Publika Budaya (Journal)
Not a member yet
    83 research outputs found

    SEARCHING CULTURAL IDENTITY IN YANN MARTEL’S LIFE OF PI PENCARIAN IDENTITAS KULTURAL DI DALAM NOVEL LIFE OF PI KARYA YANN MARTEL

    Get PDF
    Life of Pi adalah novel yang ditulis oleh Yann Martel. Novel ini menceritakan tentang seorang anak muda bernama Piscine Patel yang hidup di ruang antara. Dia tidak bisa memilih apakah dia orang Timur atau Barat, Kanada atau India. Penelitian ini berfokus pada identitas kultural, suatu hal yang tidak dimiliki langsung sejak lahir. Identitas kultural selalu berproses. Penelitian ini disusun dengan menggunakan cara deskriptif dan penelitian kualitatif untuk mengartikan dan menganalisa yang berhubungan dengan isu postkolonial terutama dalam hal identitas. Sumber utama pengambilan data adalah informasi sumber data dan fakta tentang isu postkolonial melalui perwujudan watak dan peristiwa yang terpilih didalam Life of Pi yang berhubungan dengan identitas dan sumber lain seperti jurnal, thesis, internet, dan buku untuk membantu pengumpulan data. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengartikan konsep dari negara berbangsa di saat tidak adanya identitas yang pasti dan untuk mendapatkan pengertian bahwa tidak ada lagi yang lebih hebat antara Timur dan Barat semenjak Kanada sebagai tanah yang menjanjikan terpatahkan. Kata kunci: postkolonial Homi Bhabha, identitas budaya, Yann Martel. ABSTRACT Life of Pi is a novel written by Yann Martel. This novel tells a story of a young indian boy named Piscine Patel who lives "in-between". He does not choose whether he is east or west, Canada or India. This research is focused on cultural identity which is not something already exist. It is always on going process. This research is conducted by using qualitative research and descriptive way to interpret and analyze the data that relates with postcolonial issue especially in identity. The main source of the data is the fact and information about postcolonial issue through selected event and characterization in the Life of Pi which related on identity and other sources such as jurnal, thesis, internet, and the book to help collecting the data. The goals of this research are; to interpret the concepts of nation-state since there is no fixed identity and to get understanding that there is no more superior between West and East since Canada as the promising land is rejected. Keywords : Postcolonial Homi Bhabha, cultural identity, Yann Martel

    ANTI CAPITALISM THROUGH THE ADOPTION OF SOCIALIST IDEOLOGY SEEN IN JOHN STEINBECK’S THE GRAPES OF WRATH PANDANGAN ANTI KAPITALISME MELALUI ADOPSI IDEOLOGI SOSIALIS DALAM NOVEL THE GRAPES OF WRATH KARYA JOHN STEINBECK

    Get PDF
    Through The Grapes of Wrath, Steinbeck shows his idea to protest against bourgeois class. He tells about the bad conditions faced by migrant workers in California. This novel is announcing that a worldwide of proletariat’s consciousness is in the process of formation for socialism. This consequence means that this novel connotatively saves the rejection of capitalism. Therefore, seen from this rejection and its involvement to portrait social conflict, this novel can be included as the part of social realism genre. To analyse this novel, Marx’s theory is applied. On Marxist perspective, Steinbeck’s novel is categorized as the superstructure basis. It is because this novel gives a portrait about the change of social system because of economic system called capitalism. As the part of social realism genre, however, Steinbeck applies Marx’s intention about the idea of socialism. He considers that there is a need for universal kinship to overcome this mass oppression occurred by capitalist class. This universal kinship will point to class struggle where at the end of the struggle, it emerges classless society. Keywords: Capitalism, Socialism, Universal Kinship ABTRAK Melalui The Grapes of Wrath, Steinbeck menunjukan kritiknya terhadap kelas borjuis. Ia menceritakan bagaimana kehidupan pekerja migran di California mendapat perlakuan begitu buruk. Karena itu, novel ini menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi tindak-tindak opresif akibat sistem kapitalisme. Menurut Steinbeck salah satu caranya adalah dengan membentuk kesadaran kelas yang berujung pada terbentuknya sistem sosialisme. Dari sini juga, dapat diketahui bila novel ini termasuk dalam kategori novel realism social. Untuk itulah, teori Marxis digunakan untuk menyelidiki konsep-konsep sosialisme yang ditawarkan Steinbeck dalam novelnya. Ia ingin menunjukan bahwa kapitalisme dapat di atasi dengan adanya kesadaran kelas, dimana kelas proletar menyadari posisinya terhadap kelas borjuis. Kesadaran ini kemudian akan membawa sebuah rasa persaudaraan yang universal antar kelas proletar. Di titik inilah, serangan terhadap sistem kapitalisme dapat dimulai dengan memunculkan sebuah perjuangan kelas. Muara dari semua ini pada hakikatnya adalah menuju suatu masyarakat tanpa kelas. Kata Kunci: Kapitalisme, Persaudaraan Universal, Sosialism

    KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK NOVEL MERPATI BIRU KARYA ACHMAD MUNIF

    Get PDF
    Novel menggambarkan kehidupan nyata yang terjadi dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan unsur-unsur intrinsik dan mendeskripsikan nilai-nilai psikologi humanistik empat tokoh dalam novel Merpati Biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua tokoh dalam novel Merpati Biru memiliki lima macam kebutuhan dan dua tokoh lainnya memiliki empat macam kebutuhan. Judul novel memiliki arti konotatif. Tema mayor dalam novel Merpati Biru memunculkan beberapa konflik. Watak beberapa tokoh berubah terkait dengan tema-tema yang ada dalam novel. Kata Kunci: kebutuhan, judul, konflik, tema

    DECODING PENONTON TERHADAP IKLAN LAYANAN MASYARAKAT IMUNISASI WAJIB BAGI BALITA TAHUN 2013 DI TELEVISI (DECODING OF SPECTATOR TOWARD ADVERTISEMENT ABOUT MUST IMUNIZATION FOR CHILDREN UNDER FIVE IN 2013 ON TELEVISION)

    Get PDF
    The process of understanding a presentation presented on television especially service society’s advertisement is very important in succeed supporting of a product which is produced. The purpose of this research is to know the background of television viewer and customer of service society’s advertisement about must immunization for children under five in 2013 and to know the process of decoding service society’s advertisement about must immunization for children under five in 2013 by using descriptive qualitative method, observation, not structural interview, focus group discussion and data analysis (flow model). The result of the research shows that decoding is an important part in a set of communication process because media cannot hegemony the viewer or the customer without television viewer’s decoding. The background and position of decoding show that knowing a same text which read and understood by the viewer set the viewer in the certain decoding position and known customer’s reception level upon the text that consumed. Keywords: perception, service society’s advertisement, decoding ABSTRAK Proses memahami dalam pemaknaan sebuah tayangan yang hadir di televisi terutama iklan layanan masyarakat sangatlah penting dalam mendukung keberhasilan sebuah produk yang telah diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penonton dan konsumen iklan layanan masyarakat imunisasi wajib bagi balita tahun 2013 dan untuk mengetahui proses decoding iklan layanan masyarakat imunisasi wajib bagi balita tahun 2013 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, observasi, wawancara tidak terstruktur, wawancara kelompok fokus, dan analisis data (flow model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa decoding adalah bagian terpenting dalam rangkaian proses komunikasi, karena tanpa decoding penonton, media tidak dapat menghegemoni penontonnya atau konsumennya. Latar belakang dan posisi decoding menunjukkan bahwa mengetahui sebuah teks yang sama dibaca dan dipahami oleh penonton menempatkan penonton pada posisi decoding tertentu dan diketahui tingkat penerimaan konsumen atas teks yang dikonsumsi. Kata Kunci: persepsi, iklan layanan masyarakat, . 1. Pendahuluan Televisi adalah alat elektronik, alat yang baru dalam perjalanan sejarah peradaban manusia, berupa kotak hitam yang semula hitam putih menjadi berwarna dan menampilkan sebuah tayangan dari stasiun penyiaran sehingga khalayak dapat melihat sesuatu dari jarak jauh Fakultas Sastra Universitas Jember decoding

    PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP KEHIDUPAN ETNIS TIONGHOA DI BIDANG POLITIK, SOSIAL BUDAYA,DAN EKONOMI DI KABUPATEN JEMBER DARI ZAMAN ORDE LAMA SAMPAI ZAMAN REFORMASI PADA TAHUN 1998-2012

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan apa saja yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa, mendeskripsikan reaksi etnis Tionghoa di Jember terhadap kebijakan pemerintah tersebut, serta menelusuri dampak yang terjadi akibat berlakunya kebijakan pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa khususnya di Jember. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber data yang digunakan adalah berupa surat kabar, berbagai literatur buku, internet maupun sumber lain yaitu berupa wawancara. Teknis analisis data menggunakan teknis analisis historis, yaitu analisa yang mengutakamakan dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian melalui empat tahap yaitu : heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebijakan yang keluar sejak zaman Reformasi memberi kebebasan bagi etnis Tionghoa dalam berbagai bidang, tepatnya saat semua kebijakan yang melarang berbagai aktivitas kehidupan orang Tionghoa dicabut oleh pemerintahan semasa Gus Dur. Respons etnis Tionghoa di Jember cukup antusias untuk menerima semua perubahan tersebut, dan dari perubahan tersebut terjadi proses asimilasi budaya antara orang Tionghoa dengan masyarakat lokal di Jember. Dampak dari berbagai peraturan tersebut ternyata mengubah orientasi atau pandangan etnis Tionghoa. Dapat dikatakan orang Tionghoa di Jember telah beradaptasi dengan budaya lokal yang lebih bersifat ke- Indonesiaan. Kata kunci: Kebijakan pemerintah, etnis Tionghoa, Jembe

    CULTURAL MATERIALISM IN CORMAC MC CHARTY'S NO COUNTRY FOR OLD MEN MATERIALISME KULTURAL DALAM NOVEL NO COUNTRY FOR OLD MEN KARYA CORMAC MC CHARTY

    Get PDF
    No Country For Old Men is written by Cormac Mc Charty which is set in the boarderline of Mexico and Texas. The story centers on Chigurh who is a professional paid killer during the glorious time of the drug dealers and mafia. The environment has highly influenced his personality about vice and virtue. In the story the strongest order comes from the capital drug dealers which make them rule the way of life. In contrast, the police as the agent of virtue can not be a great benefactor to the citizen, since in the story the sheriff is never be able to catch or even meet Chigurh in person during his act as a peculiar serial killer. To study this phenomenon, the inductive method is employed to understand the position of power which leads to strongest doctrine that has major influence to influence Chigurh’s behavior as a psychopath. Killing people becomes habit for such man who sees and kills people in daily activity. Furthermore, the environment forces him to do so. Gun becomes friend, and money is the purpose. By this peculiar environment, Chigurh has grown into a psychopathic killer with his own motive that was different by the other people. Money is no longer his sole purposes but pleasure and determined principle. This chaotic environment has established a new ideology which continues to the process of cultural materialism. Raymond William as the successor of Marxist teaching has proven that there is a way for people to adjust with his environment no matter how far it is peculiar since there is a class structure in the society. The final chapter of the novel ends with the survival of the evil and inability of the virtue. The story teaches that the strongest doctrine of the time could triumph over someone’s nature. Keywords: class structure, cultural materialism, ideology, marxist teaching, psychopath, relation of power, vice and virtue

    REPRESENTASI TOKOH LISA DALAM NOVEL BUNDA LISA KARYA JOMBANG SANTANI KHAIREN: KAJIAN PSIKOLOGI WANITA (DELEGATION OF LISA IN NOVEL BUNDA LISA WRITTEN BY JOMBANG SANTANI KHAIREN: EXAMINED BY WOMAN PSYCHOLOGY)

    Get PDF
    Artikel ini membahas representasi seorang perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Representasi seorang perempuan menarik dibahas sebab pada kenyatannya perempuan memiliki peranan yang besar dalam kehidupan keluarga maupun dimasyarakat. Perempuan juga perlu diberikan penghargaan hak sebagai perempuan, emansipasi perempuan dan konstruksi perempuan yang berhubungan dengan psikologi wanitanya. Novel yang berjudul Bunda Lisa, karya Jombang Santani Khairen menyebutkan berbagai aspek psikologi wanita meliputi peranan seorang wanita sebagai istri, peranan wanita sebagai ibu dan pendidik, dan peranan wanita sebagai pengatur rumah tangga. Permasalahan tersebut dapat diketahui melalui teori struktural meliputi tema, tokoh, perwatakan, konflik dan latar. Hasil analisis teori struktural dan kajian psikologi wanita pada novel Bunda Lisa menggambarkan bahwa novel tersebut sesuai dengan teori yang digunakan yaitu teori struktural dan kajian psikologi wanita. Kata kunci: Representasi. Teori Struktural. Psikologi Wanita ABSTRACT This article tells about the delegation of a woman in family and society. The delegation of a woman is interesting to be study because a women has a big role in family life also in society. Woman also needs to receive the prize of woman right, woman emancipation, and woman construction dealing with woman psychology. The novel entitled Bunda Lisa, written by Jombang Santani Khairen mention many aspects of woman psychology as a wife, as a mother and a teacher, as well as a housewife. That problem can be known through the structural theory includes theme, cast, character, conflict and background. The result analysis of structural theory and woman psychology examination in novel Bunda Lisa draws that the novel is appropriate along the theory used, those are structural theory and woman psychology examination. Keyword: Delegation. Structural theory. Woman psychology

    BIAS AND POWER: APPRAISAL IN MEDIA DISCOURSE (KEBERPIHAKAN DAN KUASA: PENAKSIRAN DALAM WACANA MEDIA)

    Get PDF
    Obyek penelitian ini adalah wacana media, berupa tiga artikel berita dari situs koran berbahasa Inggris di Indonesia, Jakarta Globe, yang membahas tentang pemilu presiden 2014. Ketiga artikel tersebut antara lain Personalities Set to Trump Party Loyalties in Indonesian Presidential Election, Golkar Riven by Presidential Candidacy, dan SBY Silence May Speak a Thousand Words. Ketiganya membandingkan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Berdasarkan konteks kalimat-kalimatnya, ditaksir ada hubungan antara keberpihakan dan kuasa. Maka, pemikiran tentang keberpihakan dan kuasa digunakan dalam memilah data. Lalu, berkaitan dengan Systemic Functional Linguistics (SFL), proses verbal tampak dominan karena pemilihan narasumber sebagai indikator adanya kecenderungan penerbit terhadap salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dalam penelitian ini, SFL dan pengembangannya, appraisal, berguna dalam mengkode data ke dalam tabulasi. Kemudian, pendirian kritis diperlukan untuk mengungkap manipulasi kuasa, dominasi, dan keberpihakan yang ditemukan pada ketiga artikel berita tersebut. Oleh karena itu, Analisis Wacana Kritis (CDA) adalah pendekatan yang digunakan. Kata kunci: Jakarta Globe, Joko Widodo-Jusuf Kalla, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, appraisal, keberpihakan, kuasa, proses verbal. ABSTRACT The objects of research are media discourses, three articles from a website of English language newspaper in Indonesia, The Jakarta Globe, talking about presidential election 2014. They are Personalities Set to Trump Party Loyalties in Indonesian Presidential Election, Golkar Riven by Presidential Candidacy, and SBY Silence May Speak a Thousand. They compare Joko Widodo-Jusuf Kalla to Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. In this case, appraisal exists. There is a relation between bias and power which are situational contexts. Thus, the frameworks of power and bias are used in sorting the data. Then, related to Systemic Functional Linguistics (SFL), verbal processes seem dominant because of the sources selection to indicate appraisal event. In this research, SFL and its development, appraisal, work in coding the data into tabulation. Then, a critical stance is needed to reveal the power, dominance, and bias found in the three chosen news articles. Hence, Critical Discourse Analysis (CDA) serves as the approach used. Keywords: The Jakarta Globe, Joko Widodo-Jusuf Kalla, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, appraisal, bias, power, verbal processes

    INTERAKSI KOMUNIKATIF DALAM PELAPORAN KASUS KEHILANGAN DI SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU POLRES JEMBER: SUATU STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI

    Get PDF
    Interaksi komunikatif di pelayanan publik merupakan salah satu proses utama dalam kegiatan pelayanan khususnya pelayanan yang diselenggarakan pemerintah. Interaksi komunikatif tersebut salah satunya terjadi dalam pelayanan pelaporan dan pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Salah satu peristiwa interaksi komunikatif di SPKT terjadi ketika adanya pelayanan pelaporan kasus kehilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi komunikasi yang bersifat kualitatif untuk mengungkap keaslian interaksi komunikatif yang terbangun di SPKT Polres Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola-pola komunikasi yang terbangun dalam interaksi komunikatif pelaporan kasus kehilangan bersifat efisien, singkat, dan tanpa pergantian peran yang signifikan. Hal ini bersesuaian dengan tujuan pelaporan. Kata Kunci: Interaksi komunikatif, Pelayanan Publik, Etnografi Komunikasi

    KERUSAKAN HUTAN DAN MUNCULNYA GERAKAN KONSERVASI DI LERENG GUNUNG LAMONGAN, KLAKAH 1999-2013 (DEFORESTATION AND RISE OF ENVIRONMENTAL MOVEMENT AT SLOPE OF MOUNT LAMONGAN, KLAKAH 1999-2013)

    Get PDF
    Awal era reformasi, kerusakan hutan akibat penebangan liar banyak terjadi di berbagai tempat. Di Pulau Jawa kerusakan hutan terjadi di kawasan hutan milik Perhutani yang sebagian besar ditanami Pohon Jati. Hal tersebut juga terjadi di kawasan hutan Gunung Lamongan, Klakah. Pelaku penebangan tidak lain adalah masyarakat setempat yang tinggal di sekitar hutan. Pada awal tahun 2000 kondisi Gunung Lamongan gundul tanpa tegakan pohon. Bencana alam seperti banjir dan longsor mulai melanda kawasan sekitar hutan. Bencana kekeringan juga terjadi meski di musim penghujan. Debit air di sumber mata air dan ranu menurun. Kondisi ini mendorong munculnya kesadaran masyarakat yang tinggal di bawah Lamongan untuk melakukan gerakan konservasi guna mengembalikan fungsi hutan Gunung Lamongan yang selama ini menjadi penyangga ekosistem bagi kawasan di bawahnya. Kelompok konservasi bernama Laskar Hijau yang merupakan sebuah gerakan sosial kemudian muncul dan menanami kawasan Gunung Lamongan dengan tanaman buah-buahan. Selain menanam, kelompok ini juga melakukan aksi protes pada pihak pemangku hutan, Perhutani yang merupakan Badan Usaha Milik Negara. Penelitian ini menggabungkan metode sejarah dan sejarah lisan. Metode sejarah digunakan untuk mengkaji bagaimana kerusakan hutan terjadi serta bagaimana muncul dan berkembangnya gerakan konservasi di Gunung Lamongan. Metode sejarah lisan digunakan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat yang menjadi saksi atau terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Kata kunci: kerusakan hutan, konservasi, gerakan sosial, Klakah. ABSTRACT In the early reform era, the damage of forest due to illegal logging occurred in many places. Java deforestation occurred in the area of Perhutani forest, that the trees are mostly planted with Teak. This also occurred in the forest of Mount Lamongan, Klakah. Logging perpetrator is the local communities that living around the forest. In early 2000, Mount Lamongan condition is without tree stands bare. Natural disaster such as flood and erosion began to hit the area around the forest. Droughts also occur even in the rainy season. Water discharge in springs and Ranu decreased. These condition encourages the awareness of people living below the Mount Lamongan to the conservation movement to restore forest function of Mount Lamongan which has been the buffer ecosystem for the region underneath. Conservation group called the Laskar Hijau is a social movement then emerging area of Mount lamongan and planted with fruit trees. In addition to planting, this group also protested at the forest stakeholders, Perhutani wich are Badan Usaha Milik Negara. This article use combination of historical method and oral history method. The historical method used to explain how deforestation occurs and how it appears in the conservation movement of Mount Lamongan. Oral history method used to obtain information from the community who witness or are involved directly in the incident. Keywords: deforestation, conservation, social movement, Klakah

    79

    full texts

    83

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Publika Budaya (Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇