SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI TEKNIK MELAWAT DENGAN PENDAMPING AWAS BAGI MAHASISWA TUNANETRA DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Alhana, Zulfa. 2018. Implementasi Teknik Melawat dengan Pendamping Awas bagi Mahasiswa Tunanetra di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs. M. Shodiq AM, M.Pd dan dr. Agung Kurniawan, M.Kes Kata kunci: teknik melawat, pendamping awas, mahasiswa tunanetra Teknik melawat dengan pendamping awas, berkontribusi dalam memudahkan tunanetra untuk mengenal lingkungan secara efisien dan detail dalam mendapatkan informasi terkait objek – objek yang memudahkan atau menghambat orientasi mobilitas tunanetra. Kehadiran pendamping awas juga sebagai perantara tunanetra untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang masih belum dapat di jangkau oleh tunanetra. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan hal – hal yang terkait: (1) kemudahan, hambatan, dan solusi teknik melawat dengan pendamping awas di Fakultas Ilmu Pendidikan UM, (2) ketergantungan mahasiswa tunanetra terhadap kehadiran pendamping awas, (3) Implementasi teknik melawat dengan pendamping awas bagi mahasiswa tunanetra di Fakultas Ilmu Pendidikan UM. Penelitian ini mengambil penelitian studi kasus, pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu: Observasi sebagai langkah untuk mengamati secara langsung kejadian di lapangan, wawancara sebagai media mendapatkan informasi melalui keterangan dari pihak terlibat penelitian. Dokumentasi, sebagai penyelaras dari observasi dan wawancara. Sehingga dengan adanya teknik pengumpula data yang tepat, hasil penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian dapat diuraikan bahwa kemudahan teknik melawat dengan pendamping awas antara lain: efisien waktu dalam ber-orientasi mobilitas, keamanan orientasi dan mobilitas mahasiswa tunanetra, konsep orientasi yang lebih detail. Hambatan yang terjadi adalah keterbatasan pendamping awas pada teknik melawat dengan pendamping awas, serta penyampaian deskripsi informasi terkesan abstrak. Ketergantungan mahasiswa tunanetra ketika masih mahasiswa baru karena belum mengenal lingkungan baru. Implementasi teknik melawat pendamping awas, agar tidak terjadi ketergantungan adalah, memberikan pendampingan kepada mahasiswa tunanetra sesuai dengan permintaan mahasiswa tunanetra
Pengaruh Metode Global Terhadap Kemampuan Menulis Bagi Siswa Tunagrahita Ringan Di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang
ABSTRAK Ammarinda, Yuan. 2018. Pengaruh Metode Global Terhadap Kemampuan Menulis Bagi Siswa Tunagrahita Ringan Di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd. (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata kunci: Tunagrahita, Metode Global, Kemampuan Menulis. Menulis merupakan kegiatan mengungkapkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan yang teratur dan tersruktur. Mengerti isi bacaan serta menuliskan isi bacaan tersebut adalah hal yang sulit untuk dilakukan anak tunagrahita. Anak tunagrahita yang sulit untuk mengingat membuat anak menjadi kesulitan dalam menuliskan isi atau bacaan karena lupa pada huruf atau penulisan yang tidak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis anak tunagrahita kelas V sebelum dan sesudah diberikan metode global, serta mendeskripsikan pengaruh metode global dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa tunagrahita kelas V di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tulis untuk kegiatan pretest dan kegiatan posttest. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini ialah uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, hasilnya yaitu nilai rata-rata pada kegiatan pretest sebesar 56,7, dan nilai rata-rata kegiatan posttest sebesar 71,7. Hasil output diperoleh dengan syarat apabila H0 diterima yakni memiliki Thitung > Ttabel dan H0 ditolak jika memiliki Thitung < Ttabel. Pada penelitian ini diperoleh hasil Thitung < Ttabel, yakni nilai T0=0 < Ttabel = 2 atau 0 < 2. Dari kriteria tersebut maka menunjukkan bahwa H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis siswa tunagrahia kelas V di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan metode global. Saran yang diajukan oleh penulis untuk lembaga sekolah ialah bahwa metode global dapat dijadikan referensi dalam pemilihan metode dalam pembelajaran. Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dalam meningkatkan kemampuannya terutama dalam menulis siswa tunagrahita. Bagi guru dapat dijadikan sebagai variasi mengajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa tunagrahita. Bagi peneliti selanjutnya dalam penggunaan metode global dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis pada siswa dengan selain ketunaan tunagrahita
Pengaruh Penggunaan Media Audible Ball Terhadap Permainan Olahraga Sepak Bola Untuk Anak Tunanetra SMP-YPAB Surabaya
ABSTRAK Sadewo, Saif. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Audible Ball Terhadap Permainan Olahraga Sepak Bola Untuk Anak Tunanetra SMP-YPAB Surabaya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si, (2) dr. Agung Kurniawan, M.Kes. Kata kunci: Tunanetra, Media Audible Ball, Kemampuan Bermain Sepak Bola. Anak tunanetra adalah anak yang mengalami gangguan penglihatan yang sangat kompleks yang mencakup bidang visual, interaksi sosial, emosi, dan orientasi mobilitas. Tunanetra mengalami hambatan belajar orentasi dengan lingkungan sekitar yang mengakibatkan dampak-dampak tertentu, salah satunya hambatan dalam berolahraga sepak bola pada siswa tunanetra sehingga diperlukannya metode untuk membantu anak dalam mengemukakan keinginannya. Anak membutuhkan alat bantu dan media yang khusus dalam mengembangkan kemampuan bermain sepak bola, terutama dalam kemampuan teknik dalam sepak bola. Salah satu metodenya dan medianya yaitu melalui tes praktek serta menggunakan media audible ball. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan tentang kemampuan bermain sepak bola anak tunanetra di SMP YPAB Surabaya sebelum diberikan media audible ball. (2) Mendeskripsikan tentang kemampuan bermain sepak bola anak tunanetra di SMP YPAB Surabaya sesudah diberikan intervensi tes praktek dan media audible ball. (3) Mendeskripsikan pengaruh media audible ball terhadap kemampuan bermain sepak bola anak tunanetra di SMP YPAB Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A. Subjek penelitian adalah anak tunanetra kelas VII SMP YPAB Surabaya. Instrumen penelitian ini menggunakan yang berisikan tentang kemampuan bermain sepak bola anak berdasarkan tes dan praktek fase 1 sampai 10 dengan menggunakan kriteria penilaian skor maksimal adalah 4 dan 1 adalah skor minimal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis visual dalam bentuk grafik data antar kondisi dan dalam kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audible ball berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan bermain sepak bola anak tunanetra di SMP YPAB Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan presentase overlap 0% yang berarti bahwa intervensi berupa media audble ball memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan bermain sepak bola anak tunanetra di SMP YPAB Surabaya. Selain itu, hasil analisis data menunjukan kemampuan komunikasi anak autis mengalami peningkatan pada kondisi Baseline-2 (A2) atau kondisi kontrol yaitu skor stabil 70,0%, skor tersebut lebih tinggi dari kondisi Baseline-1 (A1) atau kondisi sebelum diberikan intervensi dengan skor stabil 50,00%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media audible ball terdapat pengaruh terhadap peningkatan kemampuan bermain sepak bola anak tunanetra di SMP YPAB Surabaya. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) Bagi sekolah disarankan untuk memberikan jam khusus setiap harinya untuk memberikan latihan atau jadwal pada anak tunanetra olahraga sepak bola agar kemampuan bermain sepak bola anak meningkat baik olahraga sepak bola menyenangkan maupun mendidik.(2) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian menggunakan media audible ball yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan bermain sepak bola dan teknik bola anak tunanetra
Pengaruh Metode Global Terhadap Kemampuan Menulis Bagi Siswa Tunagrahita Ringan Di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang
ABSTRAK Ammarinda, Yuan. 2018. Pengaruh Metode Global Terhadap Kemampuan Menulis Bagi Siswa Tunagrahita Ringan Di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd. (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP. Kata kunci: Tunagrahita, Metode Global, Kemampuan Menulis Menulis merupakan kegiatan mengungkapkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan yang teratur dan tersruktur. Mengerti isi bacaan serta menuliskan isi bacaan tersebut adalah hal yang sulit untuk dilakukan anak tunagrahita. Anak tunagrahita yang sulit untuk mengingat membuat anak menjadi kesulitan dalam menuliskan isi atau bacaan karena lupa pada huruf atau penulisan yang tidak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis anak tunagrahita kelas V sebelum dan sesudah diberikan metode global, serta mendeskripsikan pengaruh metode global dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa tunagrahita kelas V di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes tulis untuk kegiatan pretest dan kegiatan posttest. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini ialah uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan analisis data yang diperoleh, hasilnya yaitu nilai rata-rata pada kegiatan pretest sebesar 56,7, dan nilai rata-rata kegiatan posttest sebesar 71,7. Hasil output diperoleh dengan syarat apabila H0 diterima yakni memiliki Thitung > Ttabel dan H0 ditolak jika memiliki Thitung < Ttabel. Pada penelitian ini diperoleh hasil Thitung < Ttabel, yakni nilai T0=0 < Ttabel = 2 atau 0 < 2. Dari kriteria tersebut maka menunjukkan bahwa H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis siswa tunagrahia kelas V di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan metode global. Saran yang diajukan oleh penulis untuk lembaga sekolah ialah bahwa metode global dapat dijadikan referensi dalam pemilihan metode dalam pembelajaran. Metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dalam meningkatkan kemampuannya terutama dalam menulis siswa tunagrahita. Bagi guru dapat dijadikan sebagai variasi mengajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa tunagrahita. Bagi peneliti selanjutnya dalam penggunaan metode global dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis pada siswa dengan selain ketunaan tunagrahita
Pengembangan Media Papan Putar Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyusun Kalimat Sederhana Pada Siswa Tuna Rungu Kelas III SDLB Eka Mandiri Kota Batu
RINGKASAN Muliah.2018.Pengembangan Media Papan Putar Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyusun Kalimat Sederhana Pada Siswa Tuna Rungu Kelas III SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn Kata Kunci : Papan Putar, Menyusun Kalimat Sederhana, Tunarungu Saat studi pendahuluan ditemukan siswa tunarungu mengalami kesulitan, dan belum tersedia media pembelajaran dalam pembelajaran menyusun kalimat sederhana. Melihat karakteristik anak tunarungu, pemilihan media yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik mereka yaitu menggunakan media visual. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan Papan Putar. Tujuan penelitian pengembangan secara umum yaitu menghasilkan media pembelajaran Papan Putar yang valid dimanfaatkan bagi siswa tunarungu kelas III dalam pembelajaran menyusun kalimat sederhana di SDLB Eka Mandiri Kota Batu. Penelitian ini, menggunakan model pengembangan Research and Development (R & D) Borg dan Gall yaitu : (1) Penelitian dan Pengumpilan data; (2) Perencanaan; (3) Pengembangan draf produk; (4) Uji coba lapangan awal; (5) Merevisi hasil uji coba; (6) Uji coba lapangan; (7) Penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Papan Putar sangat valid untuk digunakan. Hasil dari ahli materi diperoleh skor 91,25 %, ahli media 97,5 %. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini adalah sangat valid digunakan berdasarkan validasi dari ahli materi, dan ahli media. Berdasarkan uji coba penggunaan Papan Putar pada siswa tunarungu kelas III secara kuantitatif dapat meningkatkan hasil belajar. Saran dari penelitian adalah : (1) Papan Putar diharapkan lebih variatif sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan; (2) Untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas lagi, tidak hanya di SDLB Eka Mandiri Kota Batu, tapi juga untuk ABK dan sekolah lainnya. Muliah.2018.Beginning.2018. Development of Play Board Media to Improve the Ability to Compose Simple Sentences for Deaf Students Class III SDLB Eka Mandiri Batu City. Undergraduate Thesis, Special Education Department, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Keywords: Play Board, Simple Sentence Preparation, Deafness When a preliminary study found deaf students had difficulty, and not yet available learning media in learning to compose simple sentences. Seeing the characteristics of deaf children, the selection of media in accordance with their abilities and characteristics, namely using visual media. In this study, researchers developed a Play Board. The general development research objective is to produce a valid Playback Learning media used for deaf students in class III in learning to compose simple sentences in Eka Mandiri SDLB Batu City. This research,using a model of Research and Development (R & D) Borg and Gall's, namely: (1) Research and data collection; (2) Planning; (3) Development of product draft; (4) Initial field trials; (5) Revise the results of the trial; (6) Field trials; (7) Improvement of the results of field trials. The results show that the Play Board is very valid to use. Results from material experts obtained a score of 91.25%, media experts 97.5%. The conclusion of this research and development is very valid to use based on the validation of material experts, and media experts. Based on the trial of the use of Playboard for class III deaf students can quantitatively improve learning outcomes. Suggestions from the research are: (1) Playboard is expected to be more varied so that it can achieve the expected learning goals; (2) The research subject is expected to be wider, not only in SDLB Eka Mandiri in Batu City, but also for ABK and other schools
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA MELALUI MEDIA GAMBAR SERI SISWA TUNARUNGU KELAS VI SLB DHARMA WANITA KEBONSARI KABUPATEN MADIUN
RINGKASAN Sahara, Yomang. 2018. Peningkatan Kemampuan Menulis Cerita Melalui Media Gambar Seri Siswa Tunarungu Kelas VI di SLB Dharma Wanita Kebonsari. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. M.Shodiq A.M, M.Pd., (II) Drs. Ir. Endro Wahyuno, M.Si. Kata Kunci: tunarungu, kemampuan menulis cerita, media gambar seri Menulis merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar siswa tunarungu di sekolah.Akan tetapi dalam penerapannya banyak siswa tunarungu mengalami kesulitan untuk membiasakan menulis. Penyebabnya adalah metode pengajaran yang terlalu kaku sehingga menimbulkan kesan bahwa menulis itu sulit. Selain itu kurang tepatnya guru dalam memilih media pembelajaran juga dapat mempengaruhi minat siswa dalam materi menulis cerita.Untuk itulah penggunaan media sangat penting kehadirannya dalam pelajaran. Hal itu dimaksudkan agar siswa tidak hanya tinggi kualitas teoritisnya tetapi juga tinggi kualitas praktisnya.Salah satu media pengajaran yang dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa dalam kegiatan menulis cerita adalah media gambar. Hal ini dimaksudkan dengan melihat media gambar yang jelas dan sesuai dengan pokok bahasan maka siswa akan berpikir lebih jelas terhadap suatu pokok bahasan atau materi yang disampaikan guru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model penelitian tindakan kelas yang digunakan yaitu peneliti berperan sebagai guru (pengajar dibantu oleh mitra peneliti guru kelas sebagai observer atau pengamat) yang terdiri dari 2 siklus. Siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak tunarungu kelas VI yang berjumlah 4 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik data kualitatif yang meliputi cara reduksi data, penyajian data, dan pemberian kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan media gambar seri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi “Perubahan Cuaca” di sekolah sesuai dengan langkah-langkah dalam RPP dan dilaksanakan pada 2 siklus untuk mendapatkan hasil belajar siswa yang memenuhi KKM, (2) Penggunaan media gambar seri dalam meningkatkan hasil belajar Pada saat observasi diperoleh data hasil belajar siswa pada siklus I mendapat nilai rata-rata 65 dan pada Siklus II siswa mendapat nilai rata-rata 90. Ketuntasan belajar secara klasikalpada Siklus I lebih dari sama dengan 70 mencapai 50 % dan 100 % pada siklus II. Ini berarti pada siklus Iada 3 siswa yang mendapat nilai diatas atau sama dengan KKM yang ditentukan yaitu 70. Sedangkan pada siklus II semua siswa mendapat nilai di atas atau sama dengan KKM yang artinya hasil belajar siswa setelah penggunaan media gambar seri memuaskan
EFEKTIFITAS METODE SOSIODRAMA DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA SISWA TUNARUNGU KELAS III DI SLB DHARMA WANITA KEBONSARI KABUPATEN MADIUN
RINGKASAN Fidyaningsih, Indah Dian. 2018. Efektifitas Metode Sosiodrama Dalam Peningkatan Kemampuan Bercerita Siswa Tunarungu Kelas III di SLB Dharma Wanita Kebonsari Kabupaten Madiun. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. Efendi, M.Pd, M.Kes, (2) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, M.Pd Kata Kunci: Tunarungu, kemampuan bercerita, sosiodrama Ketidakberfungsian organ pendengaran pada anak tunarungu mengakibatkan terhambatnya perkembangan bahasa dan bicara sehingga anak tunarungu mengalami hambatan dalam berkomunikasi. Sehubungan dengan hal tersebut siswa tunarungu memerlukan bimbingan dan pengajaran khusus dalam upaya mendapatkan pembelajaran yang konkret, efektif, dan menarik. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan bercerita sehingga akan mempermudah anak tunarungu dalam menjalin komunikasi dengan sesama. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui gambaran awal kemampuan bercerita siswa tunarungu kelas III di SLB Dharma Wanita Kebonsari Kab. Madiun sebelum diterapkan metode sosiodrama, 2) mengetahui gambaran kemampuan bercerita siswa tunarungu kelas III di SLB Dharma Wanita Kebonsari Kab. Madiun sesudah diterapkan metode sosiodrama, 3) mengetahui efektifitas metode sosiodrama dalam peningkatan kemampuan bercerita siswa tunarungu kelas III di SLB Dharma Wanita Kebonsari. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain one group pre test – post test dimana dalam penelitian ini hanya terdapat satu kelompok saja tanpa adanya kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan perolehan rata-rata nilai siswa tunarungu kelas III di SLB Dharma Wanita Kebonsari Kab. Madiun pada tahap pre test sebesar 42,5, sedangkan setelah dilakukan intervensi, pada tahap post test perolehan rata-rata nilai siswa tunarungu kelas III di SLB Dharma Wanita Kebonsari Kab. Madiun meningkat sebesar 79,5. Dari perhitungan tersebut dapat dinyatakan adanya pengaruh penggunaan metode sosiodrama sebagai bentuk intervensi terhadap kemampuan bercerita. Adapun saran bagi guru dalam penelitian ini adalah agar dalam aktifitas pembelajaran menggunakan metode sosiodrama ini menggunakan media gambar yang berwarna untuk menarik minat siswa dalam kegiatan pembelajaran
PengaruhPermainanMonopoli BrailleTerhadapKemampuanMembacaPermulaanPadaAnakTunanetraKelas II di SDLB-A YPAB Surabaya
ABSTRAK Ningrum, SetiaYulita2016.PengaruhPermainanMonopoli BrailleTerhadapKemampuanMembacaPermulaanPadaAnakTunanetraKelas II di SDLB-A YPAB Surabaya, SKRIPSI, JurusanPendidikanLuarBiasa FIP UniversitasNegri Malang. Pembimbing (I) Drs.Ir.EndroWahyuno, M.Si, (II) Dr.Asim,M.Pd Kata Kunci: Permainanmonopoli braille, membacapermulaan Membaca adalah kegiatan yang sangat penting yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan saja. Bagi peserta didik yang mengalami tunanetra, mengembangkan kemampuan membaca pemulaan di kelas awal masih sangat sulit karena keterbatasa nindra penglihatannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlua adanya inovasi dan modifikasi untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan. Permainan monopoli merupakan permainan yang terbuat dari papan yang berpetak-petak. Setiap petak monopoli akan diisi dengan kartu kata sederhana untuk dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca perrmulaan peserta didik tunanetra sebelum menggunakan permaianan monopoli, mendeskripsikan kemampuan membaca permulaan pesertadidik setelah mengguanakan permainan menggunakan permaianan monopoli, mendeskripsikan pengaruh penggunaan permainan monopoli terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik tunanetra kelas II di SDLB-A YPAB Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian esperimensemu (Quasi Eksperimen) dengan perbandingan subyek yang sama dalam kondisi yang berbeda. Instrument penelitian ini berupa tes lisan dan tes kinerja untuk pre–tes dan post-tes.Teknik analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon yang diselesaikan secara manual. Hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh niali = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05dari daftar uji Wicoxon diperoleh = 2. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa diterima dan ditolak, sebab ≤ . Berdasarkanhasiltersebutdapatdisimpulkanbahwapermainanmonopoliterhadappengaruh yang signifikandenganmembacapermulaanAnakTunanetra di SDLB-A YPAB Surabay
PENGARUH PENGGUNAAN POP-UP ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1 – 10 PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS II SDLB PEMBINA TINGKAT NASIONAL BAGIAN C LAWANG
ABSTRAK Wardani, Nurita, Kusuma. 2016. Pengaruh Media Pop-Up Angka Terhadap Kemampuan Mengenal Bilangan 1 – 10 Pada Anak Tunagrahita Kelas II SDLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Skripsi S1 PLB, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sudarsini, M.Pd (II) Dr.Sulthoni, M.Pd. Kata Kunci : Pop-up angka, Bilangan, Tunagrahita Tunagrahita merupakan kondisi yang mengacu pada fungsi intelektual yang berada di bawah rata-rata normal. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa tunagrahita mengalami masalah dalam menerima informasi, kurangnya konsentrasi sehingga, mengalami kesulitan dalam belajar khususnya dalam aspek akademik termasuk dalam mengenal bilangan. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan pada siswa tunagrahita kelas II di SDLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang dalam pembelajaran matematika menunjukan adanya kesulitan dalam mengingat bilangan. sebagian besar siswa dapat menyebutkan bilangan 1 – 10 tetapi siswa belum memahami konsep dari bilangan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang ada atau tidaknya pengaruh media pop-up angka terhadap kemampuan mengenal bilangan 1 – 10 pada siswa tunagrahita kelas II SDLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian pre-eksperimen menggunakan desain One group pretest-posttest design. Hasil nilai pre-test kemampuan mengenal bilangan 1 – 10 siswa sebelum diberikan treatment media pop-up angka berada dalam kategori rendah yaitu berada pada rentang nilai 40-55, sedangkan rata-rata nilai pre-test siswa adalah 45. Hasil nilai post-test kemampuan mengenal bilangan 1 – 10 setelah diberikan treatment berupa media pop-up angka yakni terdapat 1 siswa berada pada rentang nilai 56-65 dengan kategori cukup baik, sedangkan pada rentang nilai 66-79 terdapat 1 siswa dengan kategori tinggi, dan 2 siswa berada dalam rentang nilai 80-100 berada pada kategori tinggi sekali. Sedangkan nilai rata yang diperoleh pada post-test adalah 75. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t untuk menguji pengamatan berpasangan, hasil perhitungan adalah Thitung = > Ttabel (5%, n-1) = 3,182 dan nilai sig = 14,706>3,182, maka Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media pop-up angka berpengaruh terhadap kemampuan mengenal bilangan 1 – 10 pada anak tunagrahita kelas II SDLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Lawang. Adapun saran bagi guru dari penelitian ini adalah guru dapat memanfaatkan media dalam pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.
Pengaruh Kegiatan Practical Life Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Autis Kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Winegal, Indri. 2018. Pengaruh Kegiatan Practical Life Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Autis Kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd, (2) Eka Pramono Adi, S.IP, M,Si Kata kunci: Autis, Kegiatan Practical Life, Motorik Halus. Autis adalah anak dengan hambatan yang begitu kompleks mencakup gangguan interaksi, komunikasi dan perilaku yang menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak, keterlambatan perkembangan tersebut terkait perkembangan kemampuan motorik halus anak autis. Sehingga menyebabkan kemampuan motorik halusnya tidak berkembang sesuai dengan usia, oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak autis agar kemampuan motorik halus yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan Practical Life. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan tentang kemampuan motorik halus anak autis kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang sebelum diberikan kegiatan Practical Life. 2) Mendeskripsikan tentang kemampuan motorik halus anak autis kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang sesudah diberikan intervensi kegiatan Practical Life. 3) Mendeskripsikan pengaruh kegiatan Practical Life terhadap kemampuan motorik halus anak autis kelas I SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A dan teknik analisis data yang menggunakan analisis visual dalam bentuk grafik data antar kondisi dan dalam kondisi. Subjek penelitian adalah anak autis kelas 1 SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukan presentase overlap 0% yang berarti bahwa intervensi berupa kegiatan Practical Life memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan motorik halus anak autis kelas 1 di SLB Autis Laboratorium UM. Selain itu, hasil analisis data menunjukan kemampuan motorik halus anak autis mengalami peningkatan pada kondisi Baseline-2 (A2) atau kondisi kontrol yaitu skor stabil 75 %, skor tersebut lebih tinggi dari kondisi Baseline-1 (A1) atau kondisi sebelum diberikan intervensi dengan skor stabil 53,12%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan Practical Life dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak autis kelas 1 SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Saran yang dapat diberikan adalah: (1) Bagi guru disarankan untuk mengembangkan secara lebih lanjut kegiatan practical life sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. (2) Bagi penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan variabel yang serupa dengan karakteristi anak yang berbeda atau dengan target behavior yang berbeda dan (3) Bagi orang tua dapat memberikan kegiatan practical life di rumah agar kemampuan motorik halus anak autis lebih berkembang