMAINAN PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN ANAK TUNAGRAHITA
Abstract:The purpose of this study was to obtain data on the use of Puzzle games to improve the reading skills of beginning mentally retarded students. This study uses a class action research design (CAR) with a collaborative CAR model with reference to the cycle model and descriptive data analysis. The results showed the use of Puzzle games can improve the ability to read early mentally retarded students that the acquisition of the percentage of the overall results of the first cycle amounted to 7.5% and the percentage of results of the whole cycle II amounted to 13.25%. Then the use of Puzzle games can be used as alternative learning activities with methods and media that are interesting, effective, and efficient. Keywords: Puzzle Game The Beginning Reading Ability, Intellectual Disability Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai penggunaan permainan Puzzle terhadap peningkatkan keterampilan membacapermulaansiswa tunagrahita. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model PTK kolaboratif dengan acuan model siklus dan analisis data secaradeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan permainan Puzzle dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita bahwa perolehan presentase hasil keseluruhan siklus I sebesar 7,5% dan perolehan presentase hasil keseluruhan siklus II sebesar 13,25% Peningkatan siklus l dan siklus II sebesar5,75%. Maka penggunaan permainan Puzzle dapat digunakan sebagai altenatif kegiatan pembelajaran dengan metode dan media yang menarik, efektif, dan efisie
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GEOBOARD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR BAGI SISWA TUNAGRAHITA RINGAN
ABSTRAK Keywords: Media Geoboard, Konsep Bangun Datar, Tunagrahita Ringan Keterbatasan intelektual pada siswa tunagrahita ringan menyebabkan siswa menjadi kurang dalam merespon lingkungan dan akademiknya. Siswa tunagrahita memiliki kesulitan dalam memingat suatu nama atau bentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai yang di dapat siswa saat sebelum dan sesudah menggunakan media geoboard dan mengetahui seberapa besar pengaruh media geoboard terhadap pemahaman konsep bangun datar. Metode penelitian ini menggunakan Pre-experimental One Group Pretest-posttest. Subyek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas 3 di SLB PGRI Dlanggu Mojokerto, yang berjumlah 5 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes tulis sebelum di treatment dan setelah di treatment dengan soal yang sama. Terdapat nilai perbandingan hasil nilai rata-rata pretest dan nilai rata-rata posttest sebesar 54%. Sehingga simpulan dari penelitian ini “Terdapat pengaruh yang signifikan media geoboard terhadap pemahaman konsep bangun datar siswa tunagrahita ringan kelas 3 di SLB PGRI Dlanggu Mojokerto”
Penyediaan Kebutuhan Belajar ABK Pada Sekolah Inklusi (Studi Kasus di SMPN 4 Sidoarjo)
ABSTRAK Narita, Baiq 2017. Penyediaan Kebutuhan Belajar ABK pada Sekolah Inklusi (studi kasus di SMPN 4 Sidoarjo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd, (II) Dr. Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Kebutuhan belajar, ABK, Sekolah Inklusi Anak usia belajar dan anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan belajar yang sama sesuai dengan kebutuhannya. Dalam menempuh pendidikan di suatu lembaga, anak reguler dan ABK membutuhkan penunjang dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik setiap anak. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan ditunjuk sebagai sekolah percontohan/piloting yang berada di Sidoarjo yaitu SMP Negeri 4 Sidoarjo. Fokus penelitian meliputi (1) perencanaan kebutuhan belajar ABK di SMP Negeri 4 Sidoarjo, (2) pelaksanaan/pengorganisasian kebutuhan belajar ABK di SMP Negeri 4 Sidoarjo dan (3) evaluasi kebutuhan belajar ABK di SMP negeri 4 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, dan peneliti sebagai instrument kunci. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pengecekkan keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas dengan cara prolonged Engagement, Persistent observation dan triangulation (triangulasi teknik dan triangulasi sumber). Temuan penelitian menunjukkan, perencanaan berlandaskan pada Rencana Kerja Sekolah. Sedangkan penentuan kurikulum melalui tiga tahap, yaitu (1) dokumen I (rapat dinas antar guru menentukan visi, misi dan tujuan), (2) dokumen II (silabus) dan (3) dokumen III (RPP modifikasi). Pelaksanaan kebutuhan belajar pada fungsi prasarana sebagai penunjang dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Pada tahap evaluasi kebutuhan belajar ABK di sekolah dilakukan oleh supervise dari pihak sekolah (internal) dan eksternal. Saran ditujukan kepada pihak sekolah yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan belajar ABK di sekolah untuk mempertimbangkan penerimaan peserta didik baru yang lebih bervariasi. Karena ada beberapa penunjang yang tidak terpakai. Serta menggunakan ruang yang tak terpakai sebagai ruangan untuk menunjang kebutuhan belajar ABK yang lebih beragam
Pelaksanaan Pembelajaran Vokasional Keterampilan Hantaran Bagi Siswa Tunarungu SMALB di SLB Idayu 2 Malang
ABSTRAK Putri, Yuliana. 2017.Pelaksanaan Pembelajaran Vokasional Keterampilan Hantaran Bagi Siswa Tunarungu SMALB di SLB Idayu 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd, (II) Dr. Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Vokasional, Keterampilan Hantaran, Tunarungu Anak tunarungu merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan pada pendengaran. Pada tingkat SMA merupakan tempat yang digunakan untuk memberikan pembekalan atau life skill agar dapat terjun di masyarakat dengan memiliki bekal. Pada pelaksanan program pembelajaran keterampilan, sekolah membuat perencanaan yang matang sebelum melakukan pembelajaran. Sebelumnya sekolah menentukan jenis keterampilan, sampai dengan pelaksanaannya yang dapat digunakan sebagai bekal hidup di masa depan. Fokus penelitian ini meliputi (1) Pelaksanaan pembelajaran vokasional keterampilan hantaran, (2) hambatan guru dalam pelaksanaan pembelajaran keterampilan hantaran, dan (3) Solusi dari hambatan pelaksanaan pembelajaran keterampilan hantaran bagi siswa tunarungu di SMALB Idayu 2 Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan peneliti sebagai instrument utama. Analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Sementara itu pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan teknik triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber) yang selanjutnya yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran keterampilan diawali dengan rapat untuk menentukan jenis keterampilan, menentukan jenis keterampilan,. Pelaksanaan keterampilan guru keterampilan menyusun program keterampilan yang berisi kegiatan, indikator dan tujuan pembelajaran. Saran ditujukan kepada kepala sekolah untuk mengajukan permohonan kerja sama kepada pihak pelaku usaha keterampilan hantaran sehingga anak dapat menguasai lebih mendalam keterampilan hantaran selanjutnya yaitu pengadaan ruang khusus untuk keterampilan di SMALB Idayu 2 Malang
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Teori Van Hiele terhadap Pemahaman Bangun Geometri Anak Tunanetra di SDLB Negeri Kedungkandang Malang
ABSTRAK Indriani, Rusdiana. 2017. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Teori Van Hiele terhadap Pemahaman Bangun Geometri Anak Tunanetra di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Skripsi., Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M. Kes, (II) Drs. Sihkabuden, M.Pd. Kata Kunci: Teori Van Hiele, Pemahaman Geometri Bangun Datar, Tunanetra Tunanetra merupakan anak yang memiliki hambatan pada indera penglihatan. Tunanetra dibagi menjadi dua yaitu buta total yang dalam pembelajarannya diajarkan Braille, sedangkan kurang lihat (low vision) dalam pembelajarannya perlu modifikasi khusus karena penglihatan sentral yang dimiliki antara 20/70 atau 20/200 feet. Anak tunanetra mendapatkan informasi dari lisan dan taktil, karena hambatan yang dimiliki tersebut berpengaruh pada pemahaman persepsi dan mengenal bangun . Metode Van Hiele merupakan metode yang mampu melatih mengembangkan pemahaman siswa dengan beberapa langkah berdaskan tingkatannya. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami geometri (dua dimensi/bangun datar). Tujuan Penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kemampuan siswa tunanetra SDLB Kedungkandang Malang dalam mengenal bangun datar geometri sebelum menggunakan teori Van Hiele. (2) Untuk mengetahui kemampuan siswa tunanetra di SDLB Kedungkandang Malang dalam mengenal bangun datar geometri sesudah menggunakan teori Van Hiele. (3) Untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan mengenal bangun datar geometri sebelum dan sesudah menggunakan teori Van Hiele pada siswa tunanetra kelas V di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Penelitian ini menggunakan rancanangan penelitian Quasi Eksperimen Design menggunakan metode penelitian One Grup Pre Test Post Test Design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDLB Negeri Kedungkandang Malang yang berjumlah 7 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes berupa butir soal pilihan ganda dan esai. Analisis menggunakan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata yang diperoleh pada pre-test sebesar 49,8 dan nilai rata-rata yang diperoleh setelah diberikan perlakuan (treatment) meningkat meningkat sebesar 68.1. Dapat diketahui bahawa dari perhitungan tersebut, adanya pengaruh penggunaan metode Van Hiele terhadap kemampuan mengenal geometri bangun datar. Adapun saran yang diberikan bagi guru dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Van Hiele bisa menjadi pilihan alternative karena pembelajarannya memiliki tingkatan-tingkatan sesuai tingkatan berpikir siswa
Pengaruh Sirkuit Training Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Pada Siswa Tunagrahita Sedang di SDLBN Kedungkandang Malang
ABSTRAK Fitri, Desi 140154600342, “Pengaruh Sirkuit Training Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Pada Siswa Tunagrahita Sedang di SDLBN Kedungkandang Malang”. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sudarsini, M.Pd Pembimbing (II) Dr.Sihkabuden,M.Pd Kata kunci: Tunagrahita Sedang, Latihan Sirkuit Training, Kemampuan Motorik Kasar. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mempunyai perbedaan karakteristik dengan anak lainnya (anak normal) perbedaan anak berkebutuhan dengan anak lainnya biasanya terletak pada karakteristik fisik, emosional, mental, intelektual serta sosialnya. Salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yakni Tunagrahita. Tunagrahita adalah istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Tunagrahita sedang adalah anak yang memiliki IQ 25-50. Sirkuit training adalah suatu jenis latihan yang bersifat melatih kekuatan otot dan keseimbangan gerak seluruh tubuh serta latihan kekuatan dengan menggabungkan manfaat dari kelenturan dan kekuatan fisik. Di dalam sirkuit training terdapat konsep yaitu mempunyai beberapa pos yang akan dilakukan oleh siswa tersebut dengan melewati pos. Pos tersebut terdiri dari 5 pos dan siswa melakukan sirkuit dengan melewati sebuah pembatas seperti cone ice cream dengan penilaian melalui jarak serta waktu yang akan ditempuh. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan kemampuan motorik kasar sebelum diberikan sirkuit training. (2) mendeskripsikan kemampuan motorik kasar sesudah diberikan sirkuit training.(3) mendeskripsikan pengaruh sirkuit training terhadap motorik kasar pada siswa Tunagrahita sedang di SDLBN Kedungkandang Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A. Subjek penelitian adalah anak Tunagrahita Sedang kelas 1 SDLBN Kedungkandang Malang. Instrumen penelitian ini menggunakan yang berisikan tentang kemampuan Motorik Kasar anak berdasarkan tahapan pada latihan sirkuit training fase 1 sampai fase 6 dengan menggunakan kriteria penilaian skor maksimal adalah 4 dan 1 adalah skor minimal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis visual dalam bentuk grafik data antar kondisi dan dalam kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan sirkuit training berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak Tunagrahita sedang di SDLBN Kedungkandang Malang. Hal ini ditunjukkan dengan presentase overlap 0% yang berarti bahwa intervensi berupa latihan sirkuit training memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan motorik kasar anak Tunagrahita di SDLBN Kedungkandang Malang. Selain itu, hasil analisis data menunjukkan kemampuan motorik kasar anak Tunagrahita mengalami peningkatan pada kondisi Baseline-2 (A2) atau kondisi kontrol yaitu skor stabil 62,5%, skor tersebut lebih tinggi dari kondisi Baseline-1 (A1) atau kondisi sebelum diberikan intervensi dengan skor stabil 31,67%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan sirkuit training terdapat pengaruh terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak Tunagrahita sedang di SDLBN Kedungkandang Malang. Saran yang dapat diberikan adalah : (1) Peneliti menyarankan kepada guru disekolah agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk para guru dalam menangani permasalahan pada siswa permasalahan motorik kasar anak khususnya dalam olahraga latihan sirkuit training. (2) Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menjadikan ini sebagai pedoman untuk menemukan yang baru demi mengembangkan penelitian ini atau mencobakannya kepada anak lainnya bahkan selain tunagrahita
Pengembangan Media Video Membuat Batik Jumput Tanpa Proses Perebusan bagi Peserta Didik Tunarungu di SLB-B Putra Harapan Bojonegoro
Keterbatasan pendengaran pada peserta didik tunarungu mengakibatkan masalah pembelajaran. Salah satu masalah pembelajaran tersebut adalah pemahaman peserta didik tunarungu terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Dalam menangani masalah tersebut, dibutuhkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Dalam pemilihan media, media video sebagai salah satu jenis media yang menampilkan gambar dan suara secara bersamaan, dapat menjelaskan materi pada peserta didik secara rinci. Sebagai contoh, dalam pelajaran keterampilan membuat batik jumput. Materi membuat batik jumput tidak mudah, terutama pada peserta didik tunarungu jika penyampaian materi secara klasikal. Oleh karena itu, peserta didik tunarungu memerlukan media pembelajaran yang tepat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memahami materi yang disampaikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan “Media Video Membuat Batik Jumput Tanpa Proses Perebusan bagi Peserta Didik Tunarungu di SLB-B Putra Harapan Bojonegoro”. Pengembangan Media Video Membuat Batik Jumput Tanpa Proses Perebusan ini mengadaptasi 10 langkah model pengembangan Research & Development dari Borg dan Gall yang disederhanakan menjadi 7 langkah yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3)pengembangan desain produk awal, (4) validasi produk awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk akhir. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasi pengumpulan data dari penelitian awal atau analisis kebutuhan, evaluasi para ahli, dan uji coba lapangan. Hasil pengembangan media video membuat batik jumput tanpa proses perebusan bagi peserta didik tunarungu di SLB-B Putra Harapan Bojonegoro diperoleh data sebagai berikut: (1) validasi ahli media sebesa 92,5%, (2) validasi ahli materi 1 sebesar 95%, (3) validasi ahli materi 2 sebesar 97,5%. Berdasarkan data hasil tes awal yang dilakukan pada 6 peserta didik menunjukkan nilai rata-rata 68,33 dan hasil tes akhir setelah menggunakan media video membuat batik jumput tanpa proses perebusan menunjukkan nilai rata-rata 87,5. Kesimpulan berdasarkan data tersebut, video membuat batik jumput tanpa proses perebusan bagi peserta didik tunarungu di SLB-B Putra Harapan Bojonegoro dinilai sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diajukan adalah: (1) guru hendaknya mempersiapkan materi untuk penjelasan awal sebelum menyajikan media video, (2) bagi pengembang selanjutnya hendaknya lebih memperhatikan karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang menjadi subjek penelitian agar dapat memberikan media yang sesuai
Pengembangan Media Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengetahuan Sex Education bagi Peserta Didik Tunarungu di SDLB-B YPTB Malang.
Tunarungu merupakan salah satu anak berkebutuhan khusus yang juga berhak memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu. Namun, dalam proses pembelajaran, peserta didik tunarungu seringkali salah dalam memaknai informasi atau materi yang diberikan oleh guru terlebih jika materi yang diberikan berkaitan dengan sesuatu yang abstrak seperti menstruasi, sehingga dalam penyampaiannya memerlukan media yang dapat memudahkan tunarungu untuk meningkatkan pengetahuannya tentang pendidikan seks khususnya menstruasi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah membuat produk berupa media video pembelajaran berbasis audio-visual dengan judul “Cakap Hadapi Menstruasi” bagi peserta didik tunarungu. Pengembangan produk dilaksanakan dengan metode adaptasi dari Borg dan Gall, yaitu (1) Penelitian dan pengumpulan data; (2) Perencanaan; (3) Pengembangan desain produk awal; (4) Validasi produk awal; (5) Revisi produk awal; (6) Uji coba lapangan, dan (7) Revisi produk akhir. Validasi produk dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Uji coba dilaksanakan dengan sasaran peserta didik tunarungu di SDLB-B YPTB Kota Malang yang telah mengalami menstruasi. Instrumen pengumpulan data adalah angket untuk validasi dan tes untuk uji coba. Hasil pengembangan telah menunjukkan bahwa produk berupa media video pembelajaran “Cakap Hadapi Menstruasi” layak untuk digunakan bagi peserta didik tunarungu di SDLB-B YPTB Kota Malang yang telah mengalami menstruasi. Hasil pengembangan diperoleh melalui angket validasi dengan skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Skor validasi ahli media adalah 96% (sangat layak digunakan). Skor validasi ahli materi adalah 97% (sangat layak digunakan). Sedangkan hasil implementasi menyebutkan skor rata-rata seluruh peserta didik pada pre-test adalah 42 dan pada post-test adalah 91 sehingga produk yang dikembangkan sudah efektif digunakan. Saran bagi guru, media ini dapat digunakan untuk mempermudah penyampaian materi tentang mesntruasi. Dalam cakupan yang luas, media pembelajaran ini dapat digunakan sebagai materi pelajaran PJOK dan IPA tentang kesehatan reproduksi. Saran bagi peserta didik, supaya mempraktikkan beberapa materi dalam video yaitu cara memilih pembalut, cara mengatasi dismenorea dan cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Peserta didik harus bertanya apabila ada materi yang belum dimengerti.Saran diseminasi yaitu supaya produk disampaikan ke sasaran yang lebih luas.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PELAJARAN IPA MATERI RANGKA MANUSIA BAGI SISWA TUNARUNGU KELAS IX DI SLB NEGERI PEMBINA TINGKAT NASIONAL BAGIAN C MALANG
ABSTRAK Yulandha, Gita 2018. Pengembangan Mulmedia Interaktif Pelajaran Ipa Materi Rangka Manusia Bagi Siswa Tunarungu Kelas IX Di SLB Negeri Pembina Tingkatnasional Bagian C Malan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti M.Pd (2) Sopingi M.pd Kata Kunci : Multimedia Interaktif, Tunarungu, IPA, Materi Rangka Manusia Tunarungu adalah seorang yang memiliki keterbatasan dalam hal pendengaran. Hal demikian dapat mengganggu dalam proses belajar mengajar. Anak tunarungu membutuhkan media yang tepat dalam belajar. Dalam pembelajaran IPA, yang lebih banyak menekankan pada pengalaman langsung, sehingga sebagai tunarungu mereka sangat membutuhkan pejelasan secara verbal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan produk multimedia interaktif pelajaran IPA materi rangka manusia yang dibutuhkan oleh siswa tunarungu. Metode yang digunkan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dan kualitatif , dengan rancangan Research And Development model dan menggunakan teori Lee & Owens (2004),yang terdiri 5 tahapan yaitu a) assessment/analysis, b) design, c) development, d) implementation, dan e) evaluation. Validasi produk dilakukan melalui penilaian ahli, yaitu a) ahli media, b)ahli materi, dan c)praktisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai dari validator ahli media yang menghasilkan skor 89%, ahli materi menghasilkan 86%, praktisi menghasilkan 92%. Dan hasil dari perolehan uji coba produk pada siswa tunarungu yaitu menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara perolehan skor pre tes dan pos tes Multimedia interaktif yang dikembangkan memiliki keunggulan dapat memberikan penyajian materi secara lengkap dan dapat memenuhi tujuan pembelajaran, namun untuk produk multimedia interaktif yang dikembangkan saat ini masih mengggunakan animasi 2 dimensi sehingga animasi yang disajikan masih belum terlihat nyata
pengembangan multimedia interaktif untuk membaca permulaan pada siswa tunarungu kelas I di SLB EKA MANDIRI BATU
ABSTRAK Maulidah, Khanif 2018. Pengembangan Multimedia Interaktif Untuk Membaca Permulaan Pada Siswa Tunarungu Kelas I di SLB EKA MANDIRI BATU. Skripsi, Program Studi S1, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd, M.Kes, (II) Sihkabuden, M.Pd. Kata Kunci: Tunarungu, Multimedia Interaktif, Membaca Permulaan. Tunarungu adalah anak yang mengalami hambatan dalam pendengaran. Hambatan pendengaran yang dimilikinya mengakibatkan anak tunarungu mengalami hambatan bahasa dalam menerima informasi dari luar. Oleh karena itu, anak tunarungu sangat membutuhkan media interaktf dalam membaca permulaan untuk menerjemahkan dan memudahkan pemahaman siswa yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengembangkan produk yang berupa multimedia interaktif untuk membaca permulaan pada siswa kelas I yang teriri dari pengenalan huruf abjad dan huruf SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) yang disertai dengan cara pengucapannya yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tunarungu. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode Lee & Owens (2004) yang terdiri dari (a) assesment/analysis, (b) design, (c) development, (d) implementation, dan (e) evaluation. Validasi prosuk dilakukan melalui penilaian dari (a) ahli media, (b) ahli materi, dan (c) ahli praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor yang diperoleh dari validasi ahli media adalah 94%, skor validasi ahli materi 80%, dan skor ahli praktisi 80%. Sedangkan hasil uji coba lapangan memperoleh skor 100% yang mencapai KKM dengan kualifikasi sangat efektif. Kesimpulan berdasarkan data tersebut, pengembangan multimedia interaktif untuk membaca permulaan pada siswa tunarungu kelas i di SLB EKA MANDIRI BATU dinilai cukup valid dan sangat efektif digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diharapkan untuk peneliti selanjutnya adalah mengembangkan media pembelajaran pada kompetensi materi selanjutnya.