SKRIPSI Jurusan Pendidikan Luar Biasa - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
361 research outputs found
Sort by
Penggunaan Metode Sosiodrama dalam Mengasah Pelafalan Kalimat Anak Tunarungu Kelas Xi di SMALB YPTB Malang
ABSTRAK untuk mengungkap pengaruh dari penggunaan sosiodrama dalam mengasah pelafalan kalimat pada anak tunarungu kelas XI SMALB-B YPTB Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen dengan desain Quasi ekperimental bentuk time series design, dengan Q1-Q4 pre test untuk mengukur hasil belajar sebelum menggunakan metode sosoidrama dan Q5-Q8 post test untuk mengukur hasil belajar setelah mengunakan metode sosiodrama. Penggunaan metode sosiodrama dalam pelajaran Bahasa Indonesia dapat diterapkan karena selain tujuan utamanya adalah melafalkan kalimat, tetapi juga dapat melatih anak tunarungu pada aspek motorik, konsentrasi, kesabaran, dan ketekunan
Pengaruh Interfensi Berwudlu Berbasis Keluarga Terhadap Prilaku Agresif Anak Tuna Grahita Ringan Kelas III/C SLB Dharma Wanita Pare
ABSTRAK Setiawan, Beni. 2017. Pengaruh Interfensi Berwudhu Berbasis Keluarga Terhadap Prilaku Agresif Anak Tuna Grahita Ringan Kelas III/C SLB Dharma Wanita Pare. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (I) Dra. Wiwik Dwi Astuti, M.Pd, (II) Pramono, S.Pd.,M.Or. Kata Kunci: Intervensi berwudhu berbasis keluarga, perilaku agresif, tunagrahita Berwudhu merupakan suatu hal yang sering dilakukan oleh manusia terutama umat islam sebelum melakukan suatu hal dan merupakan hal yang wajib dilakukan ketika mau melaksanakan sholat lima waktu. Selain merupakan hal yang wajib dilakukan sebelum sholat lima watu, wudhu juga mempunya manfaat lain yaitu sebagai terapi amarah. Karena dengan berwudhu akan dapat meredam emosi. Pada penelitian ini menggunakan intervensi berwudhu berbasis keluarga dikarenakan keluarga merupakan orang yang paling dekat dengan anak. Dan keluarga juga memiliki kewajiban untuk membina anak sehingga dapat menjadi orang yang dapat bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat. Jadi berwudhu berbasis keluarga merupakan metode yang ditunjukan pada keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus pada rentang usia 0-6 tahun (usia dini) yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh pada anak. Intervensi bersumberdaya keluarga memiliki tujuan untuk membangun kekuatan orangtua, keluarga, dan anak, memperkuat kondisi yang ada pada saat ini dan mengembangkan kompetensi baru pada anak Peilaku agresif merupakan perilaku yang dapat melukai orang lain. Dalam penelitian ini perilaku agresif difokuskan kepada perilaku berkata kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Intervensi berwudhu berbasis keluarga terhadap perilaku agresif khususnya berkata kasar pada anak tunagrahita ringan kelas III/C di SLB Dharmawanita Pare. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain A1-B-A2. Subyek penelitian merupakan anak tunagrahita ringan kelas III, yakni subyek NF. Pengumpulan data menggunakan observasi pada saat pelaksanaan baseline-1, intervensi, dan baseline-2 serta wawancara. Data yang diperoleh dianalisis melalui statisik deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Komponen-komponen yang dianalisis yaitu analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Pengumpulan data melalui pengukuran pengendalian perilaku agresif terfokus pada perilaku berkata kasar melalui frekuensi munculnya perilaku (target behavior). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Intervensi berwudhu berbasis keluarga berpengaruh terhadap pengendalian perilaku agresif khususnya perilaku berkata kasar pada anak tunagrahita ringan.. Di samping itu terdapat peningkatan kemampuan subyek dalam memahami hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian perilaku agresif anak tunagrahita ringan. Berdasarkan frekuensi munculnya target behavior pada kondisi baseline-1 (A1) terdapat lima sesi, pada saat intervensi (B) terdapat delapan sesi serta pada kondisi baseline-2 (A2) terdapat lima sesi. Pada kondisi baseline-2 (A2) frekuensi perilaku agresif berkata kasar kembali meningkat pasca pemberian intervensi meskipun begitu kondisi baseline-2 (A2) lebih baik dari pada sebelum diberikan intervensi atau kondisi baseline-1 (A1)
Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) (Studi Kasus di SDLB-B YPTB Malang)
ABSTRAK Abidah, Yulia. 2018. Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) (Studi Kasus di SDLB-B YPTB Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Abdul Huda, M.Pd, (2) Dra. Sudarsini, M.Pd. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat; Pelaksanaan Program PHBS; SLB Pelaksanaan program PHBS di sekolah dasar, tidak hanya menyasar pada siswa SD reguler saja, tetapi juga siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di SDLB. Walaupun memiliki kekhususan, tetapi siswa berkebutuhan khusus juga layak untuk mendapatkan pembelajaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat supaya mereka bisa menjaga kebersihan terutama dalam hal menjaga kebersihan diri. Pelaksanaan program PHBS di SLB masih tertinggal jauh dari sekolah-sekolah reguler. Masih banyak SLB yang belum menerapkan program PHBS kepada warga sekolahnya, padahal dengan berperilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi resiko terkena penyakit menular seperti gangguan saluran pernapasan (ISPA), diare, polio, dan virus influenza. SDLB-B YPTB Malang merupakan sekolah luar biasa yang melaksanakan program PHBS karena seluruh warga sekolah (baik siswa, guru, maupun kepala sekolah) memiliki kebiasaan yang mencerminkan beberapa indikator dari PHBS di sekolah, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, melakukan olahraga berupa senam pagi secara teratur dan terukur, dan selalu membuang sampah pada tempatnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan program PHBS, (2) mendeskripsikan dampak program PHBS, (3) mendeskrip-sikan hambatan program PHBS, dan (4) mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan program PHBS. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan model studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SDLB-B YPTB Malang yang merupakan SLB khusus tunarungu. Dari hasil pengumpulan, analisis, dan pengecekan keabsahan data yang telah dilakukan peneliti, menunjukkan bahwa (1) penerapan program PHBS dilakukan melalui strategi pemberdayaan, bina suasana, dan advokasi; (2) dampak program PHBS adalah siswa menjadi sadar akan kebersihan, memantau tumbuh kembang anak, meningkatkan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi anak, dan meningkatkan semangat belajar pada siswa; (3) hambatan program PHBS berupa kondisi siswa dan keterbatasan sarana; (4) upaya mengatasi hambatan program PHBS adalah pembiasaan, pengawasan, dan upaya alternatif. Saran dalam penelitian ini diperuntukkan kepada (1) kepala sekolah, agar bukti fisik pelaksanaan PHBS disertai dengan bukti dokumen tertulis dan ditindak lanjuti melalui pemantauan serta evaluasi, (2) guru, agar pengawasan dari pelaksanaan program PHBS lebih ditingkatkan dan menyeluruh
Pengaruh Modifikasi Peluru Terhadap Keterampilan Tolak Peluru Pada Siswa Tunagrahita Kelas XI SMALB Yayasan Putra Pancasila Malang
ABSTRAK Yova, Vrenora 2018. Pengaruh Modifikasi Peluru Terhadap Ketrampilan Tolak Peluru Pada Siswa Tunagrahita Kelas XI SMALB Yayasan Putra Pancasila Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd., (II) Dr. Henry Praherdhiono, S.Si, M.Pd Kata kunci : Ketrampilan Tolak Peluru, Modifikasi Peluru, Tunagrahita Permasalah yang terjadi saat ini banyak anak berkebutuhan khusus sangat minim sekali dalam perkembangan fisiknya kebanyakan dari mereka lebih cenderung berdiam diri dan kurang menyukai olahraga sehingga membuat dirinya malas bergerak khususnya hal ini banyak dilakukan pada anak tunagrahita. Dalam meningkatkan kemampuan gerak anak berkebutuhan khusus banyak sekali cara untuk memberikan kegiatan atau aktivitas olahraga di antaranya yaitu dengan olahraga atletik salah satunya yaitu tolak peluru. Tolak peluru merupakan olahraga yang menggunakan media peluru yang terbuat dari besi sehingga media tersebut sangat berat jika digunakan oleh siswa tunagrahita. Untuk mencapai suatu pembelajaran maka di perlukannya suatu modifikasi peluru yaitu dengan menggunakan bahan karet. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (I) mendiskripsikan ketrampilan tolak peluru sebelum diberikan perlakuan (II) mendiskripsikan ketrampilan tolak peluru setelah diberikan perlakuan (III) menganalisis pengaruh modifikasi peluru terhadap ketrampilan tolak peluru siswa tunagrahita kelas XI SMALB Yayasan Putra Pancasila Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, menggunakan desain Quasi Experiment atau eksperimen semu dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan berupa tes olahraga tolak peluru. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan uji hipotesis Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis data yang diketahui yaitu hasil perhitungan tabel Thitung sebesar 0 sedangkan pada Ttabel dengan (α 0,05 dan n=6) = 2. Berdasarkan hasil pengujian, maka hipotesis diterima karena Thitung < Ttabel dapat diartikan bahwa Thitung = 0 < Ttabel = 2 dari hasil tersebut di nyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasil analisis diatas diketahui bahwa terdapat perbedaan nilai positif antara pre-test dan post-test sehingga dapat disimpulkan bahwa modifikasi peluru berpengaruh terhadap ketrampilan tolak peluru siswa tunagrahita kelas XI SMALB Yayasan Putra Pancasila Malang. Saran yang diberikan peneliti adalah (I) diharapkan sekolah memberikan fasilitas berupa media-media yang di modifikasi sesuai dengan kemampuan siswa khususnya dalam media olahraga supaya siswa dapat mencapai suatu pembelajaran. (II) kepada guru khususnya guru olahraga dapat menambah media dalam olahraga tolak peluru berupa modifikasi peluru berbahan karet. (III) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat membahas mengenai modifikasi peluru menggunakan bahan lain dan ketrampilan tolak peluru yang tidak hanya untuk anak tunagrahita melaikan juga anak berkebutuhan khusus lainnya
Pengaruh Teknik Prompting dalam Meningkatkan Kemampuan Speech Building Anak Tunarungu Di SLBN Seduri Kabupaten Mojokerto
ABSTRAK Evasari, Heavy. Pengaruh Teknik Prompting dalam Meningkatkan Kemampuan Speech Building Anak Tunarungu Di SLBN Seduri Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd, M.Kes, (II) Dr. Henry Praherdhiono, M.Si. Kata Kunci: prompting, speech building, tunarungu Komunikasi merupakan hambatan bagi tunarungu, terutama untuk berkomunikasi lisan. Untuk mengurangi dampat hambatan tersebut, tunarungu harus dilatih komunikasi lisan atau oral. Oral memiliki beberapa tahapan, tahapan pertama yang harus dikuasai tunarungu usia rendah adalah speech building (pembentukan bahasa/kata). Solusi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan speech building dapat dilatih menggunakan teknik prompting. Teknik yang memberikan instruksi dan penguatan ini bertujuan agar individu melakukan sesuatu yang ditargetkan dengan benar. Instruksi tersebut berupa prompt lisan, model, fisik dan isyarat. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) mendeskripsikan kemampuan speech building anak tunarungu sebelum diberi perlakuan, (2) mendeskripsikan kemampuan speech building anak tunarungu setelah diberi perlakuan, (3) menganalisis pengaruh teknik prompting terhadap peningkatan kemampuan speech building anak tunarungu di kelas 3 SLB Negeri Seduri Kabupaten Mojokerto. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen dengan desain time series design. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji rangking-bertanda wilcoxon. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes lisan dilengkapi dengan kriteria penilaian dan RPP. Hasil validasi instrumen sebesar 85% dan hasil validasi RPP sebesar 78,75%. Berdasarkan data penelitian, nilai pretest siswa tunarungu memperoleh rata-rata yang rendah yaitu 44,17. Setelah diberikan intervensi berupa taknik prompting, rata-rata siswa mengalami kenaikan. Hasil posttest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 74,67. Kemudian pada pengujian hipotesis diperoleh hasil perhitungan table (diambil nilai terkecil) yaitu Thitung sebesar 0, sedangkan harga Ttabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0. Berdasarkan kaidah keputusan yang telah ditetapkan maka Ho ditolak dan Ha diterima karena Thitung ≤ Ttabel. Berdasarkan data, dapat disimpulkan bahwa hasil dari penelitian ini yaitu teknik prompting berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan speech building siswa tunarungu kelas III di SLB Negeri Seduri Kabupaten Mojokerto. Saran untuk guru maupun sekolah diharapkan teknik prompting ini dapat menjadi alternative untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tunarungu di sekolah
KESIAPAN SEKOLAH DALAM MELAKSANAAN PROGRAM VOKASIONAL BAGI SISWA AUTIS DI SLB AUTIS (Studi Kasus di SMPLB Autis Laboratorium)
ABSTRAK Autis merupakan gangguan pada perkembangan yang sangat kompleks pada anak yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia 3 tahun. Autis merupakan salah satu dari anak berkebutuhan khusus. Hal yang mendasar pada penyandang autis yaitu memiliki hambatan dalam interaksi, komunikasi, dan sosial. Tentunya mereka akan sulit diterima oleh masyarakat karena keterbatasan yang dimilikinya. Salah satunya yaitu susahnya penyandang autis dalam memperoleh pekerjaan yang layak. SLB Autis Laboratorium merupakan salah satu sekolah yang mengadakan pendidikan vokasional bagi siswa autis. Kesiapan diperlukan untuk mengetahui ketersesuaian program yang dijalankan. Program vokasional merupakan penggabungan antara teori dan praktik yang berkaitan dengan pekerjaan/ produksi/ jasa secara seimbang sebagai bekal untuk memandirikan lulusannya. Program vokasional merupakan salah satu kurikulum siswa berkebutuhan khusus agar menguasai keterampilan kecakapan hidup. Pengadaan program vokasional memiliki standarisasi agar program dapat dikatakan siap. Aspek kesiapan program vokasional 1) kondisi fisik sekolah, 2) kondisi tenaga pendidik, 3) kebutuhan atau motif tujuan, dan 4) kesiapan menurut KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Fokus pada penelitian ini mengkaji tentang kesiapan pelaksanaan program vokasional di SMPLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan pelaksanaan program vokasional di SMPLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi sebagai langkah pengamatan secara langsung, wawancara sebagai media mendapatkan informasi melalui pihak yang terlibat, dokumentasi sebagai penyelaras antara observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan antara lain reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan 1) Kondisi fisik di SLB Autis Laboratorium UM dapat dikatakan siap dengan memperhatikan karakteritik sekolah sehat UKS, 2) Kondisi tenaga pendidik yang menguasai tiap bidangnya masing-masing, 3) Kebutuhan atau motif tujuan yang jelas, dan 4) Kesiapan menurut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang sudah terlaksana hampir keseluruhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa SLB Autis Laboratorium UM dikatakan siap dalam pengadaan program vokasional. Kata Kunci: Autis, Kesiapan, Vokasiona
Strategi Guru dalam Implementasi Higher Order Thinking Skill bagi Siswa Kelas Xb (Studi Kasus di SMALB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang)
ABSTRAK Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan salah satu ketrampilan yang harus diintegrasikan dalam pembelajaran berdasarkan pedoman PERDIRJEN 2017. Kemampuan berpikir tingkat tinggi menuntut para peserta didik untuk berpikir secara utuh, mulai mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalis, mengevaluasi hingga mencipta. Pembelajaran secara utuh tersebut tidak hanya diberikan kepada segelintir peserta didik tertentu saja, melainkah secara menyeluruh yang termasuk didalamnya adalah peserta didik berkebutuhan khusus tunarungu. SMALB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang merupakan satu-satunya SLB yang telah menerapkan Higher Order Thinking Skill dalam pembelajaran yang ada di Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman guru, strategi guru, dan problematika yang dihadapi guru dalam upaya implementasi Higher Order Thinking Skill bagi siswa tunarungu kelas X pada pembelajaran IPA. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan, Beraneka ragamnya kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik tunarungu kelas Xb SMALB Pembina Tingkat Nasional Malang menjadi tantangan tersendiri bagi guru kelas. Beraneka strategi telah dicoba dengan tujuan untuk mencari teknik yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan assessment yang dilakukan oleh guru kelas, dari 9 peserta didik kemudian dikelompokkan menjadi 3 bagian. Bagia A adalah peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif C3, bagian B adalalah peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif C2, sedangkan bagian C adalah peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif C1. Setelah dikelompokkan guru menyusun program pembelajaran dengan mengintegrasikan Higher Order Thinking Skill dengan menggunakan berbagai strategi. Antara lain dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, CTL, PBL, serta diskusi kelompok. Selain itu guru juga menggunakan bantuan alat pembelajaran atau media pembelajaran gambar, video serta alam sekitar. Kata Kunci: Strategi Guru, Higher Order Thinking Skill, Tunarung
Hubungan pola asuh orangtua dengan kedisiplinan belajar anak tunagrahita di SDLB Kepanjen Malang
ABSTRAK Maghfiroh, Lailatul . 2018. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kedisiplinan Belajar Anak Tunagrahita di SDLB Kepanjen Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda, M. Pd (II) Drs. Ahmad Samawi, M. Hum Kata Kunci: Pola Asuh; Kedisiplinan Belajar; Tunagrahita Kegiatan pembelajaran di sekolah diperlukan peran orangtua dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak. Pola asuh orangtua kepada anaknya sangat mempengaruhi masa tumbuh kembang anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat pola asuh orangtua, kedisiplinan belajar, dan hubungan antara pola asuh orangtua dengan kedisiplinan belajar anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan observasi. Data dianalisis dengan analisis korelasional Rank Spearman. Hasil penelitian: terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orangtua dengan kedisiplinan belajar anak tunagrahita dimana nilai korelasi spearman rho sebesar 0,769 dengan taraf signifikasi 0,000. Kesimpulannya terdapat hubungan linier positif dan searah antara pola asuh orangtua dengan kedisiplinan belajar anak tunagrahita serta memiliki hubungan yang kuat
Pengembangan Buku Panduan Keterampilan Vokasi Tata Rias Rambut (Blow Dry) Bagi Siswa Tunarungu SMALB YPTB Kota Malang
ABSTRAK Hillary, Ovie. 2016. Pengembangan Buku Panduan Keterampilan Vokasi Tata Rias Rambut Bagi Siswa Tunarungu SMALB YPTB Malang. Skripsi,Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Abdul Huda,M.Pd (II) Drs. H. Ahmad Samawi, M.Hum. Kata Kunci : Buku Panduan,Tata Rias Rambut, Siswa Tunarungu Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan buku panduan tata rias rambut (Blow dry) untuk siswa di SMALB Tunarungu. Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model pengembangan Dick & Carey. Dalam menerapkan pengembangan ini,peneliti hanya mengambil 7 dari 10 langkah. Hal ini disesuaikan kondisi khusus yang dihadapi di proses pengembangan. Pengumpulan datanya dilakukan menggunakan angket dan observasi,sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis uji coba buku panduan tata rias rambut bagi siswa SMALB YPTB Malang ini adalah : a. hasil validasi ahli materi tata rias rambut 93 Sangat Valid, b. Validasi ahli media Sangat valid, c. Validasi ahli praktisi Sangat Valid, d. Uji coba kelompok kecil Sangat Valid, sehingga dapat disimpulkan bahwa buku panduan tata rias rambut bagi siswa SMALB YPTB Malang dikategorikan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran keterampilan vokasional.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada : (1) Peneliti selanjutnya dapat diharapkan mengembangkan buku panduan untuk berbagai pelajaran dengan berbagai populasi dan keragaman siswa serta wilayah penelitian (2) Guru sebaiknya mampu memahami isi buku panduan sebelum menggunakannya dalam pembelajaran
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Pembelajaran “Big Book”Anak Tuna Grahita Kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan
RINGKASAN Christiningrum, Fidian. 2018. Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Pembelajaran “Big Book”Anak Tuna Grahita Kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Abdul Huda, M.Pd, (II) Drs. Usep Kustiawan, M.Sn Kata Kunci: Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan, Media “Big Book, Tunagrahita Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal peneliti di SLB Paedagogia Maospati tentang kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita kelas III menunjukkan permasalahan dalam membaca permulaan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membaca huruf belum mampu terbaca secara jelas,tepat dan benar. Selama pembelajaran berlangsung, guru hanya menggunakan metode ceramah untuk menjelaskan materi membaca permulaan. Guru kurang memanfaatkan media pembelajaran dalam aktifitas belajar, guru menjelaskan materi secara lisan, tertulis dipapan tulis, hanya terpaku pada buku teks, kemudian memberikan tugas menyalin. Siswa terlihat kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Ketercapaian hasil belajar siswa membaca permulaan masih relatif rendah, ditunjukkan dengan data sebagai berikut: dari jumlah siswa sebanyak 6 siswa, yang mendapatkan nilai ≥ 65 adalah sebanyak 1 siswa dengan persentase16,6 % dan jumlah siswa yang mendapatkan nilai < 65 adalah sebanyak 5 siswa dengan persentase 83,4 %. Nilai rata-rata kelas hanya 48,3. Tujuan penelitian ini tujuan penelitian adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran Big Book dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatan kemampuan membaca permulaan pada anak tunagrahita kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca permulaan dengan menggunakan media pembelajaran “ Big Book “ pada anak tunagrahita kelas III SLB Paedagogia Maospati Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, dari masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian pratindakan diperoleh nilai rata-rata kelas mencapai 48,3 dengan ketuntasan belajar kelas 16,6%, siklus I diperoleh hasil nilai rata-rata kelas mencapai 63,3 dengan ketuntasan belajar kelas 50%. Sedangkan pada siklus II diperoleh hasil nilai rata-rata kelas mencapai 78,33 dengan ketuntasan belajar kelas 83,4%. Hasil evaluasi siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yaitu ketuntasan belajar individual minimal 65, ketuntasan belajar kelas 70%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pemanfaatan media pembelajaran Big Book dalam proses belajar membaca permulaan dapat meningkatkan kemampuan siswa khususnya pada mata pelajaran bahasa indonesia. Pembelajaran bahasa indonesia materi membaca permulaan huruf vokal a,i,u,e,o dan huruf konsonan p,b,d sebanyak 2 siklus pertemuan. Pelaksanaan pembelajaran tiap pertemuannya terdiri dari 4 tahapan yaitu pra kegiatan, kegiatan awal, inti dan akhir. Pada saat kegiatan inti guru menjelaskan petunjuk penggunaan media pembelajaran Big Book untuk membaca permulaan. Pembelajaran yang dilakukan meliputi menyebutkan huruf vokal a,i,u,e,o dan huruf konsonan p,b,d menggunakan bantuan gambar seperti yang terdapat dalam media pembelajaran Big Book, menyebutkan huruf tanpa menggunakan bantuan gambar, menyebutkan dan menjodohkan gambar dengan kata yang berawalan huruf vokal a,i,u,e,o dan huruf konsonan p,b,d. Pemberian evaluasi yang diberikan di akhir pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus I, pada siklus II diterapkan reward and punishment bagi siswa untuk memudahkan mengkondisikan kelas. Pengaturan tempat duduk membentuk huruf U membuat siswa lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran. Agar persiapan pembelajaran lebih matang, mudah dalam mengkondisikan kelas, dan pembelajaran tidak membuat siswa jenuh maka guru sebaiknya menyiapkan materi-materi yang akan diajarkan terlebih dahulu dan menggunakan permainan untuk mengalihkan sejenak perhatian siswa setelah itu baru difokuskan perhatian siswa pada pembelajaran