AdBispreneur
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
7Ss McKinsey MODEL UNTUK MERESPONS PERILAKU PEMBELIAN PELANGGAN MILLENIAL PADA PT RABBANI HYPNO FASHION
The rapid development of technology has changed customer behavior to become more mobile and switch to digital transactions. Changes in customer behavior prompted PT Rabbani Hypnofashion to change the company's platform to digital marketing by using many models to win the market, especially millennial customers, is the 7Ss McKinsey Model. The purpose of this study is to analyze the application of the McKinsey 7Ss model in response to the buying behavior of millennial customers in the Muslim fashion industry. The method used in this study is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques used are literature studies. The results show that PT Rabbani Hypnofashion has implemented the McKinsey 7Ss Model. This model is integrated all of which support each other to achieve the vision of PT Rabbani Hypnofashion to be the World's Best and Biggest Veil Company in 2020. The results of the study show that the McKinsey 7Ss (Strategy, Structure, System, Staff, Style, Skill, and Superordinate Goals) model can be used by entrepreneurs to develop business and dominate the market, especially for the millennial segment. Furthermore, we propose company should enggament millennial customer with optimalisize database and communication using electronic customer relationship management(e-crm). Pesatnya perkembangan teknologi telah merubah perilaku pelanggan menjadi lebih mobile dan beralih ke transaksi digital. Perubahan perilaku pelanggan mendorong PT Rabbani Hypnofashion untuk merubah platform perusahaan ke pemasaran dengan menggunakan banyak model untuk memenangkan pasar dan salah satu model yang dapat digunakan untuk mengendalikan segmen pasar terutama pelanggan millennial adalah 7Ss Model McKinsey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penerapan model 7Ss McKinsey dalam merespon perilaku pembelian pelanggan millennial pada industri busana muslim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa PT Rabbani Hypnofashion telah menerapkan 7Ss Model McKinsey. Model ini terintegrasi yang semuanya saling mendukung untuk mencapai visi PT Rabbani Hypnofashion menjadi Perusahaan Kerudung Terbaik dan Terbesar Dunia pada tahun 2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7Ss McKinsey (Strategy, Structure, System, Staff, Style, Skill, dan Superordinate Goals) Model dapat digunakan oleh pengusaha untuk mengembangkan bisnis dan menguasai pasar khususnya untuk segment millennial. Kami menyarankan untuk kelangsungan bisnis PT Rabbani Hypnofashion harus terus meningkatkan kedekatan dengan pelanggan millennial melalui optimalisasi database pelanggan dan intensitas komunikasi dengan menggunakan electronic customer relationship management.
ARUS KAS, CASH HOLDING, KENDALA PENDANAAN DAN INVESTASI DI INDONESIA
ABSTRACTThis study aims to detect Cash Flow, Cash Holding and Financial Constraints effect on investment decisions of companies in Indonesia. Some of the previous studies outside Indonesia show evidence of the impact of cash flows and financial constraints on it’s investment level.Using Multiple Regression and Logistic Regression model, on five years data observation shows that cash flow and cash holding have a positive effect on investment level. Interaction test shows the effect of cash flow on investment in financially constrained different from financially unconstrained companies. In other words, the average rate of investment changes caused by the level of cash flow is the same for both companies. While the effect of cash holding on investment, no different in the company that financially constraint and financially unconstraint company.The contribution of this research is to provide insight to the parties related to the importance of cash flow and cash holding to the investment of a company. Based on the results it can be concluded that companies that have cash flow and high cash holding have greater investment opportunities, especially in companies that have problems in finding sources of funding. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeteksi pengaruh Arus Kas, Cash Holding dan Kendala Finansial terhadap keputusan investasi perusahaan di Indonesia. Beberapa penelitian sebelumnya di luar Indonesia menunjukkan bukti ada pengaruh Arus Kas dan Kendala Keuangan pada tingkat investasi.Dengan menggunakan model Regresi Berganda dan Regresi Logistik, pada pengamatan data selama lima tahun menunjukkan bahwa Arus Kas dan Cash Holding berpengaruh positif terhadap tingkat investasi. Uji interaksi menunjukkan pengaruh Arus Kas terhadap investasi pada perusahaan yang mengalami kendala pendanaan berbeda dengan perusahaan yang tidak mengalami kendala pendanaan. Dengan kata lain, tingkat rata-rata perubahan investasi yang disebabkan oleh tingkat arus kas adalah sama untuk kedua perusahaan. Sedangkan pengaruh Cash Holding terhadap investasi, tidak berbeda pada perusahaan yang mengalami kendala pendanaan maupun tidak.Kontribusi dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada pihak-pihak yang terkait dengan pentingnya arus kas dan Cash Holding untuk investasi perusahaan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki Arus Kas dan Cash Holding yang tinggi memiliki peluang investasi yang lebih besar, terutama pada perusahaan yang memiliki masalah dalam mencari sumber pendanaan.
CITY BRANDING KABUPATEN PANGANDARAN SEBAGAI KOTA WISATA
Pangandaran is one of the regions in Indonesia known as the City of Tourism because it has high natural and tourist potential. This potential is the basic material for a region in carrying out city branding so that it can achieve its brand equity The purpose of this study is to analyze how Pangandaran's city branding is viewed from a tourist perspective. In this study the method used is quantitative research. The sample in this study was 293 people obtained using accidental sampling withdrawal techniques. The data analysis technique used is the SEM method with the PLS approach. Research shows that Attitude has a direct and significant influence on Brand Preference. Brand Equity has a direct and significant influence on Brand Preference. Brand Image does not have a direct significant influence on Brand preference. Pangandaran merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang dikenal sebagai Kota Wisata karena memiliki potensi alam dan wisata yang tinggi. Potensi ini menjadi bahan dasar bagi suatu wilayah dalam melakukan city branding sehingga dapat mencapai ekuitas mereknya Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana city branding Pangandaran ditinjau dari perspektif wisatawan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 293 orang yang didapatkan dengan menggunakan teknik penarikan sampling aksidental. Teknik analisa data yang digunakan adalah metode SEM dengan pendekatan PLS. Penelitian memperlihatkan hasil bahwa Attitude memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap Brand Preference. Brand Equity memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap Brand Preference. Brand Image tidak memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap Brand preference
ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA LEVEL MANAJEMEN PUNCAK DI PT X MEDAN SUMATERA UTARA
ABSTRACTBased on the objective in this research, the autor deeply want to know is the organizational culture that existed at PT X Medan North Sumatra. This research use quantitative methods with survey type. Author collected data using The Denison Organizational Survey (DOCS) and interviews. The Denison Organizational Survey (DOCS) is derived from Denison Model that emphasizes the four dimensions of culture. Data collection and interviews carried out by the top management. The results of research identified PT X has a weak culture. The results of the questionnaire revealed an imbalance between the four dimensions of Denison Model. Involvement dimension have the highest value while adaptability dimension with the lowest score. In top level managemen perceptions of organizational cultur has good category. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya organisasi pada level manajemen puncak PT X Medan Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survey. Penulis mengumpulkan data menggunakan kuesioner The Denison Organizational Survey (DOCS) dan wawancara. DOCS berasal dari Model Denison yang menekankan pada empat dimensi budaya dalam organisasi yang harus dikuasai agar organisasi dapat berjalan secara efektif. Pengumpulan data dan wawancara dilakukan pada jenjang manajemen puncak. Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa PT X memiliki budaya yang lemah. Sebab, keempat dimensi Model Denison yaitu adaptability, consistency, involvement, dan mission menunjukkan ketidakseimbangan. Dimensi involvement memiliki nilai paling tinggi sedangkan dimensi adaptability dengan nilai paling rendah. Persepsi mengenai budaya organisasi pada level manajemen puncak pada kategori baik.
PERILAKU MENCARI PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH: SEBUAH ANALISIS ISI TERHADAP ARTIKEL XIANG & WORTHINGTON (2015) DAN SAEED & SAMEER (2015)
Currently, there are relatively few studies that have examined the comparison between the finance-seeking behavior for small and medium-sized enterprises in developed and developing countries. In general, this study aims to analyze differences in finance-seeking behavior between enterprises from Australia and Pakistan, including identifying various antecedents of finance-seeking behavior by enterprises in both countries. For this reason, we conducted an exploratory study through a content analysis of two scientific journal articles. Specifically, we systematically examine two scientific journal articles that discuss access to finance by small and medium-sized enterprises, both in terms of substance and methods. The first article was written by Xiang and Worthington and the second article was written by Saeed and Sameer. We found that the study of Xiang and Worthington succeeded in identifying various antecedents of finance-seeking behavior at the micro (internal) level, such as business objectives, profitability, growth, product and service quality, business ownership, business size, business life, and government assistance. On the other hand, the study of Saeed and Sameer revealed that there were other antecedents at the meso level (external or industrial) that could influence the search for enterprise financing, namely the concentration of the banking industry. In conclusion, the study of Saeed and Sameer further complements the study of Xiang and Worthington in identifying various antecedents of finance-seeking behavior. Saat ini ada beberapa studi yang meneliti perbandingan antara perilaku pencarian keuangan untuk usaha kecil dan menengah di negara maju dan berkembang. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perilaku pencarian keuangan antara perusahaan dari Australia dan Pakistan, termasuk mengidentifikasi berbagai anteseden perilaku pencarian keuangan oleh perusahaan di kedua negara. Untuk alasan ini, kami melakukan studi eksplorasi melalui analisis konten dari dua artikel jurnal ilmiah. Secara khusus, kami secara sistematis memeriksa dua artikel jurnal ilmiah yang membahas akses ke keuangan oleh perusahaan kecil dan menengah, baik dari aspek substansi maupun metode. Artikel pertama ditulis oleh Xiang dan Worthington (2015) dan artikel kedua ditulis oleh Saeed dan Sameer (2015). Kami menemukan bahwa penelitian Xiang dan Worthington berhasil mengidentifikasi berbagai anteseden perilaku pencarian keuangan di tingkat mikro (internal), seperti tujuan bisnis, profitabilitas, pertumbuhan, kualitas produk dan layanan, kepemilikan bisnis, ukuran bisnis, kehidupan bisnis, dan bantuan pemerintah. Di sisi lain, studi Saeed dan Sameer mengungkapkan bahwa ada anteseden (penentu) lain di tingkat meso (eksternal atau industri) yang dapat mempengaruhi pencarian pembiayaan perusahaan, yaitu konsentrasi industri perbankan. Sebagai kesimpulan, studi Saeed dan Sameer lebih lanjut melengkapi studi tentang Xiang dan Worthington dalam mengidentifikasi berbagai anteseden perilaku pencarian keuangan
ANALISIS DAN DETERMINAN EFISIENSI SEKTOR KONSTRUKSI DI INDONESIA
The construction sector business, as the backbone of infrastructure development is tend to be in-efficient and burdensome on national infrastructure costs. This study aims to explore the in-efficiency level and its determinants of Construction Sector businesses. Efficiency level is measured by input coefficients of Input-Output Table and use secondary data from Central Statistics Agency in 1995, 1998, 2000, 2003, 2005, 2008,and 2010.The results show, there is in-efficiency in Construction Sector at 2010 and is likely to continue to following years. The dominant source of the in-efficiency is Industrial Sector of Metal Products which provides steel and other metals as main materials in the Construction Sector. The petroleum refining industry that produces fuel accelerates the increase construction costs. The single national price policy of fuel is a instant step to reduce the negative impact of in-efficiency in Construction Sector. Sektor bisnis konstruksi yang menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur menunjukkan gejala in-efisiensi dan membebani biaya infrastruktur nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan tingkat in-efisiensi tersebut dan menggali determinan in-efisiensi yang dihadapi oleh bisnis pada sektor konstruksi. Tingkat efisiensi diukur dengan Koefisiensi Input pada Tabel Input-Output dan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik tahun 1995,1998,2000,2003,2005,2008, dan 2010.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sektor Konstruksi mengalami in-efisiensi pada akhir tahun 2010 dan cenderung akan terus mengalami in-efisiensi pada tahun berikutnya. Sumber in-efisiensi terbesar berasal Sektor Industri Barang dari Logam yang menyediakan kebutuhan baja dan logam lainnya yang digunakan sebagai material penting Sektor Konstruksi. Industri pengilangan minyak bumi yang menghasilkan BBM turut mempercepat kenaikan biaya konstruksi. Kebijakan satu harga nasional menjadi langkah cepat untuk mengurangi dampak negatif in-efisiensi pada Sektor Konstruksi
FINTECH SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PEMBIAYAAN BAGI UMKM
ABSTRACTIn 2017, more than 40 new fintech businesses is born, this financial business have emerged that have tried their luck in the Indonesian financial landscape along with the other 140s of startup that have stood before. Indonesia's fintech industry has become one of the prima donna that attracted so much attention from the financial industry actors. Investment on startup fintech began to attract a lot of interest, even some startup managed to get series A of investment this year. The fintech sectors are beginning to develop and many new products are launched.Meanwhile, the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises (Ministry of Small and Medium Enterprises) launched 3.79 million micro, small and medium enterprises (SMEs) already utilizing online platform in marketing their products. This number is around 8 percent of the total perpetrators of SMEs in Indonesia, which is 59.2 million.The problem of sources of financing is a classic problem that is a barrier to the growth of SMEs who do not get financing facilities from the banking sector. Lack of financial resources makes SMEs unable to develop innovations to increase production. However, the rapid growth of financing business of fintech, such as peer-to-peer lending can now be another alternative for loan fund raisers. peer-to-peer lending is a financing business that targets the middle to lower market sectors ABSTRAKSepanjang tahun 2017, setidaknya muncul lebih dari 40 bisnis fintech baru yang mencoba peruntungan di lanskap keuangan Indonesia bersama dengan 140-an startup lain yang telah berdiri sebelumnya. Industri fintech Indonesia memang menjadi salah satu primadona yang menarik perhatian begitu besar dari para pelaku industri keuangan. Investasi pada startup fintech mulai banyak diminati, bahkan beberapa startup berhasil mendapatkan investasi seri A di tahun ini. Sektor-sektor fintech mulai berkembang dan produk-produk baru banyak diluncurkan.Sementara itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta.Masalah sumber pembiayaan merupakan masalah klasik yang menjadi penghambat pertumbuhan UMKM yang tidak mendapat fasilitas pembiayaan dari sektor perbankan. Kurangnya sumber dana menjadikan UMKM tidak dapat mengembangkan inovasi untuk meningkatkan produksinya. Namun demikian pesatnya pertumbuhan bisnis pembiayaan FinTech seperti peer-to-peer lending sekarang ini bisa menjadi alternatif lain bagi para pencari dana pinjaman. peer-to-peer lending merupakan bisnis pembiayaan yang menyasar sektor pasar menengah ke bawah
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAMIK DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS : STUDI PADA SENTRA INDUSTRI KERAMIK DI PURWAKARTA, INDONESIA
This study aims to identify and analyze the business development strategy of the ceramics industry in the Purwakarta ceramic industry center. Research uses qualitative research methods. The primary data collection technique is done through observation, interviews and questionnaires. Secondary data collection techniques are carried out through documentation studies. The data collected was then analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) technique. The results of the study show the alternative strategies the development of the ceramic industry in the order of priority as follows: the formation of forums, improvement of production and design techniques, improvement of marketing strategies and increased access to business capital credit. The results of the study recommend the implementation of a series of priority strategies in developing the ceramics industry business in the center of the ceramic industry in Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengembangan bisnis industri keramik di sentra industri keramik Purwakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan alternatif strategi dengan urutan prioritas sebagai berikut: pengembangan industri keramik tersebut adalah pembentukan forum, peningkatan teknik produksi dan desain, peningkatan strategi pemasaran dan peningkatan akses kredit modal usaha. Hasil penelitian merekomendasikan implementasi rangkaian prioritas strategi tersebut dalam pengembangan bisnis industri keramik di sentra industri keramik Purwakarta.
UNIVERSITAS PADJADJARAN DALAM PERSPEKTIF CORPORATE BRAND DALAM RANGKA MENCAPAI VISI TAHUN 2026
Since the last 5 (five) years, Padjadjaran University has become the most popular university in Indonesia. This is one indication that shows Universitas Padjadjaran as the most favorite university in Indonesia. The success of course canot be achieved in a short time, many things have been done by Unpad to become a college that has a good reputation. The consequence that must be faced is that Unpad must continue to maintain it’s achievement and continue to gain new achievement in the future.The research method used in this research is qualitative research. The informants in this study are university leaders who understand the vision and mission of the university and corporate brand strategy, students as consumers and society consisting of parents, senior students of high school. To ensure the validity of data , researchers used triangulation technique.The results showed that the elements of corporate brand and positive responses and behavior of the community towards the University of Padjadjaran showed a corporate brand that is able to support this university towards the achievement of the vision and mission of the university in 2026. This began to be demonstrated by the achievement of various academic and non academic achievements which was obtained by Universitas Padjadjaran. Sejak 5 (lima) tahun terakhir, Universitas Padjadjaran menjadi perguruan tinggi dengan peminat terbanyak di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu indikasi yang menunjukkan Universitas Padjadjaran sebagai perguruan tinggi terfavorit di Indonesia. Keberhasilan tersebut tentunya dapat diraih bukan dalam waktu singkat, banyak hal yang telah dilakukan oleh Unpad untuk menjadi perguruan tinggi yang memiliki reputasi yang baik. Konsekuensi yang harus dihadapi adalah bahwa unpad harus terus mempertahankan capaian tersebut diiringi dengan target target yang ingin dicapai di masa depan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun informan pada penelitian ini adalah pimpinan universitas yang memahami visi dan misi universitas dan strategi corporate brand, mahasiswa sebagai konsumen dan masyarakat yang terdiri dari orang tua, siswa-siswi SMU kelas XII. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen corporate brand dan tanggapan serta perilaku positif dari masyarakat terhadap Universitas Padjadjaran menunjukkan corporate brand yang mampu mendukung langkah universitas ini menuju pencapaian visi dan misi universitas di tahun 2026. Hal ini mulai ditunjukkan dengan pencapaian berbagai prestasi akademik dan non akademik yang diperoleh Universitas Padjadjaran.
BAURAN ECERAN PADA MINIMARKET DI BANDUNG DALAM PERSPEKTIF KONSUMEN
ABSTRACTIn line with the increasing competition among retail companies and retail companies with large companies, a retail mix is needed. One strategy that can be applied is a retail sales mix. Retail sales mix is all variables that can be used as a marketing strategy to compete in selected marketsThis study aims to analyze the retail mix from a consumer perspective on three minimarkets in the city of Bandung, namely Alfamart, Indomart and Yomart. Research uses descriptive research methods. Data collection techniques consist of literature reviews and field studies in the form of observation, interviews and questionnaires to consumers as samples using a systematic random sampling technique. The findings show that the retail sales mix has been applied to minimarket companies. The retail mix element that consumers like is the location that can be accessed easily. While the mix that is less preferred is the design and layout of the shop related to unclear goods instructions and promotional mix with regard to the unavailability of goods when exchanging promotional coupons. ABSTRAKSejalan dengan meningkatknya persaingan antar perusahaan ritel dan perusahaan ritel dengan perusahaan besar dibutuhkan bauran ritel. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah bauran penjualan eceran Bauran penjualan eceran adalah semua variabel yang dapat digunakan sebagai strategi pemasaran untuk berkompetisi pada pasar yang dipilihPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran ritel dari perspektif konsumen pada tiga minimarket di Kota Bandung yaitu Alfamart, Indomart dan Yomart. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari tinjauan pustaka dan studi lapangan berupa observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner kepada para konsumen sebagai sampel dengan menggunakan teknik sistematik random sampling. Hasil temuan menunjukkan bauran penjualan eceran telah diterapkan pada perusahaan minimarket. Elemen bauran eceran yang disukai konsumen adalah lokasi yang dapat diakses dengan mudah. Sementara bauran yang kurang disukai adalah adalah desain dan tata letak toko berkaitan dengan petunjuk barang yang tidak jelas dan bauran promosi berkaitan dengan ketidaktersediaan barang saat penukaran kupon promosi.