SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    361 research outputs found

    PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN (1-10) MELALUI MEDIA PAPAN FLANEL SISWA ANAK TUNAGRAHITA KELAS 2 SLB IDHATI PARANG MAGETAN

    No full text
    RINGKASAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN (1-10) MELALUI MEDIA PAPAN FLANEL SISWA ANAK TUNAGRAHITA KELAS 2 SLB IDHATI PARANG MAGETAN Oleh Addy Septyawan NIM. 160154608883 Kemampuan berhitung atau membilang anak tuna grahita belum optimal karena pembelajaran belum menggunakan media objek nyata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung atau membilang anak tuna grahita melalui media papan flanel. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak tuna grahita yang berjumlah 3 anak, terdiri dari 3 laki-laki di SLB Idhati Parang Magetan. Obyek penelitian ini yaitu kemampuan berhitung atau membilang (1-10) melalui media papan flanel. Metode pengumpulan data adalah observasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase disetiap indikator yang dinilai. Berdasarkan kriteria Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) maka persentase pencapaian anak dalam satu kelas untuk indikator membilang dengan menunjuk benda (1-10) pada pra siklus yaitu 41,6% (MB), Siklus I 70,83% (BSH) dan Siklus II 91,66% (BSB).  Indikator membuat urutan bilangan (1-10) pada pra siklus 33,33% (MB), Siklus I 50% (BSH) dan Siklus II 79,16% (BSB). Indikator menunjukkan lambang bilangan (1-10) pada pra siklus 41,6% (MB), Siklus I 66,66% (BSH) dan Siklus II 83,33% (BSB). Indikator memasangkan benda dengan lambang bilangan (1-10) pada pra siklus 25% (MB), Siklus I 50% (BSH) dan Siklus II 75% (BSB). Dapat disimpulkan bahwa media papan flanel meningkatkan kemampuan berhitung anak. Kata kunci: berhitung atau membilang permulaan, papan flanel, tunagrahita ringa

    Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Media Audio Visual Anak Tunagrahita Ringan Kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan

    No full text
    RINGKASAN Setiyowati, Erna. 2018. Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Media Audio Visual Anak Tunagrahita Ringan Kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan.Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra.Sudarsini, M.Pd, (2) Drs. UsepKustiawan, M.Sn.   Kata Kunci :Anak Tunagrahita Ringan, Media Audio Visual, Kemampuan berbicara. Perkembangan bahasa pada anak tunagrahita secara umum anak tunagrahita mengikuti tahap-tahap perkembangan bahasa yang sama dengan anak normal, tetapi perkembangan bahasa mereka biasanya terlambat muncul, lambat mengalami kemajuan dan berakhir pada tingkat perkembangan yang lebih rendah. Peneliti menggunakan media audio visual guna untuk merangsang anak supaya lebih mahir lagi dalam berbicara karena dengan  adanya gambar dan suara memudahkan anak untuk belajar berbahasa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk  mendeskripsikan pemanfaatan media audio visual terhadap perkembangan kemampuan berbicara anak tunagrahita ringan SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. (2) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara anak tunagrahita ringan SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK yang dirancang dalam II siklus yang terdiri dari beberapa tindakan. Siklus I bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbicara anak didik yang mengalami hambatan intelektual jenis tunagrahita ringan. Peneliti menggunakan II siklus , I siklus 2 kali pertemuan selama 60 menit. Siklus II bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara setelah dilakukan perbaikan pada proses pembelajaran yang berdasarkan pada siklus I. Hasil penelitian dengan penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak tunagrahita ringan kelas III semester I. Hal ini terbukti dari pelaksanaan tindakan pada setiap siklus meningkat. Pada siklus 1 rata-rata kemampuan berbicara peserta didik sebesar 67. Pada siklus II, rata-rata kemampuan berbicara peserta didik meningkat sebesar 87.Telah terjadi peningkatan rata-rata kemampuan berbicara pada peserta didik sebesar 20 poin. Penguasaan kemampuan berbicara pada siklus I sebesar 56% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 73%. Simpulan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan terhadap  kemampuan berbicara (kosa kata) anak melalui media audio visual anak tunagrahita ringan kelas III di SLB Paedagogia Maospati. Saran bagi sekolah agar menyediakan media audio visual di setiap kelas masing-masing

    Penggunaan metode role play untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak tunagrahita di SMALB Budi Asih kota Madiun.

    No full text
    RINGKASAN Susmiati. 2018. Penggunaan metode role play untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak tunagrahita di SMALB Budi Asih kota Madiun. Skripsi, JurusanPendidikanLuarBiasa, FakultasIlmuPendidikan, UnivesitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Prof. Dr. Moh. Efendi,M.Pd, M.Kes.  (II) Drs. Abdul Huda, M.Pd   Kata Kunci: Berhitung, Metode role play, Tunagrahita Kemampuan berhitungsiswakelasXI masihrelatifrendah terutama dalam penghitungan nilai mata uang.Selamapembelajaranberlangsung, guru menjelaskanmateriberhitungdenganmenggunakanjaritangan.Guru menjelaskansecaralisan, tertulisdipapantulis.Siswaterlihatkurangtertarikdan merasa bosan dalammengikutipembelajaran. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan metode role play yang dapatmeningkatkankemampuan berhitungsiswakelasXISMALB Budi Asihkota Madiundan mendeskripsikan peningkatankemampuan berhitungmelaluimetode role playpadasiswatunagrahitakelasXISMALB Budi Asih kota Madiun.  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, dari masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan tes. Pembelajaran mengalami kenaikan dengan ditunjukkan pada rata – rata hasil praktek siswa yang terampil pada siklus 1, pertemuan Imencapai jumlah 233,2 dengan nilai rata – rata 38,7, pertemuan 2 mencapai jumlah 249,9 dengan nilai rata –rata 41.7 dan pada pertemuan 3 mencapai jumlah 316,7 dengan nilai rata – rata 52,8. Pada siklus II, hasil tes kemampuan berhitung siswa mengalamipeningkatan dari hasil tes yang diperoleh pada siklus I. pertemuan Imencapai jumlah 316,7 dengan nilai rata – rata 52,8, pertemuan 2 mencapai jumlah 366,7 dengan nilai rata –rata 61,1 dan pada pertemuan 3 mencapai jumlah 433,4 dengan nilai rata – rata 72,2.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui metode role playkemampuan berhitung siswatunagrahitakelas XI SMALB Budi Asih dapat ditingkatkan.  Agar persiapan pembelajaran lebih matang, mudah dalammengkondisikan kelas, dan pembelajaran tidak membuat siswa jenuh maka guru sebaiknya menyiapkan materi-materi yang akan diajarkan terlebih dahulu dan menggunakan metode yang tepat untuk menarik perhatian siswa

    Pengembangan Media Pembelajaran Benteng FPB KPK untuk Meningkatkan Kemampuan Menghitung Tunarungu Kelas VII di SLB Eka Mandiri Kota Batu

    No full text
    RINGKASAN Ressidana, Rosalia Ryanda.2018. PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BENTENG FPB KPK  UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG TUNARUNGU KELAS VII DI SLB EKA MANDIRI KOTA BATU. Skripsi, Program Studi S1, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) dra. Sudarsini, M.Pd, (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes   Kata Kunci : Tunarungu, Media Benteng FPB KPK, Menghitung FPB KPK Tunarungu adalah anak yang mengalami hambatan dalam pendengaran.Hambatan pendengaran yang dimilikinya mengakibatkan anak tunarungu mengalami hambatan bahasa dlaam menerima informasi dari luar.Oleh karena itu anak tunarungu sangat membutuhkan media benteng FPB KPK dalam menghitung FPB KPK untuk memudahkan menghitung FPB KPK. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengembangkan produk yang berupa benteng FPB KPK untuk meningkatkan menghitung pada siswa kelas VII anak tunarungu. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode Borg and Gall ( dalam Sukmadinata 2015) yang terdiri dari (a) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi desain, (5) revisi produk awal, (6) uji lapangan, (7) revisi produk akhir. Validasi produk dilakukan oleh (a) ahli media, (b) ahli materi, (c) ahli pratisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor yang diperoleh dari validasi ahli media 98,75%, skor validasi ahli materi 85%, dan skor ahli praktisi 90%. Sedangkan hasil uji coba memperoleh skor 82% yang mencapai KKM dengan kualifikasi sangat efektif.Kesimpulan berdasarkan data tersebut pengembangan media benteng FPB KPK untuk meningkatkan menghitung pada siswa kelas VII di SLB Eka Mandiri Kota Batu dinilai cukup valid dan sangat efektif

    Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Media Komik Bergambar Bagi Anak Tunagrahita Di SLB Panca Bhakti Magetan

    No full text
    RINGKASAN Rochmah, Siti.2016. “Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Media Komik Bergambar Bagi Anak Tunagrahita di SLB Panca Bhakti Magetan”. Skripsi, Pendidikan Luar Biasa, Fakutas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Sudarsini,M.Pd, (II) Drs. H. Ahmad Samawi,M.Hum   Kata Kunci: membaca pemahaman, komik bergambar, siswa tunagrahita Membaca merupakan aktivitas pencairan informasi melalui lambang – lambang tertulis dan memproses informasi tersebut menjadi pengetahuan yang berguna bagi kehidupan manusia. Kemampuan membaca mempengaruhi perkembangan kepribadian, kepercayaan diri dan intelektual, sebab semakin banyak membaca, semakin banyak pula pengetahuan yang diperoleh. Masih banyak anak yang kurang berhasil dalam membaca salah satuanya siswa tuunagrahita. Untuk itu pelajaran membaca perlu ditingkatkan, antara lain dengan cara menyediakan bahan bacaan yang memadai dan menarik, pemilihan bahan bacaan yang baik slah satunya adalah komik bergambar. Dengan media komik bergambar diharapkan bahan lebih menarik dan bervariasi bagi anak tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman menggunakan media komik bergambar pada siswa tunagrahita di SLB Panca Bhakti Magetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data menggunakan tes praktek untuk mengetahui hasil kemampuan membaca pemahaman sebelum dan sesudah diberikan treatment. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui media komik bergambar dengan hasil test pada siklus I diketahui rerata nilai membaca sebesar yaitu 40%. Pada sklus II rerata nilai membaca pemahaman sebesar 72,2%. Ketuntasan secara klasikal telah mencapai 70%. Berdasarkan data tersebut secara klasikal telah mencapai ketuntasan belajar

    Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Animasi Perawatan Gigi Pada Mata Pelajaran Bina Diri Bagi Siswa SDLB Kelas II C Di SLB Negeri Kota Batu

    No full text
    ABSTRACT Anggoro, Rio Yudha. 2017. Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Animasi Perawatan Gigi Pada Mata Pelajaran Bina Diri Bagi Siswa SDLB Kelas II C Di SLB Negeri Kota Batu. Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd, M.Pd, (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes. Kata Kunci : Pengembangan, Perawatan Gigi, Animasi, Video Pembelajaran Penelitian ini dilaksanakan di SLB Negeri Kota Batu pada mata pelajaran Bina Diri dengan materi perawatan gigi. Penggunaan media text book pada pembelajaran Bina Diri dinilai kurang tepat, karena media text book hanya mampu menyampaikan materi secara abstrak. Kelebihan video sebagai media pembelajaran diantaranya yaitu mampu memvisualisasikan dan mengaudiokan isi materi secara jelas kepada peserta didik. Maka dari itu, tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa video pembelajaran yang tervalidasi dalam kategori layak atau valid sebagai bentuk inovasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan Sadiman (2012) sebagai dasar pengembangan media video pembelajaran. Terdapat sepuluh tahapan pengembangan sebagai berikut : (1) identifikasikebutuhan, (2) analisis tujuan pembelajaran, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) mengembangkan alat evaluasi, (5) penulisannaskah media, (6) produksi, (7) menyusun petunjuk pemanfaatan, (8) validasi, (9) uji coba lapangan, (10) revisi. Pengembangan video pembelajaran berbasis animasi ini dinyatakan valid atau layak berdasarkan hasil analisis sebagai berikut: validasi ahli media 90%, validasi ahli materi 93,3%,uji coba perseorangan 88,3%, uji coba kelompok kecil 90,8%, uji coba klasikal 84,2%, sedangkan pada tes hasil belajar menunjukkan bahwa video ini efektif digunakan dalam pembelajaran dengan perolehan 7dari 7 siswa atau 100% yang telah mencapai KKM. Kesimpulan dari pengembangan ini adalah media video pembelajaran berbasis animasi yang dikembangkan termasuk dalam kategori valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran Bina Diri dengan materi perawatan gigi di SLB Negeri Kota Batu. Saran yang diajukan kepada SLB Negeri Kota Batu, video pembelajaran berbasis animasi ini hendaknya dapat dijadikan inovasi dalam proses pembelajaran didalam kelas

    Penyelenggaraan Program Full Day School (Studi Kasus di SMPLB Negeri Malang)

    No full text
    ABSTRAK   Aini, Ika. 2018. Penyelenggaraan Program Full Day School (Studi Kasus di SMPLB Negeri Malang). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd., (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata Kunci: full day school, sekolah luar biasa. Full day school merupakan pembelajaran di sekolah mulai pagi sampai sore. Proses  pembelajaran  lebih lama di sekolah dan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Terdapat tambahan jam sekolah  untuk pengayaan materi ajar dengan metode pembelajaran kreatif guna menambah wawasan serta memperdalam ilmu pengetahuan, menyelesaikan tugas dengan bimbingan guru, pembinaan mental, jiwa dan moral anak. Pelaksanaan full day membawa banyak keresahan masyarakat khususnya para orang tua yang mengkhawatirkan kondisi fisik dan psikis anak karena satu hari mengerjakan tugas-tugas sekolah. Berdasarkan studi pendahuluan di SMPLB Negeri Malang, diketahui bahwa sekolah melaksanakan program full day school dengan durasi waktu belajar mulai pukul 07.30 sampai dengan 14.30 WIB. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan pemahaman program  full day school di SMPLB Negeri Malang; (2) mendiskripsikan program-program yang dilaksanakan selama full day school; (3) mendiskripsikan faktor pendukung dalam pelaksanaan program full day school; (4) mendiskripsikan efektifitas pelaksanaan full day school.             Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan full day school di SMLB Negeri Malang diawali adanya himbauan dari Kemendikbud untuk melaksanakan program baru. Pihak sekolah sepakat melakukan perubahan dan dilanjutkan melaksanakan rapat bersama komite sekolah. Hasil rapat disampaikan kepada orang tua peserta didik mengenai perubahan waktu sekolah dan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan; (2) Program full day school dilaksanakan pada waktu pagi dan siang hari, untuk pagi hari adalah pembelajaran akademis, sedangkan siang hari adalah kegiatan pengembangan diri seperti cleaning service, menjahit, tataboga, dan lain-lain; (3) Faktor pendukung keberhasilan adalah pertama dari pihak guru sepakat melaksanakan perubahan waktu belajar dari enam hari menjadi lima hari, kedua adalah peserta didik lebih senang dilaksanakan full day school karena memiliki waktu lebih lama bertemu teman-teman di sekolah, ketiga adalah orang tua memberikan dukungan adanya full day school; (4) Hasil evaluasi setiap akhir tahun yang dilaksanakan sekolah menunjukkan bahwa pelaksanaan full day school membawa perubahan yaitu kegiatan pengembangan diri lebih dapat difokuskan dan peserta didik lebih terampil dalam kegiatan yang diikutinya.             Kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, pelaksanaan program full day scool di SMPLB Negeri Malang sudah berjalan dengan baik dan sesuai. Saran yang diberikan antara lain (1) Proses perencanaan kegiatan program full day school yang dilakukan sekolah perlu mempertimbangkan peserta didik yang tidak mampu mengikuti kegiatan sekolah sampai sore hari, sehingga ada kegiatan lain yang menjadi pengganti kegiatan full day, pada proses pelaksanaan kebutuhan belajar ABK di bagian sarana yang sudah ada di dalam lingkungan sekolah digunakan dengan optimal, evaluasi dan tindak lanjut ditentukan kebutuhan mana yang hendak diperbaiki, diperbanyak, dihilangkan dan lain-lain; (2) Kepada peneliti lain kedepannya diharapkan akan lebih fokus dan teliti dalam menjelaskan tentang penelitian diatas dengan data-data dan sumber-sumber yang lebih banyak dan lengkap serta dapat di pertanggung jawabkan

    Penyelenggaraan Program Full Day School (Studi Kasus di SMPLB Negeri Malang)

    No full text
    ABSTRAK   Aini, Ika. 2018. Penyelenggaraan Program Full Day School (Studi Kasus di SMPLB Negeri Malang). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M.Pd., (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. Kata Kunci: full day school, sekolah luar biasa. Full day school merupakan pembelajaran di sekolah mulai pagi sampai sore. Proses  pembelajaran  lebih lama di sekolah dan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Terdapat tambahan jam sekolah  untuk pengayaan materi ajar dengan metode pembelajaran kreatif guna menambah wawasan serta memperdalam ilmu pengetahuan, menyelesaikan tugas dengan bimbingan guru, pembinaan mental, jiwa dan moral anak. Pelaksanaan full day membawa banyak keresahan masyarakat khususnya para orang tua yang mengkhawatirkan kondisi fisik dan psikis anak karena satu hari mengerjakan tugas-tugas sekolah. Berdasarkan studi pendahuluan di SMPLB Negeri Malang, diketahui bahwa sekolah melaksanakan program full day school dengan durasi waktu belajar mulai pukul 07.30 sampai dengan 14.30 WIB. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendiskripsikan pemahaman program  full day school di SMPLB Negeri Malang; (2) mendiskripsikan program-program yang dilaksanakan selama full day school; (3) mendiskripsikan faktor pendukung dalam pelaksanaan program full day school; (4) mendiskripsikan efektifitas pelaksanaan full day school.                 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check.                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan full day school di SMLB Negeri Malang diawali adanya himbauan dari Kemendikbud untuk melaksanakan program baru. Pihak sekolah sepakat melakukan perubahan dan dilanjutkan melaksanakan rapat bersama komite sekolah. Hasil rapat disampaikan kepada orang tua peserta didik mengenai perubahan waktu sekolah dan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan; (2) Program full day school dilaksanakan pada waktu pagi dan siang hari, untuk pagi hari adalah pembelajaran akademis, sedangkan siang hari adalah kegiatan pengembangan diri seperti cleaning service, menjahit, tataboga, dan lain-lain; (3) Faktor pendukung keberhasilan adalah pertama dari pihak guru sepakat melaksanakan perubahan waktu belajar dari enam hari menjadi lima hari, kedua adalah peserta didik lebih senang dilaksanakan full day school karena memiliki waktu lebih lama bertemu teman-teman di sekolah, ketiga adalah orang tua memberikan dukungan adanya full day school; (4) Hasil evaluasi setiap akhir tahun yang dilaksanakan sekolah menunjukkan bahwa pelaksanaan full day school membawa perubahan yaitu kegiatan pengembangan diri lebih dapat difokuskan dan peserta didik lebih terampil dalam kegiatan yang diikutinya.                 Kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, pelaksanaan program full day scool di SMPLB Negeri Malang sudah berjalan dengan baik dan sesuai. Saran yang diberikan antara lain (1) Proses perencanaan kegiatan program full day school yang dilakukan sekolah perlu mempertimbangkan peserta didik yang tidak mampu mengikuti kegiatan sekolah sampai sore hari, sehingga ada kegiatan lain yang menjadi pengganti kegiatan full day, pada proses pelaksanaan kebutuhan belajar ABK di bagian sarana yang sudah ada di dalam lingkungan sekolah digunakan dengan optimal, evaluasi dan tindak lanjut ditentukan kebutuhan mana yang hendak diperbaiki, diperbanyak, dihilangkan dan lain-lain; (2) Kepada peneliti lain kedepannya diharapkan akan lebih fokus dan teliti dalam menjelaskan tentang penelitian diatas dengan data-data dan sumber-sumber yang lebih banyak dan lengkap serta dapat di pertanggung jawabkan

    PENGARUH MEDIA DOT CARDS TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA TUNAGRAHITA SEDANG KELAS VII DI SMPLB NEGERI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Purnomo, Danang 2018. Pengaruh Media Dot Cards Terhadap Kemampuan Berhitung Siswa Tunagrahita Sedang Kelas VII di SMPLB Negeri Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd (2) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum.   Kata kunci : Tunagrahita Sedang, Media Dot Cards, Berhitung.   Tunagrahita sedang merupakan anak berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual dan rendah dalam kemampuan berfikirnya. Keterbatasan kemampuan berfikir anak tunagrahita sedang menjadikan anak sulit untuk berfikir hal-hal yang abstrak. Mereka juga memiliki kemampuan mengingat yang mudah lupa. Akibat keterbatasan itulah anak tunagrahita sedang kesulitan dalam akademik, salah satunya pelajaran matematika khususnya berhitung. sehingga diperlukan modifikasi pembelajaran untuk memudahkan siswa dalam berhitung dan tidak membuat siswa bosan. Media dot cards berguna untuk membantu siswa dalam belajar berhitung. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah kemampuan berhitung siswa tunagrahita sedang kelas VII di SMPLB Negeri Kota Malang sebelum menggunakan media dot cards? (2) Bagaimanakah kemampuan berhitung siswa tunagrahita sedang kelas VII di SMPLB Negeri Kota Malang setelah menggunakan media dot cards? (3) Adakah pengaruh media dot cards terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita sedang kelas VII di SMPLB Negeri Kota Malang?. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan populasi dan sampel, variabel bebas dan terikat, instrument penelitian, validasi, pengumpulan data, analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dengan data hasil pre-test dan post-test, uji hipotesis. Hasil temuan peneliti ini adalah adanya pengaruh media dot cards terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita sedang di SMPLB Negeri Kota Malang. Adapun Uji Wilcoxon diperoleh Thitung = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 6 (jumlah sampel) dari uji Wilcoxon dan diperoleh Ttabel = 2. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa H0 ditolak dan Hi diterima, sebab Thitung (0) ≤ Ttabel (2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil rata-rata pre-test yaitu 51,08 dan hasil nilai rata-rata post-test yaitu 79,96. Jadi, terdapat pengaruh media dot cards terhadap kemampuan berhitung siswa tunagrahita sedang. Saran: (1) untuk guru diharapkan menerapkan media dot cards dalam belajar berhitung. (2) untuk sekolah diharapkan menyediakan media untuk pembelajaran siswa.

    Pengaruh Meode TPR (Total Physical Response) Untuk Meningkatkan kemampuan berbicara (oral skill) Siswa Tunarungu di SDLB BC Kepanjen Kabuaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Syafira, Alifta  2018. Pengaruh Meode TPR (Total Physical Response) Untuk Meningkatkan kemampuan berbicara (oral skill) Siswa Tunarungu di SDLB BC Kepanjen Kabuaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, fakultas Ilmu Pendidikan, Universitan Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd. (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M. AP Kata kunci :Metode TPR (Total Physical Response), kemampuan berbicara, Tunarungu Siswa tunarungu memiliki kelainan pendengaran sehingga menyebabkan masalah yang kompleks dan mempengaruhi kemampuan berbicaranya. Berdasarkan observasi siswa tunarugu menunjukkan kesulitan dalam hal berbicara (oral skill). Siswa tunarungu masih belum mampu berbicara dengan benar dan masih berdengung. Salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan berbicara adalah menggunakan metode TPR. . Metode TPR merupakan metode yang menggunakan perintah lisan yang harus ditirukan atau dilaksanakan oleh siswa agar dapat melatih kemampuan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendiskripsikan kemampuan berbicara (oral skill) siswa tunarungu setelah diterapkan metode TPR (Total Physical Response). (2)Mendiskripsikan kemampuan berbicara (oral skill) siswa tunarungu setelah diterapkan metode TPR (Total Physical Response). (3) Mendeskripsikan pengaruh metode TPR (Total Physical Response) terhada kemampuan berbicara (oral skill) siswa tunarungu di SDLB BC Kepanjen. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan teknik quasi experiment dengan desain time series. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi deskriptif dengan uji wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan, antara nilai rata-rata pretest danpost test. Pada analisis data diketahui bahwa hasil perhitunga tabel (diambil niali terkecil ), diperoleh Thitung sebesar 0 dan Ttabel  dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 2. Merujuk pada kaidah keputusan yang telah ditetapkan maka H0 ditolak dan H1 diterima karena  Thitung < Ttabel. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan nilai positif antara pre test dan post test sehingga dapat disimpulkan bahwa metode TPR berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berbicara siswa tunarungu di SDLB BC Kepanjen.             Kesimpulan pada penelitian ini adalah metode TPR efektif untuk diterapkan di dalam kelas karena dengan metode ini siswa menjadi aktif dan senang dalam kegiatan pembelajaran, selain itu siswa menjadi komunikatif dan lebih sering berbicara di dalam kelas. Saran bagi guru adalah metode ini dapat dijadikan referensi dalam mata pelajaran bahasa atau dalam pengenalan kosa kata baru pada siswa . bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian untuk dikembangkan ataupun diterapkan

    0

    full texts

    361

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇