SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Pengaruh Teknik Shaping untuk Membentuk Kemampuan Bina Diri Menggosok Gigi Secara Mandiri Siswa Tunagrahita Sedang
ABSTRAK Rohma Wati, Diyah. 2018. Pengaruh Teknik Shaping untuk Membentuk Kemampuan Bina Diri Menggosok Gigi Secara Mandiri Siswa Tunagrahita Sedang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Shodiq AM, M.Pd, (II) Dr. Sihkabuden, M.Pd Kata Kunci: teknik shaping, kemampuan menggosok gigi, tunagrahita sedang Keterbatasan intelektual yang dimiliki peserta didik tunagrahita sedang mengakibatkan anak tersebut mengalami kesulitan dalam hal bina diri secara mandiri. Bina diri sangat penting diajarkan kepada anak sejak dini karena hal tersebut merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar. Salah satu jenis bina diri adalah menggosok gigi. Perlu teknik khusus untuk dapat membuat anak tunagrahita sedang agar dapat secara mandiri menggosok gigi secara baik dan benar. Teknik yang sesuai untuk digunakan dalam permasalahan tersebut adalah shaping. Pelaksanaan langkah-langkah dalam menggosok gigi diberikan pengisyaratan (prompting) dan penguatan (reinforcement) dalam setiap tahapannya sehingga dapat mempermudah anak untuk mengahfal langkah-langkah dalam menggosok gigi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kemampuan menggosok gigi siswa tunagrahita sedang sebelum diberikan intervensi, (2) mendeskripsikan kemampuan menggosok gigi siswa tunagrahita sedang setelah diberikan intervensi, (3) mendeskripsikan pengaruh teknik shaping terhadap kemampuan menggosok gigi siswa tunagrahita sedang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan subjek tunggal atau Singel Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek penelitian ini adalah seorang anak tunagrahita sedang yang disertai Down Syndrome, berjenis kelamin perempuan, kelas 5 SLB Smart School Pacet Mojokerto. Jenis pengukuran yang digunakan adalah presentase. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan perolehan mean level yang meningkat dari 62,2 % pada kondisi baseline-1, ke kondisi intervensi 85,3% dan 78,6% pada kondisi baseline-2. Perhitungan presentase overlap antara kondisi baseline-1 ke kondisi intervensi adalah 0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan teknik shaping untuk membentuk kemampuan bina diri menggosok gigi secara mandiri siswa tunagrahita sedang. Saran dari penelitian ini antara lain: (1) berikan teknik pembelajaran, pendekatan individual maupun media pembelajaran yang sesuai serta efektif sehingga pembelajaran yang diberikan mampu diterima oleh anak terutama anak tunagrahita sedang, (2) Penggunaan teknik shaping dapat dijadikan alternatif bagi orang tua siswa tunagrahita sedang untuk memberikan pengajaran dalam hal bina diri saat di rumah. Orang tua juga diharapkan mampu bekerjasama dengan mengembangkan kemandirian anak tunagrahita sedang dengan tidak terus menerus membantu anak untuk melakukan kegiatan bina diri pada kehidupan sehari-hari, (3) Perlu diadakan penelitian yang lebih mendasar dalam pembelajaran bina diri
Pengembangan Video Senam Otak (Brain Gym) dalam Pembelajaran Bahasa Tunagrahita di SDLB Kemala Bhayangkari Trenggalek
ABSTRAK Ningrum, Ary. 2018. Pengembangan Video Senam Otak (Brain Gym) Dalam Pembelajaran Bahasa Tunagrahita Di SDLB Kemala Bhayangkari Trenggalek. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (2) Drs Hendry Praherdiono, M.Si, M.Pd. Kata Kunci: Senam Otak (Brain Gym), Bahasa, Tunagrahita Bahasa merupakan hal yang sangat dibutuhkan, khususnya dalam menulis permulaan, untuk menulis permulaan diperlukan motorik halus yang memadai. Motorik halus pada anak tunagrahita mengalami gangguan sehingga memerlukan gerakan yang dapat mengkoordinasikan antara otak, tangan, jari, lengan dan mata. Berdasarkan analisis yang diperoleh peneliti terdorong untuk mengembangkan senam otak (brain gym) karena terdapat 3 dimensi pada otak yang salah satunya adalah dimensi literalis yang berfungsi dalam berbahasa, dengan adanya senam otak maka bagian-bagian otak khususnya menulis permulaan dapat dikembangkan dan jika senam otak diberikan secara terus menerus terjadi kontrol serta pelamasan pada otot anak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan video senam otak. Video ini dikemas dalam bentuk CD yang diharapkan dapat membantu siswa untuk menulis permulaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model Borg & Gall, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan peneliti yaitu 1)penelitian dan pengumpulan data, 2)perencanaan, 3)pengembangan produk awal, 4)validasi produk awal, 5) revisi produk awal, 6)uji coba lapangan dan 7)revisi produk akhir Hasil penelitian menunjukkan bahwa video senam otak (brain gym) layak dan efektif diterapkan bagi siswa tunagrahita di SDLB Kemala Bhayangkari Trenggalek dengan memperoleh skor validasi ahli media 95,83% (sangat valid), ahli materi satu 90% (sangat valid), ahli materi dua 93,75% (sangat valid), Uji coba pre test mendapatkan 60 (di bawah kkm) , post test mendapatkan 83,(di atas kkm/sangat valid) artinya, video senam otak yang dikembangkan terbukti efektif meningkatkan kemampuan menulis permulaan anak tunagrahita. Kesimpulan dari pengelitian pengembangan ini adalah (1) berdasarkan hasil dan evaluasi para ahli menunjukkan bahwa produk Pengembangan Video Senam Otak (Brain Gym) Dalam Pembelajaran Bahasa Tunagrahita Di SDLB Kemala Bhayangkari Trenggalek dinyatakan memili kemenarikan, kemudahan dan sesuai dengan karakteristik anak tunagrahita untuk melatih menulis permulaan serta sesuai dnegan materi yang sedang diajarkan, (2) berdasarkan hasil evaluasi uji produk dapat disimpulkan bahwa produk Pengembangan Video Senam Otak (Brain Gym) Dalam Pembelajaran Bahasa Tunagrahita Di SDLB Kemala Bhayangkari Trenggalek dinyatakan memiliki kemenarikan dan kegunaan media dalam melatih anak mengaktifkan motoriknya sehingga dapat melatih menulis permulaan. Saran pemanfaatan penelitian ini adalah: (1)bagi siswa:peserta didik harus memperhatikan gerakan dan intruksi dari guru, (2) bagi guru: Memperhatikan kesulitan peserta didik dalam bergerak, khususnya menggerakkan tangan
Pengaruh Penggunaan Media Sempoa Geometri Terhadap Kemampuan Berhitung Tunagrahita Kelas IV SDLB Jombatan VII Jombang
ABSTRAK Anak Tunagrahita adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam intelektualnya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita kelas IV yang masih bisa menerima pelajaran di sekolah. Konsep berhitung dalam penelitian ini adalah penjumlahan bilangan 1 sampai 10. Pembelajaran berhitung pada anak tunagrahita hendaknya menggunakan media pembelajaran agar materi berhitung penjumlahan dapat diterima dengan baik, dan memudahkan siswa untuk memahami berhitung penjumlahan, salah satunya adalah dengan menggunakan media sempoa geometri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengaruh sebelum menggunakan media pembelajaran sempoa geometri terhadap pembelajaran berhitung penjumlahan pada anak tunagrahita (2) mendeskripsikan pengaruh sesudah menggunakan media pembelajaran sempoa geometri terhadap pembelajaran berhitung penjumlahan pada anak tunagrahita (3) mendeskripsikan hasil belajar berhitung penjumlahan pada anak tunagrahita sebelum dan sesudah menggunakan media sempoa geometri di SDLB Jombatan VII Jombang. Rancangan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental dengan One – Group Pre-test Post-test. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita kelas IV SDLB Jombatan VII Jombang yang berjumlah 5 siswa. Berdasarkan hasil dari uji hipotesis (1) adanya pengaruh penggunaan media sempoa geometri terhadap kemampuan berhitung tunagrahita yaitu dengan nilai signifikansi 0,01 < 0,05 dan (2) hasil belajar pada skor pre test sebesar 52,0 dan skor post test mencapai 84,0 yang menunjukkan adanya peningkatan dari nilai pre test menuju nilai post test. Hal itu menunjukkan hasil belajar berhitung penjumlahan pada siswa tunagrahita dengan menggunakan sempoa geometri lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan sempoa geometri. Kesimpulan dalam penelitian ini (1) ada pengaruh penggunaan media sempoa geometri terhadap kemampuan berhitung tunagrahita kelas IV SDLB Jombatan VII Jombang (2) adanya peningkatan terhadap hasil belajar berhitung penjumlahan sebelum dan sesudah menggunakan media sempoa geometri. Berdasarkan hasil yang diperoleh hendaknya guru dapat menggunakan media sempoa geometri dalam menyampaikan materi pembelajaran berhitung untuk anak tunagrahita
PERAN ORANGTUA DALAM PELAKSANAAN BEHAVIOR THERAPY UNTUK ANAK ADHD DI TK TAZKIYAH MALANG
ABSTRAK Ayuningtyas, Diah. 2018. Peran Orangtua dalam Pelaksanaan Behavior Therapy untuk Anak ADHD di TK Tazkiyah Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs.Abdul Huda, M.Pd., (II) Eka Pramono Adi, S.IP,M.Si. Kata Kunci : Peran Orangtua, Terapi Perilaku, ADHD ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan perhatian disertai hiperaktif. Dalam kondisinya anak dengan hambatan ADHD pada umumnya mengalami gangguan dalam konsentrasi, hiperaktif dan implusif. Gangguan yang dialami memicu timbulnya perilaku yang mal-adaptif seperti tidak bisa duduk diam maupun memukul-mukul sesuatu. Salah satu terapi yang bisa dilakukan untuk meminimalisir perilaku-perilaku yang kurang sesuai adalah dengan behavior therapy. Behavior Therapy atau terapi perilaku merupakan penerapan aneka ragam teknik-teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar. Salah satu tekniknya adalah reinforcement/penguatan. Penguatan adalah suatu bentuk penghargaan terhadap tingkah laku siswa. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan tentang: (1) Peran orangtua dalam pelaksanaan behavior therapy untuk anak ADHD di TK Tazkiyah Malang; (2) Pelaksanaan behavior therapy untuk anak ADHD di TK Tazkiyah Malang; (3) Hambatan yang dialami orangtua dalam pelaksanaan behavior therapy di TK Tazkiyah Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dilaksanakan di TK Tazkiyah Malang dan di rumah beberapa orangtua anak ADHD yang menerapikan anaknya minimal satu tahun dengan subjek anak ADHD usia TK. Pengumpulan data pada penelitian kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan behavior therapy untuk anak ADHD di TK Tazkiyah Malang melalui beberapa tahap yaitu : (1) assesment; (2) goal setting; (3) teknik implementation; (4) evaluation. Orangtua berperan penuh dalam setiap pelaksanaanya dengan turut berkontribusi dalam setiap tahap yang dilalui mulai dari assesment, goal setting sebagai bentuk perencanaan, teknik implementation sebagai pelaksanaan dan evaluation sebagai evaluasi. Dalam proses kerterlibatannya terhadap pelaksanaan behavior therapy yang dilakukan orangtua mengalami hambatan yaitu : (1) penerimaan diri orangtua yang kurang sehingga menyebabkan orangtua tidak mengerti tentang ADHD; (2) pemahaman terhadap behavior therapy khususnya teknik reinforcement kurang. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peran orangtua sangat penting dalam membantu terapis mencapai goal setting yang telah ditetapkan sebelum terapi dilaksanakan. Orangtua yang menerapikan anaknya di TK Tazkiyah Malang ikut berkontribusi mulai dari assesment sampai dengan proses evaluasinya. Secara garis besar hambatan yang dihadapi orangtua adalah pemahaman tentang ADHD dan behavior therapy itu sendiri. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalalah : (1) terapis hendaknya menjelaskan secara keseluruhan mengenai terapi yang dilakukan kepada orangtua agar penerapan yang dilakukan orangtua di rumah dapat berjalan maksimal; (2) Orangtua hendaknya mencari informasi lebih banyak terkait dengan kondisi dan terapi yang dilakukan oleh anak; (3) peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi pada penelitian selanjutnya
PENGARUH MEDIA PAPAN MAGNET TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II DI SDLB AL-IKHSAN NGANJUK
ABSTRAK Susilowati 2018. Pengaruh media papan magnet terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB AL-Ikhsan Nganjuk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata kunci : Tunagrahita,papan magnet,kemampuan membaca permulaan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLB AL-Ikhsan Nganjuk. Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki kecerdasan dibawah rata-rata,berkesulitan dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi . Rendahnya kognitif anak tunagrahita juga berpengaruh pada proses belajar dikelas dan berpengaruh pada pendidikan anak tunagrahita khususnya dalam-keterampilan membaca.Membaca permulaan dengan menggunakan media papan magnet merupakan salah satu cara untuk memudahkan siswa dalam belajar. Tujuan penelitian (1) mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah memanfaatkan media papan magnet terhadap kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLB AL-Ikhsan Nganjuk. Rancangan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain time series dengan Quasi Eksperimen pre test post test. Subjek penelitian adalah siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLB AL-Ikhsan Nganjuk yang berjumlah 5 siswa. Berdasarkan dari t hitung diperoleh nilai sig sebesar 7,8 dan ttabel 2,131. Hasil dari niai menunjukkan nilai si
Studi Deskriptif Sikap Siswa Reguler terhadap Siswa Autis dalam Proses Belajar Kelas XI IPS I di SMAN 10 Malang
ABSTRAK Khoiriyah, Fajar. 2018. Studi Deskriptif Sikap Siswa Reguler terhadap Siswa Autis dalam Proses Belajar Kelas XI IPS I di SMAN 10 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd., (2) Dr. Sihkabuden, M.Pd Kata Kunci: Autisme, Penerimaan Sosial, Sekolah Inklusi Adanya sistem pendidikan inklusi adalah untuk membantu peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan atau mental, perilaku, dan sosial agar mampu mengembangkan sisikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.Pelaksanaan pendidikan anak autis di sekolah umum diperlukan adanya penerimaan sosial dari teman sebaya. Fokus penelitian melingkupi (1) penerimaan siswa reguler terhadap siswa autis, serta (2) peran siswa reguler membantu siswa autis dalam kegiatan sekolah. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penelitian berupa kajian studi kasus mengenai kondisi langsung yang terjadi di lapangan. Proses pengumpulan data dilakukan peneliti dengan menggunakan beberapa cara yaitu dengan angket, observasi, dan wawancara langsung. Analisis data terdiri dari tiga tahapan yaitu pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verivication). Temuan dari hasil penelitian ini menunjukkan; (1) siswa reguler telah dapat menerima keberadaan siswa autis di lingkungan belajar mereka, meskipun masih ada beberapa yang kurang menyukai perilaku siswa autis, (2)masih ditemukan beberapa kasus siswa reguler menjahili siswa autis, meskipun terkadang sebagai bentuk balasan perilaku siswa autis sendiri, (3) siswa reguler ikut serta membantu siswa autis dalam kegiatan belajar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa siswa reguler sudah terbiasa dengan perilaku siswa autis dan mencoba menerima atau setidaknya memberikan toleransi mengenai keberadaan siswa autis. Siswa reguler juga turut serta membantu kegiatan belajar siswa autis, dengan guru yang juga berperan sebagai penbimbing
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDLB PANCA BHAKTI MAGETAN
RINGKASAN Pembelajaran tematik secara efektif akan membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa,(1)Tahap perencanaan pembelajaran masih terlihat bervariasi.(2)Pada tahap pelaksanaan pembelajaran tematik, kegiatan pembelajaran di kelas sebagian besar belum menggunakan model pembelajaran tematik.(3)Pada tahap penilaian, belum menggunakan model penilaian tematik.. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran tematik akan berjalan optimal apabila didukung oleh beberapa hal diantaranya, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, sarana dan prasana yang memadai
Pengaruh penggunaan Media Buku Flannel (Bussy Book) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Kata Siswa Kelas III Tunagrahita Ringan SLB-ACD Pertiwi Kota Mojokerto
RINGKASAN Indahwaty, Era Dwi. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Buku Flanel (bussy book) terhadap kemampuan membaca permulaan kata siswa Kelas III Tunagrahita Ringan SLB- ACD Pertiwi Kota Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M. Shodiq AM, Mpd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M. Hum Kata Kunci: Tunagrahita, membaca permulaan, media buku flanel. Tunagrahita ringan dalam pembelajaran membaca khususnya membaca permulaan yang diterapkan pada anak tunagrahita ringan akan lebih efektif jika disertai dengan adanya media. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu media yang dapat menunjang siswa dalam belajar membaca permulaan. media tersebut adalah permainan media buku flanel (bussy book) yang didalamnya terdapat gambar dan tulisan huruf yang dapat membantu siswa dalam membaca permulaan. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan sebelum dan, (2) sesudah diberikan media buku flanel, serta (3) pengaruh penggunaan media buku flanel terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian menggunakan 5 siswa tunagrahita yang berada dikelas 3 SLB ACD Pertiwi Kota Mojokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (tes lisan dan tes kinerja). Analisis data menggunakan perhitungan skor rata-rata dan presentase, serta uji hipotesis dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan () kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita sebelum diberikan pembelajaran menggunakan media buku flanel kategori kurang, (2) kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita sesudah diberikan pembelajaran menggunakan media buku flanel kategori baik, (3) terdapat pengaruh pembelajaran menggunakan media buku flanel terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita. Saran untuk guru, diharapkan dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki siswa tunagrahita dengan cara mengoptimalkan indra yang lain yang masih berfungsi. Pengoptimalan bisa dilakukan pada saat pembelajaran agar peserta didik lebih memahami materi dalam pembelajaran. Cara pengoptimalan dapat dilakukan dengan memfasilitasi pembelajaran dengan media ataupun metode yang menarik. Saran untuk peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan pembelajaran menggunakan media buku flanel pada subjek dengan karakteristik yang berbeda. ABSTRACT Indahwaty, Era Dwi. 2018. The effect of bussy book media application to early reading ability of third grade light mentally disable student of SLB-ACD PERTIWI Mojokerto City. Thesis, Department of Special Education, Faculty of Education Science, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. M. Shodiq AM, MPd, (II) Drs. Ahmad Samawi, M. Hum. Keywords: mentally disable, early reading, bussy book Light mentally disable in reading lesson especially on early reading which applied to mentally disable student will be more effective if accompanied with the existence of media. Related with this matter, so it will need a media that can support student in learning early reading. This media was a bussy book media game which containing picture and letter that can help student in early reading. The objective of this research were: 1) describe the ability of early reading before and, 2)after received bussy book media and, 3) the effect of bussy book media to light disability student's early reading ability. The research method that applied in this research was experiment method with one-group pretest and posttest method. Research subject was 5 students which belong to third grade of SLB ACD Pertiwi Mojokerto City. Data collecting technique that applied was test (oral test and perform test). Data analysis using mean and percentage score calculation, and hypothesis test using Wilcoxon test. Research result showed : 1) the early reading ability of light mentally disable student before received learning with bussy book media was low, 2) the early reading ability of light mentally disable student after received learning with bussy book media was on good category, 3) there is an effect on learning with using bussy book media to student's early reading ability. Suggestion for teacher, its expected can optimize student's ability by optimize other senses which still functioning well. optimizing can be done during learning in order to make student more understand material in learning. It can be done by facilitate learning through media or other interesting method. Suggestion for next researcher, its expected develop research with learning using bussy book on different subject's characteristic
PENGARUH MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK TUNAGRAHITA KELAS 2 DI SLB IDHATI PARANG MAGETAN
RINGKASAN PENGARUH MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK TUNAGRAHITA KELAS 2 DI SLB IDHATI PARANG MAGETAN KUMALA CAHAYANI Tunagrahita mengalami hambatan dalam menulis permulaan, anak tunagrahita memerlukan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif, salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran audio visual. Media audio visual adalah media yang media audio visual merupakan media kombinasi antara audio dan visual yang dikombinasikan dengan alat elektronik yang mempunyai unsur suara dan gambar yang biasa dilihat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh media pembelajaran audio visual terhadap kemampuan menulis permulaan pada anak tunagrahita kelas 2 di SLB Idhati Parang Magetan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan rancangan Pre-Eksperimental Design dengan jenis One-Grup Pretest-Posttes Design. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data statistik non parametik,dengan n=6 dan α=5%, serta diolah dengan menggunakan rumus Sign test. Hasil Penelitian menunjukkan hasil nilai rata-rata pretest56,01% dan nilai rata-rata postest 74,01%.Sedangkan hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai Zh (2,05) dan Z tabel 5% (1,96), maka interprestasinya adalah Zh > Zt. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, artinya ada pengaruh media audio visual terhadap kemampuan menulis permulaan pada anak tunagrahita SLB Idhati Parang Magetan. Kata kunci : Media audio visual, menulis permulaan, anak tuna grahit
Pengaruh Metode Struktur Analisis Sintesis terhadap Kemampuan Membuat Kalimat dalam Bahasa Indonesia pada Siswa Tunagrahita Ringan.
RINGKASAN Liyanti, Eka. 2018. Pengaruh Metode Struktur Analisis Sintesis terhadap Kemampuan Membuat Kalimat dalam Bahasa Indonesia pada Siswa Tunagrahita Ringan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S. Pd, M. Pd, (II) Sopingi, S.Sos, M.Pd. Kata Kunci: struktur analisis sintesis, membuat kalimat sederhana, tunagrahita Kemampuan membuat kalimat dalam bahasa Indonesia pada siswa tunagrahita masih sangat kurang, mengingat karakteristik anak-anak tunagrahita yang sulit memahami sesuatu yang bersifat abstrak. Mereka selalu membutuhkan hal-hal yang konkrit yang bisa dilihat dan dialami sendiri. Metode struktur analisis sintesis adalah salah satu metode yang menyajikan cara menganalisis kalimat dengan menguraikannya ke dalam bentuk kata, suku kata, dan huruf, kemudian disintesiskan kembali menjadi bentuk kalimat. Perpaduan dengan media gambar membuat metode ini menarik dan mudah dipelajari oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode struktur analisis sintesis terhadap kemampuan membuat kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia pada siswa tunagrahita ringan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu single subject research (SAS) yaitu penelitian dengan subjek tunggal, dengan desain A-B-A’ (baseline 1, intervensi, baseline 2). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas VII di SLB PSM Takeran Magetan yang mengalami kesulitan dalam membuat kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia. Data-data yang dikumpulkan yaitu melalui tes tulis. Analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kemampuan membuat kalimat sederhana selama fase intervensi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan subjek. Terbukti pada perolehan skor mean level subjek dari 3,75 pada kondisi baseline 1 menjadi 6,9 pada saat intervensi, dan 8,6 pada saat baseline 2. Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode struktur analisis sintesis berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan membuat kalimat sederhana yang ditunjukkan dengan peningkatan pada tiap fase. Data tersebut didukung juga dengan presentase overlap yang rendah. Presentase overlap antar kondisi baseline 1 dan fase intervensi yaitu sebesar 0% dan fase intervensi dengan baseline 2 sebesar 0%. Kesimpulan secara keseluruhan bahwa metode struktur analisis sintesis berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membuat kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia pada siswa tunagrahita ringan kelas VII di SLB PSM Takeran Magetan