4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK (OMSK) DI KLINIK THT-KL RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK (OMSK) DI KLINIK THT-KL RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
Arum Maharani*, Christin Rony Nayoan**, Vera Diana Towidjojo***, Nur Syamsi****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universits Tadulako
****Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu masalah kesehatan di Indonesia adalah gangguan pendengaran yang dapat disebabkan oleh otitis media. Angka kejadian OMSK di dunia berkisar 65-330.000.000 per tahun. Penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2020, Klinik THT-KL di RS Anutapura, Sulawesi Tengah, mencatat 289 dari 506 pasien berobat untuk masalah telinga, menjadikannya kasus terbanyak dibandingkan dengan masalah hidung dan tenggorokan. Faktor predisposisi untuk OMSK termasuk status gizi, imun, riwayat OMA, riwayat ISPA, paparan asap rokok dan status gizi.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dengan kejadian OMSK di klinik THT-KL RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross-sectional yang dilakukan di poliklinik THT RSUD Undata, Provinsi Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menetapkan kriteria tertentu. Partisipan diminta untuk mengisi kuesioner yang dapat membantu peneliti mengidentifikasi kemungkinan faktor risiko OMSK guna mengumpulkan data penelitian primer. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data bivariat untuk menguji hubungan antara dua variabel.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p-value dari faktor-faktor yang diteliti yaitu 0,299 untuk status imun, 0,35 untuk faktor genetik, 0,04 untuk riwayat ISPA, 0,000 untuk riwayat OMA, 1,000 untuk paparan asap rokok, 0,792 untuk status gizi, 0,045 untuk usia dan 0,193 untuk jenis kelamin.
Kesimpulan: Faktor predisposisi yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian OMSK di klinik THT-KL RSUD Undata adalah riwayat ISPA, riwayat OMA dan usia.
Kata Kunci: Faktor predisposisi, Otitis Media Supuratif Kroni
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN ASHITABA (Angelica Keiskei) DENGAN METODE INFUSA SEBAGAI TERAPI HIPERGLIKEMI TERHADAP TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus Norvegicus)
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN ASHITABA (Angelica Keiskei) DENGAN METODE INFUSA SEBAGAI TERAPI HIPERGLIKEMIA TERHADAP TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus Norvegicus)
Cindhy Rizkika Al-Inayah1, Nur Syamsi2, Christin Rony Nayoan3, Junjun Fitriani4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah salah suatu kondisi kesehatan global yang ditandai oleh hiperglikemia, atau tingginya kadar gula dalam darah. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat, mencapai 10,8% pada tahun 2021, menempatkannya di antara sepuluh negara dengan prevalensi DM tertinggi. Dampak dari hiperglikemia jangka Panjang dapat meningkatkan risiko komplikasi kesehatan serius seperti stroke, gagal ginjal, dan infark miokard. Dalam upaya mengatasi permasalahan DM, tanaman Ashitaba (Angelica keiskei) menunjukkan potensi sebagai obat antihiperglikemia. Ashitaba mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang diketahui memiliki efek antidiabetes, antioksidan, dan antiinflamasi. Senyawa ini berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat aktivitas enzim α-glukosidase, yang membantu menurunkan kadar glukosa darah.
Tujuan: Mengetahui efektivitas antihiperglikemi serta dosis yang paling efektif pada ekstrak daun ashitaba pada tikus putih jantan galur wistar yang di induksi dextrose 10%.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif true experimental dengan pre test dan post test control group design. Dalam penelitian ini sampel yang diproleh sebanyak 18 tikus yang dibagi dalam 6 kelompok yang diambil dengan teknik purposive sampling.
Hasil: Penelitian ini menggunakan uji perametrik ANOVA. Analisis data didapatkan hasil uji Saphiro-Wilk menunjukkan nilai sig>0.05 yang artinya data terdistribusi normal kemudian dilanjutkan uji Repeated Anova didapatkan nilai si
Pengaruh Terapi Bermain Mewarnai Gambar Dalam Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di Ruangan Rambutan RSUD Madani Palu
Abstrak
Pengaruh Terapi Bermain Mewarnai Gambar Dalam Menurunkan
Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Usia 3-6 Tahun
Di Ruangan Rambutan RSUD Madani Palu
FAHRUREZI (2024)
Program Studi DIII-Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
(Fauzan, Hayati Palesa, Andi Mariani)
Hospitalisasi disebut juga rawat inap, yaitu suatu proses di mana seorang anak yang sakit dan harus di rawat dii rumahh sakitt sampai cukupp sehatt untukk kembali ke rumahnya sendiri. Salah satu media atau aktivitas yang dapat menonjolkan pengalaman anak seperti bermain. Salah satu komponen kunci permainan yang dapat membantu anak menjadi lebih nyaman dan percaya diri adalah mewarnai menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian terapi bermain mewarnai gambar berpengaruh terhadap tingkat kecemasan anak usia 3-6 Tahun saat dirawat di Ruang Rambutan RSUD Madani Palu. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain single group pre-post test, dan bersifat kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 18 anak dengan usia 3-6 Tahun. Penelitian ini menggunakan tehnik sampling dengan rumus Slovin 5% (0,05) dan alat ukur yang di gunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Uji statistik linear regression Dengan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 10 anak (55,6%) mengalami kecemasan berat. Setelah dilakukan terapi bermain mewarnai gambar didapatkan ada 18 anak (100) mengalami kecemasan ringan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai P Value=0,003 (
ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN PADA PASIENDENGAN KASUS FRAKTUR DI RUANGAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH
ABSTRAK
Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan Pada Pasien
Dengan Kasus Fraktur Di Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD)
RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah
Shinta febiani (2024)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dina Palayukan Singkali,S.Kep,Ns.,M.Kep
Data hasil rekam medik RSUD Madani pada tahun 2022 mencapai 101 orang dan pada tahun 23 mengalami peningkatan sebanyak 120 orang. Fraktur merupakan istilah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan, baik yang bersifat total maupun Sebagian. Tujuan dari penelitian ini yaitu Terlaksananya Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan Pada Pasien Dengan Kasus Fraktur Di Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Nn.c dengan kasus Fraktur Femur Dextra diruangan instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Madani. Hasil penelitian didapatkan hasil pengkajian pada Nn.c Data subjektif Pasien mengatakan nyeri pada bagian paha kanan, P: Nyeri ketika bergerak, Q: Seperti tertusuk-tusuk, R: Paha kanan, S: Skala nyeri 6, T: Nyeri dirasakan terus menerus, Pasien mengatakan kaki kanannya sulit digerakan, Pasien mengatakan merasa tidak nyaman dan merasa terganggu dengan balutan yang terpasang di kaki kanan . Data objektif pasien tampak meringis, pasien tampak gelisah, k/u lemah, kesadaran composmentis, GCS 4-5-6, TD : 101/72 mmHg , N : 120 x/menit, S : 36,5 0C, RR : 22x/menit,Ekstermitas kanan bawah terpasang bidai,Kekuatan otot 5552. Diagnose keperawatan yang muncul yaitu: nyeri akut b.d agen pencedera fisik, gangguan mobilitas fisik b.d gangguan muckuloskeletal. Setelah dilakukan Tindakan keperawatan diagnose keperawatan nyeri akut masalah keperawatan teratasi Sebagian dan diagnose keperawatan gangguan mobilitas fisik tidak teratasi dan belum tercapai. Ini disimpulkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan telah sesuai dengan teori dan ada kesenjangan Dimana keluhan dan diagnose keperawatan yang terdapat pada pasien Nn.c tidak sesuai dengan yang ada didalam teori. Diharapkan dengan penelitian ini perawat dapat memberikan pelayanan professional dan komprehensif pada pasien khususnya dengan fraktur.
Kata kunci: Fraktur, Asuhan Keperawatan Kegawatdaruratan
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK ORANG TUA DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI KOTA PALU SULAWESI TENGAH
Hubungan Perilaku Merokok Orang Tua Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita DiWilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu Sulawesi Tengah
WAFIQ AZIZAH (2024)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dr. Ratna Devi, SKM.,M.Kes
ABSTRAK
Latar Belakang :Masalah Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita merupakan penyakit saluran pernafasan yang sering ditemui pada bayi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita dipengaruhi oleh tiga faktor antara lain: Faktor Host (Manusia), Faktor Environment (Lingkungan) dan Faktor Agent (Penyebab Penyakit),dengan Kebiasaan merokok di dalam rumah jika orang tersebut mempunyai anak maka secara tidak langsung anak tersebut menghirup asap yang menyebabkan pencemaran udara dalam rumah dan dari paparan asap rokok tersebut akan merusak mekanisme paru- paru.Tujuan:Diketahuinya hubungan perilaku merokok orang tua dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja puskesmas bulili. Metode :Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional,menggunakan metode cluster random sampling dengan sampel yang diambil sebanyak 30,hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil
:Yang didapatkan bahwa nilai P Value lebih kecil dari pada nilai alpha yaitu
0,020,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan responden terhadap kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Bulili. Kesimpulan : Berdasarkan hasil peneliti menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku merokok orang tua dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja puskesmas bulili Hasil analisa uji chi square menunjukkan Bahwa P = 0,002 karena nilai P ≤ 0,05 maka Ha diterima dan H₀ di tolak, artinya ada hubungan antara perilaku merokok orang tua dengan kejadian ISPA.
Kata kunci : Perilaku Merokok, ISPA, Balit
HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI
Hubungan asupan makanan ibu hamil terhadap kejadian kekurangan energi kronik (KEK) di wilayah kerja puskesmas bulili kota palu
Magfira, N21021067
Program studi DIII Keperawatan Universitas Tadulako
[email protected]
ABSTRAK
Kata kunci : Ibu hamil, Asupan makanan, dan Kekurangan energi kronik
Latar belakang : Kekurangan energi kronik adalah kondisi yang ditandai dengan adanya ketidakseimbangan antara energi dan protein, oleh karena itu zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi dengan baik. Pada provinsi Sulawesi tengah didapatkan prevelensi ibu hamil dengan kekurangan energi kronik sebesar 22,7%.Tujuan: Diketahuinya apakah ada hubungan antara asupan makanan ibu hamil terhadap kejadian Kekurangan energi kronik (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Bulili Kota Palu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospektif. Merupakan penelitian dengan tujuan untuk menjelaskan masalah penelitian menggunakan pendekatan cross sectional yaitu mempelajari hubungan antara variabel bebas( asupan makanan), dan variabel terikat (kekurangan energi kronik).Menggunakan teknik accidental sampling atau pengambilan sample sesaat dengan total sample yaitu sebanyak 20 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner Semi Quantitative food frequency questionare dan di analisis menggunakan uji chi-Square interprestasi Fisher exact. Hasil :dari hasil penelitian diperoleh asupan makanan ibu hamil yang menderita KEK asupan energi kurang sebanyak 6 orang (40%) dan yang baik sebanyak 9 orang (60%), asupan karbohidrat kurang sebanyak 8 orang (53,3%) dan yang baik sebanyak 7 orang (46,6), asupan protein yang kurang sebanyak 4 orang (26,6) dan yang baik sebanyak 11 orang (73,3%) dan asupan lemak kurang sebanyak 2 orang (13,3) dan yang baik sebanyak 13 orang (86,6%). Kesimpulan : variabel asupan makanan ibu hamil diuji didapatkan hasil P value>0,05 yang menunjukkan H0 diterima dan H1 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan makanan ibu hamil terhadap kejadian kekurangan energi kronik (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Bulili sKota Palu
GAMBARAN KEPATUHAN LANSIA DALAM MENGKONSUMSI OBAT ANTIHIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI KOTA PALU
Gambaran Kepatuhan Lansia Dalam Mengkonsumsi
Obat Antihipertensi Diwilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu
Alfius Retta Patana, N21021016
Program Studi DIII Keperawatan Tadulako
[email protected]
ABSTRAK
Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat, Hipertensi
Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu penyakit atau gangguan dimana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan yang secara terus-menerus. Karena peningkatan tekanan darah yang semakin tinggi, jantung akan bekerja keras untuk memompa darah, untuk menghindari hal ini menjadi buruk bagi organ jantung dan organ lainnya maka perlu dilakukan pengobatan yaitu dengan patuh minum obat yang telah dianjurkan oleh dokter. Kepatuhan minum obat adalah perilaku pasien yang mentaati semua nasihat dan petunjuk yang dianjurkan oleh tenaga medis, seperti dokter, dan apoteker mengenai segala sesuatu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan pengobatan. TUJUAN:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan lansia dalam mengkonsumsi obat antihipertensi diwilayah kerja Puskesmas Bulili Kota Palu, METODE: dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik slovin dengan jumlah 25 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medical Adherencem Scale (MMAS-8). HASIL:Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa dari 25 responden,6responden dengan kategori tinggi (24%), 15 responden dengan kategori sedang (60%) dan 4 responden dengan kategori rendah (16%), Di harapkan kepada responden lebih meningkatkan kepatuhan minum obat untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol
PENGARUH KESIAPAN IBU TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULILI
Pengaruh Kesiapan Ibu Terhadap Keberhasilan Asi Ekslusif
Di wilayah kerja puskesmas Bulili
Kota palu Sulawesi tengah
Iin Mutmainna Amalia (2024)
Program studi d-iii keperawatan fakultas kedokteran universitas tadulako
Andi Mariani, S.Kep., M,Kes
ABSTRAK
Latar belakang : seorang ibu tidak siap memberikan ASI (Air Susu Ibu) pada bayi, beberapa masalah yang mungkin muncul termaksud : Kecukupan nutrisi, Perlindungan terhadap penyakit, Koneksi emosional, Biaya tambahan, Resiko kesehatan ibu. penting bagi ibu untuk mempertimbangkan manfaat menyusui bagi kesehatan dan perkembangan bayi mereka, serta mendapatkan dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk berhasil menyusui jika memungkinkan.Tujuan : penelitian ini bertujuannya untuk mengidentifikasi pengaruh kesiapan ibu terhadap keberhasilan Asi Ekslusif di wilayah kerja PKM Bulili Metode: Desain penelitian ini menggunakan penelitian deksritif analitik dengan pendekatan Cross sectional menggunakan metode cluster random sampling jumlah sampel yang diambil sebanyak 25 responden. Hasil: hampir seluruh responden (80%) yang memiliki kurangnya kesiapan menyusui dalam pemberian ASI terhadap bayinya secara Ekslusif uji test P value < artinya ada hubungan yang bermakna antara kesiapan ibu dan keberhasilanmenyusui Kesimpulan: Berdasarkan dari penelitian 25 responden di simpulkan bahwa hasil penelitian pengaruh kesiapan ibu terhadap keberhasilan ASI Ekslusif di wilayah kerja Puskemas Bulili terdapat responden yang memiliki kurangnya kesiapan menyusui dalam pemberian ASI terhadap bayinya secara Eklusif sebanyak 20 (80%).
Kata kunci : Pengaruh,Kesiapan ibu,Asi Ekslusi
Gambaran Faktor Risiko Pasien Preeklampsia di Puskesmas Kota Palu tahun 2022.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS KOTA PALU TAHUN 2022
Azzimattinur Mariase*, David Pakaya**, Ketut Suarayasa***, I Putu Fery Immanuel White****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**** Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Deteksi dini preeklampsia dapat dilakukan dengan mengetahui faktor – faktor risiko, sehingga komplikasinya dapat dicegah.
Tujuan: Mengetahui gambaran faktor risiko pasien preeklampsia di Puskesmas Kota Palu tahun 2022.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Data yang digunakan yaitu rekam medis pasien ibu hamil yang mengalami preeklampsia di Puskesmas Kota Palu tahun 2022 dengan jumlah sampel 99 orang. Data disajikan dalam bentuk persentase.
Hasil: Faktor risiko usia ibu terbanyak 20 - 35 tahun 31 orang (68,7%). Faktor risiko paritas terbanyak pada kehamilan primigravida 59 orang (59,6%). Faktor risiko obesitas terbanyak pada ibu yang mengalami obesitas 70 orang (70,7%). Faktor risiko riwayat hipertensi terbanyak pada ibu yang tidak memiliki riwayat hipertensi 69 orang (69,7%). Faktor risiko riwayat preeklampsia terbanyak pada ibu yang tidak memiliki riwayat preeklampsia 83 orang (83,8%). Faktor risiko kehamilan ganda terbanyak pada ibu yang memiliki kehamilan tunggal 98 orang (99,0%). Faktor risiko jarak kehamilan terbanyak pada ibu dengan jarak kehamilan 0 tahun 59 orang (59,6%).
Kesimpulan: Pada penelitian ini ditemukan pasien preeklampsia terbanyak pada ibu hamil berusia 20 – 35 tahun, dengan kehamilan primigravida, obesitas, yang tidak memiliki riwayat hipertensi dan riwayat preeklampsia, serta jarak kehamilan 0 tahun.
Kata Kunci: preeklampsia, faktor risiko, antenatal car
Pengaruh Antara Kualitas Tidur dengan Perubahan Berat Badan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Prodi Pendidikan Dokter Angkatan 2022.
PENGARUH ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO PRODI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2022
Gilviani Doki¹, Fitriah Handayani², Ria Sulistiana³, Rahma Badaruddin⁴, Jane Mariem Monepa⁵
¹ ⁵Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
²Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
³Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
⁴Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Peningkatan berat badan berkaitan dengan ketidakseimbangan kondisi emosional dan fisiologi seseorang, apabila peningkatan berat badan ini tidak terkontrol maka dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Ketidakseimbangan ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidurnya, yang dapat ditentukan dari bagaimana seseorang mempersiapkan diri untuk tidur di malam hari, seperti: tidur yang baik dapat membuat seseorang merasa lebih tenang dan energik di pagi hari, serta kecil kemungkinannya untuk mengeluhkan masalah sulit tidur.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh kualitas tidur dengan perubahan berat badan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2022.
Metode : Metode penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian cohort study dan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling dan didapatkan sampel 58 orang. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako pada bulan Oktober-November 2023.
Hasil : Responden dengan kualitas tidur baik sebanyak 16 orang (27,6%) dan kualitas tidur buruk sebanyak 42 orang (57,3%). Perubahan berat badan dengan nilai negatif sebanyak 9 orang (15,5%) dan nila positif sebanyak 49 orang (84,5%). Hasil uji statistik fisher di dapatkan nilai p = 0,420 dimana nilai p > 0,005.
Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh antar kualitas tidur dengan perubahan berat badan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2022.
Kata Kunci : Kualitas tidur, PSQI, perubahan berat badan, obesita